Beranda blog Halaman 19

Ratusan Siswa SMPN 1 Blora Terserang Mual dan Diare Usai Santap Menu MBG

0

Korandiva-BLORA.- Sebanyak 204 siswa SMP Negeri 1 Blora mengalami gangguan kesehatan berupa mual, pusing, dan diare yang diduga berasal dari konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagian dari mereka harus mendapatkan perawatan di RS DKT Blora.

Pada Rabu (26/11), beberapa siswa terlihat dirawat di rumah sakit yang letaknya dekat dengan sekolah. Guru SMPN 1 Blora, Wahyu Yuli, mengatakan gejala mulai muncul sejak Selasa (25/11) malam.

“Banyak siswa mengeluh diare setelah pulang sekolah. Diduga penyebabnya adalah menu MBG hari Selasa,” jelasnya.

Dari total 955 siswa, tercatat 204 mengalami gejala serupa. Dua siswa harus menjalani rawat inap, sementara 18 lainnya dirawat jalan dan kondisinya mulai membaik.

Salah satu siswa, Zoe, menceritakan bahwa perutnya mulai terasa sakit sesampainya di rumah. Ia merasakan mual hebat meski tidak sampai muntah.

“Tadi di sekolah makan ayam, wortel, sama pakcoy dari MBG. Baunya agak aneh, kayak berlendir,” ungkapnya.

Zoe menyebut banyak temannya mengalami keluhan yang sama hingga berlanjut menjadi diare pada malam hari.

Hingga kini, pihak sekolah dan tenaga medis masih terus memantau kondisi para siswa serta melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber penyebab keracunan massal tersebut. (*)

Rehab Ruang Kelas Tambah Semangat Belajar Siswa SMPN 4 Cepu

0

Korandiva-BLORA.- Pencahayaan yang cukup, ventilasi yang baik, dan tata ruang yang lebih lapang membuat siswa lebih mudah berkonsentrasi. Hal itu kini dirasakan siswa-siswi SMP Negeri 4 Cepu, khususnya kelas VIII, yang sejak Agustus lalu menempati ruang belajar baru usai direhabilitasi.

Kepala SMPN 4 Cepu, Kusmini, S.Pd., M.M., menceritakan kepada wartawan, Rabu (26/11), bahwa dari total 21 ruang kelas, tahun ini pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Blora memberikan bantuan perbaikan untuk tiga ruang yang sebelumnya mengalami kerusakan pada plafon, jendela, pintu, dinding, hingga atap.

“Walaupun sudah rusak sekitar lima tahun, ruang-ruang itu masih kami gunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Ia mengaku bersyukur karena perbaikan tersebut telah mengubah sebagian wajah sekolah dan langsung berdampak pada semangat siswa.

“Anak-anak lebih bersemangat belajar. Mereka senang karena kelasnya sekarang bagus,” tutur Kusmini, yang mulai memimpin SMPN 4 Cepu sejak 13 Maret 2025, setelah sebelumnya bertugas di SMPN 2 Kedungtuban.

Meski merasa terbantu, Kusmini berharap masih ada perhatian lanjutan dari pemerintah. Banyak ruang yang membutuhkan revitalisasi, mulai dari kelas 9A–9F, 8A–8D, hingga ruang UKS, kesenian, ruang kepala sekolah, ruang BK, ruang guru, dan tata usaha.

“Karena wilayah ini rawan banjir, semua bangunan lama perlu ditinggikan lantai dasarnya,” tambahnya.

SMPN 4 Cepu yang berlokasi di Jl. Raya Cepu–Randu Km 3,5, Desa Mulyorejo, kini memiliki 601 murid. Para siswa berasal dari berbagai desa sekitar, seperti Tambakromo, Mulyorejo, Mernung, Kapuan, Jipang Ngloram, Getas, Gadon, Nglandeyan, hingga Kalen.

“Mereka datang ke sekolah sebagian besar naik sepeda, ada juga yang menggunakan motor,” jelasnya.

Bagi siswa-siswi kelas VIII, ruang kelas baru itu bukan sekadar bangunan, melainkan energi baru untuk belajar lebih nyaman, lebih fokus, dan lebih percaya diri. Dan bagi sekolah, perbaikan tersebut menjadi awal dari harapan panjang akan lingkungan belajar yang lebih layak dan aman bagi seluruh siswa. (*)

JMSI Pusat 2025–2030 Dikukuhkan: Siapkan Regenerasi dan Perkuat Ruang Digital

0

Korandiva-JAKARTA.- Di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (25/11), suasana hangat menyertai pengukuhan Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) periode 2025–2030. Pengukuhan berdasar Surat Keputusan Nomor 067/PP/SK/JMSI/XI/2025 itu menjadi momentum penting bagi organisasi media siber nasional tersebut untuk meneguhkan arah baru: menyiapkan regenerasi kepemimpinan, memperkuat keberlanjutan bisnis media, dan menjaga ruang digital dari hoaks serta ujaran kebencian.

Dalam struktur anyar ini, sejumlah tokoh pers nasional mengisi posisi strategis. Dahlan Iskan dipercaya sebagai Dewan Pembina, sementara Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, menempatkan Hendry Ch. Bangun sebagai Dewan Pakar JMSI.
Di level pengurus harian, Dr. Teguh Santosa kembali didaulat sebagai Ketua Umum. Ia didampingi Dr. Eko Pamuji (Wakil Ketua Umum), Ari Rahman (Ketua Harian), Dr. Rahimandani (Sekretaris Jenderal), Sabri (Wakil Sekretaris Jenderal), Akhiruddin Mahjuddin (Bendahara Umum), dan Riza Awaludin (Wakil Bendahara Umum).

Dalam sambutannya, Teguh Santosa tak menutupi bahwa penunjukan kembali dirinya merupakan dorongan kuat para anggota saat Munas II JMSI yang digelar Juni lalu di Jakarta.

“Dalam artian sebenarnya saya dipaksa teman-teman untuk kembali memimpin,” ujarnya yang langsung disambut tawa peserta.

Teguh bercerita bahwa semula ia ingin mengakhiri tugas setelah lima tahun pertama. “Saya bilang cukuplah. Pondasi sudah terbentuk, pengurus dari Sabang sampai Merauke sudah tersusun. Izinkan saya istirahat. Tapi teman-teman begitu teganya,” selorohnya.

Meski demikian, ia menerima amanah periode kedua dengan satu fokus besar: melahirkan generasi kepemimpinan baru JMSI dalam lima tahun ke depan.

Ia juga menyampaikan bahwa JMSI kini menaungi sekitar 900 anggota, seluruhnya perusahaan media berbadan hukum yang siap membantu Dewan Pers dalam proses pendataan.

Teguh menegaskan kembali komitmen JMSI untuk membersihkan ruang digital dari informasi menyesatkan sekaligus memperkuat kemandirian usaha anggota.

“Kami percaya wartawan profesional itu bekerja di media profesional. Pemilik media harus mampu mengelola usahanya dengan baik,” tegasnya.

Dengan pengukuhan pengurus baru dan agenda besar yang menanti, JMSI menatap lima tahun ke depan dengan misi yang lebih matang: memastikan ekosistem pers digital tetap sehat, bebas hoaks, dan berkelanjutan. (*)

Bangun Budaya Literasi, Ibu-Ibu DWP Dinkominfo Blora Unjuk Keterampilan Baca Berita

0

Korandiva-BLORA.- Suasana tegang menyelimuti Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora, Selasa (25/11). Puluhan ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinkominfo berdiri bergantian di depan mikrofon, mencoba menaklukkan rasa gugup, dan berupaya membacakan naskah layaknya penyiar profesional.

Lomba membaca berita itu menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja DWP Dinkominfo Blora sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan. Meski baru pertama kali digelar, antusiasme para peserta membuat ruangan hidup dan hangat.

Ketua DWP Dinkominfo Blora, Eka Witarsih Pratikto Nugroho, menjelaskan bahwa ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan dorongan nyata untuk menumbuhkan budaya literasi.

“Tema kegiatan kami adalah literasi. Kami ingin mengajak ibu-ibu untuk gemar membaca, bukan hanya membaca berita, tapi juga meluangkan waktu minimal 15 menit setiap hari untuk membaca buku,” ujarnya.

Menurut Eka, kebiasaan membaca membawa banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari menjaga koneksi saraf di otak, mengurangi stres, hingga meningkatkan kualitas tidur. Aktivitas membaca juga memperkuat konsentrasi, memori, kosakata, dan memperluas wawasan.

“Artinya, tidak mudah pikun. Bahkan membaca buku cerita bisa menjadi sarana mendongeng kembali kepada anak atau cucu di rumah, sambil memotivasi mereka agar suka membaca,” tambahnya.

Dukungan penuh datang dari Kepala Dinkominfo Blora, Pratikto Nugroho. Ia menilai lomba baca berita adalah langkah kreatif untuk meningkatkan kemampuan literasi anggota DWP.

“Tentu kami sangat mendukung upaya literasi yang diinisiasi oleh DWP. Bagi para juaranya, akan kami beri kesempatan tampil dalam podcast LPPL Radio Gagak Rimang dan menjadi reporter berita,” tuturnya.

Dalam penilaian, tim juri yang terdiri dari penyiar radio dan pengelola berita website menyoroti tiga aspek penting: vokal (intonasi, artikulasi, pelafalan), penguasaan materi (kelancaran dan pemahaman isi), serta penampilan (ekspresi, kontak mata, gestur, dan performa di depan mikrofon).

Kasiyanto, salah satu juri yang juga Sub Koordinator Kehumasan Bidang IKP Dinkominfo, mengapresiasi keberanian para peserta.

“Meski bukan reporter profesional, ibu-ibu DWP ini luar biasa semangatnya. Semoga bisa menginspirasi DWP di OPD lainnya,” katanya.

Dari total 22 peserta, juri akhirnya menetapkan enam juara. Juara I diraih Ewa (staf Dinkominfo), Juara II Bu Tedi (istri Sekdin Kominfo), Juara III Vinna (staf Dinkominfo).
Untuk kategori harapan, Harapan I diraih Bu Mijan, Harapan II Bu Budi, dan Harapan III Nia, semuanya dari lingkungan Dinkominfo Blora.

Sebelum lomba dimulai, peringatan HUT ke-26 DWP ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala dan Sekretaris Dinkominfo Blora, Pratikto Nugroho dan Tedi Rindaryo Widodo, yang kemudian menyerahkan potongan tersebut kepada istri masing-masing—simbol dukungan, kebersamaan, dan penghormatan kepada peran perempuan.

Lebih dari sekadar ajang lomba, kegiatan ini menjadi ruang belajar, ruang tumbuh, sekaligus ruang untuk memperkuat semangat literasi di lingkungan DWP Dinkominfo Blora. (*)

Aminudin Dorong Hilirisasi, Investasi Tertib, dan Layanan Publik Lebih Mudah untuk Majukan Blora

0

Korandiva-BLORA.— Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Dapil Blora–Grobogan, H. Abdullah Aminudin, menegaskan tiga sektor yang harus menjadi mesin percepatan pembangunan Blora: agroindustri, sumber daya alam, dan pariwisata. Tiga sektor ini, menurutnya, realistis dan saling menguatkan jika dikelola dengan arah dan tata kelola yang tepat.

Dalam diskusi agroindustri yang digelar FJMSB–JMSI baru-baru ini, Aminudin menjelaskan perannya sebagai penghubung antara regulasi di provinsi dan upaya menggandeng investor yang relevan dengan potensi Blora. “Saya bekerja di tingkat aturan dan anggaran, lalu mempertemukan potensi daerah dengan mitra yang tepat,” ujarnya.

Ia mengakui persaingan antar daerah di Jawa Tengah sangat ketat, sehingga perjuangan agar program provinsi berpihak ke Blora harus dibarengi data kuat, argumentasi logis, dan koalisi lintas fraksi. PKB, partai yang ia wakili, ditegaskannya harus tampil sebagai partai advokatif yang hadir tidak hanya saat pemilu, tetapi dalam penyelesaian masalah konkret warga.

Saat turun ke masyarakat, Amin hampir selalu menerima empat keluhan utama: jalan rusak, pertanian yang tidak menguntungkan, kesehatan yang mahal, dan pendidikan yang belum merata kualitasnya. Empat isu itulah yang ia kawal dalam kerja legislatif: perbaikan jalan lewat anggaran provinsi, advokasi pupuk subsidi, serta peningkatan mutu layanan pendidikan dan kesehatan.

Namun ia menolak membuat daftar prioritas yang saling menyingkirkan. “Semua sektor penting dan harus berjalan paralel,” tegasnya. Karena itu, ia mendorong agar program PU, pertanian, pendidikan, dan kesehatan tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi terintegrasi di dapil.

Amin juga menyoroti dua kelemahan besar yang menghambat investasi dan hilirisasi di Blora: belum adanya SOP investasi yang baku dan lemahnya komunikasi antar pemangku kepentingan. “Investor butuh kepastian, bukan sekadar promosi,” katanya. Ia mendorong penguatan regulasi investasi di provinsi sekaligus pembentukan forum tematik yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok tani, dan calon investor.

Menurutnya, bukti perjuangan tidak cukup dengan pernyataan di media. Ia menyebut beberapa hasil yang sudah dirasakan warga: perbaikan infrastruktur jalan melalui anggaran provinsi, advokasi keteraturan distribusi pupuk subsidi, serta dukungan terhadap guru madrasah diniyah yang selama ini menjadi garda depan pendidikan keagamaan.

Untuk masa depan Blora 5–10 tahun ke depan, Amin menawarkan tiga arah besar: layanan publik yang lebih sederhana berbasis teknologi informasi; industrialisasi yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan; serta pertanian yang benar-benar memakmurkan petani.

“Komitmen saya adalah memastikan aspirasi itu masuk dalam kebijakan dan anggaran provinsi. Ukurannya sederhana: keputusan di Semarang harus bisa dirasakan di desa-desa Blora dan Grobogan,” ujarnya.

Di usia ke-276, kata Aminudin, Blora tidak boleh sekadar merayakan sejarah. Daerah ini harus berlari cepat mengejar ketertinggalan. Dan di ruang sidang DPRD Jawa Tengah, ia memastikan satu hal: suara Blora harus terdengar — dan diwujudkan dalam kebijakan nyata. (*)

Mendekatkan Diri kepada Allah Lewat Ibadah Nawafil

0

Korandiva-BLORA.- Suasana subuh di Masjid Nurul Falah, Perumnas RW V Kelurahan Karangjati, Blora, Minggu (23/11/2025), terasa lebih hangat ketika H. Zainudin, SH., MH., tampil menyampaikan kultum tujuh menit. Dengan tema “Mendekatkan Diri kepada Allah dengan Melaksanakan Ibadah Nawafil”, pengacara sekaligus dosen ini mengajak jamaah menengok kembali nilai ibadah-ibadah sunnah di tengah derasnya kehidupan digital.

Dalam paparannya, Zainudin menjelaskan bahwa ibadah Nawafil adalah ibadah tambahan yang dilakukan di luar kewajiban fardhu. “Tidak dikerjakan tidak berdosa, tetapi jika dilakukan pahalanya sangat besar,” ujarnya. Ibadah sunnah, katanya, menjadi jalan cerdas untuk menyempurnakan kekurangan ibadah wajib dan sarana menunjukkan kecintaan kepada Allah.

Ia mengutip hadis qudsi riwayat Bukhari tentang kedudukan hamba yang mendekatkan diri melalui amalan Nawafil. Siapa yang melakukannya secara konsisten, menurut hadis tersebut, akan dicintai Allah, doanya dikabulkan, dan hidupnya berada dalam lindungan-Nya.

Zainudin lalu menguraikan berbagai amalan yang termasuk Nawafil: salat rawatib, tahajud, witir, tobat, dua rakaat sebelum Subuh, serta puasa Senin-Kamis, Arafah, Asyura, hingga puasa Daud. Tak ketinggalan, membaca Al-Qur’an, berinfak, bersedekah, dan membantu sesama. Ia mengingatkan sabda Nabi bahwa “sedekah menghapus dosa seperti air memadamkan api.”

Namun, Zainudin memberi catatan penting: semangat ibadah tidak boleh melahirkan rasa lebih suci dari orang lain. “Tidak semua ahli ibadah akan berakhir di surga,” kutipnya dari hadis riwayat Muslim, bila ibadah tidak menumbuhkan kepedulian dan kasih sayang.

Kultum pagi itu ditutup dengan doa agar amalan Nawafil mampu melembutkan hati, menumbuhkan kesabaran, dan menjadikan umat lebih rendah hati. Suatu pesan yang mengalun pelan, namun menancap dalam di tengah rutinitas jamaah di awal hari. (*)

Bupati Blora Cup 2025 Digelar 28–30 November, 300 Penembak se-Indonesia Siap Bertarung

0

Korandiva-BLORA.— Kabupaten Blora kembali menjadi sorotan nasional melalui gelaran Lomba Menembak Bupati Blora Cup 2025 yang akan berlangsung pada 28–30 November 2025. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi bergengsi, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan Blora kepada masyarakat luas, khususnya peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Menurut Kompol Eko Budi Sulistyanto, SH, pelatih menembak Perbakin, penyelenggaraan lomba ini memiliki dua maksud utama. “Pertama, memperkenalkan Kabupaten Blora kepada masyarakat luar daerah. Kedua, menjaring bakat atlet menembak Blora agar bisa dipersiapkan lebih serius,” jelasnya.

Minat peserta dari luar daerah sangat tinggi. Untuk kelas Prestasi, telah terdaftar 140 peserta secara online, berasal dari Manado, Makassar, Kalimantan Timur, Bali, hingga seluruh provinsi di Pulau Jawa. Untuk kelas Open, pendaftaran dilakukan secara on the spot, dan panitia memperkirakan total peserta dapat mencapai sekitar 300 orang.

Ketua Perbakin Blora, Mochamad Muchklisin, menyampaikan apresiasinya atas tingginya partisipasi penembak dari berbagai daerah dalam kejuaraan tahun ini. Menurutnya, antusiasme peserta membuktikan bahwa Blora semakin diperhitungkan sebagai tuan rumah kejuaraan menembak yang profesional dan menarik minat atlet dari berbagai penjuru Indonesia.

Ia menambahkan bahwa Bupati Blora Cup bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum penting untuk memperkenalkan olahraga menembak kepada masyarakat. Muchklisin berharap melalui event ini dapat ditemukan talenta-talenta lokal yang potensial untuk dibina secara intensif sehingga mampu memperkuat tim menembak Blora hingga level nasional bahkan internasional.

Selain memperkuat promosi daerah, event ini juga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke Blora. “Dengan adanya lomba ini, Blora semakin dikenal dan diharapkan semakin banyak masyarakat yang tertarik berkunjung,” tambah Kompol Eko.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan penuh dari Perbakin Blora, Bupati Blora Cup 2025 diproyeksikan menjadi salah satu event olahraga terbesar di Blora tahun ini sekaligus menjadi ajang lahirnya atlet-atlet menembak terbaik dari Bumi Samin. (*)

FJMSB–JMSI Gagas Penyusunan “Peta Jalan Agroindustri Blora 2026–2030”: Blora Belum Miliki Roadmap Komprehensif, Pemkab Apresiasi Inisiatif Media

0

Korandiva-BLORA.- Forum Jaringan Media Siber Blora (FJMSB) bekerja sama dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Tengah menggelar Diskusi Terbatas bertema “Peta Jalan Agroindustri Blora 2026–2030” di Aula Setda Pemkab Blora. Kegiatan ini diikuti perwakilan Forpimda, OPD, kepala desa, organisasi masyarakat, kelompok tani, dan para pemangku kepentingan bidang agroindustri. Ketua JMSI Jateng, Agus Sunarko, juga hadir dan terlibat aktif dalam diskusi.

Ketua FJMSB sekaligus ketua pelaksana kegiatan, Bambang Sartono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan undangan bagi semua pihak untuk menjemput masa depan Blora dengan kesadaran dan perencanaan matang.

“Jika peta jalan ini disusun secara serius, didukung komitmen lintas sektor, dan dipantau implementasinya, maka periode 2026–2030 dapat menjadi momentum penting bagi Blora. Nilai tambah ekonomi desa akan meningkat, kesempatan kerja terbuka lebih luas, dan Blora tidak lagi dikenal hanya sebagai penghasil bahan mentah, tetapi menjadi kabupaten agroindustri yang kuat dan menyejahterakan,” tegasnya.

Asisten II Ekonomi dan Pemerintahan Setda Blora, Dasiran, dalam paparannya menegaskan pentingnya penyusunan roadmap agroindustri sebagai arah pembangunan daerah jangka menengah hingga jangka panjang. Ia mengakui bahwa hingga saat ini Blora belum memiliki peta jalan agroindustri yang komprehensif.

“Roadmap-nya memang belum ada. Karena itu saya sangat mengapresiasi langkah JMSI yang mulai memprakarsai penyusunan pedoman agroindustri berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Dasiran juga menyoroti tantangan utama pengembangan agroindustri di Blora, yakni aksesibilitas dan infrastruktur, terutama di wilayah selatan yang masih memerlukan perhatian serius.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, menambahkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Berdasarkan data PDRB, kontribusi sektor pangan, pertanian, peternakan, dan perikanan mencapai 21,45 persen pada 2023, naik dari 20,80 persen pada 2022.

“Angka ini memberikan mandat kuat bahwa sektor pangan dan pertanian harus menjadi fondasi utama pengembangan agroindustri. DP4 tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tapi juga memastikan infrastruktur pendukung, terutama irigasi. Air adalah kunci utama pertanian,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Jawa Tengah, Abdullah Aminuddin. Ia menilai Blora memiliki potensi pertanian dan peternakan yang besar, namun belum sepenuhnya optimal karena masih kurangnya sinergi antara pemerintah, media, dan pemangku kepentingan.

“Blora harus bergerak dari sekadar produsen bahan mentah menuju pusat agroindustri bernilai tambah. Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Diskusi terbatas ini diharapkan menjadi langkah awal penyusunan roadmap agroindustri Blora yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. (*)

Jateng Siapkan 1.257 Lahan Gudang untuk Koperasi Merah Putih

0

Korandiva-BLORA.- Sebanyak 1.257 petak lahan di Jawa Tengah siap dibangun gudang untuk menunjang operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pembangunan dilakukan bertahap seiring percepatan gerakan koperasi rakyat di daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, menyampaikan hal itu seusai Musyawarah Wilayah Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jateng 2025 di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (21/11).

“Progresnya terus berjalan. Ada 1.257 lahan yang sudah siap dibangun,” ujarnya.

Hingga Oktober 2025, Jateng telah memiliki 8.523 KDMP berbadan hukum, dengan 3.891 unit sudah beroperasi dan 136.112 anggota aktif.

Di tingkat nasional, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menyebut sekitar 32 ribu titik lahan telah terdata sebagai lokasi pembangunan koperasi merah putih. Dari jumlah itu, 16 ribu mulai memasuki tahap pembangunan fisik.

“Datanya di-update setiap hari. Mudah-mudahan tahun depan bisa selesai,” katanya.

Gerakan pergudangan koperasi merah putih diproyeksikan bersinergi dengan koperasi eksisting, BUMDes, warung rakyat, dan pasar tradisional untuk memperkuat ekonomi komunitas.

“Kita bangun sinergi bersama, ekonomi rakyat tumbuh bersama,” tegas Ferry.

Ferry juga menilai Jateng memiliki peran historis dalam gerakan koperasi. Banyumas tercatat sebagai daerah pertama berdirinya koperasi di Indonesia, dan berbagai koperasi modern tumbuh di provinsi ini.

“Saya harap Jawa Tengah menjadi provinsinya koperasi modern Indonesia,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mendorong Dewan Koperasi Wilayah Jateng memperkuat pendampingan bagi koperasi, baik KUD yang sudah lama eksis maupun KDMP yang kini berkembang.

“Dewan Koperasi harus bisa mengatur dan membimbing agar KDMP bersinergi dan tumbuh dengan baik,” katanya. (*)

Dugaan Pungli PIP di SDN 4 Sambongrejo, Disdik Blora Akan Panggil Kepala Sekolah

0

Korandiva-BLORA.- Dinas Pendidikan Kabupaten Blora menindaklanjuti dugaan pungutan liar (pungli) terkait pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 4 Sambongrejo, Kecamatan Sambong. Disdik berencana memanggil kepala sekolah untuk klarifikasi setelah polemik ini viral di media sosial.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora melalui Kasi Sekolah Dasar, Buana, mengatakan pihaknya menerima laporan resmi dan akan segera mengambil langkah pemeriksaan internal.
“Nanti akan kita panggil untuk kita klarifikasi,” ujarnya kepada wartawan.

Buana menambahkan, sehari sebelum pengembalian dana pihaknya sebenarnya sudah mendatangi sekolah untuk berdialog dengan wali murid. “Kami juga mendapatkan aduan sehingga kami turun ke sekolah. Dalam waktu dekat kepala sekolah akan kita panggil,” tegasnya.

Kasus ini bermula dari informasi adanya pungutan sebesar Rp 30 ribu kepada wali murid penerima PIP pada Kamis dan Jumat (13–14/11). Dana tersebut diduga diminta pihak sekolah dengan alasan pembelian materai dan kebutuhan administrasi pencairan bantuan.

Seorang wali murid menyebut, sebelum pencairan di bank, wali murid dikumpulkan di sekolah dan diminta menyetor dana tersebut. “Bu kepala sekolah juga bilang, kalau sampai berita ini bocor keluar, beliau tidak mau menguruskan lagi pencairan PIP,” ujarnya, meminta identitasnya tidak dipublikasi.

Menurut penuturan wali murid lain, siswa penerima bantuan bahkan disebut sempat dimarahi di kelas, meskipun mereka tidak mengetahui persoalan tersebut. Pencairan dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama 13 November untuk kelas 2–3, dan tahap kedua 14 November untuk kelas 4–6. Usai pencairan, para wali murid menyerahkan uang Rp 30 ribu melalui perantara yang ditunjuk, kemudian disetorkan ke pihak sekolah.

Jumlah penerima PIP di SDN 4 Sambongrejo mencapai 39 siswa, masing-masing mendapatkan dana Rp 450 ribu.

Namun setelah polemik merebak dan ramai di media sosial, pihak sekolah mengembalikan dana pungutan tersebut kepada wali murid pada Rabu pagi, 19 November 2025.

Saat dikonfirmasi, Kepala SDN 4 Sambongrejo, Tri Dodok Suryatiningsih, membantah adanya pemotongan dana bantuan. Ia menegaskan tidak ada pungutan yang dilakukan pihak sekolah.

“Jenengan dapat info dari mana kalau ada tarikan PIP? Kita nggak motong. Diambil sendiri, dan di sini ada paguyuban wali murid. Pemotongan itu tidak ada,” katanya singkat, sambil menyebut setiap konfirmasi harus mendapat izin dari atasan.

Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan tunai pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, disalurkan melalui mekanisme rekening bank.

Hingga berita ini diturunkan, proses klarifikasi oleh Dinas Pendidikan masih menunggu pemanggilan kepala sekolah untuk pemeriksaan lanjutan. (*)