Beranda blog Halaman 20

Bangun Sekolah Lebih Baik, Warga Turun Tangan di SDN 1 Sarimulyo

0

Korandiva-BLORA.- Di sebuah sudut Kecamatan Ngawen, semangat gotong royong kembali menggeliat. SD Negeri 1 Sarimulyo, menjadi salah satu dari 58 satuan pendidikan di Kabupaten Blora yang tahun ini menerima kucuran dana revitalisasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk Blora mencapai Rp 38 miliar, tersebar mulai jenjang TK hingga SMP.

Namun, cerita di SDN 1 Sarimulyo bukan semata soal angka. Di sekolah ini, warga, guru, hingga komite bahu-membahu memperbaiki sarana belajar anak-anak melalui pola swakelola.

“Ini kita swakelola, bukan diborongkan. Jadi seminggu sekali kita bayari tukang,” tutur Kepala SDN 1 Sarimulyo, Siti Kumaidah, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/11/2025). Ia tampak bersemangat memperlihatkan rencana renovasi yang sudah lama dinantikan itu.

Dana revitalisasi yang diterima sekolahnya berjumlah Rp 870.503.247. Rinciannya meliputi biaya konstruksi Rp 813.850.291, biaya mebeler UKS sebesar Rp 7.788.750, serta biaya manajemen yang mencakup perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan sebesar Rp 48.864.206.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk lima kegiatan utama: rehab enam ruang kelas yang selama ini sudah mulai rapuh, perbaikan toilet, renovasi ruang perpustakaan dan tata usaha, serta pembangunan satu ruang UKS baru yang diharapkan menjadi ruang layanan kesehatan siswa yang lebih layak.

Semua proses dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang dibentuk langsung oleh pihak sekolah. Ini merupakan ketentuan yang tertuang dalam petunjuk teknis program revitalisasi. Siti Kumaidah bertindak sebagai penanggung jawab. Ia didampingi Dwi Agung Dewantoro Putro sebagai ketua panitia, seorang warga yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi. Sekretaris dipegang Wartono dari komite sekolah. Bendahara dipercayakan kepada Letterina Andan Dewi, guru di sekolah tersebut, sementara Eko Juli Prasetya, warga yang berpengalaman mengelola pekerjaan bangunan, menjadi kepala pelaksana. Untuk keamanan, Suroto dari komite turut dilibatkan.

Kabid Sarpras Disdik Kabupaten Blora, Sandy Tresna Hadi, mengatakan bahwa pola swakelola memang menjadi pilihan yang memberi ruang partisipasi warga. “Kepala sekolah sebagai penanggung jawab membentuk P2SP. Pengerjaan dilakukan oleh masyarakat yang memiliki kemampuan, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar,” ujarnya.

Bagi SDN 1 Sarimulyo, pembangunan ini bukan sekadar memperindah bangunan sekolah. Lebih dari itu, menjadi simbol kuatnya kepedulian masyarakat terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.
Suara ketukan palu dan semangat bergotong royong yang kini setiap hari terdengar di lingkungan sekolah, seolah menjadi harapan baru: bahwa ruang belajar yang lebih baik akan melahirkan cita-cita yang lebih tinggi bagi generasi Ngawen di masa depan. (*)

SPPG Bogorejo 1 di Blora Hadirkan Menu Unik Ayam Katsu dan Salad Sayur untuk 2.208 Penerima Manfaat MBG

0

Korandiva-BLORA.— Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Blora terus melakukan inovasi dalam penyaluran menu makanan bergizi gratis melalui Program Makan Bergizi (MBG). Tidak hanya tempat pelayanan yang tertata rapi, ragam menu yang disajikan pun semakin menarik minat masyarakat, terutama para penerima manfaat.

Di SPPG Bogorejo 1, Kecamatan Bogorejo, menu ayam katsu menjadi favorit baru. Kepala SPPG Bogorejo 1, Abdul Wakhid Nuraslam, mengatakan bahwa permintaan menu tersebut meningkat sejak dapur mulai beroperasi pada Agustus lalu.

Hingga saat ini, dapur tersebut menyalurkan makanan bergizi untuk 2.208 penerima manfaat, terdiri dari siswa PAUD, TK, SD, SMK, santri pondok pesantren, serta kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Tak hanya ayam katsu, SPPG Bogorejo 1 juga untuk pertama kalinya menyajikan menu salad Sayur. Menu ini dihadirkan sekaligus sebagai media edukasi tentang jenis-jenis buah kepada para siswa yang menerima program MBG.

Keunikan lain dari dapur ini terlihat pada armada pendistribusian menu MBG yang ditempeli gambar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sehingga menjadi perhatian masyarakat sekitar.

Dalam penjelasannya, Abdul Wakhid Nuraslam menyampaikan bahwa menu yang disajikan pada hari ini meliputi salad sayur, nasi putih, buah anggur, dan susu. Ia berharap Program Makan Bergizi dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

“Dengan adanya program MBG, kami berharap penerima manfaat mendapatkan gizi dan kandungan nutrisi yang mereka butuhkan,” ujarnya. (*)

GEROBAK BARU, HARAPAN BARU: Baznas Blora Salurkan Bantuan Usaha untuk Pedagang Kaki Lima dan UMKM

0

Korandiva-BLORA.— Suasana halaman Kantor Baznas Kabupaten Blora di Jalan Kolonel Sunandar, Kelurahan Mlangsen, tampak lebih ramai dari biasanya, Kamis (20/11/2025). Satu per satu warga tampak menunggu antrian penyerahan bantuan gerobak usaha dari Baznas Blora.

Di antara mereka, terlihat Ahmad Rodhi, pedagang mie ayam dan bakso asal Dukuh Sasak, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo. Wajahnya sumringah saat sebuah gerobak alumunium baru diserahkan kepadanya.

Gerobak itu terasa istimewa bagi Rodhi. Gerobak lamanya sudah rusak, dan ia tak memiliki biaya untuk mengganti.

“Saya gembira sekali. Harapan saya mengganti gerobak akhirnya terwujud. Alhamdulillah, terima kasih untuk Baznas. Semoga jadi barokah bagi saya dan keluarga,” ujarnya sambil mendorong sendiri gerobak itu pulang, menempuh jarak hampir 10 kilometer.

Kegembiraan serupa juga dirasakan Endang, pedagang es buah dan jus asal Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu. Ia datang bersama rekannya sesama penerima bantuan, bahkan menyewa truk demi membawa gerobak barunya.

“Sekarang gerobaknya baru, Insya Allah pembeli akan datang lagi. Terima kasih Baznas Blora,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Baznas Blora menyerahkan 70 unit gerobak aluminium dan kayu kepada pelaku UMKM dan pedagang kaki lima di berbagai wilayah Kabupaten Blora.

Disalurkan dari Zakat ASN
Koordinator Program Baznas Blora, Widodo, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari penyaluran 40 persen dana zakat seluruh ASN Blora yang tahun ini terkumpul mencapai Rp12 miliar.

“Amanatnya 40 persen dari zakat ASN disalurkan untuk pemberdayaan ekonomi. Tahun ini diwujudkan dalam bantuan kandang beserta ayamnya, serta gerobak untuk pelaku UMKM di Blora,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penyaluran ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Blora dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah.

Tak Hanya Ekonomi, Juga Dakwah dan Pendidikan
Dalam kegiatan yang sama, Baznas Blora juga menyalurkan bantuan dua karton mushaf Al-Qur’an, Iqro’, Yanbu’a dan Juz Amma senilai Rp6 juta kepada aktivis Pemerhati Peduli Sahabat Al Qur’an, Hengky Wirawan Soendoro, warga Jalan Mawar Nomor 5, Blora.

Hengky menyatakan siap menyalurkan bantuan tersebut ke masjid, musholla, TPQ, dan para guru mengaji di desa-desa.
“Ini amanah. Saya siap menyalurkan tanpa dipungut biaya. Semoga Baznas Blora diberi keberkahan dalam menyebarkan manfaat zakat untuk umat,” ujarnya.

Melalui berbagai programnya, Baznas Blora menunjukkan bahwa zakat bukan hanya soal menunaikan kewajiban agama, namun juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat kecil di Blora—hadir dalam bentuk sederhana, seperti sebuah gerobak baru yang mendorong harapan untuk kehidupan yang lebih layak.

Kecamatan Randublatung Adakan Musdes Bahas KDMP Demi Sinkronisasi Program Desa

0

Korandiva-BLORA.– Di Pendopo Kecamatan Randublatung digelar rapat koordinasi membahas mekanisme pendirian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Senin (17/11/2025).

Kegiatan tersebut diikuti para Lurah, Kepala Desa se-Kecamatan Randublatung, pendamping KDMP, serta instansi terkait. Rapat berlangsung dinamis untuk menyamakan persepsi dan mempercepat realisasi pembangunan gerai KDMP di setiap desa.

Camat Randublatung, Joko Budi Heri Santoso, dalam paparannya menjelaskan mekanisme pendirian KDMP mulai dari kesiapan lahan hingga proses registrasi koperasi.

“Untuk syarat dan administrasi KDMP sudah selesai, semuanya telah terregistrasi. Hari ini kita fokus pada percepatan pembangunan gerai KDMP,” ujar Heri penuh semangat.

Hingga saat ini, desa dan kelurahan yang telah mengajukan pembangunan gerai KDMP adalah Desa Pilang, Desa Gembyungan, Kelurahan Wulung, dan Kelurahan Randublatung.

“Untuk yang lainnya masih proses identifikasi dan inventarisasi. Namun secara lahan, semua sudah memiliki titik untuk pembangunan gerai KDMP ini. Harapannya akhir bulan seluruh persoalan lahan sudah clear,” tambahnya.

Camat Randublatung juga menegaskan bahwa pembangunan gerai KDMP harus berada di atas lahan aset pemerintah dengan luas minimal seribu meter persegi.

“Lahan harus memenuhi standar, minimal 1.000 meter persegi atau ukuran 30 x 30 meter, lokasinya strategis, mudah diakses, dan memiliki tempat parkir. Jika desa memiliki keterbatasan akses, dapat menggunakan lahan minimal 20 x 30 meter, namun harus disertai kajian dari Dinas PMD,” jelas Heri.

Lebih lanjut, ia juga memberikan solusi bagi desa yang tidak memiliki aset lahan pemerintah.

“Bagi teman-teman kades yang tidak memiliki aset daerah atau desa, bisa menggunakan aset lain seperti milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, penggunaannya harus melalui mekanisme pengajuan izin terlebih dahulu, dan nanti seluruh prosesnya akan dikoordinir oleh Dinas PMD,” tegasnya. (*)

Firman Soebagyo Ajak Generasi Muda Jadi Agen Perubahan Positif: Optimisme untuk Indonesia Emas 2045

0

Korandiva-BLORA.- Politikus senior dan sosok aktivis, Firman Soebagyo, kembali menyuarakan pesan optimisme dan semangat bagi generasi muda Indonesia. Dalam sejumlah kesempatan, Firman menegaskan bahwa potensi besar “bonus demografi” bukanlah sekadar angka — melainkan panggilan bagi anak muda untuk menjadi kekuatan penggerak perubahan positif di tanah air.

Empat Ciri Generasi Unggul ala Firman Soebagyo
Menurut Firman, generasi muda yang akan membawa Indonesia ke kejayaan di tahun 2045 harus memiliki empat karakter utama:

  • 1. Kecerdasan yang komprehensif — produktif, inovatif, dan mampu berpikir kritis.
  • 2. Karakter sosial yang kuat — damai dalam interaksi sosial, menghargai keragaman, dan memiliki integritas.
  • 3. Kesadaran ekologi— memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta menyadari pentingnya kelestarian alam untuk generasi selanjutnya.
  • 4. Peradaban unggul— bukan hanya maju secara materi, tetapi juga berbudaya dan beradab.

Firman mengutip pidato almarhum BJ Habibie bahwa kemajuan negara tidak hanya diukur dari sumber daya alam, tetapi dari kualitas sumber daya manusia.

Menyemangati Anak Muda untuk Berbuat Nyata
Tak hanya berpidato, Firman juga memberi contoh nyata melalui apresiasinya terhadap anak muda yang memilih jalur pertanian. Dalam acara di Kabupaten Blora, ia memuji semangat generasi muda yang tetap antusias menjadi petani, meskipun banyak tantangan.

Menurutnya, pertanian bukan hanya warisan tradisi, tetapi potensi besar masa depan untuk kemandirian pangan dan pembangunan lokal. Ia mendorong penggunaan teknik modern dan pemulihan kesuburan tanah lewat pupuk organik agar generasi muda bisa menjadi petani produktif dan berkelanjutan.

Rasionalitas Sebagai Kunci Keberhasilan
Salah satu nilai yang sangat Firman junjung adalah rasionalitas. Dalam berbagai kesempatan politik, ia menekankan bahwa setiap keputusan harus melalui pertimbangan matang, bukan sekadar emosi atau kepentingan sementara.

Menurut Lintas Parlemen, ia dikenal sebagai sosok “santun, rasional, dan penuh perhitungan” — karakter yang dia nilai penting untuk menghadapi tantangan era modern.

Pesan untuk Generasi Muda
Firman Soebagyo mengajak anak-anak muda untuk tidak takut bermimpi besar. Ia percaya bahwa generasi muda punya tanggung jawab besar untuk ikut mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Kalau kita bisa mengelola bonus demografi dengan bijak, generasi muda akan menjadi bibit unggul yang bukan hanya memajukan negara, tetapi juga menjaga warisan alam dan kebudayaan,” ujarnya dalam pidato publik beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan bahwa karakter, kecerdasan, dan kepedulian sosial adalah pondasi yang harus dibangun sekarang agar masa depan Indonesia bisa lebih baik.

Kenapa Kisah Firman Soebagyo Bisa Menginspirasi Kita

  • Dari latar belakang petani di Pati, Jawa Tengah, Firman menunjukkan bahwa asal sederhana bukan halangan untuk berkontribusi besar bagi bangsa.
  • Ia menggabungkan idealisme dan pragmatisme: punya visi besar, tapi juga tahu cara mengubah visi itu menjadi aksi konkret (misalnya lewat pertanian dan edukasi karakter).
  • Firman memberi contoh bahwa generasi muda bisa memilih jalur positif yang berdampak besar, tidak hanya karier politik, tetapi juga pertanian dan pembangunan Berkelanjutan . (*)

LINE DANCE BUGAR BLORA MEMUKAU JAMBORI KORMI JATENG: Gerakan Kompak dan Nuansa Koboi Hidupkan Suasana Malam Ekshibisi

0

Korandiva-BOYOLALI — Suasana malam di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, mendadak riuh dan penuh energi ketika Group Line Dance Bugar dari Kabupaten Blora naik panggung dalam gelaran Jambore Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Tengah ke-15, Sabtu (15/11/2025). Dengan seragam warna ngejreng, topi koboi, dan iringan musik country, kelompok tari yang dipimpin Pambayun Widiastuti itu tampil memukau dan memikat perhatian lebih dari 350 peserta jambore yang didominasi generasi milenial.

Gerakan yang kompak, formasi tertata, serta gaya panggung yang berbeda membuat penampilan mereka terasa bersejarah. Sorak dan tepuk tangan dari peserta mengiringi hampir setiap pergantian ritme tarian.

“Ada nuansa yang berbeda kami bawa di panggung ini. Itulah yang membuat penampilan KORMI Blora cukup menonjol dalam sesi ekshibisi promosi olahraga masyarakat dari berbagai kabupaten,” ujar Pambayun Widiastuti saat ditemui di Blora, Minggu (16/11/2025).

Pambayun, mantan pejabat Pemkab Blora yang kini aktif melatih senam kebugaran, menjelaskan bahwa Line Dance merupakan turunan dari dansa yang biasanya berpasangan. Namun, jenis tarian ini justru dilakukan tanpa pasangan, disajikan dalam barisan, dan seluruh peserta mengikuti pola gerakan yang sama secara berulang.

“Line dance sangat fleksibel. Bisa diiringi musik country, hip-hop, cha-cha, salsa, rumba, pop, dangdut, bahkan musik tradisional Indonesia,” jelasnya.

Komunitas Baru yang Tumbuh Pesat
Group Line Dance Bugar sendiri baru berdiri pada Oktober 2024. Meski usia komunitas masih muda, anggotanya telah mencapai 70 orang. Mereka rutin berlatih setiap Senin di halaman GOR Mustika Blora.

Kegiatan ini menarik peserta dari berbagai kelompok umur, mulai anak-anak hingga lansia.
Dukungan terhadap kelompok ini juga datang dari H. Harsono, Ketua Kontingen Jambore KORMI Blora.

Wirausahawan sukses itu menyebut bahwa Line Dance Bugar kerap tampil dalam berbagai acara, termasuk di pendopo rumah dinas bupati dan dalam kegiatan Car Free Day Blora setiap Minggu pagi.

“Penampilan mereka di jambore benar-benar memberi warna. Suasananya langsung hidup, peserta lebih akrab, dan semuanya terhibur—baik anak muda maupun para senior,” ungkap Harsono.

Manfaat Kesehatan yang Tidak Sedikit
Selain menghibur, line dance juga dikenal memiliki manfaat kebugaran yang cukup signifikan. Para ahli menyebut aktivitas ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan imunitas, melatih daya ingat, mencegah demensia, sekaligus membuat jiwa dan pikiran tetap segar.

Penampilan Line Dance Bugar di jambore tersebut bukan hanya menjadi ajang unjuk kepiawaian, tetapi juga bukti bahwa olahraga masyarakat mampu menjembatani generasi, mempererat kebersamaan, dan menghadirkan kegembiraan yang menyehatkan. (*)

Gastra, Gerakan Subuh yang Menyuburkan Kepedulian di Blora

0

Korandiva-BLORA.- Subuh baru saja merekah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (16/11), ketika ratusan jamaah perlahan memenuhi serambi. Udara pagi yang lembap seperti membawa ketenangan tersendiri. Di antara lantunan doa dan dzikir, ada harapan yang pelan-pelan tumbuh—harapan untuk masa depan ratusan anak yatim piatu di Kabupaten Blora.

Pada edisi November 2025 ini, Program Gastra atau Gerakan Subuh Sejahtera kembali digelar Pemerintah Kabupaten Blora bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Program yang dilaksanakan sebulan sekali—selapanan—itu bukan hanya menjadi wadah ibadah Subuh berjamaah, tetapi juga gerakan sosial yang semakin kuat mengakar.

Ketua Baznas Kabupaten Blora, Sutaat, mengungkapkan bahwa kegiatan sedekah subuh kali ini mampu menghimpun dana Rp5 juta rupiah, seluruhnya berasal dari ASN jajaran Pemkab Blora, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan.

“Dana ini tidak kami masukkan ke kas Baznas. Kami kelola terpisah khusus untuk santunan anak yatim piatu yang datanya kami peroleh dari Dinas Pendidikan,” terang Sutaat.

Tahun ini, santunan disiapkan untuk 160 anak yatim piatu dari 16 kecamatan, yang namanya ditetapkan melalui masing-masing Korwil Bidik Kecamatan. Namun karena keterbatasan waktu dan jarak, santunan hanya diserahkan secara simbolis kepada enam anak yang hadir mengikuti Subuh berjamaah. Sisanya akan didistribusikan langsung ke korwil kecamatan.

Harapan sederhana menyertai santunan ini: agar anak-anak itu bisa terus bersekolah, agar perjalanan mereka tidak terhenti hanya karena ketiadaan orang tua.

Bupati Blora, Arief Rohman, yang akrab disapa Gus Arief, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya melihat Gastra kembali berjalan rutin. Bagi dirinya, Gastra bukan hanya program, melainkan ruang batiniah bagi masyarakat untuk berdoa sekaligus meneguhkan kebersamaan.

“Alhamdulillah, Gastra edisi November berjalan lancar. Ini adalah ikhtiar batiniah kita bersama agar Blora ke depan semakin berkah, maju, dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ucapnya.

Ia menyadari, perjalanan pembangunan daerah bukan tanpa tantangan. Tahun 2025 tinggal menyisakan satu setengah bulan, sementara 2026 sudah menunggu dengan ancaman pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kita harus memaksimalkan setiap lini agar pelayanan publik tetap berjalan. Tidak hanya membangun lahiriah, tetapi juga batiniah,” tegasnya.

Kepada para ASN dan para donatur yang rutin bersedekah di waktu subuh, Gus Arief menyampaikan apresiasi mendalam. Ia menyebut sedekah subuh sebagai amal yang pahalanya luar biasa dan menjadi energi moral bagi pembangunan daerah.

“Terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi. Semoga Gastra terus membawa kedamaian dan keberkahan untuk Blora,” ujarnya.

Gastra tak berhenti pada kegiatan Shalat Subuh berjamaah. Tradisi itu diperkaya dengan istighosah Dzikrus Salikin, santunan anak yatim, dan tausiah agama. Di balik kesederhanaan pelaksanaannya, Gastra perlahan membangun budaya kepedulian di masyarakat.

Subuh itu, langit Blora tampak lebih cerah. Mungkin karena doa-doa yang terpanjat, atau mungkin karena senyum anak-anak yang kelak menerima manfaat dari kepedulian para dermawan. Yang pasti, Gastra telah menjadi ruang kecil tempat harapan disemai—bulan demi bulan, selapan demi selapan. (*)

Patriot Blora Run 2025 Hidupkan Kembali Semangat Hari Pahlawan

0

Korandiva-BLORA.- Patriot Blora Run 2025, sebuah gelaran lari bertema kepahlawanan, menyulut semangat ratusan peserta yang memenuhi jalan-jalan utama Kota Blora, Minggu pagi. Sejak bendera start dikibarkan, para pelari tampak antusias menembus udara pagi, melintasi rute yang dirancang mengelilingi sejumlah jalan protokol kota. Personel Polres Blora berjaga di berbagai titik untuk memastikan kelancaran dan keamanan jalannya acara.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Patriot Blora Run bukan sekadar kompetisi olahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk kembali menghayati nilai perjuangan para pahlawan.

“Patriot Blora Run 2025 digelar untuk memperingati Hari Pahlawan, agar masyarakat dapat mengimplementasikan semangat para pejuang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Antusiasme publik terlihat nyata. Sebanyak 862 peserta—dari Blora hingga luar daerah—turut ambil bagian. Mereka datang dari berbagai usia, mulai remaja hingga dewasa, berbaur dalam satu lintasan yang diwarnai sorak-sorai warga yang menyemangati dari sisi jalan.

Suasana meriah itu menciptakan rasa kebersamaan yang kental, seakan menegaskan bahwa semangat kepahlawanan dapat hadir dalam banyak bentuk, termasuk dalam olahraga.

Di antara ratusan pelari, Zaka (19) mengaku mendapatkan pengalaman berharga. “Alhamdulillah sangat seru sekali. Semoga menjadi event tahunan di Blora,” tuturnya dengan wajah sumringah.

Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, panitia menggelar pengundian doorprize. Beragam hadiah—dari sepeda gunung hingga peralatan elektronik—diperebutkan secara acak, menambah gegap gempita pagi itu.

Kapolres berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menilai, ajang seperti ini bukan hanya menyatukan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental kebangsaan.

“Semoga kegiatan ini memupuk semangat masyarakat, mempererat kebersamaan, menjadi ajang silaturahim, serta menumbuhkan jiwa patriotisme terhadap bangsa dan negara,” pungkasnya. (*)

Blora Kreatif: Gerakan Baru dari Kota Kecil yang Menyalakan Banyak Mimpi

0

Korandiva-BLORA.– Di tengah jauh dari hiruk-pikuk kota besar, sebuah gagasan tumbuh menjadi gerakan. Bupati Blora H. Arief Rohman memperkenalkan visi “Blora Kreatif”, arah baru pembangunan yang bertumpu pada kekuatan ide, inovasi, dan bakat warga. Bagi Arief, masa depan Blora tak hanya berada pada migas, hutan jati, atau sektor tradisional yang selama ini menopang ekonomi daerah, tetapi pada kreativitas manusianya.

Gagasan itu lahir dari pengamatan Arief selama berinteraksi dengan para pelaku lokal: fotografer muda yang menjadikan jalan kampung sebagai studio, pembuat film pendek yang merekam kisah-kisah rakyat, perajin kayu yang menembus pasar luar Jawa, hingga UMKM kuliner yang memodernkan resep lama. “Kalau semua ini diberi panggung, Blora bisa bangkit dengan wajah baru,” ujarnya.

Pemkab pun mulai membangun ruang kolaborasi: festival ekonomi kreatif, pameran seni, pusat komunitas, hingga pembentukan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Blora. Arief menegaskan langkah itu bukan seremonial, tetapi investasi jangka panjang. “Kreativitas harus punya rumah. Pemerintah hadir untuk menyediakan itu.”

Ruang-ruang tersebut mempertemukan komunitas yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. Fotografer kini berkolaborasi dengan UMKM, pemuda desa belajar desain digital, dan perajin kayu bekerja sama dengan pelaku promosi daring. Ekosistem kecil yang dulu terpecah mulai terhubung.

Selama ini Blora dikenal dengan sumber daya alamnya: kayu jati, pertanian, peternakan, dan migas. Arief ingin menambahkan identitas baru: Blora sebagai kabupaten kreatif yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Ia menilai capaian Blora yang pernah melompat dari peringkat 80 ke 16 besar dalam Indeks Inovasi Daerah sebagai bukti bahwa aparatur dan warganya siap didorong lebih jauh. Tekad Arief semakin kuat saat melihat langsung potensi desa.

Dalam sebuah kunjungan, seorang pemuda menunjukkan hasil editing video dari laptop tua. “Kami ingin karya kami juga dilihat orang kota,” katanya. Pada kesempatan lain, seorang perajin lansia memperlihatkan ukiran limbah jati yang menunggu akses pasar. Bagi Arief, cerita-cerita seperti itu bukan kisah pinggiran, melainkan peta jalan masa depan.

Ia menyadari pembangunan ekosistem kreatif tak bisa dikerjakan pemerintah sendiri. UMKM, komunitas seni, dunia pendidikan, swasta, dan media lokal harus bergerak bersama. “Kreativitas milik semua orang. Pemerintah hanya memantik, masyarakat yang menghidupkan,” ujarnya.

Di tengah kompetisi antar daerah, visi “Blora Kreatif” menjadi fondasi arah baru pembangunan: ekonomi berbasis inovasi, seni, budaya, teknologi, dan nilai tambah. “Banyak mimpi di sini yang hanya menunggu kesempatan. Tugas kami membuka pintunya,” ucap Arief.

Gerakan itu kini terus berjalan—pelan namun pasti. Dari studio kecil di garasi, panggung seni desa, UMKM rumahan, hingga ruang kreatif yang baru tumbuh. Blora sedang membangun masa depannya, dan Arief percaya: kota kecil pun bisa menjadi rumah besar bagi mimpi-mimpi kreatif jika diberi kesempatan untuk tumbuh. (*)

Jambore KORMI Jateng ke-15: Perjalanan Penuh Canda Tawa Pengurus KORMI Blora

0

Korandiva-BLORA.- Sebanyak 43 pengurus dan anggota Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora turut ambil bagian dalam Jambore KORMI Jawa Tengah ke-15 yang digelar di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (15/11/2025). Bagi mereka, perjalanan menuju lokasi kegiatan bukan sekadar perpindahan tempat—melainkan awal dari rangkaian keakraban yang menghangatkan.

Ketua KORMI Kabupaten Blora, H. Subekti, SP., MMA., menuturkan bahwa keikutsertaan para pengurus dan anggota ini menjadi wujud ikhtiar dalam memperkuat solidaritas serta meningkatkan wawasan dan motivasi untuk memajukan olahraga rekreasi di Kabupaten Blora. Tema besar yang diusung dalam jambore kali ini, “Olahraga Membentuk Karakter dan Budaya Unggul Menuju Indonesia Bugar 2045,” menurut Subekti, sejalan dengan semangat KORMI Blora untuk terus menghidupkan budaya olahraga yang menggembirakan dan menyehatkan.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat spirit dan kebersamaan dalam memajukan olahraga masyarakat,” ujar Subekti, yang juga merupakan suami Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini.

Sementara itu, Ketua Kontingen KORMI Blora, H. Harsono, menjelaskan bahwa kegiatan jambore digelar selama dua hari, 15–16 November 2025, dan diikuti seluruh KORMI kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Antusiasme peserta Blora bahkan sudah terasa sejak di perjalanan.

Perjalanan sekitar tiga jam dari Blora menuju Donohudan, yang biasanya terasa panjang, kali ini justru menjadi panggung hiburan spontan. Peserta bergantian menyanyi dan menari di dalam bus, menciptakan suasana gayeng penuh tawa—sebuah dinamika yang membuat perjalanan terasa singkat.

Menurut Achmad Nur Hidayat, SH., M.Si., MM., Kepala Dinas Dalduk KB sekaligus Ketua Yayasan Jantung Sehat Kabupaten Blora yang ikut serta dalam rombongan, suasana ini menjadi pengalaman tersendiri.

“Mungkin baru kali ini perjalanan panjang terasa begitu menyenangkan. Lebih dari 20 orang ikut menyanyi, dari lagu-lagu nostalgia sampai lagu masa kini. Rasanya benar-benar menghibur,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan jambore tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menguatkan budaya hidup sehat tanpa ketergantungan obat. “Harapannya, olahraga rekreasi semakin membudaya. Kita memasyarakatkan olahraga sekaligus mengolahragakan masyarakat,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Dengan semangat kebersamaan yang mengalir sejak perjalanan, kontingen KORMI Blora memasuki jambore dengan energi positif—membawa harapan untuk terus menumbuhkan budaya olahraga rekreasi yang menyenangkan dan menyehatkan di bumi Blora. (*)