Beranda blog Halaman 165

Dibangun dengan Anggaran Rp 4,8 Miliar, SRG di Kedungtuban Mangkrak

0

BLORA.-

Maret 2021 tahun lalu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan keinginannya untuk mengaktifkan kembali Sistem Resi Gudang (SRG) yang sempat mangkrak, namun hingga Kamis (17/11/2022) lalu belum ada realisasi.

“Kalau ada resi gudang nanti pemerintah bisa hadir untuk membeli gabah para petani, kita serap terus nanti kita keringkan. Kita simpan untuk nantinya mungkin bisa kita pakai untuk dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk bantuan atau bentuk bantuan pangan non-tunai,” ucap Bupati Blora pada waktu itu.

Bupati Blora juga pernah menyampaikan bahwa, di Blora ini sudah ada SRG di Desa Sidorejo namun kondisinya mangkrak, ini akan kita upayakan secepatnya agar SRG yang ada agar segera berfungsi,” ucapnya pada Maret 2021.

Bahkan untuk dapat menerapkan SRG secara maksimal, pihaknya menyampaikan akan belajar dari Wonogiri yang sukses membuat para petani sejahtera.

“Kita membayangkan BUMD Petani, BUMP Badan Usaha Milik Petani, itu kita akan belajar di Wonogiri yang sudah bagus, di sana BUMP dengan SRG bisa sinergi untuk membantu penyerapan gabah dari petani,” jelasnya.

Perlu diketahui, gudang SRG tersebut dibangun oleh Kementerian Perdagangan pada Tahun 2013 di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban kabupaten Blora dan dibangun di lahan seluas 3.500 meter persegi milik Pemkab Blora.

Pembangunan gudang SRG bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dengan total anggaran mencapai Rp 4,84 miliar, dengan daya tampung gudang mencapai 1.500 ton gabah.

Gudang SRG dilengkapi mesin pengering gabah berkapasitas 10 ton per delapan jam, lantai jemur gabah, genset, listrik, tataan gabah, air, perkantoran dan mushola.

Namun semua itu hanyalah angan-angan belaka yang entah kapan akan terealisasi, lantaran sampai sekarangpun tidak ada tindak lanjut oleh Bupati Blora mengenai percepatan pembangunan yang pernah digembor-gemborkan tersebut. Dan seolah olah Bupati tidak mau tahu dan membiarkan SRG ini mangkrak, padahal petani sangat berharap aktifnya SRG ini. (*)

Airnya Kering, Waduk Greneng Sepi Pengunjung

0

BLORA.-

Walaupun pandemi sudah berlalu, resto yang berada di sebelah barat Waduk Greneng, tepatnya di Dukuh Greneng Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, sekarang masih kelihatan sepi. Ditambah lagi pintu gerbang masuk akses ke waduk ditutup karena airnya kering.

Seorang pengelola resto bernama Budi membenarkan, bahwa kondisi di Waduk Greneng sekarang lagi sepi. “Mudah mudahan kedepannya pengunjung bisa ramai lagi,” ucap Budi.

Sementara itu Kepala Desa Tunjungan, Yasir kepada wartawan mengaku akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk menjadikan Waduk Greneng sebagai tempat wisata yang akan dikelola oleh Bumdes. Menurutnya, semua proposal yang diajukan sudah diterima oleh Kementerian Pemberdayaan dan Menteri Keuangan.

“Semoga tiga tahun lagi bisa terealisasi, sehingga kedepannya bisa dipakai kegiatan UMKM bagi warga Desa Tunjungan,” jelas Yasir. (*)

Parikan, Rubrik Budaya Jawa yang Masih Dilestarikan Koran Diva

BLORA.-

Di usianya yang 82 tahun, tubuh dan pikiran Sugijono masih terlihat bugar dan cekatan. Karya-karya tulisnya dalam bentuk parikan dan geguritan selalu mewarnai penerbitan surat kabar Diva dalam setiap edisinya dalam rubrik “Pak Rikan”.

Tulisan bernada kritik dan ajakan kebaikan, oleh ayah dari 5 anak laki-laki dan 1 perempuan ini sering kali disampaikannya dalam bentuk parikan berantai atau bersambung.

Untuk parikan yang dikirim ke Koran Diva, kakek dari 15 cucu ini mengaku tidak asal menulis–melainkan dipikirnya dengan serius dan dengan kehati-hatian.

“Ketika menulis parikan saya tidak asal, tapi saya pikir serius dan hati-hati,” ujar kakek yang akrab disapa Mbah Gik itu, Selasa (15/11) lalu.

Dulu, ketika masih menjadi guru di SMA Negeri 1 Blora, Mbah Gik yang lahir di Magetan pada 10 September Tahun 1940 ini memang mengajar pelajaran Bahasa Indonesia. Ditambah kecintaannya terhadap budaya Jawa, menjadikannya gemar menulis bahasa Jawa–hinga dipercaya mengajar bahasa Jawa dan menjadi pembimbing Teater di SMAN 1 Blora.

Ketika masih aktif sebagai guru pada saat itu, Mbah Gik yang sejak kecil memiliki cita-cita ingin menjadi guru SMP ini juga sering menulis artikel berbahasa Jawa di majalah-majalah berbahasa Jawa.

“Dulu saya sering nulis artikel atau cerpen berbahasa Jawa untuk majalah-majalah bahasa Jawa” katanya sembari menyebut beberapa majalah berbahasa Jawa terbitan Jawa Timur.

Mantan Kepala SMA Negeri 1 Blora yang pensiun Tahun 2000 ini mengaku menulis Pak Rikan di sela-sela waktu senggangnya. Bahkan tak jarang parikan berantai itu ditulisannya pada tengah malam.

“Sering saya menulisnya ketika terbangun tengah malam dan ada inspirasi,” papar Mbah Gik seraya menambahkan, kebanyakan inspirasinya menulis justru didapat dari membaca berita-berita di Koran Diva. “Pokoknya Koran Diva harus tetap punya rubrik Budaya Jawa,” pesan Mbah Gik.

Ditengah-tengah kegiatannya yang aktif menulis dan mengarsip Pak Rikan, alumni IPG Madiun (sekarang IKIP-red.) Tahun 1966 ini ternyata juga sibuk dan aktif di berbagai organisasi sosial dan agama. Diantaranya adalah sebagai ketua PWRI Kecamatan Blora, Paguyuban Warga Madiun di Blora, Paguyuban Mantan Kepala Sekolah, dan sebagai LPPK Muhammadiyah Blora.

“Prinsip saya, kita itu harus selalu berperan agar otak selalu berpikir,” ungkap kakek yang rajin minum herbal rebusan daun kepladehan (benalu) setiap hari sebagai rahasia kebugarannya ini.

Kepada para pembaca Pak Rikan di Koran Diva, Mbah Gik berpesan agar tetap menjaga persatuan dan jangan mau di pecah belah oleh pihak manapun. Teruslah melestarikan budaya daerah khususnya Jawa. Jika ada yang ingin belajar dan diskusi bersama mengenai tulisan Pak Rikan yang baik, rumahnya di Jalan Sumodarsono, Blora Kota selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar.

“Silahkan jika ada yang mau belajar bersama saya tentang tulisan-tulisan pantun atau parikan yang baik, InsyaAllah saya senang,” katanya.

Dijelaskan oleh Mbah Gik, parikan merupakan salah satu jenis puisi Jawa modern yang serupa dengan pantun Melayu dalam hal wujud spasial dan pola rimanya. Parikan dapat dianggap sebagai puisi rakyat karena hidup dan berkembang di tengah-tengah rakyat.

Sebagaimana kesenian rakyat yang lain, kebanyakan wacana parikan yang ditemukan di lingkungan masyarakat Jawa tidak diketahui siapa penciptanya. Wacana parikan dapat ditemukan dalam berbagai kehidupan masyarakat Jawa, menjadi bagian kehidupan sehari-hari dengan muatan nasihat, sindiran, senda gurau, dan sebagainya.

“Parikan juga muncul sebagai seni pertunjukan, baik fungsional seperti halnya dalam pertunjukan ludruk maupun sebagai isen-isen (isian) berupa cakepan senggakan ‘syair yang meningkahi syair utama dalam gending,” pungkasnya. (*)

Bhabinkamtibmas Desa Nglengkir Dampingi BIAS di Kecamatan Bogorejo

0

BLORA.-

Bhabinkamtibmas Desa Nglengkir Polsek Bogorejo, Polres Blora Polda Jawa Tengah Aipda Setyo Wahyu Widodo, SH bersama anggota Satpol PP Eko Pujiyono,S.Sos, Selasa, (15/11/2022) melaksanakan pendampingan pemeriksaan kesehatan dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan oleh petugas medis dari Puskesmas Kecamatan Bogorejo. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di SDN I dan SDN II Nglengkir.

Kapolsek Bogorejo AKP Nur Dwi Edi,SH,MH mengungkapkan, bahwa kegiatan pendampingan ini dilakukan sebagai wujud sinergi lintas sektoral dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Dalam hal ini adalah pelayanan kesehatan kepada anak anak sekolah.

“Bhabinkamtibmas aktif turun ke wilayah binaan dengan tujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya dengan bersinergi dalam pelaksanaan BIAS di sekolah,” ucap Kapolsek Bogorejo.

Untuk imunisasi yang digunakan adalah imunisasi DT yakni imunisasi yang diberikan untuk mencegah beberapa penyakit infeksi seperti difteri, tetanus, dan batuk rejan (Pertusis), Sedangkan imunisasi TD merupakan imunisasi lanjutan dari imunisasi DT agar anak semakin kebal dengan ketiga penyakit infeksi tersebut.

Lebih lanjut Kapolsek membeberkan bahwa kehadiran petugas dalam pelaksanaan BIAS sekaligus untuk memberi semangat agar anak anak tidak takut imunisasi dan sekaligus menyampaikan imbauan protokol kesehatan terkait waspada penyakit demam berdarah serta waspada Covid-19 apalagi saat ini sudah masuk musim penghujan.

“Sekaligus menyampaikan imbauan kepada warga agar waspada terhadap penyakit dimusim hujan seperti penyakit demam berdarah serta antisipasi Covid-19 yang saat ini mulai ada peningkatan,” tandas Kapolsek Bogorejo.

Tak lupa Bhabinkamtibmas mengimbau kepada masyarakat terutama para ibu ibu agar hati hati dan waspada terhadap gangguan kamtibmas dan ancaman bahaya kebakaran. “Jangan lengah dan jangan teledor, waspadai gangguan kamtibmas serta waspada bahaya kebakaran. Cek dan kontrol rumah sebelum ditinggalkan,” pungkasnya. (*)

Kades Hadirkan Kuasa Hukum pada Acara Musrenbangdes, Warga Desa Seso Bingung

0

BLORA.-

Bertempat di Kantor Desa Seso Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, kegiatan Musrenbangdes pada Selasa (15/11/2022) dilaksanakan. Musrenbang kali ini bisa dibilang unik dan aneh karena selain dilaksanakan pada malam hari, kepala desa Seso juga menghadirkan seorang kuasa hukum pada kegiatan yang diikuti oleh pengurus RT dan RW perangkat desa serta tokoh masyarakat desa setempat.

“Iya, Mas ini dilaksanakan malam hari biar semua bisa hadir. Karena pada waktu siang banyak warga yang bekerja,” ujar Kepala Desa Seso, Ngatemin.

Pada saat dialog antara warga dengan kepala desa, suasana menjadi agak gaduh ketika kuasa hukum Kades bernama Danu Sukoco menawarkan pendampingan hukum bagi warga yang membutuhkan.

Mendengar tawaran pendampingan hukum, warga peserta Musrenbangdes malah bingung dan diam terpaku. Warga yang awalnya berbicara tentang kebutuhan desa, tiba-tiba terdiam, tak satu pun warga yang menyampaikan pertanyaan. Warga tidak mengerti apa maksud dan tujuan Kades menghadirkan seorang kuasa hukum pada acara Musrenbangdes.
Salah satu warga kepada wartawan mengaku bingung dan belum kenal dengan kuasa hukum Kades. “Kulo binggung niki nopo (saya tidak tau ini apa),” katanya.

Sementara warga lain ada yang mengusulkan kenaikan insentif bagi guru guru PAUD, tetapi Pemdes belum bisa mengangarkan karena minimnya Dana Desa Seso. (*)

Jelang Desember DPUPR Baru Serap Anggaran 22 Persen, Dipastikan Akan Banyak Proyek Infrastuktur Tahun 2022 yang Tidak Terbayar

0

BLORA.-

Selain banyak menuai polemik, catatan akhir Tahun 2022 pada pekerjaan proyek- proyek jalan di Kabupaten Blora juga menimbulkan kegalauan di masyarakat.

LSM Pemantau Keuangan Negara (PKN) yang diketuai Sukisman, Rabu (16/11/2022) berkunjung ke kantor Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blora dan diterima langsung oleh kepala dinas BPPKAD, Slamet Pamuji.

Kedatangan Sukisman ke kantor BPPKAD kali ini dimaksudkan untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait anggaran keuangan Kabupaten Blora.

Pada kesempatan itu Slamet Pamuji menjelaskan bahwa hingga tanggal 16 November 2022, penyerapan anggaran sudah mencdapai 63%.

“Serapan angaran tahun ini agak terlambat akibat perencanaan yang kurang cepat dan kurang matang dalam penggangarannya,” ujar Mumuk, panggilan akrab kepala BPPKAD itu.

Ditambahkan oleh Mumuk, bahwa serapan anggaran terbesar ada di infrastruktur pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). “Isu rendahnya realisasi anggaran ini adalah hal serius, dan perencanaan oleh pihak PUPR terlambat sehingga sampai hari ini progresnya masih rendah,” tandas Mumuk, Rabu (16/11/2022).

Berdasarkan data realisasi anggaran per 15 November 2022, OPD paling rendah serapannya adalah PUPR. Dimana dari anggaran 377 M ternyata baru terserap 22% atau 85 M. Padahal kurang lebih satu setengah bulan Tahun Anggaran 2022 akan berakhir, dan bisa dipastikan akan banyak proyek infrastuktur yang tidak terbayar.

Menurut LSM PKN, fakta di atas sudah diketahui oleh PUPR sejak awal tahun bahwa anggaran naik dari Tahun 2021 sebesar 137 M dan pada 2022 jadi 337 M atau naik hampir 300%. “Tapi mengapa kinerjanya tidak ditingkatkan 3 kali lipat, dan masih bekerja seperti biasa,” papar juru bicara PKN, Seno Margo Utomo.

Atas dasar itu menurut Seno, bupati sebaiknya minta kepada kepada kepala OPD-nya untuk mundur dari jabatan kepala PUPR. “Yang seperti ini wajar, karena kinerja buruk yang menjadi tolok ukur pergantian dan bukan like or dislike atau suka tidak suka,” tandasnya. (*)

Setelah Mendapat Rekomendasi dari Ombudsman, Ami’ul Khazanah Akhirnya Dilantik sebagai Kepala Dusun

0

AMI’UL Khazanah akhirnya dilantik sebagai Kepala Dusun (Kadus) Temuwoh, Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Blora pada Jumat (11/11/2022). Perjuangannya untuk bisa dilantik sebagai perangkat desa akhirnya menuai hasil setelah mendapat rekomendasi dari Ombudsman Jateng.

“Ia dilantik menggantikan Kadus sebelumnya, Siswanto. Dasar pelantikan, Ombudsman menyatakan keberatan atas pengangkatan Siswanto. Kemudian terjadi pemberhentian atas saudara Siswanto,” ucap Kades Talokwohmojo, Ernawan.

Diketahui sebelumnya, Ami’ul merupakan peserta seleksi calon perangkat desa dengan peringkat tertinggi. Namun satu hari sebelum pelantikan tiba-tiba keputusan berubah. Bukan dirinya yang dilantik sebagai Kadus melainkan Siswanto.

Merasa ada yang tidak wajar, Ami’ul pun melangkah untuk mencari titik terang atas permasalahan tersebut. Dan berdasarkan keputusan Ombudsman, Ami’ul disahkan menjadi Kepala Dusun Temuwoh sesuai dengan hasil riil tes dan regulasi yang berlaku.

“Pelantikan ini tidak ada paksaan atau tekanan dari pihak mana pun dan sudah sesuai dengan regulasi,” imbuh Ernawan.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Yayuk Windarti yang hadir dalam kegiatan pelantikan mengucapkan selamat kepada Ami’ul. Ia berharap, Ami’ul bisa segera beradaptasi dan menjalankan tugasnya sebagai kadus.

“Melaksanakan apa yang menjadi tugas, kewajiban, dan tanggung-jawabnya. Loyal pada pimpinan, pada regulasi, diniati mengabdi pada masyarakat untuk mem beri pelayanan yang terbaik,” pesannya.

Tak lupa, Kepala Dusun terlantik Ami’ul Khazanah mengungkap rasa syukurnya lantaran perjuangan panjangnya akhirnya berbuah manis. Saat disinggung soal penundaan pelantikan, ia hanya menjawab persoalannya ialah kendala administratif.

Ia pun berharap kedepan dirinya bisa menjalankan tugas secara maksimal untuk membangun desa kearah yang lebih baik.

“Saya ingin membangun desa ini menjadi lebih baik. Membetulkan apa-apa yang salah, yang salah ya diluruskan supaya benar,” pungkasnya. (*)

Menyusul Ami’ul

0

SUKSES sering kali dicapai oleh mereka yang tidak tahu bahwa kegagalan tidak bisa dihindari. Seperti halnya Ami’ul Khazanah yang pada Jumat pagi tanggal 11 November 2022 kemarin resmi dilantik menjadi kepala Dusun Temuwoh, Desa Talokwohmojo Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Padahal dia pernah dilarang untuk bermimpi menjadi seorang kepala dusun, setelah sembilan bulan lalu kepala desa setempat menyatakan Ami’ul “gagal” dalam Computer Assisted Test (CAT) seleksi perangkat desa.

Ami’ul adalah satu dari ratusan calon perangkat desa di Kabupaten Blora yang sempat mendapat predikat gagal, dan Ami’ul adalah satu dari puluhan calon perangkat desa yang berusaha menghapus stempel “gagal” dari penguasa. Karenanya Ami’ul tidak tinggal diam. Protes yang dilakukan tidak hanya di tingkat pemerintahan desa, kecamatan atau kabupaten, nama Ami’ul sudah mengisi buku tamu di lembaga-lembaga hukum tingkat propinsi hingga Jakarta.

Perjuangannya pun tidak sia-sia setelah Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Blora untuk melantik Ami’ul Khazanah sebagai kepala Dusun Temuwoh.

Apakah hanya Ami’ul yang bisa menghapus stempel “gagal”, dan memperoleh haknya untuk dilantik menjadi perangkat desa?
Ada puluhan laporan kecurangan seleksi Perades yang sudah masuk ke Polres Blora, Kejaksaan Negeri, Polda Jateng, Kejati, hingga KPK. Tetapi kalau pelapor hanya diam menunggu nasib, ya jangan pernah bermimpi untuk bisa menyusul Ami’ul.

Seperti halnya kasus pemalsuan dokumen yang melibatkan Kepala Desa Nginggil (Kradenan) maupun Kepala Desa Beganjing (Japah). Percuma saja memenjarakan dua orang kepala desa jika pengguna dokumen palsu di dua desa itu masih menduduki kursi perangkat desa. Karena Ami’ul bisa melenggang dalam pelantikan setelah kursi kepala dusun dikosongkan dari perangkat yang menduduki sebelumnya.

Begitu juga jabatan Sekretaris Desa Kentong (Cepu). Pasca mundurnya Herwanto, harusnya calon perangkat desa nomor urut berikutnya dari hasil seleksi CAT segera melangkah, walaupun kepala Dinas PMD Blora sudah menyatakan bahwa pengisian Sekdes Kentong harus melalui proses awal.

Belajar dari perjalanan Ami’ul, ternyata pejabat Ombudsman Jateng lebih bijak dari pada pemimpin dan penguasa di Blora.
Walaupun dua orang kepala desa sudah divonis dan masuk penjara sementara masih ada beberapa kepala desa yang menyandang status tersangka dan menjalani tahanan rumah, persoalan Perades di Blora ibarat api dalam sekam.

Walaupun sudah tak terhitung berapa kali melakukan protes dan demo, ternyata masih terdengar adanya lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi massa (Ormas) yang sedang merencanakan demo besar-besaran di penghujung tahun ini. Hal itu akan mereka lakukan, jika aparat penegak hukum tidak segera menuntaskan laporan-laporan kecurangan perades yang sudah masuk.
***

Gebyar Undian Tamades dan Deposito BPR BKK Blora, Hadiah Utama Mobil Sigra Dimenangkan Warga Todanan

0

BLORA.-

PT BPR BKK Kabupaten Blora, Rabu (09/11/2022) menggelar gebyar penyaringan undian tabungan berhadiah Tamades dan Deposito berjangka Tahun 2022. Puluhan hadiah prestisius termasuk door prize dibagikan kepada nasabah setia BPR BKK yang dilaksanakan di Gedung Larasati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Keberadaan PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BKK Kabupaten Blora sangat membantu sekali di dalam kegiatan ekonomi masyarakat Kabupaten Blora.

Direktur Utama BPR BKK, Puguh Hariono menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Blora yang mempercayakan investasi maupun tabungannya ke BPR BKK.

“Dengan berbagai bentuk tabungan ada Tabunganku, Tapades, Tabungan Kesa yang memenuhi kriteria kami ikutkan dalam undian,” terangnya.

Hadiah utama berupa mobil Sigra, lalu ada 8 unit sepeda motor, serta berbagai macam hadiah lain.

“Keamanan, kenyamanan, dan kepuasaan nasabah menjadi prioritas PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BKK Kabupaten Blora,” imbuhnya.

Dan pemenang hadiah utama sebuah mobil Sigra seorang nasabah dari Kecamatan Todanan, tepatnya warga Desa Dalangan bernama Salimah. (*)

Tanpa Rambu Peringatan, Tumpukan Material di Bahu Jalan Kamolan-Pelem Timbulkan Banyak Korban

0

BLORA.-

Tumpukan material yang berada di ruas jalan Kamolan-Pelem Kecamatan Blora banyak makan korban. Selain kurangnya penerangan jalan, di lokasi itu juga tidak ada rambu atau papan peringatan bagi pengguna jalan.

Dari data yang dikumpulkan wartawan hingga Selasa malam (08/11/2022) sudah ada tiga korban. Korban pertama yang terjadi pada tanggal 6 November pada pukul 22.00 WIB, adalah warga Desa Jomblang Kecamatan Jepon.

Kemudian korban kedua yang terjadi pada tanggal 7 November sekira pukul 02.00 WIB (07/11/2022) merupakan warga Desa Andongrejo Kecamatan Blora.

Sementara korban ketiga pada 7 November sekira pukul 04.00 WIB adalah warga Desa Purworejo, Kecamatan Blora. Ketiga korban mengalami kecelakaan tunggal menabrak tumpukan material yang berada dibahu jalan tersebut.

Korban dari Desa Andongrejo dan Desa Jomblang kini dirawat di RSUD Blora dengan kondisi yang cukup parah. Meski begitu hingga berita ini diturunkan belum ada pihak-pihak terkait yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut.

Sodiq, warga Desa Jomblang yang merupakan saksi kejadian dan ikut menolong salah satu korban mengatakan bahwa warga sekitar tidak ada menolong korban lantaran ketakutan.

“Awalnya saya mau beli serabi, Mas. Di jalan ketemu orang dan ngabarkan kalau ada orang jatuh di lokasi proyek, akhirnya saya menuju lokasi kejadian,” ucapnya.

Menurut Sodiq, sebenarnya banyak orang yang melihat kejadian tersebut, namun tidak ada yang berani mendekat karena dikira korban sudah meninggal. “Setelah saya cek, ternyata korban masih hidup,” tambahnya.

Menurut informasi warga sekitar, dalam satu malam itu ada tiga korban. Dua korban jatuh di lokasi yang sama dan satu korban lainnya berjarak sekitar 50 meteran.

Salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian yang minta namanya tidak dikorankan menyampaikan, bahwa tumpukan material di bahu jalan itu membahayakan pengendara lantaran minimnya penerangan jalan.

“Tumpukan materialnya sebenarnya tidak banyak, Mas. Di-ecer sedikit-sedikit, tapi sebenarnya malah lebih berbahaya karena tidak kelihatan, apalagi jalanan gelap, dan di lokasi tumpukan material tersebut tidak diberi tanda atau rambu-rambunya,” jelasnya.

“Habis kejadian paginya material langsung di ecer mas, meskipun belum semuanya,” imbuhnya.
Kepala Desa (Kades) Jomblang H. Agus Mukmin saat ditemui wartawan Diva di RSUD Blora menyampaikan bahwa luka yang dialami warganya cukup parah.

“Salah satu korban merupakan warga saya, Mas. Lukanya cukup serius, jalanan tersebut memang gelap, jadi kalau ada tumpukan material dan tidak diberi rambu-rambu seperti itu ya cukup membahayakan bagi pengguna jalan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora, Samgautama Karnajaya saat dihubungi awak wartawan melalui pesan WhatsApp mengaku tidak hafal nama rekanan yang mengerjakan proyek di lokasi itu.

“Maaf saya tidak hafal, Mas, yang jelas itu rekanan. Mohon berhati-hati dari Pakis-Kamolan ada perbaikan jalan,” ucapnya singkat seolah tidak mau dilibatkan dalam urusan ini. (*)