Selama Empat Jam, Grup Musik New Kuswara Menggoyang Plosorejo-Randublatung

BLORA.-

Hampir selama empat jam sejak pukul 13.oo Wib, Grup Musik New Kuswara bersama empat orang artisnya menggoyang Desa Plosorejo Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Senin (2/1/2023). Keempat biduanita yang pada hari itu tampil dengan penuh semangat adalah Wulan Antika, Olivia Areza, Renata Ipong, dan Renita Agiza.

Menurut Yadiman selaku pimpinan grup musik yang berdiri sejak Tahun 2010 itu, bahwa kehadiran New Kuswara pada hari itu merupakan penampilannya yang kelima di Dusun ngampel Desa Plosorejo. “Kami biasa tampil pada hajatan pernikahan, khitanan, ulang tahun, dan acara syukuran,” ujarnya.

Disaksikan 400 tamu undangan yang datang untuk menyaksikan acara pernikahan pasangan Fitriani dengan Nuramin, penyayi andalan New Kuswara, Renata Ipong mampu menggetarkan panggung dengan membawakan lagu berjudul “Gedang Klutuk”.

BINTANG TAMU
Panggung hiburan yang digelar di halaman rumah Yadiman semakin meriah dengan kehadiran Noviana, gadis berumur 10 tahun penyandang tuna netra yang pada hari itu hadir sebagai bintang tamu.
Lengkingan suara Novi, panggilan akrab siswi SLB kelas IV SD itu, seolah mampu menutupi keterbatasan fisik yang disandangnya. Tampil membawakan dua lagu yang lagi trend, Satru-2 dan Terminal Madiun Ngawi, Novi hadir didampingi guru pengasuh yang menyayanginya, Ibu Sri Panuti.

Suparjo, salah seorang tamu yang menyaksikan penampilan Novi mengaku bangga melihat semangat yang luar biasa pada diri gadis asal Desa Temulus itu.

“Semoga Noviana bisa menjadi penyayi papan atas, dan bisa mengangkat derajat kedua orang tuanya,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Jo itu. (*)

Tampil bersama Grup Musik New Kuswara di Plosorejo-Randublatung, Novi Banjir Saweran

BLORA.-

Noviana, gadis cilik penyandang tuna netra, Senin (2/1/2023) ikut menggoyang panggung dalam pentas bersama grup musik New Kuswara di Desa Plosorejo Kecamatan Randubulatung, Kabupaten Blora.
Siswi SLB kelas IV sekolah dasar yang akrab disapa Novi (10 tahun) itu dengan pede-nya membawakan dua lagu yang dipopulerkan oleh Cak Nan, yaitu Satru-2 dan Terminal Madiun-Ngawi.
Sri Panuti, guru SLB yang mendampingi Novi mengatakan bahwa kehadirannya pada acara tersebut atas undangan pemilik hajat yang juga sekaligus pimpinan grup musik New Kuswara. “Novi diundang oleh Pak Yadiman yang punya hajat mantu,” ujarnya.
Novi yang merupakan anak dari pasangan Slamet dan Martini, warga Desa Temulus Kecamatan Randublatung pada penampilannya hari itu mampu menarik simpati para tamu yang hadir. Tak heran, banyak tamu yang langsung naik panggung memberikan saweran ketika Novi bernyanyi. Tak ketinggalan, Ketua LSM PKN Sukisman dan Pemred Koran Diva Kang Abas yang pada hari itu hadir juga ikut naik panggung untuk menyampaikan saweran.
“Saya kagum melihat adik Novi yang memiliki semangat tinggi dalam meniti karir bernyanyi,” ujar Sukisman usai acara foto bersama. (*)

Oknum Notaris di Blora Jadi Tersangka Mafia Tanah

BLORA. –

Kasus mafia tanah di Kabupaten Blora terus berlanjut. Setelah menetapkan oknum anggota DPRD Blora Abdullah Aminudin sebagai tersangka, Polda Jateng juga menetapkan oknum Notaris Elizabeth Estiningsih sebagai tersangka. Bahkan pada tanggal 28 Desember 2022 lalu yang bersangkutan sudah dipanggil Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah untuk dimintai keterangan sebagai tersangka.
Diketahui, oknum notaris tersebut dilaporkan oleh Sri Budiyono, warga Purwosari, Blora ke Polda Jateng sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/599/XII/2021/SPKT/ Polda Jawa Tengah Tanggal 7 Desember 2021. Yaitu atas dugaan melakukan tidak pidana pembuatan atau penggunaan akta autentik berupa akta jual beli dan penipuan serta penggelapan sebagaimana sesuai pasal 264 KUHP pasal 266 KUHP dan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP.
Selain itu, sesuai surat pemberitahuan perkembangan hasil Penyidikan Nomor: B/660/XII/RES.1.11/2022/Ditreskrimum tanggal 5 Desember 2022, diberitahukan perkembangan perkara, bahwa penyidik telah melakukan gelar perkara penetapan tersangka status terlapor menjadi tersangka.
Zaenul Arifin, Kuasa Hukum Sri Budiyono mengaku, Notaris/PPAT di Kabupaten Blora, Elizabeth Estiningsih datang ke Polda memenuhi panggilan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah. Elizabeth hadir sebagai Tersangka atas perkara pidana yang menjeratnya. Elizabeth disangka telah melakukan tindak pidana membuat, memasukkan keterangan palsu dalam sebuah Akta Otentik yang dilaporkan oleh kliennya, Sri Budiyono.
“Informasi yang kami peroleh, benar, hari ini beliau datang di Polda,” ungkap Zaenul Arifin, Kuasa Hukum korban.
Zaenul Arifin selaku kuasa hukum korban berharap, perkara kasus tanah yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah ini bisa segera dituntaskan sesuai dengan hukum yang berlaku, serta demi hukum yang berkeadilan.
Dia menceritakan, awal mula kliennya meminta tolong untuk dicarikan pinjaman dana sebesar Rp 150 juta dengan jaminan SHM Tanah dan Bangunan yang berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora dengan luas 1.310 meter persegi.
“Setelah itu, saudara Abdullah Aminuddin bersedia memberikan dana tersebut untuk klien kami dengan disaksikan oknum petugas dari Notaris,” jelasnya.
Sebenarnya, pinjaman tersebut akan dikembalikan 2-3 bulan ke depan. Sayangnya, berselang tiga bulan–saat kliennya mau mengembalikan dana talangan tersebut, sertifikat tanah sudah terjadi balik nama. Padahal harga tanah dan bangunan tersebut diperkirakan mencapai Rp 900 jutaan.
“Dalam kasus ini, oknum anggota DPRD Blora, Abdullah Aminuddin sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mafia tanah ini. Kami berharap agar kasus ini dibuka secara terang benderang, Jangan ada yang ditutup-tutupi sesuai arahan bapak presiden untuk gebuk dan brantas mafia tanah. Kami juga mau mengadu ke komisi 3 DPR RI dalam kasus mafia tanah ini,” tegasnya. (*)

Penelusuran Sungai Hingga 10 Km, Korban Tenggelam di Desa Karangtalun-Banjarejo, Belum Ditemukan

BLORA.-

Seorang petani bernama Lampiyo (61) diduga tenggelam di aliran sungai Lusi Desa Karangtalun Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

Menurut keterangan saksi yang dikumpulkan oleh Polsek Banjarejo Polres Blora, sekitar pukul 13.30 Wib, korban pamit pada keluarganya untuk mencari rumput dan hingga pukul 17.30 Wib korban belum pulang.

Keluarga yang mencari keberadaan korban menemukan karung rumput dan capil di pinggir Sungai Lusi.

Menurut keluarga, korban ketika berangkat mencari rumput memakai baju batik hijau dan celana pendek hitam.

Dalam proses pencarian korban, Tim Opsar yang menelusuri Sungai Lusi dibagi menjadi 3 regu. Hingga pkl 17.oo Wib, penelusuran sungai yang dilakukan sejauh 10 Km belum bisa menemukan korban.

“Sampai saat ini belum ketemu.arus deras sulit pencariannya, Mas,” ujar ketua Tim Opsar.

Bupati Blora turut meninjau lokasi dan memberi suport pada tim yang terdiri dari RC BPBD Blora, BASARNAS Pos Pembantu Rembang, Satpol PP Kecamatan Banjarejo, Koramil Banjarejo, Polsek Banjarejo, SAR MTA, PMI Blora, MDMC Cepu, Kamboja Rescue Cepu, Rescue 99 Cepu. (*)

Tolak Pemilu Sistem Proporsional Tertutup, DPC Partai Demokrat Blora: Ada Upaya Konspirasi Pengkhianatan terhadap Demokrasi

BLORA.-

DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora menuding ada upaya pengkhianatan demokrasi dan reformasi melalui wacana akan dikembalikannya sistem Proporsional Tertutup pada Pemilu 2024.
Apalagi disayangkan, bahwa wacana Pemilu sistem proporsional tertutup tersebut diungkapkan oleh Ketua KPU RI, Hasyim As’ari. Sebuah lembaga yang mestinya bersikap netral mengikuti aturan main, bukan malah membuat aturan baru.

“Statement Ketua KPU RI Hasyim As’ari telah memantik kontroversi yang luas di tengah masyarakat, karena selain tidak etis juga tidak kredibel karena KPU bertugas sebagai pelaksana Undang-undang,” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Blora H.Tety Indarti SH, Jumat (30/12/2022).

Wanita yang akrab disapa Tety itu menjelaskan, pernyataan Ketua KPU RI itu dicurigai sebagai upaya konspirasi politik guna mengembalikan Pemilu dengan sistem proporsional tertutup / coblos partai. Dampaknya adalah sistem tersebut dimungkinkan ada partai politik yang akan sangat diuntungkan demi merebut kemenangan.

Untuk itulah wacana itu lanjut Tety, kontraproduktif dalam alam demokrasi yang makin terbuka seperti ini. Kondisi yang justru akan dimundurkan lagi dengan adanya wacana Pemilu sistem proporsional tertutup.

“Bagi Partai Demokrat, penolakan tersebut sebagai ikhtiar untuk menyelamatkan demokrasi dari sandera pembajakan politik oleh kekuatan politik tertentu,” tandasnya.

Apalagi demokrasi Indonesia yang sudah diakui dunia, selama ini dijalankan secara terbuka dan transparan dengan menempatkan rakyat sebagai aktor utamanya.
Siklus yang sudah berjalan tersebut kini dikejutkan oleh upaya sistematis untuk memundurkan demokrasi.

Menurut Tety, Pemilu dengan sistem proporsional tertutup merupakan bentuk nyata pembodohan rakyat (publik), sekaligus mengkianati cita-cita reformasi yang mengamanatkan sistem demokrasi secara terbuka dengan menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

“Pemilu dengan sistem proporsional tertutup adalah mengembalikan sistem coblos partai sehingga rakyat tidak diberi keleluasaan memilih pemimpin terbaik yang dekat dan disukai rakyat karena hanya coblos partai saja,” tandas Tety.

Menurut Tety, sistem Pemilu proporsional tertutup hanya akan membodohi rakyat sehingga harus dilawan.
Karena itu, DPC Partai Demokrat Blora mengajak semua komponen masyarakat pecinta demokrasi untuk menolak dan melawan digulirkannya sistem Pemilu proporsional tertutup demi keselamatan demokrasi di bumi pertiwi.

“Dengan diterapkan pemilihan sistem proporsional tertutup berarti bukan lagi pesta demokrasi rakyat tetapi pestanya pendukung oligarki dan menciptakan apatis serta kendornya partisipasi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Sungai Lusi Meluap, Desa Bergolo-Ngawen Banjir

BLORA.-

Curah hujan sepekan yang cukup tinggi sejak sebelum Natal hingga menjelang pergantian tahun menjadikan air pada aliran Sungai Lusi meluap hingga mengakibatkan Desa Bergolo Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora tergenang banjir.
Jajaran Kepolisian dari Sektor Ngawen bersama Koramil setempat, Sabtu (31/12/2022) langsung mendatangi lokasi banjir setelah mendapatkan laporan dari warga.
Kapolsek Ngawen Iptu Sugiman saat ditemui awak media menjelaskan, bahwa aliran sungai cukup deras akibat curah hujan yang sangat deras hingga membuat Sungai Lusi airnya meluap.
“Ini termasuk tahap normal, tidak ada kejadian yang menonjol di Kecamatan Ngawen karena banjir tidak sampai merambah pemukiman warga serta persawahan,” ujar Kapolsek. (*)

Resolusi SUKUN, Hasil Sebuah Introspeksi Akhir Tahun

BLORA.-

Penghujung Tahun 2022 adalah waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi. Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Wredhatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora Bambang Sulistya, Sabtu (31/12/2022).
Beragam pengalaman telah dialami sepanjang Tahun 2022. Ada pengalaman pahit dan memilukan seperti hadirnya berbagai bencana, tanah longsor, banjir, dan gempa bumi.
“Tentu ada pula pengalaman yang memberikan semangat dan harapan yang dapat menjadi pembelajaran bagi kehidupan di masa mendatang,” ungkap mantan Sekda Blora itu.
Momen akhir tahun, lanjutnya, memang menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan diri dalam berbenah, memperbaiki kekurangan, mengenali potensi diri dan menata masa depan agar kehidupan kita menjadi lebik baik.
Menurut horoskop China, Tahun 2023 merupakan tahun Kelinci Air yang diprediksi menjadi tahun penuh harapan.
Karena dalam astrologi China, lambang kelinci adalah simbol umur panjang, kedamaian, kemakmuran dan kesuksesan.
“Sehingga sangatlah berarti dan memiliki nilai strategis bila di penghujung tahun ini juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk menanamkan resolusi diri di Tahun 2023,” tegasnya.
Resolusi adalah sebuah harapan untuk kita realisasikan dan wujudkan dalam kehidupan sehari hari di masa tahun 2023.
“Berkenaan dengan hal tersebut saya sangat mengharapkan tahun 2023 dapat terwujudnya sebuah Resolusi SUKUN,” ucapnya.
Mengingat sukun sendiri selain merupakan sejenis pohon berbuah yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia dan mempunyai nama ilmiah Arto Carpus Altilis juga sudah sangat terkenal oleh masyarakat di Indonesia.
Karena Bung Karno pada saat pengasingan pada 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1934 di Kelurahan Rukun Lima Kabupaten Ende Provinsi NTT.
“Beliau memperoleh gagasan atau buah pemikiran yang melangit saat merenung di bawah pohon Sukun,” sambungnya.
Yaitu tentang kelima butir butir Pancasila sebagai Dasar Negara yang berfungsi untuk pemersatu bangsa Indonesia yang multi kultural dan majemuk.
Sehingga tanaman sukun sering disebut sebagai pohon Pancasila. Disamping itu SUKUN dalam ungkapan jawa sering dimaknahi dengan ungkapan supoyo rukun (Supaya Bersatu).
Dan ungkapan itu cocok kalau dalam memasuki tahun 2023 dijadikan sebagai sebuah ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk kembali merajut kerukunan yang kemarin ketika memasuki bulan Desember 2022 telah mengalami dinamika baru yang harus segera kita dinginkan.
“Untuk itu mari kepada seluruh eleman masyarakat khusus para Wredhatama yang sering mendapat predikat KEREN atau Kelompok Rentan agar berupaya dalam kurun masa 2023 dengan semangat rame rame rantas malang malang putung kita wujudkan Resolusi SUKUN,” ajaknya.
Sebuah akronim yang merupakan langkah langkah cerdas dan melangit untuk menggapai taraf kehidupan yang lebih baik.
Penjabarannya, (S): Sikap syukur, ikhlas, pasrah dan sabar (SIPS) hendaknya selalu melandasi dalam kehidupan sehari hari.
Ketika kita menerima nikmat dari Tuhan Yang Maha Bijaksana kita mengucapkan terima kasih seraya dicamkan dalam hati betapa Maha Kasih dan Maha SayangNya kepada kita.
Sedangkan bentuk rasa syukur dalam perilaku dengan cara memperlakukan nikmat yang ada sesuai yang dikehendakinya.
Seperti dalam nikmat sehat gunakan selama kita diberi kesehatan untuk giat beribadah kepadanya.
Termasuk bersyukur untuk memelihara kesehatan dengan melakukan kegiatan olah raga menjadi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kemudian sikap iklhas ketika kita dalam melakukan aktivitas, kegiatan dan ikhtiar untuk melaksakan tugas atau pekerjaan hendaknya kita tidak mengharapkan imbalan apapun dari manusia selain ridho Allah semata.
Sehingga kita tidak merasa terbebani apalagi terpaksa dalam menunaikan tugas.
Sementara sikap pasrah dilakukan ketika kita telah berupaya secara maksimal dan hasilnya kita serahkan kepada Allah.
Secara lugas kita hanya bisa berusaha namun hasilnya Allah yang menentukan.
“Selanjutnya sikap sabar dilakukan ketika kita sedang mengalami cobaan,ujian atau musibah,” ungkapnya.
(U): Upayakan untuk terus melakukan reformasi diri dalam meningkatkan kwalitas sumber daya manusia.
Kita selalu update untuk mengikuti perkembangan informasi dan teknologi.
Dan siap membangun komunikasi yang ramah lingkungan. Stop penyebaran berita hoaks dan yang menimbulkan situasi yang kurang kondusif, intoleran serta perpecahan yang mengacam persatuan kesatuan Bangsa Indonesia.
Berikutnya, K:Komitmen kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah tetap menjaga, mempertahankan dan memelihara empat pilar kebangsaan yang terkristalisasi didalam PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Eka, NKRI dan UUD 1945).
(U): Ujudkan kerukunan umat beragama yang dilandasi dengan toleransi,saling tenggang rasa,saling pengertian,saling menghargai, saling menghormati dan kerjasama dalam kehidupan sehari hari.
Hindari perilaku yang menimbulkan kebencian, pemaksaan kehendak dan penistaan agama.
(N): Niat untuk berbuat baik kepada sesama anak bangsa agar terus digelorakan kapan saja dimanapun kita berada dengan siapapun juga.
Karena perbuatan baik akan memberikan kontribusi positif dan nilai manfaat baik kepada orang lain dan diri kita sendiri.
“Selamat tahun baru 2023 semoga kita selalu dalam lindunganNya bisa mengamalkan Resolusi SUKUN guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik, sehat, bahagia dan Indonesia makin jaya, maju serta sejahtera,” tuturnya.
Ada pesan moral dari sesepuh winasis dari Bumi Samin, “Rukun agawe berkah dan crah agawe Bubrah”. (*).

Peringati Hari Relawan 2022, PMI Blora Serahkan SK Pembentukan PMR Mula Madya Wira

BLORA.-

Pada peringatan Hari Relawan yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Blora, Selasa (27/12/2022), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pembentukan Palang Merah Remaja (PMR).

Disaksikan ketua dan anggota PMI kecamatan serta Relawan kecamatan se-Kabupaten Blora, Ketua Umum PMI Kabupaten Blora Sutikno Slamet pada kesempatan itu menyerahkan langsung SK pembentukan PMR kepada masing-masing pengurus PMR Mula, PMR Madya, dan PMR Wira se-Kabupaten Blora.
Menurut Sutikno, dibentuknya PMR Mula, Madya, dan Wira dimaksudkan untuk membentuk karakter sosial, jiwa kemanusiaan, dan jiwa keiklasan demi kemanusiaan.

“PMR di tingkat SD, SMP, SMA/SMK dibentuk untuk mendukung visi misi PMI Blora,” ujar mantan kepala dinas pertanian itu.

PMR Mula yang diikuti 42 sekolah dasar (SD) se Kabupaten Blora pada kesempatan itu diwakili SDN 1 Klopoduwur, SDN 2 Bogorejo, SD Islam Baitunnur Blora, dan SDN 1 Adirejo. PMR Madya sejumlah 47 SMP diwakili SMPN 2 Blora, SMPN1 Blora, SMP Insan Gilang, SMPN 6 Blora, dan SMP N1 Tunjungan.
Sementara PMR Wira sejumlah 57 SMA/SMK diwakili SMA 1 Cepu, SMK Migas Cepu, SMAN 1 Blora, SMAN 2 Blora, SMAN 1 Ngawen, SMAN 1 Jepon, SMAN 1 Randublatung, SMKN 1 Jepon, SMAN 1 Jepon, SMK Bhakti Husada Blora, SMKN 1 Blora, SMK PGRI Blora, SMAN 1 Tunjungan, SMKN 1 Kunduran, dan MAN Blora.

Salah seorang anggota PMI Blora Yudita mengatakan, dengan terbentuknya PMR Mula, Madya, dan Wira diharapkan bisa melanjutkan visi misi PMI untuk menjadi relawan muda yang tangguh.

Sementara itu pembina SMA Negeri 1 Cepu, Ahmad Bad’i menjelaskan bahwa anggota Wira di sekolahnya berjumlah 250 siswa. “Melalui PMR Wira diharapkan bisa membentuk karakter jiwa kemanusiaan yang tangguh dan luar bisa,” ujarnya. (*)

Walaupun Pembangunan Alun-alun Jipang-Cepu Belum Rampung, Tasyakuran Akan Tetap Digelar dengan Menghadirkan Bupati Blora

BLORA.-

Hingga hari Jumat (30/12/2022) pembangunan Alun-alun Jipang di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora belum rampung penggarapannya–bahkan jalan aspalnya masih ambles. Namun pada hari Sabtu (31/21/2022) tetap akan digelar acara tasyakuran sebagai tanda diresmikannya destinasi wisata yang menelan biaya Rp 2,7 Miliar dengan menggunakan dana Bankeu Provinsi Jateng itu.

Salah seorang anggota BPD Desa Jipang, Nuryati kepada wartawan mengatakan bahwa proses pengerjaan Alun-alun Jipang untuk sementara dihentikan, dan belum tahu kapan akan dilanjutkan kembali.

“Kalau jalan aspal ini baru dibangun sekitar sebulan, Mbak. Tapi kondisinya sekarang sudah rusak,” ujar Nuryati sambil menunjuk jalan rusak di depan rumahnya.

Hasil investigasi di lapangan, pembangunan Alun-alun Jipang itu terkesan asal-asalan, hal itu terlihat dari kerusakan jalan aspal yang belum lama selesai dibangun.
Sebagaimana papan informasi proyek, pembangunan Alun-alun Jipang ini dimulai sejak 20 September 2022, dan harusnya sudah selesai 18 Desember 2022. Tapi hingga berita ini diturunkan, kondisi bangunan belum rampung.

Kabar beredar melalui selebaran, acara malam tasyakuran Alun alun Jipang yang akan dilaksanakan pada Sabtu (31/12/2022) dengan menghadirkan Habib Muhammad bis Idrus Al-Jufri dan KH Abdul Jalal itu juga akan dihadiri oleh Bupati Blora Arief Rohman.
Sementara itu Camat Cepu, Budiman belum bisa dikonfirmasi terkait kegiatan tasyakuran yang tetap akan digelar padahal pembangunan Alun-alun Jipang masih belum rampung. (*)

OPD di Blora Mengaku Dapat Titipan Anggaran Narasumber, PKN Ancam Akan Lapor ke BPK

BLORA.-

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menjadi sorotan masyarakat lantaran para wakil rakyat itu menghabiskan anggaran negara miliaran rupiah sebagai honor narasumber di sejumlah kegiatan yang diselenggarakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Selain 10 Miliar anggaran narasumber pada Dinas Pendidikan Kabupaten Blora yang muncul dalam APBD Blora Tahun 2023, ternyata ada banyak anggaran untuk honor narasumber DPRD yang muncul di dinas lain. Hal itu dibenarkan oleh beberapa kepala OPD ketika ditemui wartawan Diva di lapangan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Aunur Rofiq mengatakan, bahwa anggaran untuk Narasumber DPRD Blora seperti yang sudah disebutkan sejak awal, yaitu Rp 10 Miliar. Sayangnya, dia belum mau menjabarkan secara detail berapa kali sebulan dan tiap pertemuan nilainya berapa.

“Ya segitulah. Kita belum tahu (program atau narasumber saja), kegiatannya seperti apa kita lihat nanti,” jelasnya.

Pihaknya juga mengaku belum tahu menahu apakah nanti, narasumber dari DPRD akan mendatangi tiap sekolah atau hanya di kantor dinas saja.

“Kita belum melihat kedepannya, yang jelas per kegiatan. Tiap paket biasanya tiga orang,” tambahnya.
Senada dengan Diknas, beberapa pejabat OPD mengaku mendapat titipan dana Narsum dari dewan untuk beberapa program atau kegiatan.

Sehari bisa dua hingga tiga kali pelaksanaan kegiatan dengan melibatkan tiga orang anggota dewan sebagai Narsum.

Sukisman, Ketua LSM Pemantau Keuangan Negara (PKN) Blora mengkritik keras pengalokasian dana narasumber untuk anggota DPRD tersebut. “Kita tidak hanya bicara soal regulasi yang membolehkan atau tidak honor nersum ini. Seharusnya wakil rakyat memiliki empati dan melihat kondisi masyarakat yang masih sulit pasca Covid,” ujarnya.

Selain itu, honor Narsum hingga puluhan miliar jelas pemborosan karena masih banyak permasalahan di masyarakat yang butuh penanganan dan anggaran.

“Angka kemiskinan, pengangguran dan stunting di Blora masih tinggi, di atas angka nasional dan provinsi. Itu fakta,” ungkapnya.

Terkait honor narsum, Sukisman mengancam akan membawa dan melaporkan temuan ini ke Badan Pemeriksa Keuangan BPK.

“Kami akan bawa ke BPK. Kasus Honor Narsum ini seperti temuan BPK di DPRD Gresik, dan disana honor Narsum yang sudah diterima dewan diminta BPK untuk dikembalikan ke KAS Daerah. Dan gegara temuan itu Pemkab Gresik tidak mendapatkan status WTP,” tandasnya. (*)

Koran Lokal Terpercaya