Belum Genap Dua Bulan, Drainase Jalan Peting Sumber sudah Hancur

BLORA.-

Belum genap dua bulan, tepatnya baru berumur satu setengah bulan, drainase Jalan Sumber peting sudah hancur. Selain tidak sesuai spek, diduga dalam pengerjaannya dilakukan dengan asal-asalan. Akibatnya, setelah diguyur hujan beberapa hari saja langsung ambrol.

Sesuai infomasi dalam papan proyek, pembangunan drainase dilaksanakan oleh PT Sendang Kencana Abadi dalam paket proyek peningkatan jalan Peting Sumber Balong Menden.

Tim LSM Pemantau Keuangan Negara (PKN) yang diwakili Munandir dan Sawut sempat menemui mandor pelaksana, Markum dan Roni pada awal pengerjaan yaitu tanggal 31 Agustus 2022. Tim PKN memberi saran agar pengerjaannya sesuai dengan spek pembangunan drainase.

“Roni selaku mandor juga berjanji memberi jembatan kecil (brug) di depan rumah yang terkena dampak drainase,” ujar Munandir.

“Namun saya dapat informasi dari masyarakat Sumber, bahwa 6 unit jembatan kecil itu pada tanggal 2 Januari 2023 telah hancur rusak,” tambah Munandir.

Tim PKN yang pada Rabu (4/1) lalu investigasi ke lapangan juga mendapat pengaduan dari warga (terdampak) yang belum dibuatkan jembatan kecil di depan rumahlnya. Padahal mandor sudah berjanji ketika sosialiasi di rumah Kadus.

“Padahal dalam sosialisasi yang diadakan di Kadus, setiap rumah dapat 6 biji cor buat brug, namun tidak semuanya mendapatkan sejumlah itu. Bahkan ada warga yang belum dapat sama sekalil,” tandas Munandir.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum mendapat konfirmasi dari Roni selaku pelaksana maupun PT Sendang Kencana Abadi selaku pelaksana proyek.

Setelah dilakukan koordinasi dengan Kadus, Babinkamtibmas, dan Babinsa, disepakati pada 5 Januari 2023 disepakati cor yang masih dalam pengeringan dibagi rata kepada warga yang membutuhkan. (*)

Wredatama Blora Antusias Praktik Pembuatan Eco Enzym

BLORA.-

Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia bagi pengurus Wredatama tingkat kecamatan, kelurahan dan kabupaten, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Kamis (5/1/2023) menggelar praktik pembuatan Eco Enzym di ruang pertemuan kantor PWRI Kabupaten Blora.
Antusias dan semangat para wredatama dalam mengikuti kegiatan, tak lepas dari motivasi yang disampaikan oleh Ketua PWRI Kabupaten Blora Bambang Sulistya yang pada kesempatan itu menyampaikan ungkapan bijak dari almarhum Prof Dr.Fuad Hassan, tokoh pendidikan Indonesia yang pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Era Presiden Soeharto, yaitu, “Karya Lebih Unggul dari pada Gaya dan Prestasi Lebih Unggul dari pada Gengsi”.
Tidak hanya itu, Bambang Sulistya juga memberikan contoh spirit dari orang bijak yang bernama Confusius, bahwa orang yang lebih tinggi bertindak sebelum dia berbicara dan setelah itu berbicara sesuai tindakannya.
“Berbagai ungkapan tersebut kiranya sangat pantas apabila kita sosialisasikan saat ini ketika orang orang cenderung suka mengobral kata-kata dan mudah menebar janji,” ujarnya.
Sehingga, sebagai upaya untuk mengadakan peningkatan sumber daya manusia Wredatama dari para pengurus PWRI Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten melalui kegiatan praktik pembuatan Eco Enzym(EE) di ruang pertemuan kantor PWRI Kabupaten Blora.
Kegiatan praktik Pembuatan Eco Enzym tersebut sekaligus sebagai jawaban atau tindak lanjut atas arahan Gubernur Jawa Tengah saat pelaksanaan Musyawarah PWRI Provinsi Jateng beberapa waktu yang lalu, beliau menekankan agar para purna tugas atau para pensiunan PNS/ASN bisa diarahkan dalam berbagai kegiatan program yang mampu menciptakan BS (Bahagia dan Sehat).
“Ternyata, ketika berlangsung kegiatan pembuatan Eco Enzym telah menciptakan suasana gelak tawa,canda ria,guyub rukun dan penuh dengan antusias untuk bertanya, memahami serta mempraktikan materi pelatihan yang disajikan oleh nara sumber,” kata Bambang Sulistya.
Bahkan waktu yang dialokasikan semula satu jam membengkak menjadi dua jam. “Saya kaget dan baru pertama kali ini menyelenggarakan kegiatan praktik pembuatan EE bisa menghibur dan gayeng bin heboh,” ungkapnya.
Adapun narasumber yang dihadirkan adalah Pipit Windri Aryati Samgautama Karnajaya selaku Ketua Organisasi Eco Enzym (EE) Nusantara Blora yang sehari-hari sebagai Ketua DPW DPUPR atau istri Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora.
Turut hadir pada kesempatan itu para ibu relawan pengembangan Eco Enzym sebanyak enam orang, yakni Puji Suharjo, Damiri, Mukibi, Soberi, Erik Subiyanto dan Edi Jasman, yang berasal dari Perumnas RW V RT 06 dan 09 Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora.
Dalam penyajian materi mengenai pengertian EE manfaat EE, bahan yang diperlukan dan proses pembuatan EE di sampaikan oleh Pipit dengan cara berkomunikasi yang menarik, diselingi joke segar, runtut, jelas dan tuntas sehingga membuat peserta pelatihan terkesima , semangat, penuh perhatian dan merasa terhibur.
Mengawali kegiatan, ia mengenalkan apa itu Eco Enzym. Setelah ditanyakan ke para peserta pelatihan semua yang hadir belum tahu dan baru pertama kali mendengar nama Eco Enzym.
“Pengertian Eco Enzym adalah merupakan larutan zat organik komplek yang di produksi dari proses fermentasi campuran sisa limbah organik dapur, gula/molase,dan air dengan perbandingan 3:1:10,” terangnya.
Disampaikannya, Eco Enzym pertama kali ditemukan dan dikembangkan di Negara Thailand oleh Rosukon Poompanvong.
Ia telah melakukan penelitihan lebih dari 30 tahun.Hasil penilitian hanya di peruntukan untuk karya kemanusian dan penyelamatan lingkungan hidup.
Sehingga produk EE tidak boleh diperjual belikan hanya untuk berbagai bagi yang membutuhkan. “Ada yang menyebut Eco Enzym merupakan cairan ajaib karena memiliki segudang manfaat,” terangnya.
Berdasarkan pengalaman pribadi, menurut Pipit, dengan memanfaatkan EE dalam kehidupan sehari-hari ternyata bisa membuat hidup tenang dan makin percaya diri serta semangat untuk berbagai melayani sesama umat makin tinggi.
Sementara itu informasi yang telah dari berbagai sumber menyebutkan ada 15 manfaat dari Eco Enzym di antaranya untuk bahan mengepel lantai,bmencuci piring, mencuci pakaian, membersihkan kamar mandi-mandi dan cuci pangan, mencuci rambut/kramas.
Membersihkan sayur dan buah buahan, membersihkan area dapur, pembersih udara, gosok gigi dan kumur, mengobati luka bakar, membunuh bakteri, mengobati bisul dan luka goresan, pengusir hama termasuk tikus dan nyamuk, serta untuk pupuk organik.
Bahkan berdasarkan pengalaman para peternakan sapi yang kemarin diserang PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit tersebut.
Dalam proses pembuatan EE kemarin seluruh Peserta yang berasal dari 16 kecamatan dan 12 kelurahan dikelompokkan menjadi 15 buah kelompok.
Masing masing kelompok sudah disiapkan satu botol besar berisi air satu liter, satu botol kecil yang berisi molase 100 cc dan bahan sisa organik sebanyak 300 gram berupa kulit buah buahan,dan sisa sayuran, minimal dalam sisa bahan organik mengandung 5 jenis limbah buah buah dan sayuran.
Jenis limbah buah antara lain buah apel, jeruk, mangga, semangka, melon, nanas, alpukat dan jambu.
Sebelum digunakan sisa bahan organik harus dicuci bersih.Sementara air yang digunakan air sumur, air aqua jangan menggunakan air ledeng.
Kemudian untuk bahan molase bisa diganti dengan gula jawa atau gula aren.
Proses pembuatan larutan molase masukan ke botol yang sudah berisi air lalu dikocok agar tercampur,setelah itu baru bahan organik di masukan ke botol yang sudah berisi campuran molase dan air.
Kalau semua bahan organik sudah di masukan maka botol ditutup dengan plastik yang sudah ditusuk tusuk pakai jarum atau penusuk lain untuk jalan keluarnya gas hasil fermentasi.
Botol yang sudah ditutup plastik langsung disimpan diruangan yang tidak terkena mata hari langsung selama satu minggu .Setelah satu minggu botol ditutup pakai tutup botol sampai selama tiga bulan.
Pada saat praktek kemarin setiap Peserta oleh Nara sumber diberi EE satu botol untuk contoh dan oleh oleh atau buah tangan serta mereka juga melakukan kegiatan proses pencampuran sampai tahap akhir sehingga suasana jadi dinamis dan gayeng.
Disamping itu antusias para peserta untuk menularkan ilmu pembuatan EE kepada anggotanya sangat tinggi.Terbukti ketika proses praktik pembuatan selesai berencana akan mengundang narasumber untuk hadir di setiap PWRI Kelurahan dan Kecamatan.
Tentunya langkah kegiatan yang berkontribusi positif dan memiliki nilai manfaat bagi kehidupan dan lingkungan hidup dapat menginspirasi dan memotivasi kepada seluruh eleman masyarakat untuk melakukan gerakan penyelamatan lingkungan hidup dengan menggunakan Eco Enzym.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada ketua Organisasi Eco Enzym Nusantara Blora dan para Relawan yang telah iklas berkorbanan untuk memberi pencerahan kepada para Wredatama mendapat balasan dari langit.
“Semoga pengabdian untuk berkarya nyata tanpa pamrih kepada masyarakat terus dapat ditingkat mantabkan guna mendukung sesarengan mbangun Blora berkelanjutan,” ucap Ketua PWRI Blora. (*).

Jumat Curhat, Kapolsek Randublatung Ngopi di Warung Bu Tanjung

BLORA.-

Bertempat di Warung Kopi Bu Tanjung, sekitar pukul 09.30 Wib, Jumat (06/01/2023), AKP Les Pujiyanto beserta Bhabinkamtibmas Aipda Aris Mukroni menemui warga yang biasa ngopi di warung yang berada di RT.05/RW.02 Randublatung Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.

Pada kesempatan itu Kapolsek AKP Les Pujiyanto menjelaskan kepada warga masyarakat yang suka ngopi, bahwa Jumat Curhat merupakan sarana bagi masyarakat yang ingin menyampaikan berbagai masalah berkaitan dengan layanan Kepolisian maupun gangguan Kamtibmas yang terjadi di masyarakat. Sehingga permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan bersama dengan cepat dan mudah.

“Jumat curhat ini untuk menampung keluhan masyarakat khususnya warga Kecamatan Randublatung terhadap Kepolisian. Bebas mau menyampaikan apapun yang berkaitan dengan layanan kepolisian maupun gangguan kamtibmas yang terjadi di masyarakat,” tutur AKP Les Pujiyanto. (*).

10 Januari, Pedagang Tempati Pasar Wisata Bojonegoro

BOJONEGORO.–

Ratusan pedagang lesehan Pasar Lama, Senin (2/1/2023) berjajar rapi di Pasar Wisata Bojonegoro. Mereka antre sesuai zonasi dagangan untuk mendapatkan undian penempatan stan baru di Pasar Wisata. Sesuai rencana, pedagang pindah ke Pasar Wisata, 10 Januari 2023.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UM) Sukaemi menjelaskan, ada 720 pedagang Pasar Lama yang belum punya stan telah mendaftarkan diri di Pasar Wisata yang pengundian stan dimulai, Senin (2/1/2023).
Mengingat daya tampung Pasar Wisata 1716 terdiri dari 206 toko dan 1510 los maka sesuai rencana, para pedagang baru mendapat kesempatan untuk daftar dan pengundian langsung hingga 7 Januari 2023.
“Sebab pada 10 Januari nanti, serentak para pedagang menempati stannya. Sewa stan dan parkir baik penjual maupun pembeli akan digratiskan selama tiga bulan. Ini dilakukan untuk meringankan beban ekonomi juga untuk mengembalikan langganan para pedagang. Kemudian bulan ke empat baru dilakukan pembayaran sewa,” ujar Sukaemi, Selasa (3/1/2023).
Sukaemi menyampaikan strategi untuk meramaikan Pasar Wisata nanti akan diberikan daya tarik hiburan seperti wahana permainan dan juga beberapa event festival. Serta para pegawai ASN dan Non ASN diharapkan belanja untuk memenuhi kebutuhannya di Pasar Wisata ini.
“Pasar ini akan buka 24 jam. Selain menyediakan kebutuhan sehari-hari, konveksi, tas, sepatu, sandal, penjahit atribut, bordir, warung, jajanan kering dan basah, buah-buahan, juga akan menampung produk unggulan UMKM Bojonegoro,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pedagang, Ririn berharap adanya Pasar Wisata ini, usaha lele asap yang telah lama digelutinya bisa laku dan berkembang. Begitupun harapannya agar Pasar Wisata ini berkembang dan memiliki daya tarik pembeli tersendiri.
“Soal tempat bukan masalah, yang penting laku,” ucap pedagang asal Kecamatan Baureno tersebut. (*)

Terkena Suspek PMK dan Penyakit Mastitis, Anak Sapi di Desa Gedebeg, Ngawen Mati Mendadak

BLORA.-

Satu bulan terakhir di beberapa wilayah di Kabupaten Blora tersiar kabar banyak hewan sapi yang mati mendadak, diantaranya terjadi di Kecamatan Jiken dan Kecamatan Ngawen.
Seperti yang terjadi pada Kamis (5/1/2023), anak sapi milik Suwarno, warga Desa Gedebeg Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora mati mendadak. Menurut pemiolik sapi, pada tanggal 2 Januari anak sapi itu masih sehat, tapi pada esok harinya sudah tidak mau memakan rumput seperti biasanya hingga akhirnya tidak bisa di selamatkan lagi.
“Tanggal 4 Januari anakan sapi itu sudah tidak mau menyusu pada induknya,” ujar Suwarno.


Sujiman, salah seorang tetangga Suwarno melaporkan kejadian ini ke Dinas Peternakan Blora yang diterima langsun goleh Gundala selaku kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora.
Tim dokter hewan yang datang ke lokasi, Marwan, Imam Tatang, dan Hanif langsung memeriksa sapi yang sakit tersebut. Dari hasil analisa tim, bahwa sapi tersebut terkena Suspek PMK yang diikuti penyakit Mastitis.
Menurut tim kesehatan, masyarakat yang sapinya mati banyak yang tidak laporan. Kebanyakan mereka malu melapor karena kejadian itu dianggap aib karena rejekinya berkurang.
Agar kasus penyakit sapi seperti ini tidak menular ke desa lain, masyarakat dianjurkan untuk segera melaporkan kejadian yang menimpa hewan ternaknya. “Supaya bisa cepat di tangani oleh dinas peternakan,” ujar Imam. (*)

Sudah Ganti Tahun, Proyek JUT Makadam di Desa Mernung Belum Rampung

BLORA.-

Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Mernung yang bermasalah ternyata ada dua. JUT di RT.04/RW.01 yang pada 28 November lalu ambrol dan hingga kini belum ada perbaikan, sementara JUT makadam yang berada di RT.02/ RW.01 kondisinya mangkrak ditinggalkan oleh pekerjanya.
Dua JUT di Desa Mernung ini kondisinya berbeda satu sama lain. Bila JUT RT.04/RW.01 yang sumber dananya berasal dari aspirasi PDI-P itu dibangun dengan bahan cor semen, maka JUT di RT.02/ RW.01 yang sumber dananya dari aspirasi Partai Golkar itu menggunakan bahan batu urug atau pedel untuk pengerasan jalannya.
Ketika wartawan mendatangi lokasi JUT makadam melihat belum dilakukan pemadatan jalan, sementara batu urug / pedel masih menumpuk di pinggir jalan, dan hanya tampak seorang pekerja sedang menata batu di lokasi proyek.
“Kabare bose, yo nek wis rampungan yo dhi slander,” ujar seorang pekerja bernama Mbah Sumar sambil menjelaskan, bahwa yang dimaksud bose disini adalah kepala desa.


Kepala Desa Mernung Munandar membenarkan, bahwa jalan usaha tani yang belum rampung itu sumber dananya dari bantuan kabupaten. “Aspirasi dari Partai Golkar, Mbak,” ujarnya.
Terkait tidak disebutkannya jangka waktu pengerjaan pada papan proyek, Munandar menyatakan hal itu tidak ada masalah. “Memang ini tidak ada waktu pengerjaannya, yang penting akhir tahun 2022 selesai,” katanya pada pertengahan Desember 2022 lalu.
Kepala desa juga menjelaskan jika selesai menata batu pedel nantinya akan dipadatkan dengan alat berat.
Belum diketahui pasti penyebab mangkraknya pengerjaan JUT makadam di Desa Mernung yang harusnya selesai pada akhir tahun lalu.
Wartawan melakukan konfirmasi melalui WhatsApp, namun terkait keterlambatan pembangunan JUT Bankab 2022 di Desa Mernung ini Camat Cepu Budiman belum memberikan jawaban. (*)

Sudah 2 Bulan Lapor ke Pemkab Blora, Tebing Jembatan yang Longsor di Desa Srigading Belum Diperbaiki

BLORA.-

Tingginya curah hujan ditambah derasnya arus sungai mengakibatkan tebing jembatan di Desa Srigading Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora beberapa bulan lalu longsor. Karena tidak segera ada perbaikan, kondisi longsor semakin melebar dan membahayakan warga yang melintas jembatan.

Kepala Desa Srigading, Mulyanto kepada wartawan mengaku sudah melapor ke Pemkab Blora perihal kondisi tebing jembatan yang longsor pada 16 Oktober lalu, namun hingga sekarang belum ada perhatian dari pihak terkait.

“Melalui Pak Camat kami pada tgl 17 Oktober 2022 sudah menyampaikan laporan ke Pemkab, tapi belum ada tanggapan,” ujar Kades.

Khawatir terjadi sesuatu, jajaran Forkopincam Kecamatan Ngawen, Senin (2/1/2023) meninjau jembatan di Dukuh Tegalrejo yang menghubungkan Desa Srigading dengan Kecamatan Ngawen itu.

Kapolsek Ngawen Iptu Sugiman saat meninjau jembatan didampingi Aipda Widi Risnanto SH, Bhabinkamtibmas Aipda Supriyanto, Bhabinkamtibmas Aipda Heru Candra, Babinsa Sertu Sumaryoto, Kades Srigading Mulyanto, dan Kadus Plosorejo Eko Nugroho. (*)

Kritisi Perppu Cipta Kerja, AHY: Hukum Dibentuk untuk Melayani Kepentingan Rakyat, Bukan Kepentingan Elite

JAKARTA.-

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritik tajam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu Cipta Kerja, Senin (2/1).

“Perppu No.2/ 2022 tentang Cipta Kerja ini tidak sesuai dengan Amar Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020, yang menghendaki pelibatan masyarakat dalam proses perbaikannya. Selain terbatasnya pelibatan publik, sejumlah elemen masyarakat sipil juga mengeluhkan terbatasnya akses terhadap materi UU selama proses revisi,” ujar AHY.

Menurutnya proses yang diambil tidak tepat dan tidak ada argumen kegentingan yang tampak dalam Perppu tersebut.

“Setelah dinyatakan inkonstitusional bersyarat, jelas MK meminta perbaikan melalui proses legislasi yang aspiratif, partisipatif dan legitimate. Bukan justru mengganti UU melalui Perppu. Jika alasan penerbitan Perppu harus ada ihwal kegentingan memaksa, maka argumen kegentingan ini tidak tampak di Perppu ini. Bahkan, tidak tampak perbedaan signifikan antara isi Perppu ini dengan materi UU sebelumnya,” jelas AHY.

AHY menegaskan bahwa keluarnya Perppu Cipta Kerja ini adalah kelanjutan dari proses legislasi yang tidak aspiratif dan tidak partisipatif.

“Lagi-lagi, esensi demokrasi diacuhkan. Hukum dibentuk untuk melayani kepentingan rakyat, bukan untuk melayani kepentingan elite. Janganlah kita menyelesaikan masalah, dengan masalah,” tegas AHY.

Terakhir AHY mengingatkan untuk jangan sampai terjerumus ke dałam lubang yang sama.

“Terbukti, pasca terbitnya Perppu ini, masyarakat dan kaum buruh masih berteriak dan menggugat lagi tentang skema upah minimum, aturan outsourcing, PKWT, aturan PHK, TKA, skema cuti, dan lainnya. Mari terus belajar. Janganlah kita terjerumus ke dałam lubang yang sama,” tutup AHY.

Putusan MK pada 2020 mengamanatkan UU Cipta Kerja inkonstitusional dan harus direvisi dalam waktu dua tahun. Namun kini, bukan revisi yang dilakukan, melainkan Perppu yang dikeluarkan pemerintah agar UU Cipta Kerja tersebut tetap berlaku.
Pernyataan dari Ketum AHJ tersebut juga direspon oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora Hj Tety Indarti SH.

“Penerbitan Perpu No 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja tersebut merupakan bentuk pembangkangan terhadap Konstitusi dan tidak memenuhi standar dan indikator putusan Mahkamah Konstitusi serta terkesan memaksakan diri,” ujarnya. (*)

Empat Hari Tenggelam di Sungai, Mbah Lampiyo Ditemukan sudah Meninggal

BLORA.-

Lampiyo (69) warga Desa Wijang Kelurahan Karangtalun Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora yang diduga tenggelam di Sungai Lusi pada hari Jumat pagi tanggal 30 Desember, akhirnya ditemukan setelah empat hari dilakukan pencarian. Korban ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia, Senin (2/1/2023).
Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto menceritakan kronologi kejadian, Jumat (30/12) pagi korban berangkat dari rumah untuk mencari rumput, namun sampai sore hari korban belum pulang kerumah.
Kemudian keluarga dan warga inisiatif mencari namun hanya menemukan caping milik korban mengambang di sungai.
“Ada petunjuk jejak kaki terpeleset di pinggiran Sungai Lusi. Diduga korban terpeleset saat menyeberang sungai kemudian terseret arus sungai tenggelam,” kata Heru, Senin (2/1/2023).
Upaya pencarian tim SAR gabungan terdiri dari berbagai unsur di antaranya Basarnas Unit Siaga Rembang, Polsek, Koramil Banjarejo, BPBD, PMI, SAR MTA, MDMC Blora dan masyarakat sekitar.
“Setelah upaya pencarain 4 hari korban berhasil ditemukan ke arah Barat jarak dari tempat kejadian kurang lebih 1,5 km dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya korban dibawa ke rumah duka,” katanya.
Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai tim yang terlibat kembali ke satuannya masing-masing. (*)

Berburu Biawak, Mahasiswa di Blora Tewas Terkena Senapan Sendiri

BLORA.-

Adib Nur Iskandar Dinata (19), warga Dukuh Kadengan, Desa Kamolan, Kecamatan/Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tewas diduga terkena senapan angin, Senin (2/1/2023).
Kasat Reskrim Polres Blora AKP Supriyono membenarkan peristiwa yang menimpa seorang mahasiswa itu. Dari hasil keterangan sejumlah saksi yang di interogasi korban terkena peluru dari senapannya sendiri.
“Korban meninggal karena terkena peluru dari senapannya sendiri. Tadi habis berburu seliro (biawak), di Sendangwu, Kecamatan Banjarejo,” kata AKP Supriyono, Senin (2/1/2023).
Setelah korban berhasil menembak biawak, tiga orang temannya mengambil hasil buruannya. Kemudian korban menyandangkan senjatanya ke bahu kanannya.
“Tiga orang temannya mendengar suara tembakan satu kali, kemudian terdengar suara korban minta tolong,” ungkapnya.
Temannya pun akhirnya membawa korban ke rumah sakit swasta di Blora. Namun naas nyawa korban tidak bisa tertolong, akhirnya meninggal dunia.
Kasat Reskrim mengimbau kepada warga agar berhati-hati jika bermain senjata.
“Jangan sampai ada lagi korban berikutnya,” tegasnya. (*)

Koran Lokal Terpercaya