Baru Setahun Dibangun, Drainase di Desa Gedebeg-Ngawen Ambrol

BLORA.-

Drainase di Dukuh Pucung, Desa Gedebeg Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora mendadak ambrol akibat tidak mampu menahan beban air yang mengalirinya. Padahal, drainase yang dibiayai dengan Dana Desa senilai Rp 167.824.000,- itu baru dibangun pada Tahun 2021 lalu.

Seorang tokoh warga setempat mengatakan, rapuhnya bangunan drainase di Dukuh Pucung itu selain karena perencanaan yang kurang matang juga kualitas bangunannya yang sangat rendah.
Tidak segera ditanganinya kerusakan drainase mengakibatkan jalan menuju sawah ambles hingga 1 meter akibat terkena tumpahan air dari drainase yang ambrol tersebut.

“Ini jalan satu-satunya yang dilewati petani untuk menuju sawah, dan sekarang terganggu karena nyaris tidak bisa dilewati lagi,” ujar Iskak, warga setempat.

Hal senada juga disampaikan Sutrisno, bahwa kondisi seperti ini perlu segera ada tindakan dari pemerintah desa. “Kudune dalan iki ndang dibangun, kalau gak dibangun khawatire malah pedhot,” tandas warga Pucung itu.

Sementara itu Kades Gedebeg Sumarwan ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa terkait pengerjaan proyek itu sudah sesuai RAB. “Kalau masalah putusnya bangunan drainase itu murni bencana alam,” katanya. (*)

Rayakan Natal, Gereja GKJTU Jemaat Ngawen Ajarkan Anak-anak untuk Berbagi Makanan

BLORA.-

Minggu (25/12/2022), Gereja GKJTU Jemaat Ngawen melaksanakan ibadah Natal anak sekolah minggu dengan berbagai acara untuk merayakan Natal 2022 dan menyambut Tahun Baru 2023.
Dengan berkeliling desa mengunakan kereta kelinci anak sekolah minggu memanfaatkan momen natal kali ini untuk berbagi snack kepada anak-anak di setiap jalan yang dilalui. Rute kereta kelinci mengelilingi Desa Pengkolrejo, Ngebruk, dan kembali ke tempat gereja yang menjadi awal start.

Koordinator Majelis sekolah minggu Yani Yuwono, koordinator sekolah minggu Maryati, Ketua Natal Mimin Suci Nugraha dalam keterangannya mengatakan, bahwa acara ini untuk peringatan lahirnya sang juru selamat, manusia yang telah menebus dosa manusia dan juga termasuk anak-anak ini.

Pada kesempatan itu hadir dari pihak kepolisian dalam hal ini Bhabinkabtibmas Purwanto, juga dari anggota Koramil Ngawen Suro, juga rekan-rekan Babinsa yang lain.

Dengan tema “Jalan serta Yesus…” ketua natal menjelaskan, bahwa dengan berbagi makanan dimaksudkan untuk melatih anak untuk memiliki kepedualian sosial. Sesuai tema PGI Matius 2:12.
Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

“Untuk menanamkan sejak dini kepada anak untuk jalan serta Yesus di setiap langkahnya mentaati firman Tuhan,” kata Mimin sambil mengarahkan anak anak. (*)

Bupati Blora Minta CSR 2023 Menyasar Ketahanan Pangan

BLORA.-

Bupati Blora Arief Rohman dalam sambutan singkatnya pada acara FGD CSR perusahaan di Blora yang dilaksanakan di Gedung Bapedda, Rabu (21/12/2022) memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada perusahaan pemberi CSR.
“Saya mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada perusahaan yang telah memberikan CSR. Kedepan saya berharap CSR lebih diarahkan pada kegiatan pemberdayaan, selain untuk kegiatan termasuk hiburan di HUT Blora,” ujar Bupati.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, Blora masih memiliki berbagai tantangan dan persoalan perlu diselesaikan. Seperti pengentasan kemiskinan, hingga penguatan sektor pertanian dan peternakan. Akhir-akhir ini juga tengah terjadi fenomena gagal panen sejumlah kecamatan berdampak kondisi ekonomi petani.
“Ini ada fenomena di beberapa kecamatan, daerah penghasil pangan. Di Kedungtuban misalnya, pertaniannya banyak gagal panen, ternyata setelah diteliti berkaitan kondisi tanahnya, bahkan tunggakan kredit petani di bank ini nilainya miliaran gara-gara gagal panen,” paparnya.
Arief berharap agar 2023 nantinya agar program CSR dari perusahaan ini bisa menyasar ketahanan pangan. Ia meminta agar sektor pertanian dan peternakan didampingi, termasuk pemberdayaan masyarakat.
“Saya mengajak inovasi-inovasi, potensi peternakan program 2023 sektor peternakan dan pertanian menjadi basis masyarakat,” katanya.
Sementara itu Sekda Blora Komang Irawadi, dalam forum tanya jawab sepakat atas masukan dan mohon keterlibatan elemen masyarakat dalam perencanaan CSR selain Bappeda.
“BUMD Blora harus memberi contoh dan menyampaikan CSR secara terbuka. Kalau belum habis segera sampaikan ke Forum Sosial Perusahaan. Selain itu, skema pengelolaan CSR lebih susah jika harus masuk DPA APBD. Dan lebih simple jika skema CSR dikelola forum,” ujarnya. (*)

Migas, Kutukan buat Blora

NATURAL Resource Curse atau kutukan sumber daya alam (SDA) adalah sebuah istilah paradoks dari blessing yang biasanya melekat dengan kepemilikan SDA. Mengapa demikian? Ini terkait dengan fenomena dimana daerah yang kaya akan SDA tidak serta merta menjadi daerah yang makmur. Namun sebaliknya, justru bisa menjadikan kutukan bagi pemiliknya.

Kekayaan alam yang dieksploitasi dan diharapkan memberikan manfaat bagi masya-rakatnya, kadangkala ternyata tidak sebanding dengan dampak negatif yang diakibatkan dalam proses ekploitasinya. Diantaranya, selain dampak terhadap lingkungan—tidak jarang kekayaan SDA ini juga memicu adanya konflik sosial, seperti konflik lahan dengan masyarakat sekitar, serta dampak lain seperti adanya kesenjangan pem…
Terbukti kutukan ini terjadi di Blora, kabupaten yang terkenal dengan kekayaan SDA Migas juga SD Hutan. Dengan 50% luas kabupaten terdiri dari hutan jati yang konon adalah pohon jati terbaik di dunia, namun berdasarkan Sensus Penduduk 2022 angka kemiskinan di Blora di atas angka kemiskinan Nasional dan Jawa tengah. Demikian juga dengan angka Pengangguran dan stunting/gizi buruk. Hal ini kontradiktif dengan kekayaan SDA Migas yang dimiliki Blora. Karena dari Migas Blok Cepu mampu menjadi peringkat pertama penyumbang Lifting minyak Nasional (30%) belum dengan Gas dari Blok Cepu dan Sumber Menden.
Yang menarik, pendapatan SDA ini justru dinikmati secara dominan oleh pemerintah pusat dan perusahaan asing yaitu Exxon.
Pusat selain dapat lifting minyak yang berarti income dan pajak yang masuk ke Kemenkeu. Pusat juga dapat bagi hasil melalui kepemilikan 45% saham Blok Cepu melalui Pertamina EP Cepu. Dan PEPC adalah penyumbang la-ba terbesar dalam laba tahunan Holding Pertamina selama beberapa tahun terkahir.
Sedangkan Exxon sebagai operator juga memiliki 45% saham Blok Cepu mendapatkan income dari cost recovery dan bagi hasil. Dan menjadi salah satu perusahaan peringkat atas di AS.
Kutukan jelas didapat oleh Blora sebagai pemilik SDA Migas yang hanya dapat bagian kecil dari Participating Interest karena harus sharing deng-an Investor. Dan Blora baru akan dapat DBH Migas tahun depan, setelah perjuangan panjang hingga JR ke MK. Itupun pasca revisis UU HKPD cuma dapat 1/7 dari 3% karena harus berbagi dengan 6 kabupaten di Jatim yang berbatasan dengan mulut sumur.
Parahnya lagi saat realisasi CSR sebagai bentuk pertanggung jawaban sosial perusahaan migas, ternyata angkanya jauh dari ekspektasi bahkan gelap.
CSR sesuai UU adalah laba perusahaan yang wajib diberikan ke masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial perusahaan. 2% itu diambil dari laba dan bukan masuk elemen biaya perusahaan. CSR itu kewajiban perusahaan, terutama perusahaan SDA seperti Pertamina dan Exxon. Maka wajar jika jadi pertanyaan dan kekecewaan publik jika CSR tidak muncul angka, seperti dalam FGD CSR di Bappeda Blora Rabu (21/12) lalu.
***

Kades Kendung, Padangan Pingsan saat Ikuti Pelantikan Serentak

BOJONEGORO.-

Seorang kepala desa jatuh pingsan saat mengikuti pelantikan serentak gelombang 1 bertempat di Pendopo Pemkab Bojonegoro pada Rabu (13/12/2022).
Diketahui yang pingsan adalah Pujianto, Kepala Desa Kendung Kecamatan Padangan. Diduga Pujianto pingsan lantaran tubuhnya drop karena belum sarapan saat menghadiri undangan pada pada pukul 06.00 WIB.
Petugas kesehatan yang ada langsung membawanya ke Rumah Sakit Aisyah Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan.
Sementara, acara pelantikan tetap dilanjutkan. Sebanyak 33 kepala desa yang terpilih pada Pilkades seretak gelombang 1 tahun 2022 kemudian diambil sumpah jabatan dan lantik langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah.
Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan selamat kepada kepala desa yang terpilih pada Pilkades serentak gelombang 1 tahun 2022.
Menurutnya, saat ini Pemkab Bojonegoro tengah mendorong untuk percepatan pembangunan tingkat desa melalui berbagai progam bantuan yang gencar diberikan untuk pembangunan fisik dan progam beasiswa rekognisi pembelajaran lampau (RPL) Desa.
“Peningkatan percepatan tingkat desa pastilah tidak lepas dari peran kepala desa termasuk berkaitan dengan program RPL Desa,” ujarnya
Tahun depan, lanjut Anna, Pemkab Bojonegoro berencana akan meneruskan beasiswa pendidikan S2 lanjutan program RPL sebelumnya, hal tersebut dimaksudkan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Maka kita harus saling support serta mendorong satu sama lain, agar percepatan pembangunan desa bisa menjadikan Bojonegoro menjadi kabupaten yang maju,” pungkas Bupati Bojonegoro. (*)

Adakan Pertemuan di Cikeas, PKS dan Demokrat Semakin Memperkokoh Kebersamaan

JAKARTA.-

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan silaturahim Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera KH. Salim Segaf Al-Jufri di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Rabu (21/12/2022).

Pertemuan kedua petinggi partai ini, berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Acara silaturahim diawali makan malam dengan menu nasi goreng racikan SBY.

“Ini silaturahim antara dua sahabat untuk memperkokoh kebersamaan Partai Demokrat dan PKS dalam perjuangan politik ke depan,” kata Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, usai mendampingi SBY mengantarkan tamu-tamunya pulang.

Pertemuan berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 19.30 hingga pukul 21.30 WIB. Baik SBY maupun Salim Segaf Al-Jufri didampingi sejumlah elite Demokrat maupun PKS.

“Kami membahas berbagai isu terkini yang menjadi perhatian rakyat, bahkan juga perhatian dunia internasional. Ini termasuk isu penundaan Pemilu yang belakangan dihembuskan lagi,” pungkas Teuku Riefky, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI. (*)

Ibu adalah Wanita yang Tak akan Terlupakan hingga Akhir Hayat

BLORA.-

Sosok Ibu tak akan bisa tergantikan hingga kapanpun, dan dimanapun keberadaannya tetap selalu diingat. Kita tak akan bisa terlahir ke dunia ini tanpa seseorang Ibu yang tak pernah meminta balas budi.
Diana, warga Desa Kunden, Kecamatan Blora mengatakan, bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember adalah hari kebanggaan bagi kita semua sebagai anak dan sebagai Ibu.
“Kalau tidak ada Ibu maka saya tidak akan pernah terlahir di dunia. Selama 9 bulan kita berada di dalam perut Ibu hingga akhirnya keluar dari rahim,” ujarnya, Kamis (22/12/2022).
Menurut Diana, seorang Ibu tidak pernah menuntut kebaikan atas semua yang telah dilakukan. “Di Hari Ibu ini mari berdoa bersama untuk Ibu kita, baik yang masih hidup ataupun sudah meninggal dunia. Jasa dan pengorbanan Ibu yang tiada tara tidak bisa tergantikan oleh apapun,” ucap Diana. (*)

Galian C Ilegal Marak, Aparat Hukum di Blora Terkesan Tutup Mata

BLORA.-

Maraknya penambangan ilegal galian C di Blora sangat merugikan pengusaha tambang yang memiliki izin resmi. Selain itu, tambang ilegal sangat mengganggu ketenangan serta kenyamanan warga.
Seperti yang terjadi di Desa Soko Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, aktivitas penambangan ilegal telah mengakibatkan kerusakan jalan.
Dari informasi di lapangan, setiap harinya ada 30 truk bermuatan tanah yang akan dikirim ke berbagai kabupaten, salah satu tujuan adalah Kabupaten Pati.
Sementara saksi mata sebut saja Rofik mengatakan, bahwa dengan adanya tambang ilegal tersebut selain sangat merusak Jalan dapat juga mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor.
Menurut Rofik, sampai hari ini belum ada pihak terkait yang turun ke lapangan untuk mengecek keberadaan tambang ilegal tersebut, seolah aprat penegak hukum tutup mata.
“Tambang ilegal ini jelas merugikan APBD Blora jika tidak segera ditindak,” ujarnya, Selasa (22/12/2022).
Masih menurut Rofik, ada oknum yang mengambil keuntungan untuk diri sendiri yang ikut bermain serta mendapatkan atensi.
“Semoga pihak terkait dibantu Aparat Penegak Hukum dengan dibantu masyarakat agar segera melakukan tindakan,” tandas Rofik. (*)

FGDN Pati Bersatu Gelar Diskusi dengan Tema “Lestarikan Pegunungan Selatan dan Utara Jawa”

PATI.-

Forum Group Discusion Nasional (FGDN) Pati Bersatu dalam tema “Lestarikan Pegunungan Selatan dan Utara Jawa” yang dilaksanakan di Ruang Penjawi Setda Kabupaten Pati, Rabu (21/12/2022) berlangsung hangat dan penuh semangat.
Acara dihadiri oleh Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Anggota DPR RI dari Komisi II Riyanta, dan beberapa Narasumber dari Dinas ESDM, Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Tengah, DPRD Kabupaten Pati, dan Kepala Desa Sukobubuk Saman SH. MH.
Dalam sambutannya Pj Bupati berharap Forum diskusi tersebut dapat memberikan sumbangsih terkait permasalahan yang dihadapi yaitu terkait alih fungsi hutan yang tidak sebagaimana mestinya, serta perlunya masukan dari para akademisi, kementerian, serta pihak terkait menuju Pati yang lebih baik,terangnya.
Sementara Saman SH.MH Kepala Desa Sukobubuk yang juga penggagas Perhutanan Sosial di Jawa Tengah berharap, bahwa program perhutanan sosial ini akan terus berlanjut karena program ini adalah sangat bagus, hanya saja harus ada pendampingan dan persamaan visi dan misi bersama.
“Karena sebenarnya telah terjadi salah kaprah dan salah penafsiran dari penggarap itu sendiri terkait perhutanan sosial, yang mana calon penggarap hanya asal tebang untuk mendapatkan luas garapan sebanyak mungkin tanpa memperhatikan kelestarian dari tanaman keras yang ada,” ujarnya.
Saman mencontohkan di daerahnya, luas 1 ha apabila ditanami buah alpukat dengan jarak 6 – 8 meter, akan muat antara 200 sampai 220 batang pohon Alpukat. “Bayangkan jika 1 pohon alpukat buahnya laku 1 Juta/ pohon, maka masyarakat sekitar hutan akan bisa sejahtera dan jauh dari kata miskin,” tandasnya.
Berbeda dengan pendapat Saman, Ketua POKDARWIS Kabupaten Pati, Sukrisno mengusulkan untuk pemerintah Kabupaten Pati agar segera mencanangkan “Gemar Selingkuh” yaitu Gerakan Masyarakat Senang Lingkungan Hidup. Hal ini sudah dia terapkan di Lingkungan Sukrisno sendiri yaitu di daerah Duren Sawit dan Beketel.
Selain ditanami tanaman keras, Sukrisno memilih tanaman nanas madu, selain kapulaga dan serai. Tanaman ini terbukti ampuh untuk mengurangi bahkan menanggulangi musibah banjir di daerahnya.
Selain harga bibitnya yang murah, menurut Krisno untuk 1 ha lahan dapat di tanami 6000 pohon nanas madu. “Dan, hanya sekali tanam untuk seumur hidup,” pungkasnya.
Sementara aktivis peduli pegunungan Kendeng, Slamet menyoroti masalah Galian C / penambangan liar yang seakan mendapat angin segar atau adanya pembiaran dari Aparat Penegak Hukum selama ini.
Menurutnya, tidak sebanding apa yang dihasilkan dari kegiatan penambangan di daerah Sukolilo dengan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut.
“Saya berharap adanya tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum terhadap kegiatan ilegal tersebut dan tidak perlu ada pandang bulu siapa backing dibalik kegiatan Tambang ilegal ini,” katanya.
Menanggapi hal itu Riyanta Anggota DPR RI dari Komisi II mengajak semua pihak untuk ikut memanfaatkan program-program bagus dari pemerintah.
“Kita jangan hanya jadi penonton, kita sebagai pribumi jangan kalah dengan warga keturunan (dalam tanda kutip). Terkait Perijinan kalau bisa dipermudah jangan dipersulit, dan kita tidak perlu menyalahkan satu dengan yang lain, kita harus mencari solusi dari Permasalahan tersebut,” ujar Riyanta.
Terkait backing aparat yang menjadi sorotan media beberapa saat lalu Riyanta mengatakan, bahwa proses tersebut sudah sampai Irwasda. “Bahkan bila perlu kita teruskan ke Irwasum dan Presiden Bila Perlu,” tandasnya.
Acara yang digagas oleh PT. Media Jurnalis Sabdo Palon dan dihadiri oleh Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh LSM dan pimpinan media serta Assosiasi Media Kabupaten ini diharapkan nantinya daerah pegunungan kapur Kendeng Wilayah kabupaten Pati bisa dikelola bersama-sama antara masyarakat wilayah hutan, Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, Kabupaten, sehingga bisa menambah Pendapatan Negara.
“Sehingga bisa menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup,” pungkasnya. (*)

Bimtek Keprotokolan dan MC di Desa Nglungger, Kradenan Diikuti Perades, BPD, dan PKK

BLORA.-

Selama tiga hari sejak Senin (19/12/2022), kegiatan pelatihan keprotokolan dan Master of Ceremony (MC) yang diikuti oleh perangkat desa, BPD, PKK, dan Lembaga desa lain digelar di Balai Desa Nglungger Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.
Pelatihan dihadiri oleh Bagian Prokompim Setda Blora M. Syukron, Dinas Kominfo Kabupaten Blora Tya Aristya, Kasi Pemerintahan Kecamatan Kradenan Kasdi S.Sos, dan Stap Kantor Kecamatan Kradenan Kiswati.

Di hari pertama Kasdi S.Sos selaku nara sumber menyampaikan beberapa materi terkait protokol atau MC yang harus diketahui dan apa yang harus dipersiapkan oleh peserta Bimtek, diantaranya koordinasi dengan penyelenggara acara.

“Menguasai materi, melaksanakan gladi bersih, hadir tepat waktu, memiliki kepercayaan diri, Komunikatif, fleksibel dan adatip, mampu mengolah suwara dengan baik,Memiliki pengetahuan yang baik dan luas,Kreatif inisiatif serta mampu berpikir cepat dan tepat,” tutur Kasdi.

Pada hari ketiga diadakan praktek langsung oleh masing-masing peserta dan sekaligus ditutup oleh Kepala Desa Nglungger, Nursaian.
Kades Nursaian mengatakan, setelah diadakan bimtek protokol selama tiga hari tentunya banyak manfaat bagi para perangkat dan ibu PKK dan peserta yang lain.

“Memang agak sulit karena kadang pakai bahasa Jawa, aku sendiri juga merasa sulit,” cetus Nursaian.

“Tapi kalau kita sungguh-sungguh tetap akan mampu menguasai dan bisa menjadi protokol / MC yang baik,” pungkasnya. (*).

Koran Lokal Terpercaya