Arsip Tag: Drainase Ambrol

Belum Genap Dua Bulan, Drainase Jalan Peting Sumber sudah Hancur

BLORA.-

Belum genap dua bulan, tepatnya baru berumur satu setengah bulan, drainase Jalan Sumber peting sudah hancur. Selain tidak sesuai spek, diduga dalam pengerjaannya dilakukan dengan asal-asalan. Akibatnya, setelah diguyur hujan beberapa hari saja langsung ambrol.

Sesuai infomasi dalam papan proyek, pembangunan drainase dilaksanakan oleh PT Sendang Kencana Abadi dalam paket proyek peningkatan jalan Peting Sumber Balong Menden.

Tim LSM Pemantau Keuangan Negara (PKN) yang diwakili Munandir dan Sawut sempat menemui mandor pelaksana, Markum dan Roni pada awal pengerjaan yaitu tanggal 31 Agustus 2022. Tim PKN memberi saran agar pengerjaannya sesuai dengan spek pembangunan drainase.

“Roni selaku mandor juga berjanji memberi jembatan kecil (brug) di depan rumah yang terkena dampak drainase,” ujar Munandir.

“Namun saya dapat informasi dari masyarakat Sumber, bahwa 6 unit jembatan kecil itu pada tanggal 2 Januari 2023 telah hancur rusak,” tambah Munandir.

Tim PKN yang pada Rabu (4/1) lalu investigasi ke lapangan juga mendapat pengaduan dari warga (terdampak) yang belum dibuatkan jembatan kecil di depan rumahlnya. Padahal mandor sudah berjanji ketika sosialiasi di rumah Kadus.

“Padahal dalam sosialisasi yang diadakan di Kadus, setiap rumah dapat 6 biji cor buat brug, namun tidak semuanya mendapatkan sejumlah itu. Bahkan ada warga yang belum dapat sama sekalil,” tandas Munandir.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum mendapat konfirmasi dari Roni selaku pelaksana maupun PT Sendang Kencana Abadi selaku pelaksana proyek.

Setelah dilakukan koordinasi dengan Kadus, Babinkamtibmas, dan Babinsa, disepakati pada 5 Januari 2023 disepakati cor yang masih dalam pengeringan dibagi rata kepada warga yang membutuhkan. (*)

Baru Setahun Dibangun, Drainase di Desa Gedebeg-Ngawen Ambrol

BLORA.-

Drainase di Dukuh Pucung, Desa Gedebeg Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora mendadak ambrol akibat tidak mampu menahan beban air yang mengalirinya. Padahal, drainase yang dibiayai dengan Dana Desa senilai Rp 167.824.000,- itu baru dibangun pada Tahun 2021 lalu.

Seorang tokoh warga setempat mengatakan, rapuhnya bangunan drainase di Dukuh Pucung itu selain karena perencanaan yang kurang matang juga kualitas bangunannya yang sangat rendah.
Tidak segera ditanganinya kerusakan drainase mengakibatkan jalan menuju sawah ambles hingga 1 meter akibat terkena tumpahan air dari drainase yang ambrol tersebut.

“Ini jalan satu-satunya yang dilewati petani untuk menuju sawah, dan sekarang terganggu karena nyaris tidak bisa dilewati lagi,” ujar Iskak, warga setempat.

Hal senada juga disampaikan Sutrisno, bahwa kondisi seperti ini perlu segera ada tindakan dari pemerintah desa. “Kudune dalan iki ndang dibangun, kalau gak dibangun khawatire malah pedhot,” tandas warga Pucung itu.

Sementara itu Kades Gedebeg Sumarwan ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa terkait pengerjaan proyek itu sudah sesuai RAB. “Kalau masalah putusnya bangunan drainase itu murni bencana alam,” katanya. (*)