Peras Kepala Desa, Wartawan Gadungan Ditangkap Polres Pemalang

PEMALANG.-

Mengaku sebagai wartawan, dua pria berinisial D (45) dan NE (42) mengancam serta memeras seorang kepala desa (kades) di Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Keduanya dibekuk jajaran Satreskrim Polres Pemalang.
Korban M, selaku kepala desa yang bertanggung jawab atas pembangunan proyek jalan desa pada bulan Desember 2022. Kedua tersangka mempermasalahkan adanya retakan pada bagian pinggir jalan rabat beton dengan panjang sekitar 30 centimeter.
“Kedua tersangka mengaku sebagai wartawan, lalu mengancam korban akan memuat informasi keretakan jalan tersebut di media sosial, cetak dan online, bila korban tidak memberikan sejumlah uang pada kedua tersangka,” kata Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo melalui Kasatreskrim, AKP Ferry Sihaloho di Media Center Wicaksana Laghawa, Kamis (12/01/2023).
Kedua tersangka mendatangi korban setelah proyek jalan selesai. Karena korban merasa terancam, M memberikan sejumlah uang pada kedua tersangka secara bertahap.
Korban memberikan uang pada tersangka pada tanggal 2 Januari 2023 senilai Rp 600 ribu. Lalu pada tanggal 5 Januari 2023 memberikan uang senilai Rp 500 ribu.
Hingga Senin (9/1/2023), kedua pelaku menghubungi kembali korban dengan alasan dana kurang. Hingga akhirnya korban memberikan uang Rp 1 juta pada kedua tersangka yang mengaku dari RI.
“Warga yang melihat korban memberikan uang pada tersangka dan mencurigai aktivitas tersebut, kemudian melaporkan pada personil Polres Pemalang yang sedang patroli di sekitar tempat kejadian perkara (TKP),” kata Kapolres Pemalang.
Polres Pemalang telah mengamankan kedua tersangka beserta barang bukti untuk diproses lebih lanjut. Kedua tersangka dikenakan pasal 368 dan atau 369 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (*)

Pamit Mencari Rumput, Warga Ngampon-Jepon Ditemukan sudah Meninggal di Persilan Jagung

BLORA.-

Sarmin (58), warga RT 1/3 Desa Ngampon Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Rabu (11/1/2023) ditemukan sudah meninggal di tengah persilan tanaman jagung.
Kapolsek Jepon Polres Blora AKP Ramin menjelaskan bahwa korban berangkat dari rumah pada Rabu (11/1) sekira pukul 14.00 WIB untuk mencari rumput dengan menggunakan sepeda motor VEGA R warna biru silver No. Pol. K-2561-RE menuju Desa Bangsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora.
“Korban tak kunjung pulang, menjelang Magrib sekira pukul 18.00 WIB, menantu dan anak korban berusaha mencari keberadaan hingga di persilan Dukuh Bangsri,” terang AKP Ramin.
Kapolsek Jepon menambahkan sang menantu akhirnya mendapati sepeda motor Vega R sekira pukul 20.00 WIB, korban terbaring ditengah persilan (jalan setapak) tengah tanaman jagung. Kemudian menantu teriak-teriak minta tolong hingga warga berdatangan.
“Mendengar teriak minta tolong, warga berdatangan dan menemukan korban sudah tidak bernyawa di persilan tanaman jagung. Warga melapor ke pihak desa dan menyampaikan ke Polsek Jepon Blora,” imbuh AKP Ramin.
Kapoksek AKP Ramin menerangkan petugas bersama tim medis datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekira pukul 20.30 WIB. Hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda tanda luka maupun aniaya. Diduga korban meninggal akibat serangan jantung.
“Keterangan dari pihak keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit jantung, terakhir periksa di Klinik Jantung RSUD Blora pada Rabu (11/12/2023) lalu.
Keluarga iklas menerima dan kematian korban karena serangan jantung,” kata Kapolsek AKP Ramin. (*).

Peternak di Kecamatan Jiken Diajari Cara Antisipasi Suspek PMK Sapi

BLORA.-

Merebaknya suspek PMK di Kabupaten Blora membuat Pemerintahan Kecamatan Jiken mengambil langkah cepat dengan melakukan sosialisasi kepada peternak dengan mendatangkan dokter hewan dari Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan Dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora.

Petugas dari Dinas P4, drh Rasmiyana mengatakan, bahwa virus suspek PMK penularannya sangat cepat. “Virus ini hanya menyerang kepada hewan ternak berkuku belah gelap, seperti sapi, kambing, babi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menurut Rasmiyana, gejala sapi terpapar PMK diantaranya air liur yang berlebihan, hidung juga keluar leleran cairan, sapi hilang nafsu makan, kaki pincang, luka pada tracak, juga ada luka di bagian hidung melepuh, teropeng, yang juga terjadi pada bagian lidah dan gusi.

“Penularan penyakit ini sangat cepat bisa terjadi jika ada kontak langsung hewan yang terinfeksi dengan hewan yang sehat,” tambah Rasmiyana.

Menurut Rasmayana, kontak tidak langsung bisa terjadi melalui petugas atau orang yang merawat hewan tersebut. “Penularan juga bisa terjadi melalui udara, namun kemungkinananya agak kecil.

Apabila suspek PMK menyerang pada sapi perah, maka produksi susu berkurang drastis. Sementara jika menyerang sapi lokal maka sapi yang menyusui air susunya akan berkurang dan bisa membuat anak sapi akibat kurang minum susu.

Masih menurut Rasmayana, penyakit ini hanya bisa di kendalikan namun tidak bisa diobat dengan cara mengobati luka infeksi yang mengikuti virus ini. “Yang bisa mengobati dari virus ini cuma dari antibodi dari hewan itu sendiri,” tandasnya.

Camat Jiken Joko Lelono, SE kepada wartawan mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari Dinas P4. “Karena di wilayah Jiken banyak wabah sapi, dan untuk mengantisipasi wabah ini perlu dilakukan sosialisasi,” ujarnya.

“Efek dari penyakit ini salah satunya infertilitas yaitu sapi mengalami sulit sekali untuk mengandung atau hamil. Dengan bahasa umum majeerr,” tandas Joko. (*)

Rekreasi, Resep Awet Muda dan Bahagia bagi Wredatama Blora

BLORA.-

Dampak Virus Bahagia dan Sehat (BS) yang ditebarkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam Musyawarah PWRI Jateng beberapa waktu lalu di Hotel Khas Semarang ternyata telah memberikan inspirasi dan motivasi bagi para pengurus PWRI baik di tingkat kelurahan, kecamatan maupun kabupaten.
Hal itu terlihat pada hari Minggu 8 Januari 2023 lalu, pengurus PWRI dari kelurahan dan kecamatan telah tergerak hati mereka untuk mengajak para anggotanya untuk berekreasi ke tempat tempat wisata. Baik tempat wisata lokal maupun wisata di luar Kabupaten Blora.
Karena di Kabupaten Blora sendiri juga banyak potensi wisata yang bisa dikunjungi sebagai tempat rekreasi mulai dari wisata Waduk Tempuran, Goa Terawang, Gua Sentono, waduk Greneng, wisata Bukit Kunci, Bukit Serut, Bendung Randu Gunting, Gunung Manggir, Heritage Trainz Loco Tour hingga wisata Sumur Minyak Tua.
“Kemarin pada Hari Minggu 8 Januari 2023 PWRI Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora telah melaksanakan rekreasi di daerah wisata Solo dan Kabupaten Karanganyar,” kata Ketua PWRI Kelurahan Karangjati Blora, Edy Widodo, Rabu (11/1/2023).
Dijelaskannya, terselenggaranya kegiatan rekreasi tersebut didukung dari dana swadaya para anggota yang secara sukarela berminat untuk menghibur diri di tempat wisata bersama keluarga, para anggota lain dan pengurus PWRI.
Karena sejak pandemi Covid-19 selama lebih dari dua tahun aktivitas rekreasi vakum. Disamping itu kegiatan rekreasi ini sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas diri dari para wredatama dan untuk menciptakan guyub rukun serta rasa kekeluargaan dan persaudaraan agar tetap sehat dan bahagia.
Bisa dibayangkan selama perjalanan sejak dari Blora sampai ke tempat wisata di dalam bus dihibur dengan lagu-lagu nostalgia dan lagu masa kini lewat karaoke yang dinyanyikan oleh para peserta rekreasi.
Sesekali masih diselipi geguyonan dan candaan yang membuat suasana makin gayeng dan menghibur.
Berbagai ungkapan mengemuka dari peserta yang mengikuti wisata secara swadaya. Ada yang mengatakan bahwa rekreasi di tempat wisata membuat hati senang karena dapat menyalurkan uneg-uneg dan budaya selfi dengan latar belakang yang menarik, indah dan mengesankan.
“Bahkan, rekreasi ternyata bisa melupakan sejenak beban hidup dan dapat untuk mengatasi stres serta mengurangi rasa cemas karena rutinitas kehidupan yang menjenuhkan,” jelas Edy Widodo.
Namun, menurut berbagai hasil penelitian kegiatan rekreasi bagi para wredatama adalah langkah yang bijak dan cerdas karena memberikan berbagai manfaat, di antaranya mampu menimbulkan rasa kepuasan dalam hidup karena dengan berekreasi dapat menyeimbangkan antara harapan dan realita yang menyadarkan bahwa dalam kehidupan ternyata alam telah menyediakan hiburan yang bisa membuat hidup penuh dengan kedamain dan rasa syukur.
Kemudian berwisata juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan mencegah tekanan daerah tinggi serta stroke.
Sementara itu, H Soekardi mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Blora yang kesehariannya sebagai pengurus PWRI Kabupaten Blora mengungkapkan bahwa bertamasya atau berekreasi adalah hukumnya wajib kalau ingin awet muda. Beliau membuktikan diri sendiri hampir setiap bulan sekali selalu mengadakan kunjungan ke tempat wisata bersama keluarga, saudara dekat dan teman-teman akrab.
Sampai saat ini sudah hampir 90 tahun masih aktif membaca, berorganisasi dan berbagi/sedekah. Apalagi berwisata sambil beramal jariah seperti beberapa waktu lalu dalam rangka memperingati hari Jadi Kabupaten Blora ke-273 Pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora bersama Bupati Arief Rohman telah melaksanakan aktivitas positif sambil berekreasi dan senam bersama di Bendung Randu Gunting juga melaksanakan kegiatan tebar ribuan bibit ikan.
Upaya dari para pengurus PWRI Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten untuk menggelorakan semangat sehat tanpa obat dan bahagia dengan berekreasi bersama di tempat wisata dapat memberi spirit bagi kita semua untuk menjalani kehidupan di tahun Kelinci air ini dengan harapan hidup makin S3, Sehat, Semangat dan Sejahtera. (*).

Kunjungi Randublatung, Istri Kapolres Blora Serahkan Bantuan Sembako untuk Guru TK Kemala Bhayangkari 52

BLORA.-

Ketua Bhayangkari Cabang Blora Jean Fahrurozi, Rabu (04/01/2023) melakukan lawatan ke Randublatung. Kedatangan istri Kapolres Blora beserta rombongan ke Randublatung pada hari itu mengunjungi TK Kemala Bhayangkari 52. Hadir pada acara itu Kapolsek Randublatung AKP Les Pujiyanto didampingi Kepala TK Kemala Bhayangkari 52 Randublatung Nika Septiningtya, beserta pengurus lainnya.

Orang nomor satu Bhayangkari Cabang Blora itu mengaku senang bisa bertemu dengan ketua dan para pendidik di TK Kemala Bhayangkari 52. “Saya ucapkan terima kasih kepada ibu Kepala TK Kemala Bhayangkari 52 dan ibu-ibu tenaga pendidik yang telah mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran dan memakai bahasa yang sederhana, serta mencintai anak-anak tanpa pilih kasih,” ucapnya.

Selanjutnya Ny. Jean Fahrurozi beserta rombongan melakukan ferivikasi di taman kanak-kanak itu sambil memberi petunjuk serta arahan apa yang menjadi kekurangan di dalam TK tersebut.
Jean berharap, Yayasan Bhayangkari di bawah naungan Polres Blora itu kedepannya mampu menciptakan inovasi dan edukasi melalui media permainan yang positif.

“Semoga kedepan TK Kemala Bhayangkari 52 Randublatung dapat menghasilkan anak-anak didik yang tangguh dan berprestasi,” pesannya.

Pada kesempatan itu Jean menyerahkan bantuan paket sembako kepada tenaga pendidik TK Kemala Bhayangkari 52 Randublatung. “Ini ada sedikit bantuan berupa paket sembako semoga bermanfaat dan dapat membatu meringankan beban ibu-ibu,”pungkasnya. (*)

Demokrat Kembali Tolak Keras Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, AHY: Jangan Sampai Hak Rakyat Dirampas

JAKARTA.-

“Kami Partai Demokrat sejak awal menolak dengan tegas wacana sistem Pemilu Tertutup Proporsional”. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada pertemuan para pimpinan Partai Politik terkait wacana sistem Pemilu Tertutup Proporsional, Minggu siang (8/1), di Hotel Dharmawangsa.

“Sekali lagi kami menolak sistem Pemilu Tertutup Proporsional, sehingga pertemuan hari ini menjadi penting. Kami mengapresiasi dan mendukung agar pembahasan tentang isu-isu kebangsaan seperti ini juga bisa kita lakukan dari waktu ke waktu,” ujar AHY.

Yang pertama, lanjut AHY, jangan sampai ada hak rakyat dalam kehidupan demokrasi ini yang dirampas. “Jika terjadi sistem pemilu tertutup, maka rakyat tidak bisa memilih secara langsung wakil-wakil rakyatnya. Padahal kita ingin semua menggunakan haknya dan tidak seperti membeli kucing dalam karung. Tentu kita berharap pada saatnya para wakil rakyat dan pemimpin yang terpilih benar-benar yang bisa membawa perubahan dan perbaikan,” lanjut AHY.

AHY berharap sistem terbuka proporsional bisa tetap dijalankan sesuai dengan undang-undang yang berlaku hari ini serta bisa menyambut pesta demokrasi Pemilu 2024 dengan seksama dan berjalan dengan baik.

“Yang kedua, secara internal Partai Politik juga perlu menjaga semangat yang tinggi dari seluruh kadernya, dengan sistem pemilu terbuka proporsional tentu kita berharap setiap kader partai politik juga punya ruang, punya peluang yang adil,” ucap AHY.

“Jangan sampai mereka yang berjibaku, berusaha, berjuang untuk mendapatkan suara kemudian rontok semangatnya karena berubah sistem. Kita ingin sekali lagi, yang terbaiklah yang bisa membawa aspirasi masyarakat luas,” imbuh AHY.

Ketum Partai Politik lain yang menghadiri pertemuan tersebut adalah Ketum Partai Gokar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PKS Ahmad Syaikhu, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Sedangkan Partai Nasdem diwakili oleh Sekjen Jhonnh G. Plate dan PPP diwakili oleh Waketum Amir Uskara. (*)

Terancam Longsor, Warga Pilang-Randublatung Tidak Pindah Rumah karena Tidak Ada Biaya

BLORA.-

Sudah beberapa minggu dihantui rasa takut akibat tanah longsor di samping rumah, pasangan suami istri Sukarji dan Siti Prihatin tetap bertahan di tempat tinggalnya. Warga RT.01/RW.07 Dukuh Bulakan, Desa Pilang Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora itu sebenarnya ingin pindah tapi tidak memiliki biaya, sementara sudah lapor ke perangkat desa setempat tapi hingga sekarang belum ada tindakan.
“Sebenarnya saya ingin pindah numpang di atas tanah milik saudara, tapi tidak punya biaya. Saya sudah lapor pamong tapi tidak ada respon,” ujar Siti Prihatin ketika ditemui wartawan, Sabtu (7/1/2023).
Menurut warga yang tinggal tidak jauh dari umah Siti, beberapa pekan lalu ada aparat yang datang ke lokasi tapi cuma mengambil foto. “Tapi sampai sekarang ya tidak ada kelanjutannya,” ujar pria yang minta namanya tidak dikorankan itu.
Longsor di wilayah RT.01/RW.07 Dukuh Bulakan tidak hanya kali ini terjadi tapi sudah tiga kali berturut-turut dalam tiga tahun terakhir. Longsor yang mengakibatkan rusaknya rumah pemukiman warga di Dukuh Bulakan akibat aliran sungai yang sangat deras.
Pada Tahun 2021, keluarga Warsini, warga RT 01 RW 07 harus memindahkan rumahnya ke tanah tegalan di Dukuh Bulakan. Sementara pada Tahun 2022, keluarga Yudi dan Karmijah juga harus pindah tempat dan ting-gal di atas tanah bengkok.
Siti berharap, Bupati Blora dalam hal ini dinas terkait segera mengerti dan memberi bantuan untuk kepindahan rumahnya ke tempat yang lebih aman. (*)

Honor Narasumber

Ada temuan mengejutkan pada APBD Blora Tahun 2023, yaitu anggaran honor narasumber untuk anggota dewan yang besarannya mencapai miliaran rupiah.

Honor narasumber? Ya, maksudnya jika seorang anggota dewan hadir untuk menyampaikan informasi pada kegiatan pemerintah maka akan mendapat honor.
Melaui video Tik Tok, salah seorang wakil rakyat mengakui bahwa honor untuk narasumber seorang anggota dewan adalah Rp 1 juta per jam. Diperkuat pernyataan kepala Dinas Pendidikan, untuk Tahun 2023, honor narasumber DPRD dianggarkan sebesar Rp 10 miliar. Berapa anggaran narasumber pada dinas yang lain? Tentunya bervariasi. Padahal, Yang terhormat para wakil rakyat setiap bulannya sudah mendapatkan hak berupa Gaji plus Tunjangan yang besarannya di atas 30-an juta per bulan tiap anggota.
Ternyata anggaran honor untuk narasumber DPRD ini sudah ada sejak Tahun 2021. Dari pengakuan beberapa anggota dewan ada yang bisa mengantongi 100 juta hingga 600 juta dalam satu tahun anggaran. Cukup fantastis.
Tentu saja anggaran ini mendapat sorotan tajam dari publik Blora hingga mengundang pertanyaan, keprihatinan serta kritikan keras dari banyak kalangan.
Meskipun ketua dewan berdalih bahwa honor narsum buat wakil rakyat ini sudah sesuai regulasi, akan tetapi publik merasa seharusnya Yang Terhormat anggota dewan juga mempertimbangkan banyak hal dalam memutuskan kebijakan terkait uang rakyat.
Cukupkah regulasi sebagai acuan dalam ploting anggaran? Apakah tidak ada pertim-bangan prioritas anggaran? Apakah masalah prioritas di Blora sudah cukup mendapat-kan anggaran? Bukankah fak-tanya Blora masih rekor dalam kemiskinan, pengangguran, gizi buruk yang tinggi di atas angka Nasional dan Propinsi.
Lalu apakah soal laten di Blora, yaitu infrastuktur jalan yang buruk sudah selesai? Sudah selesai dengan skema pinjaman daerah plus hibah kabupaten sebelah? Atau memang sudah disepakati selesai masalahnya dengan skema menurunkan status jalan yang rusak di down grade statusnya dari milik kabupaten menjadi milik desa. Apakah wakil rakyat tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. bahwa di bawah sedang marak lomba memancing dan menanam pohon di jalan-jalan rusak?
Termasuk apakah patut, wakil rakyat yang sudah dimanjakan bermacam PAD alias Pendapatan Anggota Dewan, lalu melupakan nasib ribuan honorer yang rela masuk kerja tiap hari dan hanya mendapatkan honor 150 – 250 ribu perbulan? Catat!!! perbulan lho, bukan 1,4 juta per jam.
Kesan egois dan tidak empati muncul sangat kuat, karena wakil rakyat secara terbuka dan terus ngeyel, menyatakan bahwa ini sudah sesuai aturan. Kentara sekali mereka hanya mementingkan diri sendiri. Serta memanfaatkan kewenangan budgeting yang mereka miliki untuk mengeruk uang rakyat demi memperkaya diri.
Terakhir, Apakah semua wakil rakyat punya kapasitas sebagai Narasumber sehingga pantas mendapatkan Honor besar? Ingat lho dengan tarif perjam. Kok kayak pemandu karaoke ya?
***

Anggarkan Honor Narasumber hingga Puluhan Miliar, Sukisman: DPRD Blora Ugal-ugalan

‘’Itu sudah sesuai aturan. Kalau tidak ada aturan ya tidak berani. Tegese (ketegasan) dalam kewajaran, kami juga belum pelaksanaan,” ujar ketua DPRD Blora, Dasum.

***
DPRD Kabupaten Blora sedang mendapat sorotan masyarakat lantaran para wakil rakyat itu diduga menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah untuk honor dirinya sebagai narasumber di sejumlah kegiatan di lingkungan Pemkab Blora.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Aunur Rofiq kepada awak media akhir Desember lalu mengatakan, bahwa anggaran untuk Narasumber DPRD Blora dalam APBD 2023 yang dititipkan ke Dinas Pendidikan, yaitu Rp 10 Miliar.
Selain 10 Miliar yang “dititipkan” pada Dinas Pendidikan, dalam APBD Blora Tahun 2023 juga ditemukan anggaran honor narasumber DPRD yang muncul pada dinas lain.
Terkait honor narasumber, Ketua DPRD Blora, Dasum menjelaskan bahwa regulasi peng-anggaran DPRD menjadi narasumber sudah diatur. Menurutnya, anggaran yang dititipkan di OPD masih wajar dan tidak banyak.
Sementara itu Sukisman, Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Blora mengkritik keras pengalokasian dana honorarium narasumber untuk anggota DPRD yang jumlahnya mencapai puluhan miliar.
“Ini sangat menyedihkan. Ketika ribuan tenaga honorer hanya dapat honor 150 s/d 250 ribu per bulan, 45 anggota dewan justru ugal-ugalan menganggarkan honor mereka puluhan Miliar. Padahal mereka sudah mendapat gaji dan tunjangan puluhan juta per bulan,” ungkapnya, Jumat (6/1/2023).
“Dewan jangan hanya bicara soal dasar regulasi yang membolehkan atau tidaknya saja. Honor narsum sebesar itu jelas melanggar asas efisiensi anggaran dan asas kepatutan,” tambahnya.
“Honor Narsum hingga puluhan miliar itu jelas suatu pemborosan anggaran dan melanggar asas efisiensi anggaran dan asas kepatutan. Karena masih banyak permasalahan di masyarakat yang butuh penanganan dan anggaran. Angka kemiskinan, pengangguran dan stunting di Blora masih tinggi, angkanya masih di atas angka nasional dan provinsi. Itu fakta,” pungkasnya. (*)

Club Voli Desa Klatak-Doplang Unggul dalam Grand Final Tunamen Bola Voli Pemersatu Cup 1 Desa Temulus

BLORA.-

Turnamen bola voli “Pemersatu Cup 1”, Kamis malam (05/01/2023) lalu memasuki babak final dengan mempertandingkan club bola voli Desa Sumber Kecamatan Kradenan melawan club bola voli desa Klatak Doplang di Lapangan Adipati, Desa Temulus Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora. Pertandingan dimenangkan oleh club Desa Klatak Doplang dengan skor (3-0).

Sebelum pertandingan dimulai ketua panitia turnamen bola voli Pemersatu Cup 1 M. Sujarto menghimbau kepada penonton dan para seporter agar bisa menahan diri.

“Saya selaku ketua panitia turnamen ini memohon kepada penonton dan suporter dari kedua klub masing-masing dimohon bisa menahan diri, khususnya para pemain agar menjaga sportivitas selama pertandingan,” pesan M. Sujarto.

Hadir dalam pertandingan malam itu , Forkopimcam Randublatung diantaranya Camat beserta Satpol PP, Dan Ramil beserta anggota, Kapolsek beserta anak buahnya, dan ribuan penonton, serta suporter dari kedua klub bola voli masing-masing.

Pada kesempatan itu Kapolsek Randublatung AKP Les Pujiyanto menekankan kepada para suporter maupan penonton jangan sampai terjadi gesekan penonton satu sama lain.

“Untuk menciptakan situasi aman dan kondusif, saya tekankan baik itu seporter maupun penonton agar menahan diri masing-masing,” ujar AKP Les Pujiyanto.

Usai pertandingan, Kades Temulus Hartono saat ditemui awak media menyampaikan banyak terima kasih kepada panitia maupun aparat TNI dan Polri, serta Satpol PP yang telah ikut mengamankan jalannya pertandingan final malam ini.

“Saya yang dituakan di Desa Temulus ini merasa senang, sekaligus bangga kepada anak-anak muda khususnya anak Karangtaruna yang kreatif dan inovatif sehingga mampu mengadakan event seperti,” ujarnya.

“Terimakasih juga kepada aparat keamanan yang telah ikut membantu selama turnamen mulai awal sampai akhir, sehingga final malam ini berjalan lancar, aman dan kondusif,” pungkas Hartono. (*).

Koran Lokal Terpercaya