Beranda blog Halaman 16

Dua Hari Menyusuri Kali Lusi, Duka Mengiringi Penemuan Delapan Santriwati Al Ma’un

0

Korandiva-BLORA.– Arus Sungai Lusi akhirnya menyerahkan seluruh kisah pilu yang terseret selama dua hari pencarian. Jumat (12/12/2025) sore, Tim SAR gabungan menemukan korban terakhir dari delapan santriwati Pondok Pesantren Modern (MBS) Al Ma’un yang sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran sungai tersebut.

Harapan yang sempat menggantung di sepanjang bantaran sungai itu harus berujung duka. Dari delapan santriwati, tiga berhasil ditemukan selamat, sementara lima lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tiga santriwati yang selamat ditemukan tersangkut di rumpun bambu, berpegangan pada apa saja yang mampu menahan derasnya arus. Sementara itu, lima korban lain ditemukan tak bernyawa di sejumlah titik sepanjang Sungai Lusi, sebagian berjarak cukup jauh dari lokasi awal mereka dilaporkan terseret.

Tragedi ini bermula dari aktivitas yang biasa dilakukan anak-anak bantaran sungai: mencari kerang. Delapan santriwati MBS Al Ma’un siang itu berada di sekitar aliran Sungai Lusi. Namun, kebiasaan yang tampak sederhana berubah menjadi petaka ketika salah satu santri terpeleset ke bagian sungai yang dalam.

Tujuh teman lainnya yang panik refleks berusaha menolong. Arus sungai yang mendadak deras dan kedalaman air yang tak terduga membuat mereka justru ikut terseret, satu per satu, tanpa sempat menyelamatkan diri.

Sejak kejadian itu, Sungai Lusi menjadi saksi kerja tanpa henti tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta para relawan. Penyisiran dilakukan dari hulu hingga hilir, menyusuri aliran sungai, menembus rimbunnya bambu dan derasnya arus air.

IMG 20251214 WA0017

Titik terang muncul ketika seorang warga yang tengah memotong bambu menemukan sesosok jenazah santriwati, sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Penemuan itu menjadi awal terungkapnya keberadaan korban lain dan mempercepat proses evakuasi.

Seluruh korban meninggal dunia kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Blora. Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, menyampaikan bahwa proses visum dan identifikasi segera dilakukan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Setelah visum selesai, kelima jasad korban kami serahkan kepada orang tua masing-masing untuk dibawa pulang dan dimakamkan,” ujarnya.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, Mulyowati juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan kerja keras tim selama dua hari, seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan,” pungkasnya.

Sungai Lusi pun kembali mengalir tenang. Namun, bagi keluarga korban dan warga sekitar, aliran itu kini menyimpan cerita duka yang tak mudah dilupakan. (*)

Jejak Sejarah dalam Arak-arakan Kirab Budaya Hari Jadi ke-276 Blora

0

Korandiva-BLORA – Sejak pagi, denyut Kota Blora terasa berbeda. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan utama, Sabtu (13/12/2025), untuk menyaksikan Kirab Budaya Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora. Di bawah tema “Nyawiji mBangun Blora, Akur, Makmur, Misuwur”, kirab ini menjadi panggung hidup yang merangkai sejarah, budaya, dan harapan masa depan Blora dalam satu arak-arakan penuh warna.

Tepat pukul 08.00 WIB, kirab dilepas dari Rumah Dinas Bupati Blora. Barisan peserta bergerak perlahan melewati Alun-alun Kota Blora, Jalan Pemuda, Tugu Pancasila, Jalan Ahmad Yani, hingga berakhir di Tugu Adipura depan Gedung DPRD Kabupaten Blora. Sebanyak 44 kelompok turut ambil bagian, menampilkan ragam kesenian tradisional yang merepresentasikan perjalanan pemerintahan Blora dari masa ke masa, sekaligus kekayaan kearifan lokal yang masih terjaga.

Di barisan terdepan, Bupati Blora Arief Rohman bersama istri tampil anggun mengenakan busana adat pengantin gaya Surakarta. Keduanya sesekali melambaikan tangan dan menyapa warga yang memadati rute kirab. Sapaan sederhana itu disambut senyum, lambaian tangan, bahkan sorak kecil warga yang ingin lebih dekat dengan pemimpinnya.

Kirab budaya ini kian semarak dengan kehadiran Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, jajaran Forkopimda Blora, Ketua DPRD Blora, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Agung Cahyono beserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLII Dim 0721/Blora Ny. Fitria, Kapolres Blora, Kajari Blora, serta Ketua Pengadilan Negeri Blora.

IMG 20251214 WA0014

IMG 20251214 WA0015

Kebersamaan para pimpinan daerah tersebut menjadi simbol kebersatuan dalam perayaan hari jadi Blora.
“Para pimpinan daerah ikut memeriahkan kirab budaya dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora,” ujar Bupati Arief Rohman di sela kegiatan.

Antusiasme masyarakat terlihat nyata. Sepanjang rute, warga berebut berjabat tangan dan mengabadikan momen menggunakan ponsel pribadi. Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut dalam suasana pesta rakyat yang jarang ditemui setiap hari.

Sulistiawan, warga Kelurahan Tegalgunung, mengaku terhibur sekaligus bangga. Menurutnya, kirab budaya bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarana mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda. “Bagus kirab budayanya. Banyak kesenian tradisional ditampilkan, dan barongan khas Blora hampir selalu hadir di setiap rombongan. Ini menghibur sekaligus mendidik,” tuturnya.

Kirab budaya Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora diikuti perwakilan 16 kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, perbankan, BUMD/Perusda, serta Masyarakat Adat Nusantara DPD Blora. Lebih dari sekadar perayaan, kirab ini menjadi cermin kebersamaan warga Blora dalam merawat budaya, sejarah, dan semangat membangun daerah yang akur, makmur, dan misuwur. (*)

Waktu Akad Kredit Pakai “Istri” Pinjaman: Meski Kredit sudah Lunas, BRI Cepu Tidak Mau Kembalikan Sertifikat

0

Korandiva-BLORA.- Seorang nasabah BRI Cabang Cepu, Arifin, warga Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, mengeluhkan sertifikat tanah dan bangunan miliknya yang tak kunjung dikembalikan pihak bank. Padahal, kredit yang dijaminkan dengan sertifikat itu telah dilunasi sejak tiga tahun lalu.

Arifin menyebut petugas BRI bernama Budi meminta dirinya datang mengambil sertifikat bersama mantan istrinya, meskipun keduanya telah resmi bercerai hampir delapan tahun. “Katanya harus bersama istri, padahal kami sudah cerai,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Arifin menuturkan, pada 2017 ia didatangi petugas BRI Cepu bernama Budi, yang menawarkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jaminan sertifikat. Ketika itu, Arifin sudah menjelaskan bahwa ia sedang dalam proses perceraian sehingga tidak mungkin menandatangani akad kredit bersama istri.
“Budi malah menyuruh saya mencari wanita lain yang mirip istri untuk tanda tangan akad kredit,” ungkapnya.

Kredit pun cair setelah proses tanda tangan yang dilakukan di rumah nasabah. Dan, hingga angsuran luas pada Tahun 2022 Arifin mengaku tidak pernah datang ke kantor BRI karena pembayaran angsuran setiap bulan diambil sendiri oleh Budi.

Kredit sebesar Rp 350 juta dengan tenor empat tahun itu sudah dilunasi Arifin pada 2022. “Bayarnya Rp 8.450.000 per bulan. Sudah lunas sejak tiga tahun lalu,” tambahnya.
“Dulu dia (Budi) yang memaksa memakai wanita lain untuk tanda tangan. Sekarang mau ambil sertifikat malah dipersulit,” ujar nasabah BRI Cepu bernama Arifin.

IMG 20251214 WA0012

Merasa dipermainkan, Arifin berencana meminta bantuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Surabaya. “Sertifikat itu atas nama saya, utang sudah lunas. Tidak ada alasan BRI menahan,” tegasnya.

Humas BRI Cabang Cepu, Irawan, ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Jumat (5/12/2025), meminta kepada wartawan agar pertanyaan disampaikan secara tertulis. Namun hingga beberapa hari ditunggu, tidak ada jawaban.

Wartawan yang mendatangi kantor BRI Cabang Cepu pada Selasa (9/12/2025) juga tidak dapat bertemu pimpinan cabang, bagian humas, maupun bagian penanganan kredit macet. “Pimpinan sedang tugas lapangan, Pak,” ujar petugas keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, BRI belum memberikan klarifikasi resmi. (*)

Hama Tikus Merajalela, Petani Todanan Mengadu tapi DPRD Hampir Kosong

0

Korandiva-BLORA.— Serangan hama tikus yang semakin merajalela membuat para petani dari Kelompok Tani Sidojoyo, Desa Kacangan, Kecamatan Todanan, mengadukan keluhan mereka ke DPRD Blora. Namun harapan mereka untuk mendapatkan solusi justru diwarnai kekecewaan karena dari sebelas anggota Komisi B, hanya satu orang yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Minimnya kehadiran anggota dewan membuat diskusi berjalan lesu dan dianggap para petani tidak menghasilkan arah yang jelas. “Kami sangat kecewa. Dari sebelas anggota, hanya satu yang hadir. Seolah-olah aspirasi kami tidak dianggap penting,” ungkap perwakilan Kelompok Tani Sidojoyo.

Para petani mengaku sedang menghadapi ancaman serius akibat hama tikus yang terus menyebar dan merusak tanaman padi. Serangan hama ini berpotensi menyebabkan kerugian besar dan bahkan gagal panen jika tidak segera ditangani oleh pemerintah.

Selain masalah hama tikus, salah satu petani bernama Jamal turut menyampaikan keresahan terkait munculnya kembali penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di wilayah Desa Kacangan. Ia mempertanyakan apakah pemerintah memiliki skema ganti rugi apabila terjadi gagal panen atau kerugian akibat penyakit tersebut.

Keluhan lain yang juga mencuat adalah tingginya harga benih padi yang semakin membebani petani di tengah kondisi yang sudah sulit.
Kelompok Tani Sidojoyo berharap pemerintah Kabupaten Blora segera turun tangan dan memberikan solusi nyata. Mereka menegaskan bahwa pertanian adalah penopang utama ekonomi masyarakat, sehingga penanganan atas permasalahan ini tidak boleh ditunda.
“Kami butuh tindakan, bukan sekadar pertemuan tanpa hasil,” tegas salah satu perwakilan petani.

Para petani mendesak Pemkab Blora dan DPRD agar lebih serius merespons masalah-masalah yang mengancam keberlangsungan pertanian di Todanan. Tanpa langkah cepat, kerugian yang mereka alami akan terus bertambah. (*)

KORMI Blora Raih Sejumlah Medali di FORDA Jateng 2025

0

Korandiva-BLORA.- Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jawa Tengah 2025 yang digelar di Kota Surakarta pada 6–7 Desember resmi berakhir. Ajang yang diikuti 8.671 pegiat olahraga dari 47 induk olahraga (inorga) ini menjadi momentum berharga bagi Kontingen Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora yang berhasil membawa pulang sejumlah medali.

Dipimpin langsung Ketua KORMI Blora H. Soebekti, SP., M.MA., kontingen beranggotakan 55 orang ini tampil dengan semangat tinggi meski menghadapi keterbatasan anggaran. Soebekti menanamkan sesanti rawe-rawe rantas malang-malang putung sebagai penyemangat seluruh peserta, sembari menyebut capaian ini sebagai “kado fenomenal” bagi Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora.

KORMI Blora menurunkan lima inorga, yakni Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Universal Langkah Dansa (ULD), Tarung Bebas Indonesia (TBI), Persatuan Liong Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI), serta Asosiasi Instruktur Senam dan Fitness Indonesia (ASIAFI). Sejumlah pegiat bahkan melakukan latihan intensif hingga meminta doa restu kepada Presiden RI ke-7 Ir. Joko Widodo sebelum bertanding.

Hasilnya, Blora meraih medali dari tiga inorga. ASIAFI membawa pulang juara dua Aerobic kategori juara dan juara harapan dua Aerobic umum. PLBSI meraih juara dua dan juara tiga Barongsai Tradisional Yunior. Sementara TBI menyabet juara dua dan juara tiga Tarung Bebas kategori Yunior.

Wakil Ketua KORMI Blora H. Harsono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan para pegiat, official, dan pendamping. Ia menegaskan komitmennya memberikan hadiah bagi para atlet yang berprestasi sekaligus berharap ajang tahun ini menjadi pelajaran untuk meningkatkan capaian pada FORDA 2026.

“Prestasi ini menjadi pelecut semangat untuk memajukan olahraga masyarakat di Bumi Mustika Blora,” ujarnya. (*)

Komplotan Pencuri Motor Lintas Blora Dibekuk, 13 TKP Terungkap

0

Korandiva-BLORA.– Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora berhasil membekuk satu komplotan pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang beraksi di belasan lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Blora dan sekitarnya. Tiga terduga pelaku berhasil diamankan, termasuk seorang penadah.

Pengungkapan ini bermula dari Laporan Polisi Model B No. Pol: LP / B / 13 / X / 2025 / SPKT / POLSEK JEPON / POLRES BLORA / POLDA JATENG, terkait hilangnya satu unit sepeda motor Honda CRF bernopol K-5248-BBE milik korban, Sdr. Luthfi Nizam Ardana (13), pada Jumat, 31 Oktober 2025, sekitar pukul 12.30 WIB. Sepeda motor tersebut dicuri saat diparkir di teras rumah Sdr. Sukiman, Dk. Ngodo, Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Blora, saat korban sedang melaksanakan salat Jumat. Korban mengalami kerugian materiil senilai kurang lebih Rp 20.000.000,-.

Kasus ini segera ditindaklanjuti oleh Tim Resmob Polres Blora yang dipimpin oleh Ka Team Resmob, IPDA IWAN NUGROHO. Hanya berselang satu hari, pada Sabtu (1/11/2025) malam, tim berhasil mengamankan dua pelaku utama, AR (28) di wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Banjarejo, yang berperan sebagai pemetik, dan Sdr. ANF (19) di Kelurahan Kedungjenar,

Kecamatan Blora, yang berperan sebagai pengawas dan pembantu.
Dari hasil pengembangan, petugas juga berhasil mengamankan Sdr. MNS (32) di depan SD N 1 Ketileng, Kecamatan Todanan, yang berperan sebagai penadah hasil curian.

Kepala Satreskrim Polres Blora, AKP ZAENUL ARIFIN, S.H., M.H., membenarkan pengungkapan kasus tersebut dan mengungkapkan bahwa para terduga pelaku merupakan spesialis Curanmor lintas lokasi.

“Komplotan ini telah beraksi di banyak lokasi. Dari hasil interogasi, terungkap total ada 13 tempat kejadian perkara (TKP) yang mereka akui, tersebar mulai dari Kecamatan Randublatung, Jepon, Blora Kota, Sambong, Kradenan, Kunduran, Banjarejo, hingga Todanan,” ujar AKP Zaenul Arifin.

AKP Zaenul Arifin menambahkan bahwa para pelaku dijerat Pasal 362 KUHPidana tentang Pencurian, dan untuk pelaku penadah dijerat pasal terkait penadahan. Petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) yang digunakan dan hasil kejahatan, termasuk 4 unit sepeda motor (di antaranya Honda CRF korban), satu set kunci T, dan sejumlah barang bukti lainnya. Saat ini, para terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Blora untuk proses penyidikan lebih lanjut. (*)

Dibongkar Tuntas! Pelaku Curat Motor di Bogorejo Ternyata Residivis Lintas Kabupaten, 18 TKP Terungkap

0

Korandiva-BLORA.– Upaya keras jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora membuahkan hasil signifikan dengan terungkapnya komplotan pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) kendaraan bermotor di Bogorejo yang beraksi lintas kabupaten. Total 18 lokasi kejahatan (TKP) yang dilakukan pelaku utama berhasil diakui.

Pengungkapan ini berawal dari penanganan Laporan Polisi Model B No. Pol: LP / B / 02 / IV / 2025 / SPKT / POLSEK BOGOREJO / POLRES BLORA / POLDA JATENG, terkait hilangnya satu unit sepeda motor Honda Beat warna silver bernopol K-3567-XE milik Sdri. Sumarni (61) pada Sabtu, 19 April 2025, sekitar pukul 04.30 WIB.

Korban kehilangan motornya yang diparkir di dalam rumah, Dk. Karangpunggur, Desa Karang, Kecamatan Bogorejo, setelah pelaku memanfaatkan kelalaian korban yang lupa mengunci pintu rumah bagian depan. Korban ditaksir mengalami kerugian materiil sebesar Rp 15.000.000,-.

Kasus ini menemui titik terang setelah Tim Resmob Polres Blora, dipimpin oleh IPDA IWAN NUGROHO, berkoordinasi dengan Polres Batang. Pelaku utama, Sdr. SMR (37), seorang petani asal Bogorejo, sebelumnya telah diamankan oleh Polres Batang terkait tindak pidana penggelapan.

Dari pengembangan yang dilakukan di Blora, petugas berhasil mengamankan dua orang penadah: Sdr. SF (61) di Todanan dan Sdr. HR (63) di Rembang, tempat ditemukannya sepeda motor Honda Beat hasil curian dari TKP Bogorejo.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP ZAENUL ARIFIN, S.H., M.H., menyatakan bahwa pelaku merupakan residivis yang sudah sangat meresahkan.

“Pelaku utama, SMR, mengakui telah melakukan aksinya di 18 TKP berbeda. Aksi kejahatannya tidak hanya di Bogorejo, tapi juga meluas hingga Jepon, Japah, Ngawen, Todanan, bahkan ke luar kabupaten seperti Grobogan dan Batang. Modusnya selalu memanfaatkan kelengahan korban dan merusak pintu rumah atau kendaraan untuk mengambil motor,” jelas AKP Zaenul Arifin.

Petugas telah mengamankan tiga unit sepeda motor hasil kejahatan, termasuk Honda Beat milik korban di Bogorejo, serta dua unit motor lainnya yang terkait LP berbeda di wilayah Bogorejo. Para terduga pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan. Saat ini, semua pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Blora untuk proses penyidikan mendalam. (*)

Beraksi di Klinik Kunduran, Dua Saudara Kandung Pelaku Curanmor Ditangkap Tim Resmob Polres Blora

0

KoranDiva-BLORA,. – Tim Resmob Satreskrim Polres Blora berhasil menangkap dua terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) kendaraan bermotor (Curanmor) yang beraksi di depan sebuah klinik di wilayah Kunduran. Kedua pelaku diketahui merupakan saudara kandung.

Pengungkapan ini didasarkan pada Laporan Polisi tertanggal 6 November 2025, menyusul hilangnya satu unit sepeda motor Honda Scoopy hitam kombinasi hijau pupus bernopol K-6478-BE milik Sdr. Joko Susanto (25). Sepeda motor tersebut dicuri pada Rabu malam, 5 November 2025, sekitar pukul 21.00 WIB, saat korban sedang berada di dalam Klinik Sdri. Lisetyoati, Desa Jagong, Kecamatan Kunduran, untuk pemeriksaan kandungan bersama saksi. Korban mengalami kerugian materiil senilai Rp 16.000.000,-.

Hanya berselang dua hari dari waktu pelaporan, Tim Resmob Polres Blora yang dipimpin oleh IPDA IWAN NUGROHO berhasil melacak keberadaan para pelaku.

Pada Jumat, 7 November 2025, petugas berhasil mengamankan Sdr. STM (31) di Kelurahan Tegalgunung, Blora, yang berperan sebagai pemetik atau eksekutor. Pengembangan selanjutnya mengarah pada adik kandungnya, Sdr. JP (20), yang diamankan di Desa Tambahrejo, Tunjungan, yang berperan sebagai pengawas situasi sekitar. Barang bukti berupa sepeda motor Honda Scoopy milik korban berhasil diamankan.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP ZAENUL ARIFIN, S.H., M.H., mengapresiasi kecepatan tim dalam mengungkap kasus tersebut.

“Dua terduga pelaku, yang ternyata adalah saudara kandung, berhasil kami amankan kurang dari 48 jam sejak laporan diterima. Mereka beraksi dengan modus mengambil kesempatan saat korban lengah memarkir kendaraannya. Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana,” ujar AKP Zaenul Arifin.

Saat ini, kedua terduga pelaku bersama barang bukti (termasuk BPKB dan STNK motor korban) telah diamankan di Mapolres Blora untuk proses penyidikan lebih lanjut.

SDN 2 Temurejo-Blora: Enam Ruang Kelas Direhab, Senyum Siswa Kembali Mengembang

0

Korandiva-BLORA.- Bertahun-tahun para siswa SDN 2 Temurejo, Kecamatan Blora, belajar dalam kondisi memprihatinkan. Dinding kelas yang retak, lantai keramik pecah, hingga plafon nyaris runtuh menjadi pemandangan sehari-hari. Saat hujan turun, genangan air dan tetesan dari langit-langit sering mengganggu jalannya pelajaran. Namun awal Desember ini, semua kisah muram itu berubah menjadi cerita baru.

Sekolah kecil di Desa Temurejo itu kini tampil jauh lebih layak dan nyaman setelah seluruh ruang kelasnya direhabilitasi. Enam ruang kelas direnovasi total, disertai pembangunan lima bilik toilet baru. Suasana belajar yang semula penuh kekhawatiran kini berganti menjadi ruang yang aman, bersih, dan memberi semangat baru bagi siswa maupun guru.

“Semua ruang kelas, dari kelas 1 sampai kelas 6, direhab,” ujar Kepala SDN 2 Temurejo, Catur Supri Hariyani, S.Pd.SD, Jumat (5/12/2025). Tahun ini, sekolah mendapatkan bantuan revitalisasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blora dengan total anggaran Rp117 juta. Catur yang baru menjabat sejak Mei silam masih mengingat betul kondisi sebelumnya. Para siswa harus menghindari bocoran air hujan dan lantai yang mulai terlepas. “Kalau musim hujan, bocornya parah. Kegiatan belajar sangat terganggu,” kenangnya.

Proses rehabilitasi berlangsung sekitar lima bulan. Selama perbaikan, kegiatan belajar tidak sampai terhenti. Sebagian siswa dipindahkan sementara ke madrasah terdekat, yang pagi hingga siang dapat dipakai untuk pembelajaran. Sebagian lainnya menumpang belajar di rumah warga sekitar. “Beruntung madrasah hanya dipakai sore hari, jadi bisa kami manfaatkan pagi,” kata Catur.

Ketika ruang kelas hasil rehab akhirnya dapat ditempati, suasana haru dan gembira langsung terasa. Para siswa menyambut ruang belajar baru mereka dengan senyum lebar. Guru-guru pun tampak lega. “Sekarang guru dan murid bisa melaksanakan KBM tanpa rasa khawatir. Ruang kelas sudah bagus. Belajar jadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan,” ungkap Catur.

Wajah SDN 2 Temurejo kini benar-benar berubah, bak sekolah baru. Namun Catur masih menyimpan harapan lanjutan: bantuan untuk memperbaiki ruang laboratorium komputer dan pembangunan ruang UKS yang belum dimiliki sekolah. “Semoga ke depan kami bisa dibantu untuk membuat ruang UKS,” ujarnya.

Sekolah dengan enam guru kelas dan 113 siswa ini melayani anak-anak dari Desa Temurejo dan wilayah sekitar. Bagi mereka, perbaikan ruang kelas bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga dorongan moral untuk bermimpi lebih tinggi. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami,” kata Catur.

Sementara itu, Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Blora, Sandy Tresna Hadi, S.T., M.M., menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan program Kemendikdasmen sebagai pengganti DAK, dengan dana yang ditransfer langsung dari kementerian ke sekolah. “Alokasi SDN 2 Temurejo berdasarkan usulan dari Dinas Pendidikan tahun 2024 untuk DAK 2025,” jelasnya.

Menurut Sandy, seluruh ruang kelas sekolah tersebut masuk kategori kerusakan sedang, sehingga rehabilitasi dilakukan sekaligus. “Karena waktu terbatas, semua ruang direhab bersamaan. Pengaturan KBM kami serahkan ke sekolah dan komite, yang penting pembelajaran tetap berjalan baik,” ujarnya. Ia menambahkan, progres pekerjaan kini hampir 100 persen dan tinggal tahap pembersihan lokasi.

Dengan wajah barunya, SDN 2 Temurejo tak hanya berdiri lebih kokoh, tetapi juga kembali menumbuhkan harapan—bahwa ruang belajar yang layak bisa membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah. (*)

Penyerahan Resmi Surat Kekancingan Keraton Surakarta Hadiningrat untuk Abdi Dalem di Cepu

0

Korandiva-BLORA.– Dalam suasana penuh kehikmatan dan kebersahajaan, prosesi penyerahan Surat Kekancingan Keraton Surakarta Hadiningrat berlangsung dengan tertib dan khidmat. Momen sakral ini menjadi wujud nyata pelestarian tradisi, penghormatan terhadap budaya leluhur, sekaligus penguatan jati diri masyarakat Jawa yang menjunjung keluhuran budi.
Acara berlangsung di Makam Mbah Menggung / Mbah Cokro Diningrat, tempat yang sarat nilai historis dan spiritual, berlokasi di Dukuh Menggung, Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, pada Minggu (7/12/2025).

Hadir dalam seremoni tersebut Kanjeng Pangeran Suharya Wandira, KRAT Lilik Sukahar, KRAT Priyo Hadinagoro, Ki Juru Kunci Makam Mbah Rawi, serta tokoh masyarakat Menggung. Kehadiran para sesepuh dan tokoh budaya ini menjadi simbol sinergi antara Keraton, masyarakat, dan para pengemban tugas budaya.
Prosesi penyerahan dipandu oleh KRAT Priyo Hadinagoro dan diberikan langsung oleh Kanjeng Pangeran Suharya Wandira dengan penuh rasa tanggung jawab, bersandar pada Surat PB XIII Nomor B4.114.2025.

Pada kesempatan tersebut ditetapkan tiga penerima Kekancingan, yaitu:

1. Danang Kuswoyo, berpangkat Mantri, dengan sebutan, Mas Ngabehi Danang Kuswoyo Hadiprasetyo.

2. Roni Darmawan, berpangkat Lurah, dengan sebutan, Roni Darmawan Karto Lumakso.

3. Hervina Putri Rahmadani, berpangkat Lurah, dengan sebutan, Ni Lurah Hervina Rahmadani.

Di dalam naskah Kekancingan termuat pesan luhur: “Sakbanjure gawa gawe sarta hangestoake perintah kang wus kadhawuhake lan kang bakal kadhawuhake.”
Maknanya adalah mengemban amanah, menjalankan tugas, serta menjaga komitmen untuk melaksanakan setiap perintah yang telah dan akan diberikan.

Prosesi ini bukan sekadar penyerahan gelar, melainkan peneguhan tekad untuk terus merawat budaya Jawa, menjaga warisan leluhur, serta menguatkan nilai-nilai pengabdian, kehormatan, dan keluhuran budi yang menjadi roh utama Keraton Surakarta Hadiningrat. (*)