Beranda blog Halaman 15

Di Balik Layar Medsos, Pacar Jadi Ancaman: Alarm Kasus Pencabulan Anak di Bojonegoro

0

Korandiva-BOJONEGORO.- Angka itu mungkin terlihat seperti deretan data semata. Namun di balik 23 kasus pencabulan anak yang tercatat di Kabupaten Bojonegoro sepanjang 2025, tersimpan cerita pilu tentang rapuhnya perlindungan anak di ruang-ruang terdekat mereka. Lebih memprihatinkan, sebagian besar pelaku justru berasal dari lingkaran kepercayaan korban sendiri: pacar, teman dekat, atau orang yang dianggap memberi perhatian.

Data Satreskrim Polres Bojonegoro mencatat, sejak Januari hingga Desember 2025, wilayah Kota Bojonegoro menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan sembilan perkara. Disusul Kecamatan Kedungadem tiga kasus, Dander dan Kapas masing-masing dua kasus, serta Trucuk, Balen, Kalitidu, Baureno, Sumberrejo, dan Padangan masing-masing satu kasus. Peta ini menunjukkan bahwa kejahatan seksual terhadap anak tidak lagi terpusat di satu wilayah tertentu, melainkan menyebar dan mengintai di berbagai sudut.

Di balik sebagian besar kasus tersebut, media sosial menjadi pintu awal yang kerap terbuka tanpa disadari. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bojonegoro, Ipda Ria Dirgahayu, menuturkan bahwa kejahatan sering bermula dari percakapan ringan di dunia maya.

Pujian, perhatian, dan komunikasi yang intens perlahan membangun kedekatan emosional, sebelum akhirnya berujung pada pertemuan tatap muka.

“Rata-rata pelakunya pacar sendiri. Modusnya lewat media sosial, diawali saling kenal, dipuji, lalu diajak bertemu dan berakhir di kos-kosan,” ungkap Ipda Ria, Kamis (18/12/2025).

Tempat kejadian pun kerap berada di ruang yang seharusnya aman—rumah pelaku atau kamar kos. Korban didominasi anak dan remaja berusia 14 hingga 17 tahun, usia yang masih labil dan mudah terpengaruh bujuk rayu. Ironisnya, pelaku juga banyak yang masih berusia muda. Untuk kategori anak, pelaku berusia 14–17 tahun, sementara pelaku dewasa berada di rentang 18–23 tahun, mayoritas tinggal di kawasan perkotaan.

Lebih jauh, Ipda Ria menilai faktor keluarga turut memberi andil besar. Minimnya perhatian dan kehangatan emosional di rumah membuat sebagian anak mencari pengganti rasa aman di luar, yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Di sisi lain, derasnya arus konten media sosial, termasuk TikTok, dinilai turut memperbesar risiko interaksi berbahaya, baik melalui gaya berpakaian maupun perilaku yang ditampilkan.

Di tengah realitas tersebut, Polres Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk tidak meninggalkan korban berjalan sendiri. Pendampingan dilakukan bersama Dinas Sosial dan DP3AKB Bojonegoro, dengan fokus pada pemulihan mental, psikologis, serta keberlanjutan pendidikan anak.

Lebih dari sekadar penegakan hukum, pesan penting pun disampaikan kepada para orang tua. Perubahan perilaku, sikap, atau kondisi fisik anak kerap menjadi sinyal awal adanya masalah serius. Kepekaan dan keterlibatan orang tua menjadi benteng pertama agar anak tidak menjadi korban berikutnya dalam lingkaran kejahatan yang kian mengintai dari ruang terdekat. (*)

PANTHER 29 Jawa Tengah 3 Bergerak, Siap Pecahkan Telur di Pemilu Legislatif

0

Korandiva-BLORA.— PAN Jawa Tengah Bergerak (PANTHER) menyatakan kesiapan penuh untuk “memecahkan telur” pada Pemilihan Legislatif mendatang, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Jawa Tengah. Relawan yang dikomandoi oleh Heri Syarifudin ini hadir sebagai kekuatan akar rumput yang solid, terdiri dari berbagai segmentasi masyarakat lintas latar belakang.

“Kami PANTHER 29 sudah membentuk relawan di setiap medan tempur. Rata-rata didominasi oleh orang-orang biasa, bahkan banyak yang sebelumnya belum pernah terlibat dalam kegiatan politik. Saya kira itu bukan persoalan, karena yang terpenting pasukan ini lengkap dan punya semangat juang,” ungkap Heri Syarifudin.

Heri menjelaskan, wilayah Dapil 3 Jawa Tengah meliputi empat kabupaten, yakni Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. Hingga saat ini, struktur relawan telah terbentuk di tiga kabupaten, yaitu Pati, Rembang, dan Blora, sementara Grobogan sedang dalam tahap konsolidasi lanjutan.

“Kami ini relawan, sehingga bergerak di luar struktural partai. Artinya, segala sesuatu kami upayakan secara mandiri, tanpa bergantung pada bantuan pihak mana pun. Kemandirian ini justru menjadi kekuatan, karena lahir dari kesadaran dan militansi masyarakat sendiri,” tambahnya.

Gerakan PANTHER 29 diyakini menjadi energi baru bagi Partai Amanat Nasional (PAN) di Jawa Tengah, khususnya Dapil 3 yang selama ini belum pernah mencatatkan sejarah kemenangan legislatif. Dengan pendekatan langsung ke masyarakat dan kerja-kerja lapangan yang konsisten, relawan optimistis mampu mengubah peta politik di wilayah tersebut.

Lebih jauh, keberadaan PANTHER 29 menjadi sinyal kuat bahwa PAN tidak sekadar hadir sebagai peserta pemilu, tetapi sebagai kekuatan politik yang siap bertarung dan menang. Konsolidasi relawan yang masif dan solid ini dipandang sebagai fondasi penting untuk mengantarkan PAN meraih kemenangan, tidak hanya pada Pemilu Legislatif, tetapi juga dalam kontestasi politik di tahun-tahun berikutnya.

Dengan semangat perubahan dan kerja nyata di akar rumput, PAN melalui gerakan PANTHER 29 optimistis mampu mencetak sejarah baru di Dapil 3 Jawa Tengah, sekaligus menegaskan kesiapan PAN untuk tampil sebagai pemenang dan kekuatan politik yang diperhitungkan di masa depan. (*)

Ngopi Bareng Forkopimda, Bakesbangpol Blora Ajak Senior Jaga Kondusifitas Daerah

0

Korandiva-BLORA.- Aroma kopi hangat dan suasana akrab menyelimuti Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (18/12/2025). Di tempat itulah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Blora menggelar Ngopi Bareng Forkopimda, sebuah forum santai namun sarat makna untuk merawat kebersamaan dan menjaga kondusifitas wilayah.

Mengusung tema “Menjaga Kondusifitas Wilayah”, kegiatan ini menjadi ruang temu lintas generasi, lintas institusi, sekaligus lintas pengalaman. Para pemangku kebijakan duduk sejajar dengan para senior dan purna tugas, berbagi cerita, pandangan, dan kepedulian terhadap masa depan Kabupaten Blora.

Kepala Bakesbangpol Blora, Sujianto, SE., MM., menyebut forum ngopi bareng ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga dialog strategis untuk merawat stabilitas dan kerukunan sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus bergerak.

Hadir sebagai narasumber Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Ketua DPRD Kabupaten Blora H. Mustopa, S.Pd.I, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Blora Nunung Kristiyani, SH., MH., serta Kepala Bakesbangpol Sujianto yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Blora. Sementara pesertanya berasal dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Paguyuban Jati Kuncoro, serta Persatuan Isteri Pensiunan (PIP) Pemda Blora.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini tampak menikmati momen perjumpaan dengan para senior. Di tengah padatnya agenda pemerintahan, ia mengaku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dan melepas rindu.

“Pertemuan seperti ini sangat kami harapkan dapat melahirkan masukan, ide, dan kritik yang membangun demi kemajuan Kabupaten Blora,” tuturnya.

IMG 20251221 WA0001

Perempuan yang akrab disapa Budhe Rini itu juga mengungkapkan berbagai persoalan yang silih berganti dihadapi daerah, mulai dari kebakaran, banjir, perundungan anak sekolah, kasus keracunan makanan dalam program MBG, hingga pembahasan APBD yang terdampak efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Belum lagi persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026.

Di hadapan para senior, Budhe Rini berharap dukungan dan kebijaksanaan mereka dapat menjadi penyejuk di tengah masyarakat, sehingga Blora tetap aman, damai, harmonis, dan guyub rukun paseduluran sak lawase.

Sementara itu, Ketua DPRD Blora H. Mustopa memaparkan sejumlah kebijakan strategis DPRD yang diarahkan untuk menopang pembangunan daerah. Mulai dari persetujuan pinjaman daerah sebesar Rp315 miliar guna mendukung pembangunan infrastruktur, dukungan judicial review Undang-undang Dana Bagi Hasil Migas Blok Cepu ke Mahkamah Konstitusi, hingga persetujuan hibah tanah untuk Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta pendirian Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Blora.

Di tengah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 430 miliar, DPRD Blora, kata Mustopa, tetap berupaya menjaga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN dan masih mampu mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp 39 miliar.

Dari sudut pandang yudikatif, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Blora Nunung Kristiyani menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pemerintah daerah dalam menjaga kondusifitas wilayah. Salah satunya melalui penguatan dan sosialisasi Restorative Justice agar persoalan hukum dapat diselesaikan dengan pendekatan keadilan yang lebih humanis.

Senada, Kepala Bakesbangpol Blora Sujianto mengingatkan pentingnya peran semua elemen masyarakat, terutama para senior, untuk menjadi penyejuk suasana dan penangkal provokasi.

IMG 20251221 WA0002

“Perbedaan pandangan jangan sampai menjadi sumber konflik, tetapi justru mempererat kebersamaan dan kerukunan,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjunjung kearifan lokal dengan sesanti crah agawe bubrah lan rukun agawe santosa sebagai fondasi mewujudkan Nyawiji Mbangun Blora, Akur, Makmur, Misuwur yang berlandaskan Pancasila.

Suasana makin cair saat sesi dialog dibuka. Ketua PWRI Kabupaten Blora Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., tak menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, undangan ke Pendopo Rumah Dinas Bupati merupakan peristiwa yang berkesan bagi para pensiunan.

“Kegiatan ini menjadi momen bersejarah. Baru kali ini para wredatama mendapat kehormatan berkumpul di sini,” ungkap mantan Sekda Blora itu.

Ia berharap tradisi baik tersebut dapat terus dilestarikan, bahkan dikembangkan. Salah satu usulannya adalah penyelenggaraan olahraga rekreasi bersama Forkopimda secara rutin dengan melibatkan KORMI Kabupaten Blora, sekaligus peningkatan dukungan anggaran APBD 2026 untuk KORMI. Tak hanya itu, ia juga mengusulkan pembangunan pusat rekreasi keluarga di lokasi bekas lapangan golf.

Ngopi bareng pun ditutup dengan makan bersama dan pembagian paket sembako. Para peserta pulang dengan wajah sumringah, membawa kesan hangat bahwa dari secangkir kopi dan obrolan santai, persaudaraan dan kebersamaan untuk Blora bisa terus dirawat. (*)

Kirab Gunungan Jadi Puncak Perayaan Hari Jadi Kota Blora ke-276 di Eks Kawedanan Randublatung

0

Korandiva-BLORA.– Puncak peringatan Hari Jadi Kota Blora ke-276 berlangsung semarak, khidmat, dan penuh makna di kawasan Eks Kawedanan Randublatung, Kamis (18/12/2025).

Kirab Gunungan menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, serta komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan Kabupaten Blora.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Blora H. Dr. Arif Rohman bersama Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, seluruh Kepala OPD se-Kabupaten Blora, serta Forkopimcam dari tiga kecamatan, yakni Randublatung, Jati, dan Keradenan.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Ribuan warga memadati lokasi acara untuk menyaksikan kirab 50 gunungan yang berasal dari tiga kecamatan tersebut. Kirab berlangsung tertib, aman, dan meriah, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong serta kebersamaan masyarakat Blora.
Sekitar pukul 08.00 WIB,

IMG 20251220 WA0005

Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan Forkopimda tiba di Pendopo Kecamatan Randublatung. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju panggung utama di Jalan Eks Kawedanan Randublatung.

Prosesi semakin khidmat dengan pengawalan cucuk lampah Abdi Dalem Keraton Surakarta Hadiningrat yang berada di Randublatung, sebagai wujud pelestarian budaya dan kearifan lokal.

Acara diawali dengan sambutan para camat dari tiga kecamatan, yakni Camat Randublatung Joko Heri Santoso, S.Sos, Camat Keradenan Tarkum, SH, M.Si, serta Camat Jati Suwiji, SH, MH, yang sambutannya diwakili oleh Camat Randublatung.

“Kami merasa bangga dan bersyukur karena puncak peringatan Hari Jadi Kota Blora ke-276 dapat dilaksanakan di Eks Kawedanan Randublatung. Ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi dan kebersamaan tiga kecamatan dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Joko Heri Santoso.

IMG 20251220 WA0006

Dalam sambutannya, Bupati Blora H. Dr. Arif Rohman menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kirab gunungan yang menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Blora ke-276.

“Kirab gunungan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta penghormatan terhadap nilai-nilai budaya leluhur. Pengawalan cucuk lampah Abdi Dalem Keraton Surakarta Hadiningrat menjadi simbol pelestarian budaya yang harus terus dijaga,” tutur Bupati.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Blora bagian selatan.

“Masih terdapat beberapa ruas jalan yang belum terselesaikan, kami mohon kesabaran masyarakat. Pada kesempatan ini juga dilakukan launching UMKM Kecamatan Randublatung yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Selain itu, pembangunan KDMP terus kami jalankan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Blora secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Momentum HUT ke-80 PGRI, PGRI Blora Perkuat Peran Guru dan Kukuhkan Bunda Guru

0

Korandiva-BLORA.– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2025 dimanfaatkan PGRI Kabupaten Blora sebagai momentum untuk memperkuat peran organisasi, meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, serta menegaskan komitmen dalam mendukung kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru di Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut dirangkai dengan penobatan Bunda Guru Kabupaten Blora, Rabu (17/12/2025).

Ketua PGRI Kabupaten Blora, Yatni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa puncak peringatan HUT ke-80 PGRI menjadi momen penting bagi kepengurusan PGRI Blora yang baru berjalan satu tahun. Ia menegaskan, peringatan HUT PGRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik awal kebangkitan peran dan eksistensi PGRI di Kabupaten Blora melalui berbagai kegiatan nyata.

“Insya Allah kami berupaya menghidupkan kembali peran PGRI di Kabupaten Blora dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat,” ujar Yatni.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HUT ke-80 PGRI telah dilaksanakan sejak September hingga Desember 2025, meliputi berbagai perlombaan, pentas seni ketoprak, serta keikutsertaan dalam pameran inovasi pendidikan tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dalam pameran inovasi tersebut, PGRI Blora mendapat kepercayaan untuk menampilkan Ketoprak PGRI, yang seluruh pemain dan kru merupakan guru-guru dari Kabupaten Blora. “Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Hal ini menunjukkan kuatnya sinergi dan kolaborasi antaranggota PGRI,” katanya.

Lebih lanjut, Yatni menuturkan bahwa PGRI Blora terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Pemerintah Kabupaten Blora. Koordinasi dilakukan secara intensif dengan Bupati, Sekda, Dinas Pendidikan, BKPSDM, serta OPD terkait lainnya.

“Tujuannya agar program-program PGRI sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dan dapat berkolaborasi dengan seluruh OPD,” jelasnya.

PGRI Blora juga aktif mendukung berbagai agenda daerah, di antaranya Grebeg Sedekah Bumi, Kirab Budaya Hari Jadi Kabupaten Blora ke-276, serta program pembangunan lainnya. Meski dengan keterbatasan jumlah peserta, PGRI tetap berpartisipasi sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah.

Yatni turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam sektor pendidikan, salah satunya melalui alokasi anggaran pendidikan yang mencapai sekitar 34 persen, melampaui ketentuan minimal nasional sebesar 20 persen. Selain itu, PGRI Blora juga mendukung langkah pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan tenaga honorer, khususnya honorer guru pada tahun 2025, meskipun masih terdapat sekitar 700 tenaga honorer kategori R5 yang menjadi pekerjaan rumah bersama.

IMG 20251220 WA0003

Sebagai penutup, Yatni menegaskan bahwa PGRI Kabupaten Blora siap mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Blora dengan mengusung slogan “Nyawiji Bangun Blora, Akur Makmur.”

Dalam kesempatan tersebut, PGRI Kabupaten Blora juga menobatkan Hj. Ainia Shalichah, S.H., M.Pd. AUD., M.Pd.BI., sebagai Bunda Guru Kabupaten Blora.

Usai penobatan, Ainia Shalichah menyoroti maraknya berbagai persoalan di dunia pendidikan. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan serius, terutama dalam menjaga integritas, etika, dan keteladanan insan pendidik. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai panutan bagi peserta didik, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

“Guru harus menjaga integritas dan kode etik profesi, karena guru adalah teladan bagi siswa,” ujarnya saat ditemui awak media.

Ainia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak dini melalui penguatan pendidikan karakter, komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua, serta pengawasan bersama. Ia menilai, apabila suatu persoalan tidak dapat diselesaikan secara internal, maka perlu dilakukan koordinasi dengan dinas pendidikan maupun pihak berwenang.

“Tidak semua masalah bisa diselesaikan oleh sekolah dan orang tua. Jika menyangkut pelanggaran serius, harus ditangani sesuai aturan dan melibatkan pihak terkait,” tegasnya.

Ia berharap, melalui peran Bunda Guru, dapat terbangun sinergi yang kuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan di Kabupaten Blora yang aman, beretika, dan bermartabat. (*)

Menjahit Rasa, Menyemai Makna: Paguyuban Setyo Rukun Blora Menyongsong 2026 dengan Kebersamaan dan Inspirasi

0

Korandiva-BLORA.- Di tengah suasana akhir tahun yang sejuk dan penuh refleksi, Paguyuban Setyo Rukun Blora berkumpul dalam sebuah rapat evaluasi yang tidak sekadar membahas program, tetapi juga meneguhkan kembali nilai kekeluargaan dan kerukunan. Bertempat di Cafe KUMA, Jalan Bayangkara Gang Perdamaian, Nglawiyan, Karangjati, Blora, Rabu (17/12/2025), pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penyegar semangat bagi seluruh anggota.

Nuansa berbeda terasa sejak awal kegiatan. Pilihan lokasi yang santai namun inspiratif menghadirkan atmosfer kebersamaan yang hangat. Di tempat inilah para anggota Paguyuban Setyo Rukun merefleksikan perjalanan program sepanjang 2025, sambil menyiapkan langkah untuk menyongsong Tahun Baru 2026 dengan optimisme.

H. Purwadi, salah satu penggerak paguyuban, menyampaikan bahwa pemilihan Cafe KUMA dimaksudkan untuk menghadirkan suasana baru agar anggota memperoleh inspirasi dan motivasi segar. Ia mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul, mengevaluasi kegiatan, sekaligus mempererat sambungrasa demi menjaga keharmonisan dan rasa kekeluargaan yang telah terbangun.

Tak hanya berbicara program, Purwadi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi para purna tugas. Ia mendorong anggota agar tetap aktif berolahraga dan berpartisipasi dalam agenda wisata keluarga Paguyuban Setyo Rukun yang direncanakan pada Januari 2026. Baginya, wisata keluarga bukan sekadar rekreasi, melainkan perekat guyub rukun paseduluran saklawase yang menghadirkan kebahagiaan, kedamaian hidup, dan kesehatan tanpa obat.

IMG 20251218 WA0001

Inspirasi lainnya datang dari Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., selaku penasihat paguyuban. Ia mengajak anggota memaknai nama KUMA sebagai akronim Komitmen Untuk Meningkatkan Amalan. Sebuah pesan sederhana namun sarat makna, terlebih di tengah kondisi musim hujan yang rawan bencana hidrometeorologi dan menjelang Tahun Baru 2026 yang, menurut penanggalan Tionghoa, merupakan Tahun Shio Kuda Api—tahun yang diyakini penuh tantangan, perubahan, dan dinamika.

Dalam pesannya, Bambang menekankan pentingnya memperkuat keimanan melalui peningkatan ibadah wajib dan sunah, sekaligus mengamalkan prinsip S3 dalam kehidupan sehari-hari. S3 tersebut meliputi Silaturahmi untuk membangun hubungan harmonis dan keberkahan, Sedekah atau berbagi sebagai jalan menumbuhkan rasa syukur dan solidaritas sosial, serta Stop gibah dan penyebaran hoaks yang berpotensi merusak persatuan dan kerukunan umat.

Kebersamaan dalam rapat evaluasi ini juga diwarnai kepedulian terhadap masa depan daerah. H. Soedayo, SH, menyatakan dukungannya terhadap program Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, SIP., M.Si., yang menargetkan Blora sebagai pusat pengembangan buah nusantara. Ia bahkan menawarkan bibit jambu dersono atau jambu bol secara gratis, yang kebetulan telah tumbuh di lingkungan Cafe KUMA.

Jambu bol dikenal kaya vitamin C dan A, serat, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan, mulai dari meningkatkan imunitas tubuh, melancarkan pencernaan, mengontrol gula darah, hingga menjaga kesehatan jantung dan menstabilkan tekanan darah. Lebih dari itu, Soedayo menegaskan bahwa menanam tanaman merupakan bentuk sedekah jariyah—amal kebaikan yang manfaat dan pahalanya terus mengalir.

Rapat evaluasi Paguyuban Setyo Rukun Blora pun berakhir dengan semangat baru. Bukan hanya catatan program yang dihasilkan, tetapi juga penguatan nilai persaudaraan, kepedulian, dan komitmen untuk terus berjalan bersama, menyongsong tahun yang akan datang dengan hati yang rukun dan penuh harapan. (*)

Danrem 073/Makutarama Pimpin Peresmian Pembangunan SPPG di Mako Yonif 410/Blora

0

Korandiva-BLORA.– Komandan Korem 073/Makutara, Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han. menghadiri acara pemotongan pita dalam rangka Peresmian pembangunan “Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi” (SPPG) di Yonif 410/Alugoro, Bangkle, Blora, Jawa Tengah pada Selasa, 16/12/2025.

Acara ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus untuk mendukung kebijakan program prioritas Pemerintah dalam rangka pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Acara pemotongan pita oleh Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han. diikuti oleh Forkopimda dan Forkopimcam .
Dalam sambutan Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han.menyampaikan program MBG adalah program yang sangat penting dan harus kita dukung bersama.

IMG 20251216 WA0007

IMG 20251216 WA0008

Dengan gizi yang baik, anak-anak kita akan memiliki daya saing yang lebih baik, aspek kehidupan yang lebih berkualitas, serta karakter dan kecerdasan yang meningkat. Oleh karena itu, mari kita jadikan program MBG ini sebagai tanggung jawab bersama untuk mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berprestasi.

“Saya berharap semua instansi terkait dan struktur SPPG sama sama merangkul dan mendukung progam pemerintah ini agar program MBG (Makan Bergizi Gratis) dapat berjalan lancar dan tepat sasaran,” sambungnya.

Acara tersebut dihadiri oleh, Staf Ahli Bupati Blora, Retno Kusumowati S. Sos. M. Si, Dandim 0721 Blora Letkol Inf Agung Cahyono, Kapolres Blora …..Kajari….PN… Ka PA…ketua DPRD Blora… serta Forkopimcam diantaranya Kapolsek Blora, Akp Rustam SH. M. H, Danramil 01/Blora, Kapten CPL Sumanto, Kepala Kecamatan Blora, Hadi Praseno S. Sos, Kepala SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq Spd. Kepala Dinkes Blora, Edi Widayat Spd. M. Kes. M. H, Kepala Korwil BGN wilayah Blora, Artika Diannita. (*(

BPJS Kesehatan Membumikan Semangat Hari Jadi Blora

0

Korandiva-BLORA.- Semangat Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora dengan tema “Nyawiji Mbangun Blora, Akur, Makmur, Misuwur” tidak hanya bergema dalam seremonial, tetapi juga hadir dalam langkah-langkah nyata. Di Bumi Mustika Blora, semangat kebersamaan dan kepedulian itu salah satunya diwujudkan melalui kiprah BPJS Kesehatan Kabupaten Blora.

Jumat (12/12/2025) pagi, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Blora, Mulianto, S.IP., menyambangi Kantor Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora. Kunjungan tersebut dikemas dalam silaturahmi dan koordinasi bersama jajaran pengurus PWRI, sekaligus menjadi wujud dukungan BPJS Kesehatan dalam membumikan tema Hari Jadi Blora ke-276.

Dalam suasana penuh keakraban, Mulianto menyampaikan komitmennya untuk terus mendekatkan layanan BPJS Kesehatan kepada masyarakat. Melalui pola jemput bola, BPJS Kesehatan Blora akan mengintensifkan sosialisasi program dan layanan, khususnya kepada para anggota PWRI yang tersebar di berbagai wilayah.

“Masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh tentang BPJS Kesehatan. Di sinilah pentingnya kehadiran kami untuk memberikan penjelasan langsung,” ungkapnya.

Selain sosialisasi, peningkatan kualitas pelayanan juga menjadi perhatian. BPJS Kesehatan Blora, kata Mulianto, terus memperkuat layanan baik secara tatap muka maupun melalui sistem daring. Upaya ini dilakukan agar masyarakat memperoleh kemudahan akses dan terhindar dari kesalahpahaman yang selama ini kerap berujung pada keluhan.

Tak jarang, lanjutnya, minimnya informasi dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku sebagai petugas BPJS. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi BPJS Kesehatan untuk semakin aktif hadir di tengah masyarakat.

IMG 20251216 WA0005

Mulianto menegaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, BPJS Kesehatan merupakan badan hukum publik yang menyelenggarakan jaminan kesehatan dan bersifat wajib bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan menjadi peserta, masyarakat berhak memperoleh berbagai manfaat perlindungan kesehatan.

Manfaat tersebut mencakup jaminan biaya perawatan, baik rawat inap intensif maupun nonintensif sesuai kelas kepesertaan, hingga layanan rujukan lanjutan berupa rawat jalan maupun rawat inap. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan edukasi pola hidup sehat, imunisasi dasar anak, layanan keluarga berencana, serta pemeriksaan dan penanganan penyakit kritis seperti gagal ginjal, kanker, hingga tindakan bedah jantung.

“Hidup penuh dengan ketidakpastian. BPJS Kesehatan menjadi ikhtiar bersama, ibarat sedia payung sebelum hujan,” ujarnya.

Langkah BPJS Kesehatan Blora ini mendapat sambutan positif dari PWRI Kabupaten Blora. Ketua PWRI, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif yang dilakukan. Ia bahkan berencana mengundang seluruh pengurus PWRI, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten, pada awal tahun 2026 untuk mengikuti sosialisasi BPJS Kesehatan.

“Para anggota PWRI perlu mendapatkan pemahaman yang utuh dan langsung dari sumbernya,” ujar mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Blora tersebut.

Di akhir perbincangan, semangat Hari Jadi Blora kembali mengemuka. “Dirgahayu ke-276 Kabupaten Blora, 11 Desember 2025. Semoga Blora semakin nyawiji, akur, makmur, dan misuwur,” pungkasnya. (*)

Firman Soebagyo Serap Aspirasi Masyarakat Blora, Tekankan Pendidikan Politik dan Perjuangkan Bantuan Alsintan serta JUT

0

Korandiva-BLORA.– Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Firman Soebagyo, SH, MH, menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (ASMAS) di Kabupaten Blora, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Kewenangan MPR RI” sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendidikan politik masyarakat.

Dalam pemaparannya, Firman Soebagyo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap peran dan fungsi lembaga negara, khususnya MPR RI, dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta keutuhan NKRI.

Selain menyerap aspirasi terkait kebangsaan, Firman juga menerima berbagai masukan dari masyarakat, khususnya para petani, terkait kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pembangunan dan peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk mendukung produktivitas pertanian di wilayah Blora.

“Aspirasi masyarakat, terutama sektor pertanian, menjadi perhatian serius. Bantuan alsintan dan pembangunan JUT sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil produksi serta kesejahteraan petani,” ujar Firman.

IMG 20251216 WA0002

Kegiatan tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan warga.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai usulan yang disampaikan, mulai dari penguatan wawasan kebangsaan hingga peningkatan infrastruktur penunjang ekonomi desa.

Firman menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi tersebut agar dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah dan kementerian terkait, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab sebagai wujud keterbukaan dan komitmen MPR RI dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi rakyat. (*)

Bunuh Dua Jemaah Saat Salat Subuh, Terdakwa Sujito Divonis Mati

0

Korandiva-BOJONEGORO.- Sujito (65) berdiri tertunduk di ruang sidang Pengadilan Negeri Bojonegoro. Wajahnya datar, nyaris tanpa ekspresi, saat palu Ketua Majelis Hakim Wisnu Widiastuti diketukkan, Kamis (11/12/2025). Vonis yang dijatuhkan bukan hukuman biasa, melainkan hukuman mati. Sejak saat itu, nasib hidupnya ditentukan oleh keputusan pengadilan.

Majelis hakim menyatakan Sujito terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana terhadap dua orang jemaah Salat Subuh di Musala Al-Manar, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Perbuatannya dinilai melanggar Pasal 340 KUHP, pasal terberat dalam perkara pembunuhan.
Vonis mati ini lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bojonegoro yang sebelumnya menuntut hukuman penjara seumur hidup. Majelis hakim memiliki pertimbangan sendiri.

Tindakan terdakwa dinilai sangat keji, dilakukan di tempat ibadah, saat para korban tengah khusyuk menunaikan Salat Subuh berjemaah.

“Majelis hakim melihat tidak ada rasa penyesalan dari terdakwa, baik dari sikap maupun ucapannya,” ujar Hakim Wisnu saat membacakan pertimbangan yang memberatkan putusan, Jumat (12/12/2025).

IMG 20251215 WA0001

Ingatan publik Bojonegoro masih lekat pada peristiwa berdarah yang terjadi Selasa pagi, 29 April 2025. Saat azan Subuh baru saja berlalu, Abdul Aziz, Ketua RT setempat, berdiri di saf bersama jemaah lain di Musala Al-Manar. Tanpa peringatan, Sujito datang membawa parang dan langsung membacok korban. Abdul Aziz tewas seketika di tempat ibadah yang selama ini menjadi ruang doa dan kebersamaan warga.

Kekerasan itu tak berhenti pada satu korban. Arik Wijayanti, istri Abdul Aziz, yang berusaha melindungi suaminya, ikut diserang hingga mengalami luka parah. Seorang tetangga korban, Cipto Rahayu, juga menjadi sasaran amukan dan kehilangan nyawanya.

Di ruang sidang, setelah vonis dibacakan, Sujito tak segera menyatakan sikap. Melalui penasihat hukumnya, Sunaryo, terdakwa memilih pikir-pikir untuk menentukan apakah akan menerima putusan atau mengajukan banding.

Sementara di sisi lain ruang sidang, keluarga korban menyambut putusan tersebut dengan perasaan lega. Salah satu anggota keluarga korban, Ifnu Dika Rinanto, menyatakan vonis mati itu telah menjawab rasa keadilan yang mereka harapkan.
“Putusan ini sesuai dengan harapan keluarga kami,” ucapnya pelan.

Bagi keluarga korban, palu hakim bukan hanya penutup sebuah sidang, tetapi juga penanda bahwa luka yang ditinggalkan tragedi Subuh berdarah itu setidaknya telah mendapat keadilan di mata hukum. (*)