25.8 C
Blora

Hama Tikus Merajalela, Petani Todanan Mengadu tapi DPRD Hampir Kosong

Korandiva-BLORA.— Serangan hama tikus yang semakin merajalela membuat para petani dari Kelompok Tani Sidojoyo, Desa Kacangan, Kecamatan Todanan, mengadukan keluhan mereka ke DPRD Blora. Namun harapan mereka untuk mendapatkan solusi justru diwarnai kekecewaan karena dari sebelas anggota Komisi B, hanya satu orang yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Minimnya kehadiran anggota dewan membuat diskusi berjalan lesu dan dianggap para petani tidak menghasilkan arah yang jelas. “Kami sangat kecewa. Dari sebelas anggota, hanya satu yang hadir. Seolah-olah aspirasi kami tidak dianggap penting,” ungkap perwakilan Kelompok Tani Sidojoyo.

Para petani mengaku sedang menghadapi ancaman serius akibat hama tikus yang terus menyebar dan merusak tanaman padi. Serangan hama ini berpotensi menyebabkan kerugian besar dan bahkan gagal panen jika tidak segera ditangani oleh pemerintah.

Selain masalah hama tikus, salah satu petani bernama Jamal turut menyampaikan keresahan terkait munculnya kembali penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di wilayah Desa Kacangan. Ia mempertanyakan apakah pemerintah memiliki skema ganti rugi apabila terjadi gagal panen atau kerugian akibat penyakit tersebut.

Keluhan lain yang juga mencuat adalah tingginya harga benih padi yang semakin membebani petani di tengah kondisi yang sudah sulit.
Kelompok Tani Sidojoyo berharap pemerintah Kabupaten Blora segera turun tangan dan memberikan solusi nyata. Mereka menegaskan bahwa pertanian adalah penopang utama ekonomi masyarakat, sehingga penanganan atas permasalahan ini tidak boleh ditunda.
“Kami butuh tindakan, bukan sekadar pertemuan tanpa hasil,” tegas salah satu perwakilan petani.

Para petani mendesak Pemkab Blora dan DPRD agar lebih serius merespons masalah-masalah yang mengancam keberlangsungan pertanian di Todanan. Tanpa langkah cepat, kerugian yang mereka alami akan terus bertambah. (*)

Berita Terbaru

spot_img

Berita Terkait