Beranda blog Halaman 145

Sambut Ramadhan, Pengurus dan Anggota PSCP Cabang Blora Berziarah ke Makam Wali

0

BLORA.-

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1444 H, pengurus perguruan Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) Cabang Blora beserta atlitnya mengadakan ziarah Wali Allah yang ada di Pulau Jawa. Diawali dari Wali Allah Jawa Timur di Surabaya, Pkl. 03.00 WIB, Senin, 20 Maret 2023, rombongan sudah masuk ke makam Sunan Ampel dipimpin sesepuh perguruan PSCP, H. Suwarno S.Pd.I (Kedungringin, Sumberjo, Randublatung), didampingi Ketua PSCP Cabang Blora Suparjo (52) dari Bulakan, Pilang, Randublatung, besama Ketua 1 PSCP
Cabang Blora Subadi (48) dari Menden, Keradenan.
Kepada wartawan, Ketua PSCP Cabang Blora Suparjo mengatakan, bahwa biaya perjalanan ziarah sepenuhnya ditanggung oleh salah seorang alumni perguruan PSCP cabang Blora bernama Dayat Purnomo (40). “Tinggalnya di Jenang, Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Tapi Mas Dayat juga ikut dalam ziarah Wali Allah,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Jo itu.
“Mas Dayat yang sukses sebagai TKI di Taiwan, selalu mengenang jasa perguruan PSCP yang telah mendidiknya,” tambah Mbah Jo.
Sementara itu H. Suwarno selaku sesepuh berharap anak didik perguruan PSCP cabang Blora bisa membawa fatwa dan nama baik perguruan di manapun berada. “Semoga anak didik PSCP selalu mengingat pemimpin-pemimpin sebelumnya, termasuk menziarohi makam para Wali Allah dan sholat lima waktu”, pesannya. (*)

Setelah Mendapat Sertifikat HGB dari Presiden Jokowi, Warga Wonorejo Ramai-ramai Akan Jual Tanahnya

0

“Yang luasnya 500 an harganya Rp 450.000 permeter persegi, yang luasnya 2.000 an harganya Rp 250.000,” ujar Suwarno, warga Wonorejo.

***
Warga kawasan Wonorejo Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, kabarnya ramai-ramai akan menjual tanah yang sudah bertahun-tahun mereka tempati. Tanah tersebut sebagian besar telah bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai di atas Hak Pengelolaan Pemkab Blora.
Sebagian sertifikat telah diserahkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada warga kawasan Wonorejo para 10 Maret 2023, sebagian lagi diserahkan oleh petugas BPN di kantor kelurahan masing-masing seperti halnya Kelurahan Ngelo, Karangboyo dan Cepu.
Informasi yang dihimpun di lapangan, harga tanah di kawasan Wonorejo bervariatif mulai dari Rp 200.000 sampai Rp 1,5 juta per meter. Tergantung lokasi tanahnya, semakin strategis lokasinya maka harganya akan semakin mahal.
Warga Wonorejo Kelurahan Cepu, Suwarno mengaku hendak menjual tanah yang telah bersertifikat HGB. Dia memiliki lahan 500 meter persegi dan 2.000 meter persegi.
Tanah yang akan dijual Suwarno adalah tanah pertanian, karena tidak lagi ada yang menggarap. “Saya pindah ikut istri. Keluarga sama kakak saya yang menempati di Wonorejo,” ujarnya.
Tanah tersebut, awalnya didapat Suwarno dari pembagian warisan keluarga mertua. “Terus saya beli,” ucapnya.
Warga lainnya, Abdul mengaku dimintai tolong untuk menjualkan tanah milik seorang pengusaha. Lahannya seluas 7.000 meter persegi. Lokasinya cukup strategis, dibandrol dengan harga Rp 1,5 juta per meter.
“Lokasi di Jalan Raya By Pass Cepu. Ikut Sertifikat HGB. Permeter dijual Rp 1,5 juta,” ujarnya.
Sementara warga lain yang enggan disebutkan namanya, berencana menjual tanah bersertifikat HGB miliknya, seluas 600 meter persegi.
“Permeter Rp 200.000, lokasinya di Jatirejo,” katanya.
Sumber tersebut mengaku jika tanah milik adiknya di Kelurahan Karangboyo juga akan dijual. “Punya adik belum saya lihat,” ungkapnya.


Dikonfirmasi terpisah, Asisten 1 Sekda Blora Irfan Agustian Iswandaru menyampaikan, karena tanah di kawasan Wonorejo sudah bersertifikat, sehingga sudah menjadi kewenangan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dan Kantor Pertanahan.
Dari sisi Pemkab Blora, Irfan mengingatkan pe-megang hak untuk membaca kembali perjanjian yang telah ditanda tangani bersama Pemkab Blora. “Di situ tertulis hak dan kewajibannya,” ujarnya.
Irfan menegaskan kembali pemerintah pusat menerbitkan sertifikat tersebut untuk memberikan kepastian hukum.
Namun, ketika ditanya apakah boleh mengalihkan hak atau memindah tangan pemegang hak, Irfan tidak bisa menjelaskan secara detail. (*)

Perhutani Randublatung Terima Auditor PT BRIK Quality Service

0

BLORA.-

Dalam rangka Pendampingan Audit dan Pengenalan Standar (Verifikasi Lehalitas Hasil Hutan (VLHH) Indistri Kayu Tahun 2023, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung sebagai pemasok Bahan Baku Industri (BBI) menerima auditor dari PT BRIK Quality Service, Rabu (15/03/2023).
Kegiatan verifikasi dan kunjungan lapangan dari PT BRIK Quality Servce di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Randublatung 1 dipimpin oleh Fitrianti Estiningsih sebagai Lead Auditor, didampingi Hildegard Wiwin Winarni dan Tanti Rahmayanti.
Administratur KPK Randublarung melalui Kepala Seksi bidang produksi dan ekowisata Suwarno yang mendampingi Tim Auditor mengatakan, Lembaga sertifikasi VLK melakukan penelusuran atau lacak balak fisik dan dokumen kayu di TPK Randublatung 1 pemasok bahan baku industri ke KBM industri kayu,asal kayu dari Pengamanan berupa kayu pacakan.
“Kami sudah siapkan fisik dan dokumen yang diperlukan oleh auditor agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” kata Suwarno.
Dalam kesempatan itu Auditor PT BRIK Quality Service, Fitrianri Estiningsih kepada awak media menyampaikan, bahwa kegiatan di TPK Randublatung 1 ini bersifat kunjungan lapangan.
“Kegiatan ini Audit pemilikan dan pengenalan standar VLHH industri kayu tahun 2023 di TPK Randublatung 1,” ucapnya. (*)

Hujan Lebat, Warga Temulus-Randublatung Tewas Disambar Petir

0

BLORA.-

Gelegar suara petir pada Jumat (17/3/2023) sekira pukul 13.20 WIB seolah mengabarkan adanya orang tewas di tengah turunnya hujan kebat pada siang hari itu. Korban bernama Jasiran bin Hasim (55) dan Jadi bin Lasipan (56), kedua buruh tani itu sedang mencabut bibit padi di sawah milik Marsih, warga Desa Temulus Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.
Dua orang saksi, Sujiati (47) dan Jiman (60) yang mengaku melihat kejadian tersebut langsung melapor ke kepala desa setempat.
“Mendapat laporan, saya langsung kordinasi dengan Polsek, Koramil, dan Tim Medis,” ujar Kades Temulus, Suhartono.
Tiba di lokasi Tim Medis menyatakan, bahwa korban Jasiran sudah meninggal dunia sementara korban Jadi masih hidup namun dalam keadaan kritis.
Jenazah Jasiran langsung dibawa pulang ke Desa Temulus RT.08/RW.01 dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya.
“Pukul 16.30 jenazah sudah diberangkatkan ke makam untuk disemayamkan,” ujar Suhartono.
Sementara itu korban Jadi yang juga beralamat di Desa Temulus masih dalam perawatan medis di Puskesmas Randublatung. (*)

Jalan Longsor Tidak Dipasang Rambu, Akses Menuju Bendungan Randugunting Bahayakan Pengendara

0

Blora, KORANDIVA.CO – Akses jalan menuju Bendungan Randugunting, tepatnya di Km 2 dari Japah ke Kalinanas atau 50 meter sebelum makam Desa Bogem kondisinya rusak parah akibat retak dan longsor. Kerusakan pada sisi sebelah kiri jalan dari arah Japah itu panjangnya kurang lebih 50 meter.

Menurut Kepala Desa Bogem, Kamto, kerusakan jalan itu disebabkan mobilisasi truk muatan tebu pada waktu musim tebang tiba, dimana tonasenya mencapai 8 hingga 10 Ton. Diperparah lagi intensitas hujan yang sangat tinggi pada bulan Nopember s/d bulan Februari. “Sempat terjadi banjir besar yang megakibatkan tebing sedalam 10 meter itu longsor,” ujar Kamto.
Saat meninjau ke lokasi wartawan tidak melihat adanya rambu atau papan peringatan untuk pengendara, yang ada hanya pita police line. Kondisi seperti itu tentu sangat membahayakan pengendara, khususnya pada malam hari.


Kondisi itu dibenarkan oleh Kepala Desa Kalinanas, Jani ketika ditemui wartawan, Jumat (17/3/2023). Bahwa fakta di lapangan, pada Km 2 Desa Bogem akses menuju Bendungan Randugunting rusak dan longsor.
Sementara itu sumber resmi di Pemdes Bogem mengatakan, bahwa perbaikan jalan rusak itu wewenang Pemkab Blora, dalam hal ini Dinas PUPR Blora. Karena lokasi itu merupakan jalan kabupaten.
Menurut sumber tersebut, dalam Muserbang Kecamatan Japah pada tanggal 8 Februari, Kades Bogem sudah mengusulkan untuk repair. Dan, usulan tersebut juga diperkuat oleh dukungan anggota DPRD Blora yang hadir, Sakijan. (*)

Fadia Khalisha Gondol Juara 2 Kelas Junior Cabang Olahraga Woodball Piala Gubernur Jawa Timur 2023

0

Pati, KORANDIVA.CO – Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMA Negeri 3 Pati kembali menorehkan prestasi. Adalah Fadia Khalisha Putri dari Cabang Olahraga Woodball Kabupaten Pati yang mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam Kejuaraan Woodball Piala Gubernur Jawa Timur Tahun 2023 berhasil menjadi juara 2 Kelas Junior.

Kejuaraan yang berlangsung di Lapangan PASMAR 2 Gedangan Sidoarjo – Jawa Timur tersebut berlangsung sejak 10 – 12 Maret 2023, diikuti oleh 256 Peserta dari 18 Kabupaten kota dari 7 Provinsi di Indonesia.
Kepala SMAN 3 PATI Drs. Suhartono, SPd. MPd. MSi mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Dia berharap kedepannya semakin sukses dan lebih berprestasi lagi.
Sementara Fadia Khalisha Putri sendiri saat diwawancarai oleh awak media mengaku belum puas atas pencapaian tersebut. “Semoga kedepan bisa lebih baik lagi dan mampu membawa nama baik sekolah dan kota kelahiran saya yaitu Pati ke kancah nasional dan Internasional,” ujarnya. (*)

Kejuaraan Woodball Piala Gubernur Jawa Timur, Diikuti 256 Peserta dari 7 Provinsi

0

Sidoarjo, KORANDIVA.CO – Bertempat di lapangan PASMAR 2, Gedangan Sidoarjo-Jawa Timur, pada tanggal 10 – 12 Maret 2023 berlangsung perhelatan pertandingan woodball yang diselenggarakan oleh “Club Semangat Pagi”. Acara yang diikuti oleh 256 peserta dari 7 provinsi di Indonesia itu dibuka oleh Komandan Pasukan Marinir 2 Brigjen TNI (Mar) Y. Rudy Sulistyanto.

Turut hadir dalam turnamen Woodball Piala Gubernur Jatim ini antara lain, Pengurus Besar Indonesia Woodball Asociation (IWbA) Aang Sunadji beserta jajaran, KONI Jawa Timur, Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Jawa Timur, dan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Aang Sunadji mengaku takjub melihat minat peserta yang cukup tinggi. “Banyaknya peserta yunior merupakan langkah yang bagus, karena pembibitan itu penting dimulai sejak usia dini,” ujarnya.
Sementara itu Dr. Nurul Hidayati. S.Pd. M.MPd. selaku ketua panitia mengatakan, turnamen kali ini mempertandingkan 14 nomor. Baik itu junior, senior maupun master.
“Selain sebagai ajang warming up PON 2024 Aceh, turnamen woodball ini juga untuk menjaring atlet-atlet potensial yang bisa berkiprah di tingkat nasional dan internasional khususnya dari Jawa Timur,” tandas Nurul. (*)

Petani Blora Berharap Pemerintah Naikkan Harga Gabah

0

Blora, KORANDIVA.CO – Gonjang-ganjing nasib petani padi yang selalu berulang pada setiap datangnya panen raya, ibarat seperti penyakit tahunan yang selalu menjadi topik pembicaraan hangat di tengah masyarakat. Diantaranya tentang harga gabah yang jatuh dan kebijakan pemerintah yang belum sesuai dengan harapan petani.

Seperti Kebijakan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan menerbitkan Surat Edaran No:47/TS.03.03/K/02/2023 tanggal 20 Februari 2023 tentang harga batas atas pembelian gabah atau beras.
Surat Edaran itu dimaksudkan untuk menjaga kestabilan harga gabah dan memberi perlindungan kepada petani, namun yang terjadi justru menimbulkan polemik dan gejolak yang mengancam kepada kesejahteraan petani.
Sehingga Kebijakan yang belum berumur satu bulan sudah ditarik kembali atau dibatalkan dengan Surat Edaran yang baru No:60/TS.03.03/K/03/2023 tanggal 7 Maret 2023 tentang pencabutan Surat Edaran Kepala Badan Pangan Nasional RI No 47/TS.03.03/K/02/2023.
Keluarnya surat edaran yang baru tersebut dilandasi atas pertimbangan perkembangan produksi padi dan kelancaran pasokan gabah dari petani kepada penggilingan padi serta untuk menjaga daya saing petani.
Sudarwanto, Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) curhat kepada Bambang Sulistya Penasehat KTNA Kabupaten Blora tentang nasib petani saat penen raya padi tiba.
“Mas Sudarwanto memberikan apresiasi positif atas keluarnya Surat Edaran yang baru dari BAPANAS tersebut karena di surat edaran lama (No 47/TS.03.03/K/02/2023) diduga banyak hal kekurangan yang menimbulkan kecurigan dan tidak masuk akal mulai dari kesepakatan penetapan harga batas atas pembelian gabah atau beras tidak mengajak perwakilan petani baik yang tergabung dalam KTNA,HKTI maupun SPI,” jelas Bambang Sulistya, Pensehat KTNA Blora, Kamis (16/3/2023).
Disampaikan, selama ini organisasi yang paling getol memperjuangkan agar Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras untuk dinaikan seperti usulan surat dari pengurus Kelompok KTNA Nasional No: 100/E/KTNA-Nas/X/2022 tanggal 19 oktober 2022 tentang usulan perubahan HPP gabah dan Surat Revisi usulan perubahan HPP gabah No 171/E/KTNA-Nas/1/2023 tanggal 3 Januari 2023 sebagai berikut:GKP Rp 4.200/kg menjadi Rp 5.400/kg, GKP dipenggilingan Rp 4.250/kg menjadi Rp 5.500/kg dan GKG di penggilingan Rp 5.250/kg menjadi Rp 6.400/kg.
Dengan pertimbangan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 24 tahun 2020 yang menetapkan HPP GKP gabah Rp 4.200/kg pada saat ini sudak tidak layak lagi.
Disamping itu dengan disepakati dalam surat edaran harga bawah Rp 4.200/kg dan harga batas atas sebesar Rp 4.550/kg akan memperpuruk nasib petani karena harga tersebut belum mempertimbangkan fakta yang dialami oleh petani terjadinya biaya produksi dan modal yang harus ditanggung petani kenaikan harga pupuk,kenaikan BBM,kenaikan upah pekerja dan sewa lahan serta naiknya bibit dan pestisida.
Apalagi dalam surat edaran lama dari Bapanas menaikkan Harga batas atas gabah hanya sekitar 8% dan beras sekitar 9%. Sementara harapan para pejuang petani harga HPP dinaikkan sebesar 20-30% supaya kesejahteraan petani atau wong cilik meningkat.
Sementara sampai saat ini belum ada pengumuman Pemerintah terkait dengan kenaikan Harga Pembelian Pemerintah(HPP) gabah dan beras sejak tiga tahun lalu masih mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan No 24 tahun 2020.
“Pertanyaan yang muncul mengapa pemerintah belum menaikan HPP gabah dan beras,” ucapnya.
Berharap bahwa petani memang harus hidup layak, sejahtera dan bahagia karena mereka adalah penjaga dan pejuang kedaulatan pangan Indonesia sehingga wajar kalau nasib mereka harus mendapatkan perhatian istimewa dari Pemerintah.
Apalagi saat ini menjelang pesta demokrasi seharus petani menjadi Primadona di negeri Pancasila ini.
Sudarwanto sangat menunggu kebijakan pemerintah baik ditingkat pusat maupun daerah yang membuat para petani gumuyu.
Sementara Mud Hadiyanto sebagai koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Blora menyarankan kepada petani agar kehidupan tidak makin terpuruk.
Menyikapi harga gabah ditingkat petani yang semakin rendah dan merupakan kejadian berulang setiap periode.
Upaya penyuluh selama ini adalah dengan meningkatkan pengetahuan petani dan kelompok tani melalui upaya diantaranya Dalam jangka pendek mengimbau petani untuk melakukan tunda jual gabah dengan pola hilirasasi produksi.
Berikutnya pemanfaatan sumber daya lokal berupa pupuk kandang sebagai bagian dari efisiensi usaha tani. Mendekatkan akses permodalan petani dengan lembaga kuangan melalui program KUR.
Kemudian, meningkatkan keberdayaan lembaga tani melalui pola kemitraan usaha, pengelolaan UPJA dan diversifikasi usaha. Berupaya mengubah pola usahatani konvensional ke pertanian modern dengan mengedepankan efisien biaya produksi, bernuansa mekanisasi dan berwawasan lingkungan.
Bambang Sulistya, menambahkan, dirinya yang pernah menjadi Ketua HKTI Blora era Ketua Umum HKTI Prabowo Subianto dan saat ini sebagai penasehat KTNA Kabupaten Blora sangat merindukan agar para petani dalam memasuki panen raya padi hati mereka bahagia dan menyambut dengan penuh suka cita seperti saat ini umat muslim dalam menyambut bulan Ramadan 1444 H.
“Tidak dihantuhi kalau harga panen akan jatuh tetapi tumbuhnya rasa suka cita bahwa hasil panen mereka akan membuat hidup mereka makin sejahtera,” ucapnya.
Tentu harapan itu akan terwujud kalau pemerintah hadir dengan kebijakan yang menguntungkan dan berpihak kepada para petani seperti kebijakan pemerintah siap membeli petani hasil panen petani kebijakan subsidi harga.
Bahkan Saran dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dalam rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (2/3/2023) dapat diimplemetasikan di Kabupaten Blora sehingga meminta agar para petani membuat asuransi pertanian untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen dan harga panen jatuh.
“Semoga Petani tetap menjadi Pembela Tanah Air Indonesia khususnya di Bumi Blora Mustika untuk sesarengan mbangun Blora,” harapnya. (*).

Lakukan Pemerasan, Oknum Wartawan Gadungan Dibekuk di Grobogan

0

Grobogan, KORANDIVA.CO – SW, yang mengaku sebagai wartawan, Senin (13/3/2023) terkena operasi tangkap tangan (OTT) saat memeras seorang pegawai perusahaan yang bergerak di bidang properti. Saat ditangkap, SW sedang menerima uang tiga juta rupiah dari korban.

Kasi Intelijen Kejari Grobogan, Frengki Wibowo menjelaskan korban memberikan uang itu setelah diintimidasi pelaku yang mengaku mengelola akun YouTube sekaligus wartawan hariansiber.com.
“Dalam melancarkan aksinya, pelaku SW mengancam akan meliput dan memberitakan secara online (youtube) permasalahan perusahaan dengan salah satu konsumennya yang dianggap telah melibatkan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Grobogan,” imbuhnya.
Atas intimidasi itu, korban pun akhirnya takut. Korban khawatir dengan peliputan dan pemberitaan yang akan dilakukan SW akan dapat menjatuhkan kredibilitas perusahaan.
Sehingga meminta agar pelaku tidak melakukan peliputan dan pemberitaan terkait permasalahan perusahaan dengan konsumennya tersebut.
“Hingga akhirnya pelaku SW meminta imbalan uang sebesar Rp. 12.000.000,- untuk dapat mengikuti keinginan korban. Sekaligus untuk membantu korban mengkomunikasikan penyelesaian permasalahan perusahaan korban dengan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Grobogan,” tambahnya.
Atas permintaan itu korban merasa keberatan. Namun, karena pihak perusahaan korban merasa tidak pernah ada persoalan/perkara dengan pihak Kejaksaan Negeri Grobogan, akhirnya melaporkan perbuatan pelaku SW tersebut ke Polres Grobogan.
Dari laporan itu, pihak kepolisian bertindak. Pelaku pun dipancing untuk bertemu korban. Hingga akhirnya diberi uang Rp 3 juta. Di saat bersamaan, pihak kepolisian telah bersiap dan mengamankan pelaku. (*)

Selingkuh Sesama Menantu, Kuli Bangunan Diusir dari Rumahnya

0

Blora, KORANDIVA.CO – Entah bagaimana perasaan SRD (71) sebagai orang tua, warga Dukuh Jompong, Desa Sumber Kecamatan Keradenan, Kabupaten Blora yang dengan mata kepala sendiri memergoki menantu lelakinya DYK bermandi keringat bersama menantu perempuannya, ST pada Kamis (7/3/2023).

DYK yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan menikah dengan anak perempuan SRD bernama KRY. Sudah 16 pernikahannya namun belum dikaruniahi anak.
Sebenarnya SRD sudah mencium aroma perselingkuhan anak menantunya itu sejak 6 bulan silam, namun hal itu dibiarkan karena belum ada bukti yang bisa dipegang. Hingga pada Kamis malam (7/3/2023), ketika SRD berkunjung ke rumah anak perempuannya (KRY) namun menantu laki-lakinya tidak ada di rumah.
Tiba-tiba firasat SRD ingin mendatangi rumah anak laki-lakinya (STN) yang berada tepat di sebelah rumah anak perempuannya. Pukul 21.30 Wib itu rumah anak laki-lakinya dalam keadaan gelap karena STN selaku pemilik rumah sedang menghadiri undangan khitanan di dukuh sebelah yang nanggap barongan.
Kemudian SRD memberanikan diri untuk membuka pintu, dan mendapati menantu laki-laki (DYK) bersama menantu perempuannya, ST, sedang berduaan di dalam kegelapan.
Sontak kedua menantu terkejut, lalu keduanya meminta maaf kepada SRD sambil mengucap, “Jangan bilang sama anakmu, aku yang salah aku minta maaf,” ucap DYK.
Dan, SRD pun spontan memberikan maaf dengan syarat. “Saya maafkan tapi kamu harus mendatangi makam mertua perempuan untuk meminta maaf,” kata SRD kepada DYK.
Tak ingin kehilangan peluang, keeseokan harinya DYK mendatangi makam mertua perempuannya dan meminta maaf.
Pernah melihat langsung kedua menantunya bermandi keringat ternyata menjadikan SRD trauma, dan sulit untuk melupakannya. “Beberapa hari saya sulit tidur dan hilang nafsu makan karena merasa berdosa kepada kedua anak saya karena menutup-nutupi kelakuhan bejat menantu,” ujar SRD.
Sehingga pada Sabtu malam (11/03/2023) SRD mengumpulkan dua anak dan dua menantunya di kediamannya untuk menyelesaikan persoalan rumah tangga kedua anaknya itu secara kekeluargaan. “Pada malam itu, DYK dan ST saya suruh menceritakan perselingkuhan yang telah dilakukannya,” tambah SRD.
Karena pertimbangan ST sudah memiliki seorang anak, maka STN memaafkan istrinya. Sementara KRY yang sangat kecewa pada suaminya langsung mengusir DYK dari rumah. “DYK diusir oleh istrinya,” pungkas SRD. (*)