Beranda blog Halaman 130

Tidak Dilibatkan dalam Kegiatan oleh Dinsos Pati, Thohirin Klarifikasi ke Kemensos

0

PATI.-

Bergabung sebagai pendamping PKH sejak Tahun 2013, Mohammad Thohirin mengaku masa kontrak kerjanya telah terakhir pada akhir 2022. Namun yang membuatnya kaget, statusnya diaktifkan kembali sebagai SDM di Kementerian Sosial pada bulan Maret 2023.
Yang membuatnya heran, Dinas Sosial Kabupaten Pati maupun koordinator kabupaten (Korkab) tidak ada klarifikasi dan pemberitahuan pengangkatan kembali terhadap dirinya.
“Sejak diaktifkan kembali pada Maret 2023, saya tidak pernah diberitahu,” ujar Tohirin ketika ditemui wartawan di depan kantor Dinsos Pati, Kamis (3/8) lalu.
Thohirin baru mengetahui statusnya sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) diaktifkan kembali setelah mendapat informasi dari Kementerian Sosial pada tanggal 6 Juli 2023.
Tidak adanya pemberitahuan terkait pengangkatan kembali dirinya sebagai pendamping PKH diduga kuat adanya penolakan dari Dinas Sosial Kabupaten Pati.
Terbukti, terhitung 4 bulan sejak Maret hingga awal Juli, Tohirin selaku SDM Pendamping PKH yang namanya sudah tercantum dalam SK, tidak pernah diberitahu atau dikonfirmasi oleh koordinator PKH Kabupaten Pati.
“Pada kurun waitu itu saya pernah menghadap kepala bidang di Dinas Sosial Pati untuk klarifikasi terkait penolakan status saya sebagai pendamping PKH, tapi tidak ada tanggapan,” ujarnya.
Tohirin menduga hal tersebut merupakan dampak dari pelaporan dirinya kepada Pj Bupati Pati dan DPRD Kabupaten Pati terkait adanya pemotongan dana Bansos yang dilakukan oleh salah satu oknum Kadus di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo.
“Kasus itu sempat menjadi perbincangan di media sosial dan menjadi bahan pemberitaan di media elektronik,” papar Tohirin.
Sementara itu Kabid Pemberdayaan, Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pati, Dra. Tri Haryumi MS.i. mengatakan, bahwa dasar untuk tidak memperpanjang yang bersangkutan adalah terkait dengan absensi dan double job yang dilakukan oleh Mohammad Thohirin.
“Mengenai status Mas Thohirin nanti kita tunggu setelah Pak Kadis pulang dari Ibadah Haji, Mas,” pungkasnya. (*)

Sambut Hari Kemerdekaan, Pemuda Seso-Blora Membuat Mural Tokoh Pejuang

0

BLORA.-

Cara yang dilakukan oleh para pemuda asal Desa Seso Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI bisa dibilang unik. Mereka membuat lukisan atau mural di tembok salah satu warga dengan bertemakan kemerdekaan. Gambar Bung Karno, Bung Hatta dan Garuda Pancasila.
Para pelukis yang asli kelahiran Seso itu antara lain Rama, Adit, Udin, Sobri, dan juga dibantu oleh pemuda-pemuda lainnya.
“Kita baru lima hari menggambar, sambil nongkrong aja sih, dari jam 7 malam hingga dini hari, rencananya di tembok yang masih kosong nanti bakal digambar orang lomba panjat pinang,” ujar salah satu pelukis, Udin (29), kepada Koran Diva, Sabtu (5/8/2023).
Udin menambahkan, walaupun begitu, ia juga mengaku sudah mendapat ijin dari RT/RW setempat dan juga pemilik dinding tembok.
Pelukis lainnya Rama (22), mengaku bahwa ia dan kawannya dalam kegiatan melukis tersebut merupakan inisiatif mereka sendiri bahkan danapun mereka dapat dari sumbangan dan uang pribadi masing-masing.
“Kita inisiatif sendiri, dana pun kita dapat dari yang nyumbang dan uang kita sendiri,” katanya.
Dengan cat murah dan koas kecil, Rama dan kawan-kawan berhasil membuat karya besar yang bermakna demi hari kemerdekaan walaupun diakui media tembok yang tidak rata kerap menjadi tantangan mereka.
Rama yang mewakili pemuda Seso itu berharap, para pemuda indonesia bisa terus berkarya dan tidak melupakan sejarah. “Terus berkarya dan jangan lupakan sejarah,” tutup Rama. (*)

Tingkatkan Semangat Kebangsaan di Bulan Agustus, Kelompok Sepeda Pancal Blora Wajibkan Pakai Merah Putih

0

BLORA.-

Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, sejak memasuki bulan Agustus 2023, Ketua Kelompok sepeda pancal Blora H. Soedadyo yang mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Tranmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora meminta kepada para anggotanya agar dalam melaksanakan aktivitas sepeda santai memakai seragam bernuansa merah dan putih.
“Ini dimaksudkan untuk menambah semangat kebangsaan dalam menyambut peringatan Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia, bahwa NKRI harus mukti dan abadi,” jelasnya, Jumat (7/8/2023).
Selama menyusuri perjalanan bersepeda dari desa ke desa Soedadyo banyak bercerita kepada mantan Sekda Blora Bambang Sulistya tentang kehidupan alam demokrasi saat ini yang dalam hal kebebasan untuk berbicara sudah melampaui batas kepantasan.
“Biarkan itu semua menjadi pelajaran bagi kita semua yang penting kita tetap waras berakal sehat, memiliki nurani tanpa harus menyakiti hati orang lain dan tetap bertakwa dengan melaksanakan perintahNya dan menjahui laranganNya,” tuturnya.
Setelah bersepeda lebih dari satu jam semua anggota kelompok sepeda pancal berhenti di warung lontong tahu untuk memenuhi undangan syukuran dari salah satu anggota yang bernama Anna atas kesembuhan dari sakitnya.
Sambil menunggu lontong tahu tersaji ternyata ungkapan H.Soedayo tentang demokrasi yang sudah kebablasan tersebut menjadi bahan pembicaraan hangat oleh sebagian peserta gowes.
Diantaranya Kapten Purnawirawan Sudarmono, mantan Danramil itu dengan ungkapan serius mengatakan sudah saatnya momentum bulan Agustus ini kita gelorakan kembali semangat Berani Bela Negara (B2 N). Termasuk saat ini berani membela Presiden Joko Widodo.
Berkenaan dengan hal tersebut Bambang Sulistya ingin memaknai B2N sebagai sebuah akronim yang memiliki nilai manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
(B1)-Belajar bersyukur bahwa saat ini kita masih diberikan berbagai nikmat dari Tuhan Yang Maha Pemurah berupa nikmat sehat dan nikmat untuk selalu berupaya mengendalikan diri dari sikap sombong,angkuh dan egois serta merasa diri paling pinter dan hebat.
(B2)-Berolahraga menjadi kebutuhan hidup sehari hari.
“Entah olahraga apapun termasuk olahraga bersepeda dalam menjaga kesehatan tubuh,” tuturnya.
Karena ada ungkapan di dalam badan yang sehat terdapat jiwa sehat sehingga jiwa yang sehat tidak mudah menghujat tapi bersahabat, tidak mudah membenci tapi memuji dan tidak mudah memukul tapi merangkul.
“Ingat hidup itu seperti naik sepeda untuk bisa maju harus tetap bergerak,” tegasnya.
(N)-Niat yang baik harus jadi landasan utama dalam setiap kita melangkah dan berkiprah dalam kehidupan sehari hari.
Jangan pernah ragu atau bimbang kalau sudah punya niat baik gas pol segera laksanakan. Setiap mengawali perbuatan niat baik pasti akan memberikan hasil baik.
“Termasuk hari ini Jumat 4 Agustus 2023, Bu Ana punya niat baik untuk mengajak makan lontong tahu bersama teman-teman kelompok sepeda pancal diyakini ke depan akan memberikan dampak positif bagi kehidupan bu Ana dan semoga sukses,” ungkapnya. (*).

Nguri-uri Budaya, Warga KTH Tlogo-Plosorejo Laksanakan Syukuran pada Acara Kawitan

0

BLORA.-

Kamis tanggal 3 Agustus 2023, warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Tlogo, Plosorejo tampak berbondong-bondong menuju lokasi hutan sosial. Kedatangan warga di sebuah lokasi yang berada di sebelah utara Dukuh Tlogo itu untuk menyaksikan pengukuran awal (kawitan), setelah Presiden RI Joko Widodo menyerahkan SK Perhutanan Sosial pada pertengahan Maret 2023.
Sebagai orang Jawa yang masih menganut budaya dan tradisi nenek moyang, kegiatan pengukuran lahan hutan pada hari itu diawali dengan acara syukuran.
Warga setempat bernama Mardi mengatakan, tradisi syukuran dimaksudkan agar di dalam kegiatan pengukuran lahan hutan semua yang terlibat bisa selamat tidak ada halangan suatu apapun.
“Dalam acara syukuran, masing-masing warga yang datang disertai membawa nasi, ingkung ayam panggang dan juga kupat lepet,” ujar Mardi.
Acara syukuran ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Modin Tarin, yang juga merupakan tokoh masyarakat Tlogo.
Warga lain, Warimin mengaku bangga bisa memperjuangkan rakyat kecil di Plosorejo, khususnya Dukuh Tlogo hingga bisa mendapatkan garapan lahan hutan dengan atas nama sendiri. “Walaupun pengukuran serentak belum dimulai, tapi warga KTH Tlogo sudah bisa bersyukur,” tandas Warimin. (*)

Enam Dalang Cilik Meriahkan Acara Tironan Bulan Suro di Desa Sambongrejo

0

BLORA.-

Pertunjukan wayang kulit dalam rangka tironan bulan Suro, Kamis (3/8/2023) digelar di Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora Jawa Tengah. Pagelaran wayang kulit yang dilaksanakan di halaman rumah Wedianto di Desa Sambongrejo itu dimeriahkan dengan kehadiran enam dalang cilik seperti Sawung Prabaskoro (kelas 3 SD), Dennis Hendhika Vaiz (kelas1 SMK), Arsa (kelas 5 SD), Galang (kelas 3 SMP), dan Reno (kelas 1 SMK).
“Enam dalam cilik tampil secara estafet dengan membawakan lakon antara lain Wisanggeni Lahir, dilanjut Gathut Kaca Jadi Ratu, dilanjut Ampak-Ampak Wirotho,” ujar Ki Dartomo, panggilan akrab Wedianto.
Ribuan penonton dari dalam dan luar desa tampak berbondong-bondong memadati lokasi demi menyaksikan pagelaran wayang kulit yang dimainkan para belia itu pada malam itu.
Suara emas enam orang sinden dengan iringan grup karawitan anak-anak membuat betah para penonton yang sudah berdatangan mulai jam 8 malam hingga pertunjukan usai pada pukul 2 dini hari.


Memberikan apresiasi terhadap para pelaku kesenian, beberapa tokoh masyarakat terpanggil untuk memberkan saweran kepada para pesinden.
“Saya kagum melihat anak-anak yang dengan terampilnya bisa memainkan wayang kulit,” ujar Dahlan Rozidi, petugas Trantib Satpol PP Kecamatan Sambong.
Seorang tokoh masyarakat yang pada Pemilu Legislatif Tahun 2024 bakal maju, Janurman mengaku bangga melihat kehebatan enam dalam cilik. “Saya akan mempromosikan dalang-dalang muda ini hingga menjadi dalang kondang yang bisa dikenal sampai ke tingkat internasional,” ujar calon DPRD Blora dari Dapil 2 Kecamatan Sambong, Cepu, dan Kedungtuban. (*)

Tempati Studio Baru, Rasta FM Blora Kembali Siap Hibur Petani

0

BLORA.-

Ada kata bijak mengatakan, bahwa siapa yang suka bersilaturahmi akan mendapatkan rizki dan kesegaran hati. Ungkapan itu disampaikan oleh Ketua Persatuan Wredatama RepIublik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya saat bersilaturahmi ke studio Radio Suara Tani (RASTA) FM, Selasa (2/8/2023).
“Saya berterimakasih dan bersyukur, berkat kepedulian dan dukungan serta bantuan Bupati Blora H. Arief Rohman, kini Radio Suara Tani (RASTA) FM bisa mengudara lagi di tempat yang baru,” kata Bambang Sulistya yang juga pencetus berdirinya radio komunitas itu.
Sebelumnya, Rasta FM bermarkas di belakang gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) jalan Blora-Cepu Km.5, sekarang Radione Wong Tani Blora itu memancar dari komplek perkantoran Bidang Penyuluhan Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, di Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jateng.
Tidak sekedar pindah ke gedung megah, pengelolaan Rasta FM sekarang juga ditingkatkan dengan menggandeng para melenial seperti Mega Nanda, Lilis Riyani, Handi, Adi, Kudnadi dan Aldias yang dikenal idealis serta profesional dalam bidangnya.
Mega Nanda yang berlatar belakang jurnalis mengatakan, bahwa kedepan Radio Rasta FM harus memiliki kemandirian dan berkarya nyata agar bisa memberi sumbangsih bagi kemajuan Bumi Samin ini melalui program Sesarengan MBangun Blora.
“Atas cawe-cawenya Bupati dalam merevitalisasi Radio Rasta FM telah membangkitkan semangat seluruh kru penyiar Radio Rasta FM dalam menghibur masyarakat Blora, khusus para petani,” ujar wartawan yang diamanahi sebagai koordinator pengelola Radio Rasta itu, Selasa (2/8/2023).
Aktifnya kembali siaran radio Rasta FM membuat para fans-nya ikut bergembira. Hal itu seperti disampaikan Lilis Riyani, Rasta FM sekarang sudah sudah rutin menyelenggarakan siaran setiap hari. “Mulai jam 07.00 pagi sampai jam 00.00 WIB, Radio Rasta siaran untuk menyapa sekaligus menghibur masyarakat,” tandas Lilis.
Kepada wartawan Adi dan Handi menjelaskan, bahwa sambil menunggu pembenahan dan kelengkapan peralatan penyiaran radio, berbagai ide segar dan inovasi baru sudah dipersiapkan dan direncanakan.
“Tidak sekedar minta diputarkan lagu, para pendengar Rasta FM sekarang ini juga sering mengirimkan paket makanan ke studio yang baru ini,” ujar Adi.
Lain halnya dengan Kudnadi yang mengaku sudah menjalin komunikasi dan pendekatan dengan berbagai pihak, menurutnya banyak pemangku kepentingan yang siap berpartipasi untuk memanfaatkan Radio Rasta FM.


Sementara itu pemimpin umum Koran Diva, Abas yang pada saat itu juga bertandang ke studio Rasta memberikan dorongan moril kepada awak radio. Menurut jurnalis senior yang akrab disapa Kang Abas itu, gedung baru itu harus diapresiasi sebagai hadiah.
“Tempat ini baru layak disebut sebagai studio siaran, karena itu kru Rasta FM sekarang harus tambah percaya diri untuk menerima tamu,” ucapnya.
Lepas dari semua itu bahwa Radio Suara Tani Blora adalah radio yang bersejarah pada saat berdiri diresmikan oleh Bupati Blora H. Basuki Widodo tanggal 24 Oktober 2004.
Pengadaan perangkat peralatan mendapat bantuan dari salah satu perusahaan benih jagung yang berkualitas, kantor pusatnya berada di Amerika Serikat dengan nilai bantuan sebesar Rp100 juta.
Visi awal diwujudkan Radio Suara Tani FM untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat petani Blora dan menghibur para petani.
Dulu, acara favorite setiap malam Jumat sambil tirakatan selalu diadakan serasehan antara Bupati dengan para petani, dan setiap malam minggu diadakan siaran pagelaran wayang kulit.
Setiap hari ulang tahun kemerdekaan RI dan hari jadi Kabupaten Blora, Rasta FM bersama fans Rasta mengadakan jalan santai (pagi) dengan hadiah utama seekor sapi dan malam menghibur warga sekitar dengan hiburan musik lengkap dengan tampilnya penyanyi yang bening dan menawan hati.
Dalam kegiatan sosial Rasta FM di dukung fans dan pengusaha yang bergerak dibidang Pertanian telah ikut memberikan bantuan bencana alam di Kabupaten Klaten.
Bambang Sulistya menambahkan sejarah yang tidak pernah dilupakan, bahwa ketika Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo kunjungan kerja ke Kabupaten Blora pernah dialog sambung rasa dengan para petani di Radio Suara Tani Blora.
Mantan Sekda Blora itu sangat berharap semoga dengan adanya spirit dari Bapak Bupati dan didukung oleh organisasi perangkat daerah terkait serta para penyiar yang memiliki semangat untuk berkarya nyata yang tinggi sehingga Rasta FM ke depan mampu membuat sejarah dan memberi kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat utamanya para petani Blora. (*)

Bangunan Sekolah

0

TAHUN ini, pemerintah akan memperbaiki 198 gedung sekolah yang rusak di Blora. Salah satunya SD Gadon Kecamatan Cepu yang terjadi insiden tewasnya seorang pekerja bangunan.

Setiap tahun hampir selalu ada bangunan sekolah dasar negeri (SDN) di Blora yang rusak.
Mengapa ruang kelas sekolah dasar banyak yang rusak, padahal anggaran yang dikucurkan mencapai miliaran rupiah?
Di awal Tahun 2023, tiga ruang kelas SDN 2 Sambongrejo Kecamatan Sambong kondisinya rusak parah. Hingga selama dua tahun kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di rumah warga.
Pada Juli 2023, SD Negeri 2 Bangkle Blora, tiga ruang kelas rusak hingga kegiatan belajar mengajar ada yang dilakukan di ruang perpustakaan.
Umur teknis bangunan sebenarnya 14 tahun, tapi ternyata ada bangunan diperbaiki dengan dana alokasi khusus (DAK) tidak lama, tidak lebih lima tahun roboh, bahkan ada cuma dua tahun platfon jatuh, karena kualitas, tembok pecah.
Di sisi lain, pemerintah pusat dan daerah telah mengeluarkan miliaran rupiah untuk biaya perbaikan dan pembangunan ruang kelas.
Faktor utama bangunan cepat rusak adalah renovasi yang “abal-abal”, dari penggunaan bahan berkualitas rendah dan tidak sesuai spesifikasi, hingga pelaksanaan yang tidak sesuai prosedur.
Walaupun bangunan sekolah direnovasi melalui metode swakelola. Tapi oleh oknum kepala sekolah diborongkan lagi ke pihak lain. Tak jarang, bangunan belum selesai ada yang ditinggal oleh pemborongnya.
Swakelola adalah metode pembangunan yang pelaksanaan dan pengawasan diakukan oleh panitia pembangunan sekolah dan tidak boleh diserahkan pekerjaan kepada pihak ketiga.
Panitia tersebut terdiri dari kepala sekolah sebagai penanggung jawab, komite sekolah, unsur guru, dan unsur masyarakat. Tetapi masih sering terjadi, pihak sekolah dan masyarakat tidak dilibatkan pada kegiatan renovasi.
Pemerintah Pusat telah mengelontorkan dana besar melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik kepada pemda untuk memperbaiki dan membangun ruang kelas SD. Ditambah lagi, alokasi anggaran yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Blora.
Faktor lain penyebab ruang kelas roboh dan rusak berat adalah penyalahgunaan system swakelola yang tidak dikerjakan oleh masyarakat, melainkan oleh pihak ketiga atau pemborong yang ditunjuk langsung.
Pola tersebut memunculkan istilah “terima kunci”, artinya pihak sekolah tidak terlibat proses perbaikan, melainkan terima jadi atau dikenal dengan terima kunci.
Hal itu dikarenakan masih adanya pemborong yang didrop. Namanya swakelola, tapi pemborong dari luar yang mengerjakan.
Padahal tidak mungkin pemborong masuk tanpa ada action yang mengakomodir pemborong itu masuk, apalagi pemborong itu datang dari luar lingkungan itu (masyarakat).
Akibatnya biaya yang dikeluarkan menjadi besar, dan kualitas bangunan menjadi rendah.
Berikutnya adalah faktor kurang ketatnya kontrol dan pengawasan dari saat pelaksanaan, perbaikan dan pembangunan sekolah yang rusak.
***

Sambut Peringatan Hari Kemerdekaan, Warga RW V Karangjati-Blora Serentak Kibarkan Bendara Merah Putih

0

BLORA.-

Menyambut datangnya bulan Agustus yang merupakan bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia, oleh warga RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora disikapi dengan penuh rasa antusias dan semangat revolusioner.
Sejak hari Minggu 30 Juli 2023 sampai 1 Agustus 2023 warga sudah berlomba-lomba membersihkan lingkungan sendiri dan memasang umbul umbul serta asesoris yang lain dalam mengayubagya memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2023.
“Bahkan Senin 1 Agustus 2023, sehabis subuh warga secara serentak mulai memasang bendera merah putih di depan rumah masing-masing,” kata Bambang Sulistya, tokoh masyarakat setempat, Senin (1/8/2023).
Gerakan pemasangan bendera merah putih oleh warga dilakukan secara sistemik, masif dan struktural.
Pemasangan tersebut karena ada imbauan dari Bupati melalui surat No 003.1/3347/2023 tanggal 27 juli 2023 perihal partisipasi menyemarakkan Peringatan HUT ke 78 Kemerdekaan RI tahun 2023 di Kabupaten Blora.
Berdasarkan surat tersebut dalam rangka memperingati HUT RI meminta kepada segenap elemen masyarakat untuk melakukan beberapa hal.
Yaitu, mengibarkan bendera merah putih satu tiang penuh mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2023. Memasang spanduk/baliho, umbul-umbul, dekorasi dan asesoris lainnya yang penempatannya tidak mengganggu estetika dan kepentingan umum. Menjaga kebersihan dan keindahan dilingkungan masing-masing.
Menurut Ketua RW V Perumnas Karangjati Blora Bukit Effendi secara stuktural imbauan untuk pemasangan umbul-umbul dan pemasangan merah putih sudah diinformasikan ke ketua RT diteruskan ke warga.


Namun secara pribadi Bukit Effendi menyatakan pemasangan dan pengibaran bendara merah putih merupakan tanggung jawab moral dan sebagai warga negara yang baik tentu harus mematuhi untuk memberikan apresiasi dan penghormatan kita kepada para pahlawan yang sudah memperjuangkan terwujudnya Indonesia merdeka.
Serta sebagai wujud rasa bangga untuk bela negara. Apalagi kita tidak pernah ikut berjuang mengusir penjajah dengan resiko rela berkorban harta, tenaga dan nyawa.
“Sementara kita hanya diimbau untuk memasang bendera kok merasa keberatan itu termasuk orang yang kurang bersyukur,” tuturnya.
Sehingga dengan semangat yang pernah digelorakan Bung Karno, yaitu rawe-rawe rantas malang-malang putung warga perumnas selalu diingatkan jangan lupa memasang bendera merah putih sebagai bendera kebanggaan kita.
Bahkan ajakan untuk pemasangan bendera itu juga dikumandangkan melalui pengeras suara masjid Nurul Falah.
Disamping itu dengan mengibarkan bendera merah putih tersebut juga dapat mengingatkan kembali perjuangan perjuangan dalam meraih kemerdekan oleh para pejuang pendahulu kita yang tanpa pamrih pribadi.
Sekaligus juga dapat meningkatkan rasa kecintaan pada tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Diungkapkan, gebyar merah putih saat ini di Perumnas Karangjati benar-benar terwujud semarak dan memberikan semangat kebangsaan dan optimisme di alam kemerdekaan dengan terwujudnya bendera merah putih berkibar di setiap rumah.
Pihaknya berharap semoga di Bumi Blora Mustika pembangunan terus melaju untuk Indonesia maju dan mantabkan semangat Sesarengan Mbangun Blora.
“Ada pantun untuk kita semua, merah putih tetap di dada untuk mempertahankan Indonesia merdeka, Indonesia ke depan sukses segalanya. Sekali merdeka tetap merdeka,” kata Bambang Sulistya. (*).

Awali Tahun Baru Islam, Takmir Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati Santuni Anak Yatim Piatu dan Anak Kurang Beruntung

0

BLORA.-

Mengawali Tahun baru Islam 1445 H, pengurus Takmir Masjid Nurul Falah di Perumnas Karangjati RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora, Jateng menyelenggarakan khotmil Qur’an, Rabu (19/7/2023) atau 1 Muharram 1445 H.
Acara pembacaan Al Qur’an jus 1-30 yang diikuti oleh lebih 50 jemaah itu dilaksanakan dalam rangka membumikan ritual langit sebagai upaya peningkatan ketaqwaan umat Islam.
Pada hari Minggu pagi (30/7/2023), dilanjutkan dengan kegiatan penyantunan anak yatim piatu dan anak yang kurang beruntung sebanyak 218 orang.
Menurut Ketua Majelis taklim Masjid Nurul Falah Hj Dewi Tedjowati, dari total penerima santunan sebanyak 204 anak masing- masing mendapat jatah santunan Rp 280.000,00 dan 14 anak tiap anak memperoleh santunan sebesar Rp 250.000,00.
“Sehingga total dana untuk santunan mencapai Rp 63.869.000,-,” terangnya, Minggu (30/7/2023).
Dana tersebut berasal dari bantuan takmir masjid Nurul Falah Rp 15.000.000,-. Kas pengajian ibu Rp 1.330.000,-. Iuran dari 9 RT Rp 2.250.000,-. Donatur 9 RT Rp48.800.000,- dan sedekah dari hamba Allah Rp 3.000.000,-.
Anak-anak yang mendapat santunan berasal dari RW V Kelurahan Karangjati dan anak anak diluar RW V Kelurahan Karangjati yang memenuhi persyaratan penerimaan santunan.
Adapun penerima santunan memiliki latar belakang pendidikan mulai dari SD, SMP sampai SMA. “Penyerahan satunan di serambi masjid Nurul Falah,” ucapnya.
Ketua Takmir masjid Nurul Falah H. Slamet Pamuji mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semua pihak yang nyengkuyung dan membantu utamanya ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Nurul Falah dalam mewujudkan kegiatan santunan untuk anak yatim piatu dan anak yang kurang beruntung
“Kiprah untuk memberikan satunan adalah ladang amal untuk bekal kita ke akhirat,” ujarnya.
Slamet Pamuji, juga menitipkan pesan agar dana santunan yang diberikan jangan digunakan untuk pembelian barang bersifat konsumtif.
Ia sangat mengharapkan kepada anak-anak tetap memiliki semangat beribadah dan belajar yang tinggi semoga kelak menjadi anak-anak yang sukses dan bermanfaat.
Disamping itu juga berpesan jangan ada anak yang tidak bisa makan dan tidak sekolah. “Kalau ada tolong dilaporkan nanti akan dicarikan solusi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu kyai gaul, salah satu imam masjid Nurul Falah bahwa bulan Muharram ini merupakan bulan umat Islam dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menyatuni anak yatim piatu, apalagi menyatuni anak yatim piatu layaknya seperti anak sendiri juga bisa menjadi pahala jariyah untuk kehidupan di akhirat kelak.


Rasulullah SAW bersabda ,”Jika manusia mati, terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara sedekah jariyah, ilmu bermanfaat dan anak-anak soleh yang selalu mendoakannya (HR Muslim).
Perlu mendapat perhatian bagi umat yang beriman salah satu keutamaan menyantuni anak yatim piatu dijamin masuk surga (HR.Tirmidzi).
Dalam kegiatan penyantunan anak yatim piatu selain mendapat dana juga disediakan berbagai macam doorprize yang menarik. Untuk mendapatkan doorprize anak-anak harus bisa menjawab pertanyakan yang diberikan kepada anak-anak.
Seperti pertanyaan yang disampaikan ketua Takmir masjid Nurul Falah diantaranya, Setelah bulan Muharram bulan apa. kemudian pertanyaan yang lain, yaitu Rukun Islam ada berapa.
Ternyata kedua pertanyaan dijawab dengan lancar oleh anak-anak.
Bulan setelah Muharram adalah Safar dan rukun Islam ada lima:mengucapkan syahadat, mendirikan salat, menjalankan puasa, membayar zakat dan menunaikan ibadah haji.
Dengan cara pemberian santunan yang dikemas secara santai, ada daya tarik dan mengajak anak untuk merespon hal yang positif maka akan memberikan dampak yang baik dan menjadi kenangan manis serta membahagiakan bagi anak-anak yang mendapat santunan.
Diharapkan, semoga langkah dan kiprah dari para pengurus takmir masjid Nurul Falah untuk peduli dan berbagi ke anak yatim piatu dan anak yang kurang beruntung bisa menjadi inspirasi dan motivasi kepada para pengurus takmir masjid di tempat lain dalam upaya memakmurkan umat. (*).

Gelar Pengajian, Perhutani Randublatung Bagikan Infak kepada Anak Yatim

0

BLORA.-

Bertempat di Mushola Attaqwa Perhutani KPH Randublatung, jum’at (28/7/2023) digelar pengajian dan doa bersama serta membagikan infak untuk lima belas anak yatim.
Acara pengajian yang dimulai pukul 08.30 Wib itu dihadiri oleh administratur/kepala KPH, segenap Kasi, karyawan kantor KPH Randublatung, kepala BKPH beserta jajarannya dan anak-anak yatim yang menerima infak.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut antara lain, Pengasuh Pondok Pesantren Fatimah Azzahra KH. Ahmad Imam Syaifudin Zuhri S.Ag.M.Si dari Wulung Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.
Administratur KPH Randublarung Ida Jatiyana dalam sambutannya mengatakan, selain memberi, pihaknya juga memohon doa kepada anak-anak yatim agar perusahaan dan semua karyawan karyawati selalu diberi kesahatan.
“Ya saya selaku yang dituakan diperusahaan ini saya terima kasih pak Ustaz dan anak – anak yang hadir di pengajian ini dan sekalian kami beserta karyawan mohon doa restunya muda mudahan semua karyawan di KPH Randublatung bisa bekerja dengan baik,” pungkasnya.
Di puncak acara pengajian, kiyai yang akrab dipanggil Kiyai Imam menyampaikan tentang kisah Nabi Ibrahim As.
“Bahwa setiap pekerjaan itu tidak lepas dari tantangan, rintangan, bahkan kegagalan kita tidak sendirian, tetapi kita punya Allah SWT yang maha pengasih dan penyayang,” ujarnya,
“Kita sampaikan semua permasalahan kita memohon kepada-Nya dengan membaca hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikmal nasir sahabis sholat, Insyaallah akan dikabulkan Allah SWT,” pesan Imam.
Diakir acara, ketua panitia Kholil mengucapkan terima kasih kepada semua jama’ah dan semua pihak yang telah mendukung terlaksananya pengajian ini. “Acara ini digelar bertepatan dengan 10 Muharom 1445 H dan Jum’at berkah,” ucap Kholil. (*).