Beranda blog Halaman 131

Peringatan HUT ke-50 IPPK Blora, Ibu-ibu 60 Tahun Bawakan Tari Gambyong

0

BLORA.-

Pelaksanaan kegiatan resepsi peringatan HUT ke-50 Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Sabtu (29/7/2023) berlangsung meriah, penuh hadiah, bersejarah dan mudah-mudahan berkah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Blora, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, pengurus IPPK Kabupaten, IPPK Kecamatan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Blora masing-masing 10 orang, Ketua IPPK di eks karesidenan Pati (Kabupaten Rembang, Pati, Jepara dan Kudus) dan IPPK Grobogan.
Selain itu dihadiri pihak Perbankan meliputi Bank Mandiri Taspen Blora, BRI dan BPD Cabang Blora. Berbagai organisasi para purnatugas PWRI, Pepabri, Legiun Veteran, Ikatan Pensiunan Polisi, Ikatan Pensiunan Angkatan laut, Ikatan Pensiunan Angkatan darat dan para pembina IPPK Kabupaten Blora.
KORMI Blora juga hadir di acara itu dan memberikan paket doorprize.
Hal yang menarik dalam kegiatan resepsi IPPK ke-50, yakni tampilnya kelompok karawitan dari IPPK Kecamatan Blora yang mampu membuat suasa resepsi menjadi regeng, gayeng dan menghibur dari awal hingga akhir acara dengan gending jawa yang enak, merdu dan penuh semangat.
Semua anggota karawitan sudah purna tugas namun tampil menawan, sigrak dan antusias dengan memakai kostum batik Blora yang menarik.
Disusul tari gambyong sebagai pembuka acara yang diperankan oleh para ibu ibu anggota IPPK termasuk isteri ketua IPPK Kabupaten Blora.
Walaupun umur sudah di atas 60 tahun namun para ibu-ibu yang menari gambyong sangat percaya diri masih mampu tampil apik, luwes dan anggon serta mampu menghibur para tamu dan peserta resepsi IPPK.
Ternyata suguhan tarian gambyong yang menarik mendapat apresiasi positif dari pimpinan Bank Mandiri Taspen Blora, Made Pasek yang langsung memberi hadiah (doorprize) tanpa diundi kepada seluruh penari gambyong.
Kemudian yang menarik lainya adalah ditampilkannya agenda tari tayuban yang diikuti oleh para bapak bapak yang berhoby main tayuban.
Tampilnya lucu dan membuat tertawa karena ada gerakan dari bapak penari tayub yang terkesan di luar pakem. Disamping itu yang membuat suasana gayeng adalah dibagikannya banyak hadiah doorprize dari berbagai sponsor, yaitu Bank Mandiri Taspen, BRI Blora dan BPD.
Sambutan diawali dari Ketua IPPK Kabupaten Blora H. Suparjan. Ia bersyukur atas terselenggaranya kegiatan resepsi HUT IPPK ke 50 yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati
“Adalah sebuah kehormatan dan sejarah baru bagi IPPK karena baru pertama kali HUT IPPK diselenggarakan di Pendopo tempat yang istimewa,” ucap H. Suparjan.
Dengan mengambil tema “Kita Berdayakan Pengalaman dan Pengetahuan Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Kemandirian, Keaktifan Produktifitas dan Kesejahteraan Anggota IPPK”, H.Suparjan mengungkap rasa bangga, trenyuh dan bahagia atas dukungan dan bantuan dari Bupati Arief Rohman sehingga hari ini bisa menyelenggaran HUT ke-50 IPPK.
Bahkan Bupati juga memperjuangkan agar IPPK Kabupaten Blora mendapatkan kesempatan untuk mengola dana 4% dari 10 % dana purna karya mulai bulan Agustus 2023.
Dengan demikian Bapak Bupati telah memberikan motivasi kepada pengurus IPPK untuk melaksanakan tugas pengabdian di bidang pendidikan agar lebih bersemangat lagi.
Sesuai dengan motto IPPK Blora, Hati senang, Badan Sehat, bersemangat. H Suparjan siap mendukung dan membantu pelaksaan program di bidang pendidikan.
Ia juga melaporkan kepada Bupati selama ini IPPK mendorong nguri-uri budaya jawa dengan menghidupkan karawitan dan dalam menyambut HUT IPPK telah melaksanakan berbagai lomba diantaranya lomba menyanyi dan lomba senam kreasi.
Sementara itu Bupati mengawali sambutan dengan mengucapkan Selamat HUT ke-50 IPPK semoga diusia ke-50 IPPK semakin dapat memberikan kontribusi positif dan nilai manfaat bagi peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan.
“Karena sebaik-baiknya manusia kalau dapat bermanfaat bagi orang lain,” ucap Bupati Blora.
Gus Arief, sapaan Bupati Blora juga meminta dukungan agar pendidikan di Kabupaten Blora semakin maju.Sekaligus memberi masukan dan saran demi peningkatan kwalitas sumber daya manusia untuk sesarengan mbangun Blora.
“Lakukan terus para pengurus IPPK untuk bersenergi dengan berbagai elemen masyarakat guna mendukung keberhasilan dalam mewujudkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di Kabupaten Blora,” tambahnya.
“Silakan untuk memanfaatkan pendopo kabupaten maupun kecamatan untuk berbagai kegiatan yang positif termasuk untuk latihan karawitan,” tuturnya.
Bupati juga menginformasikan sampai saat ini sudah dialokasikan dana sebesar Rp600 miliar untuk pembangunan jalan, walaupun harus diakui masih ada jalan rusak yang membutuhkan dana untuk perbaikan.
“Mohon doa restunya semoga waktu yang tersisa bisa kita manfaat dengan baik untuk mewujudkan jalan baik dan berkualitas,” kata Bupati.
Selesai sambutan dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Bupati untuk diberikan kepada ketua IPPK Blora dan Para sesepuh IPPK Blora.
Koordinator IPPK Eks Karesidenan Pati, memberikan selamat dan spirit kepada pengurus IPPK Kabupaten Blora yang telah mendapatkan perhatian istimewa oleh bapak Bupati Blora.
Tingkatkan profesional kerja dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu juga memberikan acungan jempol terhadap kinerja kepemimpinan bapak H. Suparjan karena paling aktif melakukan konsultasi dan koordinasi.
Diharapkan IPPK Blora makin maju dan mampu memberi kontribusi positif kepada Pemerintah daerah dalam bidang pendidikan. Kegiatan resepsi HUT IPPK diakhiri dengan pembagian piala pemenang lomba dan undian doorprize. (*).

Sedekah Telur Tiap Jumat untuk Cegah Bayi Stunting di Blora

0

BLORA. –

Pemerintah Kabupaten Blora memiliki cara unik mengatasi masalah bayi di bawah dua tahun (baduta) yang berisiko stunting. Para pegawai Pemkab Blora diminta bersedekah berupa telur setiap hari Jumat.
“Ini sudah berjalan tiga minggu, tapi surat Bupati baru minggu kemarin pas hari Jumat. Sedekah telur ini untuk semua pegawai yang kerja di Blora. Tidak hanya ASN tapi juga honorer dan P3K,” kata Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Beren-cana (Dalduk KB) Achmad Nur Hidayat saat dimintai konfirmasi, Jumat (28/7/2023).


Program Pemkab Blora peduli stunting ini fokus kepada bayi di bawah dua tahun yang berisiko stunting. Harapannya, telur-telur ini bisa membantu menurunkan angka baduta yang berisiko stunting di Blora.
Nur mengatakan baduta yang berisiko stunting di Blora sebanyak 2770 anak, sedangkan baduta yang sudah stunting 823 anak.
“Surat dari Bupati itu diterjemahkan masing-masing Kepala OPD. Kalau surat dari Bupati minimal satu pegawai satu butir telur. Ini masing-masing pimpinan OPD ada yang 3 kilogram, 2 kilogram, 1 kilogram juga ada,” jelas Kepala Dinas Perpustakaan ini.
Dia menerangkan sedekah telur yang terkumpul tidak hanya di Pemkab Blora, tapi juga dikumpulkan di tiap kecamatan. Dia mencontohkan, di OPD Blora pada Jumat (28/7/2023) sudah terkumpul 2.185 butir telur, belum termasuk yang di 16 kecamatan di Blora. Misalnya di Kecamatan Ngawen terkumpul 524 telur.
Gerakan sedekah telur ini, kata Nur, menjadi salah satu upaya mengatasi baduta yang berisiko stunting. Menurutnya, protein telur yang tinggi ampuh mengatasi bayi stunting.
Pemkab Blora menetapkan bagi penderita stunting diberikan satu telur sehari selama 14 hari, namun nan-tinya akan diubah menjadi sehari dua telur. Pemkab berharap mampu mendistribusikan telur selama tiga bulan berturut-turut bagi penderita stunting. (*)

Rayakan Ultah ke-61, Edy Purnomo Dipersiapkan sebagai Ketua PWRI Cepu

0

BLORA.-

“Kami para wredatama nan lanjut usia, Bersatu di dalam PWRI sepanjang masa, Memperjuangkan tata tentrem karta raharja, Persembahkan terindah bagi penerus bangsa, Kami para wredatama selalu bertakwa, Mengabdi kepada Nusa dan Bangsa tercinta.”
***
Hymne Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) itu dinyanyikan dengan apik serta suara merdu oleh para ibu-ibu pengurus Kerta Wredatama PWRI Kecamatan Cepu yang sedang merayakan HUT PWRI ke-61, Selasa (25/7/2023).
Dengan iringan orgen tunggal, syair lagu yang diperdengarkan dari dari dalam rumah joglo nan indah milik pribadi salah seorang pengurus PWRI Kecamatan di Desa Ngroto Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Jateng bak sebuah ungkapan bermantra.
Syair itu terasa memberikan spirit bagi yang mendengarkan untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan selalu eling/ingat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Acara memperingati HUT PWRI tingkat kecamatan pada hari itu dihadiri oleh Sekcam Cepu, pengurus dan anggota PWRI kecamatan serta utusan pengurus PWRI Kabupaten Blora.
“Ada yang istimewa dalam merayakan HUT PWRI ke-61 di Cepu diantaranya; pertama ada salah satu anggota PWRI yang berulang tahun persis tanggal 24 Juli,” kata Ketua PWRI Blora H. Bambang Sulistya, Rabu (26/7/2023).
Ia adalah Edy Purnomo. Pria berumur 61 tahun itu adalah mantan Camat Jati. Sehingga, agendanya selain merayakan HUT PWRI ke-61 yang ditandai dengan pemotongan tumpeng juga dirayakan hari ulang tahun Edy Purnomo ditandai dengan pemotongan kue/roti ulang tahun sehingga suasana gayeng penuh riang gembira.
Kedua, diedarkan buku karya H.M. Hembing Wijaya Kusuma berjudul “15 Menit Menuju Sehat dengan Ayunan Tangan”.
Olahraga ayunan tangan merupakan gerakan sederhana namun sangat bermanfaat dan berkasiat mengatasi atau mencegah berbagai penyakit diantara stres,susah tidur, kurang nafsu makan, kanker, tumor, tekanan darah tinggi,penyakit lever, penyakit jantung, stoke, hemiplegia (lumpuh karena stroke), rematik, gangguan pencernaan, gangguan ginjal, hernia, wasir, maag, buta warna, katarak dan miopia.
“Olahraga ayunan tangan ini sangat cocok bagi kaum wredatama atau manula,karena dapat dilakukan dengan santai, mudah, murah dan aman,” kata Bambang, manta. Sekda Blora.
Ketiga semua peserta yang hadir mendapatkan doorprize dan diberikan kesempatan menghibur diri yang diiringi orgen tunggal untuk menyanyikan lagu populer masa lalu dan masa kini.
Keempat dinyanyikan sebuah lagu yang berjudul “Mengenang Lahirnya PWRI” karya Mohammad Kusen yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.
Sementara Sambutan dari Ketua PWRI Kecamatan Cepu H. Yatmo mantan kepala desa yang sudah menjabat ketua PWRI hampir dua periode, menyampaikan puji syukur hari itu masih bisa menyelenggarakan kegiatan memperingati HUT PWRI ke-61 berkat dukungan dan bantuan semua pihak termasuk iuran para anggota.
Ia secara jujur mengungkapkan, bahwa besok bulan Desember 2023 akan mengundurkan diri karena pertimbangan umur dan tuntutan dari keluarga karena saat ini istrinya perlu mendapatkan perhatian khusus.
Disamping itu di dalam anggota PWRI sudah ada kandidat yang mumpuni sebagai Ketua PWRI. “Yaitu Bapak Edy Purnomo yang tadi berulang tahun,” kata H. Yatmo.
Ketika ditawarkan kandidat tersebut kepada para peserta, sontak secara spontanitas semua peserta menyetujui dan menyambut dengan gembira disertai tepuk tangan bersama.
Sambutan diakhiri dengan yel yel yang membuat susana gayeng, regeng dan terhibur.
Selanjutnya sambutan dari Camat yang diwakili Sekcam Cepu yang dikenal panggilan Bu Echa memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan HUT PWRI ke 61 di tingkat kecamat Cepu.
Bahkan merasa kagum terhadap para senior sudah yuswo/berumur rata-rata sudah di atas 60 tahun masih memiliki semangat pengabdian yang tinggi.
Untuk itu dirinya juga mengucapkan terima kasih atas aktivitas positif yang telah dilakukan oleh para pengurus PWRI untuk mendukung program pemerintah daerah.
“Selamat merayakan HUT PWRI ke 61 semoga para pengurus dan anggota PWRI tetap semangat dalam menikmati kehidupan dimasa senja dan sehat walafiat dalam pengabdian sampai di akhir usia,” ungkapnya
Sementara itu selaku ketua PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota PWRI Kecamatan Cepu yang telah dapat mengadakan kegiatan HUT PWRI ke-61 secara sederhana, swadaya, meriah dan bersejarah karena mampu menciptakan agenda kegiatan yang berdapak positif bagi keguyuban, kekompakan, kekeluargaan dan dinamika organisasi.
“Dalam suasana kegembiraan saya ikut mendukung pilihan secara spontanitas tanpa mahar telah memilih bapak Edy Purnomo sebagai calon pengganti ketua PWRI Kecamatan Cepu untuk besok pada bulan Desember 2023,” terangnya.
Disamping itu di HUT PWRI ke-61 yang bertema “PWRI Bersatu, Sukseskan Pemilu 2024, Indonesia Maju” mengajak semua anggota PWRI agar dapat mengamalkan budaya sehat tanpa obat dengan langkah langkah yang terkristalisasi dalam akronim SEHAT.
(S): Selalu bersyukur kapan saja dimanapun kita berada dengan mengucapkan rasa terima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan oleh-Nya utama nikmat sehat dan nikmat spiritual.Sehingga dengan kita pandai bersyukur hidup makin makmur dan mujur.
Serta hidup terasa indah dan damai. Bahkan kita mampu memahami dan menyadari bahwa kehidupan ini harus bisa kita jalani dengan semangat maju tak gentar untuk selalu membela kebenaran.Ucapkan syukur dalam segala perkara maka hidup kita akan bahagia.
(E): Evaluasi dan introspeksi diri terus kita lakukan agar hidup kita makin terkendali.Tidak terjebak dalam kehidupan rutinitas yang penuh kesombongan dan kemunafikan.
Tebarkan terus sikap sopan satun kasih sayang dan jauhi sikap egois serta arogan agar hidup ini makin bermakna, mapan penuh dengan harapan bahwa esuk harus lebih baik dari pada hari ini.
(H): Hati harus dibuat gembira karena hati yang gembira adalah obat paling mujarab penangkal derita dan nestapa.
“Memiliki hati gembira kita dapat memperoleh berbagai keuntungan, diantaranya meredakan gejala stress, mengurangi rasa sakit, meningkatkan imunitas diri,dan menciptakan suasana hati makin tentram dan penuh kedamaian,” tuturnya.
Lakukan terus untuk berpikir positif dan tebarkan senyum penuh kasih sayang kepada siapa saja yang kita jumpai.
(A): Aktif berolahraga jadikan sebagai kebutuan hidup dan aktif menumbuh semangat berbagi kepada sesama umat yang kurang beruntung.
“Siapapun yang suka berbagi tidak akan pernah merugi namun membuat hidup makin berarti dan sangat disukai oleh Tuhan Yang Maha Suci,” ungkapnya.
(T): Tumbuhkan terus semangat Bhineka Tunggal Eka, semangat kebersamaan, kerukunan dan kekeluargaan. Apalagi menghadapi tahun politik jangan mudah diprovokasi dan jangan mudah bersumbu pendek.
“Stop menebarkan berita hoaks dan jangan menggoreng fitnah untuk konsumsi masyarakat. Lagu wajib yang harus kita nyanyikan saat ini adalah kemesraan janganlah cepat berlalu,” ujarnya.
Acara HUT PWRI ke-61 diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh H.Soedadyo mantan kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora dan sekaligus secara khusus mendoakan salah satu pengurus PWRI Kecamatan Cepu yang sedang berbaring sakit, yaitu Magi, dengan harapan, semoga lekas sembuh dan berkarya nyata serta bahagia bersama keluarga. (*).

Seleksi Mandiri

0

PERJUANGAN tanpa lelah masyarakat Blora untuk memberantas KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) di Bumi Samin ternyata tak sia-sia. Salah satu wujudnya adalah telah diizinkannya masing-masing desa untuk menyelenggarakan seleksi perangkat desa (perades) secara mandiri untuk pengisian perangkat desa yang kosong.

Seperti yang sudah digelar di beberapa desa di wilayah Kunduran, dan yang akan dilaksanakan di Kecamatan Kradenan yaitu di Desa Mendenrejo dan Getas. Izin penyelenggaraan seleksi perades secara mandiri dikeluarkan oleh Bupati Blora pada 23 Juni 2023 lalu, yang aturan dan semangatnya berbeda dengan seleksi Perades Tahun 2021. Seperti apa?
Melalui seleksi mandiri di masing-masing desa diharapkan proses rekrutmen bisa lebih transparan tanpa ada unsur KKN. Apakah seleksi perades yang dulu tidak transparan dan kental dengan aroma KKN?
Dalam seleksi mandiri, penilaian peserta seleksi perades akan dilakukan beberapa tahapan, dimulai dari tes tertulis yang akan dilaksanakan di masing-masing desa. Proses menjawab soal tertulis di desa, dikoreksi di desa, dan langsung diumumkan hari itu juga tanpa ada jeda waktu. Kalau yang dulu seperti apa?
Kemudian dalam pelaksanaan tes komputer yang dikenal dengan istilah Computer Assisted Test (CAT), panitia akan menggandeng pihak ketiga yakni Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu. Padahal, dulu katanya perguruan tinggi di Blora tidak ada yang layak.
Lalu, kenapa seleksi Perades Tahun 2021 tidak boleh dilaksanakan secara mandiri oleh desa? Lalu, kenapa dalam seleksi Perades 2021 tes CAT harus menggunakan perguruan tinggi di luar Blora?
Jika model seleksi Perades Tahun 2021 memang tidak ada masalah dan tidak ada pasal yang dilanggar, kenapa sekarang aturan dan pelaksanaannya diubah?
Kalau proses seleksi perades Tahun 2021 dianggap melanggar aturan, bagaimana dengan produk yang dihasilkan? Ada 857 personil yang dinyatakan lolos seleksi Perades Blora Tahun 2021 dan sudah dilantik oleh Kades masing-masing. Mereka sekarang sudah berkantor dan menjalankan tugasnya sesuai formasi yang ditempati.
Tujuan dilaksanakannya seleksi Perades secara transparan dan mandiri adalah untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Namun demikian, seleksi perades secara mandiri juga bukan merupakan jaminan, bahwa tidak akan terjadi KKN dan kecurangan dalam pelaksanannya.
Hal itu dikarenakan masih ada manusia di belakang pembuat skenario pendaftaran, ada juga manusia di balik pembuatan soal, dan ada manusia yang menciptakan aplikasi atau program komputer.
Jika dulu ada manusia di tingkat kabupaten yang mendisain skenario seleksi Perades serentak, maka sekarang ha-nya kepada Pak Kades kita bisa berharap. Seleksi Perades mandiri ini untuk mencari SDM berprestasi, atau akan dijadikan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi?
Semoga pasca seleksi Perades nantinya tidak ada Kades atau panitia yang dilaporkan ke aparat penegak hukum.
Wallahu a’lam bishawab.
***

Kabupaten Blora Raih Juara 1 Stand Terbaik di Soropadan Agro Festival 2023

BLORA.-

Soropadan Agro Festival (SAF) 2023 secara resmi ditutup oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Tri Susilarjo, Senin, (24/7/2023).
Dalam acara penutupan SAF 2023 tersebut juga diinformasikan hasil penilian lomba Stan Pameran SAF 2023 tim penilaiannya diketuai oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Heru Cahya Nugraha.
Hasilnya, Kabupaten Blora mendapat sertifikat dan piala penghargaan sebagai Juara 1 stand terbaik kategori kabupaten/kota. Sebagai juara kedua Kabupaten Cilacap dan juara ketiga Kabupaten Kebumen.
Adapun kriteria penilaian sesuai ketentuan dari panitia lomba adalah kebersihan dan kerapian stan, produk yang ditampilkan, dekorasi yang unik dan menarik serta pelayanan dan komunikasi dari para penjaga stan yang profesional.
Penyerahan sertifikat penghargaan dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pertanian Dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah di panggung sambutan Soropadan Agro Fistival 2023.
Berkenaan hal dengan tersebut, Plt. Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternaan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman menyampaikan ucapan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah yang telah memberikan nikmat dan kesempatan kepada Kabupaten Blora memperoleh penghargaan sebagai juara satu stan terbaik dalam mengikuti pameran di SAF 2023.
“Terima kasih kepada seluruh petugas DP4 khususnya di bidang Penyuluhan yang secara iklhas bekerja untuk memberikan yang terbaik guna berpartisipasi dalam mendukung suksesnya kegiatan SAF 2023,” ucapnya.
Ucapan terima kasih dihaturkan kepada Bapak Bupati Blora Arief Rohman yang telah memberikan spirit dan bantuan sehingga DP4 dapat mengikuti dan melaksanakan kegiatan Pameran SAF 2023.
Demikian pula kepada Bunda Aini Arief Rohman, Ngaliman mengucapkan terima kasih atas kehadiran istri Bupati Blora itu di stan pameran DP4 sehingga mampu memberi semangat kepada petugas dalam melaksanakan kegiatan pameran.
Ibarat dalam pepatah pucuk dicinta ulam tiba, sejak awal Ngaliman tidak membayangkan kalau partisipasi dalam kegiatan SAF 2023, Stan dari Kabupaten Blora akan mendapat penilaian sehebat itu.
Karena dalam melaksanakan tugas, selalu berprinsip yang penting bisa berbuat terbaik dan mampu memberikan manfaat kepada semua pihak yang terlibat tentang hasil diserahkan semuanya kepada Allah.
Kesan yang dirasakan oleh para petugas yang terlibat langsung dalam mengikuti pameran selama lima hari diantaranya Slamet Istiyanto, Mudiyanto, Joko Andi, Ira Nirwana, Sulastri dan Sri Indah.
Mereka semua merasa senang dan puas atas penghargaan tersebut serta sangat berharap bila Allah masih mengizinkan ke depan bisa berkarya yang lebih baik lagi dalam mengikuti SAF 2024. (*).

TPQ Attaqwa Randublatung Gelar Kelulusun dan Pelepasan Santri Tahun Ajaran 2022-2023

0

BLORA.-

Bertempat di serambi Masjid Taqwa Randublatung, Kabupaten Blora, TPQ Attaqwa Randublatung menggelar acara kelulusan santri/santriwati Tahun Kelulusan 2022 – 2023, pada Kamis (22/7/2023).
Acara yang dihadiri Ketua Badko Kecamatan Randublatung, Ahmad Agus Triharnanto, Ketua Yayasan Taqwa Jayin Mukminin, Kepala TPQ Randublatung Lilik Sukahar dan para wali santri itu dibuka dengan mendengarkan pembacaan ayat-ayat Alqur’an sepeti jus Amma, dan doa-doa yang sudah dihafal oleh para santri.
“Mendidik anak di usia dini itu penting, maka kami mohon kepada bapak dan ibu memasukan putra putrinya di TPQ lebih dulu,” pesan Ketua Badko Kecamatan Randublatung Ahmad Agus Triharnanto.
Pada kesempatan itu Ketua Yayasan Attaqwa Jayin Mukminin mengatakan, sampai hari ini pendidikan di TPQ Attaqwa Randublatung tidak dipungut biaya apapun (gratis).


“Sampai saat ini memang ngaji di TPQ Attaqwa ini tasih gratis. Maka dari itu, kami menghimbau kepada bapak dan ibu-ibu kalau masih ada putra putri yang belum sekolah, kami TPQ Attaqwa masih terbuka untuk menerima putra putri bapak ibu sekolah di TPQ Attaqwa Randublatung secara gratis,” pesan Jayin.
Dalam acara pelepasan dan penyerahan surat tanda kelulusan, Kepala TPQ Randublatung Lilik Sukahar menyampaikan ucapan terima kasih kepada ketua yayan yang memberikan kepercayaan sebagai kepala TPQ Attaqwa.
“Saya belum lama di sini untuk mengurus TPQ Attaqwa, namun semua itu sebagai amanah tetap akan saya jalankan sebaik baiknya sesuai kampuan yang saya miliki.
“Terkait kurikulum di TPQ ini memang harus banyak inovasi dan motivasi untuk megajar anak anak di usia TK,” pungkasnya. (*).

Obati Kangen, Bambang Sadono Mampir di Acara Arisan Rutin Partai Golkar di Sambong

0

BLORA.-

Acara arisan rutin tiga bulanan pengurus Partai Golkar tingkat kecamatan dan desa, Minggu (23/7/2023) digelar di tempat kediaman Juwarawati yang menjabat Sekertaris Desa Partai Golkar, di Pojokwatu Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.
Kegiatan arisan triwulan itu dihadiri pengurus Golkar tingkat kabupaten diantaranya Ketua DPD Partai Golkar Blora Siswanto,Spd bersama istri, Sekretaris Partai Golkar Blora Ir. Siswanto juga bersama istri yang keduanya masih aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Blora.
Ketua Partai Golkar Kecamatan Sambong, Totok mengatakan, setiap tiga bulan diadakan arisan semata-mata untuk menjalin silaturahmi.
“Antar pengurus Partai Golkar baik tingkat kecamatan dan desa supaya lebih kompak guyub rukun,” ujar Totok.
Di tengah acara berlangsung, datang seorang tokoh Golkar yang sudah lama dirindukan oleh pengurus Partai Golkar Sambong yaitu Bambang Sadono. Kedatangannya yang hanya sekilas mampir, seolah menjadi obat rindu dan kangen bagi semua peserta arisan. “Golkar harus menang, dan menang,” pesan Bambang Sadono yang pada Tahun 2024 nanti juga ikut nyalon DPR RI itu.
Sementara itu Ketua DPD Partai Golkar Blora Siswanto, S.Pd berharap jagonya yang di Dapil 2 (Sambong, Cepu, Kedungtugan) yaitu Ir. Siswanto memiliki semangat kuat untuk jadi kembali menjadi anggota DPRD Blora. “Pak Siswanto harus bisa mendapatkan suara mandiri dan harus jadi kembali,” tegasnya. (*)

Ditinjau Istri Bupati, Stand DP4 Blora di SAF 2023 Ramai Didatangi Pengunjung

0

BLORA.-

Soropadan Agro Festival (SAF) 2023 secara resmi dibuka oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis (20/7/2023). Dan, sejak itu pula stand dari Dinas Pangan Pertanian Peternaan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora ramai didatangi pengunjung dari berbagai latar belakang profesi.
Hal itu disampaikan Kabid Penyuluhan DP4 Slamet Istiyono yang sejak awal ikut menjaga stand. Dan menurutnya, hal yang paling membanggakan adalah kedatangan istri Bupati Blora pada Sabtu (22/7/2023) yang didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Blora Kiswoyo.
“Kerawuhan Bunda Aini Sholichah di stand DP4 Blora menambah spirit dari seluruh penjaga stand,” ujarnya, Minggu (23/7/2023).
Menurut Slamet Istiyono, kedatangan Bunda Aini selain memberikan motivasi juga merespon secara positif karena bangga atas partisipasi DP4 dalam kegiatan Pameran SAF 2023.
“Karena Kabupaten Blora memiliki nilai tawar dalam promosi hasil-hasil pertanian baik dalam hasil produksi maupun hasil olahan,” ujarnya.
Realitanya produk yang disajikan dalam pameran terjual habis,diantaranya jeruk tanggel, sawo organik Bangowan, bawang merah Bogorejo, cabai merah dan Sawo Belanda (Alkesa).
Khusus untuk buah alkesa yang merupakan buah langka satu satu di Jateng hanya di Kabupaten Blora mendapat perhatian dari para pengunjung karena warna, khasiat dan rasa buahnya.
Bahkan pada pameran tahun lalu Gubernur Jateng telah menikmati jus sawo belanda dan menyarankan agar Kabupaten Blora mengembangkan tanaman sawo tersebut.
Mengingat buahnya kaya akan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi peningkatan imunitas tubuh dan mencegah penyakit kanker. Disamping itu produk olahan untuk mencegah stunting, yaitu berupa setik kelor,produk daun kelor dan abon lele juga habis terjual.
Ada yang baru dalam penyajian pameran dari DP4 tahun ini yang digemari oleh masyarakat di luar Kabupaten Blora, yaitu kopi santen dan olahan kripik gedebok piasang karya petani melenial Blora serta beras organik karya petani dari Blora yang sudah bersertifikat.
Pada kunjungan ke stand DP4 istri Bupati Blora juga sempat menikmati keripik dari gedebok pisang dan minum kopi santen.
Sebelum meninggalkan stand pameran mengucap terimakasih dan memberikan apresiasi positif atas greget dan tampilan Stand DP4.
Berdasarkan respon dan animo dari para pengunjung saat ini nanti dalam pameran SAF tahun 2024 oleh PLT Kepala Dinas DP4 Ngaliman produk yang akan ditampilkan produk yang semakin berkualitas utamanya produk unggulan yang berlebel organik.
Karena saat ini Kabupaten Blora sedang digalakkan budaya pertanian organik.(*).

H. Soedadyo: Termasuk Bulan Mulia, Muharram Bukan Bulan Sial

0

BLORA.-

Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Jateng, menyambut 1 Suro dengan menyelenggarakan rapat rutin pada Sabtu (22/7/2023). Rapat rutin itu juga menggunakan tema spesial, “Memaknai Bulan Muharram adalah HIKMAH”.
Sekretaris PWRI Blora, H. Soedadyo mengatakan, bulan Muharram merupakan Tahun Baru Islam yang ditetapkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Menurutnya, 1 Muharram hari yang bersejarah bagi ummat Islam karena menjadi hari ketetapan atau resolusi hijrah Nabi dan para sahabat muhajirin dari Mekah ke Madinah.
“Bulan Muharram bukan bulan sial, bulan penuh bencana dan bukan bulan yang menimbulkan kesengsaraan serta ketidak beruntungan dalam kehidupan,” tambah wakil ketua organasisi Muhammadiyah Kabupaten Blora itu.
Namun menurut pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora itu, bulan Muharram termasuk bulan mulia, bulan suci dan bulan penuh berkah. Bahkan bulan Muharram dipandang sebagai bulan utama setelah bulan Ramadan.
Oleh karenanya lanjut Soedadyo, kita disunahkan berpuasa terutama pada hari Asyura yang menurut pendapat mayoritas ulama jatuh pada tanggal 10 Muharram dan ada sebagian umat Islam yang melaksanakan puasa tanggal 9 Muharram.
“Bulan Muharram adalah momen terbaik untuk meningkatkan kebaikan dan ketakwaan kepada Allah,” tutur Soedadyo yang sering menjadi Iman dan pemberi ceramah di berbagai masjid di Kota Blora.
Ia memaknai bulan Muharram adalah HIKMAH yang merupakan sebuah akronim yang memiliki spirit peningkatan keimanan umat Islam.
(H): Hidup hari ini harus lebih baik dari hari hari sebelumnya dan hidup hari esuk harus lebih baik dari pada hari ini.
‘Ingat kata hijriah berarti berpindah dan peristiwa hijrah Nabi Mohammad SAW memiliki arti agar umat Islam mempunyahi kesadaran untuk berpindah dari hal yang buruk menuju hal yang baik,” terangnya.
Disamping itu di tahun baru Hijriah mampu memberi energi positif untuk mengganti berbagai keburukan ditahun sebelumnya.
(I): Iktiar untuk selalu memiliki semangat belajar mengendalikan diri didalam pergaulan hidup sehari hari. Karena sesuai esensi bulan Muharram memiliki arti diharamkan atau yang paling dihormati.
Di bulan Muharram umat Islam dilarang untuk berperang dan melakukan kezaliman. Bahkan tahun baru Islam sebagai momentum perdamaian umat Islam.
(K): Komitmen untuk melaksanakan perintah dan wahyu yang diberikan oleh Allah. Hal itu ditunjukan oleh Nabi kita dengan hijrah beliau rela dan ikhlas meninggalkan tanah kelahirannya, saudaranya dan harta bendanya demi mewujudkan komitmen untuk menggapai kehidupan yang lebih mulia dan bahagia.
(M): Momen introspeksi diri atau muhasabah untuk mawas diri atas segala tindakan dan perbuatan yang selama ini jauh dari nilai nilai Islami dan tindakan yang dilandasi dengan niat untuk mewujudkan ramatan lil alamin.
(A): Aktif untuk mewujudkan Bulan Muharram menjadi bulan untuk meningkatkan ibadah,bulan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan bulan untuk berbagi kepada orang yang belum beruntung.
Karena bulan Muharram adalah bulan penuh pahala dan bulan yang dimuliakan dan sehingga setiap kita melakukan perbuatan baik maka pahala akan dilipat gandakan. Oleh sebab itu bulan Muharram mendapat predikat sebagai “bulan Allah”.
(H): Hapuskan stigma bahwa bulan Muharram bulan penuh ketidak beruntungan, bencana dan penuh derita,tapi gelorakan bahwa bulan Muharram adalah bulan suci yang penuh dengan berkah dan rejeki serta sangat baik untuk melakukan berbagai aktivitas positif yang bermanfaat bagi umat.
“Akhirnya Selamat tahun baru Islam 1445 H semoga ditahun baru ini kita semua punya semangat baru dan kita dijauhkan dari marabahaya serta akan membawa kebaikan untuk kita semua,” ungkapnya. (*).

Pemugaran Makam Almarhum Simbah Soerokidin, Bupati Blora Ikut Memasang Tetenger Baru

0

BLORA.-

Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si, Kamis siang (20/7/2023) bersilaturahmi ke Dukuh Tanduran, Desa Kemantren, Kecamatan Kedungtuban. Kedatangan orang nomor satu di Blora itu untuk menghadiri upacara adat sedulur sikep yang tengah memugar makam leluhurnya, yakni makam Almarhum Simbah Soerokidin, penerus perjuangan Samin Soerosentiko.
Tidak hanya sekedar hadir, bupati yang akrab disapa Mas Arief itu juga ikut membantu memasangkan nisan yang baru pada makam tokoh sedulur sikep yang juga menantu Samin Soerosentiko. Nisan dari kayu yang lama telah lapuk, diganti dengan nisan kayu jati yang baru untuk tetenger.
Sebelumnya, bupati dan rombongan juga mengikuti brokohan nasi ambeng bumbu masakan khas desa, sembari dialog dan ramah tamah.
Prosesi pemugaran makam tidak hanya diikuti oleh sedulur sikep dari wilayah Blora, melainkan juga dihadiri sedulur sikep dari Kudus dan Pati yang dipimpin Gunretno. Juga tampak hadir, Camat Kedungtuban, Kades Kemantren, dan Mbah Sari selaku sesepuh sedulur sikep Tanduran.
Bupati Arief mengapresiasi kerukunan sedulur sikep dari berbagai kabupaten yang tetap nyedulur. Merawat kebersamaan untuk napak tilas dan memugar makam leluhurnya yang ada di Blora.


“Acara penggantian nisan atau pathok tetenger makam Mbah Soerokidin di Tanduran ini diikuti banyak sedulur sikep muda muda. Ini menandakan bahwasannya sedulur sikep tetap tidak lupa dengan leluhurnya,” ucap Bupati Arief.
Mas Arief mengaku baru kali ini mendatangi makam leluhur sedulur sikep di Tanduran, yang ternyata Soerokidin merupakan menantu dari Samin Soerosentiko, pencetus ajaran sikep yang penganutnya selanjutnya disebut sedulur sikep tersebar di Blora, Bojonegoro, Rembang, Pati, hingga Kudus.
“Biasanya kalau ke Tanduran sini kami silaturahmi ke kediaman Mbah Sari, sesepuh sedulur sikep Tanduran. Kalau ke makam Mbah Soerokidin baru kali ini. Semoga kedepan makam ini bisa dirawat bersama. Menjadi pengingat untuk para generasi penerus sedulur sikep dari seluruh daerah. Menjadi daya tarik wisata religi sedulur sikep,” sambung Bupati.
Diketahui, di Blora ada empat perkampungan sedulur sikep. Yakni sedulur sikep Karangpace, Klopoduwur, sedulur sikep Blimbing Sambongrejo, sedulur sikep Balong Sumber, dan sedulur sikep Tanduran Kemantren.
Gunretno, pimpinan rombongan sedulur sikep dari Kudus dan Pati, mengaku senang dan berterimakasih kepada Bupati Arief Rohman yang telah berkenan hadir mendukung penggantian nisan atau pathok leluhurnya.


“Tadi kami setengah 6 pagi dari rumah perjalanan ke Blora. Ternyata sampai sini sudah kedhisikan Pak Bupati. Maturnuwun Pak Bupati yang telah mendukung dan membantu kegiatan kami. Ini sebagai wujud penghormatan kami kepada leluhur. Merawat makam, mengganti pathok yang sudah lapuk agar memiliki tetenger atau pertanda yang jelas bahwa disinilah dimakamkan leluhur kami Mbah Soerokidin,” ungkap Gunretno.
Menurut Gunretno, Soerokidin ini merupakan anak menantu dari Samin Soerosentiko yang ikut diasingkan Belanda ke luar Jawa bersama Samin Soerosentiko. Namun akhirnya bisa kembali dan melanjutkan penyebaran ajaran sikep di Jawa.
“Beliau ini anak mantu Mbah Samin Soerosentiko. Jika Mbah Samin dikabarkan me-ninggal di Sawahlunto, Sumatera Barat, Mbah Soerokidin kembali ke Jawa dan dimakamkan di sini, Tanduran. Masih ada cucunya yang hidup bersama sedulur sikep Tanduran,” tambahnya.
Sementar itu Eko Arifianto, praktisi sejarah sedulur sikep yang akrab disapa Eko Kotak menyampaikan bahwa peran perjuangan Soerokidin dalam menyebarkan ajaran sikep tertulis di buku Belanda.
“Benar, kisah perjuangannya Mbah Soerokidin tercatat di dokumen Belanda. Ia anak mantu dari Mbah Samin Soerosentiko. Ini potensi besar bernilai positif untuk Blora, karena sedulur sikep dari ber-bagai wilayah juga mengakuinya. Semoga bisa dikembangkan,” ucapnya singkat. (*)