Beranda blog Halaman 129

Nguri-uri Budaya, SMK Negeri 1 Kunduran Tampilkan Tarian Daerah pada Peringatan HUT RI ke-78

0

BLORA.-

Nguri-uri budaya, adalah wujud kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa. Seperti yang dilakukan oleh siswa-siswi SMK Negeri 1 Kunduran, Blora dalam memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 78 yang menggelar pentas budaya di halaman sekolah selama tiga hari berturut-turut sejak Senin 14 Agustus sampai dengan Rabu 16 Agustus 2023.
Wawan, Humas SMK Negeri 1 Kunduran mengatakan bahwa dalam acara pentas budaya itu ditampilkan tarian dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. “Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 500 peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu Kepala SMK Negeri 1 Kunduran H. Amar Ma’ruf Fakhrudin, S.Pd. MM memberikan apresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari bukti cinta kepada tanah air.
Menurutnya, penting sekali menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa, salah satunya adalah tarian daerah.
“Memperingati HUT RI dengan nguri-uri budaya adalah kegiatan positif yang besar pengaruhnya untuk generasi muda khususnya siswa-siswi SMK Negeri 1 Kunduran,” ujarnya. (*)

Jalan Hutan Kunduran-Doplang 2 Km Lebih Dibangun Rigit Beton

0

BLORA.-

Jalan hutan Kunduran-Doplang mulai dilakukan perbaikan, Senin (14/8/2023). Sebelumnya, jalan yang menghubungkan dua kecamatan itu kondisinya sangat memprihatinkan sehingga menghambat laju kendaraan yang melewatinya atau bisa dibilang menghambat pengguna jalan.
Pantauan wartawan di lokasi, pembangunan jalan hutan Doplang-Kunduran menelan biaya Rp 6.916.362.000.- itu menggunakan dana dari Bankeu Provinsi Jawa tengah.


CV Ari Mulya Mugi selaku kontraktor pelaksana melalui humasnya bernama Mugi menerangkan, jalan beton yang dibangun memiliki lebar 4,5 miter dan panjangnya 2.425.50 meter.
“Mulai Dukuh Trembes (Jati) dirigid beton, yang 900 meter di wilayah Desa Botoreco (Kunduran) untuk sementara digrosok,” ujarnya. (*)

Gerakan Sedekah Telur setiap Jumat, Langkah Jitu Turunkan Stunting di Blora

0

BLORA.-

Gebrakan Bupati Blora, Arief Rohman dalam pencegahan stunting pada bayi di bawah dua tahun (Baduta) melalui Gerakan Sedekah Telur (GST) setiap Jumat patut mendapatkan apresiasi positif.
Selain langkah cerdas, GST bisa dibilang jitu dalam membumikan jurus 5M karena (m)udah untuk dilaksanakan, (m)urah biayanya, (m)emotivasi kepedulian, (m)embangun kerukunan dan (m)antap dalam pengendalian stunting.
Ditambah lagi kegiatan GST dilaksanakan setiap Jumat, sebuah hari yang diyakini memiliki keutamaan dan keberkahan.
Potensi ASN di Kabupaten Blora 9.000 lebih dan setiap ASN tiap hari Jumat mengumpulkan hanya sebuah butir telur ayam di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.
Telur yang terkumpul disetiap OPD selanjutnya disalurkan kepada keluarga yang kurang mampu yang memiliki bayi rawan stunting dibawah dua tahun sebagai tambahan makanan menu bergizi.
Menurut Gus Arief panggilan sehari-hari Bupati Blora itu, telur-telur yang terkumpul dari GST bukan untuk dikonsumsi orang tua namun ke sasaran anak-anak baduta dengan harapan untuk memenuhi gizi agar tercukupi.
Keseriusan Bupati Blora dalam menangani percepatan penurunan stunting ternyata memperoleh perhatian dari pemerintah pusat, terbukti dengan telah diberikannya penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) kepada Bupati Blora dan Ketua TP PKK Kabupaten Blora pada awal Juli 2023.
Sementara itu mantan Kepala Dinas Pertanian Blora Bambang Sulistya mengatakan, GST mengingatkan kembali peristiwa masa lalu sekitar tahun 2001 yaitu pada awal pelaksanaan otonomi daerah yang sedang ramai-ramainya pemerintah mengatasi gizi buruk masyarakat.
Saat itu ia berkesempatan memberikan spirit kepada para Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam pembinaan kepada masyarakat petani agar diselipkan materi pembinaan untuk mengatasi gizi buruk dengan anjuran mengkonsumsi menu makanan “GODOK” (Sego Endok atau nasi telur).
“Kalau di Blora praktisnya sego pecel menu bergizi lengkap murah meriah,” ujar Bambang Sulistya ketika ditemui wartawan, Senin (14/8/2023).
Dirinya merefleksi, bahwa alam keluarga yang kurang mampu biasanya untuk makan sehari tiga kali tentu mengalami kesulitan. Karena ketersedian beras terbatas sebagai sumber karbohidrat berupa nasi dan keterbatasan sumber protein berasal dari telur ayam.
Sehingga untuk mengatasi gizi buruk secara sederhana dan praktis saat itu hanya menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan godok.
“Sego atau nasi berasal dari beras merupakan sumber karbohidrat yang memiliki manfaat sebagai sumber energi bagi tubuh dalam menjalankan berbagai fungsi dan untuk melakukan aktifitas setiap harinya,” tuturnya.
Sementara endok atau telur sebagai sumber protein yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh manusia utamanya untuk anak anak dibawah usia dua tahun .Sehingga sangat tepat bila saat ini Blora digelorakan Gerakan Sedekah Telur (GST) untuk membatu keluarga yang anaknya mengalami stunting.
Namun disisi lain apakah di dalam keluarga yang tidak mampu ketersedian beras masih tercukupi. Kalau belum tercukupi ada baiknya digulirkan Gerakan Sedekah Telur dan Bera s(GSTB) kepada masyarakat yang kurang mampu supaya bisa menikmati Godok (Sego -Endok) setiap harinya. (*).

Porprov XVI. Bangga, Meski Woodball Pati Tanpa Medali

0

JEPARA.-

Dalam Perhelatan Porprov XVI yang berlangsung di Lapangan Jepara Woodball’s Green Venue Komplek Pantai Bandengan Jepara sejak 06 – 11 Agustus 2023. Kabupaten Pati berhasil meloloskan 2 atlet putra terbaiknya dalam nomor Ganda Putra Fairway, yang kebetulan adalah pasangan ayah dan anak asal Kedumulyo Kecamatan Sukolilo.
Supriyadi dan Raffi Arik Kertapati harus takluk dari atlet pasangan Boyolali dalam 12 rounde, dengan skor akhir 5 – 3. Sempat tertinggal 4 – 0 di awal rounde, pasangan ayah dan anak ini mampu mengejar hingga skor 4 – 3. Namun sayang, gagal mempertahankan performa pukulan sehingga akhirnya beberapa gate seri dan harus menyerah di lapangan terakhir dengan skore akhir 5-3.
Meskipun gagal membawa pulang medali, namun manager tim Ali Nurdin mengaku puas dengan capaian kedua atletnya tersebut.
“Saya bangga dan puas dengan usaha ananda Raffi dan Pak Pri, karena target kita selama ini memang lolos PORPROV,” ujarnya.
Menurut Ali Nurdin, untuk target juara memang berat karena Woodball sendiri di Kabupaten Pati tergolong baru. “Kita cukup realistis,” paparnya kepada awak media.
Target kedepan menurut Ali Nurdin, adalah pada gelaran POPDA 2024, mengingat Cabor ini masih sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Pati.
“Hanya saja kami butuh dukungan dari semua pihak, baik dari Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, terlebih dari KONI kabupaten Pati,” harapnya.
Mengingat tahun ini Cabornya hanya mendapatkan anggaran 7,5 juta, Ali mengaku miris. Tapi dia berharap tahun depan ada penambahan anggaran untuk Cabor Woodball.
Sementara itu Supriyadi yang kebetulan juga merupakan Ketua Pengcab Kabupaten Pati, berharap untuk gelaran PORPROV XVII di Semarang Raya, Cabor Woodball akan mampu mempersembahkan Medali. “Semoga Kabupaten Pati bisa membawa pulang atlet – atlet Woodball yang sempat hijrah ke kabupaten lain,” tandas Supriyadi. (*)

Pekik Merdeka Diperdengarkan di Acara Senam Bugar PWRI Kelurahan Kunden-Blora

0

BLORA.-

“Kemerdekaan melawan penjajah memang telah usai, tetapi perjuangan melawan ketidakpedulian diri sendiri, egois, intoleran dan upaya pemecah belah bangsa masih berlanjut.”
Kalimat itu diucapkan H. Zaenal Susanto, Ketua Persatuan Wredatama RepIublik Indonesia (PWRI) Kelurahan Kunden Kecamatan Blora, Kabupaten Blora di sela acara senam bugar yang dimotorinya di pelataran Graha Larasati, Jumat pagi (11/8/2023).
Menurut Zaenal, ungkapan bijak seperti itu selalu teringat saat peringatan HUT Republik Indonesia, dan selalu memberinya spirit dalam mengisi kemerdekaan.
“Banggalah menjadi orang Indonesia yang memiliki Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Dirgahayu Indonesiaku yang ke-78, semoga NKRI tetap bersatu dan makin maju. Merdeka,” tegas mantan pejabat Dinas Kehutanan Blora, yang sekarang menekuni profesi pranatacara.
Semarak tujuhbelasan ternyata telah mampu membangkitkan generasi Keren (Kelompok retan), yang tergabung dalam wadah Persatuan Republik Indonesia (PWRI) kelurahan Kuden Kecamatan Blora Kabupaten Blora.
Mereka berupaya untuk berjuang mengisi kemerdekaan dengan kegiatan senam kebugaran jasmani dan rohani.
Suasana senam gayeng penuh kecerian dan kegembiraan dari para peserta.Bahkan yang memiliki Graha Larasati Puji beserta isterinya juga mengikuti senam.
“Kami merasa senang kalau tiap Jumat di pelataran Graha Larasati dimanfaatkan untuk kegiatan senam kebugaran untuk para lansia agar tempat ini makin berkah dan bermanfaat,” tuturnya.
Sementara itu H. Zaenal Susanto menambahkan bahwa melalui kegiatan senam bersama ini selain akan dipeloreh hasil badan sehat.
“Juga bisa menumbuhkan semangat kebangsaan, kerukunan, kekeluargaan, kebersamaan, kegotong royongan dan kepekaan,” kata H. Zaenal.
Disamping itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada pemilik Graha Larasati yang secara ikhlas membantu terwujudnya kegiatan senam kebugaran ini.
Selesai senam kebugaran dilanjutkan agenda makan pagi secara prasmanan dan acara doa bersama untuk mendoakan atas meninggalnya salah satu anggota kerta wredata. (*).

Tolak Eksekusi Berkas Perades, Kades Jimbung Akan Dilaporkan ke Ombudsman

0

BLORA.-

Kepala Desa (Kades) Jimbung Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Pasrah, Rabu (9/8/2023) menolak eksekusi berkas oleh warga Jimbung meskipun sudah mengantongi Putusan PTUN.
Setelah mendapat penolakan, Muhkamad selaku warga Jimbung bakal melaporkan kasus ini ke pejabat diatasnya.
“Kami sudah datang ke kepala desa, dengan tujuan meminta beberapa dokumen seleksi perades, namun tidak juga diberikan, padahal sudah sesuai putusan bahwa dokumen tersebut merupakan dokumen publik,” ungkap Muhkamad, salah satu warga Jimbung itu sambil membacakan putusan PTUN yang menegaskan rekomendasi KIP bahwa dokumen yang dimaksud adalah dokumen publik.
Muhkamad mengungkapkan, kades dan kuasa hukum beralasan eksekusi berkas harus dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menurutnya, eksekusi bisa dilakukan oleh siapapun, karena sudah ada putusan PTUN bahwa dokumen yang diminta adalah dokumen publik yang dapat diakses masyarakat.
“Landasan kami sudah jelas. Kami koordinasikan dengan PTUN Semarang dan Ombudsman hari ini, nanti rencana akan ada pengeksekusi berkas dengan jabatan yang lebih tinggi dari kades, entah camat atau Bupati,” katanya.


Ia mengatakan, berkas seleksi perades tentang MoU dengan pihak keti-ga dan SK pengabdian yang diterbitkan dibu-tuhkan pihaknya. Sebagai bukti bahwa dugaan adanya kecurangan pada seleksi perades nyata adanya.
Tidak memberikan alasan penolakan memberikan dokumen, Kades Jimbung malah membentak awak media yang minta klarifikasi. “Udah diam! Tanya pengacara saja,” ucap Kades Jimbung dengan nada tinggi.
Sementara itu, Kuasa Hukum Kades Jimbung Nurul Azizah mengungkapkan, pihaknya tidak berwenang untuk memberikan berkas yang diminta pemohon. Jika memang dilakukan eksekusi, PTUN harusnya memberitahukan pihak yang melakukan eksekusi.
“Kami menanyakan siapa badan eksekutor yang ditunjuk untuk eksekusi. Kalau tidak jelas kami juga tidak berani memberikannya,” terangnya kepada awak media.
Menurutnya, tudingan bahwa tidak memberikan berkas yang diminta dan telah melawan hukum tidak benar. Karena yang bersangkutan masih melakukan upaya hukum. “Kami kan masih melakukan PK (Peninjauan kembali), masih berjalan, kok mau eksekusi,” katanya. (*)

Penolakan PK Moeldoko Menjadi Kado Ultah ke-45 AHY

0

JAKARTA.-

Putusan Mahkamah Agung yang menolak peninjauan kembali perkara konflik kepengurusan Partai Demokrat yang diajukan Kepala Staf Presiden Moeldoko diapresiasi dan disambut baik oleh Deputi Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Partai Demokrat Kamhar Lakumani. Dia menyatakan putusan itu membuat ketua umum partainya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menang telak 18-0.
“Keputusan ini sesuai dengan harapan publik dan harapan seluruh kader Partai Demokrat, sekaligus menjadi penanda masih tegaknya keadilan dan kebenaran,” kata Kamhar dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 Agustus 2023.
MA memutuskan menolak perkara tersebut pada hari ini. Dalam laman resminya, MA menyatakan menolak perkara dengan nomor 128 PK/TUN/2023 tersebut.
Kamhar menyatakan keputusan ini turut menunjukkan bahwa hakim MA masih terjaga kewarasan dan kesadarannya. Demokrat, kata Kamhar, bersyukur atas keputusan tersebut dan menganggapnya sebagai kemenangan demokrasi.
Kado Ultah AHY ke-45.
Apalagi, Kamhar menyebut putusan Mahkamah Agung ini keluar bertepatan dengan ulang tahun AHY yang ke-45 tahun pada hari ini. Kamhar mengatakan keputusan MA ini menjadi kado terindah bagi AHY.
Kamhar pun menyatakan bahwa putusan tersebut menegaskan keberhasilan AHY dalam menangani upaya perebutan partainya oleh Moeldoko. Menurut dia, AHY total telah memenangkan 18 gugatan yang diajukan kubu Moeldoko.
“Ini sekaligus menambah daftar rekam jejak keberhasilan efektifitas dan kualitas kepemimpinan Mas Ketum AHY melawan upaya begal politik KSP Moeldoko dan kompradornya genap 18-0. Menang telak,” kata Kamhar.

Berawal dari KLB.

Kisruh antara kubu Moeldoko dengan kubu AHY berawal saat mantan Panglima TNI itu dinyatakan terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Penetapan itu dilakukan oleh sejumlah kader dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang diadakan di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Maret 2021. Kongres digelar setelah beberapa kader tersebut dipecat dan dituduh terlibat dalam kudeta.
AHY yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres Jakarta 2020 lantas menyatakan KLB itu ilegal dan inkonstitusional. Pasalnya, KLB itu digelar tak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga mereka.
Dalam AD/ART Partai Demokrat disebutkan bahwa KLB hanya bisa digelar dengan izin dari Ketua Majelis Tinggi, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.
Upaya untuk mengesahkan kepengurusan versi KLB Deli Serdang pun mentok. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan tak bisa menerima pendaftaran tersebut karena sejumlah dokumen yang diajukan tidak lengkap. Dari sinilah kemudian kubu Moeldoko mengajukan berbagai gugatan baik ke Kementerian Hukum dan HAM maupun ke kubu AHY. (*)

Belum Dilakukan Pergantian Pengurus, BUMDes di Desa Mojowetan-Banjarejo “Mandul”

0

BLORA.-

Harapan masyarakat di Desa Mojowetan untuk memiliki BUMDes yang handal dan mampu meningkatkan kemakmuran rakyat ternyata masih jauh panggang dari api.
Seperti disampaikan oleh Puji Utomo selaku kepala Desa Mojowetan Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, bahwa BUMDes yang ada di desanya nya sekarang ini bisa dibilang “mandul” karena kekosongan pengurus. Setelah ketua BUMDes-nya mengundurkan diri, belum dilakukan reorganisasi atau pergantian pengurus.
“Sekarang ini kami masih melakukan penjaringan dari tokoh masyarakat di desa ini untuk mencari calon pengurus yang potensial,” ujarnya, Rabu (9/8/2023).
Menurut Puji, secara pendanaan BUMDes Mojowetan mendapatkan alokasi dari APBDes sebesar Rp 70 juta rupiah dan Rp 30 juta rupiah dari periode sebelumnya. Total saldo Rp 100 juta masih tersimpan di rekening Bank BKK Banjarejo.
“BUMDes belum ada kegiatan sama sekali, dan kami berharap ada petunjuk dari Pak Camat untuk memberikan bimbingan teknis guna penguatan kapasitas para pengurus BUMDes se-Kecamatan Banjarejo,” papar Puji ketika ditemui wartawan di Kantor Desa Mojowetan.
Sementara itu Camat Banjarejo Drs. Supriyono menjelaskan, bahwa fenomena BUMDes mandul terjadi hampir di semua desa di Kecamatan Banjarejo. Menurutnya, di Kecamatan Banjarejo belum ada BUMDes yang memiliki kompetensi.
Menurut Puji, walaupun pihaknya belum melakukan pembinaan terstruktur dan sistematis pada pengurus BUMDes, namun untuk pendampingan BUMDes dari kecamatan telah dilakukan.
“Karena itu saya berharap agar segala kegiatan yang sudah direncanakan oleh BUMDes untuk segera dilaksanakan,” tandasnya.
Camat Banjarejo itu pun mengakui, bahwa modal BUMDes masih sangat terbatas, hal itu dikarena APBDes masih banyak yang dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur di desa. (*)

Tidak Pasang Papan Proyek, Camat Banjarejo Peringatkan TPK Desa

0

BLORA.-

Pelaksanaan kegiatan pembangunan Tahun Anggaran 2023 sudah dimulai di Kabupaten Blora. Namun, fenomena belum dipasangnya papan proyek pada kegiatan fisik di beberapa desa di Kecamatan Banjarejo mengundang tanda tanya di benak masyarakat.
Karena dalam pengadaan barang jasa milik pemerintah ada beberapa azas yang harus dipenuhi diantaranya efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Dan, dalam pembelanjaan dana desa, penyelenggara negara di tingkat desa juga harus mematuhi asas tersebut.
Seperti ditegaskan Camat Banjarejo Kabupaten Blora Drs. Supriyono, bahwa memasang papan proyek adalah sebuah kewajiban, namun beberapa TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) tingkat desa masih banyak teledor.
“Melalui pendamping desa saya sudah peringatkan pada kepala desa untuk segera memasang papan proyek sesuai ketentuan,” ujarnya ketika ditemui wartawan di Kantor Kantor Kecamatan Banjarejo, Rabu (9/8/2023)
Menurut Supriyono, pihaknya memberikan batas akhir pemasangan papan proyek hingga 16 Agustus 2023. “Kami berikan toleransi seminggu, atau tanggal 16 Agustus 2023 kepada TPK untuk memasang papan proyek tersebut,” pungkasnya. (*)

Peringati HUT ke-61, PWRI Blora Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Bibit Jambu

0

BLORA.-

Dalam budaya Jawa angka tujuh yang disebut dengan pitu, memiliki konotasi sebagai pitulungan atau pertolongan.
“Karena itu, hari Senin tanggal 7 Agustus 2023 saya pilih sebagai baik untuk mengayubagya Hari Ulang Tahun ke-61 PWRI Blora,” kata Bambang Sulistya Ketua PWRI Blora, Senin (7/8/2023).
Pelaksanaan kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-61 PWRI tersebut diselenggaran secara sederhana namun penuh makna di halaman Kantor PWRI Kabupaten Blora.
Agenda utama di kantor PWRI Blora pada hari itu adalah pembagian bibit Jambu PWRI karya penangkaran oleh H. Soedadyo yang saat ini menjabat sekretaris PWRI Kabupaten dan Wakil Ketua Organisasi Muhammadiyah Kabupaten Blora.
Bibit jambu tersebut diberikan kepada seluruh PWRI Kecamatan dan Kelurahan se-Kabupaten Blora. Selain pembagian bibit juga penyaluran paket sembako sebanyak 220 buah.
Bantuan paket sebako berasal dari Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto sebanyak 150 paket sembako, Direktur BPR BKK Kabupaten Blora 50 paket dan Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora 20 paket.
“Penyaluran paket sembako diberikan kepada kaum duafa atau saudara saudara kita yang kurang beruntung,” jelasnya.
Diantaranya para tukang becak, pengakut sampah, pemulung, janda tua, asisten rumah tangga, buruh serabutan, satpam, tukang bersih pekarangan dan tukang parkir.
Kegiatan pembagian sembako diawali dengan doa yang diwakili H. Sumarjan pengurus PWRI Kabupaten intinya memohon kepada Allah semua yang hadir diberi kesehatan dan kemudahan dalam memperoleh rejeki serta bagi yang memberikan bantuan sembako semoga selalu dalam lindungan-Nya sehat dan bahagia bersama keluarga serta lancar dalam meniti kariernya.
Atas nama keluarga besar PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengucapkan banyak terimakasih kepada Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, putra terbaik di Kabupaten Blora yang selalu memberi bantuan paket sembako untuk kaum duafa.
“Beliau merupakan sosok pemimpin yang patut diteladani karena memiliki kepedulian dan kepekaan yang tinggi kepada kaum yang belum beruntung,” terangnya.
Semoga selalu diberi kelancaran dan kesuksesan dalam mengemban tugas kedinasan amanah yang baru sebagai wakapolri.


Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Pimpinan Bank jateng Cabang Blora dan Direktur BPR BKK Kabupaten Blora atas partisipasi dalam rangka HUT ke-61 PWRI untuk memberi bantuan paket sembako kepada kaum yang lemah semoga berkah dan memberi kontribusi positif bagi perkembangan dan kemajuan BPD Cabang Blora dan BPR BKK Kabupaten Blora.
Disamping itu, Bambang Sulistya juga meminta kepada penerima bantuan agar ikut mendoakan semoga di Hari Ulang Tahun ke-61 PWRI di masa yang akan datang masih memperoleh bantuan sembako seperti hari ini.
Dikatakannya, sebagai motivasi bagi kita semua hendaknya setiap kita memperingati hari ulang tahun selain sebagai wahana untuk evaluasi dan introspeksi diri juga diharapkan dapat memberikan nilai manfaat bagi kaum yang belum beruntung.
Apalagi saat ini cuaca panas dan banyak saudara saudara kita yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sementara H. Subekti mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora yang mewakili keluarga Komjen Pol Agus Adrianto mengucapkan puji syukur bisa berpartisipasi dalam kegiatan HUT ke-61 PWRI.

Semoga pelaksanaan berjalan lancar dan berkah. Dirinya juga memohonkan doa kepada semua yang hadir utamanya para penerima bantuan paket sembako semoga beliau bapak Komjen Pol Agus Andrianto dapat melaksanakan tugas dengan baik,sukses dan amanah, serta mohon maaf bila bantuan paket sembako belum sesuai harapan.

H. Subekti yang sehari-hari sebagai Ketua KORMI Kabupaten Blora juga mengucapkan selamat HUT ke-61 PWRI, semoga PWRI makin berkembang, maju dan jos dalam pengabdian kepada masyarakat Blora.
Selanjutnya Direktur BPR BKK Kabupaten Blora, Puguh Haryono yang hadir secara pribadi dalam penyaluran bantuan paket sembako, mengucapkan terimakasih atas undanganya untuk ikut mendukung kegiatan dalam menyemarakan HUT ke-61 PWRI.
“Semoga bantuan paket sembako dapat memberi manfaat dan mohon maaf bila bantuan tersebut sangat terbatas dan belum sesuai harapan,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan selamat HUT ke-61 PWRI, dengan harapan semoga PWRI makin jaya dan bisa menjadi teladan bagi kita semua.
Sementara itu berbagai kesan dari para kaum duafa yang memperoleh bantuan paket sembako secara keseluruhan merasa gembira dan bahagia, di tengah situasi sulit seperti saat ini masih ada niat baik untuk memberi bantuan paket sembako itu merupakan langkah mulia yang sangat didambakan kaum duafa.
Semoga dapat menginspirasi dan memotivasi model kegiatan memperingatan HUT organisasi apapun selalu diagendakan langkah peduli dan berbagi bagi kaum belum beruntung.
“Ada pantun berbagi buat spirit kita semua, Petani sedang menggarap sawah, Di sawah banyak rumput dan lintah, Peduli dan berbagi itu indah, Karena membuat hidup bahagia dan berkah,” tutur Bambang Sulistya. (*).