Beranda blog Halaman 128

Rayakan HUT Kemerdekaan RI ke – 78, Perhutani KPH Randublatung Gelar Acara Lomba dan Senam Bersama

0

BLORA.-

Senam bersama dan beberapa lomba dilaksanakan di Taman Wisata Randublatung, Jum’at (18/8/2023). Kegiatan yang diprakarsai Perhutani (KPH) Randublatung pada hari itu diikuti karyawan karyawati beserta keluarga, karyawan Koperasi dan juga para pensiunan.
Kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-78 Republik Indonsia itu seminggu sebelumnya sudah diawali dengan pertandingan bulu tangkis (badminton) dan donor darah yang bekerjasama dengan PMI Cabang Blora.
Administrtur/Kepala KPH Randublatung Ida Jatiyan S.Hut mengatakan, bahwa digelarnya acara tersebut dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan antar karyawan Perhutani KPH Randublatung sekaligus untuk meningkatkan kinerja para karyawan.
“Selain untuk meningkatkan kinerja, melalui peringatan HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia ini juga untuk memperkuat jiwa patriotisme.” ujar Ida.


Dalam kesempatan itu KSS Hukum Kapatuhan Agraria & Kumunikasi Perusahan KPH Randublatung Setu menambahkan kepada awak media, bahwa kegiatan pada hari itu diawali dengan doa dilanjutkan senam bersama.
“Juga ada lomba masak kue dengan bahan non beras oleh ibu-ibu karyawati dan para isteri karyawan Perhutani,dan diakiri penyerahan hadiah untuk pamenang lomba.” kata Setu. (*).

Dan Ramil 09/Randublatung Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Sukma Kencana

0

BLORA.-

Forkompincam Randublatung Kabupaten Blora menggelar apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahhlawan (TMP) Sukma Kencana di Jl. Diponegoro Randublatung pada pukul 24.30 Wib, Rabu (16/8/2023). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat kecamatan.
Acara yang diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan dilanjutkan penyalaan obor serta pembacaan teks apel kehormatan,serta renungan suci itu berlangsung khidmat. Mengheningkan cipta dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara, Kapten Chb Sudiyono.
Ditemui usai upacara Kapten Chb Sudiyono kepada wartawan menyampaikan, bahwa setiap tahun peringatan HUT RI ditandai dengan malam renungan suci untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur.


“Renungan suci dimaksudkan untuk memberikan penghormatan, agar arwah pahlawan ini diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Serta kita yang masih hidup ini bisa melanjutkan perjuangan kemerdekaan yang sudah dirintis,” paparnya.
“Harapannya, di usia ke-78 kemerdekaan RI ini, bangsa Indonesia lebih maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tambahnya.
Turut hadri dalam rangkaian kegiatan ini antara lain Plt Camat Randublatung Wahyu Triatmoko S.Com, Danramil Randublatung Kapten Chb Sudiyono, Kapolsek Randublatung Kompol Les Pujiyanto, ketua panitia Suwit SAg.S.Pd.M.Pd, dan anggota TNI/Polri, serta tokoh masyarakat. (*).

Gerakan Sego Berkat Bungkus Godong Jati dan Mengenakan Busana Samin Terbanyak di Blora, Tercatat Rekor MURI

0

BLORA.-

Gebyar tujuh-belasan di Blora, Jawa Tengah pada tahun ini benar-benar heboh, semarak, bersejarah, meriah dan berkah serta menyisakan kenangan manis yang sulit dilupakan.
Seperti pemandangan pada Rabu sore (16/8/2023), mulai depan Kantor Bupati Blora hingga Tugu Pancasilas digelar Tasyakuran HUT ke-78 Kemerdekaan RI dirangkaikan pemecahan Rekor MURI dengan sajian sego berkat yang dibungkus daun jati terbanyak dan pakaian Samin terbanyak.
Hadir sebagai peserta diantaranya Bupati Blora H. Arief Rohman beserta Isteri Hj Ainia Sholichah, Wakil Bupati Hj Tri Yuli Setyowati beserta suami, Ketua DPRD HM. Dasum beserta unsur Forkompinda beserta isteri, seluruh perangkat OPD, serta Camat se-Kabupaten Blora.
Selain itu, kepala desa dan lurah se Kabupaten Blora, instansi vertikal, dan berbagai elemen masyarakat tumplek blek memadati sepanjang koridor Jalan Pemuda, Kota Blora.
Pramugi Prawiro Wijoyo, Kepala Suku Samin Sedulur Sikep Sambongrejo yang hadir bersama rombongan tujuh orang dari Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong menuturkan, bahwa peristiwa pada hari itu bisa dibilang langka, unik, dan bermakna folosofis serta sangat menghibur.
“Luar biasa, peristiwa sore ini sangat bagus, dan patut diberi acungan jempol,” ucapnya, Kamis (16/8/2023).
Pramugi yang datang bertujuh bertujuan untuk memaknai peristiwa pada hari itu mengandung makna pitutur yang baik, yang akan memberi pitulungan kepada semua saja yang punya niat baik dan ikhlas.
“Semoga dengan dipakainya pakaian kesukaan masyarakat Samin oleh orang banyak dari berbagai elemen masyarakat dalam rangka tasyakuran HUT ke-78 RI ini bisa memberikan dampak positif kepada kerukunan, ketentraman, kedamaian, keberkahan dan kesejahteraan di Bumi Blora Mustika,” paparnya.


Sementara itu H. Umartono yang mantan Asisten 2 Setda Blora dan juga pernah menjadi ketua pantia penyelenggaran kegiatan Makan Sate Ayam terbanyak di dunia dan tercatat dalam Rekor MURI pertama kali di Kabupaten Blora tahun 2007 berpendapat, bahwa kegiatan pada hari itu berdampak positif dalam mempromosikan potensi daerah dalam rangka nguri-uri Budaya kearifan lokal.
“Termasuk untuk mengenalkan daun jati sebagai pembungkus makanan yang higinis, sehat dan sedap serta untuk mengurangi limbah plastik,” katanya.
Disamping itu sebagai langkah nyata untuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan kerukunan masyarakat serta sebagai wujud implementasi sesarengan mbangun Blora.
“Contoh hari ini kita bisa bertemu, ngobrol dan duduk bersama dengan berbagai elemen anak bangsa tanpa ada beban dan sekat birokrasi dengan wajah ceria penuh nuansa suka cita,” ucapnya.
Sementara itu perwakilan dari MURI, Sri Widyawati menginformasikan bahwa Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang diprakarsahi oleh Jaya Suprana, berdiri 27 Januari 1990 dan memiliki sekretariat di Kawasan Perindustrian Jamu Jago, Srondol, Semarang.
Rekor Muri didirikan demi menegakkan pilar-pilar kebanggaan Nasional Bangsa Indonesia agar Bangsa Indonesia mampu dan mau menghargai karsa dan karya anak bangsa Indonesia.
Dan catatan Rekor Muri menunjukan semaraknya keragaman budaya dan berbagai potensi alam Indonesia sekaligus gelora semangat anak bangsa dalam mengukir karsa dan karya prestasi terunggul di bidang masing-masing.
Hari ini Rabu 16 Agustus 2023 dalam rangka tasyakuran HUT ke-78 RI yang dikemas Gas Desa Bumi Blora akan memberikan dua Rekor Muri, yaitu sajian sego berkat terbanyak bungkus godong jati dan mengenakan busana Samin terbanyak.
Kabupaten Blora sebelumnya juga sudah pernah mendapatkan penghargaan Rekor MURI sejak tahun 2007 di antaranya meliputi makan sate ayam terbanyak, pembaca parikan ala blora terbanyak, sponsor haji Keiklhasan terbanyak, pemilihan kepala desa serentak terbanyak, pelaksanaan pijat bersama terbanyak, penanaman penghijauan bersama terluas dan penyusun buku Ensiklopedi Blora.
Berdasarkan hasil perhitungan dari tim Muri maka diperoleh hasil bahwa sajian berkat yang dibungkus godong jati sesuai ajuan 7.800 bungkus namun realisasinya 9.640 bungkus, dan pemakaian pakaian samin dari target 4.000 orang tercapai 5.731peserta.
Dengan demikian maka Rekor MURI memutuskan untuk dianugrahkan dengan bangga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Blora atas dua rekor MURI berupa sajian sego berkat terbanyak bungkus godong jati sejumlah 9.640 bungkus dan Mengenakan busana Samin terbanyak 5.371 orang peserta.
Tradisi bersedekah di Kabupaten Blora memiliki filosofi bahwa pemberian berkat baik yang memberi maupun yang menerima akan merasa senang dan bahagia serta bisa jadi perekat persaudaraan dan kerukunan umat di masyarakat, sementara pemakaian busana samin melambangkan kesederhanaan, kejujuran dan kebersahajaan dalam kehidupan.
Kemudian dalam sambutan Bupati Blora menyampaikan ungkapan bahwa antusias peserta dan masyarakat yang hadir dalam Gas desa Bumi Blora luar biasa dan memberikan suasana gayeng, meriah penuh kegembiraan.
Tasyakuran HUT ke-RI sebagai bentuk refleksi untuk memahami potensi Kabupaten Blora yang kaya akan budaya lokal yang memiliki nilai manfaat sebagai perekat untuk merajut rasa kekeluargaan dan kerukunan di masyarakat.
Tasyakuran yang diikuti oleh berbagai tokoh masyarat, alim ulama dan para pemangku kepentingan merupakan ujud dari kekompakan dan semangat kebersamaan dalam sesarengan mbangun Blora. Masyarakat Blora dikenal sebagai masyarakat yang suka bersedekah dan beramal untuk kebaikan dan kemuliaan kehidupan.
Berkali-kali Bupati Blora Arief Rohman mengingatkan kepada peserta tasyakuran agar berkat yang ada jangan kesusu di makan karena belum didoakan,beliau menyarankan tolong berkat jangan dimakan yang membawa berkat namun diberikan kepada masyarakat yang hadir.
Gus Arief sapaan Bupati Blora, juga menawarkan kepada peserta tasyakuran agar agenda seperti hari ini dimasa mendatangkan dilaksanakan dan dibudayakan lagi yang lebih gayeng dan semarak lagi bahkan digagas sebagai acara tahunan.
Secara spontanitas dijawab oleh seluruh peserta hadir dengan ucapan setuju dan diikuti tepuk tangan bersama.
Bupati memohon doa restu agar selama kepemimpinanya bisa mewujudkan Blora yang sejahtera dan berdaya saing.
Sementara itu mantan Sekda Blora yang juga Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya mengaku merasa terhibur dan bahagia ternyata kepemimpinan di Blora, ada langkah kebijakan yang akrobatik dan berdampak positif bagi kemajuan daerah.
Disamping kegiatan tasyakuran yang diagendakan dengan model seperti kemarin adalah langkah yang bijak dalam melatih aparat birokrasi menggunakan otak kanan dalam menciptakan aktivitas sebagai upaya promosi potensi daerah yang efektif, murah,menghibur dan sekaligus untuk mencipkan rasa kekeluargaan dan kerukunan bagi masyarakat di Bumi Samin Blora Mustika.
Tampak hadir di acara itu mantan Kepala Dinkominfo Blora Sugiyono, mantan Kepala Dinsos P3A Blora Indah Purwaningsih, mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti serta sejumlah mantan pejabat Blora lainnya. (*)

Upacara Bendera di Kunduran Dihadiri Tiga Anggota Dewan

0

BLORA.-

Bertempat di Lapangan Gajah Mada, Kunduran Kabupaten Blora, Aipda Nanang Ariwibowo dari kesatuan Polsek Kunduran bertindak sebagai inspektur upacara HUT RI ke-78 pada 17 Agustus 2023.
Selain diikuti jajaran Forkompincam Kunduran dan para kepala desa se-Kecamatan Kunduran, kegiatan upacara bendera juga dihadiri tiga orang anggota DPRD Kabupaten Blora antara lain Muhammad Yusuf (Fraksi Demokrat), H. Muthohar (Fraksi Golkar), dan Eko Adi Nugroho (Fraksi PDI Perjuangan).
Selaku Inspektur upacara, Camat Kunduran Suharto, SE. SH. M. Hum menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kunduran dari beberapa elemen dan instansi terkait, khususnya kepada tamu undangan yang hadir dan mengikuti acara pengibaran bendera merah putih.
Kepada awak media Suharto mengaku senang menjabat camat di Kunduran. Menurutnya, masyarakat dan seluruh instansi terkait di Kunduran bisa menerima dirinya sebagai tokoh yang dituakan.
“Luar biasa, Mas. Masyarakat Kunduran antusias banget dalam menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Suharto memberikan apresiasi khususnya kepada elemen ormas mulai dari MWC NU sampai banomnya, dan juga dari Muhammadiyah serta badan otonomnya yang ikut serta dalam pelaksanaan upacara kemerdekaan yang dilaksanakan di Lapangan Gajah Mada, Kunduran.
“Harapan saya, semua pihak bisa bersinergi dalam meningkatkan kemajuan, khususnya wilayah Kecamatan Kunduran ini,” ungkap di depan wartawan Diva. (*)

Peringati HUT RI ke-78, Warga Sedulur Sikep di Pati Gelar Upacara Bendera di Atas Gundukan Sampah

0

PATI.

Di kawasan Sungai Tus yang mengalami pendangkalan akibat banyaknya sampah, tepatnya di Desa Baturejo, Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, digelar upacara bendera dalam rangka HUT RI ke-78, Kamis (17/8/2023).
Upacara di atas sungai yang mengalami pendangkalan akibat banyaknya sampah yang diikuti warga Sedulur Sikep atau penganut ajaran Samin Surosentiko bersama warga sekitar itu sekaligus mengkampanyekan untuk tidak membuang sampah di sungai.
Acara dimulai pukul 08.00-11.00 WIB, setelah upacara dilaksanakan kegiatan lainnya diantaranya pertunjukan seni dan juga bersih-bersih sampah.


Pada kesempatan itu, Guretno selaku perwakilan sedulur sikep menyatakan prihatin dengan kondisi sungai yang saat ini menjadi dangkal dan beralih fungsi sebagai tempat sampah. Menurutnya, digelarnya upacara bendera di atas gundukan sampah sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
“Atas nama Sedulur Samin kami minta Bapak Jokowi dan pemerintah agar segera melakukan menormalisasi sungai, supaya pengairan untuk petani bisa tercukupi dan lancar. Karena masyarakat Samin mayoritas bekerja sebagai petani,” ujarnya. (*)

Berkas Perades

0

SETELAH kasus perangkat desa (perades) di Desa Talokwohmojo (Ngawen) selesai ditangani ombudsman, dan kasus perades di Desa Nginggil (Kradenan), Desa Beganjing (Japah), serta Desa Kentong (Cepu) diputus oleh Pengadilan Negeri Blora, ternyata masih ada kasus perades lain yang jadi persoalan.

Di Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, Kepala Desa Jimbung dilaporkan ke Komisi Informasi Publik (KIP) oleh warganya. Pasalnya, Kades Jimbung menolak memberikan berkas pengisian calon perangkat desa yang di dalamnya berisi lampiran syarat-syarat para calon perades yang direkrut pada Tahun 2022 lalu.
Penolakan seperti yang disampaikan Kades di Balai Desa Jimbung pada 9 Agustus lalu bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, warga sudah memohon melalui surat namun diabaikan oleh Kades. Hingga akhirnya warga memohon ke Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Tengah di Semarang.
Dalam persidangan di KIP pemohon dimenangkan, namun Kades yang bersikukuh ingin merahasiakan isi berkas Perades menempuh banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Hasil sidang di PTUN pun memenangkan warga, dan hal itu otomatis memperkuat putusan KIP. Namun karena masih ingin menutup rapat-rapat isi berkas perades, Kades Jimbung sekarang mengambil langkah baru dengan menempuh Kasasi.
Kenapa Kades Jimbung menolak memberikan berkas tersebut?
Sebagaimana diketahui, lampiran berkas calon perades itu berisi diantaranya SK pegabdian, seperti SK pernah mengabdi sebagai kepala desa, pernah jadi pengurus RT/RW, PKK, Hansip, Karangtaruna, dll. Dan, masing-masing SK itu memiliki nilai yang bisa menambah point penilaian masing-masing peserta test perangkat desa.
Jika tidak ada kejanggalan dalam berkas peserta perades, seharusnya Pak Kades terbuka saja. Tetapi dengan berusaha menutup-nutupi berkas perades patut diduga ada nilai pengabdian diantara perangkat desa yang sudah lolos dan sudah dilantik, yang tidak sesuai dengan fakta.
Tindakan Kades Jimbung sangat merugikan masyarakat yang ingin tau keterbukaan. Sesuai UU 14 Tahun 2008 pasal 51, 52, 53, apabila badan publik tidak memberikan informasi yag diminta dikenakan ancaman pidana dan denda. Karena ini termasuk pidana umum, masyarakat bisa melapor ke kepolisian.
Juga karena putusan tidak diindahkan, warga bisa melaporkan kembali ke PTUN. Selanjutnya Kades Jimbung bisa dilaporkan ke atasan kepala desa, mulai dari bupati, gubernur, hingga presiden.
Jika nanti ditemukan ada pemalsuan dokumen, maka bisa dibawa ke ranah hukum seperti nasib Kades Nginggil, Beganjing, dan Kentong yang terbukti melakukan pemalsuan dokumen, dan sudah mendapat vonis dari Pengadilan Negeri Blora.
Mengingat sekarang kita berada di era keterbukaan dan transparansi, serta sudah ada Undang Undang yang mengatur tentang keterbukaan publik, sebaiknya para kepala desa dan pejabat publik lainnya jangan mempersulit informasi yang diminta masyarakat.
Selain agar jalannya pemerintahan bisa berjalan lancar, berkas perades yang diminta oleh masyarakat bukan kategori informasi yang dikecualikan.
***

Tiba di Pacitan, AHY Akan Hadiri Peresmian Museum & Geleri Seni SBY-Ani

0

PACITAN.-

Bersama istri, Annisa Pohan Yudhoyono dan keluarga, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menghadiri Peresmian Museum & Galeri Seni SBY-Ani di Pacitan, 17 Agustus 2023. AHY tiba di Pacitan, Selasa (15/8) malam.
Lebih kurang 800 tamu undangan rencananya hadir dalam acara tersebut. Wakil Presiden ke-10 dan 12 Yusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-11 Boediono juga dijadwalkan hadir di acara peresmian. Sedangkan undangan lainnya adalah para mantan menteri kabinet SBY, keluarga besar, kolega alumni AKABRI 1973, serta tamu kehormatan lain.
Direktur Eksekutif Museum & Galeri SBY-Ani, Ossy Dermawan mengungkapkan alasan dibalik pemilihan tanggal 17 Agustus untuk meresmikan museum. “Pemilihan waktu peresmian di tanggal 17 Agustus ini pun menyimbolkan bahwa museum ini milik masyarakat Indonesia, milik bangsa Indonesia. Museum yang nantinya merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban Bapak SBY sebagai Presiden yang dipilih oleh rakyat, dan juga sebagai wujud rasa cinta beliau terhadap almarhumah Ibu Ani Yudhoyono,” jelas Ossy.
Berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar, Museum dan Galeri SBY ANI yang berada di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Ploso, Pacitan menyimpan rekam jejak SBY. Tidak hanya saat menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, tetapi juga kisah masa mudanya di Pacitan. Selain itu Museum & Galeri Seni ini juga menyimpan koleksi seni dan foto-foto yang diambil oleh almarhumah Ibu Ani Yudhoyono.
Selain koleksi seni seperti lukisan yang diciptakan oleh SBY dan foto-foto, Museum ini juga memiliki perpustakaan yang berisi buku-buku yang ditulis serta yang dibaca oleh SBY.
Sehari usai diresmikan, Museum akan langsung dibuka untuk umum dengan jam operasional dari pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB setiap hari, kecuali Selasa. Sejumlah kategorisasi Harga Tiket Masuk (HTM) diantaranya, untuk warga Pacitan cukup hanya membayar Rp25 ribu sekali masuk, sedangkan untuk wisatawan lokal luar Pacitan dikenakan harga Rp 50 ribu, serta HTM untuk wisatawan mancanegara adalah Rp 100 ribu.
Selain meresmikan museum, AHY dan SBY juga dijadwalkan akan mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Pendopo Kabupaten Pacitan. (*)

Silaturahmi Proaktif, Kunci Pengembangan PWRI di Kecamatan Jepon

0

BLORA.-

“Tiada hari tanpa karya nyata, dimanapun dan kapanpun berada” sudah menjadi sesanti yang selalu digelorakan oleh H. Rajiman Santarko, Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, Jateng.
Sejak diberi amanah sebagai ketua PWRI kecamatan tiga tahun lalu, mantan anggota dewan dan matan camat yang memiliki hobi menyanyi dan berorganisasi itu telah menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan PWRI Kecamatan Jepon, dari 120 orang menjadi 230 orang anggota.
Dalam mengembangkan jumlah anggota PWRI Kecamatan Jepon, Rajiman menggunakan jurus SP (Silaturahmi Proaktif) yaitu pendekatan secara kekeluargaan dengan melakukan silaturahmi kepada para purna tugas bersama tim dari rumah ke rumah disertai membawa buah tangan.
“Silaturahmi membuahkan motivasi bagi pengurus dan anggota bisa guyub rukun, penuh rasa kekeluargaan serta siap nyengkuyung Sesarengan mbangun Blora,” ujar Rajiman.
Kegiatan memperingati HUT PWRI ke-61 berlangsung secara sederhana di Kantor PWRI Kecamatan Jepon, Selasa (15/8/2023).
Dalam sambutan ketua PWRI Jepon H. Rajiman Santarko menekankan pentingnya membangun kekompakan dan kekeluargaan dalam wadah keluarga besar PWRI serta menumbuhkan semangat bersyukur dalam menghadapi kehidupan sehari hari.
Pada kesempatan itu Rajiman mengatakan akan mengundang seluruh anggota PWRI Kecamat Jepon dan pengurus PWRI Kabupatan untuk menghadiri syukuran atas nikmat yang baru saja diterima, yaitu anak pertamanya terpilih kembali menjadi kepala Desa Gresi Kecamatan Jepon untuk periode kedua, juga anak mantumua sekarang jadi Plt Camat Randublatung.
Sementara itu Bambang Sulistya selaku Ketua PWRI Kabupaten Blora menyampaikan terimakasih dan mengucapkan puji syukur atas terselenggara kegiatan bersejarah pada hari itu.
“Karena baru kali ini PWRI Kecamatan Jepon mengadakan peringatan HUT PWRI sehingga membangun nuansa baru yang lebih bersemangat dan guyub rukun dalam menikmati masa purna tugas,” ujarnya.


“Saya mengerti bahwa H.Rajiman Santarko sosok pemimpin yang memiliki banyak talenta dan serba bisa, keistimaannya suka bergaul dan suka kepyur atau berbagi,” tambah mantan Sekda Blora itu.
Bambang mengaku kaget sekaligus bangga ketika dibacakan riwayat sejarah kelahiran PWRI, disebutkan ada tokoh sentral yang membidani lahirnya PWRI berasal dari Kabupaten Blora.
Pada waktu muda bernama Mas Sutardjo Karto Hadi Kusumo, lahir di Kunduran Blora 22 Oktober 1890 dan nama tuanya Kanjeng Pangeran Hariyo Sutardjo Kartaning Prang pernah menjadi Gubernur Jawa Barat dan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah berupa Bintang Maha Putra Klas IV.Beliau meninggal 20 Disember 1976 di Jakarta.
“Selanjutnya saya juga mengingatkan agar setiap menyelenggarakan kegiatan HUT dapat membumikan sebuah akronim S2P2 supaya dinamika organisasi makin mantap,” tuturnya.
Adapun akronim S2P2 maknanya S1- Semangat untuk melakukan aktivitas positif dalam kehidupan sehari hari diharapkan makin meningkat tidak makin menurun.
Apalagi semangatnya hanya suka WTS (Waton Suloyo) terhadap keberhasilan sesama umat dan berbagai kebijakan atau langkah yang dilakukan oleh Pemerintah.
Ibarat dalam ungkapan jawa ojo seneng ngidoni Srengenge (jangan suka meludahi matahari) nanti basah sendiri.
Ada lima golongan manusia yang tidak boleh diludahi. Orang yang punya kekuasaan, Orang Kaya, Orang pinter, Orang baik dan Orang Edan.
Dengan semangat yang menggelora para pejuang 45 bisa mengusir penjajah dari bumi Nusantara dan mewujudkan Indonesia Merdeka. Semangat adalah kunci perubahan dan keberhasilan hidup.
S2-Siap berkorban untuk kebaikan dan kemuliaan hidup, terutama siap berkorban untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan bagi saudara saudara kita yang kurang beruntung.
Berikutnya, P1-Pantang menyerah tidak mudah putus asa dalam melakukan karya pengabdian di masyarakat.
Sebagaimana dicontohkan oleh para pahlawan kita dalam meraih kemerdekaan RI. Seperti dalam dalam ungkapan, tidak akan menyerah, lebih baik mati dari pada hidup dalam penjajahan.
P2-Punya harapan hidup yang positif bahwa hidup hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin dan hari esuk harus lebih baik dari hari ini.
“Ada patun untuk kita renungkan. Swasembada pangan karena perjuangan Petani, Tak kenal menyerah apalagi patah hati, Tanamkan harapan untuk hari ini, Semoga bahagia dan sukses di masa depan nanti,” ujarnya. (*).

Banyak yang Lemah, BUMDes di Blora Berharap Dana CSR

0

BLORA.-

Minimnya pendanaan dari APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) dan keterbatasan kapasitas dan kompetensi operator (pengurus) menjadi faktor utama penyebab lemahnya mayoritas BUMDes di Kecamatan Blora.
Hal itu seperti disampaikan Camat Blora Drs. Bambang Sugiatno, MM ketika ditemui di kantornya pada hari Senin tanggal 14 Agustus 2023. Menurut pria yang pernah menjabat Camat Cepu ini, di Kecamatan Blora yang terdiri 16 desa sekarang ini mempunyai BUMDes dengan status (kategori); maju, berkembang, dan butuh pendampingan.
Desa Ngampel BUMDesnya masuk kategori maju karena pernah juara nasional. Walaupun kontribusi APBDesnya minim untuk pengembangan BUMDes, namun pengurusnya mampu membangun komunikasi yang baik dan intens sehingga bisa mendapatkan pendanaan melalui CSR (corporate sosial responsibility) dari PT. Semen Indonesia dan PT. Bank Rakyat Indonesia.
“Pengurusnya bertanggungjawab terhadap dana yang telah diterima sehingga mendapatkan respon yang sangat baik dari donatur,” ujar Bambang.
Sedangkan BUMDes di Desa Tempuran, atas peran serta Camat Blora, sekarang didampingi oleh DEWISNU (Desa Wisata Nusantara).
Terhadap mayoritas BUMDes yang dalam status berkembang dan butuh pendampingan, pihak kecamatan melakukan upaya pendampingan dalam rapat-rapat dan musyawarah di tingkat desa.
“Kami mengajak beberapa desa untuk study banding ke desa-desa yang BUMDesnya sangat maju dan mampu memberi warna bagi kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya. (*)

Tim Paskibraka Kecamatan Randubalung Dikukuhkan

0

BLORA.-

Bertempat di pendopo kecamatan setempat, Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora dikukuhkan oleh Plt Camat Randublatung, Wahyu Triatmoko S.Com, Selasa (15/08/2023).
Pengukuhan yang berlangsung secara khidmat dengandiiringi lagu-lagu nasional dan lagu kebangsaan itu disaksikan Forkompincam Randublatung diantaranya Danramil 09 Randublatung Kapten Chb Sudiyono, Kapolsek Randublatung yang diwakili oleh Aipda Eko, Kepala Kelurahan Wulung Abdul Haris SE,M,Si, dan para instruktur hingga para orang tua anggota Paskibraka 2023 yang dikukuhkan.
Pada kesematan itu, Plt Camat Randublatung mengaku senang dan mengapresiasi semangat seluruh anggota Paskibraka yang melakukan pemusatan latihan sejak 28 Juli hingga acara pengukuhan pada malam itu.
“Sah, kita kukuhkan bersama 80 Paskibraka Kecamatan Randublatung Tahun 2023. Berbanggalah seluruh orangtua yang buah hatinya terpilih sebagai Paskibraka tahun ini. Selama hampir dua minggu mereka mengikuti pemusatan latihan, ditempa agar percaya diri, mencitai dirinya, keluarganya, agamanya, bangsanya, dan negaranya,” ucap Plt Camat.


Dikatakan Plt Camat Randublatung, mengibarkan bendera merah putih merupakan salah satu tugas mereka saat 17 Agustus nanti.
“Namun dalam pelatihan Paskibraka ini, mereka juga diajarkan wawasan kebangsaan, menjadi pribadi yang kuat, cinta tanah air, patriotisme, dan nilai- nilai Pancasila,” pungkasnya.
Sementara itu Serma Ibnu, salah satu pelatih Paskibraka 2023 menyampaikan rencana petugas pengibaran dan penurunan bendera dalam upacara Peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI.
“Semuanya 80 personil besok tampil, namun yang inti sebagai tim delapan sebagai pembawa baki upacara pengibaran bendera, kemudian sore hari sebagai pembawa baki penurunan bendera,” tegas Ibnu. (*).