Beranda blog Halaman 111

Meriahkan HUT ke-2 KORMI Blora, Komunitas Lansia Ajak Bupati Naik Sepeda Onta

0

BLORA.-

Alun-alun Blora bisa dibilang masih agak gelap ketika para lansia dari berbagai komunitas yang ada di Kabupaten Blora mulai berdatangan pada Minggu pagi (24/12/2023). Dilihat dari gerak-gerik dan cara berpakaiannya nyaris tidak ada kesan bahwa mereka adalah penyandang gelar Generasi U-60 ke Atas. Padahal, mayoritas dari mereka adalah para pensiunan pegawai yang telah menikmati hari-hari santai setelah memasuki purna tugas.
Di acara HUT ke-2 KORMI itu, para “jago kapuk” berkumpul di Alun-alun Blora hendak menunjukkan, bahwa usia bukan halangan untuk hidup sehat dan bahagia. Kesan “tua” yang identik dengan kepayahan telah mereka hapus dengan aksi kebugaran pada hari itu juga.
Sedikitnya ada 5 komunitas sepeda kuno dan 10 club senam turut memeriahkan HUT ke-2 Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora. Kegiatan yang dihadiri Bupati Blora H. Arief Rohman beserta Istri itu juga diikuti para Asisten di lingkungan Pemkab Blora.
Sebelum memasuki acara inti, para lansia yang tergabung dalam berbagai club sepeda unik mengajak Bupati yang pagi itu sudah siap dengan sepeda untonya untuk bergabung dalam kegiatan parade sepeda kuno.
“Rutenya cukup mutar di Tugu Pancasila, dan kembali Finish di sini (Alun-alun, Red),” ujar Subekti, Ketua KORMI Kabupaten Blora di sela-sela acara.
*SENAM KREASI
Usai melakukan pemanasan, giliran para lansia yang tergabung dalam club senam unjuk kebolehan dengan menampilkan kreasi masing-masing. Dimulai dari Club Senam KJS Mustika (morena), Club Senam Bugar (gembala sapi), KJN Nordik Kabupaten Blora (koyo Jogja istimewa), Club Senam Maos (syalala la la), SBC (kharisma cinta), Wredho Wirogo (serasa), dan Porpri (cikini ke gondangdia).
Sebelumnya, club-club senam tersebut sudah dilatih oleh para instruktur senam dari KORMI diantaranya Pambayun, Susilaningsih, Diyah Lilis, dan Tini. “Mereka ini serba bisa, Mas. Luwes dan bisa mengikuti perkembangan,” ujar Sudadyo, sekretaris KORMI Blora ketika dimintai komentarnya oleh awak media.


*PERMAINAN TRADISIONAL
Di akhir acara KORMI Blora menyuguhkan permainan tradisional yang hampir tidak dikenal oleh generasi muda sekarang. Menurut Subekti, jenis permainan yang terdaftar di KORMI Provinsi ada 40 cabang permainan non prestasi, tetapi di Blora baru beberapa yang sudah bergabung. “Hari ini kita tampilkan 3 jenis permainan saja yaitu Gobak Sodor, Bakiak Panjang dan Egrang,” imbuh pria 73 tahun yang masih lincah ini.
Mantan kepala Dinas Kehutanan Blora itu mengungkapkan alasan ditampilkannya permainan tradisional dalam acara tersebut adalah untuk ikut nguri-uri budaya warisan leluhur yang semakin kesini sekarang ini hampir punah.


*KEGIATAN SOSIAL
Di tengah padat rangkaian acara HUT ke-2 KORMI pada hari itu juga dilakukan kegiatan sosial dengan menyampaikan sembako kepada 100 orang yang berhak menerima dan membagikan ratusan doorprize yang hadiah utamanya berupa sepeda listrik dan lemari es. Menurut Subekti, semua itu dilakukan untuk menjalin hubungan baik kepada masyarakat umum selain juga kepada birokrasi di jajaran Pemkab Blora.
“Hubungan baik dengan Pemkab kususnya dengan Pak Bupati ini akan terus kita rawat sebagai bentuk pengabdian kami untuk Blora,” ujar pria 73 tahun penggemar kayu ukir itu.
Disinggung perhatian pemerintah terhadap lembaga yang dipimpinnya, Subekti mengaku bersyukur karena pada tahun ke 2 ini Pemkab Blora telah memberikan anggaran untuk KORMI sebesar 40 juta.
Namun demikian untuk pengembangan KORMI kedepan, Subekti berharap Pemkab bisa menambah lagi anggarannya. “Kami berharap anggaran untuk KORMI tahun berikutnya ditambah menjadi 300 juta,” ungkapnya. (*)

Tanda Selesainya Pembangunan Jalan Beton Sambong-Klatak, Warga Pengkoljagong Gelar Syukuran Bersama Bupati Blora

0

BLORA.-

Bertempat di pertigaan jalan Desa Pengkoljagong Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, ratusan warga menggelar syukuran sebagai pertanda selesainya pembangunan rigit beton jalan Sambong-Klatak, Sabtu (24/12/2023).
Masyarakat yang berkumpul sejak pukul 08.00 Wib tampak antusias menunggu kehadiran Bupati Blora sambil menikmati pementasan tari gambyong serta kesenian barongan yang dibawakan oleh siswa-siswi SMP Negeri 3 Randublatung. Tampak juga puluhan murid SD berpakaian adat Samin serta beberapa tumpeng yang ditata rapi di tengah jalan raya.
Didampangi Camat Jati Drs,Muhari, Sugiyono S.Pd, SH.M.Si, Bupati Blora H. Arief Rohman M.Si beserta rombongan yang baru hadir Pukul 11,30 Wib, langsung mendekati kerumunan masyarakat. Acara dimulai dengan pembaca sholawat nariyah bersama, dilanjutkan sambutan oleh Kepala Desa Pengkoljagong Sugiyono S.Pd.SH.M.Si.
Dalam sambutannya Kades Pengkoljagong menyampaikan terima kasih seluruh warga yang hadir, juga kepada para murid SD dan siswa siswi SMP yang telah ikut memeriahkan acara syukuran pada hari itu.
“Walaupun diterpa panas, ternyata tidak mengendurkan semangat warga untuk menghadiri acara tasyakuran ini. Matur nuwun kepada bapak Bupati Blora yang sudah hadir walau terik panas luar biasa,” ucap Sugiyono.


Dalam kesempatan itu Bupati Blora H. Arif Rohman yang akrab dipanggil Gus Arif itu mangaku bangga dan bahagia melihat antusias warga masyarakat Desa Pengkol Jagong dan sekitarnya.
“Sampai jam sekian ini saya sudah menghadiri lima acara, saya datang terlambat karena miss komonikasi. Tapi gak jadi apa dan tidak mengurangi semangat warga masyarakat,” ujar bupati seraya menyampaikan, bahwa pembangunan jalan bersumber dari dana Inpres atau Bantuan Presiden.
Bupati mengajak semua warga untuk bersyukur karena dengan kondisi jalan yang sudah baik, perekonomian masyarakat sekitar bisa terangkat.
Sebelum mengakiri pidatonya Bupati memanggil salah satu warga bernama Jami diajak berbincang-bincang. “Ibu tentunya senang karena di wilayah Blora selatan ini sudah ada RSUD, tepatnya di Randublatung. Maka ibu dan masyarakat sekitar sini kalau mau berobat atau rawat inap tidak usah jauh-jauh, cukup di Randublarung,” pungkas Bupati. (*).

Rayakan HUT ke-2, KORMI Blora Gelar Gowes dan Senam Bersama Bupati

0

BLORA.-

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-274 Kabupaten Blora serta memperingati HUT ke-2 KORMI Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora yang dikomandani oleh H Subekti SP MMA, Minggu (24/12/2023)dilaksanakan kegiatan senam bersama Bupati Blora di Alun-alun Blora.
Acara diawali dengan kegiatgan gowes sepeda kuno bersama Gus Arief Rohman yang mengambil rute dari Alun-alun Blora, Jalan Pemuda hingga Tugu Pancasila, lalu kembali lagi ke Alun-alun Blora.
Kegiatan seremoni di Alun-alun diawali dengan laporan ketua KORMI yang mengiformasikan, bahwa kegiatan akbar senam bersama dengan Bupati diikuti lebih dari 500 orang yang berasal berbagai macam club senam kebugaran jasmani. “Dan baru Tahun 2023 ini juga dilaksanakan kegiatan festival senam kreasi yang diikuti oleh berbagai kelompok senam,” kata Subekti .
Kelompok senam yang mengikuti kegiatan pagi itu diantaranya Bugar, Nurdik, Maos, KJS, SBC, Werdo Wirogo dan Porpri. Pada kesempatan itu juga dibagikan bantuan sembako sebanyak 100 paket kepada petugas lapangan penangan banjir dari Dinas PUPR dan Petugas Kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup.
Pemberian paket sembako kepada petugas kebersihan Blora sebagai bentuk perhatian istimewa karena mereka adalah pejuang kebersihan yang telah ikut andil besar dalam menciptakan Blora menjadi Kota bersih dan Blora mendapatkan penghargaan Adipura.
Berikutnya diberikan pula paket makanan sarapan pagi untuk seluruh peserta dan dibagikan berbagai hadiah doorprize yang menarik dari berbagai sponsor atau donatur.
H. Subekti juga melaporkan bahwa tekad dari pengurus KORMI Kabupaten Blora akan terus berkiprah pakai istilah Bupati gass poll pro aktif membangkitkan spirit berolahraga rekreasi bagi masyarakat Blora.
Baik ada dukungan maupun belum ada dukungan dana dari APBD, KORMI tetap berkarya nyata sesarengan mbangun Blora Blora Berkelanjutan sebagai bentuk ibadah untuk mewujudkan masyarakat jadi semakin Sehat, Bahagia, dan Sejahtera.
Berbagai kegiatan olahraga yang digelar hari ini bisa terwujud dan terselenggara berkat dukungan dan bantuan dari Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati serta partisipasi secara ikhlas dari pengurus KORMI dan sponsor dari berbagai pihak terkait diantaranya; Dinas PUPR, Dalduk KB, DLH, Bappeda, DP4, BPH dan BKK.


“Berkenaan dengan hal tersebut atas nama pengurus KORMI mengucapkan terima kasih dan semoga bantuan tersebut menjadi amalan yang bernilai ibadah serta Gusti Allah akan melimpahkan rejeki dan pahala kepada bapak/ibu sekalian. Aamiin,” ucapnya.
Du akhir sambutan H. Subekti yang mantan kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora mempersembahkan parikan pantun ala Blora.
“Blora Kuto sate, Sate ayam enak rasane, Monggo sregep sesarengan olahragane, Supados awak sehat lan seneng atine,” tuturnya.
Bupati Blora H. Arief Rohman memberikan apreasiasi positif dan menyambut dengan suka cita atas kiprah yang dilakukan oleh pengurus KORMI dalam upaya menyehatkan masyarakat melalui berbagai olahraga rekreasi.
“Tumbuhkan terus semangat mengolah ragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga rekreasi yang akan menyebakan badan jadi sehat dan hati jadi senang serta ciptakan suasana kedamaian, guyub rukun paseduluran sak lawase,” tegasnya.
Selesai sambutan Bupati membagikan bantuan paket sembako dan mengundi hadiah utama doorprize.
Sajian yang menarik dan menghibur ketika Festival kreasi senam mulai dilakasanakan. Diawali tampilnya kelompok senam Bugar dengan kostum yang menarik diiringi lagunya Titik Puspa Gembala Sapi, suasana jadi ramai dan gayeng serta mampu memesona penonton.
Kemudian disusul Senam Nordik dari Cepu yang diiringi dengan lagu Jogya istimewa. Senam Nordik dari Blora ini pernah tampil istimewa di Solo.
Akhirnya dapat jadi catatan bersejarah bahwa dalam rangka memeriahkan dan manggayengkan Hari Jadi ke 274 Blora dan HUT KORMI kedua ternyata pengurus KORMI berhasil menyuguhkan sebuah kegiatan olahraga rekreasi yang menyehatkan dan menggembirakan serta dapat mewujudkan kerukunan, kekeluargaan dan kesetiakawanan atau kepekaan. (*).

Wujudkan Program Sekolah Sisan Ngaji, Dinas Pendidikan Blora Datangkan Nara Sumber dari Blitar

0

BLORA.-

Sebagai wujud keseriusan dalam melaksanakan Surat Edaran (SE) Bupati Nomor: 421/3665/2022 tentang program Sekolah Sisan Ngaji, Pemkab Blora melalui Dinas Pendidikan mengumpulkan sebanyak 130 Guru dari jenjang sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Blora untuk menerima sosialisasi program tersebut, Rabu (20/12/2023).
Kegiatan yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Blora itu menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Adi Andaka, dan 2 kepala sekolah dari wilayah yang sama bernama Asnawi dan Hartati MS selaku narasumber.
Acara yang dibuka dan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Yusman, M.Pd.I itu juga diikuti oleh para kepala dinas dan sejumlah pengurus MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) serta pengawas PAI (Pendidikan Agama Islam) Kabupaten Blora.
Alasan didatangkannya nara sumber dari Blitar (Jawa Timur) mengingat kabupaten tersebut sudah melaksanakan program serupa selama satu setengah tahun.
Dihadapan para guru PAI ketiga nara sumber memaparkan bagaimana Program Sekolah Sak Ngajine dilaksanakan di Kabupaten Blitar, serta lika-liku perjalanan, sekaligus ketercapaian program dan tantangan yang dihadapi selama ini.
Dalam kesempatan tersebut Yusman sebagai orang nomor satu di Dinas Pendidikan Blora menjelaskan bahwa sekolah sisan ngaji merupakan program pembiasaan melaksanakan amalan ajaran terpuji, dalam hal ini ajaran agama masing-masing. Bagi siswa yang beragama Islam dilakukan pembiasaan shalat dhuha berjamaah, menghafal surat pendek dan ditutup dengan kegiatan shalat dhuhur berjamaah.
“Yang terpenting kita harus nawaitu mencari solusi bukan nawaitu mencari masalah, sehingga setiap kendala dapat diselesaikan dengan sarana yang ada. Ibarat tak ada rotan akar pun jadi,” kata Yusman.
Sementara itu Asnawi, salah satu dari tiga nara sumber yang hadir menyampaikan bahwa program ini merupakan pembiasaan kegiatan keagamaan yang ringan-ringan saja. Misalnya, Menyampaikan salam, membaca shalawat, menghafalkan asmaul husna, shalat dhuha bersama dan tadarus Al Qur’an sesuai kemampuan siswa.
“Jangan yang berat. Jika terasa berat justru agama memberi kesan menjadi beban,” ujar pria yang juga seorang kepala sekolah di Kabupaten Blitar itu.
Tidak jauh berbeda dengan Asnawi, Hartati MS yang juga seorang kepala sekolah mengatakan, meskipun bentuk kegiatan ini berupa pembiasaan namun perlu dimasukkan ke dalam struktur kurikulum. Hal itu dimaksudkan agar program ini benar-benar memiliki kekuatan hukum dan memiliki target ketercapaian yang dapat diukur.
Adi Andaka, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar yang bertindak sebagai pembicara menyampaikan, meskipun kegiatan-kegiatan keagamaan tersebut sudah biasa dilakukan di sekolah, namun perlu dijadikan budaya, gerakan bersama serta diberi payung hukum agar dalam pelaksanaannya lebih kuat dan terukur.
“Nek dilakoni dhewe, dinilai dhewe, ngko gek sak karepe dhewe,” pesan Adi di hadapan para guru dan pengawas serta MKKS. (*)

Pemilu 2024, Beda Pilihan Hal Biasa dan Tetap Bersaudara

0

BLORA.-

Rapat konsolidasi pembinaan para pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Eks Karesdenan Pati (Blora, Rembang, Jepara, Kudus, dan Pati) berlangsung di ruang pertemuan PWRI Kabupaten Pati dalam rangka memantapkan pengabdian dan ikut berperan serta dalam mensukseskan Pesta Demokrasi 2024.
Pembinaan langsung disampaikan oleh Tim PWRI Provinsi Jateng yang dikomandani oleh Dr. H. Warsono SH, M. Hum mantan pejabat tinggi PJKA yang saat ini masih aktif sebagai pengajar di beberapa perguruan tinggi, Kamis (21/12/2023).
Sebagai penghantar Bambang Sulistya selaku koordinator PWRI Eks Karesidenan Pati menyampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya agenda pembinaan khusus yang memiliki nilai manfaat bagi kemajuan organisasi PWRI di masa depan.
“Sehingga waktunya saya pilih Kamis Legi 21 Desember 2023 yang menurut keyakinan orang jawa merupakan hari yang baik dan istimewa untuk mendapatkan rejeki dan pitulungan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana,” ujarnya.
Bambang Sulistya juga meminta kepada para peserta yang hadir untuk berani menyampaikan uneg-uneg, gagasan, ide dan memberi masukan demi terwujudnya sebuah harapan yang mencerahkan dan membahagiakan. Kemudian dilanjutkan pencerahan tunggal oleh bapak Dr H.Warsono SH., M.Hum.
Ia menyampaikan arahan bahwa pembinaan hari ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pembinaan Pengurus PWRI per kabupaten tempo hari dan sekaligus merealisasikan sumber energi sebagai upaya pencerahan berkaitan kiprah para pengurus dan anggota PWRI Kecamatan di masing masing Kabupaten dalam mengikuti pesta Demokrasi 2024.
“Saya mengingatkan bahwa partisipasi aktif dalam memilih wakil rakyat dan pasangan capres dan cawapres adalah hak demokrasi yang harus diwujudkan sesuai pertimbangan rasional dan suara hati masing-masing anggota,” tegasnya.
Menurutnya, beda pilihan hal yang biasa yang merupakan berkah bagi kita semua dan kita tetap saudara.
Jangan sampai berbeda dalam memilih pemimpin bisa menimbulkan perpecahan dalam persatuan dan kesatuan bangsa apalagi menyebapkan permusuhan dan munculnya semangat saling menghina, mefitnah dan saling membantai.
Pengurus PWRI Provinsi Jawa Tengah telah mengambil kebijakan dan keputusan yang tegas dan jelas bahwa memilih jago untuk calon DPD RI dalam pesta Demokrasi 2024 adalah Ir.H.Bambang Sutrisno MM No 4 yang saat ini sebagai penasehat PWRI Provinsi Jateng dan telah banyak membantu berbagai aktivitas organisasi PWRI.
Ia sosok pemimpin yang cerdas, berani berjuang untuk wong cilik,memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kaum yang belum beruntung dan siap berkarya nyata yang memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan bagi para Wredatama atau para pensiuan ASN/PNS.
Disamping itu H.Bambang Sutrisno saat ini masih aktif sebagai anggota DPD RI perwakilan Jateng. Salah satu karya nyata yang menjadi catatan sejarah ia ikut membidani lahirnya P3K di Bumi Nusantara.
Warsono juga meminta kepada para pengurus PWRI dalam mendukung keterpilihan H.Bambang Sutrisno jangan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan seperti ajaran dari Machiavelli. Pokoknya, kata dia, PWRI dalam pesta Demokrasi 2024 harus memiliki wakil di DPD RI.
“Untuk itu mari kita mantabkan tekad dan semangat kita untuk memperjuangkan cita cita menjadi kenyataan dengan spirit rawe rawe rantas malang malang putung H.Bambang Sutrisno harus beruntung menjadi anggota DPD RI perwakilan Jawa Tengah masa Bhakti 2024-2029,” jelasnya.
Berdasarkan berbagai curah pendapat yang disampaikan oleh para ketua PWRI eks Karesiden Pati maka hasil pembinaan membuahkan kesepakatan.
Pertama, para pengurus PWRI eks Kares Pati akan segera mensosialisasi hasil pembinaan kepada para pengurus dan anggota PWRI Kecamatan/Kelurahan.
Kedua, Tim Pencerahan sukses pesta Demokrasi 2024 dari PWRI Provinsi jateng akan segera menyampaikan berbagai masukan yang bersifat urgen dan realistis kepada bapak H.Bambang Sutrisno untuk mendapatkan solusi dan kebijakan terhadap permasalahan yang terjadi di tingkat lapangan.
Ketiga, Para pengurus PWRI Kabupaten eks Kares Pati sangat berharap bila masih ada kesempatan bisa diadakan pertemuan dengan bapak H Bambang Sutrisno untuk mendapatkan tambahan spirit perjuangan untuk menangkan dalam pemilu 2024.
“Semoga doa dan harapan para pengurus PWRI didengar dan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin,” ungkapnya. (*).

Laksanakan Wisuda ke-31, STTR Cepu Menerima SK Baik Sekali untuk 3 Prodi Sekaligus

0

Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu, pada Kamis, 21 Desember 2023 menggelar upacara wisuda jenjang Diploma dan Sarjana ke-31. Acara yang dilaksanakan di Gedung Soos Sasono Suko Cepu itu dihadiri langsung oleh Bupati Blora H. Arief Rohman.

Ada 119 mahasiswa yang diwisuda oleh Ketua STTR Cepu Sarjono, bersama jajaran dewan senat STTR Cepu. Baik dari Prodi Teknik Sipil, Teknik Elektro, maupun Teknik Mesin. Yang mana ada diantaranya diwisuda dengan predikat Cumlaude.
Dalam sambutannya di hadapan wisudawan/wisudawati dan orang tua wali, Ketua STTR Cepu Ir. Sarjono, M. Eng menyampaikan, bahwa selama belajar di STTR Cepu semoga bisa menjadi bekal yang bermanfaat dalam berkarya di tengah masyarakat maupun di jenjang pendidikan selanjutnya. “Selalu semangat dan sukses dalam membangun bisnis sebagai entrepreneur muda yang mampu berkompetisi di dunia kerja dengan membawa nama baik STTR Cepu,” ujarnya.
Sistem pembelajaran di STTR Cepu lanjut Sarjono, dijalankan secara kombinasi during dan luring. Tujuan dari sistem pembelajaran during adalah untuk memfasilitasi karyawan yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan dan tetap bisa berkarya dengan belajar dalam kelas karyawan.
Untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tuntutan kerja maka STTR membekali lulusannya dengan berbagai sertifikasi kompetensi K3 Mekanik di Industri Migas level 3 sesuai peraturan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No.59 tahun 2018 tentang surat keterangan pendamping ijasah.
Pada bulan September 2021 STTR Cepu membuka program studi baru yaitu Program Studi (Prodi) Informatika yang Terakreditasi Baik Sekali, Prodi jurusan Teknik Mesin Terakreditasi Baik Sekali. Dan, pada November 2023 terima SK Akreditasi Baik Sekali untuk 3 Prodi sekaligus yaitu Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Informatika Program S1. “STTR mempunyai tujuan untuk dapat berproses agar tahun depan dapat menjadi universitas yang bergengsi di Kabupaten Blora,” tambah Sarjono.
Ketua STTR juga menyampaikan, bahwa acara wisuda ke-31 memiliki makna yang baik sekali karena dilaksanakan pada hari Kamis Wage (jumlahnya 12), tanggal 21, bulan 12 (masing-masing memiliki nilai 3). Jika dijumlah, 3;3;3 adalah 9. “Sembilan adalah angka kemenangan, yaitu kemenangan STTR dalam menerima SK Baik Sekali untuk 3 Prodi sekaligus. Menjadi sejarah STTR.


Sementara itu Bupat Blora Arief Rohman, S.IP., M.Si dalam sambutannya mengatakan, secara pasti STTR yang sudah menempuh langkah-langkahnya harus didukung agar status STTR bisa meningkat dari Sekolah Tinggi Institute menjadi Universitas. STTR telah mendapatkan akreditas yang sangat baik sekali. Artinya, kualitas STTR dari waktu ke waktu semakin meningkat.
Ini adalah awal yang baik untuk wisudawan wisudawati dalam meningkatkan skillnya melalui pelatihan-pelatihan sertivikasi, sehingga menjadi pemuda yang kreatif melakukan inovasi untuk membantu pembangunan di kampung halamannya.
Peningkatan sumber daya manusia merupakan salah satu program prioritas. Majunya suatu daerah bergantung pada peningkatan sumber daya manusia. “Oleh karenanya para wisudawan wisudawati kami ajak sesarengan dalam pembangunan Kabupaten Blora tercinta,” tambah Bupati Blora. (*)

Nekat Berangkat secara Mandiri, Judo Waza Blora Boyong Satu Medali Emas dan Tiga Perunggu

0

BLORA.-

Club Judo Waza Blora dibawah asuhan Ipda Nandika Juniano Yudha Pratama, berhasil sabet satu medali Emas dan tiga Perunggu di kejuaraan Judo pelajar se-Jawa Tengah yang diadakan di GOR Manunggal Gombong, Kebumen, Kamis (21/12/2023).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ipda Nandika Yudha Pratama selaku pelatih club Judo Waza Blora melalui pendamping pelatihnya, Nandisya Dwinta Yudha Putri pada awak media ini saat dihubungi melalui sambungan pesan aplikasi WhatsApp, pada Kamis (21/12/2023).
Disya, sapaan akrab pelatih pendamping ini menceritakan kembali, bahwasannya Kejuaraan Judo pelajar se-Jawa Tengah tersebut digelar pada tanggal 16 sampai 17 Desember 2023.
“Jadi kemarin itu, judo Blora di bawah asuhan Ipda Nandika Juniano Yudha Pratama mengikuti kejuaraan Judo pelajar se-Jawa Tengah. Dan, pesertanya adalah pelajar-pelajar seluruh kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Mulai dari SD, SMP dan SMA. Untuk team Judo Waza Blora sendiri bertanding mewakili Kabupaten Blora,” ucapnya.
Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan, bahwasannya untuk Judo Waza Blora mempertandingkan 11 atlet. Di kategori SMP sebanyak 9 atlet (6 putra & 3 Putri), untuk kategori SMA sebanyak 2 atlet putra.
“Untuk yang kategori SD sebenarnya kami ada atlet berbakat, tetapi tidak kami berangkatkan karena Januari mendatang ada kejuaraan se Jateng dan DIY. jadi agar atlet SD nantinya persiapan lebih matang untuk yang di Jogja nanti di bulan Januari,” ungkapnya.
Ia, juga menjelaskan bahwa dari hasil pertandingan kejuaraan judo tingkat pelajar se Jawa Tengah tersebut, putra-putri kebanggaan kabupaten Blora, telah menyabet mendali emas dan perunggu.
“Hasilnya, Allhmdulilah, atlet Judo Waza Blora memperoleh 4 medali (1 medali emas atas nama Tiara Bunga Kharisma di kelas -63 Kg Putri kategori SMP, dan 3 medali perunggu atas nama Nehan Najamuddin Panuluh kelas -55 Kg Putra dan Mirza Adiyatma Aswin kelas -60 Kg Putra kategori SMP, dan Fajri Yudha Erlangga kelas -90 Kg Putra kategori SMA),” terangnya.


Kemudian ketika disinggung oleh awak media ini kembali terkait masalah mulai pendaftaran hingga akomodasi? Disya pun tak menampik, jika keseluruhannya dari modal dan semangat orang tua atlet.
“Allhamdulilah, Karena atlet Judo waza Blora sangat semangat dan berantusias untuk mengikuti kejuaraan tersebut sebagai ajang tolok ukur atas kemampuan mereka selama berlatih, ditambah orang tua yang sangat mendukung maka club judo waza Blora berangkat dengan biaya ditanggung oleh orangtua masing-masing anak, mulai transportasi, akomodasi,” jelasnya.
“Bahkan biaya pendaftaran pertandingan tidak didukung dari PJSI kabupaten Blora.
Club kami berharap untuk kedepannya Club kami bisa diperhatikan oleh PJSI Jawa Tengah atas prestasi atlet Judo waza Blora selama ini untuk membela nama Kabupaten Blora,” jelasnya kembali.
Terakhir, pihaknya kembali berpesan kepada atlet Judo Waza Blora untuk terus semangat dan rajin berlatih, serta menjadikan setiap kemenangan adalah awal dari keberhasilan, dan setiap kekalahan adalah proses dari keberhasilan.
“Walaupun club kami dipandang sebelah mata tetapi tetap buktikan kalian adalah atlet muda yang hebat dan nantinya akan jadi penerus penerus untuk Judo Blora,” tandasnya.
“Dan, harapan kami semoga PJSI Blora memperhatikan dan memberikan club Judo Waza Blora fasilitas untuk latihan, karena selama ini kami berlatih di tempat Beladiri Sambo. Alhamdulillah pelatih dari Sambo memberikan perhatian dengan mengizinkan atlet Judo berlatih di tempatnya,” tandasnya kembali. (*)

Musim Semi Tiba, Mayarakat Todanan Berburu Ungker di Hutan Jati

0

BLORA.-

Pendapatan masyarakat Blora sangat minim dan hampir tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itu terlihat ketika hutan jati memasuki musim semi seperti sekarang ini, puluhan warga Todanan menyerbu hutan jati di Kedungwaru Kecamatan Kunduran, Selasa (19/12/23). Mereka mencari ungker (kepompong ulat jati) untuk menambah penghasilan, walaupun kecil hasilnya tidak menjadi persoalan.
Disela-sela kesibukan harian, mereka blusukan ke hutan jati untuk mengais pundi-pundi uang guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, yakni dengan mencari ungker untuk dijual maupun untuk dikonsumsi sendiri bersama keluarga.
Mimin, warga Kecamatan Todanan yang merupakan salah satu dari pemburu ungker pagi itu tampak dengan semangat mengcongker-congker semak- semak daun jati kering yang menjadi sarang ungker. “Dari pagi saya sudah di sini. Alhamdulillah saya sudah mendapatkan kurang lebih 6 gelas ungker,” ucapnya seraya tangannya tak henti mencongker ungker.


Ibu Zaenal, warga Todanan yang mengaku berasal dari Desa Cokrowati mengatakan bahwa dia kurang lebih sudah dua jam berada di lokasi itu mengaku sudah dapat hampir 5 gelas. “Kadang sehari juga dapat 20 gelas aqua kecil. Itupun segelasnya bisa laku 15 ribu rupiah,” ujarnya dengan perasaan senang.
Baik Mimin maupuan Ibu Zaenal mengatakan bahwa ungker hasil buruannya selain untuk dikonsumsi sendiri juga sebagian untuk dijual. Dan, pada musim ungker seperti ini adalah kesempatan mereka untuk menambah pengahasilan.
Kebanyakan pembelinya adalah tetangga sendiri yang malas cari ungker, tetapi ingin juga merasakan olahan untuk dijadikan cemilan tanpa capek-capek mencarinya. Selain dijual ke tetangga, ada juga langsung dijual kepada pengendara yang lewat di sepanjang jalan hutan dan memang menyempatkan diri untuk membeli ungker.
Cahyo salah satu seorang yang lewat dan membeli ungker mengaku penasaran dan ingin merasakan bagaimana rasanya ungker jati itu. “Jujur saya belum pernah makan ungker jati ini. Akan tetapi tidak salahnya saya mencoba,” ungkapnya dengan wajah penuh keheran-heranan. (*)

Bea Cukai Kudus Amankan Rokok Ilegal yang Ditimbun di Dalam Bangunan

0

JEPARA.-

Dalam rangka pemberantasan peredaran rokok ilegal di Tahun 2023, Bea Cukai Kudus kembali mengamankan 275.600 batang rokok ilegal yang ditimbun di dalam bangunan di Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jumat (15/12/2023).
Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 WIB, tim macan muria Bea Cukai Kudus memperoleh informasi tentang adanya bangunan yang digunakan sebagai tempat pengemasan dan penimbunan barang kena cukai (BKC) berupa rokok yang diduga ilegal.
Berdasarkan analisis intelijen, tim segera meluncur menuju lokasi yang diinformasikan. Sekitar pukul 10.30 WIB, tim menemukan lokasi bangunan pertama dan mendapati adanya kegiatan pengemasan BKC berupa rokok jenis SKM yang diduga ilegal sehingga tim segera melakukan pemeriksaan terhadap bangunan.
Dari hasil pemeriksaan bangunan pertama, tim menemukan 8 karung berisi rokok jenis SKM yang belum selesai dikemas dengan merek RED BLU BOLD, RED BLU, COFFEE STICK TWENTY, dan JAYA BOLD tanpa dilekati pita cukai, 3 karung yang berisi rokok jenis SKM dalam kondisi batangan dengan jumlah total 21.000 batang, 1 karung berisi 280 bungkus rokok jenis SKM dengan merek RED BLU BOLD, GICO, dan Z.A STICK tanpa dilekati pita cukai, dan 5 karton yang berisi rokok jenis SKM dalam kondisi batangan dengan jumlah total 38.500 batang. Rokok ilegal pada bangunan pertama diperkirakan senilai Rp 153.988.500,- dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 105.539.792,-.
Berdasarkan analisis intelijen, tim mengamati bangunan lain yang dicurigai sebagai tempat menimbun BKC berupa rokok ilegal.
Hasil dari pengamatan tersebut, tim menemukan adanya petunjuk timbunan rokok ilegal sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap bangunan.


Dari hasil pemeriksaan bangunan kedua, tim menemukan 33 bale rokok jenis SKM dengan berbagai merek seperti HMD SUPER, JAYA 786, GICO, GUCI, dan STIGMA Premium tanpa dilekati pita cukai, 6 karung yang berisi total 214 slop rokok jenis SKM dengan berbagai merek seperti JAYA BOLD, Surya GALAXY, CLASSY BOLD, Lois L BOLD, SENDANG BIRU, dan MANGO STICK tanpa dilekati pita cukai, serta 3 karton yang berisi rokok jenis SKM dalam kondisi batangan dengan jumlah total 44.100 batang. Rokok ilegal pada bangunan kedua diperkirakan senilai Rp 191.889.500,- dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 131.516.171,-
“Tidak henti-hentinya kami sampaikan ucapan terima kasih kepada segenap masyarakat yang telah ikut serta aktif dalam upaya pemberantasan rokok ilegal. Penindakan kali ini merupakan salah satu bentuk nyata semangat masyarakat dalam mendukung pemberantasan peredaran rokok ilegal. Pendaftaran NPPBKC sama sekali tidak dipungut biaya, dari pada menjalankan kegiatan secara ilegal, alangkah baiknya jika produksi rokok tersebut dilakukan secara legal,” ujar Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Sandy Hendratmo Sopan di Kudus, Selasa.
Seluruh rokok ilegal dan barang-barang penolong yang digunakan untuk mengemas dan menimbun rokok ilegal dibawa ke KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Banjir dan Marah

0

Anggaran miliaran rupiah yang sudah digelontorkan oleh Pemkab Blora untuk pengendalian banjir di wilayah Cepu pada Tahun 2023 ternyata tak membuat surut banjir di wilayah Cepu dan sekitarnya. Seperti yang terjadi selama dua hari berturut-turut pada tanggal 12 dan 13 Desember lalu, yang membuat 660 rumah warga terendam air dan sebuah jembatan jebol.

Padahal tahun ini ada 7 titik pengendali banjir yang sudah dikerjakan proyeknya seperti halnya di Kelurahan Cepu; normalisasi kali dari jembatan Bypass sampai belakang RSU Cepu, normalisasi pengerukan, dan ada talud drainase beton mulai dari RSU Cepu sampai ke Kebun Kelapa menuju Bengawan Solo.
Di Kelurahan Karangboyo; wujudnya draimase pasangan batu, di Kelurahan Balun wujudnya normalisasi dan rehab talud drainase yang rusak. Normalisasi dimulai dari sebelah Pom Bensin Cepu.
Di Kelurahan Tambakromo, proyek pengendali banjir berupa drainase pasangan batu yang lokasinya di depan SMP Negeri 1 Cepu. Ditambah lagi adanya pembangunan drainase di wilayah Ngareng, tepatnya di Sebelah Vyatra. Proyek pengendalian banjir yang lain adalah perbaikan saluran drainase di Jalan Sorogo yang dibuat dari beton.
Sementara itu yang menjadi maskot dalam proyek pengendalian banjir di Cepu adalah pembuatan Embung Nglebok yang diharapkan bisa menampung kiriman air besar dari daerah atas sekaligus menahan air agar tidak langsung meng-alir ke Kota Cepu.
Walaupun setiap tahun selalu menjadi langganan banjir, sikap warga Cepu kali ini lebih kecewa karena persoalan banjir tahun ini kabarnya sudah ditangani oleh pemerintah. Masyarakat juga mendengar kabar, bahwa proyek pengendalian banjir di Kelurahan Karangboyo, Cepu, Balun, Tambakromo, dan Ngareng sudah selesai pengerjaannya. Tapi kenapa masih banjir?
Seharusnya semua proyek pemerintah Tahun Anggaran 2023 bisa selesai pada bulan Desember, kontraktor perencana dan pelaksana harusnya juga paham bahwa hujan pasti datang pada setiap Desember, dan mereka harusnya sudah mengantisipasi.
Bentuk kekecewan warga terlihat ketika banjir mulai menggenangi kawasan Ngareng, Cepu. Pada malam itu air sudah memasuki rumah dan toko yang ada di sepanjang jalan raya mulai dari Viyatra hingga Kapur Tulis.
Di pertigaan Kapurtulis, warga langsung memasang kursi dan tangga bambu sebagai tanda larangan masuk bagi semua kendaraan agar ombak air tidak masuk ke dalam toko atau rumah warga. Sementara persis di depan pintu gerbang Viyatra, ada seorang warga berkulit putih, berkacamata bening dan mengenakan kaos hitam tampak pasang badan di tengah jalan menghadang semua laju kendaraan.
Ketika ada pengendara bertanya, apa bisa melintas di Jl. Ngareng? Pria itu menjawab dengan nada emosi, “Silahkan lewat asal mau ngepel rumah saya!!”
Dengan gaya seperti itu, pria tersebut berusaha mengembalikan semua kendaran yang akan melintasi Jalan Ngareng pada malam itu.
Pemandangan seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi, karena yang melintasi kawasan Ngareng bukan hanya warga Blora melainkan juga ada warga Bojonegoro yang akan menuju Kasiman.
***