Beranda blog Halaman 110

Awali Tahun Baru dengan Tanam Bibit Pohon Sukun, Bambang Sulistya: Supaya Rukun

0

BLORA.-

Setiap hari adalah awal yang baru sehingga buatlah kenangan dengan karya yang indah, mulia dan menjadi sejarah baru bagi kehidupan. Ungkapan bijak itu diucapkan oleh Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya, saat melakukan penanaman pohon di Taman Perumnas, depan Masjid Nurul Falah Karangjati RT 05 RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
“Ungakan tersebut menjadi inspirasi dan motivasi yang mendorong saya dalam mengawali Tahun Baru 2024 yang masuk dalam Shio Naga,” katanya, Selasa (2/1/2024).
Jenis pohon yang ditanam adalah bibit sukun madu yang diperoleh dari Kabupaten Brebes saat mengikuti puncak peringatan HUT PWRI ke-61 Tahun 2023 Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Sukun bisa dimaknai supaya rukun. Selain akan bermanfaat bagi kehidupan tanaman sukun ini merupakan simbol dan harapan, semoga pesta demokrasi pada 14 Februari 2024 nanti berjalan lancar, rukun dan damai,” jelasnya.
Selain itu dengan menanam sukun, mantan Sekda Blora itu bermaksud ingin menyadarkan pada masyarakat bahwa budaya menanam itu merupakan kebiasaan baik yang memiliki manfaat luar biasa bagi lingkungan hidup.
Menurut Bambang Sulistiya, kebiasaan menanam bisa menjadi pitutur dan virus kebaikan yang perlu ditularkan kepada generasi milenial.
“Menurut Bapak Eric Thohir, Menteri BUMN bahwa Filosofi menanam sama dengan menanam harapan, memberi arti untuk masa depan,” ucapnya.
Menurutnya, tidak ada yang instan seperti tanaman yang perlu proses untuk tumbuh besar,manusia berproses untuk menjadi manfaat bagi sesama umat.
Bahkan berdasarkan pendapat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi bahwa menanam tanaman sama dengan menanam kebaikan di muka bumi.
Oleh sebab itu masyarakat harus membangun mental untuk mau memelihara dan menanam tanaman.Ingat kalau kita menanam tanaman maka tanaman tersebut akan menghasilkan oksigen dan oksigen akan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Oksigen yang dihasilkan oleh tanaman adalah merupakan amal jariah yang menghidupi jutaan manusia. Tidak hanya oksigen bila tanaman telah menghasilkan buah maka buahpun merupakan amal jariah yang bermanfaat bagi kehidupan baik bagi manusia maupun hewan.
Namun ada manfaat yang luar biasa dalam menanam tanaman di tahun politik,yaitu dapat mengurangi stres dan polusi suara yang saat ini boming di jagat raya di Bumi Nusantara.Karena sebuah penelitian bahwa dalam radius 30 meter dari pepohonan polusi suara dapat berkurang 50%.
Kemudian apa makna pentingnya menanam tanaman, sebagai orang beriman menanam tanaman adalah wujud nyata sedekah bumi yang menghasilkan amal jariah dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Buah pisang dari Todanan, Pisang tanduk enak dimakan, Jika peduli dengan lingkungan, Menanam tanaman ayo kita lakukan,” tutur Bambang Sulistya dengan pantun. (*).

Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli Meninggal Dunia

0

JAKARTA.–

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli menghembuskan nafas terakhir dalam usianya yang ke-69 tahun pada Selasa pukul 19.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Rizal Ramli dikabarkan meninggal karena sakit kanker pankreas yang baru diketahui belakangan ini. Kabar meninggalnya almarhum disampaikan pihak keluarga dalam pesan Whatsapp yang diterima Infobanknews.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang, bapak/kakek/mertua kami, Rizal Ramli pada tanggal 2 Januari 2024 pukul 19.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,” tulis keterangan resmi pihak keluarga.
Pihak keluarga sendiri memohon maaf sebesar-besarnya apabila ada keselahan almarhum semasa hidupnya. “Kami segenap keluarga memohon maaf jika ada kesalahan beliau selama hidupny,” tulisnya.
Adapun almarhum meninggalkan tiga orang anak-anak yakni Dhitta Puti Saraswati Ramli, Dipo Satria Ramli dan Daisy Orang Ramli.
Serta dua cucu yakni Anabel Asmara Ramli dan Anakin Lazuardi Ramli. Dan juga menantu yakni Fandra Febriand, Dina Arumsari dan Daniel Kirschen
Rizal Ramli lahir di Padang, Sumatera Barat, 10 Desember 1954. Rizal menikah dua kali. Pernikahan pertama dengan Herawati Moelyono dan meninggal karena penyakit kanker.
Sementara pada, pernikahan kedua dengan Marijani juga meninggal dengan penyakit yang serupa.
Rizal Ramli pernah menduduki jabatan penting di Indonesia. Sebelum menjadi Menko Kemaritiman, dirinya merupakan mantan aktivis mahasiswa yang menjadi pakar ekonomi. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) periode 2000-2001.
Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kelautan di bawah pemerintahan Joko Widodo serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan di bawah pemerintahan Abdurrahman Wahid.
Rizal Ramli mendapat julukan “sang penerobos” karena ide-idenya yang tidak konvensional namun tepat sasaran
Setelah sekian lama tidak mau dalam lingkaran kekuasaan, Rizal Ramli diminta Jokowi untuk menjadi Menteri koordinator kemaritiman di pertengahan tahun 2015. Namun, posisi Rizal Ramli diganti oleh Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Maritim 2016-2019.
Pada tahun 2018, Rizal Ramli menyatakan siap maju untuk mencalonkan diri sebagai capres dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019. (*)

Di Kedungtuban, Jebakan Tikus Beraliran Listrik Kembali Memakan Korban

0

BLORA.-

Imbauan larangan menggunakan jebakan tikus beraliran listrik sepertinya tak digubris oleh warga di Kabupaten Blora. Seperti yang terjadi pada jelang malam tahun baru, Suwarno (62), menjadi korban jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan milik tetangganya di Dukuh Kedungbanteng Desa Sidorejo Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora.
Suwarno ditemukan warga sudah dalam kondisi meregang nyawa akibat tersengat listrik jebakan tikus. “Saat ditemukan, korban sudah tak bergerak,” terang Karjono (60), tetangga korban.
Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Kedungtuban pada Minggu (31/12) malam. Beberapa saat kemudian petugas Polsek bersama tim medis mendatangi lokasi kejadian dan melakukan evakuasi korban.
Kapolsek Kedungtuban AKP Sujiharno mengatakan, setelah mengetahui korban tergeletak, Karjono langsung mematikan aliran listrik yang berasal dari rumah pompa air di sawah milik Anto, tak jauh dari lokasi. “Nafas dan denyut nadi korban saat diperiksa sudah tidak ada,” terang Kapolsek, Senin (1/1) lalu.
Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tim medis, pada tubuh korban ditemukan luka bakar di bagian ibu jari, telunjuk dan jari tengah, dan tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau penganiayaan.
“Keluarga korban menghendaki tidak dilakukan outopsi, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” sambungnya.
Kapolres Blora AKBP Jaka Wahyudi melalui Kapolsek Kedungtuban AKP Sujiharno kembali mengimbau agar masyarakat tidak memasang jebakan tikus menggunakan aliran listrik, sebab sudah banyak memakan korban. (*)

Di Penghujung Tahun, Acara Jalan Sehat Berhadiah Digelar di Kradenan

0

BLORA.-

Masih dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Blora ke-274, Pemerintah Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, menggelar giat jalan sehat berhadiah dengan melibatkan warga seluruh desa di wilayah tersebut, Minggu (30/12/2023).
Sejak pukul 08,00 Wib, seluruh warga desa yang diketuai oleh kepala desanya masing-masing berkumpul di garis Start di Lapangan Joko Bodo, Desa Mendenrejo untuk mendapatkan kupon dari panitia .
Dengan semangat serta antusias tinggi masyarakat yang terdarii dari orang dewasa serta anak-anak berjalan menuju garis Finish di depan Kantor Kecamatan Kradenan. Setelah itu mereka menunggu undian hadiah sambil menikmati panggung hiburan dangdut campur sari yang dibawakan oleh GS Music dari Randublatung.
Pada kesempatan itu dari atas panggung, Camat Kradenan Tarkun SH.M.Si, didampingi Danramil serta Kapolsek setempat bernyanyi bersama dua orang penyanyi cantik. Di sela sela itu Camat menyampaikan himbauan kepada seluruh warga masyarakat Kecamatan Kradenan.
“Alhamdulillah, kegiatan jalan sehat bisa terlaksana dengan lancar dan kondusif, walaupun dibahas hanya tiga hari sudah bisa action dengan baik,” ungkap Turkun.
Namun demikian lanjutnya, saat ini kita di tahun politik, maka saya tekankan kepada seluruh warga masyarakat untuk menjaga kondusifitan dan kerukunan. “Boleh berbeda pandangan, beda pilihan, namanya demokrasi, tapi kita harus tetap menjaga kerukunan, karena pepatah mengatakan, congkrah agawe bubrah, rukun agawe sentosa,” pesan Tarkun. (*).

Tingkatkan Nilai Kayu Tebangan Tahun 2024, Perhutani Gelar Job Training Produsi Kayu dan Bucking

0

BLORA.-

Bertempat di Petak 51 BKPH Ngliron KPH Randublatung, Jawa Tengah, digelar Job Training Policy Rabo (28/12/2023). Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 KPH dari Divisi Rigional Jawa Tengah,
Administratur Kepala KPH Randublatung, Ida Jatiyana S.Hut dalam sambutannya berharap peserta Job Training bisa mengerti dan paham materi yang disampaikan dan dipraktekan dilapangan. “Sehingga dapat memprodusi kayu yang berkualitas,” ucap Ida sambil melontarkan kalimat berbahasa Jawa, “Kayu larang tur payu”.
Penyampaian materi dan praktek Bucking Policy SNI 8911 .2020 di sampaikan oleh Heri Nur Afandi dan Armanto, dilanjutkan diskusi sampai selesai pukul 16,30 Wib. (*).

Dinas Dalduk dan KB Ikuti Kirab Budaya Blora

0

BLORA.-

Kirab Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupatena Blora ke-274 berjalan sukses dan meriah diikuti 43 kelompok peserta terdiri dari sekretariat daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), 16 kecamatan se-Blora, perbankan, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan perusahaan daerah (perusda) milik Blora.
Salah satu OPD perserta kirab budaya yang dilaksanakan pada hari Minggu (10/12/2023) itu diantaranya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Blora.
Tampak Kepala DPPKB Achmad Nur Hidayat, SH.M.SI, MM bersama istri, dan Sekretaris DPPKB Lucius Kristiawan, ST,M.Si yang juga bersama istri berada di barisan terdepan, diikuti rombongan DPPKB yang berjumlah 40 personil. “Ditambah 32 peserta dari Balai KB se Kabupaten Blora,” ujar Lucius Kristiawan.
Diantara rombongan DPPKB yang pada hari itu mengenakan busana Jawa, ada kelompok kesenian hadroh yang dibawa dari Dukuh Nglaban.
Sebelumnya, unsur pimpinan DPPKB yang diwakili Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Penggerakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Anton Suwoto, S.KEP, NERS, MM mengi-kuti kegiatan ziarah dan tabur bunga bersama Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP., M.Si dan Forkopimda Blora serta pimpinan OPD di Makam Gedong Tirtonatan Desa Ngadipurwo dan Makam Gedong Sunan Pojok Blora pada tanggal 8 November 2023. (*)

BUMD Blora Peduli Inflasi, Gelar Pasar Murah di Tiga Kecamatan

0

BLORA.-

Masyarakat Kabupaten Blora, khususnya di Kecamatan Blora, berduyun-duyun menuju halaman kantor kecamatan setempat, Rabu (27/12/2023). Mereka hendak belanja kebutuhan pokok pada kegiatan BUMD Blora Peduli Inflasi yang mengambil tema, “Penyaluran Subsidi Pangan dalam Rangka Pengendalian Inflasi Menjelang Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024”.
Berdasar pantauan di lokasi, sejak pagi masyarakat telah mengerumuni lokasi kegiatan. Dengan membawa masing-masing kupon yang telah dikantongi, mereka bersiap membeli beras, gula, minyak goreng, bawang putih, dan bawang merah.
Begitu kegiatan dibuka, mereka segera membeli semua kebutuhan seperti beras, gula dan minyak yang telah ditaruh di meja. Mereka tampak antusias kendati harus berdesakan membeli telur yang dihargai 23 ribu per kg, dan gula yang dibandrol 14 ribu per kg itu.
Suniti, warga Dusun Glagahan, Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora mengaku senang dengan adanya pasar murah yang digelar oleh Pemkab Blora. Suniti yang pada hari itu membeli telur, brambang, bawang, gula, dan minyak goreng, mengaku untuk kebutuhan rumah tangga sendiri. “Untuk gula dan bawang pembeliannya dibatasi, tetapi kalo minyak tidak dibatasi,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Lina, warga Jetis, Blora yang pada hari itu hanya membeli beras untuk kebutuhan sendiri. Dia juga berterima kasih kepada Pemkab Blora, karena bisa membeli beras di bawah harga pasaran.
“Terima kasih untuk Pemkab Blora karena kebagian beras dengan harga yang murah ini,” ucap mahasiswi salah satu sekolah tinggi di Blora itu.
Sementara itu, Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Blora, Pujiariyanto, S.Hut, M.Eng mengatakan, Gerakan BUMD Blora Peduli Inflasi didorong atas keprihatin pemerintah terhadap kasus naiknya harga cabe yang luar biasa tinggi hingga membuat daya beli masyarakat berkurang, dan itu menjadi atensi khusus Pemprov Jateng, khususnya naiknya harga cabe dan beras. Dikumpulkanlah pengelola BUMD di Blora untuk meringankan beban masyarakat, hingga muncul istilah BUMD Peduli Inflasi.
“Teman-teman BUMD mengalokasikan anggaran CSR-nya untuk mensubsidi bahan pokok penting yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Gerakan yang diprakarsai oleh Setda Blora bersama Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM serta didukung oleh PT. Blora Patragas Hulu, PT. BPR BKK Blora, Bank Jateng Cabang Blora, dan Perumda BPR Bank Blora Artha ini akan dilaksanakan secara terus menerus menyasar ke masyarakat umum di tiga wilayah yaitu Kecamatan Blora, Jepon, dan Cepu dengan alokasi anggaran sebesar Rp 150 juta.
“Tapi karena ini sasarannya untuk Natal dan Tahun Baru, anggaran yang dikeluarkan kali ini sekitar Rp 60 juta,” tambahnya.


Gerakan BUMD Peduli Inflasi ini dilaksanakan bekerjasama dengan Gapoktan sebagai lembaga yang ditunjuk oleh Badan Pangan Nasional. Gapoktan beli telur dan bawang marah, bawang putih dan gula dari distributor, kemudian dijual ke masyarakat dengan harga subsidi. “Tiga ribu per kilo untuk gula,” kata Puji.
Direktur Utama PT. BPR BKK Blora Puguh Haryono, SE ketika ditemui di lokasi pasar murah mengatakan, bahwa pihaknya bersama BUMD lain di Blora siap membantu Pemkab Blora untuk mensubsidi harga-harga kebutuhan pokok agar tidak tinggi dan terjangkau oleh masyarakat.
Hal senada disampaikan Direktur Utama Bank Blora Artha Arief Syamsuhuda, SE, MM, bahwa pihaknya selalu mendukung program Pemkab yang bersentuhan dengan masyarakat, termasuk dampak inflasi. “Bersama BUMD yang lain, kami siap membantu kegiatan seperti secara rutin dan berkesinambungan,” tambahnya.
Menurut Arief, kedepan perlu diadakan pasar murah dengan nilai subsidi yang lebih besar lagi agar masyarakat yang tidak mampu pun bisa menikmati fasilitas ini.
“Tetapi kita harus mendidik masyarakat dengan tetap ada unsur untuk membeli walaupun dengan harga yang serendah-rendahnya,” pungkasnya. (*)

SGIE untuk Atasi Stuntung: Sego Goreng Iwak Endog

0

BLORA.-

Beberapa istilah baru seperti Ordal, Etik, asam sulfat, belimbing sayur, carbon captur dan storage, slepet dan SGIE menjadi topik hangat dalam perbincangan di masyarakat. Seperti yang ada di Lapangan Kridosono Blora yang pada Selasa (26/12/2023) lalu ramai dipenuhi warga yang berolah raga. Sambil ngobrol ringan mreka bercanda ria tentang berbagai istilah baru yang lagi viral di media sosial.
Tanpa bermaksud untuk saling mengejek atau memojokkan, apalagi untuk merendahkan dan menghina, istilah-istilah baru itu dijadikan bumbu dalam candaan yang menghibur hingga membuat suana obrolan tambah gayeng.
Mantan anggota DPRD Blora, Bambang Sulistya mengaku tertarik dengan akronim SGIE yang muncul saat dilaksanakan debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Jakarta Convension Center (JCC) Senayan Jakarta (22/12/2023). “SGIE itu dimaknai State of The Global Islamic Economy,” katanya.
Dengan kelakarnya mantan Sekda Blora itu mengatakan bahwa pengertian SGIE saat ini sudah berkembang. “SGIE adalah Sego Goreng Iwak Endog yang bisa untuk mengatasi penyakit stunting,” ungkapnya.
Lepas dari semua itu karena saat ini tahun politik tentu kita sangat berharap agar pada saat pesta Demokrasi 2024 nanti bisa terwujud suasana penuh kedamaian, luber, jurdil, aman, lancar dan sukses.
Kalau mulai saat ini seluruh rakyat Nusantara yang sudah memiliki hak pilih bisa mengamalkan akronim SGIE dalam pergaulan hidup sehari-hari.
(S) – Sikap saling menghormati, saling memahami dan saling mengendalikan diri terhadap pilihan yang berbeda adalah hukumnya wajib. Karena berberda pilihan itu rahmat, sunatullah dan berkah bagi umat. Jangan ada doktrin beda pilihan itu musibah apalagi menganggap musuh yang harus dibantai dan dihabisi. Beda pilihan kita tetap saudara dan sedulur sak lawase.
(G) – Gunakan akal sehat dalam merespons informasi, berita dan kabar burung. Jangan mudah baperan apalagi mudah bersumbu pendek. Ingat ungkapan bijak berpikir dulu baru berbicara jangan sampai berbicara dulu baru berpikir. Hindari kalau bicara suka Asmuni (asal muni/bicara) dan emosi.
(I) – Indahnya kerukunan, kekeluargaan, kebersamaan agar terus digelorakan keselurahan elemen masyarakat sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
(E) – Empati adalah sikap bijak yang harus dimiliki setiap umat beragama untuk membumikan semangat saling asah, asuh dan asih di tengah suhu politik yang sedang membara dan sikap yang membabi buta.
“Salam seger waras guyub rukun atine seneng akeh kancane untuk umat di Bumi Samin Blora,” tuturnya. (*).

Puluhan Panggang Ayam Warnai Bancaan Magung di Desa Ledok, Sambong

0

BLORA.-

Ratusan warga Desa Ledok Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jum’at pagi (22/12/2023) melaksanakan Magung di balai desa setempat. Magung merupakan acara tasyakuran yang rutin dilaksanakan 2 kali dalam setahun pada hari Jumat Pahing sebagai tradisi warga sebelum tanam padi
Sekitar 300 orang dari Desa Ledok dan sekitarnya bersama Forkompincam Kecamatan Sambong tampak antusias mengikuti kegiatan Magung hingga selesai. Acara yang ditandai dengan bancaan ayam panggang dilakukan untuk melestarikan budaya peninggalan lelehur.
Kepala Desa Ledok Sri Lestari mengatakan, bahwa Magung adalah tradisi kirim doa untuk mengenang leluhur, Eyang Jati Kusumo yang menjadi cikal bakal ditemukannya sumur minyak hingga menciptakan kesejahteraan masyarakat Desa Ledok dan sekitarnya sampai sekarang ini.
“Sebagai muslim yang taat kepada Allah SWT, walaupun di hutan Eyang Jati Kusumo tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu, dan melaksanakannya dengan tepat waktu,” ujar Bu Kades.


Dikisahkan oleh Sri Lestari, pada waktu itu Eyang jati kusumo mengembara dalam perjalanan mencari pusaka Kesultanan Pajang yang hilang, di waktu senja Eyang jati kusumo hendak melaksanakan Sholat Magrib. “Sebelum sholat Tongkat-nya ditancapkan pada tanah, kemudian selesai sholat ketika tongkat dicabut maka keluarlah minyak mentah yang besar (agung). Maka lokasi itu dinamakan Magung,” tandasnya.
Hal senada disampaikan oleh Moh. Rifa’i selaku Danramil Sambong. Bahwa melaksanakan tradisi bancaan ayam panggang bertutup daun jati, merupakan wujud ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Ledok yang sampai sekarang diberikan limpahan rejeki.
“Diharapkan tradisi seperti ini bisa dilaksanakan rutin setiap tahun, sebagai rasa syukur sekaligus untuk mewujudkan kerukungan serta guyub rukun,” ujarnya.
Acara bancaan Magung dilaksanakan 2 kali dalam satu tahun yaitu sebelum masa tanam padi dan pada bulan Agustus. (*)

Gobak Sodor dan Egrang Ramaikan HUT ke-2 KORMI Blora

0

BLORA.-

Sejumlah anggota sepeda kuno dan club senam asal Blora ikut bermain gobak sodor, egrang, dan bakiak panjang pada eksibisi acara HUT ke-2 KORMI Blora yang digelar di Alun-alun Blora, Minggu (24/12/2023).
Ketua KORMI Blora, Subekti mengaku sengaja menghadirkan tiga permainan rakyat, gobak sodor, terompah panjang, dan egrang sebagai upaya nguri-uri budaya dan permainan rakyat.
“Kami ingin menonjolkan permainan rakyat ini, karena di beberapa tempat bahkan anak-anak enggak pernah lihat,” ujar Subekti ketika ditemui di sela-sela acara.
Gobag Sodor.

Melihat cara bermainnya, kelompok lansia itu tampak menikmati dan bahagia. Bahkan ketika seorang nenek terjatuh akibat terpeleset dalam bermain gobak sodor, di wajahnya sama sekali tidak tampak ada raut kepanikan. Bahkan, dia segera berdiri dan kembali berjingkrak lupa dengan udzurnya usia.
Bakiak Panjang yang turut mewarnai kegiatan itu cukup mengundang tawa. Pasalnya, gabungan kelompok ibu-ibu yang sedang berusaha menyatukan gerak seringkali justru terjatuh dan menjadi bahan ketawaan sehingga merubah suasana riuh serasa masa kecil.


Egrang juga tidak mau ketinggalan. Sejumlah lansia bernostalgia dengan masa lalunya. Seorang peserta bernama Supar (65) asal Desa Biting Sambong, masih tampak piawai memperagakan numpak egrang yang berbahan bambu itu. “Saya tidak pernah latihan, Mas. Cuma waktu kecil kan ini biasa,” kata pria yang juga menjadi ketua asosiasi jasa angkutan Cepu itu.
Isminingsihm seorang pensiunan guru berusia 64 tahun anggota, KORMI dari Kamolan Blora mengungkapkan, bergabungnya dia ke KORMI adalah untuk menjaga kebugaran dan suasana gembira. ”Saya kan baru 64 tahun, dan ingin lebih panjang lagi,” ucap Isminingsih dengan ceria.
Subekti kembali menjelaskan, tujuan permainan rakyat itu bukan kompetisi. Meski mengandung unsur hiburan, namun inti utamanya adalah interaksi dalam kebersamaan. Menurut Subekti, gobak sodor dalam acara KORMI dimainkan oleh para lansia yang masih ingin menunjukkan kebolehannya.
“Walapun acaranya di Blora, tapi pesertanya dari seluruh kecamatan,” katanya. (*)