Beranda blog Halaman 106

Beberapa Dugaan Kecurangan Pemilu Diungkap oleh Roy Suryo

0

JAKARTA.-

Pakar telekomunikasi dan multimedia, Roy Suryo memaparkan beberapa dugaan kecurangan yang ditemukan dalam aplikasi Sirekap.

Salah satu kecurangan itu, beber dia, pada hari pencoblosan 14 Februari 2024 dimasukkan script dalam sistem aplikasi tersebut agar hasil angka yang keluar tidak bergeser atau berubah.

Dugaan kecurangan lainnya adalah server atau peladen Sirekap diletakkan di luar negeri, yaitu Singapura, dan kemudian dipindahkan secara diam-diam ke Jakarta.

Menteri Pemuda dan Olahraga di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengatakan, perbuatan itu melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 mengenai Perlindungan Data Pribadi.

“Kesalahan dari Sirekap ini bukan kesalahan teknis belaka dan ini tidak bisa dipandang hanya sebagai kuantitas belaka, tetapi ini kualitasnya sudah sangat tidak layak untuk kemudian digunakan,” kata Roy.

Dia mendesak agar Audit IT Forensik dilakukan untuk mengungkap kebenaran dari dugaan kecurangan yang ditemukan tersebut.

Roy Suryo juga mengatakan telah mengarahkan ke pihak kepolisian apabila ada dugaan tindak pidana. Temuan-temuan Roy Suryo tersebut juga akan menjadi masukan bagi tim IT pasangan calon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD untuk melakukan investigasi lebih lanjut. (*)

Curah Hujan Tinggi, Wilayah Pati Selatan Kembali Dilanda Banjir

0

BLORA.-

Curah hujan yang cukup tinggi pada Selasa, 27 Februari 2024 mengakibatkan beberapa wilayah di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Winong Kabupaten Pati tergenang air. Untuk wilayah Kecamatan Tambakromo, salah satu desa yang menjadi langganan banjir adalah Desa Sinomwidodo dan Angkatan Kidul, sementara untuk wilayah Kecamatan Winong adalah Desa Godo dan Gunung Panti.

Puluhan rumah warga di kedua wilayah tersebut tergenang air sejak sore hari menjelang magrib. Seperti yang dialami oleh Suhipto, warga Angkatan Kidul dan Sudadi yang juga merupakan perangkat desa setempat.

Hal serupa juga dialami oleh Pak Topo warga Sinomwidodo, bahkan dirinya nekat berendam untuk menjajaki ketinggian air yang melanda wilayah RT.06 RW.02 Utara Pasar Sinomwidodo, yang mana ketinggian air pada pukul 19.30 WIB sudah mencapai pinggang orang dewasa.

Sementara itu Riring Purdeta, tokoh pemuda yang juga merupakan anggota Karang Taruna Kecamatan Tambakromo mengatakan, bahwa para pemuda bersiaga penuh dalam menghadapi musibah banjir kali ini.

“Untuk kerugian materi belum bisa dihitung, namun alhamdulilah sampai saat ini tidak ada korban jiwa seperti yang pernah terjadi pada saat musibah banjir bandang tahun lalu,” pungkasnya. (*)

Bersama Petugas BPP Kecamatan Ngawen, Poktan Sejahtera Laksanakan Gerdal WBC di Desa Gedebeg

0

BLORA.-

Selasa, 28 Februari 2024 kelompok tani Sejahtera di Desa Gedebeg Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora melakukan antisipasi meluasnya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Wereng Batang Coklat (WBC) melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal). Kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan penyemprotan padi di usia 30 sampai 40 hari untuk mengantisipasi serangan hama wereng tersebut.

Ari Nugraha, salah satu petugas BPP (Bandan Pelaksanaan Penyuluhan) UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Ngawen dalam arahannya mengatakan, ada beberapa desa yang endemik Wereng Batang Coklat di wilayah Kecamatan Ngawen diantaranya Desa Plumbon, Bandung Rojo, dan Gedebeg. “Melakukan kegitan Gerdal WBC sejak dini agar lebih mudah dalam pencegahan serta pengendalian hama tersebut,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Isna dari fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Blora juga menyerahkan bantuan obat wereng kepada petani anggota Poktan Sejahtera Desa Gedebeg. “Bantuan ini kalau tidak mencukupi, petani bisa beli di toko toko pertanian terdekat,” imbuhnya,.

Seorang petani desa setempat bernama Taufik, kepada wartawan mengaku sangat berterima kasih atas kedatangan para penyuluh pertanian Kecamatan Ngawen. Juga berterimakasih atas pemberian ilmu, dan juga obat wereng yang telah diberikan.

“Semoga para penyuluh pertanian bisa berkunjung setiap bulan ke Gakpotan untuk memberi penyuluhan,” harapnya. (*)

Lomba Religi pada Haul Kyai Masyhuri, Diikuti Sejumlah Paud hingga SMP Negeri

0

BLORA.-

Sejumlah lembaga pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD Negeri hingga SMP yang berada di Kecamatan Todanan Kabupaten Blora mengikuti lomba Religi yang digelar oleh panitia Haul Kyai Masyhuri yang ke-28 di Desa Karanganyar Kecamatan Todanan sejak tanggal 21 hingga 23 Februari 2024.

Adapun lomba yang dilaksanakan pada sore hari selama tiga hari itu meliputi, lomba hafalan do’a, lomba membaca Juz Ama, dan Lomba Adzan untuk tingkat SMP sederajat.

Kepala SD Negeri 1 Karanganyar Siti Ngatmi mengatakan, begitu menerima informasi berupa surat pemberitahuan, pihaknya langsung merespon dengan menugaskan para guru untuk melakukan bimbingan kepada para siswa. “Kami merasa senang karena dilibatkan dalam lomba religi di desa ini,” katanya.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Kepala SD Negeri 2 Karanganyar Sukristiono. Pihaknya merasa mendapat kehormatan karena selama ini jarang sekali sekolah formal mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba pada acara haul setiap tahunnya. “Selama ini yang terlibat dalam lomba religi adalah para santri Madin,” ujarnya.

Yang menarik, TK Muslimat yang ada di desa itu juga mengikuti kegiatan lomba tersebut. “Kebetulan panitia juga menyiapkan jenis lomba yang sesuai dengan TK, jadi ya kami ikut lomba tersebut,” kata Munarmi, kepala TK Muslimat Karanganyar.

Tak ketinggalan, PAUD Kasih Bunda yang merupakan kelompok bermain milik desa setempat, juga tampak antusias mengikuti lomba-lomba yang disiapkan oleh panitia. Bahkan, salah seorang guru PAUD tidak sungkan menanyakan tata cara lomba kepada panitia ketika merasa belum jelas.

“Kemarin kami tanya kepada panitia bagaimana kriteria do’a-do’a yang dilombakan, bebas apa ditentukan,” kata Rukayah salah seorang guru PAUD.

Arief Syarifuddin selaku sekretaris panitia Haul Kyai Masyhuri yang ke-28 mengatakan, tahun ini pihaknya sengaja melibatkan sekolah formal mengingat potensi pelajaran agama di sekolah negeri mengalami kemajuan.

“Sekolah negeri sekarang pendidikan agamanya mengalami kemajuan. Apa lagi rata-rata siswanya juga mengaji di Madin atau TPQ pada sore hari,” jelas Arief. (*)

Sempurnakan Aplikasi PPDB Online, Dinas Pendidikan Blora Undang Operator SD/SMP

0

Blora, Diva.-

Dinas Pendidikan Kabupaten Blora kembali sosialisasikan aplikasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online kepada seluruh operator sekolah tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Blora, Kamis (22/2/2024).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengenalan aplikasi PPDB online yang telah diterapkan di seluruh SD dan SMP pada tahun sebelumnya. Dimana pada tahun ajaran baru tahun ini, tim pengembang aplikasi BTU (Bersama Teknologi Unggul) telah melakukan penyempurnaan fitur pada aplikasi yang telah digunakan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora untuk PPDB secara Online itu.

Kegiatan diselenggarakan oleh bagian Program Dinas Pendidikan Kabupaten Blora dan dibuka oleh Plt. Sekdin Nuril Huda, SP.,MM.
Dalam sambutanya, Sekdin menyampaikan agar para operator banyak berdiskusi tentang kendala-kendala yang mungkin terjadi pada aplikasi yang telah lalu agar tahun ini, PPDB lebih lancar.

“Saya berharap para operator banyak berdiskusi agar PPDB tahun ini berjalan mulus, lancar tidak ada hambatan,” jelas Nuril.

Salah seorang operator dari SMPN 3 Jepon Teguh Eko Prasetyo menyampaikan keluhannya terkait kendala aplikasi kepada Tim BTU. Dalam keluhannya, Teguh memaparkan bahwa selama ini kendala yang dialami bukan dari web adminnya tetapi dari web pendaftarnya.

Misalnya untuk memilih jalur yang dikehendaki yaitu jalur zonasi, afirmasi, prestasi dan mengikuti tempat kerja orang tua tidak bisa.
Sementara untuk aplikasi yang baru, munculnya kolom nama ayah menambah tingkat kesulitan karena tidak sesuai dengan data di Dapodiknya yang belum valid.

Adapun tujuan diluncurkannya aplikasi PPDB online ini adalah untuk mempermudah proses pendaftaran secara mandiri oleh calon peserta didik dengan mengakses akun laman ppdb. Blorakab.go.id, sehingga sekolah yang biasanya tidak dapat siswa, dengan system aplikasi ini bisa mendapatkan siswa karena menggunakan system zonasi.

Sementara itu salah satu tim BTU mengatakan, aplikasi yang ada ini akan terus disempurnakan sesuai dengan kebutuhan dinas.
“Temuan dan kendala hari ini akan kami jadikan evaluasi untuk merubah system dalam aplikasi agar tidak menyulitkan,” jelas perwakilan tim BTU. (*)

Meski sudah Jadi Guru Dinda Tetap Menari

0

BLORA.-

Bagi Dinda Dewi Ambarwati, menari merupakan pilihan hidup. Walaupun sekarang sudah berprofesi sebagai guru, wanita kelahiran 25 Desember 1999 itu masih tetap menekuni dunia tari dan rias wajah hingga saat ini.

Debut Dinda di dunia tari sudah tidak diragukan lagi, ketika masih SD sedikitnya sudah tiga kali tampil di TVRI Jateng. Prestasi lainya adalah mengikuti Kolosal Tari Denok di Kota Lama Semarang, serta mendapat juara 1 lomba tari tingkat provinsi Porsimaptar. “Kalau menari di acara kampus sudah tidak bisa dihitung lagi,” ungkap-nya.

Menurut guru yang kini mengajar di SMP Negeri 3 Kunduran itu, dia mulai tertarik di dunia tari sejak masih duduk di bangku kelas 1 SDN Karangjong Kecamatan Ngawen.

“Kebetulan SDN Karangjong memiliki sanggar bernama Sanggar Tari Renggo Budoyo,” kata wanita yang akrab dipanggil Bu Dinda tersebut.

Salah satu motivasi yang membuatnya terus menekuni dunia tari hingga saat ini adalah keinginannya untuk memberikan wawasan secara langsung melalui praktik hidup yang dijalani, bahwa ketika seorang anak menentukan pilihan menekuni dunia tari bukan berarti dia kehilangan masa depannya.

Dinda bersyukur bahwa keluarganya sangat mendukung sekolah seni tari yang dipilihnya. Di sisi lain, terkadang dia juga merasa sedih ketika mendengar cerita teman-temanya yang ingin sekolah seni tari namun terhalang oleh pandangan sebagian masyarakat dengan kalimat celaan, “Sekolah ning tari ameh dadi apa?” (sekolah di tari mau jadi apa?). (*)

Ahmad Safii, Satu-Satunya Co Kapten Kabupaten Blora

0

BLORA.-

Bagi guru pengajar dan keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, nama serta wajah Ahmad Safii sudah tidak asing lagi. Dimana ada kegiatan yang bertemakan IT atau digitalisasi, bisa dipastikan pria kelahiran Rembang 14 Mei 1987 itu ada di situ sebagai nara sumber atau mentornya.

Selama ini tidak hanya guru dan operator sekolah saja yang menggunakan jasa relawan Safii, tetapi juga lembaga lain yang mengalami kesulitan masalah IT. Bahkan, dia juga menjadi orang yang ditugaskan untuk memotivasi sekaligus meng-audit laporan bantuan lembaga yang diberikan oleh Kemendibud Ristek.

Pak Fi’I panggilan akrabnya menceritakan, untuk bisa menjadi tenaga IT kabupaten yang ber-SK dari Kemendibud Ristek atau yang dikenal dengan istilah Co Kapten belajar.id, dirinya harus mengikuti seleksi ketat–karena harus bersaing dengan ribuan peserta lain di tingkat nasional.

Seleksi yang dilakukan hingga 4 kali itu menghasilkan 30 nominator terbaik tingkat Provinsi. “Dari 30 personil itulah yang mendapat level berbagi menjadi Co Kapten,” kata Safii yang tinggal di Mojo Agung, Pucakwangi, Pati ini.

Meski sebagai relawan yang berorientasi sosial, tugas dan tanggung jawab guru SDN Candi yang pernah mewakili Kabupaten Blora sebagai Guru Teladan Tahun 2019 itu tidak ringan. Pasalnya, semua keluhan masalah IT seperti PMM, Sim PKB, Siplah, google Work Space Education (GWE), akun pembelajaran dan akun lainnya selama ini selalu bertumpu padanya. (*)

Beralih ke Varietas Inpari 32, Petani Desa Ngilen-Kunduran Raih Keuntungan Berlimpah

0

BLORA.-

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)Kecamatan Kunduran mendapingi panen perdana padi varietas inpari 32 untuk MT (masa tanan) 1 bersama kelompok tani Sido Widodo Desa Ngilen Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Senin (19/2/2024).

Mohtar Ardi, salah satu petugas BPP (Bandan Pelaksanaan Penyuluhan) UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Kunduran membenarkan bahwa petani di Desa Ngilen mulai beralih ke varietas inpari 32. Sebelumnya, kebanyakan warga Ngilen menanam padi varietas Mapan tipe 05 namun hasilnya kurang memuaskan karena tingkat bobotnya yang kurang baik.

“Beralih ke bibit padi varietas inpari 32 petani bisa mendapat keuntungan berlimpah, karena timbangannya lebih mantab dibandingkan jenis padi varietas 05/Mapan,” ujar Mohtar Adi ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/2/2024).

Menurut Mohtar Adi, panenan kali ini dengan varietas Inpari 32 menghasilkan provitas 6,7-7,1 ton/hektar. Dengan harga GKG (gabah kering giling) Rp. 7.500 (combi). Harga ini meningkat sangat jauh dibandingkan dengan bulan Desember tahun 2023 kemarin.

Panen raya musim tanam (MT) 1 kali ini mencakup kurang lebih 125 hektar sawah milik petani Desa Ngilen. Dan rata-rata hasil panen dijual langsung kepada penebas padi. “Kebanyakan langsung laku di tempat, dan tidak ada yang dibawa pulang,” ucap pria asli warga Kelurahan Kunduran itu.

Sementara untuk mendapatkan bibit padi varietas Inpari 32, menurut Mohtar Adi bisa didapatkan dari kelompok tani “Sri Widodo”, yaitu gabungan kelompok tani (gapoktan) yang ada di Desa Ngilen. “Petani Desa Ngilen bisa mendapatkan bibit padi varietas Inpari 32 secara gratis,” tambahnya.

Salah satu anggota kelompok tani “Sri Widodo “ bernama Rifai membenarkan, bahwa bibit padi inpari 32 dibagikan kepada anggota kelompok secara cuma-cuma, alias gratis. “Alhamdulillah kami bisa mendapat benih ini langsung dari gapoktan, dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” ucapnya.

Karena hujan sudah mulai turun di banyak provinsi, maka pemerintah mendorong agar petani segera memulai menanam padi untuk musim tanam (MT) 2, karena waktu tanam kemarin agak mundur karena El Nino.

“Petani saat ini didorong agar segera melakukan proses tanam, karena diharapkan di bulan Juni atau Juli kita sudah mulai panen, agar target panen Indonesia meningkat lagi karena kemarin sempat turun akibat fenomena El Nino,” papar Mohtar Adi. (*)

Jadi Korban Begal di Kunduran, Uang Tunai Rp 15 Juta Amblas

0

BLORA.–

Warga Desa Karanggeneng, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora menjadi korban begal di siang bolong. Wanita bernama Desi itu dibegal oleh dua orang tak dikenal di sekitar SMP Negeri 3 Kunduran pada Selasa (20/2/2024).

Menurut informasi, korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Uang yang baru saja diambil dari ATM sebesar Rp 15 juta, amblas. Saat kejadian, korban tengah menggendong anaknya yang baru berumur selapan.

Dijelaskan, korban tidak sadar kalau sedang dibuntuti oleh dua orang begal. Sesampainya SMPN 3 Kunduran, korban ditodong pisau oleh dua begal tersebut.

“Saat itu korban bersama anaknya yang berusia sekitar satu tahun, dan baru saja mengambil uang dari salah satu ATM,” ucapnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mengerahkan tenaga untuk mengejar pelaku tersebut.

“Tim Resmob dan Reskrim Kunduran sedang di TKP dan lidik. Untuk perkembangannya nanti dikabarkan lebih lanjut,” ujarnya. (*)

Dinas PMD Blora Gelar Rapat Koordinasi, BUMDes LKD Diharapkan Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa

0

BLORA.-

Bertempat di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, digelar Rapat Koordinasi (Rakor) BUMDes bersama Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dengan melibatkan puluhan peserta dari 14 kecamatan se-Kabupaten Blora, Selasa (20/2/2024).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, S.IP melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Sunarno, S.Sos, M.Si mengatakan, rapat koordinasi merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan pada awal tahun dan akhir tahun.

“Tujuannya untuk evaluasi program kerja, peningkatan kapasitas SDM, persamaan persepsi, penggalian masalah dan solusi serta membangun kerjasama, baik dari pemerintah dan swasta,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Rabu (21/2/2024).

Dalam kegiatan rakor, Kabid Pemberdayaan juga didampingi para sub koordinator, tenaga ahli pendamping pemberdayaan masyarakat Dinas PMD Blora. Sementara peserta yang hadir terdiri dari direktur BUMdesma LKD dan Dewan Penasehat dari 14 kecamatan.

Dari hasil evaluasi, BUMDesma LKD sudah menyelesaikan Musyawarah Antar Desa (MAD) dan Laporan Pertangung Jawaban (LPJ) Tahun 2023. “Salah satu bahan evaluasi adalah kerjasama dengan Samsat Budiman, dan pihak swasta,” tambah Narno, panggilan akrab Kabid Pemberdayaan itu.

Di depan peserta Rakor, Narno menekankan agar BUMDesma LKD bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kecamatan masing-masing. “Agar bisa memberikan subsidi anak sekolah, membantu ekonomi produktif perempuan dan membuka unit usaha baru, serta peningkatan PAD desa,” tandasnya. (*)