Beranda blog Halaman 107

Program Indonesia Pintar Tahun 2024, 700 Siswa di Blora Terima Bantuan PIP

0

BLORA.-

Penyerahan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2024 telah disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia di GOR Mustika Blora pada 23 Januari 2024. Siswa SD diberi Rp 450 ribu. SMP Rp 750 ribu. SMA dan SMK naik dari Rp 1 juta dan kini naik Rp 1.800.000.

Hal itu dibenarkan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Irfan Agustian Ifandaru, bahwa ada 700 siswa yang hadir menerima bantuan program PIP tersebut diantaranya 400 siswa SD, 300 siswa SMP, 150 siswa SMA, dan 150 siswa SMK yang hadir pada acara tersebut. “Hari itu juga, sudah diterima via rekening bank, BRI & BNI,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (12/2/2024).

Terkait pesan presiden yang mengatakan persaingan dunia pendidikan kedepan adalah antar negara dan semakin ketat, menurut Irfan mutu pendidikan di Blora sekarang ini sudah didisain untuk bersaing di tingkat internasional. Dan, bahkan sudah ada beberapa ajang prestasi level nasional dan internasional untuk diikuti peserta didik SD & SLTP, juga kurikulumnya.

“Secara fisik dan sumber daya manusia yang kita miliki sudah layak bersaing di tingkat internasional, dan terus kita tingkatkan bersama-sama,” tandas Irfan seraya menyebutkan jumlah penerima PIP di Blora, SD (10.360 siswa), SMP (8.184 siswa). (*)

SD Negeri 3 Balun-Cepu, Bentuk Komunitas Dokter Cilik untuk Tingkatkan Kepedulian

0

BLORA.-

Lama dikenal dengan segudang prestasinya, SD Negeri 3 Balun Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora terus berusaha mempertahankannya hingga kini. Tak pelak, sekolah yang berada di Jalan Taman Siswa Kelurahan Balun ini selalu diburu masyarakat yang akan menyekolahkan putra-putrinya.

Guna mendongkrak lembaga pendidikan yang kini memiliki 440 anak didik itu, Alvi Nadliroh Eko Widana selaku kepala sekolah membentuk komunitas di sekolah untuk menampung bakat dan potensi anak didik. Dan terbukti, komunitas ini mampu mendongkrak nama sekolah.

Komunitas yang menampung anak didik Kelas IV hingga Kelas VI ini sudah terbukti sangat cocok dengan minat dan bakat anak. “Meskipun kegiatannya seminggu sekali, anak-anak merasa senang karena potensi mereka bisa tergali,” ujar alumni UNAIR Surabaya ini.

Komunitas yang ada di SD Negeri 3 Balun yaitu Komunitas Sains, Komunitas Dokter Kecil, Komunitas Public Speaking, Komunitas Seni, serta Komunitas Bahasa. “Masing-masing memiliki keunggulan,” katanya ketika ditemui di kantor, Rabu (7/2/2024).

Komunitas Dokter Ke-cil, lanjutnya, juga menjadi kesukaan anak-anak. Komunitas ini mengajarkan bentuk kepedulian kepada sesama. “Anak-anak bisa langsung praktek.

Biasanya pada saat upacara bendera, jika ada temannya yang membutuhkan pertolongan, mereka langsung memberikan pertolongan layaknya tenaga medis,” ujar wanita yang pernah bercita-cita menjadi dokter ini.

Untuk Komunitas Dokter Kecil ini, pihak sekolah menjalin kerja sama dengan Puskesmas Cepu. “Alhamdulillah, semua mendukung kegiatan komunitas ini sebagai bentuk pengembangan sekolah,” katanya. (*)

SMP Negeri 3 Kunduran, Raih Predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi

0

SMP Negeri 3 Kunduran Kabupaten Blora memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Jawa Tengah pada Tahun 2023. Penghargaan bergengsi bidang kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan itu diraih berkat usaha dan kerjasama yang serius seluruh warga sekolah.

Setelah mendapat informasi tentang lomba adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Jaka yang memiliki pengalaman melaksanakan kegiatan serupa ketika menjabat sebagai kepala SMP Negeri 2 Todanan segera berkoordinasi dengan seluruh warga sekolah yang meliputi guru, tenaga kependidikan, dan pengurus OSIS untuk segera membentuk tim guna mempersiapkan instrumen yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut.

“Kita harus membranding sekolah dengan kekhasan tertentu yang positif, dilihat dan dirasakan oleh wali murid dan masyarakat secara umum, salah satunya dengan ikhtiyar mencapai sekolah Adiwiyata,” ujar Jaka yang kini kembali menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 2 Todanan sejak bulan Januari 2024.

Hal terpenting dalam meraih prestasi sebagai Sekolah Adiwiyata, peran guru menjadi sangat penting terutama untuk selalu memotivasi dan mengingatkan seluruh warga sekolah agar selalu menjaga lingkungan.

Menurut Jaka, kendala yang dihadapi antara lain dana untuk program adiwiyata belum terback up secara maksimal, kemudian upaya meningkatkan kesadaran untuk selalu menjaga lingkungan bagi sebagian siswa masih sulit.

Ada 4 aspek kriteria sebagai Sekolah Adiwi-yata yang berhasil dipenuhi SMP Negeri 3 Kunduran antara lain, aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan hidup; aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan hidup; aspek kegi-atan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif; aspek pengelolaan sara-na dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.

Jaka Subiyana yang kini telah mutasi di SMP Negeri 2 Todanan tetap akan melanjutkan programprogram yang baik untuk meningkatkan kualitas Sekolah yang dipimpinnya.

“Semoga saya yang baru bisa membawa menuju sekolah Adiwiyata tingkat nasional,” pungkasnya. (*)

Sudah Sabuk Kuning, Azril Pingin Jadi Atlet Nasional

0

Remaja kelas 7 F SMP Negeri 1 Todanan ini usianya belum genap 12 tahun, tetapi prestasinya di bidang olahraga karate sangat membanggakan keluarga sekaligus sekolah tempatnya menuntut ilmu.

Pemilik nama lengkap Nigi Azril Urzaiz yang lahir di Blora tanggal 11 Mei 2011 ini adalah anak pertama dari pasangan Siti Wahyuningsih dan Sugiarto.

Dari penampilannya yang tenang dan kalem, banyak orang tidak mengira kalau siswa yang beralamatkan di Desa Ketileng Kecamatan Todanan ini adalah atlit karate yang sudah pernah 2 kali menggondol medali emas pada Kejuaraan karate tingkat kabupaten, dan 2 kali pada kejuaraan tingkat provinsi (Kejurprov) yang dimana kesemuanya berhasil meraih juara 1.

Ditemui wartawan Diva di rumahnya, Rabu (7/2/2024), Azril mengaku kalau olahraga karate yang sedang ditekuninya ini merupakan hoby spontan yang muncul ketika masuk sekolah di SMP. “Sebelumnya saya tidak pernah kenal dengan karate ketika masih duduk di bangku SD,” ujar siswa penyuka mata pelajaran Matematika ini.

Karena pelatihnya melihat Azril memiliki bakat maka di beberapa lomba kejuaraan diikutkan kompetisi mewakili sekolah. Saat ini Azril telah bersabuk kuning yang menandakan kalau dia sudah naik tingkat 2 pada tingkatan karate. Sebelumnya, dia sudah mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) yang diadakan pelatihnya.

“Sekarang sabuk saya sudah kuning artinya tingkat 2,” imbuh penyuka sayur bening pingin jadi atlit karate nasional dan internasional ini. (*)

Karno, Guru SMP Negeri 1 Blora: Tanggung Jawab Bertambah sebagai Pelatih Daerah

0

Nama lengkapnya Drs. Karno, M. Pd. I. Pria kelahiran Blora, 24 Maret 1966 ini adalah guru Pendidikan Agama Islam angkatan Kemenag yang diperbantukan di SMP Negeri 1 Blora sebagai guru Agama Islam.

Karno pada Desember 2022 lalu merupakan salah satu dari 3 guru yang lolos mengikuti seleksi Pelatih Daerah tingkat kabupaten. Dua guru lainya adalah Suparto (SMPN 3 Kunduran) dan Sunardi (SMPN 3 Cepu).

Selain mendidik anak-anak di tempat tugasnya, Pelatih Daerah juga berkewajiban melatih guru-guru PAI tingkat SMP baik di dalam maupun di luar kabupaten.

“Sejak berstatus sebagai pelatih, tanggung jawab yang saya pikul menjadi bertambah,” ucap pria yang mengawali karir sebagai PNS pada Tahun 2005 itu.

Walaupun tugas pelatih daerah dijalankannya setelah kegiatan belajar mengajar, tetapi persiapan yang di lakukan juga membutuhkan waktu dan pikiran lebih.

“Kedepan semoga pemerintah lebih bisa memberikan ruang pada proses penyelenggaraan kegiatan belajar (PPKB) PAI ini. Artinya, Guru PAI dimotivasi untuk selalu mengembangkan diri dan keberadaan pelatih daerah juga ditingkatkan baik kualitas, kuantitas maupun fasilitasnya,” ujarnya. (*)

Mamasuki Hari Tenang Panwaslu Randublatung Gelar Apel Siaga Tahapan Pemilihan Umum

0

BLORA.-

Bertempat di Jalan Kawedanan tepatnya di depan Masjid At Taqwa Randublatung, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) gelar apel siaga yang diikuti oleh semua Panwas se-Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Minggu (10/2/2024).

Turut hadir dalam apel tersebut, Camat Randublatung Drs. Bukri S.Mi, Danramil 09 Randublatung Mayor Chb Sudiyono, Kapolsek Randublatung yang wakili Aiptu Zamroni, Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan setempat, serta perwakilan dari tiga Parpol, Tata (Partai Umat), Supri (PKB), dan Andri (Parti Gerindra).

Apel didahului sambutan oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Randublatung Arif Nugroho untuk menyampaikan tujuan digelarnya apel tersebut.

“Kita pada hari ini Minggu tanggal 10 Pebruari 2024 sudah memasuki masa tenang maka sebagai panwas harus tahu tugas kita yang sudah amanahkan oleh BAWASLU,” kata Arif.

Pada Apel tersebut Camat Randublatung Drs. Bukri M.Si dalam memberikan arahannya kepada peserta apel dan himbauan pada masyarakat, khususnya di wilayah Randublatung.

“Kalian semua sudah pernah ikut Bimtek terkait Pemilu pasti sudah tahu tugas masing-masing, termasuk pembersihan Alat Peraga Kampanye,” ujarnya.

Terkait hari tenang, tiga hari lagi sudah hari coblosan maka masih ada waktu untuk berpikir memilih pimpinan baik itu DPR maupun Presiden yang sesuai dengan kehendak hati masing-masing. Boleh beda pilihan kerukunan harus tetap dijaga,” tambah Bukri. (*)

Wajah Sumringah Wanita Bernama Suminah, Lansia Penjual Getuk Keliling di Blora

0

BLORA.-

Getuk, getuk.., gendar, lopis… Kalimat ini selalu terdengar setiap pagi, di lingkungan Perumnas Karang Jati. Kalimat itu disuarakan oleh perempuan lanjut usia (lansia) berusia lebih dari 80 tahun. Wajahnya yang sumringah seolah menunjukkan optimismenya menjalani kehidupan dengan penuh kepasrahan kepada Gusti Allah Yang Maha Adil.

Mbah Sum panggilan akrabnya, menjalani kehidupan dengan optimis dan penuh kepasrahan kepada Gusti Allah Yang Maha Adil.
Wanita yang memiliki nama lengkap Suminah itu adalah warga Desa Tempurejo Kec/Kab Blora, Jawa Tengah yang dalam menjalani hidup selalu berpegang teguh pada prisip pitutur Jawa, “Wong urip iku ana sing ngatur mulane ora usah bingung lan wedi pasrahno uripmu karo sing gawe urip. (Orang hidup itu sudah ada yang mengatur makanya tidak usah panik dan takut, serahkan hidupmu kepada Allah pemberi kehidupan)”.

Kepada penulis ia mengungkapkan ritme kehidupannya dari sejak bangun tidur sampai istirahat malam. Setiap hari mengawali kehidupan dengan salat tahajud hingga salat subuh. Setelah itu baru melaksanakan kegiatan membuat getuk dari ketela pohon, gendar dan lopis.

Setelah semua dagangan siap ia lalu berkeliling jalan kaki sambil menggendong dunak, menelusuri jalan jalan menuju ke Perumnas Karangjati untuk menawarkan getuk buatannya.

Ekspresi wajahnya yang selalu dihiasi senyuman alami bisa membuat hati trenyuh siapapun yang ditemui higga ingin membeli.
Bambang Sulistya, tokoh masyarakat Perumnas Karangjati adalah salah seorang yang mengaku kagum melihat semangat Mbah Sum yang dilihatnya setiap hari.

Mantan Sekda Blora itu sempat menanyakan berapa penghasilan Mbah Sum setiap harinya. “Lumayan, bisa untuk menambah beli jajan cucu dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mbah Sum dengan sikap prasojo, Sabtu (10/2/2024).

Bambang Sulistya yang juga mantan anggota DPRD itu mencoba bertanya tentang siapa Paslon Capres dan Cawapres yang akan memenangkan Pemilu pada hari Rabu Legi 14 Februari 2024.

Mbah Sum dengan senyumnya yang lugas lugas menjawab. “Sedanten pasangan sae, ingkang unggul pasangan ingkang dipun kersakke Gusti Maha Bijak. (Semua pasangan baik,yang jadi pemenang adalah yang dikehendaki oleh Allah Yang Maha Bijaksana).”
Pitutur Mbah Sum itu menurut Bambang Sulistya, patut menjadi motivator dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari karena dapat memberi pencerahan dan menyadarkan kepada kita semua. Bahwa siapapun nanti yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden kita sebagai orang beriman meyakini, calon terbaik yang merupakan Kehendak Allah.
“Semoga pesta demokrasi 2024 berjalan luber, jurdil, aman, damai dan bermartabat,” ungkapnya. (*).

Minta Dukungan Warga Desa Prawoto, Caleg PKB Bagikan Alat Memasak Gratis

0

PATI.

Senyum bahagia terpancar dari wajah para ibu di Dukuh Sewunegaran Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, Jawa Tengah ketika menerima bantuan alat memasak listrik secara gratis, serta gagasan bedah rumah, Selasa (6/2/2024).

Bantuan dari Bambang Riyanto SH, MH yang merupakan calon legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kecamatan Tambakromo, Gabus, Kayen, dan Sukolilo Kabupaten Pati itu diserahkan kepada 45 warga penerima manfaat di rumah Thohirin selaku ketua tim pemenangan.

Salah seorang ibu bernama Sakiyah, warga Dukuh Sewunegaran, Desa Prawoto mengaku senang menerima bantuan tersebut. “Semoga selain alat memasak nantinya juga bisa mendapatkan bantuan listrik gratis serta bedah rumah yang sudah digagas tadi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Siti Rohmah yang tak henti-hentinya mendoakan agar Bambang Riyanto bisa duduk di kursi dewan. “Supaya nantinya bisa memperjuangkan nasib rakyat kecil seperti kita-kita ini, Mas,” ujarnya.

Sementara itu Thohirin selaku ketua tim pemenangan tidak berharap banyak, dirinya hanya mentargetkan 1000 s/d 1500 suara di desanya. Hal itu mengingat sebelumnya sudah ada anggota dewan dari Partai Demokrat yang minta dukungan warganya, Yang mana calon tersebut merupakan istri dari Kades Prawoto.

“Mudah-mudahan Desa Prawoto bisa punya beberapa wakil di legislatif, sehingga aspirasi masyarakat Prawoto dapat terserap maksimal, dan pembangunan juga bisa lebih banyak lagi,” imbuhnya. (*)

Semangat Hadapi Tahun Politik, PWRI Blora Amalkan Sikap RECEHAN

0

BLORA.-

Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Sambong Kabupaten Blora menggelar Musyawarah Kecamatan(Muscam) guna memilih ketua dan menyusun program kerja, Selasa (6/2/2024).

Muscam dihadiri Forkopimcam Sambong, pengurus dan anggota PWRI Kecamatan, Kepala desa Gadu dan sebagian pengurus PWRI Kabupaten Blora.

Bertempat di rumah pribadi salah satu pengurus PWRI Kecamatan Sambong di Desa Gadu, kegiatan Muscam dilaksanakan secara sederhana namun penuh suka cita.

Secara sistimatis, lugas dan tuntas tanpa membaca teks, ungkapan Ketua PWRI Kecamatan Sambong H. Suntari dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban organisasi menarik perhatian semua yang hadir.

Hal tersebut ternyata menginspirasi dan memotivasi kepada seluruh peserta hadir bahwa sebagai ketua PWRI Kecamatan menunjukan sikap profesional, mumpuni dan patut diteladani.

Kasi Trantib Kecamatan Sambong Arif Sustiyanto mewakiuli Camat Sambong Sukiran, memberi apresiasi positif atas sikap yang ditampilkan oleh ketua PWRI dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

Pada kesempatan itu, Ketua PWRI Kabupaten Blora ambang Sulistya mengucapkan terimakasih kepada para pengurus PWRI Kecamatan Sambong atas dedikasi dan kiprahnya selama ini dalam mewujudkan suasana kekeluargaan, kerukunan dan kinerja dalam pengabdian kepada masyarakat serta mendukung program program Pemerintah Daerah.

“Ingat saat ini suhu politik sudah membara sehingga sangat dibutuhkan sikap positif dari para pengurus PWRI Kecamatan,” ucapnya.

Jangan larut mengikuti eforia yang berkembang saat ini para politisi saling menebar aroma komunikasi yang cenderung saling membuly, saling menyalahkan,saling membuka aib dan saling memfitnah yang berdampak negatif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan tersebut, Bambang Sulistya menyampaikan spirit dalam menghadapi tahun politik agar para pengurus dan anggota PWRI mau mengamalkan sikap sikap positif yang terkandung dalam akronim RECEHAN.

Sementara istilah recehan itu mulai boming di masyarakat setelah debat Cawapres yang berlangsung di JCC Jakarta pada Minggu 21 Januari 2024. Saat itu kata recehan dilontarkan oleh Mahmud MD ketika merespon pertanyaan Gibran Rakabuming Raka terkait terminologi Green Flation (inflasi hijau).

“Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna Recehan sebagai uang dengan nominal yang kecil atau sebagai benda yang kurang bernilai bagi banyak orang,” tuturnya.

Dalam bahasa gaul recehan menggambarkan sesuatu hal yang sepele, rendah atau kurang berkualitas.

Adapun sikap positif yang tersirat dalam akronim RECEHAN, yaitu:

(R) – Ramah dalam menghadapi pergaulan hidup sehari hari baik dalam bersikap,berucap dan bertindak.

“Tebarkan aura positif dimanapun kita berada dan gelorakan semangat saling asah,asuh dan asih kepada sesama umat,” tuturnya.

(E) – Enyahkan kebiasaan negatif yang saat ini menjadi tren baru di masyarakat,y aitu suka mengeluh ,suka mencela, menghujat, suka membuka aib orang lain, suka memfitnah dan menyebarkan berita hoaks.

(C) – Cerdas dalam mensikapi realita kehidupan saat ini.Gunakan akal sehat. Jangan mudah bersumbu pendek apalagi suka marah marah, berpikirlah dahulu baru berucap dan bertindak.

(E) – Empati kepada kepada siapapun yang kita temuhi utamnya kepada saudara kita kurang beruntung.Hindari ucapan dan tindakan yang dapat menyakiti hati wong cilik.

(H) – Hati-hati dalam memberikan memberikan respon terhadap berbagai berita yang saat ini bertebaran di dunia maya dan di masyarakat. Apalagi berita yang berbau politik pasti akan menimbulkan pro dan kontra yang berdampak terhadap kondusifitas masyarakat

(A) – Ajak seluruh anggota keluarga dan lingkungan masyarakat besuk pada hari Rabu 14 Februari 2024 berbondong bondong datang ketempat pemungutan suara untuk nyoblos sesuai dengan pilihan hati nurani masing masing.Jangan ada yang golput karena akan merugikan masa depan.

(N) – Niatkan dari lubuk hati yang paling dalam untuk selalu berbuat yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Bambang Sulistya mengakhiri sambutan dan menanyakan kepada seluruh peserta yang hadir apakah kepemimpinan yang telah dilakukan oleh H.Suntari telah membawa kemajuan dan kemanfaatan bagi para anggota PWRI.

Semua peserta menjawab secara antusias dan suka cita betul dan mereka akhirnya sepakat dan mufakat memilih kembali H.Suntari sebagai ketua PWRI Kecamatan Sambong masa bhakti 2024-2028. (*).

Korban Puting Beliung yang Rumahnya Roboh di Desa Ngliron-Randublatung Terima Bantuan dari Camat, PMI Blora dan Lazismu

0

BLORA.-

Sumadi, salah satu penduduk Dukuh Talkidang, Desa Ngliron Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora yang pada 26 Januari 2024 lalu rumahnya roboh disapu puting, menerima bantuan dari PMI Blora beserta Camat dan Lazismu Randublatung, Kamis (1/2/2024).

Bantuan dari PMI diserakan langsung oleh Subkor Pelayanan Kesehatan Dinkes Blora Eko Wahyudi didampingi Kepala Dinas PMDI Blora Yayuk Windrati, bantuan dari Kecamatan diserakan oleh Camat Randublatung Drs,Bukri M.Si, sementara bantuan dari Lasizmu diserahkan oleh petugasnya.

Penyerahan bantuan berupa sembako, beras minyak goreng, dan uang itu disaksikan oleh Kepala Desa Ngliron, Babinsa, Babinkamtibmas desa setempat, dan masyarakat sekitar.

Camat Randublatung Drs Bukri M.Si, pada kesempatan itu menyampaikan pesan kepada masyarakat sekitar, agar semua warga agar selalu waspada karena bencana datangnya tanpa pemberi tahuan terlebih dulu.

“Jangan dilihat besar kecilnya, namun sumbangan ini merupakan kepedulian pemerintah kepada rakyatnya. Mungkin tidak besar nilainya, semoga dapat sedikit meringankan beban pak Sumardi sekeluarga,” kata Camat.

Eko Wahyudi yang didapingi Yayuk Windrati juga menyampaikan pesan kepada keluarga korban yang rumahnya roboh agar sabar menerima musibah.

“Pak ini amanah dari PMI ada sumbangan berupa sembako ya mungkin tidak banyak, semoga bermanfaat meringankan beban keluarga Pak Suwardi,” ucap Eko.

Sementara itu Kepala Desa Ngliron Muntono S.Sos mengucapkan terima kasih kepada Camat, PMI dan PMD serta Lazismu Randublatung yang telah penuh perhatian kepada warganya yang telah terkena musibah angin puting beliung.

“Semoga semua bantuan ini bisa bermanfaat dan meringankan beban yang kena musibah,” ujar Muntono. (*).