Semua tulisan dari Prayitno

Grand Opening, Dokter Hewan Tika Siap Berikan Layanan Kesehatan Hewan di Blora

BLORA.-

Grand Opening Layanan Kesehatan Hewan oleh drh Kartika Aditya Amelia di rumah pribadi H. Sutardi yang beralamat du Perumnas Karang Jati RT 09 RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora Sabtu (30/9/2023) bagaikan bunga melati yang sedang merekah, menebar aroma mewangi di pagi hari yang penuh berkah.
Dokter hewan Tika panggilan sehari-hari dari drh Kartika Aditiya Amelia adalah putri nomer dua dari H. Sutardi, mantan pejabat Setda Kabupaten Blora. Ia lulus dari dokter hewan Universitas Airlangga Surabaya pada 30 November 2021 dengan predikat cumlaude.
Hadir dalam kegiatan syukuran adalah beberapa imam di Masjid Nurul Falah Perumnas di antaranya KH Fadoli, KH Jajik Sutarji, KH Mubaidi dan Kyai Gaul Agus Budi Sukrisno, juga berbagai tokoh masyarakat di RW V serta sebagaian warga masyarakat di RT 09 RW V Perumnas Karang Jati dan beberapa kolega dokter hewan dari Kabupaten Blora.
Acara diawali dengan pembacaan ayat ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh seorang yang berasal dari Provinsi Aceh dengan suara yang merdu dan sangat menyentuh hati.
Kemudian dilanjutkan doa yang dibawakan Kyai Gaul Agus Budi Sukrisno salah satu seorang imam dari masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati dengan esensi memohon kepada Allah semoga syukuran grand opening pembukaan layanan kesehatan hewan memberi kelancaran, kemanfaatan dan rezeki yang barokah.
Sementara itu tuan rumah H. Sutardi mengucapkan puji syukur kepada Allah atas berbagai nikmat yang telah diberikan olehNya dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran tamu undangan dalam kegiatan syukuran.
Orang yang pandai bersyukur hatinya pasti jujur, hidupnya teratur, rezekinya subur, nasibnya mujur dan insya Allah suka kepyur. Kata bijak itu disampaikan oleh mantan Sekda Blora Bambang Sulistya selaku sesepuh warga di Perumnas ketika hadir memberikan apresiasi positif. Bambang Sulistya menilai sosok H.Sutardi adalah seorang kepala keluarga yang patut diteladani.
Dijelaskannya, H. Sutardi, ahli ibadah, punya tanggung jawab, jujur dan amanah kalau diberi penugasan. Karena dulu ketika masih aktif di Kantor Setda pernah jadi bendahara dana haji keikhlasan ternyata kinerjanya patut dibangkan sehingga diberi penghargaan dari langit sebagai salah seorang yang memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji secara gratis dari dana Kotak Amal Akherat Setda (KAAS) dan mendapat julukan haji kikhlasan.
“Saya memaknai kegiatan syukuran grand opening layananan kesehatan hewan sebagai langkah yang cerdas dan perwujudan untuk mengamalkan sebuah akronim S3 yang punya nilai manfaat dalam kehidupan nyata di masyarakat,” ungkapnya.
Diawali dari S-1: Syukur sebuah kata yang mudah diucapkan namun dalam tataran prakmagtis sulit untuk dilaksanakan. Seperti hari ini kita melihat keluarga H. Sutardi gembira dan bahagia sebagai umat yang beriman refleksi dari rasa syukur tentu juga merasa gembira dan bahagia.
Namun bila melihat realita kehidupan saat ini serba sulit dan mudah bersumbu pendek muncul fenomena baru melihat orang lain senang jadi sedih dan melihat orang lain sedih malah jadi gembira. “Untuk itu mari kita semua yang hadir ikut senang apa jadi sedih,” tuturnya.
S-2: Senang dengan telah dibukanya layanan kesehatan hewan karena secara langsung saat ini warga di RT 09 RW V Perumnas Karangjati dapat memperoleh kesempatan untuk mendapat pencerahan tentang pelayanan kesehatan hewan dari mbak dokter hewan Tika dengan baik.Bahkan bisa langsung datang sewaktu-waktu karena jarak dekat dan sudah mengenal dengan baik.
“Bagi saya secara pribadi tidak hanya senang tapi juga beruntung karena tempat pemasangan promosi praktik dokter hewan Kartika Aditiya Amelia ada di depan rumah saya sehingga memudahkan untuk memberi ancer ancer alamat kalau ada tamu baru bertandang ke rumah saya,” ungkapnya.
S-3 : Semangat berbagi hari ini juga dicontohkan oleh H Sutardi karena semua tamu yang hadir ketika pulang masih diberi berkat buah tangan yang dapat meningkatkan rasa keguyuban, kerukunanan dan kekeluargaan.
Bahkan melaluhi kegiatan berbagi dapat dijadikan promosi karya dari mulut ke mulut atau Word of Mouth(WOM) atau sekaligus membumikan ungkapan bijak jawa, “Pager mangkok luwih utomo tinimbang pager tembok”.
“Pesan saya kepada mbak Tika berikan pelayanan terbaik kepada tetangga di warga RW V Perumnas Karangjati dan jangan lupa dengan harga istimewa,” pesannya.
Sebelum pelaksaan pengguntingan pita sebagai pertanda secara resmi pelayanan kesehatan hewan dilakukan oleh mbak Tika sendiri.Ia menyampaikan ungkapan permohon doa restu kepada seluruh yang hadir dalam pembukaan layanan kesehatan hewan dengan harapan semoga nantinya dalam menjalankan tugas selalu dalam lindunganNya selalu diberi kesehatan, bisa berjalan lancar, rezeki melimpah dan barokah serta memberi nilai manfaat bagi masyarakat.
Disampaikan pula acara kuis berhadiah dorpris menarik yang pandu oleh para dokter hewan seangkatannya. Salah satu pertanyaan yang membuat suasana acara jadi sukaria,ketika diajukan satu pertanyaan sebutkan tiga jenis hewan kucing yang ada di Blora.
Secara spontanitas ada peserta yang berdiri langsung menjawab, “Kucing Garong Bu dokter hewan,” ucap seorang peserta yang hadir dan seketika semua yang hadir ikut tertawa gaspol.
Dokter hewan pemandu kuis langsung merespon dengan ucapan itu salah. “Kalau kucing garong itu ya bapak sendiri,” jawabnya berkelakar.
Kembali suasana jadi gayeng penuh gelak tawa.Syukuran diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama.
Ada salah satu peserta yang hadir berkomentar walaupun kegiatan syukuran dihelat secara sederhana namun meriah dan menghibur semoga dokter hewan Kartika Aditiya Amelia dapan memberi karya nyata yang berdampak positif bagi peningkatan kesehatan hewan di bumi Blora Mustika. (*).

Kunci Sukses Seorang Triwanto, Jemput Kebiasaan Pagi dengan BIJAK

BLORA.-

Dalam kegiatan “Jumat Berkah” yang digelar di rumah makan Monosuko di Kota Blora tanggal 22 September 2023, mantan anggota DPRD Blora, Bambang Sulistya bertemu dengan seseorang bernama Triwanto yang saat ini menjabat sebagai direktur di salah satu koperasi simpan pinjam yang kantor pusatnya di Kabupaten Blora.
Bertemu pria muda berusia 40 tahunan itu, Bambang Sulistya yang pernah menjabat Sekda Blora mengaku seolah mendapat pelajaran kehidupan yang sangat istimewa. “Dia sosok pemimpin generasi milenial yang memiliki multi talen,” ujar Bambang, Jumat (22/9/2023).
Triwanto yang memiliki ribuan karyawan yang tersebar di berbagai kabupaten di Jawa Tengah, ternyata memiliki kepedulian tinggi terhadap kehidupan di masyarakat yang saat ini dilanda kemarau ekstrem.
“Tahu banyak masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih, dirinya turun langsung ke masyarakat untuk membatu droping air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih,” kata Bambang.
Bahkan tak tanggung-tanggung, Triwanto mengemudikan sendiri truk tangki untuk mengantar air. Hal itu dilakukan sebagai upaya belajar bersyukur agar hidup menjadi makin berkah.
Dalam menjalankan tugas sehari hari di kantor, pria yang akrab disapa Mas Tri menggunakan sesanti “Loyalitas Tanpa Batas”. Setiap penugasan dari atasan selalu disikapi secara profesional, penuh tanggung jawab dan tuntas serta semangat gaspoll.
Selain itu ia juga suka menghibur masyarakat dengan ikut tampil berperan dalam kesenian ketoprak. Disamping itu Mas Tri juga memiliki spirit dalam mengemban amanah selalu mencintai pekerjaan apapun yang diemban dengan sepenuh hati tanpa banyak bicara yang penting bekerja sebagai ujud untuk beribadah.
Ada lima kebiasaan pagi hari yang selalu dilakukan dalam menjemput kesuksesan hidup yang patut kita teladani. Saat ini baru berumur 40 tahun tapi kariernya moncer dan cemerlang.


Lima kebiasan pagi tersebut terumuskan dalam sebuah akronim BIJAK yang maknanya, (B): Bangun pagi hari sebelum pukul 04.00 pagi dengan harapan masih ada waktu untuk melaksanakan ritual pagi bagi yang beragama Islam melakukan salat tahajud dan salat subuh serta tersedia cukup waktu untuk mempersiapkan tugas kedinasan yang akan dilaksanakan.
Ia meyakini bangun pagi lebih awal dapat meningkatkan ketenangan, produktifitas dan mendapatkan banyak energi serta tumbuhnya sikap untuk mampu mengendalikan diri dari berbagai perilaku yang tidak terpuji.
“Bahkan bangun pagi dapat juga menghadirkan inspirasi dan ide cerdas yang berkontribusi positif bagi kehidupan,” ujar Mas Tri.
(I):Ikhtiar secara konsisten agar setiap pagi seteh bangun tidur selalu melaksanakan terapi air putih hangat. Dengan kebiasaan untuk minum air putih hangat segelas sesaat bangun tidur memberikan banyak manfaat diantaranya mulai dari peningkatkan metabolisme, melancarkan pencernaan, kulit lebih bersih,peningkatan kebugaran dan kekebalan tubuh.
(J): Jadikan olahraga pagi sebagai sebuah kebiasaan untuk menjaga kesehatan fisik dan metal. Olahraga selama 20-30 menit setiap pagi hari dapat membantu mengurangi stres dan menghilangkan gejala penyakit mental dan berfungsi untuk meningkatkan energi dan fokus dalam berpikir.
(A): Aktif memanfaat waktu pagi hari untuk melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas diri dengan menumbuhkan semangat membaca dan budaya menulis.
Sangat memberi manfaat bila di pagi hari dipergunakan untuk melakukan reformasi diri dengan cara membiasakan diri untuk membaca berbagai informasi baik dari koran, buku maupun serapan berbagai info dari media sosial.
Apalagi dibiasakan untuk menulis berbagai hal yang bermanfaat bagi orang banyak nisca hidup terasa damai dan penuh dengan harapan.
Karena ada ungkapan siapa saja yang menguasai informasi dan mampu menuliskan ungkapkan isi hati dan harapan, maka mereka akan menjadi pemenang dalam kehidupan.
(K): Konsumsi untuk sarapan pagi dapat dipastikan dengan asupan yang sehat.
“Artinya sudah membiasakan diri setiap pagi selalu berupaya untuk sarapan pagi dengan asupan gizi yang seimbang,” ungkapnya.
Mulai dari serat, karbohidrat, protein, hingga lemak sehat.Dalam tataran prakmatis setiap sarapan pagi Ia selalu berupaya mengkonsumsi serat berupa sayur hijauan,jus buah,vdan telur kadang dilengkapi minum madu atau minum susu segar.
Demikianlah lima kebiasaan positif di pagi hari yang terangkum dalam akronim BIJAK yang patut untuk ditiru dan diteladani guna menciptakan kesuksesan dalam kehidupan.
Ada ungkapan bijak Hati yang gembira adalah obat sehat paling istimewa dan mulai hari ini belajarlah setiap hari menyenangkan hati orang lain. (*)

PWRI Blora: Tetap Sejuk di Tempat Panas, Tetap Manis di Tempat Pahit

BLORA.-

Hanyalah kata “bersyukur” yang patut diamalkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ungkapan tersebut disampaikan oleh H. Rajiman Santarko yang merupakan salah satu pengurus PWRI Kabupaten Blora dan juga ketua PWRI Kecamatan Jepon, di rumah pribadinya, Kamis (14/9/2023).
Rapat pengurus PWRI Kabupaten Blora yang dilaksanakan di Desa Gresi, Kecamatan Jepon Kabupaten Blora ini bisa dibilang sejarah baru karena agenda rapat organisasi dikolaborasikan dengan kegiatan syukuran keluarga Rajiman, yang mana putranya terpilih menjadi kepala Desa Gresi Kecamatan Jepon untuk periode kedua, serta putra menantunya diberi amanah sebagai Plt Camat Randublatung.
Pengurus PWRI yang hadir sebagai peserta rapat pada hari itu mengenakan seragam batik ASRI (Arjuna-Srikandi) sebagai pencerminan kepemimpinan Kabupaten Blora. Bupati H. Arief Rohman dalam pewayangan diibaratkan Arjuna, dan Wakil Bupati Hj Tri Yuli Setyowati simbolisasi dari Srikandi. Hadir pula dalam kegiatan itu pengurus PWRI Kecamatan Jepon.
Kegiatan pada hari itu diawali pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars dan Hymne PWRI, dilanjut sambutan tuan rumah dan sambutan Ketua PWRI Kabupaten. Setelah sesi foto bersama, acara diakhiri dengan makan bersama menu istimewa ala desa. Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan, keguyuban, canda ria dan gelak tawa.
Dalam sambutannya H. Rajiman mengucap puji syukur kepada Allah dan menyampaikan terimakasih atas kehadiran para pengurus PWRI Kabupaten dan pengurus PWRI Kecamatan Jepon.
“Saya merasa mongkok dan bahagia atas kehadiran bapak ibu dan bisa kembali menceritakan kisah perjuangan hidup sebagai ASN masa lalu,” ucap Rajiman mantan Camat Tunjungan itu.
Rajiman yang sehari-hari disapa Pak Kondir itu menceritakan perjalanan karirnya yang pernah menjadi Ketua KUD, Kepala Kelurahan, Camat dan terakhir sebagai anggota DPRD Blora.
Cara Rajiman bercerita dan curhat memicu gelak tawa dan menghibur peserta sehingga pertemuan menjadi gayeng. “Kita harus dapat memanfaatkan waktu dalam purna tugas untuk terus berkarya nyata yang memiliki nilai manfaat untuk orang lain,” pesan Rajiman.
Rajiman menceritakan, bahwa dirinya sekarang masih aktif bekerja di bidang pertanian dan beternak bebek. “Selain untuk mengisi kesibukan, juga sebagai usaha sambilan guna menambah penghasilan keluarga,” paparnya.
Ketua PWRI Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya memberikan apresiasi kepada Rajiman yang telah menggabungkan acara syukurun dengan pertemuan rapat sehingga memiliki nilai maanfaat sebagai perekat K3: yaitu Kekeluargaan, Kerukunan dan Kebersamaan yang mampu menciptakan nilai tambah dan kebahagian hidup.
Bambang Sulistya yang dikenal dengan sapaan Kaji GG juga menyampaikan serapan hasil mengikuti puncak peringatan HUT PWRI ke-61 di Kabupaten Brebes sebagai upaya menumbuhkan etos pengabdian. “Peserta HUT PWRI ke 61 yang paling jauh adalah peserta dari Blora,” ucapnya.
Kalau hanya dibayangkan jauhnya jarak tempuh dan biaya yang dikeluarkan mungkin peserta dari Blora tidak akan hadir. Namun yang memotivasi untuk hadir adalah keinginan untuk mengamalkan silaturahmi dan menambah Ilmu, serta pengetahunan yang barangkali sangat bermanfaat bagi keluarga besar PWRI Kabupaten Blora.
Beberapa nilai positif disampaikan oleh mantan Sekda itu kepada peserta rapat sebagai oleh-oleh dari acara HUT PWRI ke 61 di Kabupaten Brebes.
Pertama, peran serta Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan HUT PWRI ke 61 sangat responsif dan memberikan dukungan sepenuhnya baik dalam penyedian tempat, konsumsi, kehadiran unsur Forkompida dan dinas terkait, sajian hiburan, pameran UMKM dan pemberian buah tangan kepada peserta berupa bibit Sukun Madu dan produk unggulan telur asin juga brambang goreng.
“Hal tersebut mengindikasikan bahwa hubungan pengurus PWRI Kabupaten Brebes dengan Bupati selaku pembina PWRI sangat baik dan harmonis,” ungkapnya.
Kedua, peran PWRI sangat stategis dan sebagai subyek pembangunan. Sehingga pengurus PWRI harus bisa menjadi panutan dalam mendukung program pembangunan dan pelayan di daerah dan mampu memberikan masukan, ide cerdas dan memberi spirit agar pelaksanakan program berjalan lancar dan sukses.
Karena para pengurus dan anggota PWRI memiliki jam terbang dan pengalaman yang bisa memberikan kontribusi positif terhadap Pemerintah Daerah.
Ketiga, pengurus dan anggota PWRI agar dalam memasuki tahun politik dapat memberikan keteladanan yang baik guna mewujudkan kedamaian dan situasi yang kondusif serta mendukung agar pesta demokrasi berjalan lancar, aman, jurdil dan bermartabat.
Keempat, para anggota dan pengurus PWRI harus memiliki kepekaan, kemandirian dan pandai bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah.
Termasuk cerdas untuk mensyukuri atas kenaikan gaji para pensiunan ASN sebesar 12% besok tahun 2024 yang telah dinaikkan oleh Presiden RI Joko Widodo.
Dalam mensikapi kehidupan yang semakin sulit, Bambang Sulistya mengajak mengamalkan petuah bijak, “Tetaplah sejuk di tempat yang panas, tetaplah manis di tempat yang pahit, tetaplah merasa kecil walaupun telah menjadi besar dan tetaplah tenang di tengah badai yang paling hebat”
“Karena semua yang ada didunia tak ada yang abadi kecuali yang memiliki langit. PWRI Semangat, Bangkit dan Sejahtera,” tuturnya. (*).

Ribuan Penonton Tumplek Blek di Alun-alun Blora Ikuti Resepsi HUT Kemerdekaan

BLORA.-

Meriah, spektakuler, dan bersejarah, kesan itu membalut dalam kenangan malam resepsi HUT ke-78 RI di Kabupaten Blora yang diselenggarakan di panggung terbuka Alun-alun Blora, Minggu malam (28/8/2023).
Masyarakat dari berbagai elemen terlihat tumplek-blek, tamu undangan bersama ribuan penonton yang rata-rata generasi milenial menyatu menikmati rangkaian kegiatan serta hiburan yang tersaji sehingga mematrikan mimpi indah agar kemesraan dan kebersamaan itu janganlah cepat berlalu.
Ditambah lagi dengan tampilnya penyanyi Woro Widowati asal Magelang yang cantik, energik, dan komunikatif serta populer melatunkan beberapa lagu diantaranya Rungkat dan Nemen, seakan menjadi magnet bagi para penonton.
Kegiatan resepsi HUT ke-78 RI pada umumnya sebagai momentum ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih oleh pahlawan bangsa. Sekaligus untuk mengenang dan menyegarkan kembali ingatan kita terhadap nilai pengorbanan para kusuma bangsa dalam memproklamasikan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
Namun dalam resepsi memperingati HUT ke 78 Kemerdekaan RI di Kabupaten Blora dikemas secara apik, profesional dan mampu menciptakan nilai-nilai positif yang bermanfaat bagi kita semua yang hadir atau menikmati secara online.
Menurut catatan pribadi mantan Sekda Blora Bambang Sulistya, bahwa pelaksanaan kegiatan resepsi HUT ke-78 RI di Kabupaten Blora telah dapat mewujudkan paradigma baru berupa satu rangkaian kegiatan utama, yaitu resepsi HUT ke-78 RI, namun dapat digunakan untuk menjangkau tujuh nilai kemanfaatan yang lain.
“Kalau dirumuskan dalam bahasa pembangunan adalah seven in one,” kata Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya, di Blora, Kamis (31/8/2023).
Pertama, agenda resepsi dimanfaatkan untuk penyampaian video tentang sosialisasi ketentuan di bidang cukai tembakau (DBHCHT) 2023 oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) bekerjasama dengan kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus.
“Langkah cerdas ini mampu memberi pencerahan kepada masyarakat tentang cukai rokok dan pengawasannya,” kata Bambang Sulistya yang mantan Sekda Blora itu.
Kedua Pemerintah Daerah melalui Bupati Blora H. Arief Rohman dapat menyampaikan laporan hasil-hasil pembangun dan berbagai penghargaan atas prestasi yang telah diraih oleh Kabupaten Blora kepada masyarakat. Sehingga akan tercipta keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik yang mantap.
Seperti yang disampaikan oleh Bupati bahwa infrastruktur di Kabupaten Blora menjadi perhatian utama disamping berbagai sektor lainya.
Bahkan pembangunan Kabupaten Blora diapresiasi positif oleh Ketua DPRD Blora HM Dasum yang menilai bahwa pembangunan di Kabupaten Blora saat ini semakin pesat dan luar biasa.Tidak hanya di bidang infrastruktur saja di bidang olahraga saat kegiatan pesta olahraga Jateng Blora juga naik rangkingnya dari rangking 11 tahun 2022 menjadi rangking 6 tahun 2023.
Ketiga, untuk memberikan motivasi dan spirit kepada para pemenang perlombaan dengan diserahkannya berbagai hadiah baik berwujud piala dan sertifikat maupun berupa dana dari Bupati kepada para pemenang lomba.
Bahkan Bupati lewat zoom memberi semangat kepada peraih emas Porprov Jateng angkat berat Yasin dan Nafis untuk berlaga ditingkat internasional.
Keempat, sebagai ajang untuk memberikan penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang yang telah berjasa pada negara yang tergabung dalam LVRI berupa bingkisan bernilai dari Pemerintah Daerah.
Kelima, sarana untuk mewujudkan reuni tahunan bagi para pejabat yang sudah purna tugas dengan para pejabat yang saat ini masih aktif berkerja.
Sangat bersyukur, ungkap Bambang Sulistya, bahwa dalam resepsi HUT ke-78 RI telah hadir mantan Bupati Blora 2007-2010 RM Yudhi Sancoyo, mantan Bupati 2010-2015 dan 2016-2021 H.
Djoko Nugroho, selanjutnya wakil Bupati 2001-2005 H Subronto Yusup dan wakil Bupati 2010-2015 H Abu Nafi. Mantan Sekda Blora H.Sutikno Slamet dan H. Bondan Sukarno serta hadir pula mantan Ketua DPRD Blora HM Kusnanto.
Keenam untuk menguri-uri budaya komunikasi lokal yang mampu memberi hiburan dan suasana perekat kekeluargaan berupa parikan, seperti malam itu ketua DPRD Blora HM Dasum dalam mengakiri sambutan menyampakan parikan “Kembang suket mekare sore,seduluran sing raket saklawase. Saringan klopo abang rupane, pimpinan Blora tresno karo wargane”.
Sebagai catatan pitutur terbanyak parikan di Blora sudah tercatat dalam rekor MURI.
Ketujuh, melalui kegiatan resepsi HUT ke-78 RI dapat dibangun kerukunan umat.
Seperti pada saat pemotongan tumpeng, Bupati Blora H.Arief Rohman memberikan potongan tumpen kepada Yudhi Sancoyo dan Djoko Nugroho. Kemudian Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati menyerahkan potongan tumpeng kepada bapak H. Soebronto Yusup dan H. Abu Nafi.
Adegan pemberian pemotongan tumpeng dapat dimaknai sebagai perwujudan kerukunan yang disaksikan oleh para pemirsa sehingga dapat memberikan andil positif bagi kerukunan di masyarakat. “Ada ungkapan jawa rukun agawe santosa crah agawe bubrah,” ucapnya.
Kita sangat berharap semoga melalui resepsi HUT ke-78 Kemerdekaan RI ini dapat dijadikan tonggak sejarah untuk menata, membangun spirit, berbuat, berkarya, berinovasi dan bekerja keras, cerdas, iklhas untuk meningkatkan kualitas, kemampuan dan kesejahteraan masyarakat sehingga kedepan Blora mustika makin maju, mandiri dan berdaya saing. (*).

Banyak Petani ‘Mengadu’ Jatah Pupuk yang sudah Habis di KPL

BLORA.-

Petani sulit memperoleh pupuk bersubsidi, atau mendapat pupuk tapi jumlahnya kurang dari jumlah jatah yang seharusnya diterima. Itulah keluhan para petani di wilayah Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora akhir-akhir ini.
Repotnya para ‘pejuang pangan’Indonesia itu seperti tak punya tempat untuk mengadu. Ke Kades ,Ke BPP (Badan Penyuluh Pertanian), Camat, Polsek atau ke anggota dewan. Semua tak bisa ditemukan jawabnya.
Puncaknya tentu sebuah kepiluan yang terus berulang, setiap berbincang tentang pupuk bersubsidi di kalangan petani setiap masuk musim tanam.
Itulah curhatan para petani di empat dukuhan (Nglawungan, Greneng, Karangkembang dan Tunjungan ) wilayah Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan yang di terima Mas Ton (Bambang Sartono) saat blusukan “Sambang Kampung” mendengar curhatan warga.
Mas Puji salah satu petani di Dukuh Tunjungan mengatakan, kondisi ‘susah‘ mendapat pupuk bersubsidi sesuai ‘jatah’ di wilayah Desa Tunjungan bukan hal baru lagi melainkan cerita lama yang terus terulang.
Tapi anehnya, kondisi seperti dicuekin para pihak yang kompeten menangani pupuk bersubsidi tersebut. Mereka menganggap seperti tidak ada masalah, pada hal penuh jerit hati para petani dibalik persoalan pupuk bersubsidi itu.
Kondisi yang paling sering dijumpai menurut Puji misalnya, petani (pemilik kartu tani) sering tak bisa mengambil jatah pupuk miliknya di pengecer (Kios Penjual Langsung) yang ada di Tunjungan.
“Sering dibilangi oleh pengelola KPL, bila jatah pupuknya sudah habis. Pada hal jatah pupuk itu baru diambil sebagian. Atau diberitahu stok pupuk di gudang sudah kosong. Pada hal kenyataannya masih banyak petani yang belum mengambil jatahnya.
Kartu Pengawas
Mendapat jawaban pupuk kosong atau jatah pupuk sudah habis, tentu para petanipun protes. Tapi tetap tak berdaya. Mereka bisa apa, karena petani tidak memegang kartu tani.
” Bagaimana cara mengecek jatah pupuk sudah habis atau belum. Karana yang bawa kartu tani itu para pengelola KPL. Ya akhirnya ya hanya bisa pasrah” terang Puji.
Mendapat curhatan para petani itu Maston terpanggil, untuk mencarikan jawab sekaligus juga solusinya. Iapun berkomitmen untuk menelusuri persoalan distribusi pupuk bersubsidi sebagaimana yang dicurhatkan para petani di Desa Tunjungan dengan mengkroscek informasi itu ke KPL , distributor dan ke BPP Kecamatan Tunjungan.
Mas Ton (Bambang Sartono) bertemu dan mendengarkan curhatan petani di desa-desa Kec. Tunjungan Blora.


Sumaryono Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Tunjungan membenarkan bila dirinya sering menerima curhatan-cuhartan seperti kondisi yang dialami para petani di Desa Tunjungan. Bahkan juga dari desa-desa lain di wilayah Kecamatan Tunjungan.
Dirinya juga pernah menegur salah satu KPL di wilayah Tunjungan yang diindikasi melakukan penyaluran pupuk bersubsidi tidak sesuai ketentuan.
Menurut Sumaryono di Tunjungan, sebenarnya sudah desa yang memiliki sitem kontrol penyaluran pupuk bersubsidi dengan baik. Yaitu Kelompok Tani di Desa Nglangitan. Mereka telah memiliki kartu pengawas pengendalian penyaluran pupuk ke petani. Di kartu tersebut dicantumkan nama, luas lahan, jumlah/ jatah pupuk (urea dan NPK) dan tanggal pengambilan.
“Kartu tersebut dibawa ketua kelompok tani dan petani bisa mengecek atau mengontrol setiap saat jatah pupuk dan sudah berapa yang diambil. Jadi ada transparansi. Sehingga tak bisa KPL menyatakan jatah pupuk petani sudah habis, pada hal baru diambil sebagian misalnya, ” terang Sumaryono.
Apa yang dilakukan oleh kelompok tani di Ds Nglangitan, bisa menjadi inspirasi kelompok tani di wilayah Tunjungan yang lain. Sehingga tidak terjadi kondisi apa yang dialami oleh para petni di Desa Tunjungan.
Melihat masih munculnya keluhan terkait pendistribusian pupuk bersubsidi itu, Sumaryono dan stafnya di BPP Kec. Tunjungan akan meningkatkan pengawasan dan monitoring penyaluran pupuk bersubsidi di di Tunjungan.
Ia juga akan terus mengedukasi masyarakat (khususnya petani) dan pihak-pihak yang terkait dengan persoalan pupuk bersubsidi. (*).

Meriahkan Hari Olah Raga Nasional, KORMI Akan Gelar Senam bersama Bupati Blora

BLORA.-

Dalam rangka mangayubagya peringatan Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia sekaligus memeriahkan Hari Olahraga Nasional 2023, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora berencana akan menyelenggarakan Senam Bersama Bupati di Alun-alun Blora.
Dipimpin H. Subekti, ketua KORMI Blor yang mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora, agenda tersebut dibahas dalam rapat di ruang pertemuan kantor Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Senin (21/8/2023).
Rapat dihadiri sebagian pengurus KORMI Kabupaten Blora, di antaranya H. Mahbub Junaidi, Kepala Bappeda Kabupaten Blora, H. Harsono seorang pengusaha, H.Umartono mantan Asisten II Setda Blora, Letkol Purnawirawan Sri Harjanto, Mulyono, Lilis, Pambayun dan Sugeng Saptono.
“Jadi ini agenda rapat evaluasi kegiatan dan rencana menyelenggarakan senam bersama Bupati dalam rangka mengayubagya HUT ke-78 RI dan memeriahkan Hari Olahraga Nasional besok Minggu 3 September 2023 di Alun-alun Blora,” kata H. Subekti, Ketua KORMI Blora.
Subekti menegaskan, sejak diberi amanah oleh Bupati untuk menjadi ketua Kormi hanya siap melaksanakan amanah tersebut tanpa berpikir lagi dana yang mendukung aktivitas karena mengandalkan kepedulian dari para anggota pengurus dan dukungan mitra kerja terkait.
Dijelaskannaya, berbagai event di tingkat provinsi diikuti seperti di Purwokerto,Solo dan kegiatan KORMI di Pekalongan. Untuk kegiatan di tingkat Kabupaten KORMI selalu aktif berpartisipasi diantaranya dalam memeriahkan hari jadi kota Blora dan HUT RI serta HUT KORMI Blora dengan melaksanakan kegiatan secara swadaya senam bersama yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan menghadirkan Bupati di Bendung Randu Gunting Japah Blora.
Disamping itu dalam berbagai pelaksanakan kegiatan KORMI juga mengikhtiarkan seragam kaos olahraga secara gratis dari berbagai sponsor agar bisa dinikmati para peserta senam dengan hati gembira.
Bahkan pengurus KORMI masih menyediakan aneka doorprize bagi para peserta dan membagikan paket sembako kepada kaum duafa.
Berkenaan dengan hal tersebut H. Subekti mengharapkan kepada para pengurus agar ikut nyengkuyung dan membatu secara ikhlas segala aktivitas KORMI yang selama ini selalu berorientasi untuk kesehatan dan kebugaran masyarakat, menciptakan hubungan harmonis bagi pecinta olahraga rekreasi dan melestarikan kekayaan budaya daerah yang bisa memberikan hiburan kepada masyarakat.

Dalam rapat itu, penasehat KORMI Blora, H. Bambang Sulistya menyampaikan beberapa pesan yang terkristalisasi dalam sebuah akronim DPR.
Artinya, (D)-Dukung model kepemimpinan KORMI ala H.Subekti yang selalu banyak mendengar, siap berkorban, suka kepyur dan langsung aksi nyata tanpa banyak janji dan argumentasi.
(P)-Prioritaskan dengan dana yang terbatas kepada berbagai kegiatan olahraga rekreasi yang diikuti oleh banyak orang dan memberikan dampak positif bagi kesehatan, kerukunan, kekeluargaan dan hiburan bagi masyarakat.
Sehingga peran pengurus Kormi menjadi kata kunci bagi berkembangnya olah raga rekreasi di Kabupaten Blora.
(R)-Rawat terus hubungan kerjasama yang harmonis dan saling menguntungkan dengan berbagai pihak terkait .Bangun komunikasi yang ramah lingkungan dan tumbuhkan sikap keterbukaan, rasa kekeluargaan serta miliki kepekaan kepada kaum yang belum beruntung.
Sehingga dalam setiap Kormi menggelar kegiatan akbar olahraga rekreasi upayakan ada pemberian doorprize dan pembagian sembako kepada kaum duafa.
Sementara itu H. Mahbub Juanidi, Kepala Bappeda Blora yang jugas salah seorang pengurus KORMI yang selama ini aktif, secara pribadi memberi dukungan kegiatan KORMI yang dilakukan secara swadaya. Baik dalam membantu dana maupun memberi bantuan bahan doorprize.
Meskipun termasuk pejabat yang sangat sibuk, namun hebatnya masih menyempatkan diri hadir dalam rapat dan memberi spirit serta motivasi sebagai berikut.
Bahkan sudah dipesan secara khusus oleh Bupati Blora H.Arief Rohman agar KORMI mendapatkan perhatian khusus, mengingat aktivitas selama ini memberi kontribusi positif bagi kesehatan dan kerukunan masyarakat.
Disamping itu para pengurus KORMI adalah para sebior yang masih memiliki semangat tanpa pamrih secara pribadi namun hanya ingin semata-mata mengabdikan diri untuk mendukung Sesarengan Bangun mBlora.
Ia meyakini KORMI Blora dengan kepengurusan yang memiliki niat baik, berbuat terbaik kedepan makin berkembang dan makin maju guna mendukung kesehatan masyarakat di bumi Blora Mustika.
Berdasarkan hasil rapat telah diputuskan bahwa kegiatan Senam bersama Bupati dilaksanakan Minggu 3 September 2023 di Alun-alun Blora serta disediakan doorprize dan pembagian sembako kepada kaum duafa serta makan pagi bersama Bupati dengan seluruh peserta senam. (*).

Salat Jumat Berjamaah Tanpa Gangguan adalah Wujud Kemerdekaan

BLORA.-

Ratusan jamaah shalat Jumat di Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati RW V Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora Kabupaten Blora, diajak bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan kenikmatan hingga peringatan kemerdekaan RI yang ke-78.
KH Ahmad Mubaidi bin Djoeremi Taher selaku khotib Jumat dalam khutbahnya mengambil tema Kiat Menjaga Rasa Aman di Alam Kemerdekaan.
“Salah satu hikmah kemerdekaan adalah adanya rasa aman. Dengan rasa aman hari ini kita masih berkesempatan untuk hadir dirumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dan kebutuhan,” tuturnya Jumat (18/8/2023).
Yaitu salat Jumat berjamaah tanpa gangguan dari pihak manapun. Sungguh suatu karunia dan nikmat yang sangat besar bagi bangsa Indonesia dan mungkin jarang dimiliki oleh bangsa-bangsa lain.
Karena hingga kini kita masih bisa menikmati rasa aman dan memiliki kebebasan untuk melakukan aktifitas ibadah tanpa dihantuhi adanya perasaan takut. “Semua itu semata-mata karena pertolongan dari Allah SWT,” ucapnya.
Sebagaimana Allah berfirman: “Dan yang memberikan mereka rasa aman dari ketakutan” (QS.Al- Qurays:4).
Sementara ketika kita mengikuti pemberitaan di mas media tentang saudara saudara muslim:di Yaman, Palestina, Afganistan, Burma, Suriah dan di Chechnya betapa berat kehidupan mereka.
Untuk sekedar hanya keluar rumah guna memenuhi kehidupan sehari-hari mereka harus berjuang antara hidup dan mati. Karena ada ancaman keamanan yang selalu mengintai dan menghantuhi baik serangan ledakan bom maupun ganguan acaman yang lain dari kelompok masyarakat yang sedang bertikai.
Untuk pergi ke masjid beribadah salat Jumat seperti hari ini merekapun diliputi rasa resah dan takut atas keselamatan jiwa mereka.
Sayang, ada sebuah ironi, saudara-saudara muslim yang sedang berjuang dalam kehidupan sehari-hari antara hidup dan mati di berbagai negara tersebut namun saudara saudara kita di tanah air masih ada yang melakukan perbuatan maksiat bahkan berbuat kufur terhadap nikmat Allah.
Seharusnya kita malu kepada Allah yang telah memberikan nikmat aman kepada kita. Mestinya yang kita lakukan adalah membantu perjuangan mereka.
Kalau belum bisa membantu minimal kita ikut mendoakan kepada mereka yang saat ini mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi di negaranya sendiri agar memperoleh kemenangan, perlindungan, keselamatan dan keamanan.
Mendoakan kepada saudara-saudara kita yang sedang terdzolimi adalah termasuk perbuatan yang mulia dan sesuai anjuran dari Nabi Muhammad SAW sebagaima tersurat dalam Hadist Riwayat Bukhari no 6011 dan Muslim no 2586.
Rasulullah pernah bersabda, Perumpamaan orang orang yang beriman dalam hal saling mengasihi,mencintai,dan menyayangi bagaikan satu tubuh.
Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit,maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas(turut merasakan sakitnya.
Menurut KH Ahmad Mubaidi mantan pimpinan Kantor Pos Bekasi yang sudah purna tugas sejak tahun 2016 bahwa kondisi aman di negara Indonesia yang kita cintai ini, tidak terlepas dari bersatu padunya antara ulama dan umara dalam menjalankan roda pemerintahan.


Ada beberapa kiat untuk menjaga rasa aman yang perlu kita pahami dan pedomani sebagai warga negara yang baik, sehingga negara yang kita cintai berdasarkan Pancasila tetap dalam keadaan aman, tenteram dan dijauhkan dari perpecahan. Langkah-langkah tersebut terkristalisasi dalam akronim M3.
M1-Menaati pemerintah/penguasa atau pemimpin yang ditunjuk. Beberapa dalil yang menjelaskan akan kwajiban kita sebagai seorang muslim untuk taat kepada pemerintah baik dari Al Qur’an maupun As-Sunnah diantaranya,
“Wahai orang-orang beriman, taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul dan kepada pemimpin diantara kalian”(QS An-Nisa:59).
Kemudian dalam Hadist Riwayat Tirmidzi, “Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah serta dengar dan taatlah kalian kepada para penguasa walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari habasyi (Hitam Legam).
Bahkan Imam Al-Qurtubi membawakan perkataan salah seorang ulama di dalam kitab tafsirnya Al-Jaami’ Li Ahkaami Al Quran jilid 6 halaman 429 mengenahi ayat di atas bahwa ketaatan kepada pemimpin itu wajib jikalau sejalan dengan ketaatan kepada Allah dan tidak wajib jika didalamnya ada kemaksiatan kepada Allah.
Berkenaan dengan hal tersebut demi menjaga keutuhan keamanan negara, kita disuruh untuk tetap bersabar dalam menghadapi para pemimpin. Meskipun terdapat sikap yang tidak disukai pada diri mereka.
Nabi bersabda, “Barang siapa melihat sesuatu yang tidak disukai dari pimpinanya, maka hendaknya kita bersabar”(HR Bukhari).
Ada suatu petuah agung tentang adab memberi nasehat dari Imam Asy Syafii, “Berilah nasehat kepadaku ketika aku sendiri, jauhilah memberikan nasehat kepadaku di tengah-tengah keramaian, sesungguhnya nasehat di tengah-tengah manusia itu termasuk pelecehan yang aku tidak suka mendengarnya, jika engkau menyelisihi dan menolak saranku, maka janganlah engkau marah jika kata katamu tidak aku turuti”
M2-Memperbaiki diri sendiri dan keluarga adalah menjadi prioritas utama sebelum melakukan koreksi dan penilaian orang lain.Ingat sebuah ungkapan gajah di pelupuk mata tidak kelihatan tapi semut diseberang lautan tampak.
Kita sering melihat dan mencari kesalahan orang lain namun lupa bahwa dirinya dan keluarganya penuh dengan kesalahan.
Bukankah kita diperintahkan untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Sebagaimana Allah berfirman, “Wahai orang-orang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka” (QS.At-Tahrim:6).
M3-Memegang teguh ajaran Nabi Muhammad SAW untuk diamalkan dalam kehidupan sehari hari.
Dari Al-Irbadh bin Sariyah bahwasanya Nabi Salallahu’alaihissalam bersabda, Sungguh, orang yang masih hidup diantara kalian sepeninggalanku, niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak,maka wajib atas kalian berpegang teguh atas sunahku dan sunnah para khulafa’ Rasyidin yang mendapat hidayah.
Peganglah erat erat dan gigitlah dengan gigi gerahan kalian.Dan jauilah oleh kalian setiap perkara baru dalam agama, karena sesungguhnya setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat.(HR Abu Daud dan Ibnu Majah).
“Dirgahayu ke-78 Republik Indonesia semoga Indonesia menjadi negara yang makin aman, maju, kuat dan sejahtera di bawah lindunganNya,” ungkapnya. (*).

Gerakan Sego Berkat Bungkus Godong Jati dan Mengenakan Busana Samin Terbanyak di Blora, Tercatat Rekor MURI

BLORA.-

Gebyar tujuh-belasan di Blora, Jawa Tengah pada tahun ini benar-benar heboh, semarak, bersejarah, meriah dan berkah serta menyisakan kenangan manis yang sulit dilupakan.
Seperti pemandangan pada Rabu sore (16/8/2023), mulai depan Kantor Bupati Blora hingga Tugu Pancasilas digelar Tasyakuran HUT ke-78 Kemerdekaan RI dirangkaikan pemecahan Rekor MURI dengan sajian sego berkat yang dibungkus daun jati terbanyak dan pakaian Samin terbanyak.
Hadir sebagai peserta diantaranya Bupati Blora H. Arief Rohman beserta Isteri Hj Ainia Sholichah, Wakil Bupati Hj Tri Yuli Setyowati beserta suami, Ketua DPRD HM. Dasum beserta unsur Forkompinda beserta isteri, seluruh perangkat OPD, serta Camat se-Kabupaten Blora.
Selain itu, kepala desa dan lurah se Kabupaten Blora, instansi vertikal, dan berbagai elemen masyarakat tumplek blek memadati sepanjang koridor Jalan Pemuda, Kota Blora.
Pramugi Prawiro Wijoyo, Kepala Suku Samin Sedulur Sikep Sambongrejo yang hadir bersama rombongan tujuh orang dari Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong menuturkan, bahwa peristiwa pada hari itu bisa dibilang langka, unik, dan bermakna folosofis serta sangat menghibur.
“Luar biasa, peristiwa sore ini sangat bagus, dan patut diberi acungan jempol,” ucapnya, Kamis (16/8/2023).
Pramugi yang datang bertujuh bertujuan untuk memaknai peristiwa pada hari itu mengandung makna pitutur yang baik, yang akan memberi pitulungan kepada semua saja yang punya niat baik dan ikhlas.
“Semoga dengan dipakainya pakaian kesukaan masyarakat Samin oleh orang banyak dari berbagai elemen masyarakat dalam rangka tasyakuran HUT ke-78 RI ini bisa memberikan dampak positif kepada kerukunan, ketentraman, kedamaian, keberkahan dan kesejahteraan di Bumi Blora Mustika,” paparnya.


Sementara itu H. Umartono yang mantan Asisten 2 Setda Blora dan juga pernah menjadi ketua pantia penyelenggaran kegiatan Makan Sate Ayam terbanyak di dunia dan tercatat dalam Rekor MURI pertama kali di Kabupaten Blora tahun 2007 berpendapat, bahwa kegiatan pada hari itu berdampak positif dalam mempromosikan potensi daerah dalam rangka nguri-uri Budaya kearifan lokal.
“Termasuk untuk mengenalkan daun jati sebagai pembungkus makanan yang higinis, sehat dan sedap serta untuk mengurangi limbah plastik,” katanya.
Disamping itu sebagai langkah nyata untuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan kerukunan masyarakat serta sebagai wujud implementasi sesarengan mbangun Blora.
“Contoh hari ini kita bisa bertemu, ngobrol dan duduk bersama dengan berbagai elemen anak bangsa tanpa ada beban dan sekat birokrasi dengan wajah ceria penuh nuansa suka cita,” ucapnya.
Sementara itu perwakilan dari MURI, Sri Widyawati menginformasikan bahwa Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang diprakarsahi oleh Jaya Suprana, berdiri 27 Januari 1990 dan memiliki sekretariat di Kawasan Perindustrian Jamu Jago, Srondol, Semarang.
Rekor Muri didirikan demi menegakkan pilar-pilar kebanggaan Nasional Bangsa Indonesia agar Bangsa Indonesia mampu dan mau menghargai karsa dan karya anak bangsa Indonesia.
Dan catatan Rekor Muri menunjukan semaraknya keragaman budaya dan berbagai potensi alam Indonesia sekaligus gelora semangat anak bangsa dalam mengukir karsa dan karya prestasi terunggul di bidang masing-masing.
Hari ini Rabu 16 Agustus 2023 dalam rangka tasyakuran HUT ke-78 RI yang dikemas Gas Desa Bumi Blora akan memberikan dua Rekor Muri, yaitu sajian sego berkat terbanyak bungkus godong jati dan mengenakan busana Samin terbanyak.
Kabupaten Blora sebelumnya juga sudah pernah mendapatkan penghargaan Rekor MURI sejak tahun 2007 di antaranya meliputi makan sate ayam terbanyak, pembaca parikan ala blora terbanyak, sponsor haji Keiklhasan terbanyak, pemilihan kepala desa serentak terbanyak, pelaksanaan pijat bersama terbanyak, penanaman penghijauan bersama terluas dan penyusun buku Ensiklopedi Blora.
Berdasarkan hasil perhitungan dari tim Muri maka diperoleh hasil bahwa sajian berkat yang dibungkus godong jati sesuai ajuan 7.800 bungkus namun realisasinya 9.640 bungkus, dan pemakaian pakaian samin dari target 4.000 orang tercapai 5.731peserta.
Dengan demikian maka Rekor MURI memutuskan untuk dianugrahkan dengan bangga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Blora atas dua rekor MURI berupa sajian sego berkat terbanyak bungkus godong jati sejumlah 9.640 bungkus dan Mengenakan busana Samin terbanyak 5.371 orang peserta.
Tradisi bersedekah di Kabupaten Blora memiliki filosofi bahwa pemberian berkat baik yang memberi maupun yang menerima akan merasa senang dan bahagia serta bisa jadi perekat persaudaraan dan kerukunan umat di masyarakat, sementara pemakaian busana samin melambangkan kesederhanaan, kejujuran dan kebersahajaan dalam kehidupan.
Kemudian dalam sambutan Bupati Blora menyampaikan ungkapan bahwa antusias peserta dan masyarakat yang hadir dalam Gas desa Bumi Blora luar biasa dan memberikan suasana gayeng, meriah penuh kegembiraan.
Tasyakuran HUT ke-RI sebagai bentuk refleksi untuk memahami potensi Kabupaten Blora yang kaya akan budaya lokal yang memiliki nilai manfaat sebagai perekat untuk merajut rasa kekeluargaan dan kerukunan di masyarakat.
Tasyakuran yang diikuti oleh berbagai tokoh masyarat, alim ulama dan para pemangku kepentingan merupakan ujud dari kekompakan dan semangat kebersamaan dalam sesarengan mbangun Blora. Masyarakat Blora dikenal sebagai masyarakat yang suka bersedekah dan beramal untuk kebaikan dan kemuliaan kehidupan.
Berkali-kali Bupati Blora Arief Rohman mengingatkan kepada peserta tasyakuran agar berkat yang ada jangan kesusu di makan karena belum didoakan,beliau menyarankan tolong berkat jangan dimakan yang membawa berkat namun diberikan kepada masyarakat yang hadir.
Gus Arief sapaan Bupati Blora, juga menawarkan kepada peserta tasyakuran agar agenda seperti hari ini dimasa mendatangkan dilaksanakan dan dibudayakan lagi yang lebih gayeng dan semarak lagi bahkan digagas sebagai acara tahunan.
Secara spontanitas dijawab oleh seluruh peserta hadir dengan ucapan setuju dan diikuti tepuk tangan bersama.
Bupati memohon doa restu agar selama kepemimpinanya bisa mewujudkan Blora yang sejahtera dan berdaya saing.
Sementara itu mantan Sekda Blora yang juga Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya mengaku merasa terhibur dan bahagia ternyata kepemimpinan di Blora, ada langkah kebijakan yang akrobatik dan berdampak positif bagi kemajuan daerah.
Disamping kegiatan tasyakuran yang diagendakan dengan model seperti kemarin adalah langkah yang bijak dalam melatih aparat birokrasi menggunakan otak kanan dalam menciptakan aktivitas sebagai upaya promosi potensi daerah yang efektif, murah,menghibur dan sekaligus untuk mencipkan rasa kekeluargaan dan kerukunan bagi masyarakat di Bumi Samin Blora Mustika.
Tampak hadir di acara itu mantan Kepala Dinkominfo Blora Sugiyono, mantan Kepala Dinsos P3A Blora Indah Purwaningsih, mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti serta sejumlah mantan pejabat Blora lainnya. (*)

Tiba di Pacitan, AHY Akan Hadiri Peresmian Museum & Geleri Seni SBY-Ani

PACITAN.-

Bersama istri, Annisa Pohan Yudhoyono dan keluarga, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menghadiri Peresmian Museum & Galeri Seni SBY-Ani di Pacitan, 17 Agustus 2023. AHY tiba di Pacitan, Selasa (15/8) malam.
Lebih kurang 800 tamu undangan rencananya hadir dalam acara tersebut. Wakil Presiden ke-10 dan 12 Yusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-11 Boediono juga dijadwalkan hadir di acara peresmian. Sedangkan undangan lainnya adalah para mantan menteri kabinet SBY, keluarga besar, kolega alumni AKABRI 1973, serta tamu kehormatan lain.
Direktur Eksekutif Museum & Galeri SBY-Ani, Ossy Dermawan mengungkapkan alasan dibalik pemilihan tanggal 17 Agustus untuk meresmikan museum. “Pemilihan waktu peresmian di tanggal 17 Agustus ini pun menyimbolkan bahwa museum ini milik masyarakat Indonesia, milik bangsa Indonesia. Museum yang nantinya merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban Bapak SBY sebagai Presiden yang dipilih oleh rakyat, dan juga sebagai wujud rasa cinta beliau terhadap almarhumah Ibu Ani Yudhoyono,” jelas Ossy.
Berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar, Museum dan Galeri SBY ANI yang berada di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Ploso, Pacitan menyimpan rekam jejak SBY. Tidak hanya saat menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, tetapi juga kisah masa mudanya di Pacitan. Selain itu Museum & Galeri Seni ini juga menyimpan koleksi seni dan foto-foto yang diambil oleh almarhumah Ibu Ani Yudhoyono.
Selain koleksi seni seperti lukisan yang diciptakan oleh SBY dan foto-foto, Museum ini juga memiliki perpustakaan yang berisi buku-buku yang ditulis serta yang dibaca oleh SBY.
Sehari usai diresmikan, Museum akan langsung dibuka untuk umum dengan jam operasional dari pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB setiap hari, kecuali Selasa. Sejumlah kategorisasi Harga Tiket Masuk (HTM) diantaranya, untuk warga Pacitan cukup hanya membayar Rp25 ribu sekali masuk, sedangkan untuk wisatawan lokal luar Pacitan dikenakan harga Rp 50 ribu, serta HTM untuk wisatawan mancanegara adalah Rp 100 ribu.
Selain meresmikan museum, AHY dan SBY juga dijadwalkan akan mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Pendopo Kabupaten Pacitan. (*)

Silaturahmi Proaktif, Kunci Pengembangan PWRI di Kecamatan Jepon

BLORA.-

“Tiada hari tanpa karya nyata, dimanapun dan kapanpun berada” sudah menjadi sesanti yang selalu digelorakan oleh H. Rajiman Santarko, Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, Jateng.
Sejak diberi amanah sebagai ketua PWRI kecamatan tiga tahun lalu, mantan anggota dewan dan matan camat yang memiliki hobi menyanyi dan berorganisasi itu telah menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan PWRI Kecamatan Jepon, dari 120 orang menjadi 230 orang anggota.
Dalam mengembangkan jumlah anggota PWRI Kecamatan Jepon, Rajiman menggunakan jurus SP (Silaturahmi Proaktif) yaitu pendekatan secara kekeluargaan dengan melakukan silaturahmi kepada para purna tugas bersama tim dari rumah ke rumah disertai membawa buah tangan.
“Silaturahmi membuahkan motivasi bagi pengurus dan anggota bisa guyub rukun, penuh rasa kekeluargaan serta siap nyengkuyung Sesarengan mbangun Blora,” ujar Rajiman.
Kegiatan memperingati HUT PWRI ke-61 berlangsung secara sederhana di Kantor PWRI Kecamatan Jepon, Selasa (15/8/2023).
Dalam sambutan ketua PWRI Jepon H. Rajiman Santarko menekankan pentingnya membangun kekompakan dan kekeluargaan dalam wadah keluarga besar PWRI serta menumbuhkan semangat bersyukur dalam menghadapi kehidupan sehari hari.
Pada kesempatan itu Rajiman mengatakan akan mengundang seluruh anggota PWRI Kecamat Jepon dan pengurus PWRI Kabupatan untuk menghadiri syukuran atas nikmat yang baru saja diterima, yaitu anak pertamanya terpilih kembali menjadi kepala Desa Gresi Kecamatan Jepon untuk periode kedua, juga anak mantumua sekarang jadi Plt Camat Randublatung.
Sementara itu Bambang Sulistya selaku Ketua PWRI Kabupaten Blora menyampaikan terimakasih dan mengucapkan puji syukur atas terselenggara kegiatan bersejarah pada hari itu.
“Karena baru kali ini PWRI Kecamatan Jepon mengadakan peringatan HUT PWRI sehingga membangun nuansa baru yang lebih bersemangat dan guyub rukun dalam menikmati masa purna tugas,” ujarnya.


“Saya mengerti bahwa H.Rajiman Santarko sosok pemimpin yang memiliki banyak talenta dan serba bisa, keistimaannya suka bergaul dan suka kepyur atau berbagi,” tambah mantan Sekda Blora itu.
Bambang mengaku kaget sekaligus bangga ketika dibacakan riwayat sejarah kelahiran PWRI, disebutkan ada tokoh sentral yang membidani lahirnya PWRI berasal dari Kabupaten Blora.
Pada waktu muda bernama Mas Sutardjo Karto Hadi Kusumo, lahir di Kunduran Blora 22 Oktober 1890 dan nama tuanya Kanjeng Pangeran Hariyo Sutardjo Kartaning Prang pernah menjadi Gubernur Jawa Barat dan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah berupa Bintang Maha Putra Klas IV.Beliau meninggal 20 Disember 1976 di Jakarta.
“Selanjutnya saya juga mengingatkan agar setiap menyelenggarakan kegiatan HUT dapat membumikan sebuah akronim S2P2 supaya dinamika organisasi makin mantap,” tuturnya.
Adapun akronim S2P2 maknanya S1- Semangat untuk melakukan aktivitas positif dalam kehidupan sehari hari diharapkan makin meningkat tidak makin menurun.
Apalagi semangatnya hanya suka WTS (Waton Suloyo) terhadap keberhasilan sesama umat dan berbagai kebijakan atau langkah yang dilakukan oleh Pemerintah.
Ibarat dalam ungkapan jawa ojo seneng ngidoni Srengenge (jangan suka meludahi matahari) nanti basah sendiri.
Ada lima golongan manusia yang tidak boleh diludahi. Orang yang punya kekuasaan, Orang Kaya, Orang pinter, Orang baik dan Orang Edan.
Dengan semangat yang menggelora para pejuang 45 bisa mengusir penjajah dari bumi Nusantara dan mewujudkan Indonesia Merdeka. Semangat adalah kunci perubahan dan keberhasilan hidup.
S2-Siap berkorban untuk kebaikan dan kemuliaan hidup, terutama siap berkorban untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan bagi saudara saudara kita yang kurang beruntung.
Berikutnya, P1-Pantang menyerah tidak mudah putus asa dalam melakukan karya pengabdian di masyarakat.
Sebagaimana dicontohkan oleh para pahlawan kita dalam meraih kemerdekaan RI. Seperti dalam dalam ungkapan, tidak akan menyerah, lebih baik mati dari pada hidup dalam penjajahan.
P2-Punya harapan hidup yang positif bahwa hidup hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin dan hari esuk harus lebih baik dari hari ini.
“Ada patun untuk kita renungkan. Swasembada pangan karena perjuangan Petani, Tak kenal menyerah apalagi patah hati, Tanamkan harapan untuk hari ini, Semoga bahagia dan sukses di masa depan nanti,” ujarnya. (*).