Semua tulisan dari Gunawan Umardani

Naikkan Harga BBM, Partai Demokrat Anggap Pemerintah Tidak Peka

BLORA.-

Ibarat sudah jatuh ketimpa tangga. Peribahasa itu disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora Hj Tety Indarti SH mengomentari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disampaikan pemerintah pada Sabtu (3/9/2022).
Belum pulih kondisi ekonomi masyarakat sebagai akibat Pandemi Covid-19 kini masyarakat mendapat musibah lagi datangnya Pandemi virus kenaikan harga BBM yang sangat nyata berdampak bagi peningkatan penderitaan dan kesengsaraan masyarakat, terutama kepada kaum lemah atau kurang beruntung.
“Realita yang terjadi saat ini di masyarakat, semua kebutuhan hidup harganya mulai naik sementara kebijakan pemerintah belum bisa memberi solusi yang tepat tentang hal tersebut,” ujar Tety Indarti di depan wartawan, Senin (5/9/2022).
Menurut Tety, kebijakan Pemerintah menaikan harga BBM adalah kebijakan yang kurang bijak dan tidak memiliki kepekaan terhadap kondisi kehidupan rakyat yang makin susah dan menderita.
“Partai Demokrat menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disampaikan pemerintah pada 3 September 2022,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, Partai Demokrat tidak melihat upaya pemerintah berhemat sebelum menaikkan harga BBM yang akan berimplikasi terhadap banyak hal. “Partai Demokrat tidak melihat upaya pemerintah berhemat,” ujar Herzaky melalui keterangan tertulis, Minggu (4/9/2022).
Herzaky menilai, dampak kenaikan harga BBM akan membuat hidup rakyat lebih sulit dan berimplikasi terhadap kenaikan harga lainnya, termasuk bahan pokok. Kenaikan harga BBM, ujar dia, juga bukannya mengurangi beban rakyat, tetapi malah menambah beban rakyat.
“Para pejabat dan aparat pemerintah memperlihatkan gaya hidup yang jauh dari kesengsaraan rakyat,” kata Herzaky.
“Tidak terlihat tanda-tanda upaya untuk mengencangkan ikat pinggang dari operasional pemerintah,” ucapnya. Demokrat pun mempertanyakan alasan pemerintah menaikan harga BBM di tengah harga minyak dunia yang sedang turun. Apalagi, kata Herzaky, kondisi ekonomi masyarakat Indonesia belum pulih setelah dilanda pandemi Covid-19. “Ketika harga minyak dunia turun, harga BBM di Indonesia tidak turun. Lalu, uangnya sekarang ke mana?” pungkasnya. (*)

Kabid PMD Blora Laporkan Aktivis Anti Korupsi terkait Pencemaran Nama Baik

“Ini terkesan bentuk kriminalisasi terhadap aktivis anti korupsi, maka kami tidak takut dan kami akan melawan,” ujar Brigjen Purn Patar Sihotang SH MH, Ketua LSM Pemantau Keuangan Negara (PKN) Pusat, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (1/9/2022).
***

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Dwi Edy Setyawan melaporkan Seno Margo Utomo ke Polres Blora. Mantan Anggota DPRD Blora itu dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik, fitnah serta pelanggaran UU ITE.

Seno Margo Utomo dilaporkan pada Senin (29/8/2022), sesuai surat tanda terima laporan pengaduan bernomor STTLP/213/VIII/2022/Jateng/Res Blora. Menurut Dwi Edy Setyawan yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas PMD, apa yang dilakukan Seno Margo Utomo telah merugikan dirinya beserta lembaga pemerintahan Dinas PMD Kabupaten Blora.

Dwi Edy mengungkapkan, pihaknya merasa difitnah atas statement Seno Margo Utomo dalam pemberitaan di salah satu media.

“Sudah saya laporkan ke Polres. Saya merasa difitnah. Itu berita bohong. Dishare di Group Jaringan Informasi Blora (JIB). Dimuat di koran,” terangnya.

Dia menegaskan, tidak pernah merasa melakukan hal itu. Yaitu ada Kades nego dengan bupati terkait pengisian perangkat. Terus bupati memerintahkan Kades yang bersangkutan untuk koordinasi dengan Kabid PMD bernama Dwi.

“Untuk nantinya, tindak lanjutnya tinggal aparat penegak hukum (APH). Sudah ranahnya APH. Saya merasa itu berita bohong,” imbuhnya.

Dwi Edy mengaku, pihaknya memang sering koordinasi dengan Kades soal pengisian Perades. Sebab itu bidangnya. “Namun, tidak pernah ada bicara soal uang. Itu berita bohong. Memfitnah secara pribadi. Karena sudah menyebut nama,” bebernya.

Seno Margo Utomo ketika dikonfirmasi menanggapinya dengan santai. Menurutnya ini hal biasa dan risiko seorang aktivis anti korupsi.

“Sebelumnya saya sudah sering menerima ancaman. Sifatnya fisik. Seperti diajak berkelahi atau diancam bunuh,” tegasnya di depan awak media. (*)

Workshop Keselamatan Operasi Pertambangan di Blora Diikuti 50 Pelaku Usaha Tambang

BLORA.-

Bertempat di ruang pertemuan Sebara, Jepon Kabupaten Blora, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Cabang ESDM Wilayah Kendeng Selatan, pada Senin (29/8/2022) mengadakan Workshop Keselamatan Operasi Pertambangan.
Sedikitnya 50 perusahaan serta pelaku pertambangan di wilayah Blora dan sekitarnya, diundang dalam workshop ini. Menurut Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Teguh Yudi pristiyanto, SH. MMA, kegiatan seperti ini sebenarnya secara berkala diadakan. “Namun karena Pandemi, baru diadakan lagi setelah hampir 2 tahun,” katanya.
Menurut Teguh, workshop seperti ini merupakan ajang pertemuan antara pelaku pertambangan dan pemangku kebijakan, dalam hal ini Dinas ESDM.


“Selain untuk menambah pengetahuan teknik dan keselamatan kerja, juga bagaimana menjaga lingkungan supaya tetap terjaga,” tambahnya.
Salah satu pemateri dari Inspektur Tambang ESDM penempatan Jawa Tengah, Sulistyo Pramudito, ST menekankan bagaimana pertambangan ini bisa berjaan dengan baik, untuk mensejahterakan masyarakat dan lingkungan terawat.
Sementara sambutan Kepala Dinas ESDM Propinsi Jawa Tengah, Dr. Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si dibacakan oleh Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Teguh Yudi pristiyanto, SH. MM. (*)

Korban Penganiayaan Oknum TNI AL Mengadu ke Polres Blora

BLORA.-

Merasa laporannya direspon lambat oleh Polsek Cepu, Y, korban penganiayaan yang diduga melibatkan oknum anggota TNI AL mengadu ke Polres Blora. Melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kinasih, Y, Senin (22/8) lalu berkirim surat kepada Polres Blora. Korban minta Kapolres Blora mengawal kasus yang dialaminya sekaligus mengawasi kinerja Polsek Cepu yang menangani kasus tersebut.
“Supaya anggotanya bisa bekerja cepat dan bertindak profesional. Sehingga dapat memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi korban,” ujar Direktur LBH Kinasih, Agus Susanto, Selasa (23/08/2022).
Menurut Agus Susanto, langkah ini menjadi hal wajar, karena korban mengalami luka fisik dan trauma psikologis. “Namun penanganan Polsek Cepu atas kasus ini masih jauh dari harapan kami. Lamban,” jelasnya.
Dia menjelaskan, bahwa kasus itu berjalan sudah 12 hari sejak pelaporan. Namun, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut. Padahal semua bukti, baik hasil visum maupun rekaman CCTV sudah ada.
Dalam kasus ini, selain melaporkan ke Polsek Cepu dan meminta pengawalan kasus ini ke Polres Blora, LBH Kinasih juga melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada Komandan Polisi Militer Lantamal V Surabaya pada tanggal 20 Agustus lalu.
Terpisah, Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana menyampaikan perkembangan dugaan kasus penganiayaan tersebut masih dalam proses. “Masih pemeriksaan,” jelasnya. (*)

Seno: Untuk Setoran Perades, Ada Kades yang Nego Langsung dengan Bupati

JAKARTA

Juru bicara Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Blora Seno Margo menyampaikan, bahwa pengaduan yang disampaikan kepada KPK Senin (22/08/2022) adalah aduan tahap 4 dan merupakan bagian tak terpisahkan dari 3 aduan yang pernah disampaikan ke KPK sebelumnya.
Menurut catatan Seno, pada bulan Januari 2022 PKN diterima beberapa penyidik dilantai 1, kemudian aduan ke-2 pada tanggal 7 Februari 2022 diterima bagian aduan KPK.
“Aduan ke-3 bersama Capraga Blora dan Capraga Pati pada tanggal 25 Mei 2022 juga diterima bagian aduan KPK,” ujar Seno sambil menunjukkan kertas, bukti tanda terima dari KPK.
Sementara itu ketika ditanya daftar nama belasan Kades yang mengakui adanya setoran kepada bupati melalui anggota Tim Sebelas, Seno minta pada awak media untuk sedikit bersabar.
“Nanti pada saatnya akan saya berikan datanya. Dan, belasan Kades itu juga siap membuat pengakuan di depan KPK,” ujarnya.
Yang lebih menarik menurut Seno, ada seorang Kades yang mengaku bernegosiasi langsung dengan bupati Blora terkait harga setoran per formasi karena dia ingin mendapat potongan harga.
“Bupati pada waktu itu meminta Kades tersebut berkordinasi melalui Kabid Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) Pemkab Blora bernama Dwi,” ujarnya. (*)

“Belasan Kades Mengaku Ada Setoran ke Bupati”

“Pengakuan dari beberapa Kades, setoran diberikan kepada Tim Khusus Bupati yang berdasar pengakuannya diduga merupakan setoran untuk Bupati,” ujar Seno Margo di Jakarta, Senin (22/08/2022).

***

Ratusan kader Pemuda Pancasila Kabupaten Blora bersama lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) Blora menggelar unjuk rasa di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/08/2022).
Dalam aksinya mereka meminta KPK segera mengusut tuntas dugaan korupsi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blora dalam pelaksanaan seleksi perangkat desa (Perades).
Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Blora Munaji mengatakan, bahwa aduan ke KPK ini dilakukan karena kepercayaan masyarakat Blora terhadap APH lokal sudah sangat rendah.
“Banyak laporan masyarakat terkait Nepotisme di Kejaksaan tidak diproses, puluhan laporan pemalsuan dokumen Perades yang diajukan ke Polres juga hanya kasus 2 desa yang masuk persidangan,” ujarnya.


“Dan, belum ada satupun kasus yang masuk ke wiayah substantif yaitu Jual Beli Jabatan yang sudah diproses APH,” tambah Munaji.
Sementara itu juru bicara PKN, Seno Margo mengatakan, bahwa kedatangannya ke KPK kali ini sekaligus untuk menyampaikan beberapa tambahan data berupa bukti awal, baik berupa Informasi maupun temuan di lapangan yang bisa ditindak lanjuti oleh KPK.
Diantara data yang disampaikan ke KPK adalah waktu penyerahan uang setoran. Bahwa dana dari Kades itu diberikan sebelum Tes CAT dilaksanakan dengan besaran Rp 45 juta per formasi Perades.
“Lokasi peyerahan dana di wilayah Plotot, Kota Blora, yang ternyata adalah rumah kontrakan milik Bambang AW,” ujarnya.
Menurut pengakuan belasan Kades kepada Seno, orang yang menerima dana yaitu Bambang AW ditemani Joko Supratno (alias Joko Sembung).
“Kedua orang itu adalah Anggota Tim Khusus Bupati Blora atau disebut TP2D, yang kami duga sebagai operator operasi kecurangan ini,” tandasnya.
Terkait hal itu, Bupati Blora Arief Rohman ketika dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp pada Kamis (25/08/2022), hingga berita ini ditayangkan belum memberikan klarifikasi. (*)

Pakai Bumbu Rempah, Lontong Opor Puledagel-Jepon Rasanya Jos

BLORA.-

Purna dari jabatan kepala Desa Puledagel, tidak menyurutkan tekad Rubi Hartati untuk terus mengabdikan diri dan mendorong perekonomian keluarga serta warga sekitarnya.

Mantan Kepala Desa Puledagel Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora itu kini merintis usaha rumah makan yang diberi nama CORAK atau singkatan dari Condong Raos Kuliner yang secara resmi dibuka pada penghujung bulan Juli 2022 lalu.

“Saya terus berusaha, mengabdi dan mengegerakkan perekonomian keluarga dan warga sekitar,” ucapnya, di Blora, Senin (1/8/2022). Rubi Hartati menyebut alamat rumah makan yang dikelolanya berada di Kebun Bibit, Jalan Sayuran Km 5, Desa Puledagel Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Bagi yang akan request silahkan menghubungi via telepon atau whathaap 081325294484 /081326164061,” kata dia.

Pembukaan perdana rumah makan CORAK dihadiri lebih dari 100 orang dari berbagai strata kehidupan mulai dari petani, pedagang kaki lima, para wredatama alias pensiunan, wirausaha, para wakil rakyat, tokoh masyarakat, pemuka agama dan para ASN dari staf sampai pejabat eselon dua.

Rubi Hartati sejak muda memiliki hobi memasak dan penikmat kuliner Jawa. Suaminya, Mudiyanto yang memiliki keahlian membuat taman dan pembibitan tanaman yang tidak lain adalah mantan pejabat eselon tiga di Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, sangat mendukung usaha yang dilakukan istrinya.

RM CORAK menyediakan berbagai macam menu seperti lontong opor ayam kampung, bebek ungkep, bebek goreng, ayam ungkep, ayam panggang, jerohan ungkep, sambel teri dan sambel osek maknyus dilengkapi fasilitas petik buah anggur dan karaoke. “Kami siap menerima pesanan online tiga hari sebelumnya,” kata Mudiyanto.

Semangat Rubi Hartati dalam memberi pelayanan kepada para penikmat kuliner yang hadir di rumah makan, yaitu melayani dengan hati dan mengedepan rasa kekeluargaan serta kepuasan para konsumen.

Saat pembukaan rumah makan, semua tamu undangan yang hadir disediakan icip-icip lontong opor alias makan opor tanpa ditarik biaya/gratis.

Di samping itu para tamu juga dipersilahkan untuk melakukan petik buah anggur dan disediakan tempat selfi yang menarik yang bernuansa alami.

Hj. Reni Miharti, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupatan Blora yang hadir pada pembukaan itu menyampaikan apresiasinya. “Lontong opornya enak tidak kalah dengan lontong opor di kabupaten tetangga yang sudah dikenal, untuk itu. Saya beli untuk oleh-oleh keluarga sambil ikut promosikan lontong opor,” ucapnya.

Lain halnya kesan drh. H. R. Gundala Wejasena Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora. Menurut dia, lontong opor Puledagel layak jadi menu sajian makanan tamu dinas yang datang Blora karena rasanya jos dan terasa bumbu rempah rempahnya.

Kemudian komentar dari Pujianto mantan Kabag Hukum Setda Blora secara jujur sangat menikmati lontong opor karena rasanya khas dan sensasinya menambah nafsu makan sampai habis dua porsi.

Sementara itu Sukaryo mantan Kepala Dinas Pertanian Kecamatan Blora berujar bahwa lontong opor Puledegel layak dinikmati bagi para penggemar kuliner di Kabupaten Blora.

Sementara itu mantan Sekda Blora Bambang Sulistya yang kini menjabat Ketua PWRI Blora mengatakan, rumah makan CORAK bisa digunakan untuk rekreasi keluarga yang menyehatkan dan menggembirakan karena menu makanannya enak, ditambah lagi bisa memetik buah anggur sekalian bisa menikmati keindahan alami sambil berselfi ria.

“Ke depan saya akan mengajak para Wredatama menikmati kuliner sambil rapat di sini. Tempatnya bersih dan pelayanan cepat disertai tebaran senyum tulus dan menawan yang merekatkan guyub rukun dan persaudaraan,” kata Bambang Sulistya. (*).

Gus Mus adalah “Kiai yang Nyeni”

DI Indonesia, sedikit sekali sastrawan yang berasal dari kalangan kiai. KH Ahmad Mustofa Bisri merupakan salah satu dari yang sedikit itu. Kiai yang akrab dipanggil Gus Mus ini sangat piawai dalam menghasilkan karya sastra.

Gus Mus lahir pada 10 Agustus 1944 di Rembang, Jawa Tengah. Ia dibesarkan dari keluarga yang patriotis, intelek, progesif dan juga kasih sayang. Ayahnya KH Bisri Musthafa adalah seorang orator yang ulung. Ia dapat menjadikan hal yang sulit untuk dimengerti menjadi mudah dicerna semua kalangan baik orang kota, maupun desa. Kakeknya, KH Zaenal Musthofa merupakan pendiri dari Taman Pelajar Islam atau yang lebih dikenal saat ini sebagai Roudlotut Tholibin.
Menimba ilmu dari dua pesantren, Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri selama dua tahun. Kemudian dilanjutkan di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta selama empat tahun. Setelah itu, beliau melanjutkan studinya di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Berbekal ilmu yang ia pelajari selama hidupnya, karya Gus Mus sangatlah banyak. Karya-karya ini tidak hanya dari satu jenis, melainkan dari berbagai jenis. Katakanlah seperti esai, puisi, cerpen, bahkan Gubahan Humor merupakan jenis yang ia tekuni dan setiap jenis nya tidak menghasilkan satu atau dua karya, melainkan lebih dari tiga karya di setiap jenisnya. Tak heran beliau dijuluki dengan “Kiai yang Nyeni” karena banyaknya karya yang ia hasilkan.
Sejak muda, Gus Mus gemar menulis. Beliau sering berkompetisi dengan kakak nya yaitu KH. M. Cholil Bisri. Tulisan-tulisan beliau sudah banyak yang dimuat berbagai media massa termasuk Kompas. Selain itu, ia juga berbakat dalam mementaskan puisi hingga pada pentas puisi yang pertama nya pada tahun 1980-an telah menuai banyak pujian dan beliau segera dikukuhkan kehadirannya sebagai “bintang baru” dalam dunia kepenyairan Indonesia.
Karena dedikasinya dalam bidang sastra, Gus Mus banyak menerima undangan dari berbagai negara. Undangan seperti menghadiri perhelatan puisi di Baghdad. Kemudian ia juga menghadiri seminar di berbagai negara seperti Universitas Hamburg Jerman, Universitas Malaya (Malaysia), Belanda, Perancis, Jepang, Spanyol, Kuwait, dan Saudi Arabia.
Saat ini, beliau menjadi pengasuh di Pondok Pesantren Raudlotut Tholibin Leteh, Rembang, meneruskan dari pesantren yang didirikan oleh kakeknya. Selain itu, beliau juga bekerja sebagai penasihat di Majalah Cahaya Sufi dan AL-Mihrab Semarang. (*)

Youtuber e Wong Cepu, Mak Nyak Gajian 7 Juta Sebulan

BLORA.-

Jebolan sekolah dasar ini tak pernah membayangkan bahwa sifat ceriwis dengan gaya bicaranya yang selalu ceplas ceplos itu menjadi daya tarik tersendiri bagi nitizen, sehingga video yang diunggahnya di chanel youtube selalu ditonton ribuan viewer.
Mak Nyak mengaku sudah 15 bulan berselancar di YouTube dan sudah mengunggah ratusan video melalui chanel Mak Nyak Official – YouTube. Konten pertamanya dibuat saat Mak Nyak mendarat (membantu orang yang punya hajatan) sebagai tukang cuci piring dan masak. Dari situlah Mak Nyak pertama kali menyapa netizen, ”Hei gaes…”
Perempuan bernama asli Suji itu mengaku sudah 12 kali menerima gaji dari adsense YouTube. “Gaji awal dua juta, sekarang saya dapat 7 juta sebulan,” ujar Mak Nyak dengan mata berbinar, saat ditemui wartawan, Selasa (04/07/2022).


Sebelum menjadi YouTuber, Mak Nyak dikenal sebagai pedagang lontong pecel keliling yang biasa mangkal di Pasar Mulyorejo, Cepu. Nama Mak Nyak itu pun merupakan panggilan yang awalnya asal-asalan oleh para pedagang di pasar. “Waktu itu di televisi ada film Si Doel Anak Sekolahan, dan kata orang saya ini mirip dengan pemeran Mak Nyak di film itu,” ujar perempuan setengah baya yang tinggal di Dukuh Joho, Desa Mulyorejo, Cepu, Kabupaten Blora.
Menurut Mak Nyak, keberhasilannya menjadi seorang YouTuber kondang tak lepas dari peran dan bimbingan seorang sahabatnya yang bernama Lek Damis, yang juga merupakan YouTuber terkenal saat ini.
Walaupun sudah menjadi YouTuber terkenal, pekerjaan sebagai penjual lontong pecel masih ditekuni hingga sekarang. “Dengan modal dagangan 250 ribu, Mak Nyak mengaku setiap hari pulang bisa membawa uang 300 ribu,” ujar Mak Nyak yang mengaku tidak akan meninggalkan pekerjaannya sebagai penjual lontong itu. (*)

Al Hidayah Green Village, Tawarkan Rumah Idaman Dekat Bandara

BLORA.-

Rumah adalah salah satu kebutuhan setiap keluarga. Tempat tinggal yang luas, bagus dan nyaman adalah impian setiap orang yang ingin memiliki rumah ideal. Karenanya, walaupun harga rumah mengalami fluktuasi, tak mengurangi minat konsumen untuk mencari rumah idaman.
Bagi Anda yang tengah mencari rumah idaman untuk keluarga, Al Hidayah Green Village bisa menjadi salah satu pilihan. Al Hidayah Green Village, berlokasi di Dukuh Setrohadi, Desa Bumi Kentong Kecamatan Cepu. Akses masuk ke lokasi bisa ditempuh dari Jl. Raya Cepu-Randublatung, tepatnya di samping barat Balai Desa Mernung.
Seiring perkembangan perekonomian Kota Cepu setelah beroperasinya bandara, memiliki rumah di Al Hidayah Green Village adalah pilihan yang tepat untuk investasi karena lokasinya dekat dengan Bandara Ngloram.
Kelebihan lain tinggal di perumahan Al Hidayah Green Village karena letaknya berada di didatar-an cukup tinggi serta mempunyai view atau pemandangan alam yang bagus.
Al Hidayah Green Village menawarkan kavling serta bangunan rumah sekaligus. Luas kavling 96 meter (8×12) ditawarkan dengan harga mulai dari 70 juta rupiah. Adapun kalau anda mengambil paket rumah, pilihan Standar tipe 42 harga 250 juta rupiah. Sedangkan Villa Otentik tipe 45 harga mulai 300 juta rupiah. Selain itu ada juga ruko 2 lantai seharga 450 juta rupiah.


Mia Fajarwati, selaku owner dan developer mengatakan, bahwa Al Hidayah Green Village lebih menekankan pada konsep back to nature atau kembali ke alam dengan memaksimalkan serta memanfaatkan hasil bumi Blora dan Cepu. Tak heran, disain bangunan rumah Al Hidayah Green Village banyak menggunakan rangka kayu jati.
“Konsep rumah di Al Hidayah mempunyai ruang terbuka yang cukup luas, yang tidak dimiliki oleh developer lain. Dimana ruang terbuka ini bisa dimanfaatkan untuk tamah atau dijadikan ruang tambahan” jelas Mia, ketika ditemui wartawan, Rabu (14/07/2022).
Jebolan fakultas hukum di salah satu universitas di Surabaya itu terlihat sangat menguasai dan menikmati seputar dunia properti. Pengalaman kerja di perusahaan oil & gas menempanya sebagai pekerja keras dan ulet. Usianya yang masih mu-da, tidak menyurutkan semangatnya untuk terjun di usaha properti yang penuh tantangan serta persaingan.
Saat ini Al Hidayah Green village mengelola lahan seluas satu hektar dengan 52 kavling, beberapa kavling sudah terjual dan bahkan sudah ditempati. Menurut Mia, kedepan rencananya akan diperluas areanya.
“Konsepnya akan ada berbagai fasilitas yang mendukung untuk penghuni Al Hidayah Green Village serta lingkungan sekitar. Misalnya sekolah atau pesantren,” tandas wanita cantik itu dengan senyum optimisnya. (*)