Korandiva-JAKARTA.– Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan Hindayana resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN dan digantikan oleh Nanik S Deyang, sosok yang dikenal sebagai mantan wartawati sekaligus politikus.
Pergantian pimpinan lembaga yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6).
“Mengangkat Saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” ujar Prasetyo.
Tak hanya mengganti kepala badan, Presiden juga merombak posisi wakil kepala. Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. Keduanya menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya yang turut diberhentikan.
Pencopotan Dadan menandai berakhirnya masa kepemimpinannya yang dimulai sejak Agustus 2024. Saat itu, ia dilantik oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk membangun fondasi Badan Gizi Nasional sekaligus menyiapkan program unggulan Prabowo-Gibran, yakni Makan Bergizi Gratis.
Namun setelah hampir dua tahun berjalan, pemerintah tampaknya memilih melakukan penyegaran total di jajaran pimpinan lembaga tersebut. Langkah ini memunculkan spekulasi bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG tidak berjalan mulus dan membutuhkan kepemimpinan baru yang dianggap lebih mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan.
Nama Nanik S Deyang menjadi pilihan Presiden untuk memimpin BGN. Perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1968 itu bukan berasal dari kalangan akademisi gizi maupun birokrasi kesehatan. Ia mengawali karier sebagai wartawati di Tabloid Bangkit sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan.
Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik menjabat Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sejak September 2025. Ia juga pernah menduduki posisi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Penunjukan Nanik menjadi menarik perhatian publik karena menempatkan figur berlatar belakang media dan politik di pucuk pimpinan lembaga yang bertanggung jawab mengawal salah satu program prioritas nasional dengan anggaran jumbo.
Kini, tantangan berat menanti pimpinan baru BGN. Selain memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran, Nanik juga dituntut memperbaiki tata kelola, meningkatkan pengawasan kualitas makanan, serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap program yang selama ini kerap menjadi sorotan.
Perombakan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo menginginkan percepatan perbaikan di tubuh BGN. Dengan pergantian nahkoda, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis tidak hanya besar dalam anggaran, tetapi juga kuat dalam pelaksanaan dan pengawasan. (*)


