Korandiva-BLORA.— Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di jalur sepi Blora–Cepu. Seorang pemuda, Muhammad Ridwan (21), warga Desa Gadu, Kecamatan Sambong, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekitar 10 orang tak dikenal, Minggu (3/5/2026) dini hari.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, tepatnya di timur Perumahan Cepu Asri, depan warung ikan asap. Saat itu korban melintas sendirian, sebelum tiba-tiba dihadang dan diserang tanpa ampun.
“Korban dihentikan, lalu dipukul, ditendang, bahkan diseret. Salah satu pelaku menodongkan clurit,” ujar Kasi Humas Polres Blora, AKP Midiyono, Rabu (6/5/2026).
Aksi brutal itu baru terhenti setelah sebuah truk melintas. Para pelaku langsung kabur ke arah timur, meninggalkan korban dalam kondisi terluka.
Ridwan mengalami luka lebam di mata, benjol di kepala, hidung berdarah, serta luka lecet di sejumlah bagian tubuh. Tak hanya itu, pelaku juga menggondol barang berharga milik korban, termasuk ponsel, helm, kunci motor, hingga pakaian yang dikenakan.

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan jalanan di wilayah Cepu yang kerap terjadi di titik-titik minim penerangan dan pengawasan. Ironisnya, laporan baru diterima polisi dua hari setelah kejadian.
Polsek Cepu yang menangani kasus ini mengaku masih memburu para pelaku. Sejumlah saksi telah diperiksa, sementara barang bukti awal telah diamankan.
“Pelaku masih dalam penyelidikan. Kami minta masyarakat tidak main hakim sendiri dan segera melapor jika memiliki informasi,” tegas Midiyono.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi aparat dan pemerintah daerah. Minimnya patroli dan lemahnya pengawasan di jalur rawan kembali dipertanyakan, sementara warga dipaksa menghadapi ancaman kriminalitas yang kian berani dan brutal. (*)


