Beranda blog Halaman 84

Peluncuran Buku Antologi Puisi dan Musikalisasi Puisi Berbasis AI Akan Digelar di Blora

0

Korandiva–BLORA.- Forum Kreator Era AI (FKEAI) Jawa Tengah, bekerja sama dengan Satupena Kabupaten Blora dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora, tengah mempersiapkan kegiatan peluncuran buku antologi puisi bertajuk Semangat Sumpah Pemuda: Dari Kata ke Nada, yang akan diadakan pada tanggal 30 Oktober 2024.

Acara ini akan berlangsung di Aula Lantai 2 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora dan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam mengapresiasi dan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam karya seni.

Selain peluncuran antologi puisi, kegiatan ini akan mempersembahkan musikalisasi puisi yang melibatkan AI dalam proses penciptaannya serta pameran lukisan yang dibuat dengan bantuan teknologi AI. Dengan memadukan seni dan teknologi, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menurut Sekretaris FKEAI Jawa Tengah, Gunawan Trihantoro, kegiatan ini juga akan memamerkan karya kreatif dari siswa-siswa Kreator Cerdas AI SMK Muhammadiyah 2 Cepu. Karya mereka mencakup album perdana berjudul Pemuda untuk Indonesia yang terdiri dari 20 lagu yang diaransemen menggunakan teknologi AI, 20 lukisan hasil eksplorasi AI, serta buku berjudul Peran Pelajar di Era Artificial Intelligence, yang juga disusun dengan bantuan AI.

“Karya-karya ini menunjukkan betapa besarnya potensi AI sebagai mitra dalam proses kreatif anak-anak muda,” ujar Gunawan.

Lebih lanjut, sekitar 50 pelajar SMA/SMK di Kabupaten Blora akan diundang sebagai peserta dalam acara ini. Melalui paparan dan diskusi, para peserta akan diajak mengenal peran AI dalam berbagai bidang, termasuk di dunia seni kreatif.

Arif Chusaini, S.E., Pustakawan Ahli Muda di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peluncuran buku, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk mendorong generasi muda agar lebih adaptif dengan teknologi.

“Dengan AI, anak-anak muda bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang lebih inovatif, bahkan memperkaya seni dengan cara yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” kata Arif.

Sementara itu, Ketua Satupena Kabupaten Blora, Sudiran, yang didampingi Wakil Ketua Satupena, Sugiyono, menyatakan kebanggaannya akan kehadiran para penulis antologi puisi yang akan turut menyemarakkan acara.

Djati Sucipto dari Koran Diva juga menambahkan, “Kami berharap acara ini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk memahami dan mengeksplorasi teknologi AI dengan cara yang kreatif dan relevan.”

Dengan terselenggaranya acara ini, Kabupaten Blora berpeluang menjadi contoh dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam seni sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman. Pameran lukisan dan musikalisasi puisi berbasis AI ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa seni dan teknologi dapat saling melengkapi, menghasilkan karya-karya inovatif yang lebih bermakna bagi generasi muda. (*)

Pengisian Perangkat Desa di Kecamatan Tambakromo Memasuki Tahapan Uji Publik

0

Korandiva-PATI.- Bertempat di Balai Desa Karangmulyo Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, panitia pengisian perangkat Desa Karangmulyo melaksanakan tahapan penelitian berkas, biodata dan klarifikasi uji publik, Selasa (15/10/2024).

Dalam pelaksanaan pengisian perangkat desa kali ini diikuti oleh 6 bakal calon perangkat desa dari dua formasi yang dibuka yaitu kepala dusun (Kadus) yang diikuti oleh 3 pelamar, dan Kaur Perencanaan yang diikuti oleh 3 orang pelamar.

Dalam pelaksanaan uji publik, semua pendaftar dinyatakan lengkap berkas dan persyaratan pelamar, sehingga bakal calon kemudian ditetapkan menjadi calon perangkat desa dan berhak untuk mengikuti proses dan tahapan selanjutnya.

Dalam sambutannya, Kades Karangmulyo Hj. Sri Harti mengucapkan banyak terimakasih kasih kepada semua pihak yang ikut hadir dalam acara uji publik.
“Semoga semua semuanya dapat berjalan lancar tanpa ada suatu halangan apapun, kami juga mohon maaf apabila dalam penyambutan, penyajian dalam pelaksanaan terdapat kekurangan,” ujarnya.

Sementara itu Camat Tambakromo, Mirza Nur Hidayat berharap agar panitia pengisian perangkat desa taat regulasi, yaitu Undang-Undang Desa dan Perbup 35. “Karena baru kali ini Perbup 35 dilaksanakan, semoga dalam pelaksanaan dapat berjalan tertib dan tidak ada kesalahan atau mall administrasi,” ungkapnya.

Mirza juga berterima kasih atas peran serta masyarakat dalam turut mengawasi pelaksanaan pengisian perangkat desa tahun ini. Namun dia minta jangan hanya kesalahan yang dicari, melainkan bagaimana solusi atau jalan keluar yang benar itu seperti apa?
“Agar pengisian perangkat desa di Kecamatan Tambakromo khususnya dapat berjalan dengan baik sampai dengan dilantiknya perangkat desa terpilih,” pungkasnya. (*)

Bawaslu Bentuk Pokja Netralitas ASN, TNI, dan Polri

0

Korandiva-BLORA.- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Blora membentuk kelompok kerja (Pokja) netralitas ASN,TNI, Polri guna mengoptimalkan pengawasan netralitas selama tahapan kampanye pemilihan serentak 2024.

Ketua Bawaslu Blora Andyka Fuad Ibrahim menuturkan, kelompok kerja ini akan berfokus tidak hanya pada penegakan hukum,tetapi juga bagaimana langkah preventif atau pencegahan terhadap pelanggaran netralitas baik ASN, TNI, maupun Polri.

“Kelompok kerja ini di maksudkan untuk membangun sinergitas dan efektifitas dalam pengawasan netralitas. Kita tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, namun juga bagaimana langkah-langkah pencegahan terhadap pelanggaran netralitas tersebut.” Tuturnya.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, ada potensi gangguan kamtibmas ketika seseorang baik itu ASN, TNI, Polri bersikap tidak netral dalam pemilihan. Ia mengusulkan di masing-masing instansi untuk membuat banner ataupun baliho sebagai peringatan bagi jajaran di instansi sebagai pengingat, sehingga dapat meminimalisir pelanggaran netralitas.

“Ketidaknetralan ASN akan berdampak pada kamtibmas dan saling tuntut antar pendukung pasangan calon. Kami mewaspadai apabila simpatisan pasangan calon bertindak tidak sesuai hukum yang berlaku seperti melakukan kerusuhan di rumah Oknum yang tidak netral tersebut. Usul kami, masing-masing instansi untuk membuat semacam peringatan dalam bentuk banner atau baliho yang dipasang di halaman kantor sehingga diharapkan dapat meminimalisir pelanggaran netralitas di lingkungan instansi tersebut.” Jelasnya

Hal senada juga diucapkan Kepala staf Kodim 0721 Blora, Mayor Inf. Bani. Ia mengusulkan untuk membuat posko aduan terkait netralitas disetiap instansi. Hal tersebut menunjukkan keseriusan dan komitmen kita dalam menjaga netralitas.

“Berbagai langkah telah kami tempuh untuk menjaga netralitas anggota kami seperti instruksi Panglima TNI. Selain itu, kita juga membuat posko aduan di kantor Kodim 0721. Mungkin hal tersebut bisa diikuti oleh seluruh instansi di Kabupaten Blora.” Pungkasnya.

Sementara itu, sekretaris Inspektorat Kabupaten Blora, M. Sanaji, S.E., M.M menyampaikan, ketika dilakukan evaluasi terkait survei kepuasan masyarakat, Sekda selalu menyampaikan bahwa netralitas harus dijunjung tinggi.

“Tentu itu menjadi perhatian kami ketika rekan kami dari ASN telah mendapatkan sanksi terkait netralitas. Sekda Blora selalu mengatakan jika netralitas harus dijunjung tinggi, hal tersebut juga telah disampaikan kepada masing-masing instansi. Namun apabila tetap di langar, maka tanggung jawab kembali ke pribadi ASN masing-masing.

Subkoordinator pembinaan pegawai dan peraturan perundang-undangan BKD Blora, Era aromatica kusumadewi S.H., M.M mengungkapkan pihaknya telah melakukan berbagai langkah pencegahan dengan sosialisasi baik langsung maupun daring. Badan Kepegawaian Daerah, menurutnya akan melakukan proses penanganan sanksi secara professional.

“Kami BKD selalu menyampaikan untuk jangan sampai mencoreng muka sendiri, karena yang sekarang BKD yang menentukan berat ringan sanksi tentu kami akan melakukan proses penanganan sanksi secara professional,” pungkasnya. (*)

Diduga Ilegal, Gudang BBM Solar di Cepu Terbakar

0

Korandiva-BLORA.- Warga Sorogo Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu Kabupaten Blora dibuat kaget terjadinya kebakaran pada Rabu malam (9/10/2024). Peristiwa kebakaran itu terjadi sekira pukul 19.00 WIB. Lokasi kebakaran diduga sebagai tempat penimbunan BBM ilegal jenis solar.

“Yang terbakar tempat usaha untuk jualan BBM Solar, milik Pak Hendri,” ujar Kabid Damkar Satpol PP Blora, Hariyanto Purnomo ketika ditemui, Kamis (10/10/2024).

Hariyanto menjelaskan, kebakaran berawal ketika Hendri sedang memindahkan solar menggunakan mesin pompa.

“Diduga ada percikan api dari pompa yang terlalu panas sehingga menyebabkan kebakaran, dan merembet ke rumah sekitar,” jelasnya.

Akibat kebakaran itu, ada beberapa yang terdampak diantaranya tempat usaha BBM Solar milik Hendri, lalu merembet ke warung kopi milik Wito, dan bengkel las milik Sholikin. “Api mulai membesar pukul 19.00 WIB dan bisa dipadamkan pada pukul 20.15 WIB,” terangnya.

Untuk memadamkan kebakaran tersebut, diperlukan tim gabungan yang terjun langsung, mulai dari Damkar Pol PP Cepu, Damkar Migas, Pertamina, dan dibantu relawan, serta warga sekitar.

Berdasarkan keterangan warga, lokasi penimbunan solar tersebut sudah beroperasi lebih dari 1 tahun. Salah seorang warga mengatakan, seketika api membesar menimbulkan kebulan asap hitam yang beberapa kali terlihat semburan api juga disertai dentuman keras drum berisi BBM terbakar. (*)

PWRI Blora: Jadikan Pesta Demokrasi sebagai Wahana Memilih Pemimpin yang Amanah dan Berkah

0

Korandiva-BLORA.- Persatuan Werdatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora menyelenggarakan pertemuan rutin bulanan pengurus, Kamis 10 Oktober 2024 di ruang pertemuan PWRI setempat.

Pertemuan berlangsung dinamis penuh dengan suasana keakraban dan suka cita.

Hal itu karena tema yang dibahas dalam pertemuan ini adalah upaya para werdatama atau para purna tugas menghadapi realita hidup dan ikhtiar untuk mengamalkan program Lansia SMART yang diperoleh dari hasil pelatihan di Dinas Kesehatan Kabupaten Blora.

Menurut H.Soedadyo Sekretaris PWRI sesuai informasi yang didapat dari hasil pelatihan program Lansia SMART saat ini di Kabupaten Blora Usia Harapan Hidup (UHH) sudah mencapai 74 tahun.

“Sejalan dengan peningkatan UHH, maka bertambah pula populasi lanjut usia.
Hal ini mengakibatkan peningkatan angka kesakitan akibat penyakit degeneratif,” tuturnya.

Oleh karena itu pertambahan jumlah lansia (lanjut usia) harus seirama dengan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Lansia.

Upaya untuk meningkatkan kualitas Lansia maka di Kabupaten Blora dilaksanakan Program Lansia SMART.
“Maknanya Sehat, Mandiri, Aktif, Relegius, dan Tidak pikun,” terangnya.

Dijelaskannya salah satu upaya untuk meningkatkan pola hidup sehat pada lansia adalah melakukan aktivitas fisik secara teratur dan menerapkan makan dengan gizi seimbang.

Sementara untuk mewujudkan lansia yang mandiri dapat membiasakan diri untuk melakukan berbagai kegiatan sehari hari tidak bergantung pada bantuan orang lain.

Sedang untuk mengisi waktu luang bisa dimanfaat untuk menyalurkan hobi berkebun , berternak , bermusik, membaca, menulis dan berbagai kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat untuk orang lain.

Kemudian untuk memantabkan diri dalam menyiapkan bekal ke akherat tingkatkan amal dan ibadah kita. Baik ibadah bersifat religius maupun bersifat sosial seperti solat wajib lima waktu berjamaah tepat waktu dan kegiatan bersedekah dan berbagi kepada kaum yang belum beruntung. Dan untuk mencegah agar kita tidak mudah pikun sebagai orang beriman budayakan secara intensif untuk bersilaturahmi dan rajin membaca kitab suci Al Qur’an.

Bukit Effendi yang sering disebut ustad pujangga karena setiap memberi tausiah selalu berpatun berpendapat bahwa SMART itu kepanjangan dari: Sungguh,Manis, Aku, Rindu dan Terpikat. Mendengar ungkapan itu semua peserta yang hadir bisa tertawa lepas.

Untuk meyakinkan ungkapan itu Bukit menjelaskan bahwa Lansia SMART yang dijelaskan oleh Sekretaris PWRI memang ia rindu dan tertarik untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menambah pertemuan makin gayeng dan semarak oleh H.Winarno mantan kepala Inspektorat Kabupaten Blora menambakan bahwa Lansia tidak hanya SMART tapi juga harus BAHAGIA yang merupakan akronim sebagai berikut:
(B): Berat badan berlebihan dihindari.
(A): Atur makan dengan gizi seimbang.
(H): Hindari faktor resiko Penyakit Tidak Menular(PTM),tekanan darah tinggi,penyakit kencing manis,dan penyakit jantung koroner.
(A): Agar terus berguna lakukan kegiatan/hoby yang bermanfaat sesuai kemampuan.
(G): Gerak Badan teratur wajib terus dilakukan.
(I): Iman dan taqwa ditingkatkan dan kelola stres.
(A): Awasi dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur.

Ketua PWRI Kabupaten Blora Bambang Sulistya menyarankan kepada para purna tugas dalam memasuki tahun politik yang besuk pada tanggal 27 November 2024 akan digelar pemilihan pasangan Calon Bupati dan calon wakil Bupati serta pemilihan pasangan Calon Gubernur dan Calon wakil Gubernur hendaknya semua bisa berperan sebagai panutan dalam pengendalian diri dan menjadi perekat persatuan dan kesatuan umat serta menumbuhkan semangat guyub rukun paseduluran saklawase.

“Hindari sikap sikap egois dan fanatik buta yang memicu permusuhan yang dapat menimbulkan perpecahan,keresahan dan ketakutan umat,” tegasnya.

Bambang Sulistya mengajak untuk menjadikan pesta demokrasi sebagai wahana untuk memilih pemimpin yang amanah dan berkah yang mampu menciptakan perubahan dalam meningkatkan kebahagian dan kesejahteraan umat di Bumi Blora Mustika. (*).

Visi Misi Pasangan Calon ASRI, Akan Lanjutkan Pembangunan di Blora yang Belum Terselesaikan

0

Korandiva-BLORA.- Bertempat di Rest Area Kebon Anggur di Jalan Randublatung-Cepu, tepatnya di Desa Kediren Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Ketua Tim pemenangan pasangan calon (Paslon) Arief Rohman dan Sri Setyorini (ASRI), Iwan Krismiyanto menggelar rapat koordinasi membentuk koordinator desa (Kordes) untuk wilayah Kecamatan Randublatung, Kamis (10/10/2024).

Rapat koordinasi (Rakor) dihadiri calon bupati petahana Dr Arief Rohman, Ketua DPRD periode 2009/2014 Maulana Kusnanto, dan Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan H. Aripin.

Dalam rakor Arief Rohman menyampaikan visi/misinya, jika nantinya terpilih kembali akan malanjutkan pembangunan di Blora yang belum terselesaikan.

“Saya mohon ma’af yang setinggi tingginya selama saya menjabat Bupati hanya tiga setengah tahun yang pasti banyak kekurangan, tapi juga Alhamdulillah pembangunan di Blora sudah 70% sesuai janji kampanye saya, sudah terealisasi terutama pembangunan jalan,” ucap Arif.

Selanjutnya, Arief Rohman menyampaikan apa yang menjadi hajat dan tujuan hadir dalam Rakor. “Saya mohon dukungan dan doanya kepada semua masyarakat Randublatung agar bisa meneruskan pembangunan di Blora bisa berkelanjutan,” pesan Arif.

Pada Pilkada serentak yang akan digelar tanggal 27 November 2024 nanti, pasangan ASRI mendapatkan nomor urut 1.

Sementara itu mantan Ketua DPRD Blora Kusnanto yang akrab disapa Pak Kus itu menceritakan pada waktu dia nyalon bupati beberapa waktu lalu.

“Memang mau nyalon Bupati itu tidak mudah, banyak yang harus dipersiapkan minimal ada empat yang disediakan. Pertama dan utama sehat jasmani dan rohani, modal harus tebal, pintar dan cerdas. Tanpa itu semua terpenuhi ya jemburik tro,” tutur Pak Kus sambil meneriakkan pekik ASRI tiga kali, dan dijawab menang tiga kali oleh semua peserta rapat. (*).

Beredar Isu Jual Beli Kursi, LSM: Pengisian Perangkat Desa Kabupaten Pati Perlu Diawasi

0

Korandiva-PATI.- Pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati yang dilaksanakan serentak mendapat perhatian serius dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) diantaranya Barisan Lembaga Nusantara (BLN) dan Forum Capraga Kabupaten Pati.

Sebanyak 125 desa di 17 kecamatan di kabupaten Pati akan melakukan pengisian perangkat desa pada tahun ini. Hal ini membuat beberapa aktivis dan Capraga Kabupaten Pati merasa heran karena waktunya hampir bersamaan dengan pelaksanaan Pilada serentak 2024.

“Kenapa bukan setelahnya atau setidaknya tahun depan saja sesudah ada Bupati terpilih. Supaya perhatian masyarakat bisa fokus dan tidak terpecah yang berpotensi menimbulkan kerawanan lain dalam momentum Pilkada serentak,” ujar Dion, warga Sukoharjo yang mengaku pernah jadi korban sistem CAT pada pengisian perangkat desa Tahun 2022 silam.

Menurut Dion pelaksanaan pengisian perangkat desa kali ini, sekalipun menggunakan Peraturan Bupati (Perbup) baru namun masih format lama. “Kalau Tahun 2022 menggunakan Perbup 55, untuk pelaksanaan tahun ini menggunakan Perbup 35, Mas,” ungkapnya.

Sementara itu Sutamto selaku koordinator dari Barisan Lembaga Nusantara (BLN) mengaku sudah mengirimkan surat kepada seluruh camat di Kabupaten Pati, kepala Dispermades,Kabag Hukum, Kabag Tapem, Sekda, Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Pati.
Hal tersebut dilakukan guna menghindari praktek jual-beli jabatan dan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN) dalam pelaksanaan pengisian perangkat desa tahun ini.

Pihaknya menilai hal tersebut perlu dilakukan guna menjamin terpilihnya perangkat desa yang bersih dan berintegritas. Karena beredar isu di masyarakat bahwa untuk menjadi perangkat desa, Sekdes / Carik dibuka dengan bandrol 1 M, bahkan lebih.
Sementara untuk formasi Kadus 500 – 800 juta, kasi atau kaur lainnya 300 – 500 juta, bergantung dari luasan bengkok dan usia calon perangkat desa. “Hal inilah yang membuat kami geram,” tegas Sutamto kepada awak media.

Sementara itu Sujarwanto Dwiatmoko (Pj Bupati Pati) menekankan pentingnya melengkapi perangkat desa untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan desa yang semakin kompleks. (*)

Empat Desa di Kabupaten Blora Adakan Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Desa Inklusif dan Akuntabilitas Sosial

0

Korandiva-BLORA.- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) RI melalui Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan pada Tahun 2024 menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Pengembangan Desa Inklusif dan Akuntabilitas Sosial di 192 desa, 48 kabupaten, dan 15 provinsi se Indonesia sebagai perwujudan pengembangan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD).

Dari 48 kabupaten se-Indonesia yang ditunjuk sebagai lokus.

Kabupaten Blora merupakan salah satu dari 5 kabupaten se-Jawa Tengah. Sedangkan desa yang menjadi lokus di Kabupaten Blora ada 4 Desa yaitu Desa Ngampel (Kecamatan Blora), Desa Bangsri (Jepon), Desa Plosorejo (Banjarejo), dan Desa Mojorembun (Kradenan).

Sekretaris Dinas PMD Blora, Heksa Wismaningsih, SSTP, MM mengatakan, bahwa kegiatan desa inklusi merupakan forum tindaklanjut dari tahapan perencanaan sebelumnya, dengan menyesuaikan kebutuhan pemberdayaan masyarakat rentan dan marginal sesuai potensi lokal desa setempat.

“Kegiatan desa inklusi ini diikuti oleh masyarakat kaum rentan dan marginal di desa masing-masing yang terdiri dari masyarakat difabel, lansia, perwakilan anak, ibu hamil, janda dan beberapa kader inklusi yang dibentuk kades masing-masing,” katanya.

Untuk jenis kegiatan desa inklusi Heksa memberikan contoh pada tanggal 3-4 Juli 2024 di Desa Ngampel melaksanakan pelatihan anyaman bambu, sementara Desa Bangsri pelatihan produksi UMKM berupa pembuatan emping jagung.
Pada tanggal 5-6 Juli 2024 dilaksanakan di Desa Plosorejo diadakan pelatihan anyaman bambu, dan di Desa Mojorembun pelatihan pengelolaan Bank Sampah.

Menurut Heksa, kegiatan pendampingan desa inklusif dan akuntabikitas sosial adalah program kegiatan berupa Bimtek yang ditujukan khusus kepada kaum rentan dan marginal agar turut berperan serta dalam pembangunan desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembangunan.

Peran mereka akan terlihat dalam proses pembangunan desa mulai dari musrenbangdes, penggunaan anggaran desa utk pemberdayaan kaum rentan dan marginal, dan lain-lain.

“Harapannya, untuk kaum rentan marginal di desa agar tidak ditinggalkan tetapi diberi peran dan untuk diperhatikan lebih, melalui program-program pemberdayaan pembangunan sehingga penggunaan APBDes lebih tepat sasaran,” paparnya.

Bimtek dilaksanakan dengan pendampingan narasumber dari Kemendes PDTT RI (Ayu dan Yusuf), Fasilitator dari Dinas PMD Kabupaten Blora (Heksa dan Difa), TAPM (Nur Paizin, Muhid), Pendamping Desa (Rozaq, Nurul, Yusuf, Widodo).

Setelah Bimtek, dibentuk kader pengembangan desa inklusif dan akunsos di masing-masing desa lokus untuk memandu praktek nilai-nilai inklusif serta pengembangan sistem akuntabilitas sosial di desa.

Desa tambah Heksa, merupakan kesatuan antara pemerintahan desa dengan masyarakatnya, maka dalam tata kelolanya mengharuskan keterlibatan semuanya.

“Karenanya harus ada langkah kongkrit berupa aksi afirmasi terhadap kelompok yang selama ini terpinggirkan, kaum marginal dan rentan agar terlibat dalam perencanaan, proses dan evaluasi pengawasan pembangunan di desa,” pungkasnya. (*)

Slamet Dwi Cahyono: Kekurangan Buku, Bisa Ajukan ke Dinas Pendidikan

Korandiva-BLORA.- Satu semester lebih program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) dijalankan pada sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Blora, dan kebanyakan sekolah memiliki persoalan dalam hal literasi.

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Blora, Slamet Dwi Cahyono mengatakan, bahwa penyediaan fasilitas perpustakaan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah.

Menurutnya, dinas pendidikan dan dinas perpustakaan punya tanggung jawab juga untuk mencukupi kebutuhan perpustakaan, utamanya mencukupi buku referensi. Jika sekolah di pinggiran belum tercukupi sebenarnya sekolah bisa menambah lewat BOSP.

“Namun keterbatasan anggaran apalagi jumlah siswa sekolah juga sedikit sudah barang tentu ada kendala bila dibandingkan dengan sekolah yang jumlahnya siswa lebih banyak,” ujarnya, Kamis (3/10/2024).

Bagi perpustakaan sekolah yang kekurangan buku-buku tertentu, menurut Slamet bisa minta bantuan melalui dinas pendidikan atau dinas perpustakaan untuk diteruskan ke pemerintah pusat lewat DAK Non fisik. Caranya, sekolah mengajukan usulan lewat desa/kelurahan dengan Musrenbang, ditindaklanjuti di kecamatan, selanjutnya akan dimasukkan SIPD Kemendagri. “Karena kalo tidak lewat seperti itu tidak bisa terkabulkan,” tandasnya. (*)

Pelaksanaan Program Sekolah Sisan Ngaji di SDN 2 Purworejo-Blora, Guru PAI Masih Berstatus GTT

0

Korandiva-BLORA.- Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) yang diterapkan di SDN 2 Purworejo, Blora telah berjalan, namun belum mencapai hasil yang maksimal. Kepala Sekolah SDN 2 Purworejo, Yayuk, S.Pd., menyampaikan bahwa meskipun program tersebut telah diterapkan, masih ada beberapa kendala yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaannya.

Yayuk menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menyediakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk memandu program ini. Namun, guru tersebut masih berstatus sebagai Guru Tidak Tetap (GTT), sehingga berpotensi mempengaruhi stabilitas dan konsistensi program. “Guru PAI sudah ada, tapi statusnya masih GTT, sehingga kami masih memerlukan penyesuaian lebih lanjut agar program bisa berjalan lebih optimal,” ungkap Yayuk.

Salah satu tantangan utama dalam menjalankan SSN di SDN 2 Purworejo adalah keterbatasan literatur yang tersedia. Yayuk menyebut bahwa sekolah masih terkendala dalam menyediakan bahan ajar yang memadai untuk mendukung pembelajaran agama, terutama terkait dengan materi bacaan yang harus dikuasai siswa. “Literatur masih menjadi kendala bagi kami, padahal ini sangat penting untuk menunjang pembelajaran yang lebih efektif,” ujarnya.

Meski demikian, Yayuk tetap optimis bahwa program SSN memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan di kalangan siswa. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk memperkuat karakter dan akhlak mulia sejak dini. Dalam jangka panjang, pihak sekolah berharap bisa mendapatkan dukungan lebih, baik dari pemerintah maupun masyarakat, guna memperbaiki fasilitas dan literatur yang diperlukan.

Yayuk menegaskan bahwa program SSN merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menghadirkan pendidikan karakter yang seimbang antara aspek akademis dan religius. “Kami ingin para siswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki pondasi moral yang kuat melalui pengamalan nilai-nilai agama,” tambahnya.

Melalui peningkatan pada sisi literatur dan penambahan tenaga pendidik yang memadai, diharapkan SSN di SDN 2 Purworejo ke depannya dapat berjalan lebih baik dan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa. Sekolah juga berharap agar program ini terus berkelanjutan dan mendapatkan perhatian lebih dari berbagai pihak. (*)