Beranda blog Halaman 62

Tragis, Seorang Wanita di Sambiroto Ditemukan Gantung Diri

0

Korandiva – PATI.– Duka menyelimuti warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, setelah seorang wanita muda ditemukan tewas akibat gantung diri di kediamannya. Korban, yang diketahui bernama Santi binti Hartinah (27), pertama kali ditemukan oleh suaminya, Saiful Huda (31), pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Saiful, yang merupakan warga Tayu Kulon, mendapati istrinya dalam kondisi mengenaskan saat ia pulang ke rumah. Kepanikan segera menyelimuti suasana, dan kabar tragis ini dengan cepat menyebar ke tetangga sekitar.

Dugaan sementara mengarah pada tekanan ekonomi dan permasalahan rumah tangga sebagai pemicu tindakan nekat tersebut. Sejumlah warga sekitar mengungkapkan bahwa pasangan ini belakangan menghadapi kesulitan finansial yang cukup berat, ditambah dengan konflik internal yang kerap terjadi.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat. Warga berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang tengah menghadapi tekanan hidup.

Pihak berwenang telah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan tidak ada unsur lain yang melatarbelakangi peristiwa ini. Sementara itu, tokoh masyarakat setempat mengimbau agar kejadian ini menjadi refleksi bagi lingkungan sekitar untuk lebih peka terhadap kondisi sosial dan mental orang-orang di sekitarnya. (*)

Kades Dengkek Picu Amarah Warga Saat Bahas Tiang Jaringan XL

0

Korandiva – PATI.– Suasana panas menyelimuti pertemuan antara perwakilan warga Desa Dengkek dengan Kepala Desa Mohamad Kamjawi di Kantor Desa Dengkek, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Kamis (27/2/2025).
Lima orang perwakilan masyarakat, didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas, datang untuk meminta kejelasan terkait Memorandum of Understanding (MoU) pendirian tiang jaringan XL di desa mereka.

Mohamad Kamjawi mengklaim bahwa pemasangan tiang-tiang tersebut telah mendapatkan persetujuan dari ketua RT dan RW setempat. Namun, bukannya fokus pada inti permasalahan, Kades justru mengalihkan pembicaraan ke pengadaan mobil ambulans pada pemerintahan desa sebelumnya, yang ternyata malah menyulut kemarahan warga.

“Baru masalah begini sudah kisruh. Waktu mobil ambulans tidak dibelikan, kenapa kalian diam saja? Ambulans seharga Rp190 juta, kok pada diam? Jangan iri, jangan benci sama saya. Kalau memang tidak benci, kenapa kepala desa sebelumnya tidak didemo juga?” ujar Kamjawi dengan nada yang memancing emosi warga.

Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari salah satu warga, Sk, yang spontan berdiri dan membalas dengan suara lantang.
“Ini bukan soal benci atau tidak, Pak! Tapi kalau dianggap benci, ya terserah. Masalahnya, bagaimana orang yang sudah meninggal bisa diproses kalau ambulans tidak ada? Itu yang jadi pertanyaan!” tegas Sk.

Situasi memanas, namun ketegangan berhasil diredam oleh Babinsa Joko Budi Prasetyo dan Bhabinkamtibmas Kartono, yang segera menenangkan kedua belah pihak. Setelah suasana lebih kondusif, diskusi kembali dilanjutkan hingga akhirnya mencapai titik kesepahaman.
Masyarakat berharap Kepala Desa Dengkek bersikap lebih transparan dan akuntabel dalam menjalankan kebijakan, termasuk terkait pendirian tiang jaringan XL. Mereka juga menuntut agar MoU yang dimaksud segera diserahkan sebagai bentuk keterbukaan informasi. (*)

Munas VI Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia, Siswanto Terpilih Menjadi Ketua Umum ADKASI

0

Korandiva – JAKARTA. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Blora yang juga Pimpinan DPRD Kabupaten Blora, Siswanto, S. Pd, MH, terpilih menjadi Ketua Umum ADKASI (Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia) pada Musyawarah Nasional ADKASI Tanggal 26 Pebruari 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Sebanyak 750 perwakilan DPRD kabupaten se-Indonesia dari 415 kabupaten hadir dalam Munas VI ADKASI yang mengusung tema besar Penguatan Fungsi DPRD Menuju Indonesia Emas 2045, sementara tema kecil adalah “Menjaga Marwah DPRD Menuju Indonesia Emas 2045”.

Siswanto bersukur Munas VI ADKASI kali ini melahirkan kepemimpinan yang dapat menjadi gerbong komunikasi bagi anggotanya, sehingga penguatan marwah DPRD sebagaimana tertulis di tema besar dan tema kecil dapat terejawantahkan bagi kita semua.

“Saya kira di era yang serba penuh tantangan ini, tentu dibutuhkan komunikasi yang kolaboratif. Karenanya, kita berharap pada Munas VI ADKASI ini melahirkan pemimpin yang mampu mengakomodir kepentingan lembaga terhormat se-Indonesia” ujar Siswanto.

Olehnya, Ia cukup bangga dapat mewakili Kabupaten Blora dalam kegiatan Munas VI ADKASI kali ini, sebab menjadi sarana membangun jejaring komunikasi sesama DPRD se-Indonesia.

“Sebab jejaring ini dapat menjadi media berbagi informasi dan solusi yang dihadapi setiap daerah se-Indonesia, dan ada komitmen bersama menjaga marwah DPRD” pungkas Siswanto. (*)

Kades Sambongrejo, Matkhohir: 20 Juta Per Tahun untuk Pendidikan

0

Korandiva – BLORA.- Kepala Desa Sambongrejo, Kecamatan Ngawen, Matkhohir, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan desa di berbagai sektor, mulai dari dunia pendidikan hingga kesejahteraan masyarakat. Ia telah menjabat sebagai kepala desa sejak tahun 2012. Di bawah kepemimpinannya, Sambongrejo mengalami berbagai perkembangan signifikan yang memberikan dampak positif bagi warga.

Salah satu fokus utama Matkhohir pada desa yang terdiri dari 2 RW dan 12 RT ini adalah meningkatkan kualitas pendidikan di desa. Ia berupaya memperbaiki infrastruktur sekolah, meningkatkan fasilitas pendidikan, serta mendukung semua kegiatan. “Pendidikan adalah kunci utama kemajuan desa. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Sambongrejo memiliki akses pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar pria 39 tahun ini.

Selain itu, dana desa setiap tahun juga digunakan untuk kemajuan MI dan TK yang ada di Sambongrejo, membantu honor guru TK dan madrasah diniyah, serta membangun gedung TK senilai 130 juta rupiah. Setiap tahun, pemerintah desa mengalokasikan dana sebesar 20 juta rupiah untuk membantu lembaga pendidikan di desa. Selain pendidikan, kesejahteraan masyarakat juga menjadi prioritas utama. Matkhohir menggencarkan berbagai program ekonomi, seperti pelatihan keterampilan bagi pemuda dan ibu rumah tangga, serta pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup warga dengan membuka peluang usaha baru yang dapat menopang perekonomian desa.
Berkat kerja kerasnya, kini desa Sambongrejo memiliki akses yang lebih baik ke berbagai layanan dasar yang dibutuhkan warga melalui langkah inovatif dan kepeduliannya terhadap masyarakat. (*)

TK Pertiwi Sambongrejo, Ingin Miliki Dapur untuk Program Cooking Class

0

Korandiva – BLORA.- TK Pertiwi Desa Sambongrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora berencana untuk memiliki dapur khusus guna mendukung program Cooking Class. Dapur ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak keterampilan memasak. “Anak-anak sangat antusias dalam belajar memasak, dan mereka akan diajarkan membuat berbagai jajanan tradisional seperti klepon, kue lapis, es buah, salad buah, dan roti bakar,” ungkap Kepala TK Pertiwi Sambongrejo, Legisah.

Kepada Diva, Legisah menuturkan bahwa program ini mendapatkan dukungan penuh dari para orang tua murid, yang melihatnya sebagai langkah positif dalam pengembangan keterampilan anak sejak usia dini. “Semoga segera terwujud berkat dukungan banyak pihak,” katanya penuh harap.

Wanita yang menjadi guru TK sejak Tahun 1985 silam ini menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di TK Pertiwi. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inspiratif bagi anak-anak. Dengan berbagai program unggulan, kami berharap dapat mencetak generasi emas yang siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

TK Pertiwi terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan anak usia dini yang unggul dan berprestasi. Berdiri sejak tahun 1985, TK ini telah mencetak banyak generasi berkarakter dan berdaya saing. Dalam beberapa tahun terakhir, TK Pertiwi Sambong-rejo berhasil meraih berbagai prestasi di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Salah satu prestasi yang membanggakan adalah kemenangan dalam Lomba Kreativitas Anak TK se-Kabupaten Blora tahun 2024. TK Pertiwi meraih juara pertama dalam kategori Tari Tradisional. Selain itu, TK Pertiwi juga me-raih Juara Tari Kreasi Baru Tahun 2024 tingkat Kecamatan Ngawen serta Juara Barongan. Ini bukti nyata dari kualitas sekolah ini. (*)

Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto: Pemerintah Wajib Dorong Kemajuan Pondok Pesantren

0

Korandiva – BLORA.- Keberadaan SD Negeri dan MI di Desa Sambongrejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora bisa berjalan beriringan, dan setiap tahun mendapatkan jumlah siswa baru yang setara jumlahnya. Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto S.Pd. M.H mengatakan, bahwa pihaknya selama ini juga memberikan dukungan pada semuanya.

“Baik sekolah dasar maupun MI kami bantu mulai dari kegiatan belajar mengajar, hingga pengadaan peralatan yang merupakan kebutuhan sekolah,” ujarnya, Jumat (21/2/2025).

Sementara itu terkait rencana pendirian pondok pesantrren di Desa Sambongrejo, Siswanto menilai hal itu sangat baik karena sekarang ini banyak anak-anak dari desa setempat yang mondok atau menjadi santri di tempat lain bahkan di luar kota.

“Nantinya tidak hanya dari Sambongrejo melainkan juga bisa menerima santri dari luar desa atau luar daerah,” papar politisi muda yang akrab disapa Mas Sis itu.

Siswanto melihat di Desa Sambongrejo banyak tokoh agama yang memiliki kapasitas dan mumpuni untuk menjadi pengasuh pondok pesantren.
Apalagi kabarnya dari yayasan tersebut sudah ada lahan yang dipersiapkan.

Menurut Siswanto, pemerintah boleh memberikan hibah kepada ponpes jika sudah ada lahan tanah yang dari pemberi wakaf atau yayasannya. Ditambah lagi jika legalitas sudah ada, pemerintah sifatnya akan membantu pembangunan gedung.

“Pembangunan gedung juga bisa dicarikan donatur dari warga, umat, dan orang tua santri,” tandas Siswanto yang menyandang gelar pascasarjana dari Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang itu. (*)

Tingkatkan Pendidikan Agama di Desa Sambongrejo-Ngawen, Mustain Berencana Bangun Pondok Pesantren

0

Korandiva – BLORA.- Ketua Yayasan Darussalam, Mustain, mengungkapkan keinginannya untuk membangun pondok pesantren di Desa Sambongrejo, Kecamatan Ngawen. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan pendidikan agama serta membangun masyarakat yang lebih baik dan berakhlak mulia.

Mustain menegaskan bahwa pendidikan berbasis keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. “Kami ingin menciptakan lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan hidup yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (19/2/2025).

Saat ini, sudah disiapkan lahan seluas dua ribu meter persegi untuk pembangunan pondok pesantren. Selain itu, dalam pondok pesantren akan ada kegiatan pertanian dan peternakan sebagai bagian dari upaya menciptakan kemandirian ekonomi.

Pondok pesantren yang direncanakan ini diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran Islam yang komprehensif, mencakup kajian Al-Qur’an, hadits, fiqh, serta pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. Selain itu, Mustain juga berkeinginan menjadikan pondok pesantren ini sebagai wadah pengembangan ekonomi umat melalui pelatihan keterampilan bagi para santri.

Kepala Desa Sambongrejo, Matkhohir, menyatakan bahwa pondok pesantren dapat menjadi solusi bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan agama yang lebih mendalam kepada anak mereka. “Kami mendukung penuh renca-na pondok pesantren ini karena membawa manfaat besar bagi generasi mendatang,” katanya.

Adanya pembangunan pondok pesantren ini, diharapkan pendidikan di Sambongrejo akan semakin berkembang, termasuk kesejahteraan masyarakat. (*)

Jelang Ramadan, para Mantan Pegawai Dinas Pertanian Blora Gelar Silaturahmi

0

Korandiva – BLORA.- Para mantan pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora menggelar kegiatan silaturahmi di kawasan wisata kuliner Cafe Kayangan Segoro Madu, Tempuran, Blora, yang diikuti oleh 54 orang.

Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman, SP., M.MA selaku ketua panitia menyampaikan tujuan diselenggerakannya silaturahmi menjelang Ramadan 2025 adalah untuk membangun K-5.
“Yakni Kekeluargaan, Kekompakkan, Kerukunanan, Kebahagiaan dan Kesiapan menjelang Ramadan 2025,” ucapnya.

Disamping itu juga sebagai wahana menghibur diri dan melepas kerinduan yang sudah cukup lama berpisah karena selain purna tugas dan lahan pengabdian yang sudah berbeda.

Sementara Ir. Reni Miharti, M.Agr.bus selaku inisiator, yang lulusan S-1 dari IPB dan S2 dari Universitas di Australia mengharap agar teman-teman seperjuangan masih bisa berkolaborasi dan bersinergi dalam kebaikan dan kesetiakawanan sosial, guyub rukun paseduluran sak lawase.

Suasana pertemuan cair penuh canda ria dan bernyanyi bersama dengan iringan solo urgen dan penyanyi Cantik ala Christin Panjaitan Blora.Selain itu juga dibagikan bingkisan dooprize sponsor tunggal dari keluarga Ngaliman, SP., M.MA.

Dalam kesempatan itu Ir. Bambang Sulistya, M.MA, mengatakan, selaku senior diminta untuk memberikan pesan-pesan kebaikan guna menambah spirit kehidupan dalam menghadapi realita di Zaman Kolobendu saat ini.

Zaman Kolobendu adalah Zaman yang ditandai dengan kesulitan hidup, kesengsaraan hidup dan meraja lelanya nafsu angkara murka serta suasana kekacauan.
Pada zaman kolobendu semua hal bisa menjadi terbalik. Malah ada ungkapan jawa di masyarakat sing edan pada bisa dadan lan geguyonan nanging sing podho manut malah bangkrut lan ciut atine.

Ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk menghadapi zaman kolobendu dengan cara mengamalkan program MBG sebagai akronim perjuangan dalam kehidupan sehari hari.

Maknanya sebagai berikut :
(M) – Mengendalikan diri dalam pergaulan hidup saat ini merupakan sebuah keniscayaan dan kebutuhan hidup.
Dulu ada ungkapan mulutmu adalah Harimaumu, namun saat ini jari jemarimu adalah Harimaumu.
Sehingga stop menghujat dan stop menebar berita hoaks adalah langkah cerdas dan mulia.
Berkenaan hal itu mulai saat ini jadikan pengendalian diri menjadi ritual dan kunci utama dalam menggapai kesuksesan hidup.
Karena ada ungkapan orang yang hebat bukan karena bisa mengalahkan orang lain melainkan orang yang hebat adalah orang yang mampu mengendalikan diri dalam setiap saat dan dimanapun mereka berada.
(B) – Berbuat baik kepada siapaun adalah sebuah nutrisi yang bergizi yang berdampak positif bagi kebahagian dan kemuliaan hidup.
“Karenanya buah dari perbuatan baik akan sangat bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.Ingat perbuatan baik itu merupakan ciri khas bagi orang orang yang beriman,” tuturnya.
(G) – Gusti Allah jadikan sandaran, andalan dan kekuatan dalam perjuangan kehidupan sehari hari.Jangan pernah sombong apalagi menuhankan manusia dengan menjalankan LaranganNya dan menjauhi perintahNya.
“Hentikan sikap adigang,adigung dan adiguna dengan sesama umat manusia,” tandasnya. (*)

Kemajuan Dunia Pendidikan di Desa Sambongrejo, Berkembang Berkat Dukungan Masyarakat dan Pemdes

0

Korandiva – BLORA.- Dunia pendidikan di Desa Sambongrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Selain keberadaan SD Negeri Sambongrejo, kini Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam juga mengalami kemajuan pesat dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa.

Ketua Yayasan Darussalam, Mustain, mengungkapkan bahwa seluruh siswa yang belajar di MI Darussalam mendapatkan pendidikan secara gratis tanpa dipungut biaya. Hal ini bisa terwujud berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Desa Sambongrejo.

Pemdes Sambongrejo tidak hanya mendukung kegiatan pendidikan dan keagamaan, tetapi juga turut menyalurkan dana desa untuk membantu kesejahteraan guru-guru yang belum bersertifikasi. Dengan adanya bantuan ini, para tenaga pengajar dapat terus memberikan pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala masalah finansial.

“Pemerintah desa tidak hanya mendukung MI Darussalam, tetapi juga turut berkontribusi dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti haul dan acara-acara lainnya yang diselenggarakan oleh yayasan,” ujar Mustain.

Mustain memiliki latar belakang pendidikan pesantren yang kuat. Ia adalah alumni Pondok Pesantren Bungah, Gresik, dan juga pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Mubarok, Rembang.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blora melalui Kepala Bidang Penataan, Pengembangan, dan Pengelolaan Keuangan Desa, Suwiji, SH, MM menegaskan, bahwa untuk pemeliharaan/rehab/pembangunan sarana prasarana TK/PAUD/TPQ boleh dibiayai dari Dana Desa/BHPR/PADes.

“Kegiatan ini masuk di sub Bidang Pendidikan di Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa yang besar anggarannya maksimal 75 persen dari belanja publik paling sedikit 70 persen,” tandasnya.

Terkait bantuan biaya Pemdes Sambongrejo, menurut Suwiji juga di-bolehkan. “Boleh, masuk di kegiatan penyelenggaraan TK/PAUD/TPQ, di dalamnya boleh untuk honor guru pengajar,” tambahnya. (*)

Ucapan Selamat dengan Media Bibit Tanaman Menjadi Trend Baru di Kalangan Masyarakat Blora

0

Korandiva – BLORA.- Bibit tanaman sebagai media untuk menyampaikan ucapan selamat menjadi tren baru di kalangan masyarakat, seperti ucapan selamat atas dilantiknya Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman,S.IP. M.Si., dan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini yang dilantik oleh Presiden RI Prabowo di Jakarta, 20 Februari 2025.

Budaya baru pengiriman bibit tanaman sebagai medium ucapan selamat itu menjadi pembeda walaupun hanya sekitar 5 % dari jumlah lebih dari 400 buah ucapan selamat (yang mana 95% masih didominasi ucapan selamat dengan menggunakan rangkaian karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat di kota sate.

“Pengiriman ucapan dengan bibit tanaman ini merupakan tren baru. Sebab berdasarkan hasil pengamatan yang saya lakukan pada hari Minggu, 23 Februari 2025 di halaman Kantor Bupati dan Rumah dinas Bupati Blora, ucapan masih didominasi karangan bunga,” kata Bambang Sulistya, mantan Sekda Blora.

Menurutnya, pengiriman itu hampir 99% berupa bibit tanaman buah buahan jenis bibit mangga,sawo, jeruk tanggel, jambu madu asri, jambu kristal, alpukat, rambutan, kedondong, duren dan sawo.

“Sisanya berupa tanaman hias. Mayoritas pengirim bibit tanaman sebagai ucapan selamat berupa bibit tanaman berasal para OPD (Dinas dan Kecamatan), paguyuban kepala desa, kelompok pecinta lingkungan, pihak Perhutani, pengelola wisata gua terawang dan berbagai organisasi masyarakat serta serta partai Demokrat Kabupaten Blora,” jelasnya.

Menurut Drs. H. Gunadi, MM mantan Asisten dua Setda Blora, bahwa pemafaatan bibit tanaman untuk pengiriman ucapan selamat merupakan pilihan yang cerdas dan memiliki manfaat yang berkelanjutan.

“Karena selain dapat menghijaukan lahan dan menciptakan kesegaran lingkungan juga kelak buahnya dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan keluarga,” ucapnya.

Bahkan ia sudah mengkalkulasikan andaikan pengiriman rangkaian bunga itu sebanyak 400 buah setiap rangkain bunga seharga Rp400 ribu berarti nilainya bisa mencapai Rp160 juta rupiah, maka uang tersebut yang akan terbuang.

Seandainya dana untuk pembelian rangkaian bunga dibelikan bibit tanaman dengan harga Rp100 ribu/batang maka akan memperoleh bibit tanaman buah sebanyak 1.600 batang.

Sehingga tren pengiriman ucapan penggunaan bibit tanaman selain lebih bermanfaat bagi lingkungan juga akan sangat mendukung kesuksesan program Bupati Blora untuk menjadikan kabupaten Blora pusat pengembangan tanaman buah buah Nusantara dan sebagai implementasi sedekah bumi untuk mendapatkan amal jariah,” tuturnya.

Sedangkan untuk tidak mematikan para pembuat karangan bunga.Tentu para pembuat karangan segera menyesuaikan diri tren baru tersebut menjalin kerjasama dengan para penyedia bibit tanaman.

“Kita sangat berharap semoga kebiasaan positif ini bisa lestari menjadi virus kebaikan bagi kehidupan yang penuh dengan drama dan dinamika,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pelantikan serentak Kepala Daerah sebanyak 961 (33 Gubernur, 33 Wakil Gubernur, 363 Bupati, 362 Wakil Bupati, 85 Walikota dan 85 Wakil Walikota) dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subiyanto di Istana Negara Jakarta 20 Februari 2025.

Salah satu pasangan yang dilantik adalah Dr.H.Arief Rohman SIP., MSi., sebagai Bupati Blora dan Hj Sri Setyorini wakil Bupati Blora, periode 2025-2030. (*)