Beranda blog Halaman 63

Ucapan Selamat dengan Media Bibit Tanaman Menjadi Trend Baru di Kalangan Masyarakat Blora

0

Korandiva – BLORA.- Bibit tanaman sebagai media untuk menyampaikan ucapan selamat menjadi tren baru di kalangan masyarakat, seperti ucapan selamat atas dilantiknya Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman,S.IP. M.Si., dan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini yang dilantik oleh Presiden RI Prabowo di Jakarta, 20 Februari 2025.

Budaya baru pengiriman bibit tanaman sebagai medium ucapan selamat itu menjadi pembeda walaupun hanya sekitar 5 % dari jumlah lebih dari 400 buah ucapan selamat (yang mana 95% masih didominasi ucapan selamat dengan menggunakan rangkaian karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat di kota sate.

“Pengiriman ucapan dengan bibit tanaman ini merupakan tren baru. Sebab berdasarkan hasil pengamatan yang saya lakukan pada hari Minggu, 23 Februari 2025 di halaman Kantor Bupati dan Rumah dinas Bupati Blora, ucapan masih didominasi karangan bunga,” kata Bambang Sulistya, mantan Sekda Blora.

Menurutnya, pengiriman itu hampir 99% berupa bibit tanaman buah buahan jenis bibit mangga,sawo, jeruk tanggel, jambu madu asri, jambu kristal, alpukat, rambutan, kedondong, duren dan sawo.

“Sisanya berupa tanaman hias. Mayoritas pengirim bibit tanaman sebagai ucapan selamat berupa bibit tanaman berasal para OPD (Dinas dan Kecamatan), paguyuban kepala desa, kelompok pecinta lingkungan, pihak Perhutani, pengelola wisata gua terawang dan berbagai organisasi masyarakat serta serta partai Demokrat Kabupaten Blora,” jelasnya.

Menurut Drs. H. Gunadi, MM mantan Asisten dua Setda Blora, bahwa pemafaatan bibit tanaman untuk pengiriman ucapan selamat merupakan pilihan yang cerdas dan memiliki manfaat yang berkelanjutan.

“Karena selain dapat menghijaukan lahan dan menciptakan kesegaran lingkungan juga kelak buahnya dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan keluarga,” ucapnya.

Bahkan ia sudah mengkalkulasikan andaikan pengiriman rangkaian bunga itu sebanyak 400 buah setiap rangkain bunga seharga Rp400 ribu berarti nilainya bisa mencapai Rp160 juta rupiah, maka uang tersebut yang akan terbuang.

Seandainya dana untuk pembelian rangkaian bunga dibelikan bibit tanaman dengan harga Rp100 ribu/batang maka akan memperoleh bibit tanaman buah sebanyak 1.600 batang.

Sehingga tren pengiriman ucapan penggunaan bibit tanaman selain lebih bermanfaat bagi lingkungan juga akan sangat mendukung kesuksesan program Bupati Blora untuk menjadikan kabupaten Blora pusat pengembangan tanaman buah buah Nusantara dan sebagai implementasi sedekah bumi untuk mendapatkan amal jariah,” tuturnya.

Sedangkan untuk tidak mematikan para pembuat karangan bunga.Tentu para pembuat karangan segera menyesuaikan diri tren baru tersebut menjalin kerjasama dengan para penyedia bibit tanaman.

“Kita sangat berharap semoga kebiasaan positif ini bisa lestari menjadi virus kebaikan bagi kehidupan yang penuh dengan drama dan dinamika,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pelantikan serentak Kepala Daerah sebanyak 961 (33 Gubernur, 33 Wakil Gubernur, 363 Bupati, 362 Wakil Bupati, 85 Walikota dan 85 Wakil Walikota) dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subiyanto di Istana Negara Jakarta 20 Februari 2025.

Salah satu pasangan yang dilantik adalah Dr.H.Arief Rohman SIP., MSi., sebagai Bupati Blora dan Hj Sri Setyorini wakil Bupati Blora, periode 2025-2030. (*)

Diduga Selewengkan Dana Desa, Perangkat Desa Langse Ditahan di Lapas Pati

0

Korandiva – PATI.- Seorang perangkat Desa Langse Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati berinisial H, resmi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pati. Ia diduga terlibat dalam kasus korupsi dana desa (DD) yang mengakibatkan kerugian negara lebih seratus juta.

Penangkapan H dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati pada awal pekan ini. Setelah melalui proses hukum awal, ia langsung dititipkan di Lapas untuk menjalani masa penahanan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pati, Erwin Adriyanto, membenarkan bahwa perangkat desa tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Perangkat Desa Langse berinisial H telah kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi,” ujar Erwin.

H diduga melakukan penyimpangan dalam pengelolaan kas Desa Langse pada tahun anggaran 2022 dan 2023. Berdasarkan hasil pemeriksaan, jumlah dana yang diselewengkan mencapai Rp 170 juta.

“Kerugian negara yang timbul akibat dugaan korupsi ini diperkirakan sekitar Rp 170 juta,” tambahnya.

Tindakan H dinilai melanggar Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tindak Pidana Korupsi). Ia disangkakan dengan pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 8, dan pasal 9 dalam UU tersebut. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun.

Proses hukum terhadap H masih terus berjalan, sementara pihak Kejari Pati berkomitmen menindak tegas segala bentuk penyimpangan keuangan negara demi menjaga transparansi dan akuntabilitas di tingkat desa. (*)

Sukseskan HUT PWI, KORMI Blora Meriahkan Senam Semarak HPN 2025

0

Korandiva – BLORA.- Ketua Komite Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora, Subekti, SP., M.MA., mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Bijaksana karena telah diberi amanah untuk ikut menyukseskan kegiatan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dipusatkan di Kabupaten Blora dengan ikut mendukung dan membantu pelaksanaan kegiatan olahraga rekreasi masyarakat, yakni senam Semarak HPN 2025.

“Ini sangat luar biasa dan tentu kami sangat mengapresiasi, insan pers dari berbagai Kota/Kabupaten di Jawa Tengah hadir di Kabupaten Blora ikut senam kebugaran jasmani bersama Bupati, para pimpinan OPD, Dharma Wanita Persatuan, PKK dan masyarakat penggemar olahraga rekreasi. Bagi kami, insan pers adalah mitra yang sangat membantu, sehingga kemitraan ini akan terus kami tingkatkan,” kata Subekti di Alun-alun Blora, Minggu (16/2/2025).

Menurut suami dari wakil bupati terpilih Hj. Sri Steyorini itu, hal tersebut termasuk kegiatan nyata yang dapat mendorong upaya KORMI dalam memasyarakat olahraga rekreasi dan mengolahragakan masyarakat guna mewujudkan kesehatan masyarakat.

Wakil Ketua KORMI Blora H.Harsono, menambahkan pihaknya juga menggelar olahraga rekreasi permainan tradisional berupa permainan egrang dan terompah bakiak panjang.

Disamping itu KORMI menghadirkan kelompok senam kebugaran Jasmani yang ada dikabupaten Blora sebanyak 250 orang di antaranya berasal dari klub senam KJS Mustika yang pakai kaos warna pink abu-abu, KJS SBC yang pakai kostum kuning, kelompok Senam MAOS mengenakan kaos kuning, kelompok Senam Nurdik, club senam Bugar, Wredo Wirogo dan partisan gemar olahraga dari PEPABRI serta para pengurus KORMI Kabupaten Blora dengan identitas kostum kuning menyala.

“Termasuk menyediakan snack untuk para peserta senam yang dihadirkan KORMI secara swadaya,” ucap Harsono.

Sementara itu Ketua PEPABRI Blora Letnan Kolonel TNI (Purn) Sri Harjanto, menyampaikan rasa bangga dan terhibur dengan terwujudnya kegiatan senam kebugaran jasmani bersama Bupati,insan pers dan berbagai unsur masyaraka.

“Itu membuktikan wujudnya dari Sesanti Sesarengan mbangun kesehatan masyarakat Blora dan terciptanya guyub rukun paseduluran sak lawase,” jelasnya. Di masa purna tugas, ia merasa tambah sedulur dengan para wartawan.

Hal senada disampaikan salah seorang pengurus dari Yayasan Jantung Sehat Pipit Windi Aryati Sam Gautama, dia mengatakan bahwa kegiatan senam semarak HPN 2025 termasuk meriah dan keren apalagi ditunjang kehadiran para penggemar olahraga senam dari berbagai klub dan kelompok senam dengan memakai seragam yang beraneka ragam terlihat seperti pelangi di pagi hari.

Ia sangat berharap di tahun depan bisa diagendakan lagi dengan di kolaborasikan pelatih senam yang sudah dimiliki oleh KORMI diantara Pambayun, Dewi dan Lilis yang sudah pernah mendapat penghargaan sebagai pelatih senam tingkat Jateng.

Sedangkan penasehat KORMI Blora Bambang Sulistya mengatakan kegiatan senam Semarak HPN a semakin mengenal orang-orang hebat di Indonesia yang lahir di Bumi Kota Sate. Selain sastrawan kelas dunia Pramoedya Ananta Toer juga Tirto Adhi Soerjo sebagai Bapak Pers Nasional yang bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk sesarengan mbangun Blora dalam mewujudkan Blora Mustika.

Acara yang dirangkaikan Car Free Day (CFD) oleh Dinkominfo Blora menjadi magnet bagi warga masyarakat. Karena, selain disediakan photo booth, juga dilayani cetak foto langsung jadi. Bahkan, Dinkominfo Blora juga menyelenggarakan lomba vlog khusus di moment itu.

Sementara pertunjukan seni barongan yang ditampilkan setelah senam bersama, menjadi bukti dan tekad Kabupaten Blora melestarikan seni tradisional.

Aneka doorprize menarik juga menjadi pemikat para pengunjung di seputar Alun-alun untuk merapat di dekat panggung. Bahkan di penghujung doorprize, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS dan Ketua PWI Blora Heri Purnomo berkesempatan memberikan pertanyaan untuk hadiah sepeda ontel.

“HPN di Blora meriah, Terimakasih Pemkab Blora,” ucap Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS. Acara itu juga dimeriahkan pertunjukan musik Sanjaya Reborn. (*)

Pisah Sambut Kapolsek Randublatung, AKP Pujiono Serahkan Tongkat Komando kepada Iptu Sugiyanto

0

Korandiva-BLORA.– Suasana haru penuh kehangatan mewarnai acara pisah sambut Kapolsek Randublatung, Polres Blora yang digelar di Kafe Kebun Anggur, Jalan Randublatung–Cepu pada Selasa (18/2/2025). Dalam acara tersebut, AKP Pujiono, SH, secara resmi menyerahkan jabatan Kapolsek Randublatung kepada Iptu Sugiyanto, SH.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Randublatung, Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, tiga Kepala UPTD Puskesmas, ADM Perhutani KPH Randublatung, para kepala desa se-Kecamatan Randublatung, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, AKP Pujiono, SH, yang kini mendapat amanah baru sebagai Kabag SDM Polres Blora, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas dukungan serta kerja sama yang baik dari seluruh elemen masyarakat selama ia bertugas di Randublatung.

“Saya secara pribadi dan kedinasan menyampaikan permohonan maaf jika selama bertugas ada hal yang kurang berkenan. Saya juga berterima kasih kepada Forkopimcam, masyarakat, serta rekan-rekan yang telah mendukung tugas kepolisian, sehingga situasi kamtibmas di Randublatung tetap aman dan kondusif,” ujar AKP Pujiono.

Sementara itu Kapolsek Randublatung yang baru, Iptu Sugiyanto, SH, dalam sambutannya menyampaikan kesiapan untuk meneruskan tugas dan program yang telah dijalankan oleh pendahulunya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari seluruh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Randublatung.

“Saya mohon dukungan dari semua pihak, karena tugas kepolisian tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan dan partisipasi masyarakat. Saya juga berkomitmen untuk meneruskan program yang telah dirintis oleh AKP Pujiono, dengan harapan Polsek Randublatung dapat semakin baik ke depannya,” ungkap Iptu Sugiyanto.

Sementara itu Camat Randublatung Drs. Bukri, M.Si dalam sambutan penutupnya memberikan apresiasi atas dedikasi AKP Pujiono selama bertugas di Randublatung serta menyambut baik kehadiran Iptu Sugiyanto sebagai Kapolsek baru. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan di Randublatung cukup kompleks, mengingat keberagaman masyarakat dan berbagai pengaruh yang ada.

“Selamat bertugas di tempat baru kepada AKP Pujiono, semoga semakin sukses dalam karirnya. Dan kepada Iptu Sugiyanto, selamat datang di Randublatung. Semoga bisa cepat beradaptasi dan menjalin sinergi dengan masyarakat serta berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini,” pesan Camat Bukri.

Acara ditutup dengan doa dan ramah tamah, diiringi harapan agar sinergi antara kepolisian dan masyarakat Randublatung semakin kuat demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang lebih baik. (*)

H. Rajiman Santarko Terpilih Kembali sebagai Ketua PWRI Kecamatan Jepon Masa Bakti 2025-2030

0

Korandiva – BLORA.- Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Jepon , Kabupaten Blora menyelenggarakan reorganisasi dan pengukuhan pengurus baru, Sabtu 15 Agustus 2025.

Bertempat di PWRI Kecamatan Jepon jl Raya Blora Cepu Km 7 Jepon Blora, pelaksanaan reorganisasi berlangsung lancar, demokratis dan jurdil tanpa ada unsur rekayasa apalagi terjadinya money politik.

Secara aklamasi akhirnya terpilih kembali untuk periode ke dua Drs H. Rajiman Santarko M.Si sebagai ketua PWRI Kecamatan Jepon masa bakti 2025-2030.

Menurut Sekretaris PWRI Kecamatan Jepon Drs Sutoto, M.M.Pd., figur Rajiman Santarko merupakan sosok pimpinan yang telah banyak memberikan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi PWRI.

“Diantaranya jumlah anggota berkembang pesat berkat strategi pendekatan anjasana keluarga melakukan silaturahmi dan berbagi kepada para ASN yang baru memasuki purna tugas,” terang Sutoto.

Kemudian juga membenahi kepengurusan koperasi wredatama sehingga koperasi PWRI Jepon mendapat predikat koperasi sehat yang setiap tahunnya selalu dapat menyelenggaran RAT tepat waktu dan memberikan SHU menjanjikan.

Bahkan dalam menyegarkan suasana kebatinan juga telah dilakukan kegiatan wisata religi ke tempat wisata ke luar dari Kabupaten Blora selama ia mengemban amanah.

Rajiman Santarko, saat terpilih kembali sebagai ketua PWRI Kecamatan Jepon menyampaikan ucapan puji syukur kepada Allah atas amanah yang diterima.Ia akan berkiprah dan berupaya untuk memberikan karya nyata yang terbaik untuk mewujudkan kesehatan, kesejahteraan dan kebahagian bagi para anggota PWRI dengan niat baik dan dilandasi sesanti “Setiap detik untuk berbuat baik dan setiap langkah untuk beribadah”.

Ia juga siap menerima masukan dan kritik yang bersifat membangun.

Sementara Ir. Bambang Sulistya,M.MA, selaku ketua PWRI Kabupaten Blora, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pengurus PWRI lama dan memberikan testimoni tentang sosok Rajiman Santarko.

Bambang Sulistya menambahkan, sosok Rajiman adalah mantan Kepala kelurahan Jepon, mantan Camat Tunjungan dan anggota DPRD kabupaten Blora masa bhakti 2014-2019.

Rajiman Santarko selama berkarier di birokrasi termasuk petugas memiliki PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tanpa cela) yang baik.

Ia prasojo, suka bergaul,memiliki tanggung jawab tinggi dan suka kepyur atau berbagi kepada orang yang kurang beruntung.
“Saya juga menitipkan pesan agar dalam melaksanakan amanah pada periode kedua, dapat mengamalkan filosofi jari tangan dalam masa bakti kepemimpinannya,” tuturnya.

Menurut mantan Sekda Blora itu, ada ungkapan bijak setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.

Sehingga setiap pemimpin pasti memiliki nilai-nilai positif yang dapat mempengaruhi dan menggerakan orang lain seperti yang dilambangkan dalam kelima jari yang kita miliki, yaitu Ibu Jari melambangkan bahwa setiap pemimpin/ketua pasti memiliki kebaikan, keunggulan, keistimewaan, kehebatan dan kelebian dari yang dipimpin.

“Sehingga segala nilai tambah tersebut hendaknya dapat dijadikan panutan dan keteladanan bagi para anggota/staf yang dipimpin.Apalagi bisa disinergikan dan kolaborasikan dengan nilai nilai positif dari anggota/staf,” jelasnya.

Jari telunjuk, memberi informasi bahwa seorang pemimpin/ketua seharusnya bisa mengetahui dan menyadari, ia memiliki peran dan tugas untuk memberikan perintah,arahan dan petunjuk kepada anak buah.

Untuk itu dalam melakukan peran tersebut mestinya jangan dilakukan secara emosional, arogan, kasar apalagi kurang menghargai atau nguwongke kepada para anggota/staf. Upayakan bisa mewujudkan komunikasi yang menyejukan jiwa dan ramah lingkungan.
“Ketika memberi petunjuk jangan pernah menimbulkan amarah dan sakit hati,” ucapnya.

Jari tengah, melambangkan bahwa seorang pemimpin harus bisa ngayomi, melindungi, memperjuangkan anak buah dan siap berkorban untuk kepentingan yang lebih mulia.

Selanjutnya, jari manis mengamanahkan bahwa seorang pemimpin/ketua harus bisa bersikap dan bertindak cantik, manis dan menarik yang memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan staf dan mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif sesuai dengan peribahasa rukun agawe berkah dan crah agawe bubrah.

Kemudian, jari kelingking mengekspresikan bahwa pemimpin/ketua dalam melaksanakan tugas hendaknya mampu memberikan dorongan, spirit, motivasi dan gas pol kepada anak buah atau staf.

Selesai pengukuhan pengurus PWRI diagendakan makan bersama seperti program MBG (Makan Bergizi Gratis) ala para wredatama. (*)

Pramoedya

0

PENCABUTAN rencana penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer di Blora tentu membawa kekecewaan yang mendalam, baik bagi masyarakat Blora, pemerintah daerah, maupun Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.

Upaya untuk menghormati dan mengabadikan nama sastrawan legendaris asal Blora ini sempat mencapai tahap yang menggembirakan ketika nama Pram itu akan digunakan untuk menggantikan nama Jalan Sumbawa di Kota Blora.

Jalan Sumbawa sendiri memiliki nilai sejarah yang kuat karena mengarah langsung ke rumah masa kecil keluarga Toer.
Wacana penggantian nama Jalan Sumbawa menjadi Jalan Pramoedya Ananta Toer di Blora akhirnya menemui kendala. Sejumlah pihak menolak perubahan tersebut.

Kegelisahan ini sedikit terobati dengan kedatangan Menteri Fadli Zon ke Blora untuk menyematkan nama Pramoedya pada jalan baru yang menghubungkan Kelurahan Mlangsen dengan Beran. Namun sayang, lagi-lagi rencana penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer harus dicabut karena berbagai alasan.

Namun demikian, meskipun nama Pram belum bisa melengkapi nama jalan di Kota Blora, kehadiran Menteri Budaya Fadli Zon secara tidak langsung telah memberikan pengakuan terhadap Pramoedya Ananta Toer dengan karya-karya besarnya.

Bupati Blora, Arief Rohman, yang selama bertahun-tahun berjuang agar nama Pramoedya bisa diabadikan pada satu nama jalan di wilayah yang dipimpinnya, pasti merasakan kekecewaan mendalam. Namun, semangatnya dalam mengenang Pramoedya melalui karya-karya sastra yang telah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional patut untuk dihargai.

Meskipun kecewa karena batal menyematkan nama Pramodya di jalan baru, setidaknya niat baik dari pemerintah daerah untuk memberikan penghormatan yang pantas kepada putra terbaik bangsa ini patut mendapat apresiasi.

Pertanyaannya, apakah melalui penamaan jalan di Blora saja cukup sebagai pengakuan terhadap Pramoedya Ananta Toer? Tentu saja tidak. Masyarakat Indonesia, terutama yang mengagumi karya-karya sastra Pramoedya, sudah seharusnya melihat perjuangan ini sebagai awal dari langkah besar dalam menghormati kontribusi Pram terhadap dunia sastra, budaya, dan sejarah Indonesia.

Keberhasilan Pramoedya membawa nama Indonesia ke mata dunia harus menjadi alasan yang kuat bagi pemerintah pusat untuk melakukan langkah lebih besar lagi, seperti menjadikan nama Pramoedya Ananta Toer sebagai nama jalan di ibu kota Jakarta atau bahkan sebagai nama gedung budaya yang berkelas nasional.

Karya-karya Pramoedya, yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia, tidak hanya membawa Indonesia di panggung sastra internasional, tetapi juga memberikan pengaruh besar dalam memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Dunia mengenal Indonesia lewat tulisan-tulisan yang tajam dan penuh kritik terhadap ketidakadilan serta kesenjangan sosial yang ada. Dari putra daerah Blora hingga menjadi anak bangsa, Pramoedya tidak hanya menulis tentang perjuangan bangsa Indonesia, tetapi juga tentang kemanusiaan dan kebebasan berpikir, dua hal yang sangat relevan hingga hari ini.

Sudah saatnya kita memandang Pramoedya Ananta Toer bukan sekadar sebagai seorang sastrawan asal Blora, tetapi sebagai salah satu pahlawan nasional yang kontribusinya tidak dapat diukur hanya dengan sebuah nama jalan.

Pram adalah figur yang melampaui batas-batas lokalitas dan menjadi bagian dari kebanggaan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Keberhasilan Indonesia di mata dunia sastra dan budaya tidak lepas dari kontribusinya, dan sebagai bangsa, kita harus memberi penghargaan yang sebanding.

Sekali lagi, kehadiran Menteri Budaya di Blora, meskipun tidak diiringi dengan peresmian nama jalan, sudah memberikan sinyal positif tentang pengakuan negara terhadap Pramoedya Ananta Toer. *

Masjid Attaqwa Randublatung Gelar Istigosah dan Yasinan Rutin Malam Jum’at Pahing

0

Korandiva – BLORA.- Kegiatan istgosah, Yasinan dan tahlil rutin selapan (35) hari digelar oleh Takmir Masjid Attaqwa Randublatung di serambi masjid pada Kamis (13/2/2025).

Acara malam Jumat Pahing yang dilanjut dengan sholat Tasbih berjamaah itu dilaksanakan bertepatan dengan malam bulan Nisfu Sya’ban. Sebagai imam sholat Tasbih adalah ustaz Ahmad Komarudin yang juga ketua Takmir masjid Attaqwa Randublatung.

“Selain mendoakan para leluhur kita, kegiatna ini juga bertujuan untuk memakmurkan Masjid Attaqwa”, pesan ketua takmir dalam tausiahnya usai sholat tasbih. (*).

Komplotan Perampok Sadis di Pati Dibekuk, Uang Hasil Kejahatan Habis untuk Foya-Foya

0

Korandiva – PATI.– Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah berhasil membongkar aksi perampokan di rumah seorang juragan sembako di Dukuh Krajan, Kedung Winong, Sukolilo, Kabupaten Pati. Tiga pelaku yang tergabung dalam komplotan ini berhasil ditangkap setelah beberapa hari dalam pelarian.

Para pelaku yang dipimpin oleh BW alias Komeng, bersama dua rekannya, AK alias Pilek dan FR alias Gondes, melancarkan aksi mereka pada Senin (20/1/2025) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Mereka mendatangi rumah korban, Zuhdi Ustman (44), dengan membawa golok dan pistol mainan untuk mengancam penghuni rumah.

Dalam aksi tersebut, mereka berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp 216 juta serta sebuah ponsel iPhone 11 Pro. Korban dan keluarganya tak berkutik setelah diancam dengan kekerasan. Zuhdi Ustman mengisahkan pengalaman mengerikan saat dirinya dan keluarganya disekap oleh para pelaku.

“Saya ditodong golok di kepala dan dipaksa memilih antara harta atau nyawa,” ungkap Zuhdi dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Rabu (12/2/2025).

Tak ingin mempertaruhkan keselamatan keluarganya, Zuhdi pun menyerahkan uang tunai yang seharusnya digunakan untuk setoran ke distributor besar seperti Gudang Garam dan Wings. Pelaku memasukkan uang ke dalam tas ransel dan bergegas melarikan diri. Mereka juga mencoba membawa kabur motor Honda PCX milik korban, namun gagal karena tak menemukan kuncinya.

Lebih sadis lagi, sebelum kabur ke Jepara, mereka mengikat Zuhdi, istrinya, serta dua anaknya yang masih berusia SMA dan SD agar tak bisa meminta bantuan.

Setelah dilakukan penyelidikan intensif, polisi akhirnya berhasil menangkap ketiga pelaku di wilayah Jepara. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa sebagian besar uang hasil rampokan digunakan untuk bersenang-senang.

“Ya, uangnya buat hiburan, kami dugem,” kata BW alias Komeng dengan santai saat diperiksa.

Tak hanya itu, BW juga mengakui bahwa sebagian uang diberikan kepada istri dan anaknya untuk kebutuhan sehari-hari. Dari tangan BW, polisi menyita sisa uang Rp 27 juta, sementara dari AK ditemukan Rp 7 juta. FR mengaku telah menghabiskan uangnya, termasuk untuk membeli motor Honda PCX putih. Selain itu, polisi juga menyita sebuah motor sport CBR 150 CC dari AK.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio, mengungkapkan bahwa para pelaku telah merencanakan aksi ini dengan matang. Mereka berpura-pura menjadi pelanggan di warung korban untuk mengamati kebiasaan sehari-hari, termasuk pola penyimpanan dan pengiriman uang ke distributor.

“Para tersangka sudah mempelajari pola korban, termasuk kapan menyimpan dan mengirimkan uang,” jelas Kombes Pol Dwi.

Saat beraksi, BW dan AK masuk ke rumah dengan cara merusak gembok pagar menggunakan gunting besi, lalu mematikan sekring listrik agar korban tidak bisa meminta pertolongan. Setelah itu, mereka mendobrak pintu dan mengancam korban dengan senjata, sementara FR bertugas mengawasi situasi di luar rumah.

Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa ketiga tersangka adalah residivis. BW dan AK sebelumnya terlibat dalam kasus pencurian, sementara FR pernah mendekam di penjara akibat kasus narkotika.

Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam aksi kejahatan lainnya serta mencari tahu apakah ada pelaku lain yang belum tertangkap.

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (*)

Polisi Gerebek Judi Dadu Live TikTok di Pati dan Gunungkidul. Omzet Miliaran, Bandarnya Gunakan Remote

0

Korandiva – PATI.- Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil membongkar jaringan judi dadu yang disiarkan langsung melalui platform media sosial TikTok. Para bandar diketahui beroperasi di dua lokasi, yakni Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP Slamet Riyanto, mengungkapkan bahwa kasus ini terkuak melalui patroli siber yang dilakukan pada 16 Januari 2025. Saat itu, petugas mendeteksi akun yang menayangkan permainan judi dadu secara live di TikTok. Setelah ditelusuri, aktivitas perjudian ini berasal dari wilayah Gunungkidul.

“Kami menemukan salah satu akun yang melakukan siaran langsung judi dadu di TikTok. Setelah dilakukan penyelidikan, kami berhasil menangkap para pelaku saat mereka sedang live, sehingga tertangkap tangan,” ujar Slamet dalam konferensi pers di Gedung Promoter Polda DIY, Rabu (12/2/2025).

Pada Februari 2025, patroli siber kembali menemukan akun lain yang menyelenggarakan judi dadu live, kali ini berlokasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Polisi segera bergerak dan menangkap pelaku saat siaran berlangsung.

Dari penggerebekan tersebut, polisi menangkap dua kelompok penyelenggara judi dadu online di dua lokasi berbeda. Di Gunungkidul, tiga pelaku diamankan, yakni RE (25), LDP (28), dan HE (29), yang masing-masing memiliki peran dalam permainan judi ini.

“Di Jogja, ada tiga tersangka. RE berperan sebagai bandar, pemilik akun, serta pengelola rekening. Sementara dua lainnya bertugas sebagai operator dan pencatat taruhan dari pemain yang bergabung dalam siaran langsung,” jelas Slamet.

Di Kabupaten Pati, polisi meringkus empat tersangka, yakni W (32), EP (27), NAS (31), dan SR (27). Sama seperti kelompok di Gunungkidul, mereka memiliki tugas masing-masing dalam menjalankan perjudian.

“Di Pati, ada empat tersangka. W adalah bandar sekaligus pemilik rekening dan operator, sedangkan tiga lainnya bertindak sebagai pencatat taruhan serta operator siaran,” tambahnya.

Meski tidak tergabung dalam satu jaringan, kedua kelompok ini diketahui sempat berkomunikasi melalui media sosial, meskipun belum pernah bertemu secara langsung.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa kedua kelompok ini telah beroperasi selama kurang lebih lima bulan. Dalam sehari, mereka bisa meraup keuntungan hingga Rp3 juta dari para pemain yang ikut serta dalam taruhan online.

“Setiap pemain harus menyetorkan uang minimal Rp50 ribu ke rekening bandar sebelum bisa ikut bertaruh. Rata-rata ada 8 hingga 10 pemain yang bergabung dalam setiap sesi live,” ungkap Slamet.

Dari penggerebekan ini, polisi menyita berbagai barang bukti, termasuk dadu, ponsel untuk siaran langsung, serta alat pengendali jarak jauh (remote) yang digunakan oleh bandar untuk mengatur angka yang keluar dalam permainan.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menegaskan bahwa permainan ini telah dikondisikan sedemikian rupa agar selalu menguntungkan bandar.

“Bandar menggunakan alat pengendali jarak jauh untuk menentukan hasil dadu. Jadi, permainan ini sudah diatur sehingga pemain tidak akan pernah menang,” tegas Ihsan.

Para tersangka kini ditahan di Polda DIY dan dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang No.1/2024 tentang perubahan kedua atas UU ITE, serta Pasal 303 ayat (1) KUHP tentang perjudian. Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhenti bermain judi online. Selain melanggar hukum, permainan ini juga hanya menguntungkan bandar,” pungkas Ihsan. (*)

BPN Pati Hentikan Proses HGP PT LPI di Desa Pundenrejo

0

Korandiva – PATI.– Konflik lahan di Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, terus berlanjut. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pati kini resmi menghentikan proses pengajuan Hak Guna Pakai (HGP) yang diajukan oleh PT Laju Perdana Indah (LPI).

Keputusan ini disampaikan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) BPN Pati, Jaka Purnomo, dalam audiensi yang digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati pada Rabu (12/2/2025). Audiensi tersebut dihadiri oleh perwakilan Komisi A dan Komisi B DPRD Pati, Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo (Germapun), serta pihak PT LPI.

Menurut Jaka, penghentian sementara ini dilakukan karena masih adanya sengketa atas lahan tersebut. Meskipun PT LPI telah memenuhi persyaratan administrasi untuk pengajuan HGP, BPN tetap mengedepankan prinsip kepastian hukum bahwa objek lahan harus dalam kondisi “clean and clear” sebelum diproses lebih lanjut.

“Kami hanya dapat memproses layanan jika objeknya sudah clear and clean. Karena masih ada hambatan dari pihak Germapun, maka kami kembalikan berkas kepada pemohon sampai permasalahan ini terselesaikan,” ujar Jaka.

Ia menjelaskan bahwa secara administratif, PT LPI memang memenuhi syarat untuk memperoleh HGP atas lahan seluas 7,3 hektare tersebut. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa konflik dengan petani Pundenrejo masih berlangsung.

“Jika tidak ada keberatan dari pihak lain, proses HGP seharusnya bisa dilanjutkan. Sebelumnya, PT LPI memang memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) yang habis masa berlakunya pada 27 September 2024,” tambahnya.

Jaka mengaku telah berupaya menengahi permasalahan ini dengan mempertemukan kedua belah pihak. Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan yang dicapai.

“Kami telah mengundang PT LPI dan Germapun untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama. Namun, pihak Germapun belum bersedia hadir dalam pertemuan yang telah kami jadwalkan sejak 4 Oktober lalu,” ungkapnya.

Meski proses HGP PT LPI dihentikan sementara, perusahaan masih memiliki peluang untuk mengajukan kembali setelah konflik dengan petani Pundenrejo terselesaikan. Saat ini, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2021, lahan tersebut dikembalikan ke PT LPI dengan tanggung jawab selama dua tahun sebelum ditetapkan sebagai tanah negara.

“Setelah masa HGB berakhir, lahan ini menjadi tanah negara. Namun, berdasarkan regulasi, tanggung jawab masih berada pada bekas pemegang hak, yakni PT LPI, selama dua tahun ke depan,” pungkas Jaka. (*)