Beranda blog Halaman 60

Polres Blora Ungkap Kasus Penyalahgunaan Distribusi LPG Subsidi, Pelaku Ditangkap dengan Barang Bukti Ratusan Tabung

0

Korandiva – BLORA.- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi pemerintah.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu malam, 15 Maret 2025, di Jalan Raya Blora-Cepu, Kabupaten Blora.
Pelaku yang diamankan inisial DS, warga Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Ia diamankan bersama barang bukti berupa 308 tabung gas LPG 3 kg bersubsidi yang dimuat dalam sebuah kendaraan bermotor (KBM) jenis pick-up Medium Size.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan distribusi LPG subsidi, menindaklanjuti informasi tersebut, tim Satreskrim Polres Blora melakukan penyelidikan pada Sabtu malam. Sekitar pukul 23.00 WIB, tim menemukan unit KBM yang dimaksud, setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan 308 tabung LPG 3 kg bersubsidi di dalam bak kendaraan tersebut.

Pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Polres Blora untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kasus ini dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-undang dgn ancaman 6 (enam) tahun penjara dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah)”.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Selamet, S.H., M.M menyatakan, bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain. “Kami berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan distribusi bahan bakar bersubsidi yang merugikan negara dan masyarakat,” ujarnya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak menyalahgunakan barang bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi kalangan yang berhak. Proses hukum terhadap pelaku saat ini masih berlangsung di Polres Blora. (*)

Kajian Fikih di Masjid At Taqwa Randublatung, Hadirkan Santri Muda dari Ponpes Fathul Masjid

0

Korandiva – BLORA.– Guna mengisi Ramadan dengan ilmu dan ketakwaan, Masjid At Taqwa Randublatung menggelar kajian fikih sebagai bagian dari program Mutiara Hikmah, Kamis (15/3/2025).
Kegiatan ini menghadirkan dua santri muda berbakat dari Pondok Pesantren Fathul Masjid, Dukuh Caper Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dua santri tersebut adalah Nuafal (16) dan Seto (16), putra dari Ustaz Ahmad Khomarudin.

Meski masih belia, keduanya dengan penuh semangat menyampaikan materi penting mengenai syarat dan rukun wudu serta salat. Materi ini menjadi bagian fundamental dalam pendidikan agama, khususnya bagi para santri TPQ yang hadir dalam kajian.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kajian berlangsung. Para santri tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya untuk memperdalam pemahaman mereka. Kajian seperti ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menyebarkan ilmu agama serta memperkuat pemahaman tentang ibadah sehari-hari.

Ketua Takmir Masjid At Taqwa, Ustaz Ahmad Khomarudin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat bangga melihat anak-anak muda seperti Nuafal dan Seto yang memiliki semangat belajar dan mengajar ilmu agama. Ini menjadi motivasi bagi santri lain untuk lebih mendalami ilmu fikih dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dengan adanya kajian ini, diharapkan semangat belajar agama semakin meningkat, terutama di bulan penuh berkah ini. Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momen terbaik untuk memperdalam ilmu dan meningkatkan kualitas ibadah.
Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, menjadi ladang ilmu yang bermanfaat bagi generasi Islam yang lebih baik. (*)

Terungkap, Dugaan Praktik Pencurian Kayu di Lokasi Tebangan Todanan

0

Korandiva – BLORA.- Maraknya peredaran hasil hutan berupa kayu yang tidak disertai dokumen sahnya hasil hutan, sedikit demi sedikit mulai terungkap. Setelah beberapa waktu lalu ditemukan ada ratusan kayu tanpa dokumen sah, ditimbun di Desa Brumbung, Kecamatan Jepon, yang menurut Wakil Administratur Perhutani KPH Blora, Arief Silfi pemiliknya adalah APH. Kali ini temuan datang dari lokasi tebangan yang berada di wilayah Todanan, Kabupaten Blora.

Di lokasi tebangan Perhutani KPH Blora, tepatnya di Dukuh Jembangan, Ketua Masyarakat Pengawas Keuangan Negara (MPKN) Blora, Fuad Musofa menemukan adanya indikasi pencurian kayu hasil tebangan.

Pada saat melakukan pemantauan, Fuad Musofa menemukan adanya potongan kayu yang tidak diberikan nomor kayu, disembunyikan di semak belukar, ditutupi daun dan ranting sisa tebangan, yang tidak ikut diangkut ke dalam kendaraan pengangkut.

“Tadi saya dan rekan-rekan melihat, menemukan adanya potongan kayu yang disembunyikan di semak-semak. Ditutupi dedaunan dan ranting-ranting sisa tebangan, kemudian ditinggal dan tidak dinaikkan ke kendaraan pengangkut,” ungkapnya, Sabtu (15/3/2025).

Perbuatan seperti ini, menurut Gus Fuad adalah merupakan modus yang dilakukan oleh orang-orang yang mengambil kayu dari lokasi tebangan.
“Kuat diduga, hal tersebut adalah modus operandi yang dilakukan oleh orang-orang nakal, yang mengambil kayu dari tebangan. Kayu disembunyikan, tidak dibawa ke TPK, yang nantinya diambi, dibawa dan diperjual belikan,” tambahnya.

Lebih lanjut dirinya juga mempertanyakan terkait komitmen Perhutani KPH Blora. di lokasi tebangan yang dilakukan oleh Perhutani sendiri, kok ada kayu-kayu yang ditinggal dan tidak dibawa ke TPK.

“Hal seperti ini tidak mungkin kalau tidak diketahui oleh pihak Perhutani. Dari bekas potongannya saja tampak jelas, bekas potongan mesin pemotong, senso,” katanya.

Sementara di tempat terpisah, Administratur (ADM) Blora, Yeni Ernaningsih ketika dimintai konfirmasi mengenai hal tersebut, hanya menjawab dengan singkat. Mengucapkan terima kasih dan akan menindaklanjutinya.

“Makasih infonya, Mas. Akan saya pulbaket terhadap mandor tebang atau tenaga yang melakukan hal tersebut,” terangnya, Sabtu (15/3/2025). (*)

Latihan Mengendalikan Nafsu Melalui Puasa Ramadhan, Bisa Menumbuhkan Kepekaan Sosial

Korandiva – BLORA.- Berpuasa di bulan Ramadan adalah perintah dari Allah agar manusia menjadi takwa (QS Al Baqarah: 183).
“Berpuasa tidak sekadar menahan diri dari makan minum dan berhubungan suami isteri di siang hari, tetapi lebih dari itu,” tutur Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA, saat menyampaikan pesan kebaikan dalam kuliah tujuh menit (kultum) kepada jemaah di Masjid Nurul Falah, Perumnas Karangjati Blora, usai salat Subuh, Jumat (14/3/2025).
Puasa harus dapat mengendalikan diri dari berbagai nafsu yang ada pada diri manusia sehingga mampu menumbuhkan kepekaan sosial.

H. Bambang Sulistya mengungkapkan Ramadan 1446 H/2025 M bagi dirinya adalah bulan yang keren dan mulia karena menjadi bulan yang utama untuk berlomba lomba dalam kebaikan dan membangkitkan kedermawanan umat Islam.
“Sehingga saya bersyukur kepada Allah Yang Maha Pemurah, seusai salat Subuh berjamaah diberi amanah untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan atau kuliah tujuh menit (kultum) kepada jemaah di masjid Nurul Falah perumnas Karangjati Blora,” jelasnya.

Ia menyebut, “Puasa Ramadan menumbuhkan kepekaan sosial” menjadi judul Kultumnya.
Disampaikan lebih lanjut, menurut pitutur orang bijak dari jawa nafsu dalam diri manusia ada empat jenis, yaitu Nafsu Lauwamah adalah nafsu biologis makan,minum dan seksual.
Nafsu Supiah adalah nafsu duniawi kecintaan terhadap kedudukan/jabatan , kekayaan dan kecantikan.
Nafsu amarah yang dikenal emosional dan mudah bersumbu pendek.
Nafsu Mutmainah adalah nafsu bersifat positif dan selalu ingin berbuat kebaikan.

“Ingat nafsu itu ibaratnya api, sangat bermanfaat bila dapat dikendalikan dengan baik,” tuturnya.
Oleh karena itu janganlah terlintas kesan di benak kita bahwa puasa seolah-olah hanya sebagai rutinitas tahunan yang tak memiliki pengaruh apapun kepada kebaikan diri sendiri dan masyarakat.
Puasa harus menjadi sarana untuk menjadi pribadi yang takwa dan menginspirasi hidup mereka secara lebih baik lagi sebagaimana kisah metamorfosis kupu-kupu dari telur-ulat- kepompong- kupu kupu.
Ada perubahan, ada peningkatan dan ada kemanfaatan.
Sehingga tepat kiranya ketika sedang menjalani ibadah puasa selalu memotivasi diri dengan ungkapan, “Aku tidak ingin jadi budak nafsu dalam diri kita sendiri”.

Seperti yang diungkapkan Nyai Ontosoroh dalam Buku Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer: Aku tidak ingin jadi budak di negeri sendiri. Kemudian pengertian kepekaan sosial adalah kemampuan seseorang untuk memahami, merasakan dan merespon keadaan orang lain dan lingkungannya.

Adapun yang melandasi umat untuk memacu diri menumbuhkan kepekaan sosial adalah Surat Al Maidah ayat 2.
Allah berfirman, “Dan tolong-menolong kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa,dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa”.
Hadis Riwayat Al Hakim, “Barang siapa yang tidak peduli terhadap kaum muslimin,maka ia bukan termasuk golongan mereka”.
Selanjutnya bentuk-bentuk kepekaan sosial yang dapat dilakukan dalam bulan Ramadan di antaranya:melakukan sedekah, zakat, dan infak.
Selalu menjaga silaturahmi secara aktif dengan melaksanakan solat wajib berjamah, tarawih dan tadarus Al Qur’an.
Berbuat baik kepada siapapun dan membantu orang yang kurang beruntung.
Menumbuhkan semangat saling memberi manfaat dan saling menghargai,saling menghormati serta menumbuhkan rasa aman.

Sementara kepekaan sosial juga akan memberikan nilai yang sangat bermanfaat bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Yakni meliputi, menumbuhkan empati dan solidaritas antar sesama umat.
Membangun hubungan yang harmonis, menghindari konflik dan menciptakan suasana kondusif, damai penuh dengan tenggang rasa serta membangun semangat saling asah,asuh dan asih.

Guna memantapkan kepekaan sosial dalam menjalani kehidupan kehidupan sehari hari hendaknya dapat mengupayakan sikap-sikap berpikir positif. Yaitu, amalkan pesan moral lupakan perbuatan baik yang pernah dilakukan kepada orang lain dan lupakan pula perlakukan yang kurang baik yang pernah diterima dari orang lain.
Selalu berusaha menjadi pendengar yang baik dan berikhtiar untuk selalu menempatkan diri sendiri pada posisi orang lain.

“Ada pantun untuk para jemaah Nurul Falah. Bertamasya ke Gua Terawang Todanan, Berangkatnya naik mobil sedan,Tingkatkan amalan ibadah di bulan Ramadan, Insya Allah hidup penuh keberkahan,” pungkasnya.
Selesai kultum dibagikan “takjil” untuk para peserta tadarus di masjid Nurul Falah. (*)

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Kontruksi Rabat Beton, Jalan Cor Penghubung Desa Kedung Bacin ke Desa Ledok di Kecamatan Todanan Putus

0

Korandiva – BLORA.- Putusnya jalan penghubung antar Desa Kedung Bacin ke Desa Ledok Kecamatan Todanan kini menjadi sorotan masyarakat Blora. Meskipun untuk sementara sudah tertangani dengan menguruk grosok agar jalan bisa diakses warga, namun fenomena putusnya jalan tersebut menyisakan tabir kelam.

Dari hasil investigasi di lapangan pada Rabu (12/03/2025), di lokasi jalan yang putus tidak ditemukan rangka besi wiremesh atau tulangan besi sebagai penguat rabat beton di bekas retakan jalan tersebut.

Kepala Desa Kedung Bacin, Karjan, kepada Diva menuturkan bahwa lokasi jalan yang putus itu masuk wilayah Desa Ledok. “Sepengetahuan saya penyebab putusnya jalan tersebut karena tergerus derasnya air,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Ledok Kecamatan Todanan, Joko Mintoyo. Menurutnya, jalan putus dikarenakan tanah gerak pada waktu hujan deras.

“Kapan putusnya jalan tersebut saya sudah lupa, cuma penyebabnya tanah gerak disertai hujan deras yang berakibat jalan cor tersebut putus,” ungkap sang Kades melalui pesan WhatsApp.

Joko juga menerangkan, bahwa jalan yang putus itu termasuk jalan kabupaten. “Jala tersebut merupakan jalan kabupaten, Mas,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Danang Adiamintara ketika dikonfirmasi wartawan, meminta waktu untuk memberikan data terkait spesifikasi jalan tersebut.

“Biar kami cari data-datanya dulu, Mas. Siapa konsultan perencana, pihak ketiga yang mengerjakan dan konsultan pengawasannya,” ungkapnya melalui telepon WhatsApp, Jumat (14/03/2025).

Sementara itu Dwi Purnomo, Ketua Lembaga Bantuan Hukum Wisdom Batara Surya angkat bicara terkait santernya kabar putusnya jalan rabat beton di Kecamatan Todanan yang diduga tidak sesuai spesifikasi kontruksi.

Menurut Dwi Purnomo, jika tidak ada rangka besi atau ada rangka besi namun tidak sesuai spesifikasi, proyek tersebut sudah menyalahi prosedur. Karena sebagai penguat rabat beton jalan, komponen besi hukumnya wajib.

“Tanpa komponen itu maka kualitas jalan akan rentan kerusakan, dan untuk memastikan maka perlu dibuka RAB-nya. Ada tidaknya item pembesian biasanya sudah dikaji oleh pihak konsultan perencanaan,” paparnya, Jumat (12/03/2025).

Ditambahkan, Lembaga Bantuan Hukum Wisdom Batara Surya akan menindaklanjuti kasus ini untuk mengetahui kebenarannya. Karena putusnya jalan yang dibangun dengan menggunakan APBD Blora ini sangat merugikan masyarakat.

“Secepatnya kami akan membentuk tim khusus, sumber anggarannya dari mana, siapa konsultan perencanaannya, pihak ketiga yang mengerjakan dari CV apa dan konsultan pengawasannya dari CV apa,” tambahnya.

Setelah semua data terkumpul dan ditemukan dugaan-dugaan seperti yang berkembang di kalangan masyarakat, maka akan kami kawal sampai ke ranah hukum sesuai dengan Undang-undang yang berlaku,” tandasnya. (*)

Pelantikan Pengurus Mabiran, Kwarran, BPK, dan DKR Kwartir Ranting Cepu Masa bakti 2024-2027

0

Korandiva – BLORA.– Bertempat di Pendopo Sasana Widya Praja Kecamatan Cepu dilaksanakan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Pengurus Kwartir Ranting (Kwarran), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega (DKR) Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Cepu Masa Bakti 2024-2027 pada tanggal 13 Maret 2025 dimulai pukul 16.00 wib.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Blora beserta rombongan, Camat Cepu selaku Ketua Mabiran Cepu beserta Anggota Mabiran, Pengurus dan Andalan Kwartir Ranting Cepu, Adik-adik Dewan Kerja Ranting Cepu dan tamu undangan Ketua Mabigus dan Pamong Saka se-Kecamatan Cepu.

Ketua Kwartir Cabang Blora, Kakak Slamet Pamuji, SH, M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Camat Cepu yang selalu mendukung Pramuka di Cepu sehingga Pramuka Cepu masih menjadi barometernya Pramuka di Kabupaten Blora. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua Kwarran Cepu Kakak Sintong Joko Kusworo untuk berkenan kembali menjadi Ka. Kwarran untuk kedua kalinya setelah terpilih kembali secara aklamasi pada Musyawarah Ranting IV beberapa waktu lalu.

“Kemudian saya secara pribadi menyambut baik terhadap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Sekolah Tahun 2025, bahwa pengurus OSIS dan Pramuka kini dapat masuk dalam jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), harapannya adik-adik yang aktif di Pramuka bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, kalaupun dibutuhkan surat keterangan sampai tingkat Cabang, Kwarcab akan memfasilitasi”, yang terkahir Kwarda jateng akan menyelenggarakan Raimuna Daerah, saya harap Cepu bisa berpartisipasi”, pungkas Mumuk panggilan akrab Ka. Kwarcab.

Ditemui terpisah setelah pelantikan, Endah Ekawati, S.Sos, M.Si. Camat Cepu yang juga selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (MABIRAN) menyampaikan harapannya agar pengurus yang baru dilantik dapat bekerja sama dengan baik untuk mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka. Beliau juga mengingatkan kepada seluruh pengurus agar selalu mengutamakan kepentingan Gerakan Pramuka di atas kepentingan pribadi atau golongan.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kecamatan Cepu beserta pengurus dan andalan Kwarran Cepu yang telah dilantik, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kakak Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Blora yang telah berkesempatan hadir diacara hari ini, dan saya juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kepengurusan Mabiran dan Kwarran Cepu masa bakti 2021-2024 atas dedikasi dan loyalitasnya dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan di tingkat Kwarran Cepu” ujarnya.

Beliau juga berharap dengan kepengurusan yang baru ini gerakan pramuka Kwarran Cepu akan lebih aktif, mampu mencetak generasi sebagai tunas bangsa yang lebih baik.

Pada kegiatan kali ini juga dilakukan pelantikan 21 orang Pramuka Penegak Pandega sebagai Pengurus Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir Ranting Cepu masa bakti 2024-2027 yang diketuai oleh Sonny Putrawan. (*)

Berdayakan Masyarakat, Pemerintah Desa Gembyungan Bangun Infrastruktur Jalan Dusun Jomblang dengan Swakelola

0

Korandiva – BLORA.– Pemerintah Desa Gembyungan Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora terus berupaya meningkatkan infrastruktur desa demi kesejahteraan warganya. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembangunan jalan di Dusun Jomblang, yang dibiayai melalui Dana Desa (DD) Tahun 2024 sebesar Rp 150 juta.

Pengerjaan jalan tersebut dilakukan dengan sistem swakelola menggunakan material rigid beton dengan panjang 157 meter, lebar 12,5 cm, dan ketebalan 15 cm. Sistem ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki akses jalan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kepala Desa Gembyungan, Suyanto, saat ditemui di lokasi proyek pada Selasa (12/3/2025), menyampaikan bahwa pemanfaatan Dana Desa di bawah Rp 200 juta memang lebih baik dikerjakan dengan sistem swakelola.

“Saya sengaja memilih cara swakelola karena selain lebih efisien, juga bisa memberdayakan warga desa. Mereka bisa ikut bekerja dalam proyek ini, sehingga ada tambahan penghasilan yang bisa mereka dapatkan. Dan ini sesuai dengan aturan yang ada,” ujar Suyanto.

Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Salah seorang warga, Gondrong (43 tahun), mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jalan ini.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah desa maupun Pemkab Blora. Kini jalan di dukuhan kami sudah dicor, sehingga akses kami menjadi lebih baik. Selain itu, dengan pengerjaannya yang melibatkan tenaga kerja lokal, kami juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan,” tuturnya.

Pembangunan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam mendukung perekonomian desa. Pemerintah Desa Gembyungan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penggunaan Dana Desa demi kesejahteraan masyarakat. (*)

Khundori, Pembunuh Ayah dan Anak di Blora Terancam Hukuman Mati

0

Korandiva – BLORA.- Polres Blora menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Muslikin (45) dan putrinya, SKP (9), warga Dukuh Wangil, Desa Sambonganyar Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora pada 21 Februari 2025 lalu.
Rekonstruksi yang menghadirkan tersangka M. Khundori (35) dan sembilan saksi ini memperagakan 63 adegan di halaman Mapolres Blora, Senin (10/03/2025).

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto mengungkapkan, bahwa rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan keterangan pelaku dengan fakta di lapangan.

“Alhamdulillah, rekonstruksi yang dilaksanakan sesuai dengan keterangan-keterangan yang diberikan oleh saksi maupun dari pelaku,” ujar AKBP Wawan Andi.

Dari hasil rekonstruksi diketahui, bahwa aksi keji ini telah direncanakan sejak Jumat (21/02/2025). Pelaku yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban itu diduga menyimpan dendam terkait masalah warisan.

Menurut AKBP Wawan Andi, sebelum menjalankan aksinya Khundori telah menyiapkan apotas dan racun tikus. Bahan beracun tersebut ia gerus hingga halus dan mencampurkannya dengan air mineral dalam galon.

“Jumat sore dia menggunakan sepeda motor menuju rumah korban. Mengetahui rumah kosong, tersangka langsung beraksi, mencampurkan minuman yang sudah disediakan dengan air galon isi ulang yang berada di ruang tengah. Setelah itu, dia keluar rumah membawa sisa botol yang berisi campuran apotas dan racun tikus,” jelas AKBP Wawan Andi.

Usai melakukan aksinya, Khundori melarikan diri ke Kalimantan Timur. Pelariannya tak berlangsung lama, karena polisi berhasil menangkapnya di Bandara Samarinda pada Selasa (25/02/2025) berkat kerja sama dengan Polda Kalimantan Timur.

AKBP Wawan Andi menegaskan bahwa berdasarkan alat bukti yang kuat, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Ancamannya, hukuman mati,” tegas AKBP Wawan Andi.
Saat ini, Polres Blora masih menunggu hasil autopsi dari Biddokkes Polda Jawa Tengah untuk memastikan secara pasti penyebab kematian korban.
“Hasil autopsi belum keluar dari Biddokkes Polda Jateng. Sampai saat ini kami masih menunggu,” pungkas AKBP Wawan Andi. (*)

Tragedi Lift Crane Jatuh di Proyek Pembangunan RS PKU Blora, Korban Meninggal Bertambah Menjadi Lima Orang

0

Korandiva – BLORA.- Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan kerja yang disebabkan oleh jatuhnya lift crane di proyek pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora terus bertambah. Kini, total korban meninggal dunia bertambah menjadi lima orang, setelah satu korban bernama Riduan, warga Desa Greneng, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, meninggal dunia pada Minggu, 9 Maret 2025, sekitar pukul 08.10 WIB.

Sebelumnya, kecelakaan kerja yang terjadi pada tanggal 8 Februari 2025 itu dilaporkan tiga orang meninggal dunia di tempat kejadian, dan satu korban lagi meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan medis. Selain itu, dalam insiden tersebut juga ada tiga korban lainnya mengalami luka-luka.

Korban yang meninggal pada Minggu kemarin sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah Blora dan dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada 6 Maret 2025, namun akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Identitas kelima pekerja yang meninggal akibat kecelakaan tersebut antara lain; Sono (Desa Ngampon, Kecamatan Jepon), Ahmad Zaenudin (Dukuh Ngelambang, Desa Puledagel, Kecamatan Jepon), Tri Wiji (Desa Bacem, Kecamatan Jepon), Djami (Dukuh Trenggiling, Desa Temurejo, Kecamatan Kota), dan Riduan (Desa Greneng, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora). Dan, penyelidikan terus dilakukan oleh Polres Blora.

“Kami dari kepolisian telah memeriksa 12 saksi, termasuk karyawan, pengawas lapangan, hingga penanggung jawab gedung,” ungkap Kasatreskrim Polres Blora, AKP Slamet ketika dikonfirmasi, Senin (10/3/2025).

“Kami juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti lift crane di Laboratorium Forensik Polda Jateng,” tambah Slamet.

Tersiar dugaan kelalaian dari pengawas lapangan karena tidak ada perawatan atau pengecekan terhadap mesin lift crane sebelum digunakan. Kondisi itu diperkuat oleh keterangan para saksi yang mengungkapkan, bahwa peralatan tersebut tidak dalam kondisi terawat dengan baik.

Kecelakaan ini menjadi perhatian serius terkait keselamatan kerja di proyek konstruksi, dan pihak berwenang berjanji akan menindaklanjuti dugaan kelalaian yang menyebabkan tragedi ini. (*)

Umroh di Bulan Ramadhan Setara dengan Pahala Berhaji

Korandiva – BLORA.- Seperti yang sudah kita ketahui bersama, ibadah umroh memiliki keutamaan tersendiri. Namun, jika dilakukan di bulan Ramadhan, pahalanya menjadi jauh lebih besar. Bahkan, ada dalil yang menyebutkan bahwa umroh di bulan Ramadhan setara dengan pahala berhaji.
Karena itu, sudah menjadi tren bagi umat Islam yang berkemampuan ketika memasuki bulan Ramadan adalah berlomba-lomba ingin menjalankan ibadah umroh.
Sebagaimana tersurat Hadist Riwayat Bukhari no1782 dan Muslim no1256″ Rasulullah SAW bersabda : “Apabila Ramadan tiba, berumrohlah karena umroh di bulan Ramadan pahalanya senilai dengan haji”.

Bahkan dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa umroh di bulan Ramadan seperti berhaji bersama Nabi Muhammad SAW.
“Sesungguhnya umroh di bulan Ramadan seperti berhaji bersamaku” (HR Bukhari no1863).

Berkenaan dengan hal tersebut, Sabtu Wage 8 Maret 2025, seorang tokoh wanita di Bumi Mustika yang baru saja kembali ke Tanah Air Indonesia setelah selesai menjalankan ibadah umroh beserta keluarga, yakni drg Hj. Any Djuwita, M.Kes., alumni dari Universitas Gadjah Mada dan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora memberikan pencerahan dan motivasi.

Ia sudah berumur 72 tahun namun masih aktif berkarya profesi sebagai dokter gigi. Bahkan juga masih aktif sebagai komisaris di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Blora.

Bu Any panggilan akrab sehari-hari menceritakan pengalaman spiritual selama menjalani ibadah umroh.
Memang sebelum berangkat ke tanah suci dirinya sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya terutama dalam menjaga kesehatan dengan kegiatan senam jantung sehat dan mengatur pola asupan makanan bergizi dan seimbang.
Disamping itu juga secara spiritual aktif mengikuti pengajian dan membaca Al-Qur’an.

Menurut Bu Any, motif utama untuk berangkat umroh di bulan Ramadan bukan karena hanya ingin mendapatkan pahala yang berlimpah senilai ibadah haji.
Namun lebih dari itu ingin merasakan sensasi ibadah umroh di bulan Ramadan dan curhat serta mendekatkan diri secara totalitas kepada Allah dengan ibadah khusuk penuh keikhlasan agar diberi kesabaran,kedamaian,kebahagian bersama keluarga dan kesehatan.

“Alhamdulilah selama sembilan hari di tanah suci diberi kesehatan yang prima bahkan bisa menepis mitos kalau di tanah suci pasti kena serangan batuk,” tuturnya.
Buktinya dengan disiplin makan buah buahan dan sayur sayuran hijau serta tidak makan makanan gorengan bisa terhindar dari penyakit batuk.

Ia baru pertama kali melaksanakan ibadah umroh di bulan Ramadan.
Banyak pengalaman spiritual yang didapat dan menjadi bekal untuk semakin mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta.
Walaupun dalam kondisi puasa namun semangat dan tekad untuk beribadah semakin gaspol dan mantab. Sehingga menjadi lupa tak terasa kalau sedang menjalani ibadah puasa.

Selama menjalani ibadah umroh di bulan Ramadan bu Any mendapatkan hikmah yang makin mendorong untuk meningkatkan ibadah spiritual dan ibadah sosial.
Di antaranya, semakin percaya dan yakin bahwa ibadah umroh merupakan amal kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadan akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.
Sehingga bagi umat Islam yang memiliki kesempatan dan kemampuan hendaknya bisa melaksanakan umroh di bulan Ramadan.

Disamping itu umroh di bulan Ramadan kesempatan untuk melatih dan menggembleng kesabaran dan keikhlasan.
Sekaligus untuk mengikuti Sunah Rasulullah SAW untuk merajut dan menjalin ukhuwah Islamiah dengan sesama umat Islam dari berbagai negara.

Berdasarkan pengalaman melaksanakan ibadah umroh di bulan Ramadan, ia menyarankan bagi umat Islam yang akan ibadah umroh di bulan Ramadan untuk mempersiapkan beberapa hal.
Yaitu, upayakan paling utama untuk menjaga kesehatan agar tetap prima. Cukup minum saat sahur dan berbuka puasa, pilih makanan bergizi dan hindari makanan terlalu asin, manis dan berlemak.

Kemudian, atur jadwal ibadah dengan bijak dan berorientasi pada kondisi riel dilapangan dan jangan memfosir diri upayakan istirahat yang cukup.
Disamping itu jangan lupa membawa barang- barang yang membantu kenyamaan diantaranya payung, kaca mata hitam, krim pelindung matahari dan alas kaki yang ringan dan nyaman untuk menghidari lecet dan kelelahan.
Kesimpulannya menjalan ibadah umroh di bulan Ramadhan bagi umat islam yang berkemampuan merupakan kesempatan yang emas dan istimewa yang sangat disayangkan bila peluang tersebut untuk dilewatkan atau tidak dimanfaatkan.

Karena hikmah dan pahala umroh di bulan Ramadan bukan hanya sekedar menambah pahala, melainkan kesempatan yang mulia untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan manusia yang taqwa. (*)