Beranda blog Halaman 57

Jelang Lebaran Ketupat, Pasar Sido Makmur-Blora Dibanjiri Pedagang Janur Kelapa

Korandiva – BLORA.- Menjelang Lebaran Ketupat, geliat di pasar Sido Makmur, salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Blora dibanjiri pedagang janur kelapa.
Janur kelapa selalu diburu warga untuk selongsong ketupat dan lepet dalam rangka merayakan tradisi kupatan pada H+7 Idulfitri.
Janur kelapa itu dipasok dari luar Kabupaten Blora seperti Kabupaten Pati, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban bahkan ada yang berasal dari Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kebumen.

“Baru kali ini orang beli janur untuk bahan selongsong pembuatan ketupat sampai antri,” ucap Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA, mantan Sekda Blora, saat memantau aktivitas di Pasar Sido Makmur Blora pada Minggu 6 April 2025.

Mereka yang membeli janur dari para bakul musiman tersebut ada yang langsung dijual lagi, tapi ada yang dimanfaatkan untuk membuat selongsong ketupat.
Sri Mulyani, bakul musiman yang menjual janur kelapa dari Kabupaten Kebumen, menceritakan profesi sebagai bakul janur sudah dijalani lebih dari tiga tahun.
“Lumayan bisa meraup untung bersih dari penjualan janur hampir 40% dari modal yang dibelanjakan,” ucapnya.

Hal senada juga dirasakan oleh Sutiyem, dengan wajah optimis si bakul kecil yang membeli bahan di pasar Sido Makmur dari bakul yang mendatangkan janur dari luar Kabupaten Blora.
Ia hanya menganyam selongsong ketupat lalu dijual ke konsumen sudah mendapat keuntungan bersih sekitar 30% dari modal yang dibelanjakan.

Anehnya, Sutiyem juga menjajakan dan menjual selongsong ketupat dengan daun kelapa yang sudah tua berwarna hijau. Itupun laris manis terjual.
*Serangan Hama Kelapa di Blora
Mengapa bahan selosong/janur yang dijual di Pasar Sido Makmur berasal dari daerah di luar dari Kabupaten Blora?
Karena tanaman kelapa di kabupaten Blora mengalami pemunahan akibat serangan hama kelapa (wangwung).

Bambang Sulistya menyebutkan, berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Pertanian Pangan Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman, SP., M.MA., bahwa populasi tanaman kalapa di Kabupaten Blora banyak mengalami penurunan secara drastis karena kematian akibat serangan hama kelapa yang dikenal wangwung atau kumbang kelapa/kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros).

Kumbang ini sangat ganas merusak tanaman kelapa yang menyebabkan kematian.
*Wangwung menyukai tempat kotor termasuk kotoran ternak sapi.
Di Blora merupakan gudangnya sapi Jawa Tengah, sehingga memberi pengaruh nyata berkembangnya kumbang badak di Kabupaten Blora.
Oleh karena itu penerapan pertanian organik yang dijadikan program andalan kabupaten Blora oleh Bupati Dr.Arief Rohman, S.IP., M.Si., juga dapat dijadikan untuk upaya mengendalikan wangwung di Kabupaten Blora.

Sementara upaya untuk pengembangan populasi kelapa pada 2025 di Kabupaten Blora akan diperjuangkan untuk mendapatkan bantuan bibit kelapa genjah hibrida dari Dinas teknis Provinsi Jawa Tengah dan akan diikhtiarkan oleh Bupati Blora untuk meminta bantuan CSR dari Pertamina.

Sementara, mengapa animo sebagian masyarakat Blora masih uri-uri melaksanakan tradisi lebaran ketupat.
Menurut H. Soedadyo mantan kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Tramigrasi yang saat ini sebagai Sekretaris Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora menyatakan bahwa semua itu tak lepas dari tuntunan agama Islam dimana Nabi Muhammad SAW menganjurkan bagi umat Islam supaya menyempurnakan puasa Ramadan dengan puasa sunah 6 hari dimulai setelah 1 Syawal karena pahalanya bisa menghapus seseorang untuk untuk satu tahun ke depan.

Sebagaimana tersurat dalam hadist riwayat Muslim 1164.
Disamping itu lebaran ketupat merupakan karya spiritual oleh Sunan Kalijaga dalam pengembangan agama Islam di Jawa.
Lebaran ketupat biasanya dilaksanakan 7 hari setelah lebaran Idulfitri. Masyarakat Jawa yang melaksanakan lebaran ketupat biasanya membuat ketupat, yakni sejenis makan yang dibuat dari beras dimasukkan dalam selongsong anyaman daun kelapa muda (janur) berbentuk kantong persegi empat kemudian dimasak.
Setelah ketupat masak disajikan dengan memberi lauk pauk berupa ikan, telur dan daging serta diberi kuah bersantan.

Masyarakat kemudian membagi bagikan kepada tetangga, kerabat, keluarga terdekat dan orang lebih tua serta tamu yang sedang bersilaturahmi.
Sajian ketupat beserta kelengkapannya tersebut merupakan perlambang kasih sayang dan bentuk empati sesama umat untuk mempererat tali silaturahmi.

Dalam tradisi Jawa semua nama pasti mengandung arti yang dalam.
Mengapa menggunakan daun kelapa muda atau janur karena janur diambil dari bahasa Arab “Ja’anur “ artinya telah datang cahaya, kemudian bentuk fisik ketupat yang segi empat ibarat hati manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahan maka hati, seperti hati yang terbelah pasti isinya putih bersih.
Oleh karena itu hati yang putih bersih tidak dinodai oleh perasaan iri dan dengki karena sudah dibungkus oleh cahaya Ilahi (Ja’anur).

Sementara nama ketupat itu merupakan akronim atau singkatan Ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan).
Prosesi ngaku lepat diimplementasikan dengan tradisi sungkeman, yaitu seorang anak atau orang yang lebih muda bersimpuh memohon maaf kepada orang tua atau orang yang lebih senior.

Dari tradisi itu kita diajarkan supaya menghormati orang tua atau orang yang lebih tua untuk memohon maaf dan meminta bimbingan serta ridhonya karena tua dianggap lebih berpengalaman dalam menjalani kehidupan.
Simbol tradisi sungkeman diwujudkan berupa ketupat. Sebab saat berkunjung ke rumah kerabat atau orang tua akan diberi suguhan ketupat dan diminta untuk dicicipi atau dimakan.

Apabila ketupat itu dimakan maka secara otomatis pintu maaf telah dibuka dan segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah terjadi antar keduanya akan terhapus.
Selanjunya untuk laku papat, Sunan Kalijaga menggunakan empat kata atau istilah : Lebaran, Luberan, Leburan dan Laburan.
Lebaran berarti akhir bulan puasa Ramadan dan bersiap menyongsong hari kemenangan Idulfitri (Kembali suci).
Luberan bermakna melebur atau melimpah seperti air yang tumpah karena sudah terisi penuh.
Pesan moral Luberan adalah membudayakan kepyur/berbagi/sedekah kepada orang yang kurang beruntung dan membayar zakat karena itu hak orang miskin serta harus diberikan agar harta kita bersih.
Leburan bermakna habis atau menyatu.
Artinya momen lebaran itu untuk melebur dosa terhadap satu dengan yang lain dengan cara meminta maaf dan memberi maaf.
Sehingga dosa kita dengan sesama bisa nol kembali atau bahasa gaulnya Salam Kosong Kosong (SKK).

Laburan dari kata labur atau kapur. Bahan kapur merupakan zat pewarna berwarna putih yang bisa digunakan untuk menjernihkan benda cair.
Dari makna laburan bisa dipahami bahwa hati seorang muslim setelah puasa di bulan Ramadan harus kembali bening, jernih nan putih layaknya kapur dan menjadi motivasi diri supaya dengan semangat gaspol mampu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

Jalan-jalan ke Kota Blora.
Berkeliling kota naik delman.
Seminggu sudah hari Raya.
Selamat Lebaran ketupat.
Semoga berkah dan bahagia. (*)

Nonton Orkes Dangdut di Desa Srikaton, Dua Orang Warga Pati Jadi Korban Pengeroyokan

0

Korandiva – PATI.- Dua orang pemuda menjadi korban pengeroyokan usai nonton acara orkes dangdut yang digelar di Dusun Watur, Desa Srikaton Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, pada Kamis, 3 April 2025, sekitar pukul 11.00 WIB.

Insiden bermula ketika korban bernama Panji dan Satriyo itu datang ke lokasi untuk menikmati hiburan musik dangdut. “Tiba-tiba Satriyo dipukul orang tak dikenal,” ujar Panji ketika ditemui di rumah sakit, Kamis (3/4/2025).

Aksi pemukulan tersebut memicu ketegangan, hingga pihak keamanan harus turun tangan untuk meredam situasi.
Setelah kejadian itu, Panji mengajak Satriyo untuk segera meninggalkan lokasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun saat dalam perjalanan pulang dan melintas di dekat area makam Dusun Watur.
“Kami dicegat dan langsung dikeroyok oleh sekitar 20 orang,” tambah Panji.

Akibat aksi pengeroyokan tersebut, Panji mengalami luka serius dengan enam titik luka jahit total 15 jahitan, retak pada jari tangan, serta memar di bagian punggung.
Sementara itu Satriyo juga menderita luka di kepala dengan lima jahitan, memar di beberapa bagian tubuh, serta mengalami kerugian materi berupa motor yang dirusak dan kehilangan telepon genggam.

Kasus pengeroyokan ini telah dilaporkan kepada pihak berwajib dan korban berharap para pelaku segera ditindak sesuai hukum yang berlaku. (*)

Bayi Umur 1 Hari Ditemukan di Area Persawahan Semanggi, Blora

Korandiva – BLORA.- Seorang bayi laki-laki ditemukan di Desa Semanggi Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora sekira pukul 09.00 WIB dalam kondisi masih hidup dan sehat.
Kasi Humas Polres Blora, AKP Gembong Widodo pada (04/04/2025) membenarkan terkait kejadian yang membuat heboh masyarakat, dengan penemuan seorang bayi tersebut.

Setelah mendapatkan informasi dari warga masyarakat, petugas kepolisian langsung menuju lokasi serta mengamankan bayi tanpa identitas tersebut. “Kami segera membawa ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan secepatnya,” ujar Gembong.
Bayi itu sekarang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Soetijono Blora.

“Sementara masih penanganan dokter di rumah sakit, dan kondisi bayi selamat. Saat ini Reskrim Polsek Jepon lagi bergerak untuk pendalaman,” ujar Gembong.

Ketika ditemukan lanjut Gembong identitas bayi belum ada. Di sekitar bayi tidak ditemukan barang-barang lain. “Diperkirakan usia bayi baru satu hari, ari-ari masih menempel,” papar Gembong.

Pihak aparat kepolisian tengah mendalami peristiwa penemuan bayi tersebut. Polisi juga belum bisa memastikan, apakah bayi tersebut sengaja dibuang atau tidak. “Untuk saat ini polisi masih dalam proses memeriksa saksi-saksi untuk mendapat keterangan,” tutup Gembong. (tim)

Tolak Isu Militer Masuk Kampus, BEM Unud Tuntut Kerja Sama dengan Kodam IX Dibatalkan

0

Korandiva – DENPASAR.- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana (BEM Unud) menegaskan bahwa pihaknya tetap menentang kerja sama antara kampus dengan Kodam IX/Udayana.
Hal ini sebagai tanggapan atas klarifikasi Rektor Unud I Ketut Sudarsana yang menegaskan bahwa kerja sama ini tidak akan membawa praktik militer ke dalam dunia kampus.

“Kami ingin meluruskan bahwa kerja sama ini tidak akan mengintervensi ruang akademik atau kebebasan berpikir di kampus. Seluruh program kerja sama akan bersifat edukatif, terbuka, dan partisipatif,” tegas Sudarsana dalam keterangan resmi, 31 Maret 2025.

Terkait hal ini, Presiden Mahasiswa (Presma) Unud I Wayan Arma Surya Darmaputra menyebut bahwa pihaknya telah melakukan konsolidasi agung yang dihadiri oleh mahasiswa dari seluruh fakultas untuk membahas terkait pernyataan tersebut.

Arma menjelaskan bahwa kolaborasi antara kedua institusi ini masih bersifat umum tanpa adanya peraturan teknis terkait pelaksanaannya.

“Ketidakjelasan mengenai implementasi kerja sama ini menimbulkan berbagai pertanyaan, terutama terkait batasan kewenangan serta dampaknya terhadap kebebasan akademik dan independensi institusi pendidikan,” papar Arma ketika dikonfirmasi, 3 April 2025.
Sehingga penolakan masih akan tetap digaungkan sebagai bentuk kekhawatiran terhadap masuknya unsur militerisasi dalam institusi pendidikan, yang seharusnya tetap netral dan bebas dari kepentingan sektoral tertentu.

“Kerja sama ini berpotensi membatasi kebebasan akademik serta membuka ruang bagi politisasi dalam kegiatan akademik, yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan yang menjadi landasan pendidikan tinggi,” tuturnya.

Padahal seharusnya, Arma menekankan tanggung jawab kampus dalam menjaga kebebasan akademik, memastikan lingkungan objektif, serta mencegah segala bentuk pembatasan terhadap kebebasan berpikir.

Maka dari itu, para mahasiswa tetap menuntut pihak kampus untuk membatalkan “Perjanjian Kerja Sama antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dan Universitas Udayana tentang Sinergitas di Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.”

Termasuk juga pembatalan nota kesepahaman antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan TNI yang menjadi dasar dari tercetusnya kerja sama tersebut. (*)

Prihatin Kondisi Serangan Tikus dan Kresek di Todanan, Dinas Pertanian Blora Gerak Cepat Kendalikan Hama

0

Korandiva – BLORA.- Keresahan petani di sejumlah wilayah di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora mendorong para petugas Dinas Pertanian yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Todanan untuk segera bergerak cepat di lapangan.
Meskipun suasana masih libur Lebaran pada Kamis (3/4) atau H+3, para petugas dari BPP Kecamatan Todanan sudah terjun langsung ke lapangan.

Respon cepat itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap para petani di Kecamatan Todanan agar tidak mengalami kerugian akibat merebaknya serangan hama tikus dan penyakit kresek.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Todanan, Heri Susanto, SP mengatakan, meski dalam suasana libur lebaran pihaknya menyempatkan hadir karena keprihatinannya terhadap kondisi para petani di wilayah Todanan.

“Untuk cara pengaplikasian obatnya nanti akan langsung dijelaskan oleh petugas kami di lapangan,” kata Heri.

Dari pantauan wartawan di lapangan, mayoritas tanaman padi dan jagung milik petani di sejumlah wilayah yang ada di Kecamatan Todanan mengalami rusak parah. Akibat dari parahnya serangan tikus dan penyakit kresek, tidak sedikit petani yang dipastikan akan mengalami gagal panen.

Isnawati, petugas pertanian Kabupaten Blora selaku Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman ( POPT) menyampaikan, dari hasil survei lapangan beberapa hari sebelumnya, memang ditemukan kerusakan tanaman cukup parah di sejumlah lahan petani yang ada di Desa Karanganyar dan sekitarnya akibat serangan hama tikus dan penyakit kresek atau penyakit Blast. “Beberapa sebelumnya kami survei di beberapa lahan memang terdapat serangan hama tikus dan penyakit kresek,” ungkap Isna.

Wagiman (54 th) salah satu pemilik lahan yang mengalami rusak parah mengatakan, tanaman jagung miliknya, pada musim lalu telah habis dalam waktu semalam. “dan sekarang padi saya juga rusak parah oleh hama tikus sekaligus penyakit kresek,” kata pria yang akrab di panggil Mbah Didik ini.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pertanian mengupayakan gerakan serentak memberantas hama tikus dengan memberikan bantuan umpan tikus dan obat pengendali hama untuk penyemprotan serentak. kegiatan tersebut di hadiri langsung Koordinator BPP Pertanian kecamatan Todanan Heri Susanto bersama beberapa PPL di satuan kerjanya. (*)

Di Tulungagung, Petasan Balon Udara Meledak, Rumah-Mobil Rusak

0

Korandiva – SURABAYA.- Sebuah petasan balon udara jatuh dan meledak di Tulungagung, Jawa Timur. Akibat insiden tersebut, satu orang pemudik terluka hingga sebuah rumah dan mobil warga rusak.
Petasan itu jatuh dan menimpa rumah milik Harmudi, warga Dusun Bancang, Desan Gandong, Rabu (3/4) sekitar pukul 06.15 WIB.

Salah satu pemudik di rumah Harmudi bernama Mujadi mengatakan awalnya balon udara terbang dengan membawa rentengan petasan.
“Kemudian petasan balon udara jatuh di rumah dan meledak. Awalnya itu ada tiga ledakan kecil-kecil, tapi yang dua besar,” kata Mujadi, Kamis (3/4).

Mujadi mengatakan, setelah ledakan kecil, kondisi di sekitarnya dipenuhi asap tebal. Dia lalu melihat petasan besar yang ikut jatuh bersama balon udara di lokasi rumahnya, tapi saat akan dipindahkan, petasan tersebut justru meledak.

Rentetan ledakan di atap teras tersebut membuat kaca jendela hancur. Selain itu, ledakan merusak bagian kiri mobil Daihatsu Xenia DK-1643-AB miliknya.
“Saya juga kena lontaran batu-batu kecil, ini melukai tangan, wajah, dan kaki,” ujar Mujadi.

Kapolsek Bandung AKP Anwari mengatakan petasan balon udara itu diduga berasal dari Trenggalek. Petasan balon udara itu diduga dinaikkan oleh anak-anak di momen libur Lebaran.

“Dugaannya itu dinaikkan oleh anak-anak di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Trenggalek. Ada saksi yang mengetahui asal balon tersebut sekitar 500 meter dari TKP,” kata Anwari. (*)

Jalan Cabak-Bleboh Rusak Parah, Warga Tiga Desa Ancam Demo Besar-Besaran jika Tidak Segera Ada Perbaikan

0

Korandiva – BLORA.- Warga tiga desa di Kecamatan Jiken yakni Desa Nglebur, Desa Janjang, dan Desa Bleboh melakukan aksi protes unik dengan menanam pohon pisang di sepanjang jalan yang rusak parah, dari Cabak hingga Bleboh. Aksi ini merupakan bentuk ketidakpuasan terhadap kondisi infrastruktur yang sudah lama dibiarkan rusak tanpa ada perbaikan dari pemerintah.

Koordinator aksi, Sait menjelaskan bahwa kerusakan jalan sangat menghambat mobilitas warga, memperburuk kondisi transportasi, dan membatasi akses menuju kebutuhan dasar sehari-hari.

“Kami sudah bertahun-tahun menunggu perbaikan yang tak kunjung datang. Ini sudah sangat mengganggu kehidupan kami,” tegas Sait.

Lebih lanjut Sait menekankan, bahwa selain untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap jalan rusak, penanaman pisang juga mendukung program pemerintah Indonesia dalam meningkatkan ketahanan pangan lokal. “Dengan menanam pisang, kami berharap selain suara kami didengar, kami juga berkontribusi pada ketahanan pangan di daerah kami,” ungkapnya.

Aksi protes ini menarik perhatian publik, terutama dengan tuntutan tegas yang diajukan oleh warga. Sait menambahkan, warga meminta kepastian dari pemerintah mengenai waktu perbaikan jalan, dengan batas waktu yang jelas.

“Kami menuntut kepastian kapan jalan ini akan diperbaiki, dan kami beri waktu hingga 10 April 2024 untuk mendapatkan jawaban yang jelas dari pemerintah,” kata Sait.

Jika pada tanggal tersebut tidak ada kepastian atau tindakan nyata, warga dari tiga desa mengancam akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor Bupati sebagai bentuk kekecewaan dan tuntutan yang lebih keras. “Jika tidak ada keputusan konkret, kami akan turun ke jalan dengan massa yang lebih besar untuk menuntut perbaikan,” tambah Sait.

Warga berharap pemerintah daerah dan pusat segera memperhatikan kebutuhan dasar mereka dan tidak hanya berjanji tanpa adanya tindakan nyata, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. (*)

“Kemenangan Sejati” Menggema di Tengah Jamaah Salat Ied di Masjid Attaqwa Randublatung

0

Korandiva – BLORA.- Ribuan umat Islam memadati Masjid Attaqwa Randublatung dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri 1446 H pada Senin, 31 Maret 2025. Salat ini dipimpin oleh imam sekaligus khatib, Ustaz Mujihartono, yang menyampaikan khutbah bertajuk “Kemenangan Sejati.”

Dalam khutbahnya, Ustaz Mujihartono menekankan bahwa kemenangan sejati bukan sekadar merayakan akhir dari Ramadan, tetapi juga keberhasilan dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial.

Ia mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Antusiasme jamaah terlihat luar biasa. Halaman masjid yang penuh sesak bahkan meluber hingga ke Jalan Kawedanan Randublatung. Meskipun tahun ini tidak ada sambutan dari Bupati Blora, baik langsung maupun melalui perwakilan seperti tahun-tahun sebelumnya, hal tersebut tidak mengurangi kekhusyukan dan semangat kebersamaan dalam perayaan Idul Fitri.

Semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam perayaan ini mencerminkan nilai-nilai Islam yang sejati, di mana kemenangan tidak hanya diukur dari keberhasilan pribadi, tetapi juga dari bagaimana seseorang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Semoga semangat Idul Fitri ini terus terjaga, membawa keberkahan bagi seluruh umat Muslim, dan memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat. (*)

Salat Ied di Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati, Idulfitri adalah Panggilan untuk Kembali pada Kesucian

Korandiva – BLORA.- Pelaksanaan salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati Kec/Kab Blora, Senin (31/5/2025) menorehkan sejarah karena jemaahnya melimpah ruah hingga memanfaatkan areal Taman Perumnas Karangjati untuk pelaksanaan ibadah.

Suasana Lebaran benar-benar meriah karena pada tahun ini panitia penyelenggara kegiatan salat Ied melibatkan potensi umat yang ada di Perumnas Karangjati, mulai dari penggalangan dana hingga dalam hal menentukan imam salat serta khotib.

Bertindak sebagai imam salat Idulfitri adalah KH. Zainudin, SH., MH., dan khotib/penceramah KH.Wasit Nur Islah S.Ag.
Sebelum salat berjamaah Idul fitri dimulai, diawali laporan oleh ketua Takmir Masjid Nurul Falah yang diwakili oleh Agus Budi Sukrisno yang dikenal kyai Gaul perumnas.

Ia melaporkan dana yang masuk selama bulan Ramadan sebagai berikut :
-Dana kegiatan ruah bersama dari umat sebesar Rp 17.500.000,00.
-Dana keikhlasan dari umat melaluhi edaran list berputar Rp 24.000.000,00.
-Dana melaluhi infak tarawih Rp 15.400.000,00 selama satu bulan.
-Dana infaq melalui kegiatan pemungutan zakat Rp 7.250.000,00.
-Dana dari zakat mal Rp8.550.000,00.
-Dana masuk dari pemberian takjilb (berupa makanan) bila diwujudkan uang dari umat Islam setempat lebih dari Rp 8.000.000,00 selama satu bulan.
-Dana infak Idulfitri Rp 8.755.000,00.

Kemudian esensi tausiah Salat Idulfitri 1446 H yang disampaikan oleh khotib KH. Wasit Nur Islah di antaranya bahwa Idulfitri 1 Syawal 1446 H adalah saatnya umat muslim merayakan kemenangan dan keberkahan, setelah satu bulan penuh para umat Islam digembleng di kawah candradimuka untuk mengendalikan diri dari segala hawa nafsu yang pada diri manusia untuk menjadikan diri kembali fitri dengan jiwa jiwa yang suci sehingga masuk golongan orang-orang muttaqin.

“Idulfitri bukan sekedar perayaan, bukan pakaian baru dan hidangan yang lezat apalagi melampiaskan kegembiraan dengan pesta pora,” tuturnya.
Melainkan Idulfitri adalah momentum menguatkan tekad baja menjadi hamba Allah yang patuh pada perintahNya dan dengan sekuat tenaga meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah SWT.

“Disamping itu Idulfitri adalah tentang panggilan untuk kembali pada kesucian, memperkuat silaturahmi dan membangun kebersamaan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan kesucian diri ada dua hal yang perlu kita pahami dan tancapkan dalam hati diri kita masing-masing.

Pertama, penguatan dimensi vertikal kepada Allah SWT, melalui penguatan ibadah dan meraih ampunan atas segala dosa.
Kedua, adalah penguatan dimensi horizontal kepada sesama manusia, melalui kepekaan sosial dan senantiasa menebar kebaikan dan cinta kasih.
Jika dua hal itu mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka yakin kehidupan kita akan dinaungi kebahagian sampai di akhir masa.

Sebagaimana tersurat dalam Surat Ali Imran ayat 133 : “Bersegeralah menuju dari Tuhanmu dan surga yang luas seperti langit dan bumi yang disediakan bagi orang orang bertakwa”.

Dilanjutkan dengan firman Allah SWT pada Surat Ali Imran ayat 134 : “Orang orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang orang yang memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang orang yang berbuat kebaikan”.

“Dari surat Ali Imran ayat 134 Allah memerintahkan agar kita melaksanakan hal-hal ya positif untuk berbuat kebaikan,” jelasnya.
Ramadan dan Idulfitri menjadi momentum pembuktikan. Saat berpuasa kita diminta untuk melakukan pengendalian diri, namun di saat Idulfitri kita diminta untuk saling memaafkan.

Utamakan meminta maaf kepada orang tua kita yang telah berjasa dalam kehidupan kita dan menghantar kita meraih kesuksesan kehidupan di dunia.
Allah berfirman : “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaknya berbuat baik kepada orang tua. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua duanya sampai usia lanjut dalam pemeliharaanmu,sekali kali jangan engkau mengatakan kepada keduanya perkataan”ah” dan jangan engkau membentak keduanya, serta ucapkan kepada keduanya perkataan yang baik”.(Surat Al-Isra’ ayat 23).

Berbakti kepada orang tua tidak hanya saat mereka masih hidup di dunia.
Bagi orang tua yang sudah meninggal dunia,bukan berarti selesai bakti kita kepada mereka.
Ziarahi makamnya dan berdoalah kepada Allah untuk mengampuni segala dosa dan menerima amal ibadahnya.

“Selamat Idulfitri 1446 H, semoga kita menjadi suci dan manusia yang paripurna berguna bagi nusa, bangsa dan agama,” tutupnya.
Kegiatan ritual itu diakhiri dengan agenda bersalam salaman diantara umat Islam yang hadir dengan mengucapkan mohon maaf lahir batin. (*)

Sambut Lebaran, PLN Blora Hadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

0

Korandiva – BLORA.– Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan listrik kini tak perlu khawatir saat melintasi wilayah Blora dan Cepu.
PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blora telah menyiapkan tiga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) guna mendukung perjalanan mereka selama arus mudik Lebaran.

Manager PLN ULP Blora, Setyo Karminto, menjelaskan bahwa tiga SPKL tersebut berada di Kantor PLN ULP Blora, Kantor Pos Blora, dan Kantor PLN Cepu. Setiap SPKL memiliki daya 7.700 watt, cukup untuk mengisi daya kendaraan listrik dengan optimal.

“Ini adalah upaya kami dalam mendukung kelancaran perjalanan para pemudik yang memakai kendaraan listrik, baik roda empat maupun roda dua,” ujar Setyo, Sabtu (29/03/2025).

Tak hanya untuk mobil listrik, PLN juga menyediakan enam titik pengisian daya khusus bagi pengguna sepeda motor listrik. Pemudik dapat mengakses layanan ini dengan mudah menggunakan aplikasi PLN Mobile. “Cukup pindai barcode yang tersedia, lalu pilih jumlah pengisian sesuai kebutuhan. Prosesnya simpel dan cepat,” tambahnya.

Pengisian daya di SPKL ini diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu jam untuk mengisi penuh baterai kendaraan.
Selain untuk pemudik, fasilitas ini juga bisa dimanfaatkan oleh warga lokal yang memiliki kendaraan listrik namun belum memiliki pengisi daya di rumah.

Selain menyediakan infrastruktur pengisian daya, PLN ULP Blora juga memastikan kestabilan jaringan listrik selama periode mudik Lebaran guna mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik.

“Dengan layanan ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang beralih ke kendaraan listrik dan mendukung energi ramah lingkungan,” pungkas Setyo. (*)