Beranda blog Halaman 48

Warga Tiga Desa di Blora Khawatir Kondisi Jembatan Rusak Akibat Truk Tangki Muatan Solar Ilegal

0

Korandiva – BLORA.- Warga dari tiga desa, yakni Ngelebur, Janjang, dan Bleboh di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, menyampaikan keprihatinan terkait sering melintasnya truk tangki berkapasitas besar bertuliskan PT. PSC yang diduga membawa solar ilegal dari wilayah Wonocolo, Jawa Timur. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi merusak infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi penghubung antar desa.

Sait, tokoh masyarakat sekaligus koordinator tiga desa tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi jembatan yang rawan ambrol akibat beban berat truk tangki berkapasitas 16.000 liter. Ia meminta aparat penegak hukum agar segera melakukan tindakan tegas guna mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga keselamatan warga sekitar.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat keamanan dapat meningkatkan pengawasan serta menindak tegas pelanggaran terkait pengangkutan solar ilegal demi kelangsungan infrastruktur dan keselamatan publik. Penanganan cepat dianggap penting untuk menjaga stabilitas sarana transportasi di wilayah tersebut. (*)

Polres Blora Tegas Berantas Premanisme: 5 Pelaku Ditahan, Termasuk Oknum Wartawan dan Pengancam Bersenjata Tajam

0

Korandiva – BLORA. – Kepolisian Resor (Polres) Blora menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas aksi premanisme melalui Operasi Aman Candi 2025. Dalam 20 hari pelaksanaan operasi yang dimulai sejak 12 Mei 2025, Polres Blora berhasil menahan lima pelaku yang terlibat dalam berbagai tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di wilayah hukumnya.

Dua dari lima pelaku yang ditahan merupakan target operasi (TO) Aman Candi 2025, yang terlibat dalam tindak pidana pengancaman menggunakan senjata tajam. Aksi mereka terjadi di dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni Puledagel dan Geneng.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menjelaskan bahwa kedua pelaku ini telah meresahkan warga dengan aksi intimidasi yang mengancam keselamatan. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku premanisme yang mengganggu ketertiban masyarakat,” tegasnya dalam konferensi pers di Mapolres Blora, Senin (26/5/2025).

Selain itu, tiga pelaku lainnya adalah oknum wartawan yang melakukan pemerasan dengan barang bukti sebesar Rp4 juta. Aksi mereka terungkap di Rumah Makan Mekar Sari, yang menjadi lokasi TKP. Ketiga oknum ini diduga memanfaatkan profesi mereka untuk mengintimidasi dan memeras korban, sebuah praktik yang mencoreng dunia jurnalistik. Penangkapan ini menjadi bukti bahwa Polres Blora tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum, termasuk terhadap pelaku yang menyamar di balik profesi tertentu.

AKBP Wawan Andi Susanto menegaskan bahwa Operasi Aman Candi 2025, yang berlangsung hingga 30 Mei 2025, menyasar berbagai bentuk premanisme, termasuk parkir liar, pungutan liar, hingga aksi kekerasan jalanan. “Selama 15 hari operasi, kami telah menahan lima pelaku, dan ini adalah wujud nyata komitmen Polres Blora untuk melindungi masyarakat dari gangguan kamtibmas,” ujarnya. Ia juga mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan aksi premanisme melalui layanan hotline 110, yang siap melayani 24 jam.

Keberhasilan operasi ini mendapat apresiasi dari masyarakat Blora, yang mulai merasakan dampak positif dari penegakan hukum yang tegas namun humanis. Polres Blora berjanji akan terus menggelar operasi serupa guna memastikan wilayah hukumnya bebas dari aksi premanisme. Dengan pendekatan yang mengedepankan pencegahan dan penindakan, Polres Blora optimistis dapat menjaga iklim investasi serta kenyamanan masyarakat, terutama bagi pelaku usaha yang sering menjadi sasaran premanisme. (*)

KTNA Akan Segera Tingkatan Produktivitas Komoditas Pertanian serta Pendapatan para Petani di Blora

0

Korandiva – BLORA.- Ketua Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora Sugiyanto menyatakan segera gerak cepat agar peran pengurus KTNA bisa memberi kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian dan peningkatan produktivitas komoditas pertanian serta pendapatan para petani.

“Mengingat para pengurus KTNA berasal dari orang-orang yang mumpuni dan sudah teruji dalam berkiprah di bidang pertanian. Selama ini dengan semangat swadaya pengurus KTNA tetap berkarya nyata untuk mendukung berbagai program pertanian yang dicanangkan oleh pemerintah,” kata Sugiyanto dalam rapat konsolidasi di rumah Jasman desa Blungun Kecamatan Jepon, Sabtu (24/5/2025).

Sarjana Peternakan lulusan dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto itu sangat berharap, sebagai mitra pemerintah KTNA harus bisa berperan sebagai wadah komunikasi dan bersinergi bagi para petani dengan pihak pemerintah serta mampu menyalurkan aspirasi petani kepada pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris KTNA Kabupaten Blora, Farid Darwanto, antara lain menyampaikan pesan dari Bupati Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., agar KTNA Kabupaten Blora ikut berpartisipasi secara aktif dalam mendukung suksesnya program swasembada pangan di Kabupaten Blora dan ikut cawe-cawe menumbuhkan serta membina para petani milenial agar proses regenerasi di bidang pertanian semakin mantap.

Kabid Penyuluhan DP4 Ir Slamet Istiono mewakili kepala DP4 Kabupaten Blora Ngaliman, SP MMA., dalam arahannya meminta kepada para pengurus KTNA Kabupaten Blora, bahwa di era digital saat ini agar bersikap pro aktif untuk memperoleh berbagai informasi yang bermanfaat bagi upaya peningkatan wawasan ilmu pengetahuan, produksi pertanian dan peningkatan pendapatan bagi para petani.

Ia juga menyarankan kepada para pengurus KTNA untuk melakukan pola kerja sama kemitraan dengan berbagai pihak dalam melakukan aktivitas dan karya nyata. Diakui, pengaruh efisiensi anggaran dari pemerintah, pada tahun 2025 DP4 Blora belum dapat memberi dukungan dana secara maksimal terhadap berbagai kegiatan program yang akan dilaksanakan KTNA.

Masih dalam suasana rapat konsolidasi, penasihat KTNA Kabupaten Blora, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., mengingatkan kepada para pengurus KTNA yang hadir untuk tetap semangat dan optimis. “Teruslah meningkatkan peran KTNA sebagai penyambung lidah bagi para petani dalam pembangunan pertanian guna menyampaikan aspirasi kepada pemerintah atau pemerintah daerah,” tuturnya .

Disampaikan oleh manta Sekda Blora itu, sejumlah langkah dan kiprah yang harus ditingkat mantapkan, yaitu :
Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian melalui kegiatan magang, pelatihan dan penyuluhan.
Kedua, menaikan produksi pertanian dan pendapatan petani dengan mengadopsi tehnologi tepat guna, mengakses modal dan pasar yang siap menampung serta membeli.
Ketiga, meningkatkan daya saing dengan peningkatan kualitas dan produktivitas produk hasil pertanian.
Keempat, ikut berperan serta dalam membangun usahatani yang kuat, efisien dan ramah lingkungan.
Kelima, mendukung secara progresif terhadap kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan swasembada pangan.

“Ingat masalah pangan adalah masalah kedaulatan yang akan menentukan survival kita sebagai bangsa yang besar. Ada ungkapan visioner dari bapak Presiden Prabowo Subiyanto, Jika kita ingin menjadi negara maju, pangan harus aman dulu,” tandasnya.

Sementara itu Jasman, salah satu pengurus KTNA Kabupaten Blora yang dikenal sebagai sosok ketua Kelompok Tani yang prosojo, bloko suto (apa adanya) dan loma (suka berbagi), menyambut setiap peserta rapat yang hadir dengan penuh antusias, ramah, satun dan penuh tebaran senyum persahabatan serta kekeluargaan. Sajian makanan yang disuguhkan alami yang merupakan hasil budidaya pertaniannya sendiri. (*)

Akibat Dampak Banjir, Dinas Sosial P3A Blora Gelar Dapur Umum di Desa Mojorembun

0

Korandiva-BLORA.– Bertempat di Balai Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Dinas Sosial P3A menggelar dapur umum pada Rabu (22/5/2025) sebagai respons atas bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan ini dipimpin oleh Gaguk Setiyawan dengan anggota sekitar sepuluh orang dari Tim GATANA, serta sejumlah relawan lainnya. Dalam keterangannya, Gaguk menyatakan bahwa pihaknya selalu siap bergerak membantu korban bencana, bahkan hingga ke luar Pulau Jawa.

“Kegiatan seperti ini sudah sering kami lakukan. Setiap ada bencana, kami siap membantu, bahkan jika harus ke luar Jawa pun kami siap berangkat,” ujar Gaguk.

Ia menambahkan bahwa sebanyak 400 Kepala Keluarga (KK) di Desa Mojorembun terdampak banjir. “Karena itu kami dari Dinsos P3A langsung turun ke lapangan untuk membantu,” katanya sambil mempersiapkan nasi dan lauk untuk para korban banjir.

Sementara itu, Rifai selaku Kasi Perencanaan Desa Mojorembun menjelaskan kronologi bencana tersebut. “Hujan mulai turun sejak pukul 16.00 sore, dan sekitar pukul 01.00 dini hari banjir datang. Debit air kali ini lebih besar dibanding banjir sebelumnya, mencapai lebih dari satu meter. Warga panik, lalu kami segera berkoordinasi dengan Pak Kades untuk menghubungi Dinas Sosial Kabupaten. Pagi harinya tim Dinsos P3A datang dan langsung membuka dapur umum ini,” ungkapnya.

Beberapa warga yang terdampak menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Blora, khususnya Dinsos P3A, atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang kami terima. Ini sangat meringankan beban kami. Terima kasih kepada pemerintah desa maupun kabupaten yang telah memperhatikan penderitaan rakyat kecil seperti kami,” ujar salah seorang warga. (*)

Iduladha 1446 H/2025 M, Warga Perumnas Karangjati Siapkan Hewan Kurban 8 Ekor Sapi dan 6 Ekor Kambing

0

Korandiva – BLORA.- Iduladha tahun1446 H/2025 M tinggal menghitung hari, artinya umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban pada hari Tasyrib 10-13 Dzulhijjah.

Menurut salah satu imam di Masjid Nurul Falah Perumnas Kelurahan Karangjati, Kec/Kab Blora, Agus Budi Sukrisno atau dikenal julukan kyai Gaul yang saat ini sebagai Ketua RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan/Kabupaten Blora, menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman dalam Surat Al Kautsar ayat dua tentang perintah Allah untuk ibadah kurban.

“Maka, laksanakanlah salat karena TuhanMu dan berkurbanlah (Sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)”
Berdasarkan ayat tersebut menjelaskan tentang cara mensyukuri nikmat Allah dengan salad dan berkorban.
“Artinya, Laksanakan salat dengan ikhlas karena TuhanMu, bukan karena riya atau untuk dilihat oleh orang lain,” terangnya kepada tokoh masyarakat setempat, Bambang Sulistya, seusai salat isya berjemaah di masjid Nurul Falah, Kamis 22 Mei 2025.

Dan berkurbanlah, sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah. Hukum melakukan ibadah kurban adalah sunah muakkadah, sunah yang sangat dianjurkan bagi umat islam yang mampu.

Bahkan hampir selalu dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Sehingga sunah ini memiliki tingkat keutamaan yang tinggi, hampir setara dengan kewajiban.
Jika dikerjakan akan mendapatkan pahala yang besar, sedangkan jika ditinggalkan tanpa alasan yang sah maka dianggap kurang baik.

Kemudian keistimewaan dan nilai manfaat ibadah kurban bagi umat yang melaksanakannya selain merupakan suatu bentuk kepatuhan dan ketaatan dirinya kepada perintah Sang Pemilik Langit juga sebagai upaya untuk menghapus sifat serakah dan tamak dalam dirinya. Disamping itu bisa mempererat tali silaturahmi, membangun solidaritas sosial,memperoleh keberkahan dan bekal di akhirat nanti.

Sementara menurut ketua panitia Iduladha masjid Nurul Falah H. Mujiyana bahwa semangat dan antusias jemaah masjid Nurul Falah dalam melakukan ibadah kurban dari tahun ke tahun sangat tinggi.

Sebagai catatan jumlah hewan kurban dalam pelaksanakan kegiatan Iduladha 1445H/2024M, hewan kurban sapi sebanyak 14 ekor, hewan kurban kambing 14 ekor dan 3 ekor kambing untuk aqiqah.

Sedangkan untuk hewan kurban dalam Idul Adha 1446 H/2025 M hingga Jumat (23/5/2025) sudah terdaftar, umat yang akan melaksanakan ibadah kurban sebanyak 56 orang untuk hewan kurban sapi atau sebanyak 8 ekor sapi dan enam orang untuk hewan kurban kambing atau 6 ekor kambing.

Ia sangat berharap untuk hewan kurban tahun ini mudah-mudahan bisa meningkat dibanding tahun yang lalu. Paling tidak sama seperti pada Iduladha 2024.

Mujiyana bersama tim pembelian dan pemeliharaan yang anggotanya lima orang (H.Edy Widodo, H. Hadi Susianto,Agus Budi Sukrisno, Haidar Ali dan Hariyanto) juga sudah melaksanakan cek ke lokasi tempat penyedian sapi kurban.

Dalam kegiatan pengecekan ke lokasi tempat sapi kurban para anggota akan berupaya memperoleh sapi yang sehat yang memiliki berat sapi hidup di atas 400 kg, sapi yang tidak memiliki cacat,sudah cukup umur, tidak terlalu kurus dan tidak sedang menderita penyakit.

Sesuai arahan dari ketua takmir Masjid H.Slamet Pamuji pelaksanaan kegiatan ibadah kurban 2025 harus lebih berkualitas dibanding tahun 2024, baik dalam kualitas daging maupun dalam pendistribusian dan pembagian daging kurban kepada umat.

Upayakan ada prioritas pelayanan prima untuk umat Islam di Perumnas dan pendistribusian sapi serta kambing kurban untuk ditasarufkan ke musala/masjid yang ada di luar Perumnas Karangjati harus dipilih yang belum pernah mendapat bantuan hewan kurban dari takmir masjid Nurul Falah.
Semoga Ibadah kurban mampu memberi spirit Guyub rukun sesarengan mbangun Blora. (*)

Pemerintah Desa Semanggi Dicurigai Tutup-Tutupi Pengelolaan Dana Desa Tahap 1

0

Korandiva – BLORA.— Warga Desa Semanggi RT 01 RW 01, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, mengungkapkan kekhawatiran terkait ketidaktransparanan pengelolaan Dana Desa (DD) tahap 1 tahun 2025.

Hingga kini, masyarakat mengaku belum menerima informasi jelas tentang penggunaan anggaran yang sudah dicairkan beberapa waktu lalu. Keresahan warga bermula dari minimnya informasi terkait proyek pembangunan yang akan dibiayai dengan dana tersebut.

Warga pun mempertanyakan komitmen pemerintah desa untuk menjaga transparansi dan melibatkan publik dalam pengelolaan keuangan desa.

Sutrisno, Ketua RT 01 RW 01, mengungkapkan bahwa ia sudah mencoba untuk mencari penjelasan langsung kepada perangkat desa, termasuk Sekretaris Desa, Ninik. Namun, jawaban yang didapat justru semakin membingungkan.

“Saya tanya ke Bu Ninik, dia malah bilang bingung ini dana dari mana, padahal Dana Desa sudah cair,” ujar Sutrisno.

Pernyataan tersebut semakin memperburuk kecurigaan warga terkait ketidaksiapan atau ketidaktahuan perangkat desa tentang alokasi anggaran yang sudah diterima. Warga pun menegaskan pentingnya adanya informasi yang jelas agar mereka tidak merasa diabaikan dalam proses pembangunan desa.

“Warga hanya ingin tahu dana itu untuk apa. Itu hak kami sebagai masyarakat yang berhak mengetahui,” tambah Sutrisno.

Ia pun berharap agar segera diadakan pertemuan terbuka atau dipasang papan informasi publik yang menjelaskan secara rinci penggunaan Dana Desa.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar pemerintah kecamatan dan kabupaten melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan Dana Desa di Semanggi. Mereka khawatir tanpa adanya pengawasan yang jelas, potensi penyalahgunaan dana bisa terjadi.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Semanggi memberikan alasan terkait belum dimulainya pembangunan desa. “Mas, ini hujan terus, belum bisa mengerjakan proyek,” katanya singkat.

Namun, warga berharap alasan cuaca tidak menjadi penghalang untuk tetap memberikan laporan dan informasi yang transparan terkait rencana penggunaan Dana Desa. (*)

Rajiman Santarko Gelar Ritual Sedekah Bumi di Rumah Pribadi

0

Korandiva – BLORA.- Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Jepon, H. Rajiman Santarko menyelenggarakan kolaborasi dan sinergi kegiatan penghiburan diri bagi para wredatama mengintegrasikan kegiatan ritual sedekah bumi di rumah pribadi desa Gersi Kecamatan Jepon.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Blora masa bhakti 2014-2019 itu dikenal memiliki banyak talenta.

Rajiman, mantan camat Tunjungan Kabupaten Blora ketika masih aktif dekat dengan masyarakat, juga dikenal sebagai pemimpin yang jawani, prasojo dan loma (suka berbagi).

Saat ini Rajiman diberi amanah sebagai ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Jepon sudah dua periode.

Selama mengelola organisasi PWRI Kecamatan Jepon mampu memberikan warna baru dan dinamika baru yang patut menjadi teladan.

“Alhamdulillah, anggota PWRI Kecamatan Jepon, berkembang pesat, semula ketika awal memimpin hanya sekitar 80 orang, namun saat ini sudah berkembang menjadi lebih dari 200 orang,” kata Rajiman, Sabtu (17/5/2025).

Hal itu dikarenakan dirinya suka bersilaturahmi dan memiliki kemampuan berkomunikasi serta berinovasi dalam membangun harmonisasi hubungan dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan di Kecamatan Jepon.

“Berdasarkan pengalaman saya sebagai kepala kelurahan Jepon ternyata kegiatan sedekah bumi memberi kontribusi positif yang bermanfaat dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat , berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Di antaranya menumbuhkan semangat kekeluargaan, kebersamaan, kegotongroyongan dan kerukunan warga masyarakat.

“Bahkan mampu meningkatkan kepekaan dan kesetiakawan sosial serta bangkitnya spirit spiritual bagi para anggota masyarakat,” jelasnya.

Disisi lain, lanjut Rajiman, melalui sedekah bumi juga bisa dijadikan wahana evaluasi dan intropeksi diri sekaligus menanamkan harapan agar kehidupan di masa depan lebih baik dari pada saat ini.

Sementara Kepala desa Gersi, Dinal Candra Jimstark, termasuk generasi milenial, yang secara kebutulan anak kandung sendiri dari Rajiman menyampaikan, ungkapan bahwa sedekah bumi di desa Gresi bertujuan selain untuk nguri-uri tradisi para leluhur juga dimaksudkan sebagai rasa syukur atas terciptanya suasana guyub rukun dan kedamaian serta keberhasilan sebagian anggota masyarakat dalam usahanya dibidang pertanian.

Disamping itu ia punya nadar setahun sekali ingin memberi hiburan kepada seluruh anggota masyarakat dan berupaya untuk menumbuhkan semangat silaturahmi serta budaya berbagi/sedekah/kepyur di antara para anggota masyarakat.

Ketika agenda diskusi atau sambung rasa, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MS., selaku Ketua PWRI Kabupaten Blora telah mencat berbagai masukan, usulan, ide dan gagasan yang sangat urgen untuk kerukunan, kekompakan dan kemajuan PWRI.

“Saya hanya berpesan kepada para pengurus PWRI Jepon dengan akronim J3,” ucapnya.

(J1) : Jaga kesehatan tetap prima agar hidup makin berguna dan bermakna baik kepada keluarga sendiri maupun masyarakat.

(J2) : Jaga kekompakan,kekeluargaan dan kerukunan dengan berbagai elemen masyarakat untuk sesarengan mbangun Blora.

(J3) : Jadikan sesanti “setiap detik berbuat baik dan setiap melangkah untuk beribadah” sebagai motivasi diri dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Tipu Korban Ratusan Juta, Ketua Ormas Pemuda Pancasila Blora Ditangkap Polisi

0

Korandiva – BLORA.- Polda Jateng- Kota Semarang | Tim Satgas Anti-Premanisme yang tergabung dalam Operasi Aman Candi 2025 Polda Jawa Tengah menangkap Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Blora, tersangka adalah MJ (44). Pria yang akrab disapa Mbah Mun itu diamankan petugas lantaran diduga terlibat kasus Penipuan yang merugikan korbannya hingga ratusan juta rupiah.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio menyebut peristiwa penipuan ini dialami oleh WA, asal Kradenan Kab. Blora. Dalam keterangan pada Senin (19/5/2025) pagi Kombes Pol Dwi Subagio menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban yang dibuat pada 11 Mei 2025, lantaran merasa tertipu dengan janji pengadaan solar industri fiktif yang dilakukan oleh pelaku.

“Penangkapan yang bersangkutan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 17 Mei 2025 oleh tim gabungan Satgas Gakkum Ops Aman Candi 2025,” ungkapnya. Senin (19/5).

Selain MJ, petugas juga mengamankan WH, wanita berusia 45 tahun asal Todanan Blora. Dirinya ikut ditangkap lantaran diduga turut membantu tersangka untuk meyakinkan korban.

“Adapun modus yang dilakukan pelaku adalah meyakinkan korban untuk menjalin kerja sama bisnis pengadaan solar dengan mengaku sebagai Humas dari sebuah perusahaan dan menjanjikan pengiriman solar industri, padahal gudang perusahaan tersebut sudah tidak lagi beroperasi sejak Juli 2022,” jelasnya.

Keduanya disebut secara bersama-sama memberikan iming-iming dan janji palsu serta meminta korban untuk menyetor uang sebagai deposit pengiriman solar industri. Total kerugian dialami korban mencapai lebih dari Rp 333 juta.

“Pada sekira bulan Agustus hingga September 2022, korban dijanjikan pengiriman solar industri secara lancar apabila menyetorkan uang deposit kepada pelaku. Bahkan pelaku mengklaim punya jaringan dengan Komisaris perusahaan tersebut untuk meyakinkan korban,” lanjut Kombes Dwi Subagio.

Dari tangan tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa surat perjanjian kerja sama, laporan transaksi keuangan, dan dokumen lainnya terkait kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa MJ juga merupakan residivis kasus Penadahan, sedangkan WH juga pernah tersangkut kasus Penggelapan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun penjara.
Kombes Dwi Subagio menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini sebagai bagian dari komitmen Polda Jateng memberantas aksi premanisme terutama yang dilakukan oleh preman berkedok ormas yang kerap merugikan dan meresahkan masyarakat.

“Ini bagian dari upaya kami membersihkan ruang publik dari praktik premanisme berkedok ormas atau profesi. Siapa pun yang merugikan masyarakat akan kami tindak tegas sesuai hukum,” tegas Kombes Pol Dwi Subagio.

Menutup keterangannya, Kombes Dwi Subagio mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan janji-janji bisnis yang tidak jelas legalitasnya dan melaporkan segala bentuk dugaan penipuan ke aparat kepolisian terdekat. (*)

Polres Blora Ringkus Trio Curanmor, 10 Motor Dicuri dari 10 TKP Berbeda

0

Korandiva – BLORA.- Kepolisian Resor (Polres) Blora berhasil membekuk tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di sepuluh tempat kejadian perkara (TKP) berbeda di wilayah Kabupaten Blora. Ketiga pelaku, yakni KS (30) warga Genjahan, AFF (22), dan MADF (27) keduanya warga Bojonegoro, diringkus usai serangkaian penyelidikan intensif. Aksi mereka telah meresahkan masyarakat dengan total 10 sepeda motor yang berhasil dicuri.

Berdasarkan laporan kepolisian, sepuluh TKP tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Blora dengan dua lokasi, Jepon tiga lokasi, Jiken tiga lokasi, dan Cepu dua lokasi. Barang bukti berupa kurang lebih 10 sepeda motor berbagai merek berhasil diamankan petugas. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi warga yang kerap was-was dengan maraknya kasus curanmor di wilayah tersebut.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasatreskrim AKP Selamet menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan.

“Kami menduga ada keterlibatan jaringan yang lebih besar. Jika terindikasi ini bagian dari sindikat curanmor lintas kota, kami akan kejar hingga tuntas,” ujar AKP Selamet dalam keterangannya kepada media, Senin (19/5/2025).

Ketiga pelaku kini telah diamankan di Mapolres Blora untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang dapat mengantarkan mereka ke balik jeruji selama tujuh tahun penjara. Warga sekitar pun mengapresiasi kerja cepat Polres Blora dalam menangani kasus yang meresahkan ini.

Polres Blora juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan pengamanan kendaraan, seperti menggunakan kunci ganda atau memarkir di tempat yang aman. “Kami berkomitmen menjaga keamanan masyarakat dan mengimbau warga untuk melaporkan segera jika menemukan hal mencurigakan,” tutup AKP Selamet. (*)

Keberangkatan Jemaah Calon Haji Blora Diiringi Doa dan Isak Tangis Haru

Korandiva – BLORA.- Jemaah Calon Haji (JCH) kloter 57 dari Kabupaten Blora berjumlah 221 orang dan kloter 58 berjumlah 353 orang, pada Minggu 18 Mei 2025 berangkat ke embarkasi haji Donohudan Kabupaten Boyolali.
Jemaah Calon Haji kloter 57 berkumpul di pendopo rumah dinas Bupati Blora jam 03.00 WIB dan berangkat jam 05.00WIB ke Asrama Haji Donohudan.
Sedangkan kloter 58 kumpul di pendopo rumah dinas Bupati Blora jam 10.00 WIB dan berangkat ke Asrama Haji Donohudan jam 12.00 WIB.

Pemberangkatan ratusan jemaah calon haji dilepas langsung oleh Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini.
Sri Setyorini mengimbau agar para jemaah calon haji senantiasa menjaga kesehatan dan mendoakan Kabupaten Blora agar semakin maju.

“Harapannya semoga menjadi haji mabrur mabruroh selalu diberi kesehatan selama menjalankan ibadah di tanah suci. Dan tentunya kami juga minta didoakan agar Kabupaten Blora bisa semakin maju kedepannya,” katanya.

Salah seorang jemaah calon haji 2025 dari Kloter 58 adalah Achmad Nur Hidayat, SH., MSi., MM., Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (Dindalduk KB) Kabupaten Blora beserta istri. Sebelum berangkat ke Donohudan, ia dan istrinya menyelenggarakan kegiatan ritual keselamatan haji yang diikuti oleh sanak saudara keluarga besar, tetangga, teman dekat dan karyawan/karyawati dari Dindalduk KB. Suasana acara penuh rasa kekeluargaan, kebahagiaan dan keharuan (K-3).

Achmad Nur Hidayat menyampaikan puji syukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana. Sehingga diberi kesempatan untuk menyempurnakan rukun Islam ke lima melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Disamping itu Gus Nur, sapaan kekinian Achmad Nur Hidayat, mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir atas segala bentuk perhatian, dukungan, bantuan dan doa.

“Semoga semua itu, menjadi dukungan materiil dan moril selama melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah suci Makkah dan Madinah,” ucapnya.

Dirinya menyadari selama ini masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dalam ucapan, sikap maupun perilaku yang membuat kekecewaan, sakit hati dan kurang berkenan di hati kepada semua.
Oleh karena itu ia memohon maaf secara tulus dan ikhlas. Sehingga beserta istri sudah tidak ada lagi beban dan siap dalam menunaikan ibadah haji yang dilandasi oleh jiwa bersih hanya pasrah kepada sang pemilik langit.

Bahkan ia mengungkapkan, sudah siap berihram sejak akan berangkat ke Baitullah, serta sangat meyakini bahwa ibadah haji merupakan momentum yang tepat untuk melakukan reformasi diri secara revolusioner dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat.

“Saya menitipkan anak-anakku dan rumah bererta isinya kepada saudaranya dan tetangganya,” ucapnya dibalut rasa haru.

Kemudian dilanjutkan doa dan acara bersalam-salaman antara calon haji dengan saudara-saudara keluarga besar calon haji, tetangga dan para tamu undangan yang hadir. Suara adzan dan iqomah kembali memantik suasana haru berpadu tetes air mata.

“Ketika bersalaman, saya hanya membisikkan ucapan selamat melaksanakan tugas mulia untuk menyempurnakan rukun Islam kelima semoga lancar dan sukses kembali ke Blora dalam keadaan sehat walafiat serta menjadi haji yang mabrur. Amin,” ucap Ir. H. Bambang Sulistya,M.MA, mantan Sekda Blora. (*)