Beranda blog Halaman 49

Akibat Dampak Banjir, Dinas Sosial P3A Blora Gelar Dapur Umum di Desa Mojorembun

0

Korandiva-BLORA.– Bertempat di Balai Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Dinas Sosial P3A menggelar dapur umum pada Rabu (22/5/2025) sebagai respons atas bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan ini dipimpin oleh Gaguk Setiyawan dengan anggota sekitar sepuluh orang dari Tim GATANA, serta sejumlah relawan lainnya. Dalam keterangannya, Gaguk menyatakan bahwa pihaknya selalu siap bergerak membantu korban bencana, bahkan hingga ke luar Pulau Jawa.

“Kegiatan seperti ini sudah sering kami lakukan. Setiap ada bencana, kami siap membantu, bahkan jika harus ke luar Jawa pun kami siap berangkat,” ujar Gaguk.

Ia menambahkan bahwa sebanyak 400 Kepala Keluarga (KK) di Desa Mojorembun terdampak banjir. “Karena itu kami dari Dinsos P3A langsung turun ke lapangan untuk membantu,” katanya sambil mempersiapkan nasi dan lauk untuk para korban banjir.

Sementara itu, Rifai selaku Kasi Perencanaan Desa Mojorembun menjelaskan kronologi bencana tersebut. “Hujan mulai turun sejak pukul 16.00 sore, dan sekitar pukul 01.00 dini hari banjir datang. Debit air kali ini lebih besar dibanding banjir sebelumnya, mencapai lebih dari satu meter. Warga panik, lalu kami segera berkoordinasi dengan Pak Kades untuk menghubungi Dinas Sosial Kabupaten. Pagi harinya tim Dinsos P3A datang dan langsung membuka dapur umum ini,” ungkapnya.

Beberapa warga yang terdampak menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Blora, khususnya Dinsos P3A, atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang kami terima. Ini sangat meringankan beban kami. Terima kasih kepada pemerintah desa maupun kabupaten yang telah memperhatikan penderitaan rakyat kecil seperti kami,” ujar salah seorang warga. (*)

Iduladha 1446 H/2025 M, Warga Perumnas Karangjati Siapkan Hewan Kurban 8 Ekor Sapi dan 6 Ekor Kambing

0

Korandiva – BLORA.- Iduladha tahun1446 H/2025 M tinggal menghitung hari, artinya umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban pada hari Tasyrib 10-13 Dzulhijjah.

Menurut salah satu imam di Masjid Nurul Falah Perumnas Kelurahan Karangjati, Kec/Kab Blora, Agus Budi Sukrisno atau dikenal julukan kyai Gaul yang saat ini sebagai Ketua RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan/Kabupaten Blora, menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman dalam Surat Al Kautsar ayat dua tentang perintah Allah untuk ibadah kurban.

“Maka, laksanakanlah salat karena TuhanMu dan berkurbanlah (Sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)”
Berdasarkan ayat tersebut menjelaskan tentang cara mensyukuri nikmat Allah dengan salad dan berkorban.
“Artinya, Laksanakan salat dengan ikhlas karena TuhanMu, bukan karena riya atau untuk dilihat oleh orang lain,” terangnya kepada tokoh masyarakat setempat, Bambang Sulistya, seusai salat isya berjemaah di masjid Nurul Falah, Kamis 22 Mei 2025.

Dan berkurbanlah, sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah. Hukum melakukan ibadah kurban adalah sunah muakkadah, sunah yang sangat dianjurkan bagi umat islam yang mampu.

Bahkan hampir selalu dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Sehingga sunah ini memiliki tingkat keutamaan yang tinggi, hampir setara dengan kewajiban.
Jika dikerjakan akan mendapatkan pahala yang besar, sedangkan jika ditinggalkan tanpa alasan yang sah maka dianggap kurang baik.

Kemudian keistimewaan dan nilai manfaat ibadah kurban bagi umat yang melaksanakannya selain merupakan suatu bentuk kepatuhan dan ketaatan dirinya kepada perintah Sang Pemilik Langit juga sebagai upaya untuk menghapus sifat serakah dan tamak dalam dirinya. Disamping itu bisa mempererat tali silaturahmi, membangun solidaritas sosial,memperoleh keberkahan dan bekal di akhirat nanti.

Sementara menurut ketua panitia Iduladha masjid Nurul Falah H. Mujiyana bahwa semangat dan antusias jemaah masjid Nurul Falah dalam melakukan ibadah kurban dari tahun ke tahun sangat tinggi.

Sebagai catatan jumlah hewan kurban dalam pelaksanakan kegiatan Iduladha 1445H/2024M, hewan kurban sapi sebanyak 14 ekor, hewan kurban kambing 14 ekor dan 3 ekor kambing untuk aqiqah.

Sedangkan untuk hewan kurban dalam Idul Adha 1446 H/2025 M hingga Jumat (23/5/2025) sudah terdaftar, umat yang akan melaksanakan ibadah kurban sebanyak 56 orang untuk hewan kurban sapi atau sebanyak 8 ekor sapi dan enam orang untuk hewan kurban kambing atau 6 ekor kambing.

Ia sangat berharap untuk hewan kurban tahun ini mudah-mudahan bisa meningkat dibanding tahun yang lalu. Paling tidak sama seperti pada Iduladha 2024.

Mujiyana bersama tim pembelian dan pemeliharaan yang anggotanya lima orang (H.Edy Widodo, H. Hadi Susianto,Agus Budi Sukrisno, Haidar Ali dan Hariyanto) juga sudah melaksanakan cek ke lokasi tempat penyedian sapi kurban.

Dalam kegiatan pengecekan ke lokasi tempat sapi kurban para anggota akan berupaya memperoleh sapi yang sehat yang memiliki berat sapi hidup di atas 400 kg, sapi yang tidak memiliki cacat,sudah cukup umur, tidak terlalu kurus dan tidak sedang menderita penyakit.

Sesuai arahan dari ketua takmir Masjid H.Slamet Pamuji pelaksanaan kegiatan ibadah kurban 2025 harus lebih berkualitas dibanding tahun 2024, baik dalam kualitas daging maupun dalam pendistribusian dan pembagian daging kurban kepada umat.

Upayakan ada prioritas pelayanan prima untuk umat Islam di Perumnas dan pendistribusian sapi serta kambing kurban untuk ditasarufkan ke musala/masjid yang ada di luar Perumnas Karangjati harus dipilih yang belum pernah mendapat bantuan hewan kurban dari takmir masjid Nurul Falah.
Semoga Ibadah kurban mampu memberi spirit Guyub rukun sesarengan mbangun Blora. (*)

Pemerintah Desa Semanggi Dicurigai Tutup-Tutupi Pengelolaan Dana Desa Tahap 1

0

Korandiva – BLORA.— Warga Desa Semanggi RT 01 RW 01, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, mengungkapkan kekhawatiran terkait ketidaktransparanan pengelolaan Dana Desa (DD) tahap 1 tahun 2025.

Hingga kini, masyarakat mengaku belum menerima informasi jelas tentang penggunaan anggaran yang sudah dicairkan beberapa waktu lalu. Keresahan warga bermula dari minimnya informasi terkait proyek pembangunan yang akan dibiayai dengan dana tersebut.

Warga pun mempertanyakan komitmen pemerintah desa untuk menjaga transparansi dan melibatkan publik dalam pengelolaan keuangan desa.

Sutrisno, Ketua RT 01 RW 01, mengungkapkan bahwa ia sudah mencoba untuk mencari penjelasan langsung kepada perangkat desa, termasuk Sekretaris Desa, Ninik. Namun, jawaban yang didapat justru semakin membingungkan.

“Saya tanya ke Bu Ninik, dia malah bilang bingung ini dana dari mana, padahal Dana Desa sudah cair,” ujar Sutrisno.

Pernyataan tersebut semakin memperburuk kecurigaan warga terkait ketidaksiapan atau ketidaktahuan perangkat desa tentang alokasi anggaran yang sudah diterima. Warga pun menegaskan pentingnya adanya informasi yang jelas agar mereka tidak merasa diabaikan dalam proses pembangunan desa.

“Warga hanya ingin tahu dana itu untuk apa. Itu hak kami sebagai masyarakat yang berhak mengetahui,” tambah Sutrisno.

Ia pun berharap agar segera diadakan pertemuan terbuka atau dipasang papan informasi publik yang menjelaskan secara rinci penggunaan Dana Desa.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar pemerintah kecamatan dan kabupaten melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan Dana Desa di Semanggi. Mereka khawatir tanpa adanya pengawasan yang jelas, potensi penyalahgunaan dana bisa terjadi.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Semanggi memberikan alasan terkait belum dimulainya pembangunan desa. “Mas, ini hujan terus, belum bisa mengerjakan proyek,” katanya singkat.

Namun, warga berharap alasan cuaca tidak menjadi penghalang untuk tetap memberikan laporan dan informasi yang transparan terkait rencana penggunaan Dana Desa. (*)

Rajiman Santarko Gelar Ritual Sedekah Bumi di Rumah Pribadi

0

Korandiva – BLORA.- Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Jepon, H. Rajiman Santarko menyelenggarakan kolaborasi dan sinergi kegiatan penghiburan diri bagi para wredatama mengintegrasikan kegiatan ritual sedekah bumi di rumah pribadi desa Gersi Kecamatan Jepon.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Blora masa bhakti 2014-2019 itu dikenal memiliki banyak talenta.

Rajiman, mantan camat Tunjungan Kabupaten Blora ketika masih aktif dekat dengan masyarakat, juga dikenal sebagai pemimpin yang jawani, prasojo dan loma (suka berbagi).

Saat ini Rajiman diberi amanah sebagai ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Jepon sudah dua periode.

Selama mengelola organisasi PWRI Kecamatan Jepon mampu memberikan warna baru dan dinamika baru yang patut menjadi teladan.

“Alhamdulillah, anggota PWRI Kecamatan Jepon, berkembang pesat, semula ketika awal memimpin hanya sekitar 80 orang, namun saat ini sudah berkembang menjadi lebih dari 200 orang,” kata Rajiman, Sabtu (17/5/2025).

Hal itu dikarenakan dirinya suka bersilaturahmi dan memiliki kemampuan berkomunikasi serta berinovasi dalam membangun harmonisasi hubungan dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan di Kecamatan Jepon.

“Berdasarkan pengalaman saya sebagai kepala kelurahan Jepon ternyata kegiatan sedekah bumi memberi kontribusi positif yang bermanfaat dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat , berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Di antaranya menumbuhkan semangat kekeluargaan, kebersamaan, kegotongroyongan dan kerukunan warga masyarakat.

“Bahkan mampu meningkatkan kepekaan dan kesetiakawan sosial serta bangkitnya spirit spiritual bagi para anggota masyarakat,” jelasnya.

Disisi lain, lanjut Rajiman, melalui sedekah bumi juga bisa dijadikan wahana evaluasi dan intropeksi diri sekaligus menanamkan harapan agar kehidupan di masa depan lebih baik dari pada saat ini.

Sementara Kepala desa Gersi, Dinal Candra Jimstark, termasuk generasi milenial, yang secara kebutulan anak kandung sendiri dari Rajiman menyampaikan, ungkapan bahwa sedekah bumi di desa Gresi bertujuan selain untuk nguri-uri tradisi para leluhur juga dimaksudkan sebagai rasa syukur atas terciptanya suasana guyub rukun dan kedamaian serta keberhasilan sebagian anggota masyarakat dalam usahanya dibidang pertanian.

Disamping itu ia punya nadar setahun sekali ingin memberi hiburan kepada seluruh anggota masyarakat dan berupaya untuk menumbuhkan semangat silaturahmi serta budaya berbagi/sedekah/kepyur di antara para anggota masyarakat.

Ketika agenda diskusi atau sambung rasa, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MS., selaku Ketua PWRI Kabupaten Blora telah mencat berbagai masukan, usulan, ide dan gagasan yang sangat urgen untuk kerukunan, kekompakan dan kemajuan PWRI.

“Saya hanya berpesan kepada para pengurus PWRI Jepon dengan akronim J3,” ucapnya.

(J1) : Jaga kesehatan tetap prima agar hidup makin berguna dan bermakna baik kepada keluarga sendiri maupun masyarakat.

(J2) : Jaga kekompakan,kekeluargaan dan kerukunan dengan berbagai elemen masyarakat untuk sesarengan mbangun Blora.

(J3) : Jadikan sesanti “setiap detik berbuat baik dan setiap melangkah untuk beribadah” sebagai motivasi diri dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Tipu Korban Ratusan Juta, Ketua Ormas Pemuda Pancasila Blora Ditangkap Polisi

0

Korandiva – BLORA.- Polda Jateng- Kota Semarang | Tim Satgas Anti-Premanisme yang tergabung dalam Operasi Aman Candi 2025 Polda Jawa Tengah menangkap Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Blora, tersangka adalah MJ (44). Pria yang akrab disapa Mbah Mun itu diamankan petugas lantaran diduga terlibat kasus Penipuan yang merugikan korbannya hingga ratusan juta rupiah.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio menyebut peristiwa penipuan ini dialami oleh WA, asal Kradenan Kab. Blora. Dalam keterangan pada Senin (19/5/2025) pagi Kombes Pol Dwi Subagio menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban yang dibuat pada 11 Mei 2025, lantaran merasa tertipu dengan janji pengadaan solar industri fiktif yang dilakukan oleh pelaku.

“Penangkapan yang bersangkutan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 17 Mei 2025 oleh tim gabungan Satgas Gakkum Ops Aman Candi 2025,” ungkapnya. Senin (19/5).

Selain MJ, petugas juga mengamankan WH, wanita berusia 45 tahun asal Todanan Blora. Dirinya ikut ditangkap lantaran diduga turut membantu tersangka untuk meyakinkan korban.

“Adapun modus yang dilakukan pelaku adalah meyakinkan korban untuk menjalin kerja sama bisnis pengadaan solar dengan mengaku sebagai Humas dari sebuah perusahaan dan menjanjikan pengiriman solar industri, padahal gudang perusahaan tersebut sudah tidak lagi beroperasi sejak Juli 2022,” jelasnya.

Keduanya disebut secara bersama-sama memberikan iming-iming dan janji palsu serta meminta korban untuk menyetor uang sebagai deposit pengiriman solar industri. Total kerugian dialami korban mencapai lebih dari Rp 333 juta.

“Pada sekira bulan Agustus hingga September 2022, korban dijanjikan pengiriman solar industri secara lancar apabila menyetorkan uang deposit kepada pelaku. Bahkan pelaku mengklaim punya jaringan dengan Komisaris perusahaan tersebut untuk meyakinkan korban,” lanjut Kombes Dwi Subagio.

Dari tangan tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa surat perjanjian kerja sama, laporan transaksi keuangan, dan dokumen lainnya terkait kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa MJ juga merupakan residivis kasus Penadahan, sedangkan WH juga pernah tersangkut kasus Penggelapan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun penjara.
Kombes Dwi Subagio menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini sebagai bagian dari komitmen Polda Jateng memberantas aksi premanisme terutama yang dilakukan oleh preman berkedok ormas yang kerap merugikan dan meresahkan masyarakat.

“Ini bagian dari upaya kami membersihkan ruang publik dari praktik premanisme berkedok ormas atau profesi. Siapa pun yang merugikan masyarakat akan kami tindak tegas sesuai hukum,” tegas Kombes Pol Dwi Subagio.

Menutup keterangannya, Kombes Dwi Subagio mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan janji-janji bisnis yang tidak jelas legalitasnya dan melaporkan segala bentuk dugaan penipuan ke aparat kepolisian terdekat. (*)

Polres Blora Ringkus Trio Curanmor, 10 Motor Dicuri dari 10 TKP Berbeda

0

Korandiva – BLORA.- Kepolisian Resor (Polres) Blora berhasil membekuk tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di sepuluh tempat kejadian perkara (TKP) berbeda di wilayah Kabupaten Blora. Ketiga pelaku, yakni KS (30) warga Genjahan, AFF (22), dan MADF (27) keduanya warga Bojonegoro, diringkus usai serangkaian penyelidikan intensif. Aksi mereka telah meresahkan masyarakat dengan total 10 sepeda motor yang berhasil dicuri.

Berdasarkan laporan kepolisian, sepuluh TKP tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Blora dengan dua lokasi, Jepon tiga lokasi, Jiken tiga lokasi, dan Cepu dua lokasi. Barang bukti berupa kurang lebih 10 sepeda motor berbagai merek berhasil diamankan petugas. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi warga yang kerap was-was dengan maraknya kasus curanmor di wilayah tersebut.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasatreskrim AKP Selamet menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan.

“Kami menduga ada keterlibatan jaringan yang lebih besar. Jika terindikasi ini bagian dari sindikat curanmor lintas kota, kami akan kejar hingga tuntas,” ujar AKP Selamet dalam keterangannya kepada media, Senin (19/5/2025).

Ketiga pelaku kini telah diamankan di Mapolres Blora untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang dapat mengantarkan mereka ke balik jeruji selama tujuh tahun penjara. Warga sekitar pun mengapresiasi kerja cepat Polres Blora dalam menangani kasus yang meresahkan ini.

Polres Blora juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan pengamanan kendaraan, seperti menggunakan kunci ganda atau memarkir di tempat yang aman. “Kami berkomitmen menjaga keamanan masyarakat dan mengimbau warga untuk melaporkan segera jika menemukan hal mencurigakan,” tutup AKP Selamet. (*)

Keberangkatan Jemaah Calon Haji Blora Diiringi Doa dan Isak Tangis Haru

Korandiva – BLORA.- Jemaah Calon Haji (JCH) kloter 57 dari Kabupaten Blora berjumlah 221 orang dan kloter 58 berjumlah 353 orang, pada Minggu 18 Mei 2025 berangkat ke embarkasi haji Donohudan Kabupaten Boyolali.
Jemaah Calon Haji kloter 57 berkumpul di pendopo rumah dinas Bupati Blora jam 03.00 WIB dan berangkat jam 05.00WIB ke Asrama Haji Donohudan.
Sedangkan kloter 58 kumpul di pendopo rumah dinas Bupati Blora jam 10.00 WIB dan berangkat ke Asrama Haji Donohudan jam 12.00 WIB.

Pemberangkatan ratusan jemaah calon haji dilepas langsung oleh Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini.
Sri Setyorini mengimbau agar para jemaah calon haji senantiasa menjaga kesehatan dan mendoakan Kabupaten Blora agar semakin maju.

“Harapannya semoga menjadi haji mabrur mabruroh selalu diberi kesehatan selama menjalankan ibadah di tanah suci. Dan tentunya kami juga minta didoakan agar Kabupaten Blora bisa semakin maju kedepannya,” katanya.

Salah seorang jemaah calon haji 2025 dari Kloter 58 adalah Achmad Nur Hidayat, SH., MSi., MM., Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (Dindalduk KB) Kabupaten Blora beserta istri. Sebelum berangkat ke Donohudan, ia dan istrinya menyelenggarakan kegiatan ritual keselamatan haji yang diikuti oleh sanak saudara keluarga besar, tetangga, teman dekat dan karyawan/karyawati dari Dindalduk KB. Suasana acara penuh rasa kekeluargaan, kebahagiaan dan keharuan (K-3).

Achmad Nur Hidayat menyampaikan puji syukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana. Sehingga diberi kesempatan untuk menyempurnakan rukun Islam ke lima melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Disamping itu Gus Nur, sapaan kekinian Achmad Nur Hidayat, mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir atas segala bentuk perhatian, dukungan, bantuan dan doa.

“Semoga semua itu, menjadi dukungan materiil dan moril selama melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah suci Makkah dan Madinah,” ucapnya.

Dirinya menyadari selama ini masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dalam ucapan, sikap maupun perilaku yang membuat kekecewaan, sakit hati dan kurang berkenan di hati kepada semua.
Oleh karena itu ia memohon maaf secara tulus dan ikhlas. Sehingga beserta istri sudah tidak ada lagi beban dan siap dalam menunaikan ibadah haji yang dilandasi oleh jiwa bersih hanya pasrah kepada sang pemilik langit.

Bahkan ia mengungkapkan, sudah siap berihram sejak akan berangkat ke Baitullah, serta sangat meyakini bahwa ibadah haji merupakan momentum yang tepat untuk melakukan reformasi diri secara revolusioner dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat.

“Saya menitipkan anak-anakku dan rumah bererta isinya kepada saudaranya dan tetangganya,” ucapnya dibalut rasa haru.

Kemudian dilanjutkan doa dan acara bersalam-salaman antara calon haji dengan saudara-saudara keluarga besar calon haji, tetangga dan para tamu undangan yang hadir. Suara adzan dan iqomah kembali memantik suasana haru berpadu tetes air mata.

“Ketika bersalaman, saya hanya membisikkan ucapan selamat melaksanakan tugas mulia untuk menyempurnakan rukun Islam kelima semoga lancar dan sukses kembali ke Blora dalam keadaan sehat walafiat serta menjadi haji yang mabrur. Amin,” ucap Ir. H. Bambang Sulistya,M.MA, mantan Sekda Blora. (*)

Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Mustika Cup Muhammadiyah Blora, Pontren At-Tajdid Cepu Raih 9 Emas dan 6 Perak

0

Korandiva – BLORA.- Santri SMP-SMA Pondok Pesantren (Pontren) At-Tajdid Muhammadiyah Cepu, Kabupaten Blora, kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Mustika Cup Muhammadiyah Blora (MCMB) yang digelar pada 9–11 Mei 2025 di Gedung Dakwah Muhammadi-yah Blora.

Dalam kejuaraan bergengsi yang memperebutkan Piala Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Blora tersebut, Pontren At-Tajdid berhasil meraih total 18 medali, terdiri dari 9 medali emas, 6 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Capaian ini sekaligus mengantarkan Pontren At-Tajdid sebagai Juara Umum 3 Tingkat Remaja dan PraRemaja.
Kepala SMA Pontren At-Tajdid Cepu, Ustadz M. Guntur Setiowento P., S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para santri.

“Kesuksesan ini adalah buah dari ketekunan, latihan yang konsisten, dan doa yang terus me-ngiringi. Semoga semakin banyak generasi muda yang menjadikan ilmu dan olahraga sebagai jalan menuju prestasi dan keberkahan,” ungkapnya.

SMA
Juara Umum 3 Tingkat 3 Remaja
1. Fathrurrozi bin Hari, S.Ag. Asal Randublatung-Blora (kls 5 / 11 SMA) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putra Kelas B Remaja
2. Allibia Faathir R bin KASRAL asal Baureno-Bojonegoro (Kls 4 / 10 SMA) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putra Kelas G Remaja
3. Zharefa Zama A binti Muhammad Zamroni asal Randublatung-Blora (Kls 4 / 10 SMA) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putri Kelas E Remaja
4. Nailal Muna binti Zaenal Arifin, S.Ag. M.M. asal Cepu-Blora (Kls 5 / 11 SMA) Juara 2 (Medali Perak) Kategori Seni Tunggal IPSI Bersenjata Putri Remaja
5. Jauhar Ahmad bin M. Raehan asal Sukosewu-Bojonegoro (Kls 4 / 10 SMA) Juara 2 ( Medali Perak) Kategori Tanding Putra Kelas D Remaja
6. Siti Kusnul Kh binti Selamet asal Randublatung-Blora (Kls 5 / 11 SMA) Juara 3 (Medali Perunggu) Kategori Seni Tunggal IPSI Bersenjata Putri Remaja.

SMP
Juara Umum 3 Tingkat 3 Praremaja
1. Mohammad Arbi W bin Faozi Edy Handoyo asal Ngawen-Blora (Kls 2/8 SMP) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putra Kelas D Pra Remaja
2. Alisa Nur A binti Kariyanto asal Cepu-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putri Kelas E Pra Remaja
3. Muhammad Rizqulloh F.A. bin Suparno asal Cepu-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putra Kelas F Pra Remaja
4. Abdullah Fakih A bin MA Mufid asal Cepu-Blora (Kls 1 / 7 SMP) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putra Kelas H Pra Remaja
5. Janan Kamilah & Janan Karimah binti Sucipto asal Kunduran-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Seni Ganda Putri Pra Remaja
6. Izzatul Islam binti Ayub Kuncoro asal Pa-dangan-Bojonegoro (Kls 1 / 7 SMP) Juara 2 (Medali Perak) Kategori Tanding Putri Kelas E Pra Remaja
7. Laga Syuhada bin Suwoto asal Todanan-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 2 ( Medali Perak) Kategori Tanding Putra Kelas G Pra Remaja
8. Naufal Khoirul A bin Choiri Noviyanto asal Blora Kota-Blora (Kls 1 / 7 SMP) Juara 2 (Medali Perak) Kategori Seni Tunggal IPSI Bersenjata Putra Pra re-maja
9. Sabila Muflichah binti Eko Wahyudi asal Randublatung-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 2 (Me-dali Perak) Kategori Seni Tunggal IPSI Tangan Kosong Putri Pra Remaja
10. Alviandra Eka A bin Wiwit Balabab asal Randublatung-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 3 (Medali Perunggu) Kategori Tanding Kelas E Putra Pra Remaja
11. QamraaFachraya E binti Surya Puguh Supriyadi, ST asal Padangan-Bojonegoro (Kls 2 / 8 SMP) Juara 3 (Medali Perunggu) Ka-tegori Seni Tunggal Tangan IPSI Tangan Kosong Putri Pra Re-maja. (*)

Kehadiran UNY

0

Setelah fokus pada pembangunan infrastruktur di periode pertama masa jabatannya, Bupati Blora Arief Rohman tampaknya kini mengalihkan prioritas ke sektor ekonomi dan pendidikan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk membuka kampus di Blora.

Tujuannya jelas: mempercepat kehadiran lembaga pendidikan tinggi yang lengkap, memiliki berbagai fakultas, program studi, dan fasilitas riset yang memadai, tanpa harus menunggu proses panjang transformasi sekolah tinggi lokal menjadi universitas.

Namun, rencana ini tak sepenuhnya disambut antusias oleh masyarakat Blora, khususnya para pengelola sekolah tinggi swasta yang telah lama berdiri. Mereka menyayangkan langkah Pemkab Blora yang hendak memberikan hibah lahan kepada UNY, dan merasa khawatir bila kampus baru itu berlokasi terlalu dekat dengan institusi mereka.

Sebagian pengelola bahkan mempertanyakan mengapa pemerintah tidak berfokus pada penguatan dan pengembangan lembaga yang sudah ada, yang umumnya telah memiliki rekam jejak cukup panjang.

Penolakan terhadap rencana masuknya UNY ke Blora tidak hanya muncul dari kalangan akademisi lokal, tetapi juga dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi.
Kendati demikian, bentuk penolakan yang terjadi masih dalam batas wajar, dilakukan melalui diskusi intelektual dalam forum dan penyampaian aspirasi yang elegan. Hal ini berbeda dengan bentuk penolakan kasar yang pernah terjadi di sektor lain, contohnya seperti konflik pengelola taksi bandara melawan pemain baru.

Kebijakan menghadirkan UNY tampaknya lahir dari kalkulasi realistis dan kesadaran akan keterbatasan waktu pengabdian seorang kepala daerah. Masa jabatan Bupati Arief Rohman akan berakhir pada 2029, sehingga ia tidak memiliki cukup waktu untuk menunggu tumbuh kembang lembaga lokal menjadi universitas.
Seperti ketika mempercepat pembangunan infrastruktur dengan bantuan dana dari kabupaten tetangga atau pinja-man bank, mendatangkan UNY dinilai sebagai solusi cepat untuk merealisasikan visi pendidikan dalam era kepemimpinannya.

Selain memperluas akses pendidikan tinggi, kehadiran UNY juga diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat. Selama ini, banyak pemuda Blora yang harus merantau ke kota-kota besar seperti Yogyakarta, Semarang, Solo, atau Jakarta untuk melanjutkan pendidikan. Biaya hidup dan kuliah di luar kota tentu menjadi beban berat bagi keluarga mereka.

Kampus UNY di Blora bisa menjadi alternatif berkualitas yang lebih terjangkau secara ekonomi.
Lebih jauh lagi, universitas bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga simbol kemajuan daerah. Dengan daya tarik akademiknya, UNY berpotensi mendatangkan mahasiswa dari kabupaten tetangga seperti Ngawi, Bojonegoro, Rembang, dan Grobogan, yang tentu bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam konteks ini, kehadiran UNY bukan hanya menjawab kebutuhan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan “derajat” Blora dalam peta pendidikan tinggi di Indonesia.
***

Menghidupkan Kembali Bandara Ngloram

0

Masyarakat Blora tentu masih mengingat geliat singkat Bandara Ngloram, yang sempat beroperasi kembali sejak 2021 setelah bertahun-tahun mati suri. Dulunya bandara ini adalah milik Pertamina dan hanya melayani operasional proyek migas di Blok Cepu, tetapi kemudian diambil alih Kementerian Perhubungan dan diubah menjadi bandara komersial. Sayangnya, gaung pembukaannya tidak sebanding dengan kenyataan di lapangan. Penerbangan dari Jakarta ke Ngloram memang sempat ada, namun lebih banyak diisi penumpang ‘wajib’, bukan penumpang yang benar-benar membutuhkan layanan udara.

Ironisnya, untuk mempertahankan operasional bandara, sempat diberlakukan kebijakan tidak masuk akal: para kepala desa (kades) dan ASN digilir untuk terbang ke Jakarta setiap Senin dan Jumat. Meskipun banyak dari mereka sebenarnya tidak memiliki keperluan dinas, mereka tetap “dipaksa” terbang, membebani APBD dan dana desa. Bahkan sempat terjadi insiden seorang kades membuka pintu darurat saat boarding, hingga penerbangan dibatalkan dan penumpang pulang dengan bus. Ini bukan saja mencoreng citra daerah, tapi juga menunjukkan betapa belum matangnya ekosistem bandara tersebut.

Kini, terdengar kabar bahwa Bandara Ngloram akan kembali diaktifkan, sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Tengah. Namun sebelum gegabah melanjutkan rencana ini, Pemkab Blora semestinya melakukan evaluasi mendalam. Apa yang menyebabkan bandara tersebut sebelumnya sepi penumpang? Kenapa penerbangan tidak berkelanjutan? Tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar itu, pengaktifan ulang hanya akan mengulangi kegagalan yang sama dan memboroskan anggaran publik.

Bandara pada dasarnya adalah alat, bukan tujuan. Ia ada untuk menghubungkan orang-orang dengan pusat kegiatan: bisnis, industri, pendidikan, atau pariwisata. Bila Blora belum memiliki salah satu dari magnet ini, maka tidak heran jika bandara pun sepi. Oleh karena itu, logika pembangunan perlu dibalik. Bukan bandara yang dihidupkan untuk menarik wisatawan dan investor, tetapi destinasi dan kawasan industrilah yang harus dibangun terlebih dahulu agar menciptakan kebutuhan terhadap layanan udara.

Blora sebenarnya memiliki potensi wisata dan budaya yang kaya, namun belum dikelola dan dipromosikan secara seri-us. Sebelum bicara tentang bandara, Pemkab Blora perlu menetapkan satu ikon wisata unggulan yang benar-benar bisa menarik kunjungan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Ini bisa berupa destinasi alam, budaya, atau warisan sejarah yang dikemas secara profesional. Jika pariwisata hidup, maka pergerakan manusia meningkat, dan transportasi udara akan menjadi kebutuhan, bukan paksaan.

Selain itu, rencana membangun kawasan industri di sekitar Cepu harus segera direalisasikan. Kawasan ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi Blora dan sekitarnya.

Singkatnya, menghidupkan kembali Bandara Ngloram perlu komitmen nyata dari seluruh stakeholder untuk menjadikan Blora sebagai daerah yang menarik untuk dikunjungi dan dijadikan tempat berusaha. Jika tidak, Bandara Ngloram hanya akan menjadi proyek kebanggaan sesaat yang kembali redup tanpa jejak. Ke depan, mari kita bangun alasan yang kuat kenapa orang harus datang ke Blora—bukan sekadar menyediakan landasan untuk mereka mendarat.
***