Beranda blog Halaman 45

Budidaya Okra di Blora Menjanjikan, Siap Tembus Pasar Ekspor Jepang

0

Korandiva, BLORA.– Tanpa banyak sorotan publik, budidaya tanaman okra (Abelmoschus esculentus) atau dikenal sebagai lady finger, kini tumbuh pesat di Kabupaten Blora. Perkembangan ini ditandai dengan digelarnya pertemuan para tokoh petani okra dan simpatisan di kediaman Simbar Susilo, ketua kelompok tani okra Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kamis (19/6/2025).

Pertemuan informal itu dihadiri oleh Direktur Operasional PT Kelola Agro Makmur, Satwo Sugeng Prayoga, utusan pembeli asal Jepang Hazy Gawa, koordinator kelompok tani Blora Suparji, petani Turirejo Parjan, serta Wahyu Guntur selaku ketua tim seleksi kualitas buah okra. Dalam kesempatan tersebut, para peserta melakukan cek lapangan dan evaluasi langsung terhadap kualitas hasil panen petani Blora.

Menurut Satwo, evaluasi kualitas buah okra ini sangat menentukan kelayakan ekspor ke pasar Jepang. Negara tersebut dikenal sangat ketat dalam hal standar mutu, sehingga setiap komoditas pertanian yang masuk harus melalui seleksi ketat tanpa kompromi. PT Kelola Agro Makmur yang bermitra dengan petani Blora selama ini sudah mengekspor okra ke Jepang dan Korea Selatan.

Pabrik PT Kelola Agro Makmur memiliki kapasitas pengolahan hingga 20 ton buah okra per hari, dengan 65% bahan baku berasal dari petani di Kabupaten Blora. Satwo berharap kerja sama dengan petani bisa terus berjalan secara profesional, harmonis, dan transparan sesuai komitmen awal.

Hasil ceking lapangan oleh Hazy Gawa, utusan pembeli dari Jepang, menunjukkan bahwa tidak ditemukan masalah serius terkait kualitas buah okra. Ia bahkan memuji semangat dan ketekunan petani Blora dalam menjaga kualitas panen. Hal ini memberikan angin segar bagi pengembangan ekspor komoditas hortikultura dari Blora.

Suparji, koordinator utama petani okra di Blora, menyambut baik hasil evaluasi tersebut. Ia menyebut setiap hari terus melakukan pembelian dari para petani dengan target lebih dari 10 ton per hari. Animo petani terhadap okra dinilai tinggi karena nilai ekonominya yang menguntungkan.

Simbar Susilo menyampaikan bahwa saat ini ia membina lahan okra seluas 50 hektare. Rumahnya dijadikan pusat pembelian dan seleksi buah okra dari petani mitra. Dalam sehari, ia bisa membeli rata-rata satu ton buah okra. Harga okra kualitas A dibeli Rp 5.700 per kg, kualitas rata-rata Rp 3.000, dan kualitas B Rp 2.250.

Parjan, petani dari Desa Turirejo, menanam okra di lahan 2 hektare dan telah merasakan langsung keuntungan budidaya tanaman ini. Ia mengaku panen dua hari sekali dan hasilnya lebih menjanjikan dibanding tanaman lain yang pernah ia budidayakan sebelumnya.

Ketertarikan juga datang dari mantan pejabat Blora yang kini menjabat Ketua Takmir Masjid Agung Blora, Khoirurroziqin. Ia mulai menanam okra di lahan seluas 1 hektare sebagai kegiatan positif dan produktif. Ia juga menyampaikan berbagai manfaat kesehatan dari konsumsi buah okra, antara lain menurunkan gula darah, menjaga jantung, hingga meningkatkan imunitas.

Dengan semangat para petani dan dukungan dari mitra dagang, pengembangan budidaya okra di Kabupaten Blora diyakini mampu menjadi bagian dari program penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal yang bersinergi dengan arah pembangunan pertanian daerah. (*)

Ratusan Sopir Truk Demo Aturan ODOL, Jalan Lingkar Selatan Pati Nyaris Lumpuh

Korandiva – PATI.- Ratusan sopir truk di Kabupaten Pati menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (19/6/2025) untuk memprotes penerapan Undang-Undang Over Dimensi dan Overload (ODOL). Para sopir berkumpul di Jalur Lingkar Selatan (JLS) tepatnya di Perempatan Tanjang, Kecamatan Gabus, sebagai pusat aksi mereka. Mereka menilai aturan ODOL sangat merugikan dan menekan mata pencaharian mereka.

Aksi para sopir sempat membuat arus lalu lintas di kawasan JLS tersendat parah. Jalan Pantura bahkan nyaris lumpuh karena ratusan truk diparkir menutup jalan. Para sopir mengancam akan memblokir jalur tersebut selama sehari penuh jika pemerintah tidak segera menanggapi tuntutan mereka untuk merevisi kebijakan ODOL.

Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi, turun langsung ke lokasi untuk melakukan negosiasi dengan para pengunjuk rasa. Ia meminta massa aksi agar tidak menutup seluruh jalur lalu lintas dan tetap memberi ruang bagi kendaraan lain agar arus lalu lintas tetap berjalan meski terbatas.

Proses negosiasi sempat berjalan alot. Namun, perwakilan sopir truk, Afif, menegaskan bahwa aksi akan tetap dilakukan selama satu hari penuh. Ia berjanji seluruh peserta aksi akan menjaga ketertiban dan tidak akan melakukan tindakan anarkis selama unjuk rasa berlangsung.

Akhirnya, kesepakatan tercapai antara pihak kepolisian dan para sopir truk. Kapolresta Pati memberikan izin demo dengan catatan truk hanya diparkir di satu lajur agar jalur lainnya dapat dilalui kendaraan umum. Sopir truk pun memindahkan kendaraan mereka sesuai dengan kesepakatan tersebut.

Kapolresta Pati berharap aksi penyampaian aspirasi ini tidak mengganggu masyarakat secara keseluruhan. “Silakan demo berjalan, tapi saya mohon jalur satu arah tetap terbuka agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total,” ujarnya. Dengan kesepakatan ini, arus lalu lintas di kawasan JLS pun mulai terurai meski masih padat. (*)

Puskesmas Randublatung Luncurkan 12 Program Inovatif, Wujud Pelayanan Kesehatan yang Tepat Sasaran

0

Korandiva-BLORA.– Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Puskesmas Randublatung menggelar rapat internal bersama seluruh jajaran karyawan pada Selasa (17/6/2025) di aula kantor Puskesmas. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Randublatung dan berhasil merumuskan dua belas program layanan inovatif yang dinilai mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih tepat dan menyeluruh.

Berikut adalah program-program unggulan tersebut:
1. DANG LEGAWA
Pelayanan Keluarga dengan Gangguan Jiwa.
2. PELACAK BUDARTI
Pelayanan Laboratorium Cepat dan Akurat untuk Ibu Hamil Sadar Tripel Eliminasi.
3. KEKASIHATI BERSATU
Ketat Kawal Semua Ibu Hamil dan Anak Risiko Bersama Satu Tujuan.
4. SIMAS IWAN
Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian.
5. KUTERPESONA
Kunjungan Terhadap Pasien Pasca Opname.
6. PAK SIGI CAPER
Paket Edukasi Kesehatan Gigi untuk Calon Pengantin Baru.
7. PR-LDR
Puskesmas Randublatung – Layanan Dengan Ramah.
8. MAS CERDIK
Masyarakat Cerdas dalam Swamedikasi.
9. SIKU KAWAN
Siap Kunjungi Rumah Keluarga Rawan.
10. GEPOK BU PARMI
Gerakan Pijat Oksitosin Pada Ibu Postpartum, Bersalin, dan Menyusui.
11. SOSMED DIMESTIK
Solusi Masalah Kesehatan Melalui Donasi Sampah Botol Plastik.
12. PENDEKAR METAL BERSAHABAT
Pelayanan Posyandu Digital Bersama Kader Melek Teknologi dan Saka Bakti Husada Randublatung.

Program-program ini lahir dari semangat kebersamaan dan dedikasi untuk memberikan layanan kesehatan yang responsif, edukatif, dan berkelanjutan. Kepala Puskesmas Randublatung menegaskan bahwa pendekatan inovatif ini bertujuan agar pelayanan kesehatan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Kami ingin pelayanan kesehatan benar-benar menyentuh masyarakat secara langsung, dari kota hingga pelosok desa. Karena kesehatan adalah hak semua orang,” ujar Kepala Puskesmas Randublatung dengan penuh semangat.

Puskesmas Randublatung juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan tokoh masyarakat, kader kesehatan desa, serta elemen lintas sektor lainnya guna membangun sistem layanan yang lebih intensif dan menyeluruh.

Langkah ini menjadi bukti bahwa transformasi layanan kesehatan dapat dimulai dari akar rumput, dengan ide dan semangat lokal yang menjawab tantangan global. (*)

Kyai Fitroh Rohcahyanto Ceramahi Warga Wotbakah, Blora dengan Gaya Unik dan Penuh Guyonan

0

Korandiva – BLORA.– Sebuah peristiwa langka dan penuh kehangatan terjadi di Desa Wotbakah, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Sabtu (14/6/2025). Dalam rangka acara sunatan cucu dari Karman atau yang akrab disapa Mbah Man Sontoloyo, digelar pengajian istimewa yang menghadirkan Wakil Ketua KPK RI periode 2024–2029, Dr. Fitroh Rohcahyanto, SH., MH., sebagai penceramah.

Menariknya, Fitroh tampil tidak seperti mubaligh pada umumnya. Ia mengenakan pakaian kasual berupa baju lengan panjang dan celana jeans tanpa kopiah. Ia mengaku hadir bukan sebagai penceramah, melainkan sebagai tamu yang ingin menghadiri hajatan keluarga dekat. Namun suasana berubah menjadi meriah karena Fitroh justru memberikan ceramah inspiratif dengan gaya santai dan penuh canda.

Dalam tausiahnya, Fitroh membuka dengan sholawat dan menyawer siapa saja yang bisa melanjutkan liriknya, menciptakan suasana pengajian yang hidup dan gayeng. Ia menyampaikan pesan spiritual tentang pentingnya bersedekah. Menurutnya, sedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan mendatangkan keberkahan dan dilipatgandakan balasannya oleh Allah SWT.

Selain itu, ia menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, terutama ibu. Ia mengutip hadist Nabi Muhammad SAW yang menyebut tiga kali ibu sebagai pihak yang paling layak diperlakukan baik sebelum ayah.

Fitroh juga membagikan pengalaman pribadinya yang pernah celaka karena mengabaikan nasihat ibunya, dan kini rutin mengunjungi ibunya di Jepara setiap minggu.

Topik lain yang ia bahas adalah tentang haji syariat dan haji hakikat. Fitroh menegaskan bahwa naik haji adalah urusan izin dari Allah, bukan semata soal kemampuan materi. Ia bahkan membagikan kisah pribadinya yang batal naik haji tahun ini karena visanya tak kunjung terbit, meskipun segala persiapan telah dilakukan.

Dalam ceramahnya, Fitroh menyampaikan bahwa amal baik dan kepedulian sosial justru bisa menjadi jalan mendapatkan pahala haji mabrur. Ia mencontohkan sahabat Nabi yang batal naik haji karena membantu saudaranya, namun tetap mendapat penghargaan dari Rasulullah.

Sebelum menutup tausiah, Fitroh mengadakan kuis berhadiah saweran dengan menantang hadirin menyebutkan enam pesan bijak dari Imam Al-Ghazali. Pesan tersebut antara lain: jarak terdekat adalah kematian, yang paling jauh adalah masa lalu, yang paling besar adalah nafsu, yang paling berat adalah amanah, yang paling ringan adalah meninggalkan salat, dan yang paling tajam adalah lidah manusia.

Usai tausiah, Fitroh membagikan sedekah kepada kru musik dan peserta yang berhasil menjawab pertanyaannya. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, seperti mantan Ketua DPRD Blora HM. Kusnanto, Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat, dan anggota DPRD Dapil IV serta tokoh masyarakat lainnya.

HM Kusnanto mengaku terkesan dengan gaya ceramah Kyai Fitroh yang menghibur, membangun keakraban dan sarat makna. “Pengajian ini memberikan motivasi dan membuktikan bahwa budaya kepyur bisa membangkitkan kepekaan serta kerukunan umat,” ujarnya.

Senada, mantan Sekda Blora Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., mengaku mendapatkan pelajaran berharga. “Saya diingatkan bahwa hidup itu misteri, dan sangat bersyukur bisa bertemu langsung dengan tokoh nasional yang rendah hati dan bisa diteladani,” ucapnya. (*)

Camat Kradenan Bangun Teamwork Solid Lewat Filosofi KEREN dan Kejutan Ultah ASN

0

Korandiva – BLORA.– Upaya membangun tim kerja yang kompak, produktif, dan responsif terus dilakukan Camat Kradenan, Tarkun, SH, M.Si. Salah satu langkah unik dan inspiratif dilakukannya saat memberikan kejutan ulang tahun kepada Kasi Pembangunan, Priyono, di sela kegiatan Jumat Berkah di Kantor Kecamatan Kradenan.

Dalam momen penuh kehangatan itu, Tarkun secara langsung menyerahkan nasi tumpeng bucu dan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Priyono. Suasana haru dan suka cita semakin terasa saat lagu ulang tahun dikumandangkan dan Priyono diminta meniup lilin oleh Camat.

Turut hadir dan memberikan ucapan selamat di antaranya Sekcam Fitri Purwaningsih, S.Si., MM, Kasi Pemerintahan Ahmad Nurhasym, SH, Plt. Trantib Prasetiyo, SE, Plt. Kasubag Program Fathoni DK, Psi, serta staf kecamatan lainnya. Acara ditutup dengan santap bersama menu empat sehat lima sempurna.

Menurut Tarkun, kegiatan ini merupakan implementasi dari filosofi KEREN yang ia usung sebagai panduan kerja dan pengabdian kepada masyarakat. “KEREN itu akronim yang maknanya sangat memotivasi,” jelasnya.

Berikut makna dari filosofi KEREN:
K: Kepedulian — Menunjukkan simpati, empati, dan bantuan kepada siapapun dan dimanapun.
E: Etos kerja — Bekerja dengan dedikasi tinggi dan loyalitas tanpa batas.
R: Rajin komunikasi — Aktif menjalin hubungan baik dan turun langsung menyerap aspirasi masyarakat.
E: Enyahkan keluhan — Menolak budaya mengeluh, bergosip, dan menyebar fitnah.
N: Nekat berjuang — Berani bekerja keras, cerdas, dan ikhlas demi kemajuan bersama.

“Semangat ini sejalan dengan misi Sesarengan Mbangun Blora menuju daerah yang maju, unggul, dan berdaya saing,” tambahnya.

Sekcam Fitri Purwaningsih menilai kegiatan semacam ini sebagai bentuk perhatian bijaksana kepada ASN. “Ini akan menumbuhkan motivasi dan harmonisasi hubungan kerja. Harapannya terwujud K3: Kekeluargaan, Kekompakan, dan Kerukunan,” ujarnya.

Sementara itu, Priyono mengaku kaget sekaligus bahagia atas kejutan tersebut. “Baru kali ini mendapat perhatian spesial dari pimpinan dan rekan kerja. Ini akan jadi catatan sejarah pribadi yang membangkitkan semangat kebhinekaan,” ungkapnya.

Dengan langkah kecil namun bermakna ini, Kecamatan Kradenan menunjukkan bahwa perubahan positif bisa dimulai dari perhatian dan kepedulian di lingkungan kerja. (*)

LVRI Blora, Penjaga Semangat Perjuangan dan Karakter Kebangsaan

0

Korandiva – BLORA.— Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Blora terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah perjuangan dan pengabdian para veteran kepada bangsa. Di bawah kepemimpinan Mulyono (63), LVRI Blora aktif dalam berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan kemasyarakatan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

Bermarkas di Jl. Sudarman No. 3 Blora, organisasi ini memiliki legalitas kuat yang diakui oleh Kementerian Dalam Negeri RI. Melalui dokumen resmi bertajuk Status LVRI, pemerintah menetapkan kedudukan hukum dan struktur organisasi LVRI sebagai bagian penting dalam pembangunan karakter bangsa.

Salah satu media utama yang digunakan oleh LVRI dalam menyampaikan informasi dan pembinaan kepada anggotanya adalah Buku Saku LVRI yang diterbitkan oleh Markas Besar LVRI pada 2023. Buku ini memuat sejarah, tugas dan fungsi organisasi, serta panduan etika bagi anggota LVRI.

Ketua LVRI Kabupaten Blora, Mulyono, yang akrab disapa Pak Mul dan telah dinobatkan sebagai Veteran Perdamaian, menyampaikan bahwa LVRI Blora menjalankan berbagai kegiatan utama, antara lain:

  • Pembinaan ideologi kebangsaan di kalangan pelajar dan generasi muda;
  • Partisipasi aktif dalam upacara kenegaraan seperti HUT RI, Hari Pahlawan, dan Hari Veteran;
  • Pemberdayaan anggota veteran dan keluarganya melalui program sosial;
  • Kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan;
  • Pengarsipan sejarah perjuangan lokal, termasuk kisah para pejuang kemerdekaan asal Blora.

“Meskipun kami sudah purna tugas sebagai prajurit, pengabdian kami kepada negara tidak pernah berhenti. Kami akan terus berkontribusi demi tegaknya NKRI,” tegas Mulyono saat ditemui di kediamannya di Desa Balong RT 06 RW 01, Kecamatan Jepon.

Data triwulan I tahun 2025 yang dilaporkan ke Markas Cabang (Macab) LVRI Blora mencatat jumlah veteran aktif sebanyak 57 orang dan janda veteran sebanyak 111 orang, sehingga total keseluruhan mencapai 168 orang. Rinciannya meliputi: PKRI 23 orang, Dwikora 7 orang, Sejora 11 orang, PRDM 16 orang, dan Trikora tidak ada.

“Data ini menunjukkan bahwa para pejuang, baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang, tetap mendapat perhatian dan pendampingan dari organisasi,” imbuh Mulyono.

Sebagai sosok yang purna dinas di Kodim 0721 Blora, Mulyono berharap sinergi dengan instansi pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat terus diperkuat, terutama dalam menjaga semangat kebangsaan di tengah tantangan zaman. Ia juga berharap ada perhatian lebih dari pemerintah terhadap kesejahteraan para veteran dan keluarganya.

Dengan semangat “Karya Dharma” yang terus dijaga, LVRI Blora hadir sebagai penjaga nilai-nilai luhur bangsa dan saksi sejarah perjuangan yang tak ternilai harganya. (*)

Puskesmas Ngawen Luncurkan 12 Inovasi Unggulan, Pelayanan Kesehatan Menyentuh Langsung Masyarakat

0

Korandiva – BLORA.– Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Puskesmas Ngawen menghadirkan 12 program inovatif berbasis kebutuhan lokal. Program ini mencakup layanan promotif, preventif, hingga kuratif, serta pemanfaatan teknologi digital dalam sistem informasi kesehatan.
Kepala Puskesmas Ngawen Kabupaten Blora menyampaikan bahwa inovasi-inovasi ini dirancang dengan pendekatan yang kreatif dan menyentuh langsung seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, remaja, lansia, hingga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Berikut 12 program unggulan Puskesmas Ngawen:

KEJI BELING ASSEK MAS
Kesehatan Jiwa Bersama Lintas Keluarga, Sektor, dan Masyarakat
Fokus pada peningkatan kualitas hidup ODGJ melalui edukasi keluarga dan kolaborasi lintas sektor.

KAPTEN DE OSCAR
Temukan Hipertensi dan Diabetes Melitus – Obati Secara Teratur
Gerakan deteksi dini dan pengobatan rutin untuk mencegah komplikasi hipertensi dan diabetes.

IVAN SANDIS BIKIN BISNIS
IVA dan SADANIS Setiap Kamis dan Buka di Desa – Bikin Hubungan Suami Istri Makin Harmonis
Pemeriksaan kanker serviks dan payudara secara berkala di desa.

ADI MESI
Edukasi audio untuk mendukung Inisiasi Menyusu Dini (IMD), mempermudah akses informasi bagi ibu bersalin, terutama di daerah terpencil.

AYANG ANIS
Pelayanan Konseling Sanitasi
Edukasi kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit berbasis sanitasi.

CATIN PERGI KE MALL
Calon Pengantin Periksa Gigi dan Kesehatan Mulut Pemeriksaan gigi menjadi bagian dari persiapan pernikahan, mencegah risiko kesehatan ibu dan anak.

KALUNG PAPI
Kalung Prioritas Pasien Identifikasi khusus untuk pasien prioritas agar mendapatkan pelayanan cepat dan aman.

OPS PEGEL PAS GELAS PUDAR
Optimalisasi Pemasangan Gelang Identitas Pasien dan Gelang Triage
Sistem identifikasi pasien di UGD dan rawat inap untuk keamanan layanan.

BULURAH
Berkunjung ke Keluarga ke Rumah
Layanan kesehatan langsung ke rumah, menjangkau semua kelompok usia.

PELUK IBU
Pendampingan Emosional dan Layanan Kesehatan untuk Kehamilan Ibu. Dukungan menyeluruh untuk ibu hamil guna menurunkan risiko kehamilan.

KAK ARIF MUTER UTUBE UTUBE
Kader Aktif Penemu Terduga Tuberkulosis Kader kesehatan dilibatkan aktif dalam penemuan dini kasus TB.

SISIKIWA
Sistem Informasi Kesehatan Terkini dengan WhatsApp. WhatsApp dimanfaatkan sebagai media komunikasi dan edukasi kesehatan.

Program ini menunjukkan komitmen Puskesmas Ngawen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan. “Kami ingin pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan oleh masyarakat, tidak hanya di fasilitas kesehatan tapi juga di rumah dan komunitas,” tegas Kepala Puskesmas.

Melalui kerja sama dengan lintas sektor, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan, inovasi ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem kesehatan yang holistik dan berbasis masyarakat.
Puskesmas Ngawen – Sehat Bersama, Melayani Sepenuh Hati. (*)

SMAN 1 Cepu Gelar Aksi “Lingkungan Bersih dari Sampah” Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional 2025

0

Korandiva – BLORA.- SMAN 1 Cepu kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan budaya peduli lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Lingkungan Bersih dari Sampah”. Kegiatan ini menjadi langkah konkret sekolah menuju predikat Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2025.

Dilaksanakan pada Jumat pagi mulai pukul 06.45 WIB, kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, FORKOPIMCAM Cepu, paguyuban orang tua siswa, serta masyarakat sekitar. Siswa kelas X, XI, dan XII berpartisipasi aktif dengan mengenakan seragam sesuai ketentuan. Guru dan karyawan mengenakan kaos ungu sebagai simbol kesatuan.

Setelah pengarahan, kegiatan inti dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 09.30 WIB. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok sesuai tema dan lokasi kerja, masing-masing dipandu oleh guru atau tenaga kependidikan.

Ragam Kegiatan:

– Kerja Bakti Kebersihan dan Sanitasi: Siswa XI-4 bersama pengurus komite dan petugas kantin membersihkan area BK, UKS, saluran pembuangan, dan talang air.

– Pengelolaan Sampah: Di bawah koordinasi Retno Wulandari, S.E., siswa XI-5 belajar memilah dan mendaur ulang sampah di area kelas dan bank sampah sekolah.
Penghijauan Sekolah: Siswa XI-3 bersama guru menanam dan merawat tanaman di taman sekolah, dipimpin Drs. Rohmadiyono.

– Konservasi Air: Siswa XI-8 membersihkan saluran air dan kolam ikan, serta melakukan edukasi penghematan air.

– Konservasi Energi: Di bawah bimbingan Drs. Aris Haryono, siswa XI-9 mengampanyekan hemat energi melalui pengecekan instalasi listrik sekolah.

– Aksi Lingkungan di Luar Sekolah: Siswa XI-6 dan XI-7 membersihkan lingkungan dan mengedukasi warga di Gang Mawar dan Jl. Tukbuntung.

– Pemberdayaan Kader Adiwiyata: Siswa XI-1 dan XI-2 mendapat pelatihan sebagai kader lingkungan bersama Moedjiyono, S.A.P.
Kolaborasi dan Semangat Kolektif
Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Koordinator lapangan seperti Suyuti, S.Ag., M.Pd.I., Ahmad Badi’, S.Pd., dan Andi Windarto, S.Pd. turut mengawal kegiatan agar berjalan lancar.

Kepala SMAN 1 Cepu menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual. “Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan nilai-nilai kepedulian lingkungan. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” ujarnya.

Menuju Adiwiyata Nasional
Dengan suksesnya kegiatan ini, SMAN 1 Cepu semakin mantap melangkah menuju predikat Sekolah Adiwiyata Nasional.

Program berkelanjutan akan terus digalakkan, seperti penguatan kader lingkungan, pemanfaatan bank sampah, dan integrasi kurikulum berbasis lingkungan.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga bumi, dimulai dari lingkungan terdekat: sekolah. (*)

Silaturahmi dan Syukuran Purna Tugas di Blora Sarat Makna Kebangsaan dan Kebersamaan

0

Korandiva-BLORA.– Dalam rangka mempererat semangat nasionalisme dan merawat kerukunan antar sesama purna tugas TNI, telah dilangsungkan acara silaturahmi dan tasyakuran di kediaman pribadi Kolonel Purnawirawan TNI RM Budhi Priyono, yang berlokasi di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Minggu (8/6).

Acara yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting. Di antaranya, HM Kusnanto, SH (Ketua DHC 45 Blora), Letkol Purn TNI Sri Harjanto (Ketua Pepabri Blora) bersama istri, Letkol Purn Suprapto beserta istri, Letkol Purn Sudarto bersama istri, serta sejumlah tokoh lain seperti Sudiyono, Subandi, Sukemi, dan Bambang Sulistya.

Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena sekaligus merupakan ungkapan syukur atas amanah baru yang diterima oleh putra RM Budhi Priyono sebagai pimpinan Dilmil Type A. Dalam sambutannya, RM Budhi Priyono yang merupakan mantan anggota Kopassus dan satu angkatan dengan Jenderal Purn TNI Moeldoko di Akmil Magelang, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para sahabat seperjuangan.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan tetap menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kita harus menjaga tubuh tetap bugar dengan olahraga, berpikir positif, dan makan makanan bergizi seimbang. Yang tak kalah penting, tetap bernyanyi untuk kebahagiaan jiwa,” ujarnya, sembari berbagi kisah perjuangannya melawan stroke.

Sementara itu, HM Kusnanto, SH, yang juga mantan Ketua DPRD Blora, mengingatkan pentingnya mengamalkan jimat S3: Speaking, Sporting, dan Singing. Ia mengajak semua yang hadir untuk menjaga lisan dari ghibah, rutin berolahraga, serta bernyanyi untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

“Bernyanyi itu banyak manfaatnya, baik untuk paru-paru, daya tahan tubuh, maupun untuk mengurangi stres dan menambah rasa percaya diri,” jelasnya. Ia pun menegaskan bahwa di masa sekarang, menjaga mental tetap sehat sama pentingnya dengan menjaga fisik.

Letkol Purn Sri Harjanto yang akrab disapa “Emprit” oleh Jenderal Purn SBY, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga dapat menjadi forum membangun sinergi antar purna tugas untuk bersama-sama berkontribusi membangun Kabupaten Blora.

“Ini bukan sekadar nostalgia, tapi momentum memperkuat rasa persaudaraan dan menciptakan peluang kerja sama yang produktif di masa purna tugas,” ujarnya lugas.

Acara silaturahmi ini juga dimeriahkan dengan hiburan musik. Para peserta yang hadir secara bergantian menyumbangkan suara emasnya. Di antaranya Letkol Purn Suprapto dan istri, Ibu RM Budhi Priyono bersama putrinya, Letkol Purn Sudarto, dan HM Kusnanto. Suasana kian meriah dan penuh kegembiraan.

Mantan Sekda Blora, Bambang Sulistya, secara khusus menyampaikan penghargaan dan pelajaran berharga yang ia petik dari kepemimpinan RM Budhi Priyono semasa menjabat sebagai Komandan Kodim di Surabaya. Ia menekankan pentingnya tiga prinsip utama yang diajarkan sang komandan.

“Tiga modal utama yang harus dimiliki pemimpin hari ini adalah Kejujuran, Keberanian, dan Kepedulian atau K3. Itu yang saya pegang hingga saat ini,” tutur Bambang dengan penuh hormat.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi tradisi yang terus terjaga sebagai ruang berbagi pengalaman, menjaga semangat pengabdian, dan mempererat kebersamaan di antara para purna tugas yang telah berjasa bagi bangsa dan negara. (*)

Diduga Depresi, Warga Desa Temulus Ditemukan Tewas Gantung Diri

0

Korandiva – BLORA.- Seorang kakek bernama Sutaji (67), warga RT.08 RW.01 Desa Temulus Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora ditemukan tewas gantung diri pukul 07.00 Wib Minggu (6/6/2025).
Kejadian tersebut diketahui oleh tetangga korban kemudian melaporkan ke salah seorang perangkat desa bernama Sujiarto, sekretaris desa setempat, lalu menghubungi Polsek Randublarung.

Menurut Sujiarto ada tetangga melihat korban pada malam itu pulang dari hajatan. Tiba-tiba keesukan harinya korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon bambu menggunakan seutas tali tampar,” kata Jiarto.

Kasi Trantib Kecamatan Randublatung, Sugianto membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya bersama petugas Polsek, Koramil dan Puskesmas Randublatung datang di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan tetangga sekitar rumah korban, korban diduga depresi akibat ditinggal mati isteinya. Sedangkan anak-anaknya tinggal di di luar kota.

“Menurut keterangan beberapa tetangganya, korban mengalami depresi karena ditinggal istrinya meninggal dunia beberapa waktu yang lalu,Sedangkan anak anaknya saat ini berada di Kalimantan,” ujar Sekdes.

Dari hasil pemeriksaan Tim medis, pada tubuh korban tidak temukan adanya bekas penganiayaan.
Korban murni meninggal dunia larena gantung diri. Selanjutnya janazah diserahkan keluarga untuk segera dimakamkan. (*)