Beranda blog Halaman 44

Rakor LVRI Blora: Wujudkan Soliditas Pejuang dan Generasi Penerus

0

Korandiva – BLORA.– Dalam semangat kebersamaan dan nasionalisme, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Blora bersama Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) dan Pemuda Panca Marga (PPM) menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) pada Sabtu, 22 Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung di markas LVRI Blora ini mengusung tema “Guyub Rukun Sesarengan Mbangun Blora.”

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars LVRI secara khidmat, dilanjutkan dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan pembacaan sumpah panca marga. Momen pembuka ini menjadi simbol penghargaan kepada nilai-nilai perjuangan yang menjadi dasar berdirinya bangsa Indonesia.

Kegiatan Rakorcab dihadiri oleh para tokoh pejuang kemerdekaan, keluarga besar veteran, serta kader-kader muda PPM yang tampil penuh semangat dalam balutan seragam cokelat khas. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan sesi koordinasi lintas generasi.
Ketua LVRI Kabupaten Blora, Mulyono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesinambungan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

“Kami ingin perjuangan tidak berhenti di masa lalu. PPM dan generasi penerus harus melanjutkan semangat bela negara ini secara nyata,dan sesuai pesan pak Prabowo selaku presiden kita, bahwa kita harus guyub rukun, keluarga TNI harus bersatu dan jangan terpecah belah” tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Drs. RM Yudhi Sancoyo, MM, selaku Pembina PPM Kabupaten Blora. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini secara mandiri oleh LVRI dan unsur organisasi di dalamnya.

“Ini adalah bentuk kemandirian organisasi yang patut diapresiasi. Rakorcab seperti ini penting untuk memperkuat barisan, menyatukan visi, dan mewariskan nilai-nilai sejarah perjuangan kepada generasi muda,” ujar Yudhi yang juga dikenal sebagai mantan Bupati Blora periode 2007–2010.

Beliau juga berpesan agar LVRI terus melestarikan pemahaman sejarah perjuangan kemerdekaan. “khususnya kepada generasi muda dan masyarakat umum”, Papar Yudhi Sancoyo.

Harapannya, LVRI tetap eksis, dihormati, dan menjadi wadah yang mewariskan nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air.
” Rakor ini membahas sejumlah agenda strategis, seperti penguatan internal organisasi, peningkatan sinergi antara LVRI, PIVERI, dan PPM, serta rencana kegiatan sosial dan kebangsaan dalam rangka menyambut peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 “, imbuhnya

Perwakilan dari PPM Baskoro juga menyampaikan tekad kuat mereka untuk meneruskan perjuangan para pendahulu. “Kami hadir bukan sekadar simbol. Tugas moral kami adalah meneruskan cita-cita luhur para veteran,” Ungkap adik mantan Wakapolri Oegroseno.

Kekompakan dan semangat kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Di akhir acara, seluruh peserta Rakorcab berfoto bersama sebagai simbol soliditas antara pejuang masa lalu dan generasi penerus bangsa.

Rakor ini menjadi bukti nyata bahwa semangat juang dan patriotisme para veteran tetap menyala, menembus zaman, dan terus hidup dalam karya nyata demi kejayaan Indonesia yang berdaulat dan bermartabat. (*)

Silaturahmi Penuh Kebahagiaan, PWRI Blora Sambut Kepulangan dari Tanah Suci H. Bukit Effendi dan Istri

0

Korandiva – BLORA.- Sebagian pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora menggelar silaturahmi penuh kehangatan di kediaman H. Bukit Effendi, salah satu pengurus PWRI, pada Sabtu, 21 Juni 2025. Silaturahmi ini sebagai bentuk syukur atas kepulangan H. Bukit Effendi dan istri dari tanah suci setelah menunaikan ibadah haji plus 2025 dengan lancar dan dalam keadaan sehat.

Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas perlindungan-Nya selama perjalanan haji H. Bukit Effendi dan istri. Beliau juga menyampaikan harapan agar keduanya mendapat predikat haji mabrur yang membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Dalam nuansa kekeluargaan, H. Bambang Sulistya menyampaikan permohonan doa kepada H. Bukit Effendi sebagai tamu Allah yang baru kembali dari tanah suci. Ia percaya bahwa doa orang yang baru pulang dari ibadah haji sangat mustajab, dan berharap doa tersebut membawa berkah bagi seluruh pengurus PWRI yang hadir.
Selain itu, Ketua PWRI Blora juga mendoakan agar para pengurus yang belum berangkat haji segera mendapat izin dan kemampuan dari Allah untuk berangkat di tahun-tahun mendatang. Bagi yang sudah pernah menunaikan ibadah haji, diharapkan dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam suasana silaturahmi, H. Winarno, mantan Kepala Inspektorat Blora, mengajukan pertanyaan seputar pengalaman spiritual paling berkesan selama berada di tanah suci. Hal ini disambut dengan hangat oleh H. Bukit Effendi yang dikenal sebagai ustaz pujangga di Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati Blora.

Menanggapi pertanyaan tersebut, H. Bukit Effendi menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran ibadah haji yang dilalui bersama istri. Ia mengungkapkan bahwa amanah dari pengurus PWRI sebelum keberangkatan telah ia tunaikan dengan baik di Masjidil Haram.

Salah satu pengalaman spiritual yang sangat berkesan adalah pertemuannya dengan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Dari Aa Gym, ia mendapat wejangan penting tentang akronim SITS: Sabar, Ikhlas, Tawakal, dan Syukur. Wejangan tersebut menjadi bekal utama dalam menjalani ibadah haji dengan hati yang bersih dan jiwa yang tenang.

Tak hanya itu, H. Bukit Effendi juga mendapat motivasi dari Ustaz Derry Sulaiman tentang pentingnya keyakinan bahwa semua hal dalam hidup telah diatur oleh Sang Maha Kuasa. Ia menegaskan pentingnya menjaga sikap rendah hati, bahkan kepada istri sendiri, selama di tanah suci karena pernah mengalami sendiri akibat dari sikap sombong.

Setelah kembali dari tanah suci, H. Bukit Effendi merasakan perubahan besar dalam dirinya. Ia menyebut transformasi spiritual itu dengan akronim STAR: Sabar dan syukur, Tawakal kepada Allah, Aktif bersedekah, serta Rajin salat berjamaah lima waktu di masjid. Nilai-nilai ini menjadi pedoman baru dalam hidup berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara.

Silaturahmi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh H. Bukit Effendi dan dilanjutkan dengan berjabat tangan penuh kehangatan sembari mengucapkan harapan agar semua jemaah haji tahun ini menjadi haji yang mabrur dan diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT.

Sebagai informasi, jemaah haji asal Kabupaten Blora tahun 2025 terbagi dalam dua kloter, yaitu kloter 57 dengan jumlah 221 orang dan kloter 58 dengan 353 orang. Mereka dijadwalkan kembali ke tanah air pada akhir bulan Juni 2025 mendatang. (*)

Bupati Blora Dukung Penuh Koperasi ASPENDA SUKSES MAKMUR

0

Korandiva – BLORA.- Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., menyatakan dukungan penuh terhadap kehadiran Koperasi ASPENDA SUKSES MAKMUR yang baru diresmikan pada Senin (17/6/2025). Ia menyebut koperasi ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan dari tingkat desa.

“Koperasi ini adalah bagian dari upaya besar membangun kedaulatan pangan dari bawah. Kita dorong agar koperasi seperti ini hadir di banyak sektor lain,” tegas Bupati.

Menurut Bupati, koperasi berbasis pengecer pupuk seperti ASPENDA merupakan terobosan penting. Sebagai pelaku utama distribusi agroinput, pengecer memiliki peran strategis yang langsung bersentuhan dengan petani. Karena itu, penguatan kelembagaan mereka dinilai sebagai langkah logis dalam memperbaiki rantai pasok pertanian. “Kekuatan ekonomi lokal harus dibangun dari bawah, dari mereka yang selama ini sering terpinggirkan,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kios pupuk, distributor, dan pemerintah daerah dalam membangun sistem distribusi pupuk yang tertib, transparan, dan adil. Pemkab Blora, kata Arief, siap memfasilitasi dialog dan dukungan kebijakan agar koperasi ini tumbuh sehat dan profesional.

Tidak hanya di sektor distribusi pupuk, Bupati berharap Koperasi ASPENDA SUKSES MAKMUR juga dapat berperan aktif di sektor konsumsi masyarakat desa. Termasuk di dalamnya penyediaan sembako murah dan pemasaran hasil pertanian anggota. Pemerintah daerah, kata Arief, siap bersinergi melalui program-program pembangunan desa agar koperasi tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi mitra aktif pemerintah. (*)

Firman Soebagyo: Koperasi Harus Jadi Alat Perjuangan Nyata Petani

0

Korandiva – BLORA.- Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, SE., MH., menyampaikan pesan tegas dalam acara peluncuran Koperasi ASPENDA SUKSES MAKMUR di Hotel Azana Garden Hill, Blora, Senin (17/6). Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari pengecer pupuk dan distributor, Firman menekankan bahwa koperasi harus menjadi alat perjuangan riil bagi petani dan pelaku distribusi, bukan sekadar simbol formalitas.

“Koperasi ini harus mampu jadi alat perjuangan petani. Jangan hanya jadi pajangan. Harus ada aksi nyata, pelayanan nyata, dan manfaat nyata,” ujar Firman disambut tepuk tangan hadirin.

Sebagai legislator lima periode, Firman mengaku memahami secara langsung tantangan yang dihadapi petani dan pengecer pupuk, terutama dalam hal distribusi, akses modal, dan keterbukaan tata kelola. Ia menegaskan, koperasi harus mampu memberikan solusi konkret terhadap persoalan-persoalan tersebut.

Dalam sambutannya, Firman juga menyoroti pentingnya transparansi dalam tata kelola koperasi sebagai fondasi utama untuk membangun kepercayaan dan keberlanjutan usaha bersama.

“Koperasi harus dikelola secara modern, akuntabel, dan berbasis digital. Saya minta koperasi ini memanfaatkan teknologi untuk efisiensi dan transparansi,” katanya.

Firman menegaskan dukungan penuh dari Komisi IV DPR RI terhadap penguatan kelembagaan koperasi pertanian di Indonesia. Ia berkomitmen membawa aspirasi ASPENDA ke tingkat nasional, termasuk dalam hal akses pembiayaan, pelatihan SDM, dan pengembangan sistem distribusi digital.

“Negara harus hadir, tapi koperasi juga harus bangkit dari bawah. Di sinilah letak kekuatan ekonomi kerakyatan kita,” pungkas Firman. (*)

Koperasi ASPENDA SUKSES MAKMUR, Simbol Kedaulatan Ekonomi Kerakyatan

0

Korandiva – BLORA.- Di balik gegap gempita peluncuran Koperasi ASPENDA Sukses Makmur, tersimpan kisah panjang perjuangan para pemilik kios pupuk lengkap (KPL) di Kabupaten Blora. Bukan dari ruang rapat elite, koperasi ini lahir dari obrolan di gudang dan warung kopi para pengecer yang bertahun-tahun bergulat dengan sistem distribusi pupuk yang dengan segala keruwetan administrasi dan minim transparansi.

Koperasi ini merupakan inisiatif murni dari anggota Asosiasi Pemilik Kios Pupuk Blora (ASPENDA), yang telah terbentuk sejak 2010. Setelah hampir 15 tahun berorganisasi, para pengecer kini mengambil langkah besar: membentuk koperasi sendiri untuk memperjuangkan distribusi pupuk yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan.

“Kami sering disebut pengecer, tapi kami juga pejuang pangan di lapangan. Dulu kami hanya bisa menerima dan menunggu. Sekarang kami memilih bangkit dan memegang kendali,” ujar Suhardi, Ketua Koperasi ASPENDA SUKSES MAKMUR, usai acara peluncuran, Selasa (17/06/2025).

Dengan anggota awal sebanyak 367 kios pupuk dan 10 distributor, koperasi ini tumbuh menjadi gerakan ekonomi berbasis kerakyatan. Suhardi menegaskan bahwa koperasi ini bukan sekadar badan usaha, melainkan simbol kedaulatan ekonomi rakyat kecil.

“Kami tidak menunggu perubahan dari atas. Kami memulai dari bawah, dari kios, dari lumbung, dari petani. Kami ingin anak cucu kami mewarisi ekonomi yang kuat, bukan sistem yang lemah,” katanya.

Koperasi ini juga memiliki visi jangka panjang sebagai tulang punggung distribusi agroinput dan saluran pemasaran produk pertanian Blora menuju pasar yang lebih luas.

Sementara Agus Nugroho selaku Dewan Pengawas menceritakan, Koperasi ASPENDA Sukses Makmur berdiri dengan modal awal lebih dari Rp 500 juta, seluruhnya hasil iuran sukarela anggota. Tanpa bantuan pemerintah atau skema proyek, koperasi ini dibangun atas dasar militansi dan komitmen mandiri. “Inilah koperasi dari kita, oleh kita, untuk kita. Kami tidak ingin dimanja dengan bantuan, kami ingin berdaulat secara ekonomi,” tegas Agus yang juga salah satu penggagasnya.

Anggota koperasi tidak hanya mendapat hak atas manfaat usaha dan Sisa Hasil Usaha (SHU), tetapi juga ikut menentukan kebijakan secara demokratis. Namun, kewajiban seperti simpanan anggota, kepatuhan aturan, dan menjaga integritas menjadi syarat mutlak.

Model bisnis koperasi ini tidak hanya bertujuan mempertahankan eksistensi pengecer, tapi juga mengangkat posisi mereka sebagai pelaku ekonomi yang produktif dan berdaya saing. “Tujuan nya untuk membesarkan yang kecil, menguatkan yang besar,” ujar Agus kepada wartawan.
Koperasi ini diharapkan menjadi motor peng gerak ekonomi lokal yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada akar rumput. (*)

Untuk Mendukung dan Perkuat Ekonomi Nasional, Koperasi “ASPENDA Sukses Makmur” Diluncurkan di Blora

0

Korandiva – BLORA.- Asosiasi Pengecer Pupuk dan Pestisida (ASPENDA) Kabupaten Blora resmi meluncurkan koperasi bernama “ASPENDA Sukses Makmur” pada Selasa (17/6), bertempat di Ballroom Hotel Azana Garden Hill, Blora.

Peluncuran ini dihadiri lebih dari 400 undangan yang terdiri dari distributor dan pemilik Kios Pupuk Lengkap (KPL) se-Kabupaten Blora.
Koperasi ASPENDA Sukses Makmur menjadi koperasi pertama yang digagas ASPENDA di Indonesia. Kehadirannya diyakini menjadi langkah strategis untuk menciptakan tata kelola distribusi pupuk yang lebih adil dan transparan di tingkat bawah.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Dewan Pengawas Koperasi, Agus Nugroho, menyampaikan bahwa koperasi ini lahir sebagai bentuk sinergitas distributor dan kpl para pemilik kios pupuk terhadap distribusi pupuk yang selama ini dinilai perlu langkah yang lebih strategis. “Koperasi ini hadir sebagai solusi kolektif dari bawah. Kita butuh wadah perjuangan bersama. Koperasi ASPENDA SUKSES MAKMUR ini jawabannya,” ujarnya.

Acara peluncuran berlangsung khidmat dengan pembukaan lagu Indonesia Raya dan kesenian tradisional, Tari Gambyong. Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari tokoh nasional dan daerah, di antaranya anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo, Bupati Blora Arief Rohman, Senior Manager Pemasaran PT Pupuk Indonesia Jeff Narapati, serta para kepala dinas dan perwakilan distributor dari 16 kecamatan.

Momen peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Blora dan Firman Soebagyo, yang kemudian diserahkan kepada Ketua Koperasi ASPENDA SUKSESMAKMUR, Suhardi, sebagai simbol restu atas perjalanan koperasi.

Koperasi “Sukses Makmur” dibentuk oleh anggota ASPENDA Blora yang telah berorganisasi sejak Tahun 2010. Modal awal koperasi mencapai lebih dari Rp 500 juta, seluruhnya berasal dari iuran sukarela anggota tanpa dukungan dana pemerintah.
“Koperasi ini bukan proyek, tapi gerakan militansi. Kami ingin ekonomi kembali ke tangan rakyat,” ujar Agus.

Koperasi akan bergerak di sektor strategis seperti distribusi pupuk non-subsidi, hasil pertanian, penjualan pestisida dan alat pertanian, pelatihan digitalisasi kios, penyediaan sembako murah, hingga pemasaran produk pertanian milik anggota. Selain membagikan keuntungan melalui Sisa Hasil Usaha (SHU), koperasi ini juga memberi ruang bagi anggota untuk menentukan arah kebijakan secara demokratis.

Kehadiran koperasi ini diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi desa dan menciptakan distribusi agroinput yang lebih merata.
Pemerintah daerah dan DPR RI menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kelangsungan dan pengembangan koperasi ini ke depan. (*)

MTs Muhammadiyah 3 Kunduran Studi Tiru ke SMP Mulia Randublatung, Serap Inovasi Pendidikan

0

Korandiva – BLORA.– Sabtu, 21 Juni 2025 menjadi hari berharga bagi MTs Muhammadiyah 3 Kunduran. Dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Supriyanto, S.Pd., rombongan guru melakukan studi tiru ke SMP Muhammadiyah 5 Randublatung (SMP Mulia), sekolah unggulan yang dikenal dengan berbagai inovasi program pendidikannya.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.45 WIB di kompleks SMP Mulia. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Sekolah, Lamijan, S.Pd.I., bersama jajaran guru dan staf. Suasana akrab dan penuh semangat ukhuwah Islamiyah terasa sejak awal acara.
Fokus utama studi tiru ini adalah mempelajari pengelolaan Kelas Program Digital, Tahfidz, dan English Class—tiga program unggulan yang menjadi identitas kuat SMP Mulia di tengah masyarakat.

Kepala SMP Mulia, Lamijan, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjalin kerja sama antar lembaga pendidikan.
“Silaturahmi itu pembuka wawasan. Kita saling berbagi pengalaman untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan sekolah tak semata soal fasilitas, tetapi lebih kepada kemampuan mengelola potensi dengan kreatif.
“Setiap keterbatasan bisa menjadi kekuatan, asal dikelola dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MTs Muhammadiyah 3 Kunduran, Supriyanto, S.Pd., menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan.

“Kami ingin belajar dari yang sudah berjalan sukses. Tujuan kami bukan sekadar meniru, tetapi mengadaptasi nilai-nilai baik sesuai dengan karakter madrasah kami,” ujarnya.

Ia berharap hasil dari studi tiru ini bisa menjadi semangat baru untuk terus berbenah dan berinovasi demi meningkatkan mutu pendidikan.

Studi tiru ini menjadi wujud nyata semangat kolaborasi antar lembaga Muhammadiyah, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan bukan tentang siapa yang paling unggul, melainkan siapa yang terus mau belajar dan tumbuh bersama. (*)

Pengajian Rutin Digelar di Pendopo Kecamatan Randublatung, Camat Bukri Beri Pesan Purna Tugas

0

Korandiva – BLORA.– Pengajian rutin kembali digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Randublatung pada Jumat Pon (20/6/2025). Kegiatan bertema “Randublatung Mengaji” ini dihadiri jajaran Forkopimcam setempat, mulai dari Camat Drs. Bukri M.Si, Danramil Kapten Kav Teguh Linarto, hingga Kapolsek Iptu Sugiyanto.

Turut hadir pula para kepala desa beserta istri se-Kecamatan Randublatung, para kepala sekolah SMP dan SD Negeri, serta staf Kecamatan Randublatung. Acara dibuka dengan pembacaan Sholawat Nariyah dan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan.

Dalam sambutannya, Camat Randublatung Drs. Bukri M.Si menyampaikan bahwa masa jabatannya akan segera berakhir bulan ini.

“Bulan ini saya terakhir menjabat di Kecamatan ini. Mungkin masih banyak kekurangan, karena saya juga manusia biasa. Program-program yang belum terlaksana semoga bisa diteruskan oleh camat yang baru. Semoga Kecamatan Randublatung ke depan bisa lebih maju dan tertib,” ujar Bukri.

Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Ruryono, S.Pd., M.Pd. dari Kecamatan Jati. Ia mengangkat tema tentang pentingnya memanfaatkan waktu di usia senja.

“Mari kita selalu bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk berkumpul di majelis yang insya Allah penuh barokah,” kata Ustad Ruryono. Ia juga mengajak jamaah untuk menjaga kesehatan agar dapat terus beribadah dengan baik sampai akhir hayat.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan menjadi sarana mempererat silaturahmi antar tokoh masyarakat serta aparat pemerintahan di Kecamatan Randublatung. (*)

Budidaya Okra Blora Menuju Ekspor, Petani Didorong Jaga Kualitas

0

Korandiva, BLORA.- Budidaya tanaman okra (Abelmoschus esculentus), atau yang kerap disebut “lady finger”, diam-diam berkembang pesat di Kabupaten Blora. Perkembangan ini terbukti dengan digelarnya pertemuan para petani okra dan simpatisan di rumah Simbar Susilo, Ketua Kelompok Tani Okra di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, pada Kamis, 19 Juni 2025.

Pertemuan informal tersebut turut dihadiri oleh Direktur Operasional PT Kelola Agro Makmur, Satwo Sugeng Prayoga, S.Pt., utusan pembeli dari Jepang bernama Hazy Gawa, Koordinator Petani Okra Blora Suparji, petani okra dari Desa Turirejo Parjan, mantan pejabat Blora Khoirurroziqin, serta Ketua Seleksi Kualitas Okra Wahyu Guntur.

Menurut Satwo, kegiatan tersebut merupakan bagian dari ceking lapangan atau inspeksi untuk melihat langsung kondisi tanaman dan proses seleksi buah okra dari petani. Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa standar kualitas yang disyaratkan oleh pembeli luar negeri, khususnya Jepang, telah terpenuhi.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa proses budidaya dan seleksi okra oleh petani Blora sudah berjalan sesuai standar. Hazy Gawa, perwakilan pembeli Jepang, bahkan mengapresiasi semangat dan ketekunan para petani dalam menjaga kualitas dan komitmen budidaya tanaman ini.

Satwo menjelaskan bahwa PT Kelola Agro Makmur yang berbasis di Temanggung saat ini mampu mengolah hingga 20 ton okra per hari. Dari total kapasitas tersebut, sebanyak 65% bahan bakunya berasal dari para petani di Blora. Negara tujuan ekspor utama adalah Jepang dan Korea Selatan.

Koordinator petani okra Blora, Suparji, mengaku senang dengan penilaian positif dari pembeli Jepang. Ia mengatakan, setiap hari ia mengupayakan pembelian lebih dari 10 ton okra dari petani. Menurutnya, animo petani untuk menanam okra terus meningkat karena hasilnya lebih menjanjikan dibanding tanaman lain.

Simbar Susilo, sebagai Ketua Kelompok Tani Okra, telah membina lahan seluas 50 hektare. Rumahnya dijadikan sebagai pusat pembelian dan seleksi buah okra. Harga jual okra bervariasi berdasarkan kualitas, dengan kualitas A mencapai Rp5.700 per kilogram, dan kualitas B seharga Rp2.250.

Parjan, petani dari Desa Turirejo, saat ini mengelola lahan okra seluas 2 hektare. Ia mengaku hasil panen okra lebih menguntungkan dibanding tanaman lain yang pernah ia kelola. Setiap dua hari sekali, ia dapat menjual hasil panennya langsung ke tempat pembelian.

Salah satu tokoh masyarakat, Khoirurroziqin, yang juga Ketua Takmir Masjid Agung Blora, kini ikut tertarik menanam okra seluas 1 hektare. Ia melihat budidaya okra bukan hanya menjanjikan dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadi kegiatan produktif yang bermanfaat.

Khoirurroziqin menambahkan bahwa okra memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Sayuran ini dikenal mampu membantu mengontrol gula darah, menjaga kesehatan jantung, melancarkan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung penurunan berat badan.

Pengembangan budidaya okra ini diharapkan bisa disinergikan dengan program pembangunan pertanian Kabupaten Blora. Jika dikelola serius dan profesional, okra bisa menjadi komoditas andalan yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi tinggi bagi petani lokal. (*)

Mendagri Lantik Siswanto sebagai Ketua Umum DPN ADKASI 2025–2030, Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

0

Korandiva – JAKARTA.- Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, secara resmi melantik Siswanto, S.Pd., M.H., sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia (DPN ADKASI) periode 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (19/6/2025), dan dihadiri pejabat Kemendagri, para ketua DPRD kabupaten se-Indonesia, serta sejumlah tokoh nasional.

Dalam sambutannya, Mendagri menegaskan pentingnya peran DPRD kabupaten sebagai ujung tombak implementasi kebijakan pusat di daerah. Ia meminta ADKASI menjadi motor penggerak dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mendorong kebijakan daerah yang selaras dengan arah strategis nasional.

“DPRD kabupaten harus menjadi mitra strategis dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Perlu sinergi kuat antara pusat dan daerah,” tegas Tito.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam penganggaran, pengawasan, dan penyusunan regulasi daerah. Menurut Tito, DPRD perlu mengambil peran aktif dalam mendukung program strategis nasional seperti ketahanan pangan, hilirisasi industri, energi, dan pembangunan SDM.

Tito berharap kepemimpinan baru ADKASI mengedepankan kerja berbasis eksekusi, bukan sekadar wacana. Ia mendorong DPRD kabupaten mempercepat realisasi anggaran, memangkas hambatan perizinan, dan menyelaraskan RPJMD dengan RPJMN.

“Bangun komunikasi intensif dengan kepala daerah dan pemerintah pusat. Jangan terjebak pada konflik kepentingan lokal atau birokrasi lambat,” pesannya kepada para anggota DPRD kabupaten yang hadir.

Siswanto dalam pidatonya menyampaikan komitmennya untuk menjadikan ADKASI sebagai wadah koordinasi dan peningkatan kapasitas legislatif kabupaten. Ia menyatakan siap menjadi mitra konstruktif pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami akan berperan aktif dalam mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto. ADKASI siap menjadi jembatan strategis antara pusat dan daerah,” tegas Siswanto, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Blora.

Lebih lanjut, Siswanto menyampaikan pelantikan ini sebagai momentum konsolidasi nasional DPRD kabupaten untuk memperkuat fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ia menekankan perlunya independensi DPRD dalam menjalankan tugas konstitusional tanpa tekanan politik maupun birokrasi.

“Kami ingin Mendagri menjadi penjaga marwah DPRD. Kelembagaan ini harus kokoh, mandiri, dan berintegritas,” ujarnya.

Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Blora, Siswanto juga menegaskan ADKASI akan memperjuangkan penguatan posisi DPRD sebagai mitra sejajar kepala daerah, bukan sebagai subordinat. Menurutnya, DPRD memiliki posisi penting dalam sistem check and balance demokrasi lokal.

“Dalam dinamika pembangunan nasional, DPRD kabupaten harus bertransformasi dari aktor lokal menjadi penggerak pembangunan nasional berbasis aspirasi rakyat,” tutup Siswanto. (*)