Beranda blog Halaman 43

Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Parkir Sembarangan di Jalan Raya Seso Sayuran, Blora

0

Korandiva – BLORA.- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Seso Sayuran, tepatnya di Desa Geneng, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, pada Sabtu (28/6). Seorang pengendara sepeda motor bernama Aditia Ramandoni, warga Dukuh Kalijalin, Desa Patalan, Kecamatan Blora, meninggal dunia di tempat setelah menabrak bagian belakang truk tronton yang diduga parkir sembarangan di badan jalan.
Truk tronton bernomor polisi G 8680 OE dilaporkan terparkir terlalu ke tengah jalan, memakan sebagian badan jalan. Saat kejadian, hujan lebat mengguyur lokasi, sehingga jarak pandang pengendara sangat terbatas.

“Truk parkir terlalu ke tengah, jadi makan jalan. Pas kejadian hujan deras banget, jarak pandang juga minim. Motor langsung nabrak belakang truk karena nggak kelihatan jelas,” ujar Fajar, warga setempat yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Blora segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Eko Purnomo, menyatakan bahwa sopir truk akan diproses hukum karena diduga melanggar aturan lalu lintas.

“Tindakan hukum terhadap sopir jelas ada. Dugaan pelanggaran mengarah pada Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kami sudah melakukan olah TKP awal dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi,” kata Ipda Eko.
Polisi telah mengamankan kendaraan yang terlibat untuk kepentingan penyelidikan. Selain itu, pihak kepolisian akan meningkatkan patroli malam atau blue light patrol serta memberikan imbauan kepada pengemudi kendaraan besar agar tidak parkir sembarangan, khususnya di jalur-jalur rawan kecelakaan seperti Blora–Cepu dan Blora–Rembang.
“Kami berupaya meminimalisasi risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Blora,” tutup Ipda Eko. (*)

Pamit dari Jabatan Camat Randublatung, Drs. Bukri Dikenang sebagai Pemimpin yang Mewujudkan Keamanan dan Ketentraman

0

Korandiva – BLORA.— Setelah kurang lebih dua tahun menjabat, Drs. Bukri M.Si resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Camat Randublatung. Acara pelepasan yang berlangsung pada Kamis (27/6) digelar dengan penuh khidmat dan kekeluargaan, dihadiri oleh Forkopimcam, para kepala desa, kepala UPTD Puskesmas, kepala sekolah SD dan SMP se-Kecamatan Randublatung, staf kecamatan, serta Anggota DPRD Blora.

Danramil 09 Randublatung, Kapten Kav Teguh Linarto, mewakili unsur Forkopimcam dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin erat selama kepemimpinan Drs. Bukri.
“Tri tunggal ini — saya, Pak Camat, dan Pak Kapolsek — selalu bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan. Kekompakan inilah yang menjadi kunci terciptanya suasana aman dan kondusif di Kecamatan Randublatung,” ujar Kapten Teguh dengan semangat.

Dalam sambutannya, Drs. Bukri M.Si mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran tugas yang telah dijalankan selama menjabat, serta memohon maaf atas segala kekurangan.

“Alhamdulillah, selama dua tahun saya menjabat, tentu masih banyak kekurangan. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, baik secara dinas maupun pribadi. Terima kasih atas kerja sama semua pihak yang telah mendukung tugas saya selama ini,” ucap Drs. Bukri dengan penuh haru.

Sementara itu, Anggota DPRD Blora, Iwan Kristiyawan, turut menyampaikan perkembangan terkait pembangunan infrastruktur di wilayah Blora bagian selatan. Ia membuka ruang aspirasi masyarakat untuk dimasukkan dalam pembahasan APBD perubahan yang sudah disahkan.

“Tadi Pak Camat mengusulkan perbaikan drainase di Jalan Diponegoro Pilang yang saat ini kondisinya sudah buntu. Usulan seperti itu tentu akan saya bawa dalam rapat pembahasan di kantor. Semua aspirasi tetap kami perhatikan,” ungkap Iwan Kristiyawan.

Acara ditutup dengan penuh kehangatan, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Drs. Bukri selama menjabat, yang telah mewujudkan kondisi aman, tenteram, dan kondusif di Randublatung. (*)

Masjid Nurul Falah Karangjati Gelar Yasinan dan Khataman Al-Qur’an Sambut Tahun Baru Islam 1447 H

0

Korandiva – BLORA.– Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H / 2025 M, Takmir Masjid Nurul Falah Perumnas RW V, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, menggelar kegiatan Yasinan dan Khataman Al-Qur’an secara berjamaah.

Ketua Takmir Masjid Nurul Falah, H. Slamet Pamudji, SH., M.Hum, menjelaskan bahwa kegiatan dilaksanakan dalam dua waktu. “Pada Kamis malam, 26 Juni 2025, seusai salat Magrib berjamaah, kami melaksanakan Yasinan. Keesokan harinya, Jumat pagi 27 Juni 2025, setelah salat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti lebih dari 40 jemaah,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya baru dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat. “Kami berharap peringatan tahun baru Islam dapat diisi dengan aktivitas positif yang bermanfaat bagi kemakmuran umat,” tambahnya.

Sementara itu, Agus Budi Sukrisno—yang dikenal sebagai kyai Gaul dan salah satu imam Masjid Nurul Falah—menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar pengurus takmir untuk menumbuhkan semangat religius di tengah masyarakat. “Kami ingin menumbuhkan nuansa kebersamaan, kekeluargaan, dan kerukunan, sekaligus memotivasi diri agar tetap tenang dan optimis menghadapi dinamika kehidupan,” ujarnya.

Para jemaah yang hadir merasa bersyukur bisa memulai tahun baru Islam dengan kegiatan spiritual bersama. Mereka menilai acara ini mempererat ukhuwah dan menghadirkan ketenangan hati.
“Hidup akan semakin bermakna jika mampu memadukan ibadah spiritual dengan ibadah sosial di tengah masyarakat,” kesan yang disampaikan oleh Hartanto, S.Sos., M.Si., mantan Camat Sambong, yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Setelah khataman, acara ditutup dengan makan bersama dengan sajian empat sehat lima sempurna ala pengurus Takmir Masjid Nurul Falah, sebagai simbol kebersamaan dan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. (*)

Warga Balun Graha Permai Cepu, Tandai 1 Suro dengan Melepas Burung Merpati

0

Korandiva – BLORA.- Warga Perumahan Balun Graha Permai, RT 02 RW 16, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggelar tradisi budaya dalam rangka malam menyambut 1 Suro yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1447 H.

Dengan tema “Hakikat Suro sebagai Wadah Silaturahmi dan Sedekah,” acara dipusatkan di gedung Balai RW.16 dan diawali dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selanjutnya, panitia membagikan tujuh takir bubur suro kepada para tokoh dan sesepuh, serta tujuh takir bubur sengkolo kepada remaja dan warga yang memiliki hajat atau harapan.

Puncak acara ditandai dengan pelepasan tujuh ekor burung merpati, sebagai simbol harapan dan doa agar tahun baru ini membawa kedamaian serta berkah bagi seluruh warga.

Ketua panitia acara, Edy Susilo, mengatakan kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur. “Harapannya, semoga warga RT 02 senantiasa diberikan rezeki dan kesehatan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua RT 02, Edi Tiatmanto, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga. “Semoga semua warga RT 02 guyup rukun sak lawase,” pesannya.

Sementara itu, Ketua RW 16, Rudi Hartono, menekankan makna spiritual bulan Suro yang dikenal sebagai bulan penuh perenungan. “Kegiatan ini adalah wujud syukur hamba atas segala nikmat dari Allah SWT,” ungkapnya.

Acara malam 1 Suro ditutup dengan makan bersama, menyantap sajian tradisional dalam suasana kebersamaan yang menonjolkan suasana kerukunan warga. (*)

Korsleting Listrik Hanguskan Dua Rumah di Kajengan, Kerugian Capai Rp400 Juta

0

Korandiva-BLORA.- Dua rumah warga di Desa Kajengan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, ludes terbakar akibat dugaan korsleting listrik pada Rabu (25/6) sekitar pukul 18.30 WIB. Kebakaran yang terjadi menjelang waktu magrib itu mengejutkan warga setempat dan menyebabkan dua keluarga kehilangan tempat tinggal.

Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian dan pihak Kecamatan Todanan menyebutkan, api pertama kali muncul dari rumah milik Ahmad Fauzi (31).

Menurut keterangan saksi, sebelum kebakaran terjadi, Ahmad Fauzi mendengar suara letusan dari kamar tidurnya. Saat diperiksa, lampu di atas spring bed tampak gosong dan mengeluarkan asap.

Melihat kondisi tersebut, Ahmad Fauzi segera keluar rumah untuk membeli lampu pengganti. Namun saat kembali, api telah membesar dan melalap sebagian besar rumahnya. Tak hanya itu, kobaran api juga merembet ke rumah tetangganya, Sutrisno (40), yang berada di sebelahnya.

“Awalnya terdengar letusan dari rumah Ahmad Fauzi. Rupanya bola lampu meledak karena korsleting. Kemungkinan percikan apinya mengenai spring bed dan memicu kebakaran,” ujar Siti Ngatmi, salah satu tetangga korban.

Warga yang panik berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah enam unit mobil pemadam dari berbagai instansi, termasuk 4 unit dari BPPD Blora, 1 unit BPPD Ngawen, 1 unit Satpol PP Blora, dan 1 unit dari GMM, berjibaku selama dua jam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp400 juta. Pemerintah Kecamatan Todanan bersama organisasi masyarakat setempat telah membuka donasi untuk membantu para korban.
“Jika diperlukan, penyerahan bantuan secara seremonial bisa difasilitasi melalui pihak kecamatan,” ujar Camat Todanan, Karyono. (*)

Desa Balong Kembangkan Potensi Wisata Edukasi dan Kerajinan Tanah Liat di Kabupaten Blora

0

Korandiva-BLORA.- Desa Balong, yang terletak di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini mulai dikenal luas sebagai desa dengan potensi wisata edukasi berbasis kerajinan tanah liat. Dengan jumlah penduduk mencapai 1.456 jiwa yang tersebar di tiga dukuh, desa ini terus berbenah dalam berbagai aspek, mulai dari pemerintahan hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Dipimpin oleh Kepala Desa Nyomo, S.E., Desa Balong menjadikan pertanian sebagai sektor utama, namun kini mulai menggeliat di bidang industri kreatif, khususnya kerajinan bata ekspos, genteng press, dan keramik. Produk-produk kerajinan ini telah menjadi ikon desa sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi warga. “Tidak hanya itu, keberadaan Griya Keramik Balong menjadi pusat kegiatan edukasi dan pelatihan, terutama bagi siswa dan pengunjung luar daerah,” ujar Nyomo ketika ditemui wartawan, Kamis (26/06/2025).

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik dan pengembangan desa wisata, pemerintah desa membangun balai desa baru lengkap dengan pendopo yang menggunakan bata ekspos hasil produksi lokal. Di area ini pula dipasang patung ikon kerajinan tanah liat, sebagai penanda identitas kuat Desa Balong dalam dunia seni dan kerajinan tradisional.

Desa Balong juga aktif dalam program Kampung KB “Balong Makmur” dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup keluarga. “Program ini tidak hanya menyentuh aspek kesehatan dan kependudukan, tetapi juga menyasar pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi berbasis rumah tangga. Berbagai pelatihan dan workshop pun rutin digelar demi mendorong kemandirian warga,” tambah Nyomo.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi lokal, Desa Balong kini menatap masa depan sebagai desa wisata edukasi yang mandiri dan berdaya saing.
“Kami berharap kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan sektor swasta dapat memperkuat infrastruktur serta memperluas pemasaran hasil kerajinan ke tingkat nasional bahkan internasional,” tandasnya. (*)

Pemkab Blora Gencar Sosialisasikan Ketentuan Cukai untuk Tekan Peredaran Rokok Ilegal

0

Korandiva-BLORA.- Pemerintah Kabupaten Blora menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran rokok ilegal dengan menggelar kegiatan sosialisasi ketentuan di bidang cukai secara tatap muka. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Kudus dan berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Cepu, Selasa (24/06).

Sosialisasi yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora tersebut dihadiri oleh 50 peserta, terdiri dari tokoh masyarakat dan warga sekitar yang berpotensi terlibat dalam peredaran rokok ilegal, baik sebagai penjual maupun pengguna.

Kepala Dinkominfo Blora, Pratikto Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada masyarakat terkait ketentuan cukai, termasuk pengertian, manfaat, ciri-ciri rokok ilegal, serta langkah konkret yang dapat dilakukan dalam pemberantasan peredarannya.

“Rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga membahayakan masyarakat secara luas. Oleh karena itu, sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan,” ujar Pratikto.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Blora berharap bisa mendorong peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam memerangi peredaran rokok ilegal.

Selain edukasi tentang bahaya rokok ilegal, masyarakat juga dikenalkan dengan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang merupakan bagian dari penerimaan negara dan digunakan untuk mendanai berbagai program penting seperti kesehatan, penegakan hukum, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pesan kami jelas: kenali ciri-ciri rokok ilegal, laporkan jika menemukan, dan jadilah bagian dari gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari barang kena cukai ilegal,” tegas Pratikto.

Ke depan, Pemkab Blora berencana untuk terus menggencarkan kegiatan serupa di berbagai wilayah sebagai upaya preventif dan edukatif. “Tujuannya adalah menciptakan iklim usaha yang sehat, legal, dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

PLN Blora Tanggap Cepat, Kabel Listrik Berbahaya di Dukuh Denguk Sudah Diperbaiki

0

Korandiva-BLORA.– Setelah sempat dikeluhkan warga karena kondisi kabel listrik yang telanjang dan semrawut di Dukuh Denguk, Desa Andongrejo, Kecamatan Blora, pihak PLN akhirnya bergerak cepat. Hari ini, Selasa (25/6) sekitar pukul 14.00 WIB, perbaikan kabel dilakukan langsung di lokasi oleh tim teknis PLN Blora.

Perbaikan ini disambut positif oleh warga sekitar yang sebelumnya merasa was-was, terutama karena posisi kabel berada dekat dengan madrasah dan pemukiman penduduk.

Islahuddin, salah satu warga RT 01 RW 02 yang turut mengawal proses perbaikan petugas PLN, menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons cepat yang akhirnya diberikan.

“Kami apresiasi dan berterima kasih atas tindak lanjut dari PLN Blora. Alhamdulillah, kabel yang sempat mengkhawatirkan kini sudah dibenahi,” ujar Islahuddin.

Diketahui, laporan atas kondisi berbahaya tersebut telah disampaikan sejak 14 Juni 2025, menyusul insiden kebakaran listrik yang terjadi pada 10 Juni. Sambungan kabel saat itu diperbaiki, namun sempat dibiarkan dalam kondisi terbuka tanpa pelindung yang layak.

Kini setelah dilakukan perbaikan lanjutan, kabel sudah diamankan dan tidak lagi membahayakan. Warga berharap PLN terus meningkatkan responsifitas terhadap laporan masyarakat, khususnya yang menyangkut keselamatan publik.

“Harapan kami ke depan, setiap keluhan warga bisa ditindaklanjuti lebih cepat lagi. Keselamatan harus jadi prioritas,” tambah Islahuddin.
Dengan perbaikan ini, kekhawatiran warga mulai mereda, dan aktivitas anak-anak di sekitar madrasah bisa kembali berlangsung dengan lebih tenang. (*)

Kabel PLN Telanjang dan Semrawut di Blora: Warga Ketakutan, Anak-anak Terancam!

0

Korandiva–BLORA.- Warga Dukuh Denguk, Desa Andongrejo, Kecamatan Blora dibuat resah dan ketakutan oleh kondisi kabel PLN yang sangat membahayakan. Pasalnya, sambungan kabel listrik yang sebelumnya terbakar dan diperbaiki pada 10 Juni 2025, kini justru dibiarkan dalam kondisi telanjang dan semrawut, tanpa pengamanan memadai.

Kejadian ini berada tepat di RT 01 RW 02, berdekatan langsung dengan madrasah tempat anak-anak beraktivitas setiap hari. Kondisi ini bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi mengancam keselamatan jiwa warga, terutama anak-anak yang kerap bermain di sekitar lokasi.

“Sambungannya telanjang, sangat mengkhawatirkan. Kadang terdengar suara percikan juga. Saya dan keluarga jadi was-was, apalagi banyak anak-anak lewat sini,” ungkap Wito, warga yang rumahnya tepat di bawah tiang kabel tersebut.

Kronologi bermula pada 10 Juni 2025, saat terjadi kebakaran listrik di lokasi tersebut. Meski sambungan sempat diperbaiki, penanganannya justru meninggalkan bahaya baru — kabel tidak dibungkus aman, dan tampak acak-acakan menggantung di udara.

Lebih miris lagi, warga sudah melaporkan kondisi ini secara resmi ke manajemen PLN Blora pada 14 Juni 2025 melalui WhatsApp kepada petugas terkait. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata dari pihak PLN. Warga merasa diabaikan dan menuntut kejelasan serta penanganan serius.

“Ini sudah hampir seminggu kami tunggu, tapi tidak ada satu pun petugas datang. Kalau sampai ada korban, siapa yang bertanggung jawab?” cetus salah satu tokoh warga.

Dengan tiang listrik yang berdiri di dekat lembaga pendidikan, risiko tersengat listrik atau percikan api bukan lagi kemungkinan, tapi ancaman nyata. Warga mendesak PLN untuk segera turun tangan dan memperbaiki sambungan kabel sesuai standar keselamatan.

Kondisi ini telah menyulut kegelisahan massal. Warga pun mulai mempertimbangkan untuk melayangkan laporan ke instansi yang lebih tinggi, termasuk Ombudsman dan media nasional, jika tidak ada tindakan dalam waktu dekat.
Satu pertanyaan besar kini mengemuka: Apakah PLN harus menunggu jatuh korban dulu baru mau bergerak? (*)

Sekolah Bahasa Resmi Dibuka di Blora: Hadirkan Program English Berkualitas, Dihadiri Bupati dan Tokoh Daerah

0

Korandiva-BLORA.— Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang bahasa asing terus digalakkan di Kabupaten Blora. Minggu pagi (22/6), sebuah langkah baru diambil melalui Grand Opening Sekolah Bahasa cabang Blora yang berlokasi di Jl. Rajawali No. 14, Tempelan (timur SMKN 2 Blora).

Acara peresmian berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Turut hadir dalam momen penting ini Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP, M.Si, serta mantan Bupati Blora periode 2007–2010, Drs. RM Yudhi Sancoyo, MM, yang memberikan dukungan penuh atas hadirnya lembaga ini sebagai pusat pembelajaran bahasa asing yang modern dan terjangkau.

“Ini bukan sekadar tempat kursus. Ini adalah bagian dari investasi masa depan Blora. Saya harap masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujar Bupati Arief dalam sambutannya.

SUDAH BERPENGALAMAN
Sekolah Bahasa ini telah berdiri sejak tahun 2020, dan kini memasuki tahun kelima perjalanannya dalam mendukung peningkatan kompetensi bahasa di berbagai kalangan.
Sebelum membuka cabang di Blora, Sekolah Bahasa telah aktif mendukung peningkatan kualitas para dosen STTR, khususnya dalam penguasaan Bahasa Inggris sebagai salah satu syarat kualifikasi akademik. Dalam kurun waktu tiga bulan, sebanyak 15 dosen yang mengikuti program pembelajaran Bahasa Inggris secara daring berhasil menunjukkan peningkatan signifikan, sejalan dengan standar kompetensi yang ditetapkan oleh STTR.

PROMO GRAND OPENING
Dalam rangka pembukaan, Sekolah Bahasa menawarkan diskon spesial hingga 50% untuk pendaftaran di bulan pertama. Promo ini berlaku hingga akhir Juli 2025. Dua pilihan kelas tersedia:
Small Class – hanya Rp 300.000/bulan
Regular Class – cukup Rp 200.000/bulan
Private class – cukup dengan Rp 750.000/bulan
Seluruh peserta akan menikmati fasilitas unggulan:
– Kelas intensif 2 kali pertemuan tatap muka per minggu dengan 1,5 jam per pertemuan
– Grup diskusi Telegram 3 kali per minggu
– Pilihan kelas online dan offline
– Sertifikat kelulusan
– Ruang belajar nyaman dan ber-AC
– Free akses materi online

AKSES MUDAH
Dengan pendekatan interaktif dan pengajar profesional, Sekolah Bahasa menargetkan peserta dari berbagai kalangan—pelajar, mahasiswa, karyawan, hingga masyarakat umum. Lokasinya yang strategis dan jadwal yang fleksibel menjadi daya tarik utama.

Mantan Bupati Blora, Yudhi Sancoyo, juga menyampaikan apresiasi atas hadirnya lembaga ini:
“Kemampuan bahasa asing hari ini adalah kebutuhan dasar, bukan lagi tambahan. Saya sangat mendukung langkah ini,” tegas Yudhi.

BAHASA ASING
Menurut Afrie Radite, Direktur Sekolah Bahasa Blora,saat ini program difokuskan pada kelas Bahasa Inggris. Namun ke depan, pihaknya akan menghadirkan program bahasa asing lainnya seperti Bahasa Korea, Mandarin, Jepang, dan Arab sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat Blora.

“Kami memulai dari kebutuhan paling mendasar, yaitu Bahasa Inggris. Tapi kami sudah siapkan pengembangan kelas Bahasa Korea, Mandarin, Jepang, dan Arab dalam waktu dekat,” jelas Afrie.
“Kombinasi pendekatan ini dirancang untuk menjaga kontinuitas pembelajaran sekaligus membangun komunitas belajar yang aktif dan saling mendukung ” imbuhnya.

DAFTAR SEKARANG
Bagi masyarakat Blora dan sekitarnya yang ingin meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dengan cara menyenangkan, efektif, dan terjangkau, pendaftaran telah dibuka!
📍 Kunjungi langsung :Jl. Rajawali No. 14, Tempelan – Blora (Timur SMKN 2 Blora)
🌐 Website: www.sekolahbahasa.com
📞 WhatsApp: +62-851-3333-5509
📷 Instagram: @sekolah_bahasa_blora
Jangan lewatkan kesempatan ini. Belajar bahasa, buka masa depan!
Sekolah Bahasa – Cerdas, Percaya Diri, dan Siap Mendunia! (*)