Beranda blog Halaman 39

Menteri ESDM Kunjungi Blora, Resmikan Listrik Gratis dan Tinjau Sumur Minyak Rakyat

0

Korandiva-BLORA.- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (17/7). Dalam kunjungan tersebut, Menteri Bahlil menghadiri wisuda ke-54 Program Sarjana Terapan Politeknik Energi dan Mineral Akamigas Cepu.

Usai menghadiri acara wisuda, Menteri Bahlil meninjau aktivitas sumur minyak rakyat di Desa Ledok, Kecamatan Sambong. Ia berdialog langsung dengan para penambang dan menegaskan pentingnya memberikan kepastian hukum bagi kegiatan tambang rakyat yang telah berlangsung puluhan tahun.

“Selama ini masyarakat sudah menambang, tapi belum ada izin resmi. Maka kita terbitkan aturan agar mereka bekerja tanpa rasa waswas,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Bahlil menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang kerja sama pengelolaan wilayah kerja guna mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM juga meresmikan pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu di Desa Cabean, Kecamatan Cepu, sebagai bagian dari program pemerataan akses energi.

“Kita ingin rakyat mendapatkan manfaat langsung dari sumber daya energi yang ada,” tambah Bahlil. (*)

Blora Tampilkan Inovasi Pertanian Unggulan di PADI 2025, Target Transaksi Miliaran Rupiah

0

Korandiva-TEMANGGUNG.– Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) 2025 resmi digelar mulai Jumat (18/7/2025) hingga Selasa (22/7/2025) di Agro Center Soropadan, Temanggung. Acara ini menampilkan 270 stand pertanian dan inovasi teknologi dengan target pengunjung mencapai 100.000 orang serta transaksi hingga miliaran rupiah.

Kabupaten Blora turut ambil bagian dalam ajang ini dengan menampilkan berbagai inovasi dan produk unggulan pertanian. Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, SP., M.MA, rombongan yang terdiri dari petani milenial, pengurus KTNA, dan penyuluh pertanian berangkat ke lokasi pada Kamis (17/7/2025).

“Kami hadir di PADI 2025 dengan semangat untuk mempromosikan produk unggulan Blora dan mengadopsi inovasi terbaru demi kemajuan pertanian daerah,” ujar Ngaliman saat ditemui di Soropadan, Jumat pagi.

Blora menampilkan dua inovasi utama:
Gerakan Sejuta Kotak Umat, yang mengolah limbah ternak menjadi produk bernilai guna.
Gerbang Blora (Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara), yang fokus mengangkat potensi buah lokal.

Berbagai produk yang dibawa antara lain:
-Buah kelengkeng varietas Kateki dan New Cristal
-Sawo organik
-Bawang merah khas Blora
-Beras organik
-Produk pangan alternatif seperti sorgum, tepung mocaf, kentang hitam, dan gembili
-Pisang Raja unggulan Blora
-Telur omega-3
-Susu kambing olahan (es krim)
-Kopi santen, yang dibagikan gratis kepada pengunjung

Kepala Bidang Penyuluhan DP4 Blora, Ir. Slamet Istiono, MM, menyampaikan bahwa Blora konsisten meraih prestasi di ajang ini. Pada 2023 Blora meraih Juara 1 Stand Terbaik Tingkat Jawa Tengah, dan pada 2024 meraih Juara 3.
Tahun ini, PADI 2025 mengangkat tema “Menumbuhkan Inovasi dan Teknologi Pertanian Menuju Jateng Sebagai Penumpu Pangan Nasional”. Acara dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, SH, S.St, MK pada Jumat (18/7/2025) pukul 13.00 WIB.

Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jateng, Opik Mahendra, mengatakan PADI merupakan rebranding dari Soropadan Expo yang rutin digelar setiap tahun.
“PADI 2025 bukan hanya pameran, tapi momentum regenerasi petani melalui inovasi. Petani milenial harus jadi motor penggerak pertanian modern,” ujar Opik.

Diketahui, sebagian besar panitia PADI 2025 merupakan petani milenial alumni Bapeltan yang kini aktif mengembangkan pertanian berbasis teknologi di daerahnya masing-masing. (*)

DP4 Blora Terapkan Budaya Kerja C3, Respon Cepat Atasi Serangan Hama dan Masalah Keasaman Tanah

0

Korandiva-BLORA.- Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora terus membumikan budaya kerja C3: Cepat Tanggap, Cepat Tindak, dan Cepat Lapor. Budaya kerja ini menjadi motivasi sekaligus paradigma baru dalam pelayanan publik dan pembangunan sektor pertanian secara luas.

Kepala DP4 Blora, Ngaliman, SP., MMA., menegaskan bahwa budaya C3 merupakan prosedur tetap (protap) dan menjadi harga mati bagi keberhasilan petugas dalam melaksanakan tugas di lapangan.
Penerapan nyata budaya ini terlihat saat DP4 merespon cepat laporan dari anggota Kelompok Tani Makarti Mulyo, Dukuh Boto, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo. Laporan menyebutkan adanya pertumbuhan tanaman yang tidak normal akibat tingkat keasaman tanah yang sangat rendah, yakni pH 3,5.

Menindaklanjuti laporan tersebut, DP4 langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak. Pada Selasa (15/7), tim gabungan melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk mendiagnosis kondisi tanaman. Hasilnya, ditemukan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) jenis penggerek batang padi dan wereng batang coklat dengan tingkat serangan ringan hingga sedang. Populasi penggerek mencapai 0,4 KT/m² dan wereng coklat 0,43 ekor per rumpun.

Pengendalian dilakukan di area seluas 4 hektare menggunakan pestisida Spontan 400 SL (bahan aktif dimehipo) dan Abuki 50 SL (bahan aktif imidakloprit). Kegiatan ini dikoordinasi oleh BPP Kecamatan Banjarejo dan melibatkan para PPL, POPT, serta anggota Kelompok Tani Makarti Mulyo.

Ketua kelompok, Dedy Budiarto, mengapresiasi gerak cepat DP4 dan LPHP Pati. Ia berharap langkah pengendalian ini mampu mengurangi serangan hama dan meningkatkan hasil pertanian.
“Kami mengucapkan terima kasih atas respon cepat dari dinas terkait. Ini sangat membantu petani,” ujar Dedy.

Terkait masalah keasaman tanah, Dedy juga berharap adanya solusi jangka panjang. Menyikapi hal ini, produsen pupuk organik teknologi nano asal Bali, Joko Riyadi, menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan kelompok tani di Blora.

Menurut Joko, pupuk organiknya telah terbukti mampu menetralkan keasaman tanah di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus meningkatkan produksi pangan. Pupuk tersebut mengandung pengurai residu kimia, unsur hara makro dan mikro, humus, serta mikroba unggulan.

DP4 Blora berharap kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pihak swasta dapat menjadi solusi terpadu untuk meningkatkan kualitas lahan dan produktivitas pertanian di daerah. (*)

Warga Pati Siapkan Aksi “Sound Horeg” Tolak Kenaikan PBB, Bupati Sudewo: Saya Tak Akan Mundur!

PATI – Rencana aksi demonstrasi besar-besaran menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati terus menggelinding. Warga dari berbagai wilayah menyerukan aksi protes unik bertajuk “sound horeg”, sebuah pawai kendaraan dengan pengeras suara besar-besaran, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 13 Agustus 2025. Seruan ini ramai disebarluaskan melalui media sosial, khususnya Facebook.

Dalam unggahan yang beredar, warga direncanakan akan berangkat dari Pucakwangi dengan iring-iringan kendaraan dan sound system berdaya besar, termasuk 16 subwoofer. Konvoi ini akan singgah terlebih dahulu di Alun-alun Juwana untuk menggalang kekuatan massa, sebelum akhirnya bergerak menuju Pendopo Kabupaten Pati. Aksi ini disebut sebagai bentuk ekspresi perlawanan yang kreatif dan terbuka terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Kenaikan tarif PBB yang disebut mencapai hingga 250 persen dinilai terlalu memberatkan rakyat. Banyak komentar bernada kecewa dan marah bermunculan di jagat maya. Seorang warganet bernama Jujuk Suprihanto menulis, “Ini bukan pembangunan, ini bikin rakyat gaduh!” Sementara akun lain atas nama M Najik menyampaikan penyesalannya, “Saya merasa tertipu memilih pemimpin yang ternyata tak peduli suara rakyat.”

Menanggapi gelombang penolakan ini, Bupati Pati H. Sudewo mengeluarkan pernyataan yang cukup mencolok. Dalam keterangannya usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Pati pada Senin, 15 Juli 2025, Sudewo mengatakan, “Silakan demo. Mau lima ribu atau lima puluh ribu orang pun, saya tidak akan gentar.”
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tunduk pada tekanan massa. “Saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran agar tidak membuka ruang kompromi. Ini keputusan yang kami ambil demi kemajuan Pati ke depan,” ucapnya tegas.

Sudewo menyebut bahwa penyesuaian tarif PBB adalah langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan daerah. “Ini bukan soal kepentingan saya pribadi atau kelompok tertentu. Ini demi pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya, sembari meminta masyarakat melihat manfaat jangka panjang dari kebijakan tersebut.

Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Desa Kalangan, Tidak Ada Korban Jiwa–Kerugian Ditaksir Capai Rp 400 Juta

0

Korandiva – BLORA.- Kebakaran hebat melanda tiga rumah warga di Dusun Ngudi RT 04 RW 03, Desa Kalangan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, pada Selasa pagi sekitar pukul 08.45 WIB. Api pertama kali diketahui oleh warga yang sedang melayat dan melihat asap hitam membumbung dari arah rumah Sdr. Jamin. Warga segera berupaya memadamkan api, namun karena kondisi rumah terbuat dari kayu jati, api dengan cepat menjalar ke rumah milik Sdr. Tarmuji dan Sdri. Jiyem.

Petugas dari Polsek Tunjungan, Koramil, Satpol PP, dan Damkar Blora tiba di lokasi setelah mendapat laporan dari Kepala Desa Kalangan, Sdr. Soleh. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena besarnya kobaran api.

“Kami langsung bergerak cepat bersama warga dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar api tidak merembet ke rumah lainnya. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi cukup besar,” ujar Kepala Desa.

Total kerugian dari peristiwa ini ditaksir mencapai Rp 400 juta, termasuk tiga unit rumah, uang tunai, sepeda motor, padi kering, dokumen penting, dan perabotan rumah tangga. Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Kerta Wredatama Blora Tumbuhkan Budaya Sehat Tanpa Obat

0

Korandiva – BLORA
Ketua Pengurus Kerukunan Wanita (Kerta) Wredatama Republik Indonesia Kabupaten Blora, Sri Rusmi Dwi Santosa mengingatkan ungkapan bijak kepada para anggota Kerta bahwa di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat.
“Mens sana in corpore sano, ungkapan ini menekankan kepada kita pentingnya kesehatan fisik dan mental yang saling berkaitan. Seseorang yang memiliki tubuh sehat cenderung memiliki semangat dan energi yang lebih baik untuk menjalani kegiatan sehari-hari, termasuk menjaga kesehatan mental dan emosional,” kata Sri Rusmi Dwi Santosa dalam rembug khusus di ruang pertemuan kantor PWRI Kabupaten Blora, Sabtu (12/7/2025).

Adapun topik pembahasan dalam rembug khusus itu membicarakan tentang upaya menumbuhkan semangat dari para anggota Kerta yang berasal dari para istri purna tugas PNS/ASN agar selalu tetap SSB (Sehat, Semangat dan Bahagia) dalam menikmati kehidupan di masa senja.
“Semangat yang menyala akan membuat hidup makin bermakna dan kebahagian hidup akan memantabkan keyakinan kita yang kuat kepada Tuhan Yang Maha Pemurah serta dapat menjalankan perintah-Nya secara iklhas,” tuturnya.

Sri Rusmi Dwi Santosa menekankan agar para ibu Kerta bisa mengamalkan hidup sehat tanpa obat, dengan melakukan berbagai upaya di antaranya berolah raga secara rutin, bersosialisasi dengan masyarakat, bertamasya bersama keluarga dan selalu membangun pola pikir positif yang memiliki nilai manfaat baik bagi diri sendiri maupun kepada orang lain serta menghindari budaya gibah, menghujat orang lain dan menebar berita hoaks.
“Sehingga kelak kita akan memperoleh hadiah KMS (Kartu Masuk Surga),” ucapnya.

Meski demikian, pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan manajemen Rumah Sakit Permata, salah satu rumah sakit swasta ternama di kabupatan setempat.
“Wujud dari kerja sama tersebut, setiap bulan sekali para anggota kerta memperoleh pelayanan cek kesehatan (yankes) secara gratis dari para tenaga kesehatan Rumah Sakit Permata dan mendapatkan pencerahan dari dr Rizal Hamjani tentang upaya menjaga kesehatan agar tetap prima bagi para manusia lanjut usia (manula), bahkan juga difasilitasi snack,” kata Sri Rusmi Dwi Santosa.

Menurutnya, pengurus Kerta juga selalu mengagendakan kegiatan berwisata religi dan ke objek-objek wisata alam baik di Kabupaten Blora maupun di luar Kabupaten Blora.
“Objek wisata yang sedang booming saat ini di Kabupaten Blora yakni Gua Terawang di desa Kedungwungu Kecamatan Todanan dan Noyo Gimbal View di desa Bangsri Kecamatan Jepon,” ujarnya.
Menurut rencana, pada Rabu 16 juli 2025 pengurus dan anggota Kerta akan menyelenggarakan kegiatan wisata secara swadaya ke Kabupaten Tuban Jatim.
Objek wisata yang dituju di antaranya, Makam Sunan Bonang, Puri terapi ikan dan pantai Layur Indah.

Sementara itu Yuli Effendi salah satu pengurus Kerta yang handal berharap semoga berbagai aktivitas untuk menumbuhkan budaya sehat tanpa obat bagi ibu Kerta bisa memberi kontribusi positif dalam mendukung Sesarangan mbangun Blora Maju dan Bekelanjutan di bidang kesehatan dan menciptakan nuansa guyub rukun paseduluran sak lawase.
Untuk diketahui, Kerta Wredatama adalah organisasi wanita yang merupakan bagian dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Secara spesifik, Kerta Wredatama adalah wadah bagi para istri pensiunan PNS/ASN dan BUMN/BUMD, serta berperan dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan. (*)

DPO Kasus Pangan Mengandung Borak Ditangkap di Pati, Kejaksaan dan TNI Lakukan Operasi Gabungan

Korandiva – PATI. – Seorang buronan kasus pelanggaran keamanan pangan, berinisial TW, akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Dukuh Galombo, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Penangkapan dilakukan pada Rabu (9 Juli 2025) dalam sebuah operasi gabungan oleh Kejaksaan Negeri Pati, Kejaksaan Negeri Lombok Timur, personel Unit Intel Kodim 0718/Pati, serta anggota Subdenpom IV/3-2 Pati.

TW diketahui sempat melarikan diri ke wilayah Pati setelah sebelumnya ditetapkan sebagai buron atas kasus peredaran bahan makanan sejenis soda/bleg yang diduga mengandung borak. Ia diamankan saat bersembunyi di rumah milik S, warga setempat, tanpa perlawanan berarti.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 5336 K/Pid.Sus/2024 tertanggal 19 September 2024, TW dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan memperdagangkan pangan yang tidak sesuai dengan standar keamanan dan mutu sebagaimana tercantum dalam label kemasan. Ia dijatuhi hukuman penjara selama enam bulan.
Keberhasilan operasi ini tak lepas dari perencanaan matang dan koordinasi lintas instansi.

Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto bersama Kajari Pati Lingga Nuarie, Kasi Intelijen Kejari Pati Rendra Yogi Pardede, serta tim dari Kejari Lombok Timur secara intensif membahas strategi pencarian bersama unsur TNI.

Informasi intelijen yang tajam dan sinergi antar lembaga menjadi kunci utama keberhasilan misi ini. Langkah cepat dan tepat aparat dalam menjalankan tugas menunjukkan keseriusan dalam penegakan hukum, sekaligus memberi sinyal kuat bahwa pelarian lintas wilayah bukanlah jaminan untuk lolos dari jeratan hukum.

Setelah berhasil diamankan, TW langsung dievakuasi dan dikawal menuju lokasi transit sebelum diserahkan ke Kejari Pati.

Penangkapan ini juga mendapat dukungan dari warga sekitar yang turut membantu kelancaran proses pengamanan, menjadi bukti kuat bahwa sinergi masyarakat dan aparat sangat penting dalam mewujudkan penegakan hukum yang efektif.(*)

Tiga Kandidat Resmi Maju dalam Pemilihan Ketua PWI Blora 2025-2028

0

Korandiva – BLORA. – Proses pendaftaran calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora untuk periode 2025-2028 resmi ditutup pada Jumat (11/07/2025) pukul 16.00 WIB. Sebanyak tiga nama telah mengembalikan formulir dan dinyatakan resmi mendaftar sebagai bakal calon.

Ketiga kandidat tersebut adalah Heri Purnomo yang merupakan ketua petahana, Abdul Muiz, serta Subekan. Ketiganya saat ini masih aktif sebagai pengurus di PWI Blora.

Sekretaris Panitia Pemilihan Ketua PWI Blora, Muji, menyampaikan bahwa semua formulir pendaftaran akan menjalani proses verifikasi administrasi oleh panitia sebelum diumumkan secara resmi pada Senin (14/07/2025).

“Hingga batas akhir penyerahan formulir, kami menerima tiga nama yang telah resmi mendaftar,” jelas Muji.

Ia menambahkan, masa pengambilan formulir berlangsung selama tiga hari, yakni dari tanggal 7 hingga 9 Juli 2025. Sementara pengembaliannya dijadwalkan pada 10 dan 11 Juli 2025.

Proses verifikasi administrasi dan penetapan calon tetap dijadwalkan berlangsung pada 12 dan 13 Juli 2025. Setelah itu, nama-nama calon yang lolos akan diumumkan secara terbuka kepada publik.

“Pemungutan suara sekaligus pelantikan Ketua PWI Blora periode baru akan digelar pada 26 Juli 2025,” terang Muji.

Muji berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berlangsung secara demokratis dan tertib. “Ini bukan sekadar soal siapa yang menang, tapi juga menjaga marwah organisasi. Siapapun yang terpilih nanti, diharapkan membawa semangat baru dan kontribusi positif bagi PWI Blora,” pungkasnya. (*)

Diduga Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen, Petani Blora Desak Pendampingan Serius dari Dinas Pertanian

0

Korandiva – BLORA.- Musim tanam ketiga tahun ini yang seharusnya membawa harapan panen bagi petani justru berubah menjadi mimpi buruk. Puluhan hektar sawah di wilayah Kecamatan Banjarejo, Ngawen, dan Kunduran mengalami gagal panen.

Salah satu petani, Imam Kushaini dari Kelompok Tani Makarti Mulyo, Dukuh Boto, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, menyampaikan bahwa kegagalan panen ini disebabkan oleh tingkat keasaman tanah (pH) yang sangat rendah, yakni di angka 3,5, jauh dari ideal untuk pertumbuhan padi yang berada di kisaran pH 6,5–7.

Imam menuturkan bahwa meskipun irigasi perpompaan dari aliran Sungai Lusi menjamin ketersediaan air, para petani tetap mengalami kerugian besar akibat kondisi tanah yang terlalu asam.

Kerugian semakin terasa karena modal yang dikeluarkan untuk satu kali tanam bisa mencapai lebih dari Rp9 juta per hektar.

“Air cukup, tapi tanah terlalu asam. Kami duga tanaman kami terserang penyakit seperti santomonas. Beberapa petani yang mencoba menggunakan dolomit atau bahkan garam untuk memperbaiki pH tanah menunjukkan hasil yang lebih baik, meskipun banyak juga yang tetap gagal karena dosis dan cara penerapan yang tidak diketahui secara pasti,” ungkap Imam.

Ia juga menyoroti minimnya peran penyuluh pertanian dalam memberikan pendampingan kepada petani secara preventif dan edukatif.

“Kami jarang sekali mendapatkan penyuluhan sebelum musim tanam dimulai. Penyuluh sering datang saat masalah sudah terjadi. Kami butuh bimbingan sebelum, saat, dan sesudah budidaya. Jangan hanya muncul ketika sudah gagal panen,” tegasnya.

Imam juga menyerukan agar Dinas Pangan, Peternakan, Pertanian, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora segera melakukan verifikasi faktual di lapangan untuk mengetahui seberapa luas lahan yang terdampak gagal panen akibat masalah keasaman tanah ini. Ia berharap ada langkah nyata dari DP4 dan penyuluh pertanian untuk memberikan solusi berbasis ilmu dan teknologi, bukan sekadar tindakan reaktif.

“Penyuluh pertanian digaji oleh rakyat, kami harap mereka bekerja untuk mencerdaskan petani. Jangan biarkan kami terus-menerus merugi karena ketidaktahuan yang bisa dicegah,” tutupnya.

Kondisi ini menjadi sinyal keras bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem penyuluhan pertanian, memperbaiki pengelolaan tanah, dan memberikan dukungan teknologi serta informasi yang tepat kepada petani agar kejadian serupa tidak terus berulang. (*)

Pemuda Andongrejo Suarakan Harapan Demokrasi Bersih kepada Wakil Presiden

0

Korandiva-BLORA. – Masyarakat Desa Andongrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyuarakan aspirasi mereka untuk mewujudkan demokrasi yang bersih dan berintegritas.

Harapan ini disampaikan melalui surat terbuka kepada Wakil Presiden Republik Indonesia melalui platform Lapor Mas Wapres.

Dalam surat yang dikirimkan, masyarakat Andongrejo menekankan pentingnya kepemimpinan yang bersih, jujur, dan berpihak pada rakyat sebagai syarat utama kemajuan desa yang berkelanjutan. Mereka menegaskan bahwa Andongrejo selama ini telah menunjukkan proses pembangunan menuju desa yang mandiri, produktif, dan berbudaya kuat.

Namun, di tengah upaya pembangunan tersebut, masyarakat juga menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap proses demokrasi tingkat desa, khususnya menjelang pemilihan kepala desa. Mereka berharap agar proses demokrasi tidak ternodai oleh praktik-praktik yang tidak sehat seperti politik uang atau intervensi kekuasaan yang mencederai prinsip keadilan.

Surat yang dikirimkan ke Wakil Presiden ini diharapkan menjadi alarm moral bagi para pemangku kepentingan di tingkat daerah maupun nasional untuk lebih memperhatikan integritas demokrasi di desa-desa. Harapan ini datang terutama dari kalangan pemuda dan tokoh masyarakat yang ingin menjaga marwah demokrasi di akar rumput.

Langkah ini menunjukkan bahwa kesadaran demokratis tidak hanya tumbuh di kota-kota besar, tetapi juga telah mengakar di desa yang tengah berkembang seperti Andongrejo.

“Kami ingin memastikan bahwa demokrasi bukan hanya prosedur, tetapi juga etika dan tanggung jawab bersama,” demikian kutipan salah satu pengirim spirasi tersebut.(*)