Beranda blog Halaman 38

Blora Bersinar: Hizkia Camma Putra Bawa Pulang Medali Emas

0

Korandiva-BLORA.- Prestasi membanggakan datang dari cabang olahraga menembak.Hizkia Camma Putra, atlet muda asal Blora yang tergabung dalam Perbakin Blora, berhasil mempersembahkan medali emas untuk Jawa Tengah dalam kategori 10 meter Air Pistol Men Team.

Dalam pertandingan tingkat nasional tersebut, Hizkia dan tim Jawa Tengah berhasil mengalahkan tim-tim kuat dari DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Sebuah pencapaian luar biasa yang tidak hanya membawa nama Jawa Tengah di puncak, tetapi juga mengangkat nama Blora di mata nasional.

Tak hanya itu, di kategori Individu 10 meter Air Pistol Men, Hizkia juga menunjukkan performa yang sangat baik dan berhasil melaju ke babak final. Ketua Perbakin Blora, Muchamad Muchklisin, saat ditemui awak media Lentera Cakrawala, mengaku sangat bangga atas prestasi yang ditorehkan atlet binaannya tersebut.

“Prestasi Hizkia adalah kebanggaan bagi kita semua. Ini menunjukkan bahwa anak muda Blora juga mampu bersaing di level nasional. Kami berharap keberhasilan ini bisa menjadi motivasi bagi remaja-remaja Blora lainnya untuk berprestasi di bidang apa pun,” ujar Muchklisin.

Perbakin Blora terus berkomitmen mendukung dan membina generasi muda dalam olahraga menembak, dengan harapan akan semakin banyak atlet berprestasi yang lahir dari Blora. (*)

Aliansi Masyarakat Blora: Membangun Masa Depan Gemilang Dukungan Penuh Masyarakat Blora untuk Pendirian Kampus UNY

0

Korandiva – BLORA.- Mimpi besar untuk memajukan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Blora semakin mendekati kenyataan. Aliansi Masyarakat Blora (AMB) telah secara resmi menyatakan dukungan penuh dan kesiapan mereka untuk menyukseskan rencana pendirian kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora. Deklarasi dukungan ini menjadi angin segar bagi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi di Blora.
Surat dukungan yang ditujukan kepada Yth. Prof. Dr. Sumaryanto, M.Pd., Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, tersebut menegaskan komitmen AMB untuk berkontribusi aktif dalam mewujudkan kampus UNY di Blora.

“Kami menyadari betul bahwa kehadiran perguruan tinggi negeri sekelas UNY akan membawa dampak positif yang sangat signifikan bagi kemajuan pendidikan, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat Blora secara keseluruhan,” demikian bunyi salah satu kutipan dalam surat tersebut.

Ujar Yuhono/ Mbah Yayun Kehadiran kampus UNY di Blora dipandang sebagai gerbang emas bagi generasi muda Blora. Dengan akses pendidikan tinggi yang lebih mudah, diharapkan akan terbuka peluang luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi secara langsung pada pembangunan daerah. Ini bukan hanya tentang akses ke bangku kuliah, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi, riset, dan pengembangan komunitas.

Sebagai representasi masyarakat Blora, AMB menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan dukungan dalam berbagai bentuk, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, fasilitasi komunikasi dengan berbagai pihak terkait, hingga partisipasi aktif dalam setiap tahapan proses pendirian kampus. “Kami percaya, sinergi antara UNY dan masyarakat Blora akan menjadi kunci utama keberhasilan proyek mulia ini,” tutur salah satu perwakilan AMB.

Dukungan tulus ini mencerminkan semangat gotong royong dan visi jauh ke depan yang dimiliki masyarakat Blora. Mereka melihat pendirian kampus UNY bukan hanya sebagai pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang. Dengan sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat, impian memiliki pusat pendidikan unggulan di Blora diharapkan dapat terwujud nyata.

“Besar harapan kami agar rencana pendirian kampus UNY di Blora dapat segera terealisasi. Kami menantikan kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut dan berkolaborasi secara konkret demi terwujudnya cita-cita luhur ini,” tambah Jujun Rudiono perwakilan AMB, menutup pernyataannya dengan optimisme.

Inisiatif ini merupakan langkah progresif yang patut dicontoh. Dengan kolaborasi yang solid antara institusi pendidikan tinggi dan dukungan penuh dari masyarakat, Blora siap melangkah maju menuju masa depan yang lebih berpendidikan, mandiri, dan sejahtera. (*)

Demo Kenaikan PBB-P2 13 Agustus Murni Aspirasi Rakyat, Bukan Gerakan Politik

Korandiva-PATI.– Ahmad Husain, tokoh muda yang menjadi inisiator aksi demonstrasi terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati, menegaskan bahwa aksi yang akan digelar pada 13 Agustus 2025 mendatang murni merupakan gerakan rakyat. Ia menepis anggapan bahwa aksi ini ditunggangi kepentingan politik.

Pernyataan tersebut ia sampaikan usai mengikuti diskusi publik Forum Diskusi Pati dengan tema “Kajian Hukum & Politisi Kenaikan PBB-P2 Pati” yang digelar Sabtu, 19 Juli 2025. Acara diskusi ini diinisiasi oleh LBH Teratai Pati, Institut Hukum dan Kebijakan Publik (INHAKA), serta Dewan Kota, dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan organisasi sipil.

“Gerakan ini muncul dari saya dan mas fajar yang demo dari mahasiswa kemarin, merasa tidak direspon akhirnya saya minta dibuatkan pamflet dan ternyata banyak yang mau ikut bergabung. Demo ini murni tanpa ada muatan politik,” ujar Ahmad Husain kepada awak media.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, kurang lebih sekitar 15 ribu orang telah menyatakan kesiapan untuk hadir dalam aksi yang rencananya akan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Pati. Peserta berasal dari berbagai lapisan masyarakat dan organisasi-organisasi yang bergabung.

“Sebelumnya saya memang pernah didatangi dari Polsek Pucakwangi, dan saat ditanya, memang saya jawab kalau kita mau demo. Saat ini yang sudah siap untuk ikut demo sekitar 15 ribu orang, itu berasal dari warga masyarakat dan organisasi-organisasi yang bergabung. Rencana kita berangkat dari Pucakwangi memang dengan Sound Horeg, nantinya akan ke Juana sebentar untuk mengajak warga masyarakat tergerak dan ikut bergabung,” ucapnya.

“Nantinya setelah kita sampai di depan kantor bupati Pati, kita juga tidak akan mau kalau diajak untuk audiensi, kita masyarakat ber panas-panasan bupati juga harus ikut berpanas-panas juga bersama masyarakat,” tutupnya. (*)

MPKN Desak Pemerintah Libatkan Kembali Eks Jukir Pasar Sido Makmur

0

Korandiva-BLORA.– Kebijakan penerapan sistem parkir elektronik (e-parkir) di Pasar Rakyat Sido Makmur, Kabupaten Blora, menuai sorotan. Sejumlah juru parkir (jukir) yang sebelumnya bertugas di pasar tersebut mengeluhkan tidak lagi dilibatkan sejak sistem baru mulai diterapkan. Mereka mengaku kehilangan sumber penghasilan utama yang selama ini mereka andalkan.

Menanggapi hal ini, Masyarakat Pengawas Keuangan Negara (MPKN) Blora turun tangan. Ketua MPKN Blora, Fuad Musofa, bersama sejumlah perwakilan mantan jukir, mengadakan audiensi dengan DPRD Blora pada Senin (21/7/2025) guna menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka.

Fuad menyatakan bahwa para eks jukir tersebut masih layak untuk kembali diberdayakan dalam aktivitas pasar, baik sebagai juru parkir maupun petugas pendukung lainnya.

“Saya yakin sekitar 95 persen dari mereka masih bisa difungsikan kembali. Mungkin tidak hanya di parkir, tapi juga sebagai petugas kebersihan, penjaga toilet, atau posisi lain yang diperlukan,” jelas Fuad.

Ia menegaskan bahwa perjuangan ini murni soal kebutuhan hidup, bukan masalah jabatan atau gengsi.
“Ini soal mencari nafkah, bukan soal status. Mereka hanya ingin tetap bisa makan,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, MPKN mengajukan dua poin utama:
Memberikan peluang kerja kembali bagi mantan jukir yang terdampak sistem e-parkir. Menjamin fasilitas toilet pasar tetap dapat digunakan secara gratis, sesuai komitmen awal.

“Yang penting adalah mereka bisa kembali mendapatkan penghasilan, apapun pekerjaannya,” tandas Fuad.

Audiensi ini dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM), Satpol PP, para pedagang pasar, serta para eks jukir.

Uji Coba Sistem E-Parkir Dimulai Awal Juli
Sebagai bagian dari transformasi layanan publik berbasis digital, e-parkir mulai diuji coba di Pasar Rakyat Sido Makmur sejak Selasa, 8 Juli 2025. Program ini sejalan dengan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan ditujukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.
Kepala Dindagkop UKM Blora, Kiswoyo, menjelaskan bahwa sistem ini telah dirancang sejak 2019, namun baru dapat dijalankan tahun ini setelah berbagai kendala teknis berhasil diatasi. (*)

Dorongan Kilang Minyak di Blora: Antara Peluang Strategis dan Tantangan Realisasi

0

Korandiva-BLORA.– Wacana pembangunan kilang minyak di Kabupaten Blora kembali mengemuka, kali ini mendapat sorotan serius dari Forum Pro Demokrasi & Investasi Blora. Ketua forum, Eko Budi Kasmijan, menyuarakan harapan besar terhadap langkah konkret pemerintah daerah dan BUMD PT Blora Patra Energi dalam merealisasikan proyek strategis tersebut.

Menurut Eko, keberadaan sumber daya minyak bumi di Blora selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. “Blora adalah daerah penghasil minyak, tapi selama ini hanya berhenti pada tahap eksplorasi. Crude oil kita langsung dikirim ke luar daerah tanpa proses pengolahan lokal. Ini tentu kerugian besar dari sisi ekonomi daerah,” tegasnya, Minggu (20/07).

Ia menilai, pembangunan kilang minyak dapat menjadi game changer ekonomi Blora. Selain memperkuat hilirisasi energi nasional yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto, proyek ini diyakini mampu menciptakan ribuan lapangan kerja, mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menumbuhkan industri turunan.

Namun di balik optimisme tersebut, terdapat sejumlah tantangan mendasar yang belum dijawab secara jelas oleh para pemangku kebijakan. Mulai dari studi kelayakan teknis dan lingkungan, transparansi dalam kerja sama investasi, hingga jaminan keberlanjutan pasokan bahan baku.

“Jika kilang dibangun, tentu ini langkah strategis. Tapi pemerintah daerah dan BUMD harus terbuka, profesional, dan akuntabel. Kita tidak ingin proyek besar hanya menjadi simbol politik tanpa dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Eko.

Forum Pro Demokrasi & Investasi Blora, lanjutnya, siap mengawal proses ini secara kritis dan konstruktif. Mereka mendorong sinergi lintas sektor—dari pemerintah pusat dan daerah, investor swasta, hingga masyarakat lokal—agar rencana ini tidak berhenti pada tataran wacana semata.

Eko juga menekankan pentingnya memastikan bahwa proyek ini benar-benar mendukung kemandirian energi nasional, bukan sekadar menjadi proyek bisnis semata. “Ini bukan soal Blora saja. Ini tentang bagaimana daerah bisa memberi kontribusi nyata bagi Indonesia yang lebih berdaulat dalam energi,” pungkasnya.

Kini, dengan semangat kolaboratif dan ekspektasi publik yang tinggi, bola panas pembangunan kilang minyak ada di tangan para pengambil kebijakan. Blora menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji. (*)

PCNU Pati Nilai Kenaikan PBB Tidak Boleh Membebani Rakyat, Desak Pemkab Bertindak Bijak

Korandiva-PATI.– Kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati menuai sorotan tajam dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati. Melalui forum bahtsul masail, mereka menyatakan bahwa kebijakan pajak harus berdasarkan pertimbangan keadilan sosial dan tidak menambah penderitaan rakyat kecil.

Hasil kajian yang disusun oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Pati secara resmi disampaikan kepada pihak pemerintah daerah pada Sabtu (19/7/2025). Penyerahan dilakukan langsung di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan diterima oleh Plt Kepala BPKAD Febes Mulyono serta Plt Sekda Pati, Riyoso.

KH Minanurrohman, Rais Syuriyah PCNU Pati, menegaskan bahwa dalam perspektif fiqih, pungutan pajak seperti PBB harus melalui pertimbangan matang dan tidak boleh membebani masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi serta pemanfaatan pajak untuk kepentingan publik secara nyata, bukan diselewengkan.

Sikap serupa ditegaskan Ketua Tanfidziyah PCNU Pati, H Yusuf Hasyim. Ia meminta Pemkab Pati tidak gegabah dalam mengambil kebijakan soal kenaikan pajak. Menurutnya, sosialisasi menyeluruh dan pemberian keringanan bagi masyarakat miskin adalah langkah yang wajib dilakukan sebelum memaksakan tarif baru.

“Jangan sampai rakyat yang duafa dan tidak mampu justru jadi korban. Pemerintah harus mengklasifikasikan secara adil, bukan hanya melihat dari nominal kenaikan, tapi dari sisi dampaknya bagi masyarakat lapis bawah,” tegas Yusuf.

Menanggapi hal itu, Plt Sekda Riyoso menyatakan siap menampung seluruh aspirasi dan membuka jalur pengajuan keringanan bagi warga yang merasa terbebani. Namun ia juga menekankan bahwa bagi warga yang menganggap kenaikan itu wajar, justru diharapkan memberikan dukungan demi kelangsungan pembangunan daerah. (*)

Tawuran Antar Pelajar di Winong Pati Libatkan Bom Molotov, Polisi Lacak Pelaku Lewat CCTV dan Media Sosial

Korandiva – PATI .– Tawuran antarkelompok pemuda kembali pecah di wilayah Kabupaten Pati. Kali ini terjadi di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Jumat dini hari (18/7/2025), sekitar pukul 02.30 WIB. Insiden itu berlangsung tepat di depan warung makan “Botok Ayu”, di jalur utama Jalan Winong–Jakenan, dan diduga melibatkan pelajar dari dua sekolah kejuruan di Pati.

Kejadian tersebut sempat terekam dalam sebuah video amatir yang kemudian menyebar luas di media sosial. Dalam video itu terlihat dua kelompok pemuda, satu datang menggunakan sepeda motor dari arah utara dan satu lagi berjalan kaki dari arah berlawanan. Salah satu pelaku melemparkan benda yang diduga bom molotov dan mengacungkan senjata tajam ke arah lawan, menciptakan suasana panik di sekitar lokasi.

Pihak kepolisian melalui Kapolsek Winong, AKP Gandhi Soeprijanto, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Kami menerima laporan dari masyarakat dan juga mendapati video viral yang beredar luas. Saat ini kami telah melakukan langkah penyelidikan awal,” ujarnya dalam keterangan resmi. Polisi langsung bergerak menyisir lokasi kejadian dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi.

Dari hasil penelusuran awal, polisi menduga tawuran tersebut melibatkan dua kelompok pelajar dari SMK AF dan SMK BM. Dugaan itu diperkuat dengan adanya unggahan provokatif di media sosial, khususnya akun grup Instagram yang diyakini dikelola oleh siswa SMK BM. “Di akun tersebut ada unggahan yang memancing emosi pihak lain. Kami menduga pemicunya adalah tantangan dari pihak SMK AF yang menyinggung harga diri kelompok lain,” terang AKP Gandhi.

Langkah koordinasi pun dilakukan, termasuk dengan pihak Polsek Pati Kota serta pihak sekolah terkait. Petugas juga mengumpulkan rekaman CCTV di sejumlah titik sekitar lokasi guna mengidentifikasi para pelaku. Meski hingga kini belum ada laporan resmi dari pihak sekolah maupun korban, proses penyelidikan terus berjalan. “Sampai saat ini belum ada korban atau pihak sekolah yang melapor secara resmi ke Polsek. Namun penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk memastikan siapa saja yang terlibat,” imbuhnya.

AKP Gandhi turut mengingatkan pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat agar turut serta mengawasi perilaku remaja, khususnya di media sosial. Ia juga menegaskan bahwa penggunaan senjata tajam dan bahan berbahaya seperti molotov termasuk tindak pidana serius. “Kami juga mengingatkan bahwa membawa dan menggunakan senjata tajam maupun bahan berbahaya seperti molotov merupakan tindak pidana serius. Kami tidak segan menindak tegas pelaku jika terbukti melakukan perusakan atau membahayakan nyawa,” tegasnya. Sebagai bentuk antisipasi, Polsek akan menggelar penyuluhan di sekolah-sekolah agar siswa tidak mudah terprovokasi. (*)

Bupati Sudewo Tantang 50 Ribu Demonstran, Surat Aksi GERPAB Beredar “TURUNKAN PBB-P2 250% ATAU SUDEWO MUNDUR”

Korandiva – PATI .– Gelombang penolakan terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati berubah menjadi bara panas. Tidak hanya aksi di media sosial, kini surat pemberitahuan demonstrasi resmi dari kelompok Gerakan Pati Bersatu (GERPAB) telah tersebar luas, menyulut eskalasi ketegangan.

Dalam pernyataan mengejutkan seusai Rapat Paripurna DPRD Pati, Selasa (15/7/2025), Bupati H. Sudewo justru memilih menantang. “Silakan demo! Bukan hanya lima ribu, lima puluh ribu pun saya hadapi. Saya tidak akan mundur,” ucapnya lantang. Ia menegaskan bahwa kebijakan menaikkan PBB hingga 250 persen adalah strategi untuk pembangunan jangka panjang, bukan keputusan yang bisa ditawar.

Sudewo bahkan menginstruksikan seluruh jajaran Pemkab Pati agar tidak tergoyahkan oleh tekanan publik. Ia menyebut langkah ini sebagai keputusan berani demi masa depan Kabupaten Pati. “Ini bukan untuk saya pribadi. Ini untuk rakyat, untuk pembangunan,” ujarnya tegas. Ia pun membuka ruang aksi protes, namun memastikan sikapnya tetap tak akan berubah.

Sementara itu, GERPAB tak tinggal diam. Surat resmi mereka telah masuk ke Polresta Pati dan ditembuskan ke lembaga tinggi negara termasuk Presiden RI. Isi surat tersebut jelas dan keras: mereka menuntut pembatalan kenaikan PBB-P2 atau menuntut Bupati Sudewo turun dari jabatan.

“TURUNKAN PBB-P2 250% ATAU SUDEWO MUNDUR,” tulis koordinator aksi Yayak Gundul dalam surat itu.
Aksi GERPAB dijadwalkan berlangsung dua hari, 13-14 Agustus 2025, di depan Kantor Bupati Pati. Puluhan ribu massa disebut akan hadir lengkap dengan spanduk perlawanan, bendera aksi, hingga sound system “horeg” sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap kebijakan yang dianggap mencekik.

Dengan intensitas yang terus meningkat, situasi politik di Kabupaten Pati diprediksi akan memanas dalam waktu dekat. Banyak pihak kini menyoroti bagaimana konflik ini akan berkembang—antara kerasnya kebijakan pemerintah daerah dan desakan publik yang kian membesar. (*)

RSUD Samin Surosentiko Randublatung Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

0

Korandiva – BLORA .– RSUD Samin Surosentiko Randublatung kini resmi melayani pasien BPJS Kesehatan. Administrasi layanan telah rampung dan siap operasional mulai hari ini. Direktur RSUD dr. Hartono menyatakan kesiapan penuh timnya dalam memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Randublatung dan sekitarnya.

“Administrasi BPJS telah selesai tadi siang. Kami siap melayani dengan semangat,” ujar dr. Hartono.
Rumah sakit tipe D ini sebelumnya telah diresmikan oleh Bupati Blora, Dr. Arif Rohman, pada Senin, 4 Maret 2024.

Dengan kapasitas 50 tempat tidur, RSUD dilengkapi tenaga medis dan non-medis sebanyak 185 orang untuk mendukung pelayanan optimal.

Komposisi tenaga meliputi 7 dokter spesialis, 6 dokter umum, 1 dokter gigi, 58 perawat, 25 bidan, serta tenaga kesehatan dan administrasi lainnya. Layanan yang tersedia meliputi instalasi rawat jalan, rawat inap, IGD, ICU, serta poli penyakit dalam, bedah, anak, dan obsgyn.

Fasilitas lainnya mencakup instalasi PICU/NICU, instalasi bedah sentral (IBS), farmasi, gizi, radiologi, fisioterapi, dan pemulasaraan jenazah. Dengan sarana dan SDM yang memadai, RSUD diharapkan menjadi pilihan utama masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas. (*)

Guru Madin Demak Viral, Gus Miftah Beri Dukungan Moral dan Materi Usai Kasus Tampar Murid

0

Korandiva – DEMAK. – Pendakwah kondang Gus Miftah melakukan kunjungan ke Desa Cangkring Gang 3, RT 03 RW 01, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, untuk memberikan dukungan langsung kepada seorang guru madrasah diniyyah (madin), AZ atau yang akrab disapa Mbah Zuhdi (50), yang sempat viral karena kasus dugaan penamparan terhadap muridnya. Kunjungan tersebut menjadi momen penuh haru, mengingat derita yang dialami Mbah Zuhdi pasca kejadian tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gus Miftah menyampaikan rasa keprihatinannya atas kasus hukum yang menimpa Mbah Zuhdi. Ia menyesalkan langkah keluarga korban yang membawa peristiwa tersebut ke jalur hukum, terlebih setelah sebelumnya Mbah Zuhdi telah meminta maaf. Menurut Gus Miftah, tindakan guru dalam memberikan hukuman ringan seperti tamparan dulu merupakan bagian dari metode pendidikan dan pembentukan karakter anak.

Gus Miftah juga membagikan kisah masa kecilnya yang turut mengalami hal serupa. Ia menjelaskan bahwa ayahnya dulu juga merupakan guru diniyah dan dirinya pun pernah menjadi pengajar. “Tamparan itu bukan untuk menyakiti, tapi bentuk kasih sayang agar murid paham dan patuh. Dulu saya juga pernah ditampar guru, itu bentuk perhatian, bahkan kalau bapak saya tahu kalau saya ditampar guru, bapak saya akan menambah menampar saya lagi” ujar Gus Miftah sembari menitikkan air mata.

Diketahui sebelumnya, Mbah Zuhdi diminta uang ganti rugi sebesar 25 juta rupiah oleh pihak keluarga murid setelah peristiwa penamparan pada 30 April 2025 lalu. Peristiwa itu terjadi saat Mbah Zuhdi sedang mengajar dan pecinya terkena lemparan sandal dari kelas sebelah. Karena kesal dan tak ada murid yang mengaku, ia akhirnya menampar salah satu siswa yang ditunjuk teman-temannya.

Merasa tertekan dan ingin menyelesaikan masalah secara damai, Mbah Zuhdi akhirnya menyanggupi permintaan uang tersebut setelah negosiasi turun menjadi 12,5 juta rupiah. Uang itu dikumpulkan dengan susah payah, termasuk menjual motor yang biasa ia gunakan untuk bekerja menempuh jarak 8 km.

Sebagai bentuk solidaritas dan cinta kepada sesama guru ngaji, Gus Miftah memberikan bantuan senilai 25 juta rupiah kepada Mbah Zuhdi. Tak hanya itu, ia juga mengganti motor yang telah dijual dengan membeli motor baru saat dalam perjalanan menuju rumah Mbah Zuhdi, serta menjanjikan akan memberangkatkan Mbah Zuhdi beserta istri untuk menunaikan ibadah umrah.

Gus Miftah juga menyampaikan kritik kepada pihak keluarga murid, yang menurutnya terlalu berlebihan dalam menyikapi peristiwa tersebut. Ia mempertanyakan keberadaan surat visum sebagai bukti tindak kekerasan yang dituduhkan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasus tersebut. (*)