Beranda blog Halaman 32

TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0721/Blora Resmi Ditutup

0

Korandiva-BLORA.– Kodim 0721/Blora resmi menutup Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2025 di Desa Kepoh, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Kamis (21/8/2025).
Upacara penutupan berlangsung di lapangan desa setempat dengan Inspektur Upacara Dandim 0721/Blora, Letkol Inf Agung Cahyono. Acara diawali dengan penyerahan simbolis peralatan kerja dan penandatanganan naskah serah terima hasil TMMD dari Dandim kepada Bupati Blora yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Blora, Agus Puji Mulyono. Penutupan ditandai dengan pemukulan kentongan yang disaksikan Forkopimda.

Dandim 0721/Blora membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Ahiruddin Darojat, yang menekankan bahwa TMMD merupakan wujud sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan memperkuat ketahanan nasional.

Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas kolaborasi selama satu bulan pelaksanaan. Ia berharap hasil pembangunan dirawat agar memberi manfaat jangka panjang.
Pasiter Kodim 0721/Blora, Kapten Inf Maningsun, melaporkan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap III berlangsung sejak 23 Juli hingga 21 Agustus 2025 dengan capaian 100 persen.

Sasaran fisik yang berhasil diselesaikan meliputi:
Pembuatan jalan makadam sepanjang 2.116 meter dengan lebar 2,5 meter.
Pembangunan talud sepanjang 90 meter di sisi kanan dan kiri jalan.
Pembuatan dua unit plat beton ukuran 3 x 2 meter.
Sasaran nonfisik mencakup berbagai penyuluhan seperti hukum, bela negara, ideologi Pancasila, penanggulangan bencana, kesehatan, stunting, pertanian, KB, pola asuh anak, dan keterampilan rumah tangga, melibatkan narasumber dari instansi terkait.

Penutupan TMMD dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kasdim 0721/Blora Mayor Inf Bani, Kepala Dinas PMD Blora Yayuk Windrati, perwakilan Kapolres Blora AKP Sugiman, dan unsur TNI, Polri, Satpol PP, ormas, pelajar, hingga Pramuka. (*)

Sidang Kasus Investasi di Pati, Kuasa Hukum Tegaskan Bukan Penipuan, Melainkan Wanprestasi

0

Korandiva-PATI.– Sidang lanjutan perkara Anifah kembali digelar pada Rabu (20/8) dengan menghadirkan 5 orang saksi, diantaranya ada dua notaris sebagai saksi, yakni Karina dan Febya Chairun Nisa.
Dalam kesaksiannya, notaris Karina menyebut dirinya hanya menyusun akta perjanjian kerja sama, dan tidak menyaksikan adanya penyerahan uang, hanya berdasar kepercayaan dan tidak ada data-data pendukung, seperti bukti transfer dan semacamnya. Kesepakatan tersebut ditandatangani tanpa ada beban dan secara happy-happy saja.
Sementara itu, kesaksian yang kedua, yaitu dari notaris Febya Chairun Nisa menjelaskan bahwa akta yang dibuat hanya berdasarkan draft yang disepakati bersama atau bisa dikatakan by request dari para pihak.
Dan ia menambahkan, sejak awal sudah dijelaskan bahwa jaminan tidak bisa dieksekusi, dan disambung oleh para pihak dengan mengatakan jaminan tersebut hanya sebagai pegangan saja.

Pada puncaknya, pernyataan dari Darsono selaku kuasa hukum Anifah menegaskan perkara ini tidak bisa disebut penipuan.
“Ini bukan kasus penipuan, tapi wanprestasi. Kenapa bisa disebut sebagai wanprestasi? Karena terjadinya pelaporan ini kan setelah ada dugaan kerugian atau ada pihak yang dirugikan, beda kalau pelaporan itu dilakukan sebelum adanya kerugian atau pihak yang dirugikan, ataupun niatan kedepan untuk menipu,” jelasnya.

Darsono juga menyayangkan, pertanyaan jaksa kepada saksi inisial J tidak relevan, karena kwitansi yang dipersoalkan terkait perjanjian notaris lama yang sudah dinyatakan selesai dalam sidang sebelumnya. Dan sudah diperbaharui dengan adanya adendum yang dicatat oleh notaris kedua yaitu Febya Chairun Nisa.
Apalagi sebagai korban, Nurwiyanti pada sidang sebelumnya sudah menyepakati pernyataan dari Darsono, bahwa kontrak kerja sama pada notaris pertama Karina sudah selesai dan akan fokus pada adendum yang dicatat oleh notaris kedua. (*)

Pelaku Curanmor Asal Buluroto Dibekuk Polisi, Motor Dibawa Saat Ditinggal Korban Mandi

0

Korandiva-BLORA.– Tim Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Jepon bersama Unit Resmob Polres Blora berhasil mengamankan seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial DPH, warga Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. Pelaku diamankan usai melakukan aksi pencurian sepeda motor di Desa Seso, Kecamatan Jepon, pada Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.
Motor yang dicuri adalah Honda Karisma warna silver hitam dengan nomor polisi K 6645 CE. Aksi pelaku terjadi saat pemilik kendaraan, Kiki, tengah mandi dan meninggalkan motor dalam keadaan kunci masih menempel di teras rumah. Saat keluar usai mandi, Kiki terkejut mendapati motornya sudah hilang.

“Awalnya motor saya pakai untuk beli rokok. Setelah itu saya pulang dan langsung mandi. Saya lupa kalau kuncinya masih menempel di motor. Pas selesai mandi, motor sudah nggak ada di teras,” ujar Kiki saat dimintai keterangan oleh petugas.

Setelah menerima laporan dari korban, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap dalam waktu singkat tanpa perlawanan.
Kapolsek Jepon, melalui keterangan tertulis, menyampaikan bahwa pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Jepon untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut. (*)

Kejari Blora Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran Sumur Minyak di Desa Gandu

0

Korandiva-BLORA.– Dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-80, Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Rabu (20/8/2025).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Blora, Hetty Cahyaningrum, S.H., C.N., didampingi para kepala seksi (Kasi) dan Kasubag Pembinaan. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari untuk para pengungsi.
Adapun bantuan yang disalurkan antara lain 5 karung beras, 3 krat telur, air mineral, mie instan, pop mie, susu UHT, serta perlengkapan kebersihan diri seperti sabun mandi, sampo, tisu, dan sikat gigi.
Kegiatan penyaluran bantuan ini turut mendapat dukungan dari masyarakat setempat, TNI, Polri, PMI, serta Dinas Sosial yang bersama-sama membantu dalam proses distribusi.

Kajari Blora, Hetty Cahyaningrum, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Kejaksaan terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan, Kejaksaan Negeri Blora berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang terkena dampak kebakaran sumur minyak. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para pengungsi dan memberi mereka harapan untuk kembali bangkit,” ujarnya.

Selain itu, Kejari Blora juga mengajak seluruh pihak untuk terus bergotong-royong dalam membantu pemulihan para korban, baik dari segi kebutuhan hidup maupun dukungan moral, agar dapat segera bangkit dari trauma pasca-bencana. (*)

Pasca Kebakaran, Dinas Pendidikan Blora Pastikan Anak SDN 2 Gandu Tetap Bisa Belajar

0

Korandiva-BLORA.- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, S.Pd., M.Si., bersama Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Drs. Slamet Dwi Cahyono, M.Pd., serta Kasi Pembinaan SD, Buana Adi Nugroho, M.Pd., melakukan monitoring ke SDN 2 Gandu, Kecamatan Bogorejo, yang terdampak musibah kebakaran, Selasa (19/8/2025).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung lokasi kebakaran sekaligus mendatangi tempat pengungsian warga. Sunaryo memastikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dapat berjalan meskipun sekolah terdampak bencana.

“Kegiatan belajar mengajar tidak diliburkan. Ada dua opsi yang kita siapkan, yakni pembelajaran secara daring dan pembelajaran tatap muka yang dilakukan para guru di tempat pengungsian,” ujar Sunaryo.

Menurutnya, langkah ini diambil agar hak belajar anak-anak tetap terjamin meski kondisi sarana prasarana sekolah mengalami kendala akibat kebakaran.

Selain memastikan keberlangsungan pembelajaran, Dinas Pendidikan juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu pemulihan pasca-bencana, baik dari sisi fasilitas sekolah maupun kebutuhan dasar bagi siswa dan warga yang terdampak.(*)

Dinas ESDM Provinsi Jateng Larang Pengeboran Sumur Minyak Baru dan Segala Bentuk Kegiatan Ilegal Sumur Minyak di Kabupaten Blora

0

Korandiva-BLORA.- Peristiwa kebakaran sumur minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, pada 17 Agustus 2025 lalu, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah tegas.
Melalui surat resmi bernomor S/500.10.10/178/2025 tertanggal 18 Agustus 2025, Dinas ESDM Jateng melarang keras seluruh pihak, baik masyarakat maupun kelompok pengelola, untuk melakukan kegiatan pengeboran (drilling) sumur minyak baru tanpa izin yang sah.

Kepala Dinas ESDM Jateng, Agus Sugiarto, S.T., M.T., dalam suratnya menegaskan bahwa larangan ini didasarkan pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.
> “Kami menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pengeboran sumur minyak baru. Pemanfaatan energi hanya diperbolehkan pada sumur-sumur eksisting dengan tetap mengutamakan keselamatan dan ketentuan peraturan perundangan,” tulis Agus Sugiarto.

Larangan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipatif setelah kebakaran di Desa Gandu yang menimbulkan kepanikan warga serta ancaman keselamatan lingkungan. Pemerintah menekankan pentingnya pengelolaan sumur minyak secara aman, berizin, dan sesuai aturan.
Selain kebakaran di Gandu, sebelumnya peristiwa serupa juga pernah terjadi di Desa Plantungan, Kecamatan Blora, pada 7 April 2024 lalu. Saat itu, sebuah rumah warga sekaligus penampungan minyak mentah ludes terbakar pada dini hari. Api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian merembet ke lokasi penampungan minyak, menyebabkan sekitar 50 ton minyak mentah ikut terbakar. Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah saat itu juga menegaskan bahwa aktivitas penambangan dan penampungan di Plantungan tidak berizin alias ilegal.

Sebagaimana diketahui, sumur-sumur minyak rakyat banyak tersebar di wilayah Kabupaten Blora, seperti di Plantungan, Desa Soko, Desa Botoreco, Desa Ngiyono, dan beberapa titik lainnya. Selama ini, sumur minyak rakyat tersebut menjadi sumber mata pencaharian warga, namun juga memiliki risiko tinggi apabila dikelola secara ilegal dan tanpa standar keselamatan.
Dalam surat edaran tersebut, Dinas ESDM Jateng juga menegaskan agar Bupati Blora mengambil langkah tegas melarang segala bentuk aktivitas pengeboran liar maupun pengelolaan sumur minyak ilegal di wilayahnya. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga lingkungan dari potensi bencana serupa.

Surat edaran tersebut ditembuskan kepada Gubernur Jawa Tengah, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda, sebagai bentuk laporan dan koordinasi penanganan pascakebakaran.
Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah berharap masyarakat lebih berhati-hati serta tidak lagi melakukan pengeboran liar yang berpotensi menimbulkan kebakaran maupun kerugian di kemudian hari. (*)

Semarak, Upacara HUT RI ke-80 Tingkat Kecamatan Randublatung di Lapangan Gelora

0

Korandiva-BLORA.– Dengan penuh semangat, masyarakat Kecamatan Randublatung memadati Lapangan Gelora untuk menyaksikan jalannya Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Minggu (17/8/2025).
Peserta upacara terdiri dari unsur siswa SD hingga SMA/SMK sederajat, tokoh masyarakat (Tomas), tokoh agama (Toga), kepala dinas/instansi, TNI-Polri, para kepala desa beserta perangkatnya, serta undangan lainnya.

Dalam upacara tersebut, pembacaan Teks Proklamasi dilakukan oleh Inspektur Upacara Joko Budi Heri Santoso, S.Kep., Ners., M.Si. Pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 dibawakan oleh Anggota DPRD Blora dari Fraksi Golkar, Dian, sedangkan doa dipimpin oleh Kepala KUA Randublatung.

Camat Randublatung dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kekompakan masyarakat yang antusias mengikuti upacara. “Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong. Mari kita isi kemerdekaan dengan karya nyata, menjaga persatuan, serta membangun Randublatung agar semakin maju,” tegasnya.

Seusai upacara, acara dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan, di antaranya atraksi Marching Band dari SMK Muhammadiyah Randublatung serta seni Barongan. Masih banyak pula hiburan lainnya yang menambah semarak peringatan kemerdekaan.
Momentum peringatan 17 Agustus tahun 2025 ini menjadi momen bersejarah dan penuh makna bagi masyarakat Randublatung khususnya, serta bangsa Indonesia pada umumnya. (*)

RT 09 Karangjati Gelar Tasyakuran dan Refleksi HUT ke-80 RI

0

Korandiva-BLORA.— Pengurus RT 09 RW V Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, menggelar acara tasyakuran dan refleksi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Jl. Camar V, Perumnas Karangjati Blora, Sabtu malam (16/8/2025) dan disambut dengan antusias oleh warga.

Warga hadir dengan mengenakan busana bernuansa merah putih sebagai simbol semangat nasionalisme, kebersamaan, kekompakan, serta gotong royong. Acara dimulai dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng oleh Ketua RT 09, H. Pudji Suhardjo, yang kemudian diserahkan kepada sesepuh RT sebagai bentuk penghormatan. Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dengan sajian menu empat sehat lima sempurna.

Dalam sambutannya, H. Pudji Suhardjo mengapresiasi peran aktif seluruh warga, khususnya ibu-ibu PKK, yang menjadi penggerak utama suksesnya acara. Ia menekankan pentingnya rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih dan mengajak warga menjadikan momen ini sebagai penguat semangat patriotisme dan nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi kemerdekaan disampaikan oleh Kamarudin, Sekretaris Pengadilan Agama Kabupaten Blora. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang para pahlawan.

Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak cukup hanya sebagai seremoni tahunan, melainkan harus dimaknai secara mendalam dan diwujudkan dalam karya nyata. “Karya lebih unggul dari gaya, dan tindakan nyata lebih berarti daripada sekadar janji,” ujarnya.

Ia juga mengajak warga menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, harmonis, dan asri demi masa depan yang lebih baik. “Kemerdekaan ini adalah warisan, dan kita semua bertanggung jawab menjaganya,” tegasnya.

Menambah semangat, Bambang Sulistya memberikan motivasi melalui akronim “BBS” yang bermakna:
(B)ersyukur: Atas nikmat kemerdekaan dan kesempatan hidup yang diberikan Tuhan.
(B)erani: Menjadi pribadi yang jujur, peduli, dan berani menyuarakan kebaikan.
(S)emangat 45: Mengamalkan nilai perjuangan dalam kehidupan nyata serta menjauhi hoaks dan budaya saling menghujat.

Mantan Sekda Blora itu juga menyampaikan semangatnya melalui pantun yang mengajak warga menyambut kemerdekaan dengan sukacita dan menjaga semangat persatuan.
Acara ditutup dengan pembagian ratusan hadiah doorprize yang membuat suasana semakin meriah, penuh canda tawa, dan mempererat kebersamaan antarwarga. (*)

Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Sukma Kencana Randublatung

0

Korandiva-BLORA.- Bertempat di Taman Makam Pahlawan Sukma Kencana Randublatung, telah dilaksanakan Apel Kehormatan dan Renungan Suci pada pukul 24.00 WIB, Sabtu (16/8/2025).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Iptu Sugiyanto, SH. memimpin jalannya rangkaian acara, dimulai dengan penerimaan penghormatan, penyalaan obor, pembacaan naskah apel kehormatan dan renungan suci, mengheningkan cipta, hingga penyalaan lampu kembali serta penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Randublatung Joko Budi Heri Santoso, S.Kep., Ners., M.Si., Danramil 09 Randublatung Kapten Kav. Teguh Linarto, Kepala Dinas/Instansi se-Kecamatan Randublatung, anggota Koramil, anggota Polsek Randublatung, para Purnawirawan TNI-Polri, serta kepala desa se-Kecamatan Randublatung.

Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar. Semoga pelaksanaan tahun berikutnya dapat lebih khidmat lagi. (*)

Tragis! Kebakaran Sumur Gas di Blora Tewaskan 3 Orang, Puluhan Warga Mengungsi

0

Korandiva-BLORA.– Kebakaran hebat terjadi di sumur gas milik warga yang terletak di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, pada Minggu (17/8/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa tragis ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka bakar, serta memaksa sekitar 50 kepala keluarga (KK) mengungsi dari rumah mereka.
Menurut laporan terbaru dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora, hingga Senin pagi (18/8/2025), kobaran api masih dalam proses penanganan. Tim gabungan dari berbagai instansi terus melakukan upaya pemadaman dan pemantauan ketat di lokasi kejadian.

💔 Korban Jiwa dan Warga Terdampak
Tiga warga yang dinyatakan meninggal dunia akibat luka bakar adalah:
Tanek (60), warga RT 01 RW 02 Desa Gandu.
Sureni (52), warga RT 04 RW 01 Dusun Gendono.
Wasini (50), warga RT 02 RW 01 Dusun Gendono.
Dua orang lainnya, termasuk seorang balita, mengalami luka bakar dan saat ini masih dirawat intensif di fasilitas kesehatan terdekat.
Sebanyak 50 KK mengungsi ke rumah kerabat atau saudara terdekat. Selain itu, sejumlah hewan ternak juga berhasil dievakuasi dari area kebakaran, yakni 6 ekor sapi dan 3 ekor kambing.

🏚️ Kerusakan Rumah
Kebakaran juga menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga, dengan rincian sebagai berikut:
1 rumah rusak berat milik Tamsir (RT 04 RW 01).
4 rumah rusak sedang, masing-masing milik Sureni, Sukrin, Suntari, dan Suparman, seluruhnya berdomisili di RT 04 RW 01 Dusun Gendono.
Kepala Desa Gandu, saat dikonfirmasi oleh awak media, membenarkan bahwa terdapat tiga korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (*)