Beranda blog Halaman 31

LVRI Blora Dukung Gerakan Blora Pasti Damai

0

Korandiva-BLORA.- Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Blora, Mulyono, menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan Blora Pasti Damai. Gerakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kerukunan masyarakat di Blora, serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persatuan.

Mulyono menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif, terutama menjelang momen-momen penting yang seringkali rawan gesekan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang bersifat provokatif dan hoaks.

“Mari kita jaga Blora agar selalu damai dan rukun. Para veteran telah berjuang untuk kemerdekaan, dan tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan itu dengan persatuan dan pembangunan,” ujar Mulyono.

Dukungan dari LVRI Blora ini menunjukkan komitmen para veteran untuk melanjutkan perjuangan mereka dalam bentuk menjaga perdamaian dan persatuan bangsa di tingkat daerah. Gerakan Blora Pasti Damai diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh warga Blora untuk selalu mengedepankan dialog, toleransi, dan saling menghormati. (*)

Forum Pro Demokrasi dan Investasi: Aspirasi Boleh Disuarakan, Blora Tetap Kondusif

0

Korandiva-BLORA.– Forum Pro Demokrasi dan Investasi Blora menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam pernyataannya, forum menyampaikan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara, namun harus dilakukan secara damai agar tidak mengganggu stabilitas dan peluang investasi di Blora.

“Demo adalah bagian dari demokrasi. Itu hak rakyat yang dilindungi Undang-Undang. Tetapi, hak tersebut harus dijalankan dengan tertib, damai, dan menghormati kepentingan bersama,” tegas Eko Budi selaku ketua forum pro demokrasi dan investasi Blora .

Menurutnya, Blora saat ini tengah membuka banyak peluang investasi di sektor energi, pertanian, UMKM, dan industri kreatif. Kondusifitas wilayah menjadi faktor penting agar investor merasa aman menanamkan modalnya di Blora. Jika situasi tetap stabil, investasi diyakini akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mempercepat kesejahteraan bersama.

Forum juga mengajak masyarakat, aparat, pemerintah, dan organisasi kepemudaan untuk menjadikan aksi demonstrasi sebagai ruang dialog, bukan ajang benturan. “Blora harus bisa menunjukkan bahwa demokrasi bisa berjalan beriringan dengan suasana damai. Dengan begitu, aspirasi tersampaikan, investasi berkembang, dan rakyat sejahtera,” tambahnya.
Melalui semangat Blora Pasti Damai, forum optimistis bahwa kebebasan berpendapat yang sehat akan semakin memperkuat daya tarik Blora sebagai daerah yang ramah investasi. (*)

PWRI Jateng Gelar HUT ke-63 dan Rakerda, Teguhkan Semangat Lansia untuk Indonesia Emas 2045

0

Semarang-DIVA.— Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Jawa Tengah menggelar Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Tingkat Provinsi, yang dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), di Aula Wisma Perdamaian, Jalan Imam Bonjol 209, Semarang, Rabu (27/8/2025).
Dalam sambutannya, Ketua PWRI Jawa Tengah, Drs. H. Hendro Martoyo, MM., menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk menunjukkan semakin kuatnya kecintaan para lanjut usia (lansia) terhadap organisasi. “Dengan ungkapan Jawa tresnaku PWRI sak lawase, kami ingin menegaskan bahwa rasa cinta terhadap PWRI terus tumbuh dan menyala,” ujar Hendro, yang juga pernah menjabat Bupati Jepara selama dua periode.

Tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah “Dengan Semangat Merah Putih, PWRI Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Lansia Menuju Indonesia Emas 2045”. Menurut Hendro, ini merupakan momen bersejarah untuk menghormati kontribusi para pensiunan serta mendorong mereka agar terus berpartisipasi aktif dalam pengabdian hingga akhir usia.

PWRI, lanjut Hendro, berfokus pada upaya peningkatan kebugaran jasmani, kesejahteraan wredatama, serta mempererat silaturahmi, kerukunan, dan persatuan para lansia. Ia juga memotivasi seluruh anggota agar tetap berdaya dan menginspirasi, mengingat pengalaman mereka yang telah teruji. “Setiap detik kita bisa berbuat baik sebagai bentuk ibadah,” tegasnya.

Hendro juga memperkenalkan semangat hidup lansia dengan akronim SIGAP, yakni:
S: Syukur dan sabar sebagai modal utama dalam menghadapi kenyataan hidup.
I: Ikhlas dalam mengabdi kepada masyarakat.
G: Gigih dalam perjuangan menggapai cita-cita mulia.
A: Aktif berkarya nyata demi menjadi manusia yang berguna.
P: Pengendalian diri untuk menjauhi larangan dan melaksanakan perintah-Nya.

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan sosialisasi dari PT Taspen, BPJS, dan pemaparan success story strategi penambahan anggota PWRI dari Kabupaten Grobogan. Selain itu, diserahkan pula berbagai bentuk apresiasi dan bantuan, seperti:
Penganugerahan PPTKWN dan Piagam Penghargaan Wredatama Nugraha
Bantuan alat kesehatan berupa kursi roda dan tripod
Tali asih dan bibit sukun mentega dari Hendrawan, mantan Sekda Jateng
Penyerahan hadiah lomba taplak meja tingkat Jawa Tengah
Untuk lomba taplak, Juara 1 diraih Korwil Pati, Juara 2 Korwil Banyumas, dan Juara 3 Korwil Kedu. Sementara juara harapan berturut-turut diraih oleh Korwil Kota Semarang, Surakarta, dan Pekalongan.

Sambutan dari Pengurus Besar (PB) PWRI Pusat diwakili oleh Wakil Ketua Umum, Joko Sidik Pramono. Ia menekankan pentingnya peringatan HUT sebagai upaya memperkuat rasa cinta terhadap organisasi serta menumbuhkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kerukunan di antara anggota. Ia juga menegaskan bahwa setiap program kerja harus selaras dengan yel-yel PWRI: Sehat, Bangkit, dan Sejahtera.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Joko berkomitmen untuk terus mendorong perangkat aturan yang bisa mengimplementasikan makna keanggotaan PWRI dengan sistem pasif.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWRI Kabupaten Blora dan Korwil Pati, Ir. Bambang Sulistya, M.MA., juga mengusulkan nama Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo, MM., sebagai calon Ketua Umum PB PWRI Pusat pada Munas mendatang. Hadi Prabowo dikenal sebagai tokoh berkualitas asal Jawa Tengah, dengan pengalaman sebagai mantan Rektor IPDN, Sekjen Kemendagri, Pj. Gubernur Sumsel dan Kalteng, serta mantan Sekda Provinsi Jawa Tengah.

Acara ditutup dengan penampilan paduan suara ibu-ibu Kerta Kota Semarang serta lantunan pantun segar yang menghibur:
“Minyak kayu putih digosok di kepala, biar rambut putih semangat tetap menyala.”
“Joko Sembung makan roti, ayo bergabung ke PWRI!”
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Ketua PWRI Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, seluruh Korwil (Pati, Surakarta, Semarang, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan), perwakilan dari PB PWRI Pusat, serta undangan dari pihak terkait dan perwakilan Gubernur Jawa Tengah. (*)

Semarak Tujuhbelas Agustus, Lomba Tek-Tek Tingkat RT Warga Desa Doplang Guyub Rukun

0

Korandiva-BLORA.– Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, warga Desa Doplang menggelar lomba Tek-Tek tingkat RT. Sebanyak 14 regu ikut ambil bagian, mewakili masing-masing RT. Perlombaan dimulai pukul 19.00 WIB dengan start dari depan rumah Pak Kadus, berkeliling dusun, dan finis di depan rumah Pak Carik.

Suasana lomba berlangsung meriah. Warga masyarakat tumpah ruah keluar rumah untuk menyaksikan jalannya lomba. Kemeriahan semakin terasa karena lomba Tek-Tek jarang digelar, sehingga menjadi hiburan sekaligus ajang kebersamaan bagi seluruh warga.

Turut hadir menyaksikan jalannya lomba, Kepala Desa Doplang Agus Supriyono, Bhabinsa, dan Bhabinkamtibmas Desa Doplang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, pada Kamis (28/8/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Desa Doplang Agus Supriyono menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat warga.

“Saya sangat bangga dan menghargai kegiatan yang dilaksanakan warga Dukuh Doplang khususnya. Ini bukti nyata bahwa masyarakat memiliki semangat kebersamaan yang luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan,
“Mari kita pupuk terus semangat gotong royong ini, menjaga kekompakan dan kerukunan agar Desa Doplang semakin maju, sejahtera, dan menjadi desa yang kita banggakan bersama. Tinggalkan hal-hal yang kurang bermanfaat, dan mari kita isi kehidupan bermasyarakat dengan kegiatan positif yang bisa membawa kemaslahatan bagi kita semua,” tegasnya.

Adapun hasil lomba Tek-Tek tingkat RT Desa Doplang yaitu:
Juara 1 : RT 10
Juara 2 : RT 01
Juara 3 : RT 08

Lomba Tek-Tek tingkat RT ini bukan hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga simbol semangat persatuan dan guyub rukun warga Desa Doplang. Harapannya, kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan menjadi agenda rutin setiap tahun, sehingga nilai-nilai kebersamaan selalu hidup di tengah masyarakat. (*)

PP. Pos Cabang Blora Nglencer ke Sarangan

0

Korandiva-BLORA.– Para pensiunan Pos Cabang Blora melepas rasa jenuh dengan cara urunan mencarter bus menuju wisata Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (27/8/2025).
Adapun destinasi yang dikunjungi antara lain Telaga Sarangan, Lawu Park, serta PCS Madiun (Galeri Kota-Kota Eropa dan miniatur Ka’bah).

Kebersamaan sesama pensiunan begitu terasa. Ada yang karaoke, berkeliling dengan stopbud, menyewa jeep untuk menjelajahi kawasan Sarangan, hingga memetik stroberi di kebun.
Saat berkumpul di Sarangan, Ketua PP. Pos Cabang Blora, Budi Hartanto, menyampaikan rasa syukurnya dengan penuh semangat.

“Ya, sambil makan dan minum kita patut bersyukur kepada Allah SWT. Alhamdulillah, gaji yang sempat dipotong beserta beberapa tunjangan – kalau tidak salah ada empat pos – kini sudah dikembalikan lagi. Maka dari itu, kita wajib bersyukur, sekaligus refreshing bersama,” ujar Budi dengan wajah ceria.

Sementara itu, Joko Triono, selaku Seksi Humas PP. Pos Cabang Blora, memberi usulan agar kegiatan seperti ini bisa diadakan secara rutin.
“Saya ini sifatnya hanya mengusulkan, mungkin kegiatan semacam ini bisa diadakan setiap empat bulan sekali. Selain untuk refreshing, juga sebagai sarana silaturahmi dan menjaga kekompakan antar pensiunan,” usul Joko. (*)

Polres Blora Tetapkan Tiga Tersangka Ledakan Sumur Minyak Ilegal, Empat Orang Tewas

0

Korandiva-BLORA.- Penyidik Polres Blora resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka terkait insiden ledakan dan kebakaran sumur minyak ilegal yang menewaskan empat orang di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Ketiga tersangka itu, yaitu SPR (46), pemilik lahan yang menjadi inisiator pengeboran; ST (42), calon investor; serta HRT alias GD (45), pelaksana pengeboran.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan, insiden nahas itu terjadi pada Minggu (17/8) sekitar pukul 11.30 WIB. “Peristiwa bermula saat warga mendengar letusan dari belakang rumah milik SPR. Minyak mentah yang mengalir di selokan tiba-tiba terbakar dan api menyambar ke lokasi pengeboran,” kata AKBP Wawan Andi Susanto.

Api kemudian merambat ke rumah warga setempat, Tamsir, dan menghanguskan bagian belakang rumah serta mengakibatkan 1 ekor sapi mati. Peristiwa tragis ini juga menyebabkan empat orang warga meninggal dunia dan satu balita mengalami luka bakar.

Korban meninggal dunia adalah Tanek (88) yang meninggal di lokasi kejadian. Sementara itu, Wasini (51), Sureni (55), dan Yeti (30) meninggal dunia setelah dirawat intensif akibat luka bakar serius. Seorang balita bernama Abu Dhabi (2) juga menjadi korban dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Dari tempat kejadian perkara, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti peralatan pengeboran yang hangus, pompa air, pipa besi, dan tangki penampungan minyak mentah. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 170 juta.

“Polres Blora akan terus melakukan mitigasi dan inventarisasi serta penertiban sumur minyak di wilayah Kabupaten Blora. Penertiban minyak akan berkoordinasi dengan Pemkab Blora serta Pihak terkait ” pungkas Kapolres. (*)

Sumur Rakyat

0

FAKTOR keamanan dalam kegiatan energi telah lama menjadi prioritas utama dalam standar industri energi dunia. Hal ini bukan hanya menjadi prinsip operasional, tetapi juga merupakan konsensus internasional yang diadopsi ke dalam regulasi nasional, termasuk di Indonesia. Risiko tinggi dalam sektor energi—seperti kebakaran, ledakan, atau pencemaran lingkungan—menjadikan aspek keselamatan sebagai pijakan utama dalam setiap kebijakan energi yang bertanggung jawab.
Di sektor minyak dan gas (migas), Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjuk PT Pertamina sebagai kontraktor utama pelaksana kegiatan hulu. Pertamina, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sekaligus perusahaan migas profesional kelas dunia, menjadi ujung tombak pengelolaan sumber daya migas nasional. Namun, untuk lapangan-lapangan tua, pemerintah juga membuka peluang bagi kontraktor migas swasta melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO). Sementara itu, pengusahaan sumur tua bisa dilakukan oleh masyarakat di bawah naungan BUMD atau koperasi (KUD), dengan ketentuan ketat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2008.
Sayangnya, di beberapa daerah seperti Kabupaten Blora, dalam beberapa tahun terakhir muncul kegiatan pengeboran dan pengelolaan minyak oleh warga di lokasi-lokasi yang tidak termasuk dalam blok migas resmi atau peta perminyakan nasional. Fenomena ini terjadi di Desa Plantungan dan Desa Gandu, di mana masyarakat secara mandiri melakukan kegiatan eksplorasi minyak tanpa legalitas dan tanpa pemahaman memadai tentang prosedur kerja yang aman di sektor migas. Meski dimotivasi oleh kebutuhan ekonomi, kegiatan ini berlangsung di area yang dekat dengan permukiman penduduk dan tanpa pengawasan teknis yang layak.
Alih-alih memperkuat regulasi dan pengawasan, Menteri ESDM justru mengambil kebijakan kontroversial dengan menerbitkan izin baru untuk kegiatan semacam itu. Dengan dalih menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan ekonomi rakyat, Menteri Bahlil Lahadalia memasukkan kegiatan masyarakat di luar blok resmi tersebut ke dalam kategori sumur rakyat. Ini berarti kegiatan tersebut dilegalkan meskipun tidak sesuai dengan definisi sumur tua dalam Permen ESDM 2008.

Akibat kebijakan yang longgar ini, sejumlah insiden fatal pun terjadi. Pada April 2024, kebakaran melanda penampungan minyak mentah ilegal di Desa Plantungan. Disusul kemudian pada Agustus 2025, kebakaran di sumur gas milik warga di Dusun Gendono, Desa Gandu, merenggut empat nyawa. Dua tragedi ini menjadi bukti nyata dari lemahnya penerapan prinsip keselamatan dalam kegiatan migas rakyat yang tidak diawasi dan tidak memenuhi standar minimum keamanan industri.
Mirisnya, pelaku usaha di sektor sumur rakyat tidak diwajibkan berbentuk badan usaha migas bersertifikasi seperti halnya kontraktor migas atau BUMD. Cukup berstatus UMKM, tanpa tuntutan modal, peralatan, atau sumber daya manusia yang tersertifikasi. Ini menciptakan celah besar dalam pengelolaan energi yang berpotensi merugikan masyarakat itu sendiri, baik dari sisi keselamatan maupun dampak lingkungan jangka panjang.
Mengingat latar belakang Menteri Bahlil yang tidak berasal dari dunia teknik atau sektor energi profesional, keputusan untuk mengesahkan sumur rakyat sebagai bagian legal dari industri migas patut dikaji ulang secara serius. Keselamatan publik tidak boleh dikorbankan demi romantisme pemberdayaan ekonomi rakyat. Legalitas harus diiringi oleh kepatuhan terhadap prinsip dasar industri migas: keamanan, keselamatan, dan keberlanjutan. Jika tidak segera dievaluasi, kebijakan ini bisa menjadi preseden buruk yang justru mendorong masyarakat untuk semakin nekat, dan berisiko kehilangan lebih banyak nyawa. (*)

Filosofi Jawa “Mangan Ora Mangan Pokoke Kumpul” Jadi Refleksi Kebangsaan di HUT ke-80 RI

0

Korandiva-BLORA.— Ungkapan bijak yang disampaikan Ketua DPR RI Hj. Puan Maharani dalam Sidang Bersama DPR dan DPD RI pada 15 Agustus 2025 lalu, menjadi sorotan dan bahan refleksi publik menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Dalam pidatonya yang mengantarkan Presiden Prabowo Subianto, Puan mengutip filosofi Jawa: “Mangan ora mangan pokoke kumpul” (Makan tidak makan yang penting berkumpul).
Filosofi tersebut menggambarkan semangat sosial bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan, kekeluargaan, dan persatuan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menanggapi hal itu, H. Santosa Budi Susetyo, tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Blora dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menilai bahwa ungkapan tersebut sangat relevan di tengah situasi sosial saat ini yang ia sebut sebagai Zaman Kolobendu—era ketika masyarakat mudah tersulut emosi, gemar menghujat, dan marak menyebarkan hoaks.

Menurutnya, pitutur tersebut menekankan pentingnya menjaga semangat gotong-royong, kerukunan, dan budaya silaturahmi yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa. Ia juga mengkritisi munculnya peribahasa baru yang menyimpang dari nilai luhur, seperti “Kumpul ora kumpul pokoke amplop”, yang dianggap sebagai “virus baru” dalam demokrasi.

“Mari kita jadikan momentum HUT ke-80 RI ini sebagai sarana memperkuat persatuan, kedaulatan, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya di Kantor DPRD Blora, Senin (25/8/2025).

Sementara itu, H. Soebekti, SP., MMA., suami Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, memberi pandangan yang lebih sejuk. Ia menegaskan bahwa filosofi “makan tidak makan yang penting kumpul” harus dilandasi niat baik dan tujuan yang jelas, bukan dijadikan pembenaran untuk kumpul-kumpul tanpa manfaat atau malah ajang bergosip dan membicarakan kekurangan orang lain.

Tanggapan senada juga disampaikan oleh Ir. H. Bambang Sulistya, Ketua PWRI Kabupaten Blora. Ia menekankan perlunya suasana damai dan penuh nuansa kekeluargaan di tengah masyarakat. Ia pun mengusulkan sesanti baru yang menurutnya lebih relevan: “Mangan ora mangan pokoke rukun lan santun”, selaras dengan semangat Bhineka Tunggal Ika yang menjaga keutuhan dan kelestarian NKRI. (*)

Desa Tlogotuwung Tak Mau Ketinggalan, Semarak HUT ke-80 RI

0

Korandiva-BLORA.– Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Desa Tlogotuwung Kecamatan Randublatung turut menggelar berbagai perlombaan yang diikuti mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Kegiatan berlangsung meriah di lapangan desa setempat, Minggu (24/8/2025).
Kepala Desa Tlogotuwung, Maryono, dalam arahannya menyampaikan,
“Mari kita rayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia ini sebagai wujud nyata dalam membangun desa. Kita jaga sportivitas agar suasana semakin meriah, sekaligus menjaga kerukunan dan kegotongroyongan demi terciptanya Desa Tlogotuwung yang aman dan tenteram,” ujar Maryono.

Adapun jenis lomba yang digelar antara lain: balap karung, makan kerupuk, balap kelereng, pukul paku beregu, ambil air beregu, meniup gelas plastik, ambil air pakai corong, memasukkan paku dalam botol, estafet tepung pakai mulut, estafet gelang pakai mulut, goyang bola, menggiring bola pakai corong, panjat pinang gedebok, voli layar, hingga menara ember air beregu.

Semarak lomba yang digelar siang hingga sore hari ini mendapat sambutan antusias dari warga. Suasana penuh canda tawa, keceriaan, dan semangat kebersamaan benar-benar terasa, mencerminkan semangat kemerdekaan yang masih menyala di hati masyarakat Desa Tlogotuwung. (*).

Malam Resepsi Kebersamaan, Warga Randublatung Rayakan Kemerdekaan

0

Korandiva-BLORA.– Malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Randublatung berlangsung meriah. Acara tersebut digelar di halaman Kantor Eks Kawedanan Randublatung, Sabtu (23/8/2025).
Tampak hadir Staf Ahli Bupati Blora Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Ketua TP PKK Kabupaten Blora Ainia Sholichah, Camat Randublatung periode 2023–2025 Drs. Bukri M.Si, Forkopimcam, Danramil Kapten Kav Teguh Linarto, Kapolsek Iptu Sugiyanto SH, serta para tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Peringatan HUT RI ke-80 Kecamatan Randublatung, Sugiyono, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung jalannya kegiatan.
“Alhamdulillah, acara demi acara berjalan sukses dan lancar tanpa hambatan. Namun keberhasilan ini bukan semata-mata karena panitia, melainkan juga berkat peran serta masyarakat dan dukungan aparat keamanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Camat Randublatung, Joko Budi Heri Santoso S.Kep., Ners., M.Si., dalam sambutannya mengaku kagum dengan kekompakan masyarakat Randublatung.
“Masyarakat Randublatung ternyata memiliki potensi sumber daya yang luar biasa. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 RI yang berjalan sukses, aman, dan kondusif,” tutur Heri.

Handi Purnomo, mantan Camat Randublatung yang kini hadir mewakili Bupati Blora, juga memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Saya mewakili Bupati Blora, Bapak Arief Rohman yang berhalangan hadir karena ada tugas penting lain. Beliau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan peringatan HUT RI ke-80 di Kecamatan Randublatung, serta mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kondusifitas dan bersama-sama membangun Blora secara berkesinambungan,” jelasnya.

Sebagai penutup, malam resepsi kebersamaan tersebut semakin semarak dengan hiburan Dangdut Campursari. Selain itu, panitia juga mengumumkan para pemenang lomba yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-80, dengan hasil sebagai berikut:

LOMBA GERAK JALAN
Kategori SD : Juara 1 SDN 4 Randublatung
Kategori SMP : Juara 1 SMP Negeri 1 Randublatung
Kategori SMA/SMK Sederajat : Juara 1 SMA Negeri 1 Randublatung
Kategori Umum : Juara 1 Karang Taruna Desa Sambongwangan

LOMBA KARNAVAL
Kategori TK : Juara 1 TK ABA 1 Randublatung
Kategori SD : Juara 1 SDN Wulung 1
Kategori SMP : Juara 1 SMP Negeri 1 Randublatung
Kategori SMA/SMK Sederajat : Juara 1 SMK PSM Randublatung
Kategori Umum : Juara 1 PTO/Paidi Family

Acara malam resepsi HUT RI ke-80 di Kecamatan Randublatung pun menjadi momen kebersamaan yang mempererat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meneguhkan tekad masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan membangun daerah demi masa depan yang lebih baik. (*)