Beranda blog Halaman 30

Secara Aklamasi dalam Musda XI, Siswanto Kembali Pimpin DPD II Golkar Blora 2025–2030

0

Korandiva-BLORA.— Siswanto, S.Pd., M.H., secara aklamasi kembali terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Blora untuk periode 2025–2030. Penetapan ini dilakukan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Blora yang digelar di Hotel Arra Kryd Cepu, Selasa (9/9/2025).
Musda tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Partai Golkar serta Bupati Blora, Arief Rohman. Dalam proses sidang, pimpinan sidang Icek Baskoro—yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah—menanyakan kesepakatan peserta sidang terkait pencalonan tunggal Siswanto.

“Karena hanya ada satu calon, maka dengan ini kita tetapkan Siswanto menjadi Ketua DPD Partai Golkar Blora periode 2025–2030. Apakah setuju?” ujar Icek di hadapan peserta Musda.
Serentak, seluruh peserta menjawab “Setuju”. Dengan demikian, Musda XI resmi menetapkan Siswanto secara aklamasi sebagai ketua.

Dalam prosesi selanjutnya, panji kebesaran Partai Golkar diserahkan oleh pimpinan sidang kepada Siswanto. “Kami serahkan panji kebesaran Partai Golkar untuk dikibarkan di seluruh penjuru Blora,” ucap Icek saat penyerahan simbolik tersebut.

Usai menerima panji partai, Siswanto menyatakan kesiapannya mengemban kembali amanah sebagai ketua. “Amanah yang diberikan untuk periode 2025–2030 ini harus kami jalankan dan programkan demi kemenangan Partai Golkar dalam setiap kegiatan politik di Blora. Ini menjadi tantangan dan tanggung jawab yang luar biasa bagi kita semua,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa bersama tim formatur, pihaknya berkomitmen menyusun struktur kepengurusan DPD Golkar Blora maksimal dalam waktu 30 hari. “Insyaallah, tim formatur akan segera membentuk seluruh kepengurusan, baik dewan pertimbangan maupun pengurus harian DPD. Targetnya rampung sebelum 30 hari,” ujar Siswanto.

Setelah terbentuk, struktur kepengurusan akan dilaporkan ke DPP Partai Golkar untuk mendapatkan saran dan masukan. “Kita laporkan format kepengurusan untuk meminta arahan dan petunjuk dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia serta DPP, demi kesempurnaan penempatan personel,” jelasnya.

Kepada para kader yang akan ditugaskan menjadi pengurus DPD Golkar Blora, Siswanto berpesan agar menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh.
“Siapa pun yang diberi tugas dan tanggung jawab wajib menunaikannya. Wajib berpartisipasi aktif dalam kepengurusan, baik di DPD maupun dewan pertimbangan, serta wajib memenangkan Partai Golkar di setiap event politik,” tegas Wakil Ketua DPRD Blora itu.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pada Pemilu 2029 akan jauh lebih besar dan kompleks. Oleh karena itu, konsolidasi organisasi menjadi fokus utama.
Dalam catatannya, tren suara Partai Golkar di Blora terus menunjukkan peningkatan. “Sebelumnya kami berada di peringkat keempat, lalu naik ke peringkat ketiga pada Pemilu 2024. Target berikutnya tentu menang di Pileg sekaligus Pilkada,” ungkapnya optimistis.

Untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya akan segera menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) di 16 kecamatan, serta melakukan reorganisasi kepengurusan di 295 desa se-Kabupaten Blora.
Selain fokus pada konsolidasi internal, DPD II Golkar Blora juga menyatakan dukungan terhadap program pembangunan Pemerintah Kabupaten Blora di bawah kepemimpinan Bupati Arief Rohman dan Wakil Bupati Sri Setyo Rini. Siswanto menilai, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama daerah.

“Tahun ini ada 41 ruas jalan yang dibangun melalui pinjaman daerah senilai Rp215 miliar. Kami berharap program tersebut cepat terealisasi, agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Mumpung masih musim kemarau, targetnya saat musim hujan nanti jalan-jalan sudah mantap,” pungkasnya. (*)

Manfaatkan Bongkotan Bambu, Warga Ngawen Ciptakan Peluang Ekonomi Baru

0

Korandiva-BLORA.– Ketidakpastian cuaca dan curah hujan yang tak menentu mendorong para petani di Desa Bandung Rojo, Kecamatan Ngawen, untuk mencari solusi agar hasil pertanian tetap optimal. Salah satu inovasi datang dari Abdurahman, warga Dukuh Karang Rowo, yang memanfaatkan bongkotan bambu di sekitar lingkungannya untuk dijadikan lanjaran atau penopang tanaman.

Langkah kreatif tersebut bermula dari kondisi musim kemarau yang sulit diprediksi. Bahkan, pada Juni hingga Juli lalu, hujan masih turun dengan intensitas tinggi dan sempat menyebabkan banjir di beberapa wilayah.

“Dengan adanya lanjaran, tanaman seperti kacang, jagung, cabai, tomat, hingga melon bisa tumbuh lebih baik dan tidak mudah roboh,” ujar Abdurahman saat ditemui di kediamannya.

Inisiatif Abdurahman tak hanya membantu pertaniannya sendiri, tetapi juga menginspirasi warga sekitar. Kini, pemanfaatan bambu sebagai lanjaran mulai meluas dan menjadi peluang ekonomi baru bagi warga desa. Pesanan pun mulai berdatangan dari sejumlah petani di desa lain, dengan harga jual Rp250.000 per 1.000 batang lanjaran.

Kepala Desa Bandung Rojo, Nurudin, memberikan apresiasi atas langkah kreatif warganya tersebut.
“Saya sangat mendukung inisiatif warga yang mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam di sekitarnya untuk menunjang pertanian sekaligus menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Pemanfaatan bambu lokal untuk kebutuhan pertanian ini dinilai sebagai langkah cerdas dan ramah lingkungan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang kian sulit diprediksi. Selain mengurangi limbah alam, inovasi ini juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa. (*)

IPHI Blora Gelar Pelatihan Mubaligh dan Mubalighot se-Kabupaten

0

Korandiva-BLORA.– Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PD IPHI) Kabupaten Blora menggelar Pelatihan Mubaligh dan Mubalighot tingkat kecamatan se-Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Sabtu (6/9/2025).

Ketua Panitia, Drs. H. Khoirurroziqin, M.Si., melaporkan bahwa peserta berasal dari IPHI di setiap kecamatan, masing-masing tiga orang—terdiri dari dua mubalighot (perempuan) dan satu mubaligh (laki-laki).
Pelatihan ini mengusung tema “Membangun dan Mencetak Mubaligh yang Profesional serta Berintegritas untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa.”

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi para mubaligh dan mubalighot melalui peningkatan pengetahuan, wawasan, serta keterampilan berdakwah yang efektif. Harapannya, mereka dapat menjadi kader dakwah yang profesional, mencerahkan, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Khoirurroziqin.

Pelatihan berlangsung selama satu hari, namun diharapkan mampu memberi semangat baru dalam menyampaikan ajaran Islam secara bijak, membawa kemaslahatan, dan menciptakan suasana dakwah yang damai di tengah masyarakat Blora.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Blora, Baznas Kabupaten Blora, serta pendanaan mandiri dari PD IPHI. Adapun pelatih yang dihadirkan adalah tokoh-tokoh lokal berpengalaman dan memiliki keilmuan tinggi dalam bidang dakwah Islam, yakni Dr. Nursalim Kasmany, Lc., M.H.I., dan Dr. Nur Ihsan, Lc., M.H.I., keduanya lulusan luar negeri.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, H. Roziqun, S.Ag., M.Pd.I., melalui perwakilannya Abdul Majid Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan kontribusi positif dalam memperkuat peran para dai di tengah masyarakat.

“Kami harap para peserta bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu dan meningkatkan kapasitas sebagai pendakwah yang mampu memberikan siraman rohani yang menyejukkan dan mendamaikan,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam, khususnya di tengah kondisi sosial yang rawan konflik dan maraknya budaya bergosip serta ujaran kebencian.

Sementara itu, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., melalui sambutan yang dibacakan oleh Wakil Ketua PD IPHI Blora, H. Umartono, S.H., menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini.

“Peran mubaligh dan mubalighot saat ini sangat penting, bukan hanya sebagai penyampai ajaran Islam, tapi juga sebagai teladan dalam menjaga nilai kebersamaan, kerukunan, dan perdamaian di tengah masyarakat,” kata Umartono, yang juga mantan Asisten II Sekda Blora.

Ia menegaskan, para pendakwah harus menjadi sosok yang cerdas, kritis, dan solutif, bukan provokatif atau menyebar fitnah.
“Jangan jadikan mimbar dakwah sebagai ajang menebar kebencian atau perpecahan. Dakwah kita harus menyejukkan, membangun kedamaian, dan menanamkan nilai kasih sayang di tengah masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini juga ditampilkan paduan suara dari ibu-ibu Pengurus PD IPHI, yang menambah semarak suasana dengan suara emas dan kostum yang menarik. (*)

PWRI Karangjati Gelar Wisata Ceria ke Tiga Lokasi di Lereng Merapi

0

Korandiva-MAGELANG.– Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, menggelar kegiatan wisata bersama ke sejumlah destinasi alam di wilayah Jawa Tengah, Rabu (3/9/2025). Tiga lokasi wisata yang dikunjungi adalah Ketep Pass di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan (Kabupaten Magelang), Negeri Kahyangan di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan (Kabupaten Magelang), serta New Selo di Desa Samiran, Kecamatan Selo (Kabupaten Boyolali).

Kegiatan tersebut terinspirasi oleh lagu “September Ceria” karya James F. Sundah yang dipopulerkan oleh Vina Panduwinata pada tahun 1982. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya PWRI Karangjati untuk mendukung dan membumikan Program Bahagia dan Sehat (BS).

Ketua PWRI Kelurahan Karangjati, Drs. H. Edy Widodo—mantan pejabat di lingkungan Pemda Blora—menyampaikan bahwa kegiatan wisata ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas, merelaksasi pikiran, serta menciptakan rasa bahagia bagi para anggota PWRI.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para anggota dapat terhindar dari stres dan kecemasan yang dapat berujung pada gangguan kesehatan maupun depresi,” ujar Edy Widodo.

Ia menambahkan, wisata bersama juga menjadi sarana untuk mempererat kekeluargaan, memperkuat kekompakan, dan menumbuhkan rasa rukun antar anggota serta pengurus PWRI.

Objek wisata Ketep Pass dipilih karena menawarkan pemandangan alam yang memukau dari gardu pandang. Dari lokasi ini, pengunjung dapat menikmati keindahan panorama lima gunung sekaligus: Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Slamet. Selain itu, para peserta juga diajak menonton film dokumenter edukatif di Volcano Theatre.

Sementara itu, kunjungan ke Negeri Kahyangan memberikan pengalaman berbeda. Destinasi ini menghadirkan suasana seperti negeri dongeng di atas awan, lengkap dengan berbagai spot menarik seperti kastil, benteng kerajaan, kereta kencana, patung kuda terbang, serta panorama lahan pertanian di lereng perbukitan.

“Tempat ini sangat cocok untuk menenangkan dan menyejukkan hati,” tambah Edy.
Di destinasi terakhir, New Selo, peserta disuguhi keindahan alam pegunungan yang sejuk serta beragam aktivitas pemacu adrenalin yang menggugah semangat dan kegembiraan.

Yulli Efendi, salah satu pengurus PWRI Kabupaten Blora yang turut serta dalam perjalanan, menyebut wisata alam pegunungan sangat bermanfaat bagi ketenangan jiwa, terutama bagi kalangan lansia.
“Udara segar, pemandangan indah, dan suasana tenang sangat membantu menyejukkan hati. Ini benar-benar hiburan yang menyehatkan,” ungkap Yulli.

Senada dengan itu, Hj. Agustinah, salah satu peserta, mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi upaya PWRI Karangjati dalam mewujudkan wisata sehat bagi anggotanya.

“Kegiatan ini bukan hanya menyehatkan jiwa dan raga, tetapi juga menumbuhkan semangat keimanan. Semoga langkah bijak dari para pengurus PWRI Kelurahan Karangjati dapat terus menghadirkan semangat baru dalam membumikan Program Bahagia dan Sehat,” pungkasnya. (*)

Sriyatun Comeback: Dari Kontroversi Satpol PP ke Kursi Plt Kadinas Pendidikan

0

Korandiva-PATI.– Nama Sriyatun kembali mencuat ke permukaan. Sosok yang pernah ramai diperbincangkan karena kasus pengambilan paksa donasi air mineral saat menjabat Plt Kepala Satpol PP itu, kini kembali diberi kepercayaan besar.
Bupati Pati, Sudewo, melalui surat bernomor 800/2713/2025 tertanggal 4 September, resmi menugaskan Sriyatun sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati. Padahal, posisinya saat ini sudah cukup strategis sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan.

Dalam surat tersebut ditegaskan, selain tetap mengemban jabatan sekretaris dinas, Sriyatun juga diberi kewenangan penuh untuk memimpin roda organisasi, termasuk dalam urusan kepegawaian, pengangkatan, pemindahan, hingga pemberhentian pegawai. Artinya, kendali dinas kini sepenuhnya berada di tangannya.

Penunjukan ini sontak memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Publik masih mengingat kontroversi yang menempel pada Sriyatun semasa bertugas di Satpol PP. Kini, justru sektor pendidikan—yang menyangkut masa depan generasi muda—dipercayakan kepadanya.
Yang menarik, alasan Bupati Sudewo dalam menyebut Sriyatun sebagai sosok yang “qualified” justru menimbulkan tanda tanya. Sudewo menilai kelayakan itu hanya karena Sriyatun merupakan alumni SMA Negeri 1 Pati, tanpa penjelasan lebih jauh mengenai kapasitas profesionalnya.

Keputusan ini berpotensi menimbulkan gelombang kritik baru. Sektor pendidikan dan kebudayaan yang menjadi urat nadi pembangunan sumber daya manusia di Pati kini berada di bawah kendali seorang pejabat yang rekam jejaknya masih menyisakan kontroversi. (*)

Hajad Dalem Keraton Surakarta Hadiningrat Adangan Sepisanan Ambil Kayu Khusus dari Hutan Randublatung

0

Korandiva-BLORA.- Acara adat Hajad Dalem Keraton Surakarta Hadiningrat kembali digelar dengan penuh khidmat. Tradisi Adangan Sepisanan ini menjadi momen penting, di mana pihak keraton mengambil kayu khusus dari Hutan Randublatung Kabupaten Blora.
Kayu yang diambil bukanlah sembarang kayu, melainkan kayu pilihan yang memiliki nilai sakral dan hanya boleh ditebang untuk keperluan khusus keraton. Prosesi pengambilan kayu dilakukan dengan ritual adat, doa bersama, serta pengawalan abdi dalem, sehingga suasana terasa penuh wibawa dan sakral.
Sebagai bagian dari prosesi, dilaksanakan acara Pasrah Tinampi atau serah terima kayu di Rumah Kanjeng Raden Tumenggung Priyohadinagoro, Selasa (2/9/2025) pukul 13.30 WIB.

Kayu khusus tersebut diserahkan oleh Kanjeng Raden Tumenggung Priyohadinagoro, Kanjeng Raden Tumenggung Lilik Sukahar Wursitonagoro, dan Raden Tumenggung Sukamto SH, kepada utusan dari Keraton Surakarta Hadiningrat, yakni Kanjeng Pangeran Wandiro Joyonagro, KRA. Saryono Xitronagoro, serta Kanjeng Raden Tumenggung Dwijonagoro.
Serah terima berjalan lancar, penuh kekhidmatan, dan disaksikan oleh para abdi dalem lainnya.

Secara filosofi, Pasrah Tinampi memiliki makna yang dalam, yakni sikap tulus untuk menyerahkan sesuatu dengan ikhlas (pasrah), sekaligus menerima dengan penuh tanggung jawab (tinampi). Tradisi ini mengajarkan harmoni antara pemberi dan penerima, serta menjadi simbol pengabdian kepada keraton, leluhur, dan Sang Pencipta. (*)

Minim Gizi, Menu Makan Gratis Dapur Bilqis Disorot: Isinya Hanya Roti, Pisang, dan Biskuit

0

Korandiva-BLORA.— Program makan siang gratis yang digelar di Dapur Bilqis, Jalan Jepon–Jatirogo, Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, mendapat sorotan dari berbagai kalangan masyarakat.
Sorotan tersebut muncul setelah beredarnya laporan bahwa makanan yang dibagikan kepada siswa sekolah hanya berisi roti, pisang, biskuit, dan sari kacang hijau. Menu tersebut dinilai jauh dari standar gizi seimbang karena tidak mengandung unsur protein hewani maupun sayuran segar yang penting bagi pertumbuhan anak.

Padahal, salah satu tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kualitas gizi anak-anak usia sekolah serta mencegah stunting—masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah di Indonesia.
Menanggapi kritik yang berkembang, Isra Miraja, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas sebagai pendamping program makan siang gratis di Kecamatan Bogorejo, memberikan klarifikasi. Ia mengakui adanya miskomunikasi antara tim ahli gizi dengan tim pemorsian makanan saat persiapan menu.

“Tadi pagi memang terjadi miskomunikasi antara ahli gizi dan tim pemorsian. Kami mohon maaf atas kejadian ini. Ke depannya akan kami evaluasi dan perbaiki agar tidak terulang kembali,” ujar Isra kepada wartawan Diva.

Meski pernyataan tersebut diharapkan dapat meredam keresahan publik, sejumlah pihak tetap meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, khususnya dalam hal penyusunan menu bergizi yang sesuai standar.

Ketua Masyarakat Pengawas Keuangan Negara (MPKN) Kabupaten Blora, Muhamad Fuad Musofa, turut menyampaikan kritik tajam. Ia menyoroti peran krusial ahli gizi dalam menentukan kelayakan dan komposisi menu yang diberikan kepada anak-anak.

“Kinerja ahli gizi patut dipertanyakan, karena mereka adalah ujung tombak dari program ini. Jangan main-main dalam memberikan makanan kepada anak-anak. Mereka adalah generasi penerus bangsa. Menu dan porsinya harus benar-benar diperhatikan,” tegas Fuad.

Sebagai program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, penyusunan menu makan siang gratis harus memenuhi standar gizi seimbang. Kualitas dan kecukupan gizi anak tidak boleh diabaikan dalam implementasinya.

Kejadian di Dapur Bilqis ini menjadi peringatan bagi seluruh pelaksana program serupa di daerah lain. Pemerintah daerah, pendamping lapangan, dan seluruh pihak terkait diharapkan dapat bersinergi lebih baik, agar tujuan utama program—mewujudkan generasi sehat dan cerdas—benar-benar tercapai. (*)

Masih Termiskin

0

KABUPATEN Blora merupakan daerah dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang luar biasa. Sekitar separuh wilayahnya berupa hutan jati, yang dikenal menghasilkan kayu jati berkualitas terbaik, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dunia.
Selain kayu jati, Blora juga merupakan salah satu daerah penghasil minyak bumi. Terdapat lebih dari 300 sumur minyak tua yang masih aktif, serta kehadiran BUMN Pertamina dan BUMD Blora Patra Energi yang memperkuat posisi Blora sebagai wilayah penghasil energi.

Tak hanya SDA, sumber daya manusia (SDM) Blora juga memiliki kontribusi besar. Salah satu indikatornya adalah populasi sapi terbanyak se-Jawa Tengah. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakikan) setempat, pada tahun 2021 tercatat sebanyak 269.071 ekor sapi berada di wilayah ini. Jumlah tersebut menjadikan Blora sebagai lumbung ternak yang sangat potensial.

Di sektor pertanian, Blora juga tidak ketinggalan. Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah. Pada panen raya tahun 2024, varietas padi Mentik Susu berhasil menghasilkan produksi mencapai 5,1 ton beras per hektare. Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pertanian di Blora masih sangat produktif dan mendukung ketahanan pangan wilayah.

Sejak kepemimpinan Bupati Arief Rohman, sejumlah capaian strategis berhasil diraih. Pembangunan infrastruktur jalan dan perairan terus ditingkatkan. Selain itu, Blora juga berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA), predikat kabupaten terbaik dalam pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS), serta prestasi besar sebagai kabupaten dengan status swasembada pangan.

Tidak hanya itu, Blora juga mendapat penghargaan bergengsi dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025. Penghargaan ini diraih karena Blora sukses mencatatkan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah pada periode 2023–2024. Capaian ini menunjukkan bahwa Blora semakin dilirik oleh investor dan dianggap sebagai daerah yang prospektif untuk pengembangan ekonomi.

Pada akhir Agustus lalu, Bupati Arief Rohman terbang ke Tiongkok untuk mewakili Indonesia dalam Organic Districts World Congress (ODWC). Keikutsertaannya atas izin resmi dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Sekretaris Negara, dan Gubernur Jawa Tengah. Hebatnya lagi, seluruh biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung oleh panitia penyelenggara dari IFOAM-Organics Asia. Kehadiran Bupati Blora di forum internasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

Namun di balik deretan prestasi tersebut, masih tersimpan catatan kelam yang belum mampu dihapus: sejak 2010 hingga kini, Blora masih menyandang status sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Pada periode kedua kepemimpinannya, masyarakat berharap Bupati Arief Rohman dengan didampingi Wakil Bupati Sri Setyorini mampu membawa perubahan nyata, termasuk memperbaiki indikator kemiskinan agar Blora segera lepas dari cap menyedihkan ini. Waktu masih ada, dan rakyat masih berharap. Masih cukup waktu, Mas Arief. (*)

Blora Tetap Kondusif dan Aman, Warga Didorong Jaga Nuansa Damai

0

Korandiva-BLORA.– Suasana di Kabupaten Blora hingga saat ini tetap kondusif, aman, dan damai. Hal ini menjadi perhatian dan syukur bersama masyarakat Blora, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah.
KH. Jajik Sutardji, tokoh masyarakat sekaligus imam Masjid Nurul Falah Perumnas RW V Kelurahan Karangjati, Kecamatan/Kabupaten Blora, mengajak seluruh warga untuk terus mendoakan agar Indonesia, khususnya Blora, selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Ia berharap Blora senantiasa dalam suasana tata tentrem kerta raharja, penuh kedamaian, kerukunan, kekeluargaan, dan keimanan.
Ajakan tersebut disampaikannya usai pelaksanaan Salat Subuh berjemaah di Masjid Nurul Falah pada Kamis (4/9/2025).
“Sebagai umat beriman, kita patut bersyukur karena hingga hari ini Blora tetap dalam kondisi yang tenang, aman, dan tentram,” ujar KH. Jajik.

Nuansa cinta damai juga terlihat dari banyaknya spanduk yang terpasang di sejumlah titik strategis di wilayah Blora. Mulai dari Alun-alun, Lapangan Kridosono, jalan-jalan utama, hingga di kantor-kantor pemerintahan seperti Sekretariat DPRD (Sekwan) dan Setda Blora. Spanduk-spanduk tersebut berisi pesan-pesan positif seperti:
“Blora Cinta Damai, Ayo Bro! Kita Ciptakan Blora yang Aman dan Nyaman untuk Semua”
“Blora Cintai Damai. Mari Kita Jaga Keamanan dan Ketentraman Bersama”

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., dalam berbagai kesempatan juga senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga suasana yang kondusif, rukun, dan penuh kebersamaan. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dari warga untuk bersama-sama membangun Blora agar semakin maju, unggul, berdaya saing, dan sejahtera.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, menyampaikan bahwa untuk menjaga situasi tetap aman dan terkendali, Pemerintah Kabupaten Blora bersama Forkopimda telah melaksanakan patroli gabungan ke seluruh kecamatan di wilayah Blora.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Blora tercinta untuk terus menjaga kedamaian, kesejukan, dan ketentraman. Jangan mudah terprovokasi dan selalu bijak dalam menyikapi berbagai informasi. Blora adalah rumah kita bersama. Mari kita bergandeng tangan menjaga persatuan, kerukunan, dan ketentraman dengan semangat Blora Cinta Damai,” tegasnya.

Tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD Blora, Bambang Sulistya, turut menyampaikan rasa syukurnya atas kondisi Blora yang tetap aman dan damai.
“Alhamdulillah, Blora tetap MUSTIKA, tidak ada kerusuhan, dan suasananya tetap kondusif. Ini berkat kepemimpinan para pemangku kebijakan yang tidak arogan, dekat dengan masyarakat, dan responsif terhadap aspirasi warga,” kata Bambang.

Ia juga mengapresiasi sikap peka dari pemerintah daerah yang menunda kegiatan resepsi HUT ke-80 Kemerdekaan RI tahun 2025 tingkat kabupaten, yang semula akan menghadirkan penyanyi Ari Lasso.
“Ini bentuk kepedulian terhadap situasi masyarakat. Semoga Blora tetap aman, damai, rukun, dan sejahtera,” pungkasnya. (*)

Desa Jeruk Randublatung Hidupkan Semangat dengan Pawai Budaya

0

Korandiva-BLORA.- Dipenghujung Agustus, Desa Jeruk Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora menggelar pawai budaya, Sabtu (30/8/2025).
Pawai dimulai pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB untuk tingkat pelajar SD dan SMP. Peserta yang terlibat antara lain SD Negeri 1 Jeruk, SD Negeri 2 Jeruk, serta SMP Negeri 1 Randublatung yang berlokasi di Desa Jeruk.
Memasuki sesi kedua pukul 13.00 WIB, giliran tingkat dewasa atau perwakilan RT tampil dengan berbagai ragam budaya. Mulai dari miniatur Candi Prambanan/Loro Jonggrang, seni barong khas Blora, hingga aneka kesenian tradisional lainnya yang sukses mengundang decak kagum penonton.

Yang cukup unik, warga Dukuh Krangkong menampilkan adegan “lamaran” dalam pawai tersebut. Namun yang menjadi “calon pengantin” bukanlah manten sungguhan, melainkan Kepala Desa Jeruk, Indah Supratno.
Salah satu tokoh masyarakat Dukuh Krangkong, Warsidi (64), mengungkapkan kepada media,
“Adegan itu hanya seremoneal saja, tapi juga sebagai simbol dukungan agar beliau melanjutkan kepemimpinannya di periode berikutnya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Jeruk, Indah Supratno, mengaku bangga sekaligus terkejut dengan kreativitas warganya.
“Saya atas nama pribadi maupun sebagai Kepala Desa merasa senang, bangga, sekaligus mengapresiasi semangat warga, khususnya para RT yang berhasil menggerakkan warganya.
Kalau terkait lamaran itu, saya benar-benar tidak sama sekali ada acara seperti itu,” ungkapnya sambil tersenyum.

Masyarakat Desa Jeruk tampak antusias. Ribuan warga tumplek blek memadati jalan untuk menyaksikan jalannya karnaval budaya yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Camat Randublatung Joko Heri Budi Santoso, Danramil Kapten Kav Teguh Linarto, beserta Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, serta Linmas desa setempat yang mengawal jalannya pawai hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar warga, menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi, sekaligus semangat melestarikan budaya lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.(*).