Beranda blog Halaman 29

Dukung Rencana Pembentukan Unit Layanan Disabilitas, Bupati: Blora Siap Jalankan Pendidikan Inklusif

0

Korandiva-BLORA.- Komitmen Kabupaten Blora dalam melaksanakan pendidikan inklusif kian nyata. Terbukti, tidak ada satu pun sekolah di Blora yang menolak pendaftaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Hal ini menjadi indikator positif bahwa Blora siap menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., mengapresiasi semangat para pendidik yang antusias mengikuti pelatihan penanganan ABK yang digelar Dinas Pendidikan. Ia menyebutkan, banyak sekolah juga mulai melengkapi sarana dan prasarana pendukung untuk pelayanan terhadap ABK.
“Berbagai upaya ini menunjukkan bahwa satuan pendidikan di Blora bersedia menerima dan melayani ABK dengan baik,” ujar Bupati Arief Rohman saat ditemui, Jumat (19/9/2025).

Sebelumnya, diberitakan bahwa sebanyak 83 sekolah di Blora telah menampung ABK, mulai dari jenjang SD kelas 1 hingga SMP kelas 2. Melihat perkembangan jumlah ABK, Bupati menyatakan dukungan-nya terhadap rencana Di-nas Pendidikan untuk membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD).
“Saya kira pembentukan ULD memang sudah diperlukan, terutama untuk memberikan layanan terbaik bagi ABK,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Nuril Huda, SP., MM., ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa proses pembentukan ULD sedang berjalan. Gedung telah disiapkan dan para guru telah mendapatkan pelatihan penanganan ABK.
“Dalam waktu dekat, sarana dan prasarana ULD akan segera dilengkapi. Kami juga akan me-ngusulkan penempatan tenaga profesional seperti psikolog dan terapis agar layanan lebih maksimal,” jelas Nuril.

Mengutip Undang Undang, Nuril menegaskan bahwa setiap anak berkebutuhan khusus berhak memperoleh pendidikan yang layak.
“Sekarang yang terpenting adalah memastikan bahwa ABK memperoleh layanan yang memadai di sekolah reguler, dengan pendekatan yang ramah, setara, dan tanpa diskriminasi. Harapannya, mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” pungkasnya. (*)

Kesbangpol Blora Gelar Peningkatan Kapasitas PWRI

0

Korandiva-BLORA.– Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora menggelar kegiatan peningkatan kapasitas Organisasi Masyarakat (Ormas) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Kamis (18/9/2025). Acara yang berlangsung di Resto D’Joglo, Jalan Jenderal Sudirman No. 6, Bangkle, diikuti pengurus PWRI tingkat kelurahan, kecamatan, dan kabupaten.

Kepala Kesbangpol Blora, Sujianto SE, MM, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara sekaligus berterima kasih atas kehadiran para anggota PWRI. “Tema kegiatan ini adalah Peran PWRI dalam Pembangunan Sesarengan MBangun Blora Maju, Unggul, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan,” jelasnya.

Sujianto menegaskan, PWRI yang beranggotakan para pensiunan ASN tetap memiliki pengalaman, kemampuan, dan integritas yang dibutuhkan pemerintah daerah. Karena itu, kontribusi berupa masukan, kritik, dan teladan dari para wredatama sangat diharapkan untuk mendukung jalannya pemerintahan serta menjaga kondusifitas masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. Bambang Sulistya, M.MA., yang juga menjadi narasumber, menyampaikan terima kasih kepada Kesbangpol atas dukungan yang diberikan. Menurut mantan Sekda Blora itu, PWRI hadir untuk meningkatkan kesejahteraan para wredatama, mempererat persatuan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Usia lanjut bukan penghalang untuk terus berkarya dan memberi manfaat. Anggota PWRI memiliki pengalaman, pengetahuan, dan jaringan yang bisa menjadi teladan serta penggerak masyarakat,” ujarnya.

Bambang menekankan pentingnya produktif di masa senja, mengutip pesan dalam Al-Qur’an surat Al-Insyirah ayat 7: ‘Apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan lain.’ Ia juga memperkenalkan konsep NEKAT sebagai pedoman pengabdian, yakni: Niat baik, Enyahkan pikiran negatif, Komunikasi ramah, Aktif berbuat, dan Tuhan sebagai sandaran.

Ia menyebut, peran PWRI ke depan di antaranya menjaga persatuan bangsa melalui kegiatan sosial-keagamaan, memberi masukan bagi kebijakan daerah, menjadi penasehat pembangunan, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Acara berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain diskusi, kegiatan juga dimeriahkan hiburan organ tunggal dengan penampilan dari pengurus PWRI, kemudian ditutup makan bersama. (*)

PEPABRI Blora Gelar Tasyakuran HUT ke-66 dan Kukuhkan Pengurus PERIP

0

Korandiva-BLORA.– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PEPABRI Kabupaten Blora menggelar tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-66 PEPABRI Tahun 2025, Selasa (16/9), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Acara ini dirangkaikan dengan pengukuhan dan pelantikan Pengurus PERIP (Persatuan Istri Purnawirawan) Cabang Kabupaten Blora.

Tasyakuran diawali dengan penampilan tari gambyong yang dibawakan dua penari lansia: Eyang Eryanie Iswan (75), mantan Ketua PERIP Cabang Blora 1998–2014, dan Eyang Herlien Sugiyono (70) dari PERIP Sidoarjo. Meski telah lanjut usia, keduanya tampil lincah dan menghibur tamu undangan.

Ketua Panitia, Mayor Purn TNI Muntoyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat dukungan penuh dari Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, SIP., M.Si., serta berbagai pihak lainnya. Acara turut dihadiri Forkopimda, jajaran pengurus dan anggota DPC PEPABRI, sesepuh purnawirawan TNI/Polri, pimpinan ormas, Kepala BPD (Bank Jateng) Blora, dan sejumlah kepala OPD terkait.

Sementara itu, Ketua DPC PEPABRI Blora, Letkol Purn TNI Sri Harjanto, sebelum membacakan amanat Ketua Umum DPP PEPABRI Jenderal TNI (Purn) H. Agum Gumelar, memaparkan rangkaian kegiatan HUT ke-66 yang telah dilaksanakan. Di antaranya adalah anjangsana kepada warakawuri dan senior yang sakit, serta ziarah dan tabur bunga di TMP Wira Bhakti Blora.

“Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan serta pengingat bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dan menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga digelar pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Blora. Selain itu, dilakukan penganugerahan Satya Lencana Kesetiaan 10 tahun kepada dua orang, dan Satya Lencana 5 tahun kepada tiga orang anggota. Sebanyak tujuh orang dianugerahi piagam anggota kehormatan, termasuk mantan Ketua DPRD Blora HM Kusnanto, SH.

Penghargaan khusus juga diberikan kepada anggota yang dinilai berdedikasi dalam membangun DPC PEPABRI Blora. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Pengurus PERIP Cabang Blora yang kini dipimpin oleh Perip Eny Budi Priyono, istri Kolonel Purn TNI RM Budi Priyono (mantan Kopassus seangkatan Jenderal Moeldoko).

Sri Harjanto menegaskan bahwa PEPABRI siap terus mengabdi dan bersinergi membangun Blora yang unggul dan berdaya saing. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Blora dan para mantan kepala daerah, termasuk Drs. RM Yudhi Sancoyo (Bupati Blora periode 2007–2010) atas dukungan dan kehadirannya.

Tema HUT ke-66 PEPABRI tahun ini adalah “Menjaga Api Perjuangan, Membangun Masa Depan Bangsa.” Tema ini merefleksikan semangat tak kenal lelah dalam menjaga nilai-nilai luhur perjuangan dan komitmen membangun masa depan Indonesia.

“Sebagai organisasi kemasyarakatan, PEPABRI bersifat mandiri, berjiwa pejuang, dan berwawasan kenegaraan. Pengabdian kami tidak berhenti meski telah purna tugas. Pedoman kami tetap Sapta Marga dan Tribrata,” ujar Sri Harjanto.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Mewakili Bupati Blora, Asisten Pemerintahan dan Kesra Agus Puji Mulyono, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar PEPABRI atas pengabdiannya yang terus berlanjut.

“PEPABRI bukan sekadar organisasi purnawirawan, tetapi simbol semangat juang dan teladan bagi generasi muda. Kami berharap PEPABRI terus bersinergi dengan Pemda dalam membangun karakter kebangsaan, ketahanan masyarakat, dan pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Ia juga berharap momentum HUT ke-66 ini menjadi refleksi sekaligus penyemangat bagi seluruh anggota PEPABRI untuk terus mengabdi melalui pikiran, tindakan, dan keteladanan.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” secara bersama-sama. (*)

RT 09 Perumnas Karangjati Gelar Pertemuan Rutin Istimewa, Angkat Semangat Kebersamaan dan Kemandirian

0

Korandiva-BLORA.- Warga RT 09/RW V Perumnas Karangjati, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, menggelar pertemuan rutin bulanan yang dikemas secara istimewa, Selasa (9/9/2025). Acara digelar di kediaman Bambang Sulistya, mantan Sekda Blora, yang juga menjadi tuan rumah pertemuan kali ini.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, dipimpin langsung oleh Ketua RT 09, Drs. H. Pudji Suhardjo, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari serta membangun suasana harmonis melalui prinsip K3: Kebersamaan, Kekeluargaan, dan Kepedulian.

“Dengan semangat guyub rukun, kita ingin menjaga lingkungan RT 9 tetap adem ayem, damai, dan nyaman. Apalagi saat ini, partisipasi ibu-ibu dalam kegiatan bank sampah sangat positif dan sudah menunjukkan hasil nyata,” ujar Pudji.

Bambang Sulistya menjelaskan bahwa dipilihnya tanggal 9 sebagai waktu pertemuan bukan tanpa alasan. Selain untuk menegaskan identitas RT 09, angka 9 dianggap sebagai simbol kemenangan dan kebersamaan.

“Tanggal 9 September juga bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden ke-6 RI, Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Beliau adalah tokoh nasional yang bisa menginspirasi kita, dengan semangatnya ‘Bersama Kita Bisa’. Kebersamaan menjadi kunci keberhasilan masyarakat RT 09 dalam membangun lingkungan,” ungkapnya.

Salah satu keberhasilan nyata yang disampaikan adalah hasil gerakan bank sampah yang dikelola ibu-ibu RT 09. Dana yang terkumpul telah dimanfaatkan untuk pengadaan lampu penerangan jalan, sehingga suasana malam hari di lingkungan menjadi lebih terang dan aman.

Kegiatan Meriah dan Penuh Kehangatan
Untuk menambah semarak acara, panitia menyediakan doorprize menarik yang dibagikan melalui undian nomor absen peserta. Suasana penuh kegembiraan tercipta saat hadiah utama berhasil diraih oleh Pujianto, S.H., M.Hum, mantan Kabag Hukum Setda yang kini aktif sebagai advokat.
Tak hanya itu, pertemuan juga diselingi dengan santap bersama menu khas rakyat seperti bakso, krowotan kacang, pisang godog, roti, dan minuman jahe yang menambah keakraban antarpeserta.

Menutup pertemuan, Ketua RT mengajak seluruh warga, terutama kaum bapak, untuk lebih aktif dalam mendukung gerakan peduli lingkungan yang selama ini sudah dirintis oleh para ibu-ibu. “Cawe-cawe untuk lingkungan adalah bentuk tanggung jawab bersama,” tegasnya. (*)

Kerta Wredatama Blora Gelar Kegiatan “Three in One” di Lapangan Kridosono

0

Korandiva-BLORA.— Pengurus Kerukunan Wanita (Kerta) Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora menggelar kegiatan bertajuk Three in One di Lapangan Kridosono Blora, Jumat (12/9). Kegiatan ini menggabungkan tiga agenda dalam satu rangkaian, yaitu jalan santai, rapat rutin, dan silaturahmi ke anggota yang sedang sakit.

Ketua Kerta Wredatama Kabupaten Blora, Sri Rusmi Dwi Santosa, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.

“Diawali jalan santai memutari lapangan, dilanjutkan rapat rutin, dan ditutup dengan menjenguk salah satu anggota yang sedang sakit. Jalan santai ini sekaligus menjadi sarana healing ibu-ibu agar bisa berbagi cerita, menghilangkan penat, dan memperkuat solidaritas,” ujarnya.

Setelah jalan santai, peserta beristirahat sambil menikmati bekal makanan ringan yang dibawa dari rumah. Suasana akrab dan santai terasa sepanjang acara.
Uniknya, rapat rutin kali ini dilaksanakan di ruang terbuka, tepatnya di pinggiran Lapangan Kridosono. Dalam rapat tersebut dibahas evaluasi program BS (Bahagia – Sehat) dan laporan hasil partisipasi Kerta Blora dalam peringatan HUT PWRI ke-63 tingkat Jawa Tengah serta Rakerda PWRI, yang disampaikan oleh Hj. Windrati Soemarjan.

“Ini pengalaman pertama kita rapat di alam terbuka. Suasananya rileks, segar, dan menghibur. Peserta merasa lebih santai namun tetap fokus,” tambah Sri Rusmi.

Dalam rapat tersebut, peserta juga dimotivasi dengan sesanti PWRI: “Setiap detik berbuat baik dan setiap melangkah untuk beribadah”. Yel-yel PWRI “Sehat, Bangkit, dan Sejahtera” pun turut menggema sebagai penyemangat.
Kegiatan ditutup dengan makan pagi bersama, yang disiapkan oleh para anggota dengan menu istimewa ala ibu-ibu Kerta Wredatama.

Silaturahmi dan Spirit K3
Usai kegiatan inti, rombongan melanjutkan agenda silaturahmi ke rumah salah satu anggota Kerta yang sedang sakit akibat terjatuh. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan implementasi nilai-nilai kekeluargaan yang dijunjung tinggi dalam organisasi.

“Menjenguk saudara atau sahabat yang sakit adalah bentuk empati sekaligus anjuran dalam ajaran agama. Ini memperkuat semangat K3: Kekeluargaan, Kerukunan, dan Kebahagiaan,” ujar Yulli Efendi, pengurus Kerta sekaligus mantan pejabat Pemda.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Three in One bukan sekadar agenda rutinitas, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas dan semangat berorganisasi dalam kebersamaan. (*)

Blora Bangun 50 Ruas Jalan Rusak Senilai 270 M, Politisi PDIP: Ini Dari Pajak, Ayo Diawasi Bersama

0

Korandiva-BLORA.- Politisi PDI Perjuangan Kabupaten Blora, Andita Nugrahanto berikan apresiasi Pemkab Blora terkait konsistensi menjalankan amanah terkait infrastruktur pembangunan jalan dan jembatan rusak.
“Saya ucapkan banyak terima kasih komitmen Bupati Blora senantiasa konsisten dengan jargon jalane (jalannya) halus,” jelasnya, Kamis (11/9/2025).

Anggota Komisi C DPRD Blora tersebut juga mengingatkan bahwa proses lelang sudah selesai, dan saatnya masyarakat turut berpartisipasi aktif mengawasi jalannya pengerjaan proyek jalan dan jembatan tersebut.

“Monggo masyarakat semua, kita awasi pekerjaan infrastruktur ini bersama-sama. Karena pembangunan ini sebagian dibayar dari pajak kita,” terangnya.

Menurut Andita, pengawasan bukan hanya tanggung jawab kelompok atau golongan, namun kewajiban bersama.

“Masyarakat berhak untuk berpartisipasi mengawasi dan melaporkan apabila terjadi penyimpangan dalam pengerjaan,” ucapnya.

“Selain pengawasan sebagai fungsi dan wewenang DPRD dalam hal penggunaan anggaran, di sini masyarakat juga memiliki hak untuk turut serta mengawasi pekerjaan yang sedang berlangsung. Monggo, jika ada yang mencurigakan atau menyimpang dari ketentuan, silakan dilaporkan kepada pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Diketahui bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah masih berkomitmen untuk tetap menjalankan aspirasi masyarakat terkait memperbaiki jalan rusak.

Di era Bupati Arief Rohman periode kedua ini, Pemkab Blora menyiapkan anggaran sebesar Rp 270 miliar untuk percepatan pembangunan lebih dari 50 ruas jalan pada tahun 2025.

“Jadi tahun ini kita berencana akan membangun infrastruktur jalan di lebih 50 ruas jalan yang ada di Blora dengan anggaran hampir sekitar Rp 270 miliar,” ungkap Arief Rohman saat meninjau lokasi Jembatan Temuwoh di Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Senin (23/6).

Ia menjelaskan, anggaran sebesar Rp 270 miliar tersebut bersumber dari berbagai komponen baik dari APBD hingga pinjaman daerah.
“Sumbernya ada dari pinjaman daerah (215 miliar), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dana Alokasi Umum (DAU), ada bantuan dari Pemerintah Provinsi,” ungkapnya. (*)

Blora Menuju Pendidikan Inklusif, Stefany: Perjuangan Masih Panjang

0

Korandiva-BLORA.- Kabupaten Blora tengah menapaki jalan panjang menuju sistem pendidikan yang benar-benar inklusif. Perjalanan ini penuh tantangan, namun bukan berarti mustahil diwujudkan. Upaya yang dilakukan RSUD dr. R. Soetijono Blora bersama para pegiat pendidikan menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari empati di ruang kelas hingga dukungan nyata dari pemerintah.

Psikolog RSUD Blora, Stefany Widya Ayu W., menjadi salah satu sosok penting di balik upaya ini. Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar kebijakan, tetapi cerminan nilai kemanusiaan.
“Pendidikan inklusif di Blora memang mulai berkembang ke arah positif. Namun, masih banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.

Stigma Masih Jadi Kendala
Menurut Stefany, hambatan terbesar masih datang dari lingkungan sosial, terutama stigma terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Tidak jarang ABK menjadi sasaran ejekan teman sebaya, bahkan mendapat perlakuan kurang sensitif dari pendidik.

“Ketika anak merasa tidak diterima, kepercayaan dirinya akan jatuh. Padahal, penerimaan adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang psikologis mereka,” jelasnya.

Minimnya tenaga pendamping atau guru pembimbing khusus (GPK) juga menjadi persoalan serius. Anak-anak merasa kurang didukung, sementara guru sering kewalahan menghadapi keragaman kebutuhan di dalam kelas.

Peran Psikolog di Sekolah
RSUD Blora tidak hanya berperan secara klinis, tetapi aktif menjalin kerja sama dengan sekolah dan orang tua. Layanan seperti konseling, asesmen psikologi, terapi wicara, dan terapi okupasi kini rutin diberikan. Sejumlah sekolah juga mulai merujuk siswa untuk mendapatkan intervensi profesional.

Stefany menekankan pentingnya pelatihan psikologi anak bagi para guru agar mereka mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan suportif. Dukungan dari teman sebaya juga dinilai krusial dalam membangun interaksi positif di kelas.
“Kami berharap guru tidak ragu untuk berkomunikasi dengan psikolog. Integrasi data antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan akan menghasilkan penanganan yang lebih efektif,” tegasnya.

Sinergi Tiga Pihak
Kolaborasi antara psikolog, guru, dan orang tua menjadi fondasi utama pendidikan inklusif. Psikolog bertugas memantau kondisi emosional ABK, guru menyesuaikan metode pengajaran, dan orang tua memberikan dukungan di rumah.
Stefany juga mendorong praktik pendampingan anak melalui kehadiran shadow teacher atau pendamping pribadi yang memahami karakter anak. Model ini, yang telah diterapkan di sejumlah kota besar, menurut-nya dapat diadopsi di Blora.

Masyarakat yang Lebih Empatik
Bagi Stefany, pendidikan inklusif bukan hanya tentang hak ABK, melainkan juga tentang membangun masyarakat yang lebih peduli dan empatik. Jika inklusi gagal diwujudkan, dampak jangka panjangnya serius: anak-anak terpinggirkan, masyarakat makin eksklusif, dan potensi besar dari generasi ini terabaikan.

Meski tantangannya besar, Stefany tetap optimistis. Ia berharap pemerintah daerah lebih serius dalam meningkatkan jumlah tenaga pendamping, psikolog, dan terapis. Guru pun perlu terus dilatih agar semakin peka dan sabar.
“Yang tidak kalah penting, orang tua juga harus menanamkan nilai toleransi kepada anak-anak mereka, agar tidak membeda-bedakan teman,” pungkas Stefany. (*)

Bertahan di Tengah Minimnya Dukungan, SD Katolik Blora Tetap Jalankan Pendidikan Inklusi

0

Korandiva-BLORA.- Di sebuah ruang kelas sederhana di jantung Kota Blora, deretan bangku kayu tak hanya diduduki anak-anak dengan kemampuan belajar reguler, tetapi juga oleh siswa berkebutuhan khusus (ABK). Mereka belajar berdampingan, menggunakan papan tulis yang sama, mendengarkan guru yang sama, dan menyerap pengetahuan dengan cara yang berbeda.

Inilah potret nyata pendidikan inklusif di SD Katolik (SDK) Blora, sekolah yang sejak 2008 berani membuka pintu bagi semua anak tanpa terkecuali. Meski diha-dapkan pada keterbata-san fasilitas, berhentinya bantuan dana, hingga minimnya pelatihan guru, SDK Blora tetap konsisten menjalankan misi inklusi.

Tahun Ajaran 2025/2026, terdapat empat siswa ABK yang tersebar di kelas 1, 2, 3, dan 5. Mereka mengikuti kegiatan belajar bersama siswa reguler, dengan tambahan layanan terapi mingguan dan penilaian individual sesuai kemampuan masing-masing.

Kepala SDK Blora, M. Kusdianingrum, menjelaskan bahwa semangat inklusi di sekolahnya tumbuh dari keberanian menerima ABK secara alami.

“Kami berkomitmen memberikan kesempat-an belajar yang adil bagi semua anak,” ujarnya.
Pada awal pelaksanaan program, SDK Blora sempat mendapat dukungan dana dan tenaga pendamping dari Dinas Sosial, serta Surat Kepu-tusan (SK) Bupati yang berlaku selama lima tahun. Namun, sejak 2013, seluruh bantuan terhenti. Sejak itu, seko-lah menjalankan program inklusi secara mandiri.

Meski fasilitas khusus yang dulu pernah tersedia tidak diperbarui, SDK tetap menjalin kerja sama dengan SLB Jepon dan layanan psikologi di Semarang untuk ases-men dan terapi siswa.

Kusdianingrum mengakui, para guru belum pernah mendapat pelatihan formal dalam menangani siswa inklusi. Namun, sebagian guru memiliki pengalaman lapangan dan mampu menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Penilaian terha-dap siswa ABK juga dilakukan dengan pendekatan individual agar tetap adil dan tidak membebani anak.

Menariknya, hingga kini tidak ada keluhan dari orang tua siswa reguler. “Selama layanan belajar tetap optimal untuk semua, orang tua bisa menerima kehadiran siswa inklusi,” kata Kusdianingrum.

Ia berharap ke depan ada dukungan nyata dari pemerintah maupun pihak gereja, baik dalam bentuk pelatihan guru maupun bantuan dana untuk pengembangan fasilitas.

“Jika program sekolah inklusi masih terus dijalankan, sebaiknya disertai pelatihan khu-sus bagi guru dan bantuan operasional agar sekolah bisa memberi layanan yang lebih mak-simal,” pungkasnya.
Di tengah segala keterbatasan, SDK Blora tetap menunjukkan komitmen bahwa setiap anak, tanpa kecuali, ber hak tumbuh, belajar, dan bermimpi. (*)

Anggaran Terbatas, Pendidikan Inklusif di Kabupaten Blora Hadapi Banyak Tantangan

0

Korandiva-BLORA.- Isu pendidikan inklusif kini menjadi perhatian nasional sejak diterbitkannya Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi yang Layak bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas. Aturan ini mewajibkan semua satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, untuk menerima dan memfasilitasi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Namun, penerapan di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama di daerah. Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi salah satu wilayah yang mulai menapaki jalur pendidikan inklusif, meski masih dibayangi keterbatasan.

83 SD Sudah Terima ABK
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, hingga kini terdapat 83 Sekolah Dasar (SD) yang telah mene-rima siswa ABK dengan berbagai kondisi, seperti tuna daksa, slow learner, dan autisme. Pemerintah daerah juga tengah merintis pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) untuk memperkuat pendampingan.
Namun, Sekretaris Di-nas Pendidikan Blora, Nuril Huda, menyebut bahwa tantangan masih besar. “Inklusi bukan lagi pilihan, tapi sudah menjadi kewajiban hukum dan komitmen moral,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).

Ia menambahkan, menerima ABK hanyalah langkah awal. Tantangan sebenarnya adalah memastikan mereka benar-benar mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan berkembang secara optimal.

Bimtek Shadow Teacher dan ULD
Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan Blora akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi calon shadow teacher pada 2025. Guruguru reguler akan dibekali kompetensi dasar untuk mendampingi siswa ABK secara efektif di kelas.

Selain itu, dinas juga menjalin kerja sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB). Guru SLB akan dilibatkan dalam pelatihan sekaligus disiapkan menjadi bagian dari ULD. ULD direncanakan akan diperkuat dengan kehadiran psikolog, terapis, dokter, serta mekanisme kunjungan rumah bagi siswa yang tidak bisa hadir rutin ke sekolah.

“Melalui ULD, pembelajaran bisa disesuaikan dengan kondisi anak. Ini akan sangat membantu sekolah dan keluarga,” jelas Nuril. Lokasi ULD telah disiapkan di kawasan Kauman, Blora Kota.

Anggaran Masih Terbatas
Pemerintah daerah telah mulai mengalokasikan anggaran untuk program inklusi, meski jumlahnya masih terbatas. Dana ini digunakan untuk pelatihan guru, perintis-an ULD, dan program Kartu Blora Pintar agar siswa ABK tidak putus sekolah.

Ke depan, Dinas Pendi-dikan juga menargetkan penambahan jumlah Guru Pendamping Khusus (GPK) melalui pelatihan bertahap bagi guru SD dari kelas 1 hingga 6.
Salah satu sekolah yang dinilai berhasil menja-lankan program inklusi adalah SD Katolik Blora. Sekolah ini dinilai memiliki komitmen kuat, pelatihan guru yang cukup, serta dukungan fasilitas yang mendukung keberhasilan pendidikan inklusif.

Ujian Komitmen Daerah
Blora telah memulai langkah penting menuju sistem pendidikan inklusif. Namun, keberlanjutan program ini sangat bergantung pada komit-men pemerintah daerah dalam menyediakan ang-garan, meningkatkan kapasitas guru, dan membangun sistem pendu-kung yang memadai.

“Inklusi bukan sekadar menerima ABK, tetapi memastikan mereka berkembang. Tanpa dukungan nyata, inklusi bisa berubah menjadi bentuk baru dari diskriminasi,” ujar seorang aktivis pendidikan itu. (*)

Partai Demokrat Blora Gelar Tasyakuran HUT ke-24 secara Sederhana

0

Korandiva-BLORA — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Blora menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat ke-24 pada Selasa (9/9/2025), bertempat di Kantor DPC Blora.

Acara yang digelar secara sederhana tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus DPC, anggota DPRD Blora dari Fraksi Demokrat, serta para kader militan Partai Demokrat.

Peringatan HUT tidak diisi dengan pesta pora, melainkan diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, termasuk tukang becak, pemulung, dan para satpam di kawasan Perumnas Karangjati.

Dalam sambutannya, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora, Hj. Tety Indarti, SH, mengajak seluruh kader untuk bersyukur karena Partai Demokrat masih dipercaya masyarakat hingga menginjak usia ke-24.

“Partai Demokrat saat ini kembali menjadi bagian dari pemerintahan bersama Presiden Prabowo Subianto. Ketua Umum kami, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Indonesia dalam Kabinet Merah Putih,” ujar Tety.

Tety yang pernah dua periode menjabat sebagai anggota dewan itu juga mengingatkan kader, khususnya para anggota Fraksi Demokrat, agar berhati-hati dalam bersikap, berbicara, dan bertindak. Ia menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan rakyat dengan aksi nyata.

“Jangan terlalu banyak berjanji. Wujudkan karya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memajukan Ibu Pertiwi,” tegasnya.

Tety juga mengimbau para kader untuk terus mendengar aspirasi rakyat dan tidak mudah tersulut emosi saat menerima kritik.
“Dengarkan jeritan dan suara kritis masyarakat. Wujudkan semangat K3: Kepedulian, Kebersamaan, dan Kerukunan dalam setiap langkah pengabdian, serta bangun koalisi yang kuat bersama rakyat,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Tety memohon doa restu agar seluruh pengurus dan anggota Partai Demokrat senantiasa diberi perlindungan dan kekuatan dalam menjalankan amanah partai.
“Selamat ulang tahun Partai Demokrat ke-24. Semoga tetap menjadi pelopor dan teladan dalam menjaga persatuan, serta konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat—membuat wong cilik gumuyu,” tandasnya.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng. Sebelumnya, Modin Sadikin memimpin doa, memohon kepada Allah SWT agar Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, dan terus memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
“Semoga Partai Demokrat terus berkembang, jaya, dan membawa berkah bagi Indonesia tercinta,” ujar Modin Sadikin dalam doanya. (*)