Beranda blog Halaman 213

TNI-Polri Pantau Ketersediaan Pupuk Subsidi di Kecamatan Jiken

0

BLORA.–

Petugas gabungan dari TNI-Polri, Selasa (29/03/2022) memantau ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayah hukum kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi pada musim tanam.

Sebelumnya diketahui, pupuk bersubsidi di wilayah Jiken terungkap marak keruwetan seperti yang terjadi di Desa Bleboh, Jiken. Mulai adanya pupuk paketan alias ‘inthil-inthil’ hingga permasalahan kartu tani mencuat ke publik.

Dalam kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Jiken Iptu Zaenul Arifin bersama Koramil Jiken. Seperti dirilis oleh bagian humas Polres Blora, setidaknya ada sejumlah pertokoan pupuk hingga pengecer didatangi petugas gabungan.

“Kita berdayakan anggota terutama Bhabinkamtibmas untuk memantau penyaluran pupuk bersubsidi. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah penyelewengan pendistribusian pupuk tersebut,” kata Kapolsek Jiken.

Menurut rilis kepolisian, stok pupuk bersubsidi di wilayah Jiken saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan petani. Tetapi untuk bahasan maraknya pupuk paketan alias ‘inthil-inthil’ hingga permasalahan kartu tani yang dihadapi kalangan petani di Jiken tidak diulas.

“Kami terus tingkatkan pengawasan terhadap penyaluran pupuk subsidi untuk mencegah kekurangan stok. Sekaligus kami ingin memastikan penyaluran pupuk betul-betul sampai ke petani,” terang Kapolsek Jiken.

Kepolisian selaku bagian dari tim Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) berpesan, dalam pemenuhan kebutuhan pupuk petani para distributor maupun pengecer diminta untuk senantiasa memperhatikan dan mematuhi peraturan yang berlaku.

“Distributor dan pengecer harus memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani secara tepat dan benar. Apabila ada indikasi baik distributor maupun pengecer pupuk yang nakal akan kami tindak sesuai aturan hukum,” kata Kapolsek Jiken. (*)

BPPKAD Blora Sosialisasi PBB dan Penerangan Jalan di Japah

0

BLORA.-

Bertempat di halaman kantor Kecamatan Japah, Senin (28/03/2022) digelar kegiatan sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan, dan sosialisasi Penerangan Jalan Tahun 2022 dengan menghadirkan nara sumber dari Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Camat Japah Mochamad Zaenuri.S.Sos., Koramil Japah yang diwakili oleh Peltu Imam, Kepala Bidang Perencanaan dan Penetapan Pendapatan Daerah BPPKAD Ika Wulan Prafitri, S.TP, jajaran Polsek Japah AKP Isnaeni, dan seluruh kepala desa se-Kecamatan Japah.

Bertindak sebagai nara sumber, Ika Wulan Prafitri yang pada kesempatan itu memaparkan adanya perubahan-perubahan tentang pajak. “Dimana di Kabupaten Blora yang dulu BPHTP masih 5 % sekarang menjadi 2’5%,” ujarnya.

Pada sesi tanya jawab, Ika juga menyampaikan, apabila desa melakukan pelunasan PBB sebelum tanggal 31 Maret akan mendapatkan Reward 10% dari total pendapatan pajak di desa masing masing.

Sementara itu penjelasan tentang pajak penerangan jalan tidak bisa disampaikan karena perwakilan PLN Blora tidak datang dengan alasan ada kegiatan di tempat lain. (*)

Humas Daop IV: Anak Mbah Muhartini yang Menyerahkan Sawah ke PT. KAI

0

BLORA.-

Terkait lahan Mbah Muhartini (64), warga Dukuh Wonosari, Desa Tempurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, yang akhirnya dialihkan ke orang lain, menurut pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI), janda paruh baya ini dianggap tidak kuat menjadi penyewa lahan.

“(Mbah Muhartini) Itu adalah orang tua dari Mas Didik dan Mbak Eni yang sudah pernah melakukan kontrak, tetapi belum pernah bayar,” ungkap Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Krisbiantoro saat berkomunikasi dengan awak media melalui sambungan telepon, Senin (28/3/2022).

Disampaikan bahwa adanya dua orang yang beberapa waktu lalu mendatangi keluarga Mbah Muhartini adalah petugas dari pihaknya. Yakni, bernama Yoyok tugasnya pada bagian penagihan dan Kustaji tugasnya pada bagian yang mengukuri lahan milik PT KAI.

Menurutnya, lahan sawah yang digarap oleh Mbah Muhartini, dihitung sejak tahun 2013 belum pernah terbayar dan belum terjadi kontrak sampai tahun 2018 silam. Oleh sebab itulah petugas beberapa waktu lalu, mendatangi rumahnya guna membahas persoalan tersebut.

“Karena belum terjadi kontrak, itu Mas Didik sama Mbak Eni minta waktu sekitar tiga hari. Nanti akan menghubungi petugas PT KAI,” terangnya.

Krisbiantoro membeberkan pada saat anak dari Mbah Muhartini itu ditunggu selama tiga hari malah tidak menghubungi petugas PT KAI, dan baru menghubungi petugas setelah satu minggu kemudian.

“Lha pada pertemuan kedua malah menyerahkan sawah tersebut ke KAI, lalu dibikinlah berita acaranya,” bebernya.

Juru bicara Humas PT KAI Daop IV Semarang ini menuturkan bahwa berdasarkan hasil tindaklanjutnya setelah berkoordinasi dengan dengan bagian aset, terungkap pada saat itu yang menandatangani berkas berita acara adalah istri dari Didik anaknya Mbah Muhartini. Adanya berkas berita acara tersebut dianggapnya juga sudah kuat secara hukum.

“Berarti kan sudah kuat, berita acaranya dipegang Pak Kustaji. Terus setelah diserahkan ke KAI berarti kan seolah-olah hak atas tanah tersebut sudah tidak ada yang menyewa atau free, sehingga bebas disewa siapa saja,” tutur Krisbiantoro.

Kemudian, kata dia, masuklah nama orang lain yang bersiap menyewa lahan sawah tersebut dan sanggup membayar tanggungan backlog selama 5 tahun yang terhitung sejak tahun 2013 sampai tahun 2018. Serta disampaikan adanya surat kontrak sewa tahun 2022 juga sudah diterbitkan olek PT KAI.

Menurutnya pihak Mbah Muhartini meminta waktu untuk menggarap lagi lahan sawah yang saat ini kondisinya sudah disewa orang lain. Jika kondisinya sudah seperti ini, dianggapnya sudah tidak ada hubungannya dengan PT KAI.

Humas perusahaan berplat merah itu mengatakan bahwa kontraknya lahan sawah yang digarap oleh pihak Mbah Muhartini sudah selesai. Sedangkan kontraknya penyewa baru sudah keluar alias terbit dan sudah diserahkan.

“Apalagi backlog beliaunya (pihak Mbah Muhartini) belum pernah bayar, berarti kontrak sebenarnya seolah-olah tidak pernah terjadi, dan sudah baik-baiknya hati menggunakan tanah mestinya bukan haknya karena belum pernah bayar kontrak, sudah menikmati hasil panennya,” katanya

Krisbiantoro menjelaskan demi pengoptimalan aset lahan milik PT KAI, rata-rata setiap tahunnya ada kenaikan harga sewa. Apabila seingat Mbah Muhartini bayar sewa lahan Rp 600 ribu pertahunnya, maka yang perlu dicari tahu adalah tahun harga sewanya.

“Itu tahun berapa, 2013-2018 itu pun tidak terbayar sama sekali. Kami memang demi pengoptimalan aset, itu rata-rata tiap tahun memang ada kenaikan. Tetapi jumlahnya tidak banyak, paling tinggi (naik) 10 persen,” jelasnya.

Disinggung lebih jauh supaya permasalahan yang dihadapi Mbah Muhartini bisa mendapatkan solusi, dalam hal ini Krisbiantoro sendiri tidak bisa berbuat apa-apa lantaran lahan sawah tersebut sudah disewa orang lain.

Upaya tindaklanjut Pemkab Blora usai Mbah Muhartini menangis minta tolong ke Bupati Arief Rohman.

Awak media juga berupaya mencari tahu lebih jauh dari sisi Kustaji selaku salah satu pihak petugas yang mendatangi dan meminta lahan sawah yang puluhan tahun digarap pihak Mbah Muharti. (*)

Sawahnya Diserobot Petugas PT KAI, Janda Tua di Blora Minta Tolong Bupati

0

BLORA.-

Mbah Muhartini (64), warga asal Dukuh Wonosari, Desa Tempurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, tak bisa menahan kesedihan usai menyerahkan surat hak guna pakai lahan sawah yang digarapnya kepada dua orang petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Janda tua ini mengaku bingung mengapa tanahnya bisa diserobot orang dari perusahaan seenaknya. Mbah Muhartini lantas memberanikan diri meminta tolong kepada Bupati Blora Arief Rohman.

“Kulo nggeh nyuwun tulung pak Bupati, gadah saben tumbas teng PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) dioyok tiang pak (Saya ya minta tolong pak Bupati, punya sawah beli dari PJKA diserobot orang pak),” ungkap Mbah Muhartini saat ditemui wartawan, Minggu (27/3/2022).

Mbah Muhartini mengaku sudah 20 tahun menggarap lahan milik PT KAI tersebut. Dari situ dirinya bertahan hidup.

“Ajeng kulo ngge pangan pak, ajeng kulo pajeki mboten angsal (Mau saya pakai untuk pangan pak, mau saya sewa tidak boleh,” kata Mbah Muhartini.

Dulunya lahan tersebut adalah tanah area jalur kereta api yang saat ini alih fungsi menjadi area persawahan. Sewaktu-waktu apabila jalur kereta api itu kembali diaktifkan, maka mau tidak mau, pengguna lahan diwajibkan untuk mengembalikan kepada pihak PT KAI.

Wanita paruh baya itu menceritakan dulunya membeli lahan sawah tersebut sudah sejak lama tidak ditarik bayar sewa oleh pihak petugas kereta api. Yakni, sudah ada sekitar 5 tahunan.

Beberapa waktu lalu karena belum bayar sewa, Mbah Muhartini didatangi ke rumahnya oleh seseorang yang diketahui adalah petugas dari PT KAI asal Randublatung, Kabupaten Blora. Pada saat itu, dirinya belum punya uang untuk membayar dan meminta petugas untuk datang lagi lain waktu.

Sambil mengusap air matanya, Mbah Muhartini saat itu menanyakan berapa jumlah uang sewa yang harus dibayarnya agar tetap bisa menggarap lahan sawah tersebut.

“Jumlahe Rp 2.226.000 mergo setahune niki Rp 600 ribu (jumlahnya Rp 2.226.000 karena setahunnya ini Rp 600 ribu),” katanya, menirukan petugas PT KAI saat datang ke rumahnya.

Mendengar ucapan itu, Mbah Muhartini setuju membayar uang senilai tersebut. Namun, saat dinanti-nanti hingga tanggal yang telah disepakati itu telah tiba, petugas PT KAI malah tidak segera datang ke rumahnya, dan baru datang setelah tiga hari kemudian.

“Tenggene kulo mbeto tiyang (ke rumah saya mengajak orang),” ungkap wanita paru baya itu, menyampaikan bahwa pada saat dirinya hendak membayar sewa didatangi dua orang petugas PT KAI, satunya lagi dari Surabaya.

Karena Mbah Muhartini sebelumnya jauh-jauh hari sudah diberitahu, uang untuk sewa lahan sawah tersebut sudah digenggamnya erat-erat untuk segera dibayarkan kepada mereka.

Namun pada saat akan membayarkan uang sewa sawah yang digarapnya tersebut, justru Mbah Muhartini dibuat kebingungan oleh ucapan petugas PT KAI yang meminta untuk tidak usah membayar sewa lahan sawah.

“Ampun jenengan bayar, jenengan niki (tidak usah kamu bayar, kamu ini) kuwalaten Mbah,” ucap Mbah Muhartini menirukan ucapan petugas yang masih diingatnya.

“Kuwalaten niki pripun (kuwalaten itu apa),” timpalnya.

“Kabotan kolehe mbayar (tidak kuat untuk bayar),” jawab petugas kepadanya.

Petugas PT KAI selanjutnya memberi penjelasan bahwa pada tahun berikutnya bayar sewa sawah yang digarapnya berubah menjadi Rp 2.226.000 per tahun. Artinya, membayar sewa sawah yang digarapnya tidak lagi Rp 600 ribu pertahun.

Mendengar penjelasan itu, dirinya berterus terang kepada petugas PT KAI jika bayarnya sewa dinaikkan tidak kuat untuk bayar. Lalu, mereka kemudian meminta surat hak guna lahan sewa sawah yang dipegangnya selama puluhan tahun tersebut.

“Nggeh Mbah. Nek mboten kuat sertifikat diserahke kereta api mbah (Iya Mbah. Kalau tidak kuat sertifikat diserahke kereta api Mbah),” ucap petugas PT KAI yang disampaikan Mbah Muhartini.

Lalu, petugas PT KAI yang tidak diketahui apakah bawa surat tugas atau tidaknya, juga memberikan ultimatum kepada janda tua ini agar dalam jangka tiga bulan ke depan segera untuk memberikan kepastian menjawab.

“Nek sak monten, kulo sak estu kulo mboten kiat (Kalau segitu, saya terus terang tidak kuat),” ucap Mbah Muhartini.

Usai mendengar jawabannya tersebut, petugas PT KAI lalu itu meminta surat hak guna lahan sawah yang digarapnya untuk dikembalikan ke pihak perusahaan melalui mereka berdua. Setelah itu, keduanya langsung pulang.

Beberapa hari kemudian, Mbah Muhartini dibuat terkejut lantaran tiba-tiba ada orang datang mengukuri sawah yang tengah digarapnya.

“Kulo nggeh mboten angsal nek disuwun. Nggeh kulo tarik balik (saya ya tidak boleh kalau diminta. Ya saya tarik balik),” katanya.

Mengetahui ada warganya yang butuh bantuan, Bupati Blora Arief Rohman selanjutnya meminta informasi lebih lanjut tentang Mbah Muhartini.

“Coba saya teruskan ke pak Camat agar dicek,” ungkap Gus Arief, saat dikonfirmasi wartawan.

Gus Arief juga meminta petunjuk lain-lain, termasuk orang di dekat lokasi lahan Mbah Muhartini yang bisa dihubungi.

Sementara itu, Humas PT KAI Daop IV Semarang Krisbiantoro saat dihubungi wartawan masih mengumpulkan data soal Mbah Muhartini untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

“Data-datanya nanti disampaikan lewat WA (WhatsApp) ya agar bisa ditindaklanjuti,” ucap Krisbiantoro. (*)

Jelang Puasa, Terminal Bus Gagak Rimang Sepi Pemudik

0

BLORA.-

Menjelang Ramadhan tahun ini, Terminal Bus Tipe B Gagak Rimang Kabupaten Blora terpantau sepi. Hingga Selasa (29/03/2022) belum terlihat adanya tanda- tanda pemudik yang tiba maupun berangkat menuju Jakarta.

Pengamatan awak media di terminal Gagak Rimang terminal, Selasa (29/03/2022) tampak masih sepi. Pembeli tiket juga hanya beberapa saja. Deretan bus di halaman terminal juga belum terlihat dan cuma ada bus lokal yang parkir.

Minto, salah satu petugas Dinas Perhubungan ketikaditemui di terminal mengatakan, saat ini belum terlihat adanya tanda- tanda pemudik yang berangkat maupun tiba di Terminal Bus Tipe B Gagak Rimang Blora. Kondisi saat ini disebutnya masih landai.

“Sampai saat ini belum ada pemudik dari luar kota yang pulang Blora, Mas. Mungkin kalau bus lokalan keluar masuk di terminal sudah biasa, karena sebagian besar masyarakat Blora bekerja di Semarang, Sabtu dan Minggu ramai, karena mereka balik,” ucapnya.

“Kalaupun ramainya nanti biasanya pertengahan puasa sampai H-5 menjelang Lebaran baru ada tanda-tanda pemudik. Kalau saat ini belum ada,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan sepinya terminal dikarenakan sejak dibukanya pusat oleh- oleh blok T dan banyaknya agen bus yang pindah di pusat oleh- oleh tersebut. Sehingga menjadikan penumpang dan bus yang biasanya menunggu diterminal bus tipe B beralih ke pusat oleh- oleh Blok T.

“Iya itu mas, agen pada pindah ke Blok T, terminal pusat sini jadi sepi, semoga pada balik lagi ke terminal Gagak Rimang sini, dan menjadikan terminal ini ramai kembali,” jelasnya.

Sementara itu Agung, salah satu penjual tiket bus antar provinsi yang berada di terminal tipe B Gagak Rimang menyampikan memang saat ini memasuki bulan puasa belum terlihat tanda pemudik luar kota yang kembali ke Blora.

“Belum ada tanda mas, ini baru 20% penjualan tiket dari pemudik, itu bukan karena puasa, namun karena merak sudah habis kerja kontraknya maupun karena kembali lagi ke luar kota untuk memulai bekerja. Semoga nanti di akhir bulan Maret 2022, ada tanda- tanda pemudik memasuki Blora,” terangnya.

Lebih lanjut, Agung menambahkan jadwal busnya dari blora ke Jakarta hanya ada pada pukul 17.30 dan 21.45 WIB saja.

Sementara itu untuk rute Jakarta- blora jadwal  keberangkatan tersedia di pagi hari. Yakni pukul 06.00 WIB, 08.00 WIB, 09.00 WIB, dan 16.00 WIB,” bebernya.

“Kalau misal nanti mulai ada pemudik, kami dari agen bus memastikan tidak ada penumpang yang terlantar atau kehabisan bus,” ungkapnya. (*)

Kodim 0721/Blora Gelar Latihan Menembak Standard TNI AD

0

BLORA.-

Bertempat di lapangan tembak Baladewa Yonif 410/Blora Kelurahan Bangkle, Kecamatan Blora, Selasa (29/03/2022) Kodim 0721/Blora menyelenggarakan Latihan Menembak Senjata Ringan (FNC) dan Pistol Triwulan I Ta. 2022. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka memelihara kemampuan menembak prajurit, sesuai program latihan standarisasi TNI AD.

Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Inf Andy Soelistyo mengatakan, latihan yang dilaksanakan mulai hari itu merupakan upaya pemeliharaan kemampuan para prajurit, khususnya dalam bidang menembak.

“Kemampuan menembak sangat penting dan wajib dimiliki para Prajurit guna mendukung pelaksanaan tugas kedepan,” ucapnya, Selasa (29/03/2022).

“Kepada seluruh prajurit yang berada di lapangan tembak, saya tekankan ikuti prosedur di tempat menembak dan utamakan faktor keamanan, dengan mengikuti semua arahan dari koordinator menembak. Laksanakan kegiatan ini dengan sungguh- sungguh jangan asal lewat saja, agar latihan ini dapat berjalan dengan maksimal,” ungkapnya.

Perlu Diketahui Kegiatan Latbakjatri pada Triwulan I ini dilaksanakan selama tiga hari mulai hari Selasa s/d Kamis, tanggal 29-31 Maret 2022.

Sementara itu Kapten Inf Suyadi Selaku Koordinator menembak, melaksanakan apel pengecekan terhadap personel pelaku dan penyelenggara sebagai bagian dari prosedur latihan.

“Disampaikan bahwa pada pelaksanaan latihan menembak menggunakan munisi tajam ini, agar seluruh pelaku mengutamakan faktor keamanan baik personil maupun materiil guna menghindari adanya kerugian yang mempengaruhi pelaksanaan latihan,” ujarnya.

“Selain itu manfaatkan kesempatan latihan dengan maksimal dan sungguh-sungguh agar memperoleh hasil yang baik tanpa ada kendala yang berarti,” imbuhnya. (*)

Masa Giling 2022, Petani Berharap Harga Tebu di Blora Lebih Tinggi

0

BLORA.-

Menjelang Ramadan 2022 Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Mandiri Tebu (Manteb) baru saja menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2021.

RAT dilaksanakan di kantor KPTR Manteb di Dukuh Gayam RT 01/RW 03 Desa Kedungwungu Kec. Todanan (Jalan Raya Kunduran – Todanan) dipimpin langsung Ketua KPTR Manteb H. Bambang Sulistya.

“Sejak kepengurusan KPTR Manteb dilantik pada tanggal 22 Maret 2019 sudah tiga kali berturut-turut menyelenggarakan RAT secara tepat waktu di bulan Maret. RAT dilaksanakan hari Minggu (27/3/2022,” kata Bambang Sulistya, Senin (28/3/2022).

Dikatakannya, untuk RAT tahun ini agenda utamanya adalah pemilihan pengurus dan Pengawas KPTR Manteb untuk masa bakti 2022-2025.

Kegiatan RAT tutup buku 2021 dibuka dengan Doa, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Laporan Ketua Panitia kegiatan RAT, Sambutan Ketua KPTR Manteb.

Sambutan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Blora, Sambutan narasumber dari DPRD Kabupaten Blora dan terakhir pemilihan Pengurus dan Pengawas KPTR Manteb.

Dijelaskan, berkat keterbukaan, niat baik dan nilai pengabdian yang tulus penuh rasa tanggung jawab dari para pengurus dan para pengawas KPTR Manteb masa bakti 2019-2022 setelah ketua panitia pelaksaan RAT Suwignyo menyampaikan laporan dan menawarkan kepada para peserta RAT bahwa nanti akan dilaksanakan pemelihan Pengurus dan Pengawas KPTR Manteb masa bakti 2022-2025 apakah akan dilakukan pemilihan secara langsung atau musyamarah untuk mufakat.

“Diluar dugaan semua peserta yang hadir menghendaki pemilihan secara musyawarah untuk mufakat,” jelasnya.

Bahkan spontanitas para peserta blak-blakan atau terus terang menyampaikan ungkapan meminta agar kepengurusan dan pengawas KPTR Manteb dipertahankan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan untuk kemajuan KPTR Manteb dalam mengemban amanah masa bakti 2022-2025.

Bambang Sulistya yang juga mantan Sekda Blora itu menambahkan, berbagai ungkapan positif yang mengemuka dalam kegiatan RAT Tutup Buku tahun 2021 adalah, pertama ada beberapa peserta menghendaki agar masa giling tebu tahun 2022 perlu penambahan penyisihan dana dari hasil panen petani tebu untuk berangkat umroh.

“Namun sayang berdasarkan hasil musyawarah karena situasi kondisi ekonomi petani tebu sebagai dampak pandemi Covid-19 belum menggembirakan untuk sementara ditunda dulu,” tuturnya.

Kedua, sesuai dengan arahan dari Wakil Ketua DPRD Blora Sakijan, selaku nara sumber, agar pada masa giling tahun 2022 harga tebu yang yang ditetapkan oleh Pabrik Gula GMM Bulog di Blora harus lebih tinggi dari tahun giling 2021.

Bahkan juga harus lebih tinggi dari harga tebu yang ditetapkan oleh pabrik gula yang ada di sekitar Kabupaten Blora. Sehingga tidak lagi terjadi tebu bertamasya keluar dari Kabupaten Blora.

Kemudian ketiga, perlunya para petani tebu di Kabupaten Blora bersatu dalam wadah Koperasi untuk menyuarakan secara lantang agar di masa giling tahun 2022 mendapat perhatian khusus dari PG GMM Bulog berkaitan dengan harga tebu dari dalam mestinya harus seimbang dengan harga tebu dari luar kabupaten Blora.

Selanjutnya, keempat adanya ide cerdas dari Subroto Ketua Komisi DPRD Kabupaten Blora yang menyatakan, sebelum masa giling tebu 2022 agar para pengurus KPTR Manteb untuk mengadakan audensi ke Dereksi PT. PG GMM Bulog dalam rangka membangun komitmen tentang berbagai persoalan yang merugikan pihak petani.

Sehingga pihak petani punya nilai tawar untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Adapun yang kelima, KPTR Manteb di masa yang akan datang untuk mengatasi kesulitan ketersedian pupuk tebu akan membangun kemitraan dengan pihak distributor pupuk.

Sementara itu, lanjut Bambang Sulistya, diluar dugaan narasumber dari Komisi B DPRD Eko Adi Nugroho yang kebetulan juga Anggota KPTR Manteb siap membantu untuk mengatasi kesulitan penyedian pupuk tebu.

Berikutnya, keenam pengembangan tebu di masa yang akan datang akan didukung oleh nara sumber Donny Kurniawan dari anggota komisi B dengan memberikan bantuan pokir kepada para petani tebu yang mengalami kesulitan permodalan usaha tani tebu.

Sementara itu ketujuh, menurut Edy Suprapto yang mewakili Kepala Dindagkop UKM mengatakan KPTR Manteb merupakan satu satunya koperasi Tebu di Kabupaten Blora (di Blora ada 5 buah Koperasi Tebu) yang telah memiliki kantor sendiri dan paling cepat menyelenggarakan RAT serta rutin tiap tahun tidak pernah absen menyelenggarakan RAT.

Apalagi di KPTR Manteb ada 6 anggotanya menjadi anggota DPRD Blora dan DPRD Provinsi Jateng serta salah satu anggota bernawa Kiswoyo menjadi Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Kabupaten Blora.

Sehingga ke depan diharapkan mampu mendapatkan peluang yang lebih baik untuk mendapat dukungan dan bantuan bagi kemajuan KPTR Manteb.

Kedelapan, dalam kegiatan RAT tutup Buku 2021 seluruh undangan dan anggota atau anggota yang hadir mendapat seragam kaos baru kombinasi warna merah hijau di bagian belakang ada gambar semar dengan latar belakang tiga gunungan serta tulisan “Urip Iku Urup”.

Semua itu memiliki makna dan spirit agar dalam menghadapi tahun Omicron para para petani tebu memiliki semangat muda untuk tetap berkarya, punya nilai yang bermanfaat kepada kehidupan dan bertutur kata dengan baik kepada siapapun, selalu ramah dengan lingkungan serta Allah adalah menjadi satu satunya kekuatan dan andalan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Jelang Puasa, Harga Sapi di Pasar Hewan Blora Masih Stabil

0

BLORA.-

Perdagangan sapi di Pasar Hewan Blora menjelang puasa tidak terpengaruh. Hal itu disampaikan langsung Eko Budi Utomo selaku kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola (UPTD) Pasar Wilayah 1. Ia mengatakan, jumlah hewan ternak terutama sapi pada awal-awal tahun seperti ini jumlahnya belum besar.

“Pada bulan Januari – Febuari jumlah berkisar 500 sampai 600 sapi, pada bulan Maret ini pada cederung stabil dan agak bertambah di jumlah 600 ke atas,” ucap Eko pada awak media, Senin (28/03/22).

Eko juga mengatakan, mendekati bulan Besar (Idul Adha, Red) akan lebih banyak lagi jumlah sapi yang diperdagangkan. Bisa sampai 700 – 1000 ekor sapi.

“Apalagi pada hari Rabu pon, meski tidak mendekat Bulan Besar pun jumlah sapi yang diperdagangkan jumlah kisaran 700 ekor. Menurut kepercayaan pedagang maupun pembeli sapi, Rabu Pon itu hari yang baik untuk jual beli sapi,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Eko, fenomena perubahan jenis sapi yang diperdagangkan juga mulai bergeser yang dulu sapi warna putih (peranakaan Ongole) bergeser ke sapi jenis Braman maupun Limosin.

“Sekarang jumlah 60/40 persen, 60 sapi jenis Ongole 40 jenis Brahman dan limosin, fenomena ini sesuai dengan permintaan pasar,” jelasnya.

Sementara itu salah satu pembeli sapi di pasar hewan Blora yang juga seorang pengusaha muda penggemukan sapi di Kabupaten Blora, Reza ketika ditemui wartawan mengaku akan sapi jenis Brahman.

“Saya mau beli yang harga 21 juta, tapi pedagang tadi menawarkan dengan harga 22,5 juta,” terangnya.

Alasan Reza lebih senang membeli sapi di pasar hewan karena untuk memilih sapi ada banyak pilihan dan juga bisa menawar harga sapi.

“Kalo langsung ke personal dirinya merasa tidak banyak pilihan, dan cederung mereka jual mahal,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama salah satu pedagang sapi lokal, Sofyan mengungkapkan, sekarang untuk jenis sapi yang disukai pembeli atau masyarakat jenis sapi warna merah (Brahman, Limosin grandong), warna putih (peranakan Ongole agak berkurang,” bebernya.

“Harga untuk anak sapi umur 6 bulan jenis merah harga kisaran 6-7 juta, harga untuk usia 1- 1,5 tahun Kisar 13-15 juta, seperti tadi usia 2 tahun warna jenis Brahman laku 21juta,” imbuhnya. (*)

Bupati Blora Resmikan Asrama Boarding School MTs Negeri di Jepon

0

BLORA.–

Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP, M.Si, Senin (28/3/2022) menghadiri acara pembinaan dan peresmian pembangunan asrama boarding school Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Blora, yang terletak di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Bupati Arief bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Jawa Tengah, H. Musta’in Ahmad, S.H., M.H, didampingi Kepala Kemenag Blora, H. M. Kafit, S.Ag., M.Pd, secara simbolis melakukan pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya gedung tersebut.

Bupati Blora menyambut baik telah diresmikannya pembangunan gedung asrama MTsN Blora. Diharapkan dengan adanya fasilitas gedung tersebut bisa mendukung kemajuan pendidikan di MTsN Blora agar semakin berkualitas.

“Terkait dengan MTsN kualitasnya tentu harus terus ditingkatkan, karena ini sudah boarding, dengan ini tentu pengawasan lebih mudah, kemampuan bahasa Inggrisnya tadi juga sudah, inovatif berbagai penjurusan,” tambahnya

Lanjut Bupati, sehingga dengan semakin berkualitas, maka MTsN Blora dapat semakin kompetitif dan memiliki daya saing.

“Kalau sekolah kualitasnya baik pasti akan dicari orang, apalagi sekarang eranya kompetitif ini harus mampu untuk bersaing, guru-guru ditingkatkan, SDM nya juga,” papar Bupati.

“Ini suatu terobosan yang sangat luar biasa MTsN nya, tinggal nanti saya harapkan MI nya juga,” lanjutnya.

Di hadapan Kakanwil, Bupati Arief menyampaikan, bahwa peningkatan kualitas dan pengembangan SDM di Kabupaten Blora menjadi perhatiannya.

“Pada prinsipnya peningkatan pengembangan SDM menjadi salah satu visi misi kami. Kami ingin menggandeng perguruan tinggi keagamaan untuk anak-anak kita lulusan dari Aliyah, MAN, dan sebagainya kalau mau kuliah dia tidak mampu, kita berikan beasiswa,” terangnya.

Selain itu, Pemkab turut memberi perhatian kepada guru-guru Madin, TPQ, dan sebagainya. Ia berkeinginan agar juga semakin banyak hafiz dan hafizah yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Termasuk kaitannya dengan pendidikan di pondok pesantren, Pemkab berencana akan menyusun Perda tentang Pondok Pesantren.

“Kita ada program-program, yang kami minta tolong kemenag juga, ini kita tahun ini kami akan susun Perda tentang pesantren, jadi sudah masuk Prolegda tinggal nanti pembahasannya di akhir drafnya dan sebagainya nantinya dengan Kemenag akan terus bersinergi,” ucap Bupati.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jateng menyampaikan bahwa penyediaan sarana dan prasarana tersebut salah satunya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pendidikan.

“Pemerintah terus melakukan upaya sungguh-sungguh untuk memberi pelayanan semakin baik kepada masyarakat khususnya sarpras, infrastruktur menjadi bagian pokok untuk berkembang jadi luas,” tambahnya.

“Kemenag melalui program pembangunan sumber dana SBSN, untuk Kemenag, itu pertama digunakan untuk pembangunan kegiatan fisik madrasah,” tambahnya

Disampaikannya, Kemenag berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan layanan kepada masyarakat.

Pihaknya berharap, dengan adanya fasilitas gedung asrama tersebut bisa mendukung MTsN Blora untuk lebih maju. Termasuk rencana dukungan untuk Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) yang ada di Kabupaten Blora.

H. Mustain Ahmad, mengapresiasi perhatian dan dukungan di Kabupaten Blora yang selama ini telah bersinergi dengan Kemenag.

“Kementerian Agama, Pemerintah pusat, tidak bisa sendirian, dan kita bersama-sama dengan kabupaten untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” jelasnya.

Kepala MTsN Blora, Adibatus Syarifah, menyampaikan bahwa pada tahun 2021 mendapatkan bantuan pembangunan asrama dengan nilai sekitar 4 miliar rupiah. Menurutnya, asrama tersebut nantinya bisa menampung hingga 96 orang. Pihaknya juga berharap, dengan adanya fasilitas tersebut mampu mendukung proses pembelajaran.

“Kami mohon dukungan bapak Kakanwil dan Bapak Bupati untuk pengembangan kami yang ada di madrasah ini, karena terus terang untuk peminatnya di sini sudah banyak,” tambahnya. (*)

IWAPI Bojonegoro Bentuk Jejaring sampai Tingkat Kecamatan

0

BOJONEGORO.-

Bukan saatnya wanita menjadi obyek penderitaan, sudah waktunya kaum hawa ikut ambil bagian dalam mengambil keputusan. Begitu yang disampaikan Sri Artiningsih, S.Pd, Ketua IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Cabang Bojonegoro di sela-sela kunjungan kerjanya sekaligus pembentukan pengurusan IWAPI tingkat kecamatan (ranting) di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Minggu (27/03/22).

Wanita anggun yang akrab dipanggil Arva itu begitu semangat ketika menyapa korandiva.co di lokasi wisata Puthuk Kreweng, Desa Mojodelik Kecamatan Gayam.

“Saya melaksanakan intruksi Ibu Bupati Anna Mu’awanah selaku pembina IWAPI, beliau berpesan bahwa sampai dengan bulan Juni seluruh kepengurusan IWAPI sudah harus ada di 28 kecamatan. Dan itu akan kami laksanakan bersama seluruh pengurus yang ada,” ujarnya tegas.

Menurut Arva, pada prinsipnya tidak ada kendala, karena IWAPI sudah melakukan komunikasi intens dengan seluruh stakeholders yang ada, baik dari unsur pemerintah maupun swasta.

“Kami IWAPI akan terus mendorong peran wanita pada porsi yang proporsional. Mereka harus diberikan kesempatan yang sama. Tanpa diskriminasi, tanpa syarat apapun. Tanpa wanita mau dibawa kemana arah pembangunan bangsa ini?” paparnya.

Menurut Arva, di tangan wanita, satu generasi dicipta dengan sentuhan kebaikan dan keteladanan. “Selama ini saya melihat masih banyak ketimpangan yang dialami para kaum hawa. Baik di bidang pemerintahan maupun di bidang usaha,” ujar ibu tiga orang anak itu sambil menikmati indahnya wisata Puthuk Kreweng dengan berswa foto.

Sementara itu Kepala Desa Mojodelik Kecamatan Gayam, Hj. Yuntik Rahayu mengaku bangga mendapat kunjungan dari IWAPI Cabang Bojonegoro dan sekaligus bersedia menjadi ketua IWAPI Ranting Gayam.

Wanita yang dikenal sebagai pengusaha kontruksi itu memiliki harapan yang sama dengan ketua IWAPI Cabang Bojonegoro, yaitu mengkolaborasikan kemampuan wanita dalam segala bidang. Utamanya usaha.

Kades yang sukses memimpin Desa Mojodelik selama 2 periode itu memang layak menjadi salah satu contoh wanita sukses dengan kemampuan yang komplit.

Selain menjabat kepala desa, Yuntik juga figur pengusaha kontruksi yang handal. Dengan sentuhan tangan dinginnya, Desa Mojodelik bisa disulap menjadi destinasi wisata yang indah. Tanah perbukitan yang tandus disulapnya menjadi tempat wisata yang membanggakan warga.

“Dengan adanya wisata Puthuk Kreweng, ekonomi warga juga bergerak, semua yang jualan di lokasi wisata adalah warga desa saya,” kata Kades perempuan pertama di desa itu. (*)