Beranda blog Halaman 207

Bukber Berbalut Konsolidasi, AMPI Bojonegoro Serap Aspirasi Sembari Berbagi

0

BOJONEGORO.-

Momentum Ramadhan banyak dimanfaatkan warga untuk berkumpul guna menjalin keakraban dan kebersamaan, hal itu juga dilakukan AMPI Bojonegoro, yang menggelar bukber bersama komponen masyarakat sembari serap aspirasi, Jumat (29/04/22).

Bertempat di pendopo GDK (Grand Djoglo Hotel Kalitidu), AMPI yang merupakan organisasi lintas profesi itu menyampaikan banyak hal dan utamanya adalah bergerak untuk membantu kesulitan warga.

“Saya mendorong AMPI berperan lebih signifikan dalam membantu warga,” kata Ahmad Supriyanto, S.PD M.H dalam sambutannya,

“Siapapun kita persilahkan bergabung di AMPI, asalkan memiliki kesamaan misi dan visi,” ujar pria 43 tahun yang juga anggota DPRD Bojonegoro itu sembari mempersilahkan korandiva.co duduk di sampingnya.

Ahmad Supriyanto mengaku sengaja datang ke wilayah barat (Kalitidu) pada har itu untuk melihat lebih dekat apa yang menjadi keluhan warga, dan apa yang bisa AMPI perbuat.

“Masih banyak PR kita, utamanya memberikan ruang dan kesempatan pada pemuda untuk menghasilkan karya, karena saya melihat mereka butuh diberikan kepercayaan saja, karena potensi mereka besar kok,” ujar pria penyuka kopi pahit itu dengan semangatnya.

“Saya pastikan kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan, karena AMPI butuh lebih banyak masukan, untuk membuat garis kebijakan organisasi yang pas dan bernilai guna,” tambah pria murah senyum yang seringkali di elu-elukan ibu-ibu dalam setiap kali kehadirannya itu.

Sementara itu inisiator acara bukber Erma menyatakan, AMPI ingin lebih dekat dengan warga, membalut konsolidasi organisasi dengan bukber dan berbagi. “Bulan yang baik ini harus kita isi dengan kemanfaatan bersama,” ujar perempuan yang masih terlihat anggun pada usianya yang sudah tidak muda lagi itu. (*)

Mudik Itu Berkah

0

SUDAH dua tahun masyarakat Indonesia harus menahan diri tidak melaksanakan tradisi mudik akibat Pandemi Covid-19. Karena itu kita patut berterima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), karena pada Ramadan 2022 pintu mudik dibuka kembali walaupun tetap harus memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan.

Sudah menjadi tradisi khas nusantara, setiap perayaan keagamaan selalu diwarnai adanya kegiatan mudik yang selama ini sering diartikan sebagai tradisi pulang kampung.

Dalam bahasa Jawa, mudik dimaknai “mulih disik” atau dari kata udik yang dalam bahasa Betawi artinya kampung. Ada yang menafsirkan mudik berasal dari bahasa Arab “Al-aud” yang berarti kembali.

Mudik adalah kembali ke asal, yakni udik. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti pulang ke kampung halaman. Pulang ke kampung halaman yang jauh dari aktivitas keramaian dan dinamika kota.

Mudik dilakukan secara berulang-ulang, baik ketika Lebaran, liburan sekolah, Natal dan tahun baru. Sehingga mudik menjadi budaya atau tradisi di Negara Pancasila.

Menyadari penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam, maka puncak mudik adalah ketika perayaan hari raya Idul Fitri. Pada momentum itu berjuta manusia disertai angkutan tranportasinya berduyun-duyun menyemut pulang kampung.

Tradisi mudik bukan rekayasa pemerintah atau ciptaan negara, namun mudik merupakan naluri alamiah manusia untuk kembali ingin menebarkan kerinduan dan kedamaian kepada orang tua, saudara, sahabat, teman-teman, dan kampung halaman.

Mudik sudah menjadi identitas budaya Nusantara yang berasal dari para leluhur. Bahkan menurut Umar Kayam yang seorang Sastrawan, budayawan, sosiolog dan Guru besar Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada berpendapat, bahwa mudik merupakan tradisi yang sudah ada sejak Zaman Kerajaan Hindu- Buddha.

Dahulu, mudik dimanfaatkan oleh para petani Jawa mengunjungi kampung kelahiran untuk berziarah ke makam para pendahulunya. Disamping untuk bertemu dengan orang tua dan saudara keluarga besarnya.

Seiring dengan perkembangan zaman saat ini tren mudik juga mengalami pergeseran makna dan nilai. Tidak sekedar pulang kampung dan bertemu keluarga besar dan mengenang masa lalunya, namun mudik ternyata memiliki berbagai manfaat yang berdampak positif bagi kehidupan di masyarakat.

Ada ungkapan, bahwa kegiatan mudik merupakan ekspresi yang memiliki makna sebagai dimensi spiritual-kultural, dimensi psikologis dan demensi sosial. Sehingga saya merumuskan nilai manfaat mudik dalam sebuah akronim BERKAH.

Berkah dalam hal ini tidak sekedar kenikmatan, kebahagian dan kebaikan hidup, akan tetapi memiliki berbagai keuntungan yang diharapkan ketika kita melaksanakan ritual mudik, diantaranya adalah sebagai berikut;

Huruf (B)-Bertemu dengan keluarga besar orang tua kita dan sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai ajang silahturahmi kepada saudara, sahabat, tetangga dan teman masa lalu.

Hal itu dapat memberikan sebuah kebahagian yang alami dan sekaligus mampu memberi sentuhan nurani bahwa kita adalah saudara.

Bukan lagi merasa jadi orang asing di keluarga besar orang tua dan kampung kelahiran kita sendiri. Kita akan dapatkan berbagai cerita masa lalu dan masa kini yang membuat kita terhibur dan bisa meningkatkan imunitas diri.

Kemudian (E)-Evaluasi diri tentang keberadaan kita saat ini. Baik yang menyangkut status sosial, hubungan kekeluargaan, kepekaan sosial maupun dalam pengamalan spiritual.

Kegiatan evaluasi diri di saat mudik adalah momentum yang tepat sehingga dapat dijadikan referensi untuk penyempurnaan mudik di masa yang akan datang.

Huruf (R)-Ruang yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi kegersangan hidup dalam jiwa para pemudik yang selama ini hidup di kota penuh dengan tekanan, kekerasan dan beban kerja yang dapat mendorong timbulnya emosi dan stress.

Bertemu dengan sanak saudara, sahabat bermain dan teman sekolah dan suasana di kampung halaman akan merasakan kenyamanan, ketenangan dan bernostalgia masa lalu akan menjadi obat penyejuk hati dan rindu.

Selanjutnya huruf (K)-Kesempatan untuk belajar sabar dan hidup sederhana. Ketika di perjalanan saat menghadapi kepadatan lalu lintas kita sudah berlatih bersabar apalagi pada saat pulang masih dalam keadaan berpuasa (Ramadhan).

Ketika di kampung, kita menyaksikan kehidupan masyarakat yang hidup guyup rukun penuh kesederhanaan dan makan seadanya. Kondisi semacam itu dapat menginspirasi dan memberikan pelajaran yang berharga untuk hidup sederhana.

Berikutnya hurup (A)-Agen perubahan dan peradaban bagi para pemudik untuk mendorong kemajuan di kampung halaman.

Kehadiran pemudik di kampung halaman tidak hanya menebar cerita- cerita pengalaman di perkotaan atau tempat kerja tapi sangat diharapkan dapat membagikan berbagai gagasan yang mampu memberikan spirit bagi masyarakat di kampung halaman.

Sehingga ada slogan yang harus diimplementasikan “Pulang Kampung Harus Beruntung”. Baik untung pada diri sendiri maupun untung untuk kampung halamannya.

Selain gagasan, kehadiran para pemudik juga dapat meningkatkan perekonomian di daerah/ kampung halaman. Karena budaya kepyur kepada kaum duafa pasti juga dilakukan bagi para pemudik.

Terakhir huruf (H), Hadirkan semangat dan harapan baru bagi masyarakat dan para pemudik. Tentu setelah bersosialisasi selama berlibur di kampung halaman, banyak hal yang dapat diperoleh terutama yang berkesan positif–seperti halnya kita tambah saudara, tambah ide dan tambah jaringan kehidupan. Sehingga kedepan kita bisa memiliki harapan, esok harus lebih baik dari pada hari ini.

Akhirnya secara sadar kita paham bahwa mudik itu berkah yang mengandung banyak manfaat bagi hidup dan kehidupan kita di masyarakat.

Karena itu mudik harus dilestarikan, dan jadikan mudik sebagai upaya untuk melakukan amal saleh dan kebajikan. Kyai Gaul membawa buah Sirsat, Buah sirsat obat asam urat, Hari Raya sudah dekat, Jangan lupa sedekah dan berzakat. (*)

*) Penulis adalah Ketua PWRI Kabupaten Blora, yang juga mantan Sekda Blora, dan pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Blora.

Demokrat Bojonegoro Targetkan 10 Kursi pada Pemilu 2024

0

BOJONEGORO.-

Demokrat siap bangkit dan bersaing dengan partai lain dalam kontestasi politik 2024. Demikian yang disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, H. Sukur Priyanto, S.E, M.AP dalam Bimbingan Teknis Kesekretariatan menjelang verifikasi partai politik untuk Pemilu 2022 di Hotel Eastern, Rabu (27/04/2022).

Mas Sukur, begitu pria 45 tahun itu biasa disapa mengatakan, saat ini Demokrat di DPRD Bojonegoro punya 6 kursi. Di Pemilu 2024 mendatang pihaknya menargetkan minimal mendapatkan 10 kursi.

“Dan kader tetap menjadi prioritas utama selain kami juga membuka pintu bagi simpatisan yang ikut berjuang bersama Demokrat Bojonegoro,” tandasnya.

“Kita menargetkan 10 kursi di DPRD pada Pemilu 2024,” ujar Wakil Ketua DPRD Bojonegoro tersebut yang disambut riuh gemuruh tepuk tangan peserta yang hadir saat itu.

Sukur menambahkan, masyarakat sudah cerdas, masyarakat tahu mana partai yang berpihak dan mana partai yang hanya menyuguhkan pencitraan belaka. “Target yang saya canangkan itu akan dibarengi dengan kerja keras seluruh elemen Partai Demokrat di tiap tingkatan. Dan tentu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 kami akan mengusung kader terbaik untuk maju,” tambahnya.

Namun, di Kabupaten Bojonegoro, dinamikanya sangat dinamis sekali, lanjut anggota DPRD Bojonegoro 4 periode berjalan tersebut. “Kita lihat saja nanti seperti apa konstelasi yang terjadi menjelang pemilu dan pilkada.

Tahun 2022 ini Bojonegoro, sebagai penghasil Migas terbesar memiliki APBD tembus 7 trilyun, dengan kemampuan keuangan segitu menempatkan Kabupaten Bojonegoro pada posisi nomor 2 daerah dengan APBD terbesar setelah Kota Surabaya.

Namun dengan APBD sebesar itu, belum mampu mensejahterakan masyarakat. Hal itu sesuai data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). sehingga larut dalam keterpurukan, yang mana hinggar bingar APBD yang besar belum bisa mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi.

“Apakah kita akan diam saja, segala kebijakan yang mendorong kesejahteraan masyarakat pasti kita dukung, tapi dengan tetap memberikan kritikan membangun dan pola pengawasan penggunaan anggaran yang berbasis pada transparansi publik,” tegasnya.

“Saya mengapresiasi program Bupati saat ini jika bagus dan baik. Namun belum tentu pelaksanaannya berjalan linier saat di lapangan sehingga yang terjadi tidak di barengi dengan daya beli dan peningkatan ekonomi masyarakat. Pesannya kepada kader Partai Demokrat jangan pernah diam dan lelah untuk memperjuangkan rakyat, karena semboyan kita adalah,”Bersama Rakyat, Demokrat Kuat,” pungkasnya. (*)

Permohonan Praperadilan Wabup Bojonegoro Kandas

0

BOJONEGORO.-

Setelah melalui beberapa kali persidangan termasuk di dalamnya mendengarkan keterangan saksi ahli dalam perkara permohonan pra peradilan dari Budi Irawanto (Wabup Bojonegoro) atas dihentikannya Penyelidikan aduannya oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, hakim tunggal Darwanto memutuskan menolak permohonan praperadilan. Keputusan dibacakan dalam sidang pada hari Rabu (27/04/2022).

Hal ihwal putusan penolakan tersebut disampaikan oleh Budi Irawanto selaku pemohon pra peradilan. Dirinya juga menyampaikan menghormati keputusan hakim atas upaya hukum yang ditempuhnya.

“Sebagai warga negara yang baik saya taat hukum, kita hormati putusan pengadilan. Iya ditolak dan untuk langkah hukum selanjutnya nanti akan saya bahas bersama Tim Kuasa Hukum,” kata Mas Wawan, sapaan akrab wabup Bojonegoro itu.

Masih segar dalam ingatan kita, seperti diberitakan sebelumnya, banyak kejanggalan yang ditemukan oleh Kuasa Hukum dari Budi Irawanto, hal ini lah yang mendasari didaftarkanya Pra Peradilan atas terbitnya Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP3) oleh Kepolisian Daerah (Polda) jatim. Pra peradilan telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Surabaya dengan nomor Perkara: 11/Pid. Pra/2022/PN.Sby tanggal 7 April 2022.

Menurut pengacara Mas Wawan yang dipimpin oleh Mohammad Sholeh, ada beberapa kejanggalan terkait penerbitan SP3 oleh Polda Jatim, pertama adalah penyelidik tidak memahami fungsi penyelidikan.

“Pasalnya, jika sedari awal aduan Mas Wawan bukan peristiwa pidana maka penyelidik tidak perlu memeriksa saksis-saksi, saksi ahli ITE, saksi ahli Pidana,” ujarnya.

Masih Menurut Mohammad Sholeh, selama ini jika masyarakat datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan aduannya dianggap bukan pelanggaraan pidana maka langsung ditolak oleh petugas.

“Pertanyaanya, kenapa untuk aduan Mas Wawan ini diperlakukan berbeda? Mengapa perlu memeriksa banyak saksi? Mengapa memeriksa saksi ahli, ungkap Mohammad Sholeh geram. (*)

Vaksin Booster di Kradenan-Blora Diikuti 625 Orang

0

BLORA.-

Bertempat di Pendopo Balai Desa Sumber Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, Kepolisian Resort (Polres) Blora melalui jajaran Polsek Kradenan malaksanakan giat monitoring dan pengamanan Vaksin Booster, Selasa (26/04/2022).

Kegiatan yang melibatkan Tim Vaksinasi tenaga Kesehatan UPTD Puskesmas Menden itu dimulai jam 08.00 Wib dengan sasaran lansia, publik, umum, remaja, dan anak anak. Antusias warga masyarakat Kecamatan Kradenan terlihat dari kerelaan mereka dengan antri menunggu panggilan vaksin satu persatu.

Hadir dalam giat tersebut, Forkompincam Kradenan, Ka UPTD Puskesmas Menden beserta Tim vaksinnya, kepala Desa Sumber, Koramil beserta Babinsa, Polsek Kradenan dan Babinkamtibmas, Sat Pol PP Kradenan, dan sekitar 500 orang lebih Warga masyarakat Kecamatan Kradenan.

Adapun Vaksin yang digunakan diantaranya Vaksin Astra Zenika 32 Vial, Vaksin Pfizer 21 Vial, Vaksin Sinovac 4 Vial.

Dari aplikasi P-Care Vaksinasi Polres Blora pada hari itu tercatat 116 sasaran, ditambah P-Care Puskesmas Menden berjumlah 509 sasaran. Jadi jumlah total pelaksanaan vaksin untuk warga Kecamatan Kradenan berjumlah 625 orang. Sementara Dosis yang digunakan multi dosis. Dosis 1= 84%, Dosis 2 = 65%, dan Dosis 3= 18 %.

Camat Kradenan Nunik Sulistyo Haryati S.Sos. saat ditemui wartawan mengaku bersyukur melihat warga yang masih semangat untuk mengikuti vaksin.

“Sebagai yang dituakan di sini saya merasa bersyukur, karena masyarakat di wilayah Kradenan ini tetap semangat untuk mengikuti vaksin walaupun di dalam bulan Puasa. Dan saya terimakasih kepada yang bertugas maupun masyarakat semuanya,” pungkasnya. (*).

Bambang Sulistya: Jadikan Ramadan sebagai Modal dan Spirit Tumbuhnya Semangat NKRI

0

BLORA.-

Suasana di halaman kantor PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora, Senin (25/4/2022) berubah seperti “Pasar Sembako Tiban”. Di halaman kantor yang beralamat di Jl. Sudarman, Blora itu dipenuhi para kaum duafa yang akan menerima bantuan sembako.

Seperti hendak mengukir sejarah, pada Ramadhan 1443 Hijriah ini PWRI Kabupaten Blora menyalurkan 800 paket sembako dari BAZNAS dan Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

“Lebih dari 25 buah mobil dan becak ikut antri mengambil paket sembako dari bapak Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, untuk didistribusikan ke 29 titik penyaluran yang tersebar di seluruh pengurus PWRI Kecamatan dan kelurahan Kabupaten Blora,” ungkapnya, Rabu (27/4/2022).

Sementara itu di ruang pertemuan yang dipenuhi tumpukan paket sembako, juga berkumpul para perwakilan penerima bantuan dan tenaga pengakut untuk mengambil jatah bantuan paket sembako. Ditambah lagi kedatangan peserta rapat para pengurus PWRI Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan.

Suasana hingar-bingar yang diwarnai hiruk pikuk orang banyak itu ternyata tidak menimbulkan sumbu pendek atau kegaduan yang berujung timbulnya tawuran atau saling menghujat.

“Yang terjadi justru sebaliknya, mereka saling sapa yang disertai gelak tawa penuh nuansa persaudaraan serta kekeluargaan,” jelas Bambang Sulistya menggambarkan suasana penyaluran bantuan paket sembako di kantor PWRI Blora.

Usai kegiatan penyaluran bantuan sembako, pengurus PWRI melakukan rapat konsolidasi para pengurus PWRI Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan dalam menyambut dan merayakan Idulfitri 1443 Hijriah.

Dalam sambutan awalnya, Bambang Sulistya meminta kepada seluruh pengurus PWRI agar dalam menghadapi situasi sulit seperti saat ini tetap sabar dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah saat ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kabareskrim Polri Komjen Pol, Bapak Agus Andianto atas bantuan paket sembako semoga berkah dan amanah,” ujar Bambang.

Bambang berpesan, agar seluruh pengurus PWRI Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan dapat menyalurkan bantuan paket sembako kepada yang berhak atau orang yang kurang beruntung.

“Tema dalam rapat konsolidasi adalah NKRI HARUS MUKTI. Mengapa tema tersebut saya pilih karena di saat ini banyak berita hoaks dan negatif yang dapat menggerus rasa Kebangsaan kita,” tegasnya.

Menurut mantan Sekda Blora itu ada kesan, persatuan dan kesatuan bagnsa mulai rapuh. Karena itu perlu ada revitalisasi sebagai motivasi dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

Mukti lanjut Bambang, dalam kamus Bahasa Indonesia memiliki arti yang beragam bisa berhasil, berani, bahagia dan makmur.

“Dalam hal ini saya memiliki dan menitipkan sebuah harapan kedepan, Negara Kesatuan Republik Indonesia harus Mukti (Makmur) karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang taat beribadah,” terangnya.

“Untuk mewujudkan hal tersebut saya teringat petuah KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym yang dikenal sebagai seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku, pengusaha dan pendiri pondok pesantren Daarut Tauhiid di Bandung,” tambahnya.

Slogan spiritual, “mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil dan mulai saat ini untuk berbuat kebaikan”.

“Sejalan dengan itu, mari mulai dari kita masing masing sebagai warga negara yang baik harus mau menanamkan semangat bersama kita bisa dengan mengimplementasikan Akronim NKRI dalam kehidupan nyata,” paparnya.

Mulai dari huruf, (N)-Niat baik harus mendasari dalam setiap melangkah dan berkiprah serta selalu memberi manfat kepada orang lain hendaknya menjadi motivasi diri kita dalam hidup dan kehidupan di masyarakat.

Mulailah diyakini bahwa kegiatan berbagi/sedekah/kepyur menjadi kebutuhan hidup kita dan merupakan tindakan mulia yang sangat disukai Tuhan yang Maha Kuasa.

“Ingat masih banyak saudara saudara kita yang belum beruntung berada disekitar lingkungan kita yang perlu mendapatkan uluran tangan,” jelasnya.

Demikian pula melalui momentum bulan Ramadan stop menebarkan berita hoaks, budaya ngerumpi apalagi provokasi dengan menebar berita sara dan anti toleransi.

Selanjutnya huruf (K)-Komitmen kita adalah Kita semua saudara sebangsa dan setanah air Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

“Kalau dalam lingkup saat ini kita saudara dalam keluarga besar Persatuan Wredatama Seluruh Indonesia,” sambungnya.

Oleh karenanya, ciptakan rasa kekeluargaan, persaudaraan, kebersamaan dan senasib sepenanggungan dengan semangat untuk saling Asih (mengasihi,menyayangi dan mencintai), Saling Asah (menajamkan kemajuan dan mengasah akal,rasa,dan karsa) Saling Asuh (membimbing, ngemong dan tenggang rasa).

Kearifan budaya lokal tersebut memiliki nilai moral kebaikan dalam membangun keguyuban, kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan di masyarakat.

(R)-Rajinlah melakukan silahturahmi kepada siapapun terutama bersilahturahmi kepada kaum duafa. Ketika sedang bersilahturahmi niat kita untuk beribadah. Kunci dalam bersilahturahmi kita harus banyak mendengar, banyak memuji apalagi bisa memberi solusi dan jadikan hikmah yang akan membawa berkah.

“Hurup terakhir, (I)-Ingat sebuah sesanti bersatu kita teguh berselisih kita runtuh,” tuturnya.

Untuk itu hindari statemen atau pernyataan negatif dan tumbuhkan semangat “Bhinneka Tunggal Ika” agar menjadi perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia.

“Akhirnya kita sangat berharap bulan Ramadan 1443 H menjadi modal dan spirit tumbuhnya semangat kebangsaan NKRI HARUS MUKTI,” kata Bambang Sulistya. (*).

Turunkan Penumpang di Luar Terminal, Bus Galatama Diduga Langgar Izin Trayek

0

BLORA.-

Bus penumpang PO. Galatama No. Pol H-7091-OA jurusan Jakarta-Cepu, Rabu (27/04/2022) dipergoki awak bus lain mengantar penumpang hingga Ngori di wilayah Ngraho, Bojonegoro, Jawa Timur.

Hal itu mendapat reaksi keras dari awak bus PO. Gununung Mas jurusan Cepu-Ngawi, karena sesuai aturan trayek harusnya 17 penumpang itu diturunkan di terminal Cepu sebagai tujuan akhir.

“Mestinya semua penumpang diturunkan di Terminal Cepu, dan untuk menuju Ngraho dilanjutkan dengan menggunakan bus lain yang memiliki trayek jurusan Cepu-Ngawi,” ujar Rusmanto, petugas PO. Gunung Mas yang ditempatkan di Terminal Cepu, Rabu (27/04/2022).

Dari beberapa penumpang PO. Galatama diperoleh keterangan bahwa untuk bisa diturunkan di Ngraho, mereka dikenakan biaya tambahan hingga Rp 25 ribu per orang dari harga tiket normal jurusan Jakarta-Cepu.

Atas pelanggaran itu, Direktur Utama PT. Gunung Mas Trans, Hari Prajitno juga sudah melayangkan surat pengaduan yang ditujukan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Blora. Dalam suratnya, atas nama PO. Gunung Mas dia minta kepada Dishub untuk memberikan teguran kepada PO. Galatama karena sesuai izin yang dimiliki perusahaan oto bus itu melayani trayek Jakarta-Cepu (Blora/Jawa Tengah).

“Seharusnya menurunkan penumpangnya di terminal Cepu. Perusahaan kami merasa dirugikan atas tindakan tersebut,” ujar Hari.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp-nya, kepala terminal Bus Cepu, Emi Eko Gestriyanti hingga berita ini diturunkan tidak memberikan jawabannya. (*)

Desa Tanggir Gelar Musdes Penetapan Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah Tahun 2022

0

BOJONEGORO.-

Pemerintah Desa Tanggir Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah Tahun 2022. Musdes dipimpin Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Tanggir, bertempat di balai desa setempat, Kamis (21/4/2022).

Kepala Desa Tanggir, Wiwik Murtiningsih mengatakan, Musdes Penetapan Data Mandiri Masyarakat Miskin tahun ini merupakan yang kedua. Musdes pertama dilakukan tahun 2021 lalu. Sedangakan tujuan Musdes yakni menetapkan data jumlah penduduk miskin di Desa Tanggir. Wiwik Murtiningsih merasa senang karena jumlah warga miskin di desanya tahun ini menurun . Pada tahun 2021 lalu jumlah masyarakat miskin di Desa Tanggir sebanyak 145 KK (Kepala Keluarga), sedangkan pada tabun 2022 menyusut tinggal 99 KK. Menurut data yang ada, jumlah KK di Desa Tanggir sebanyak 455 KK tersebar di Dusun Tanggir, Dusun Kampak dan Dusun Wengker.

”Kami bersyukur karena jumlah warga miskin di Tanggir menurun. Artinya tingkat kesejahteraan masyarakat terus meningkat seiring berkembangnya waktu. Dan saya selaku Kepala Desa senantiasa berdo’a agar ekonomi masyarakat terus berkembang lebih baik,” kata Wiwik Murtiningsih kepada korandiva.co usai acara Musdes.

Menurut Wiwik Murtiningsih, penduduk di Desa Tanggir mayoritas pekerjaannya adalah petani. Sehingga pihak pemerintah desa sangat hati-hati didalam menetapkan jumlah masyarakat miskin. Sebelum melakukan penetapan data masyarakat miskin, pihak desa lebih dulu melakukan pengecekan langsung ke rumah warga. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahan yang dimungkinkan bisa menimbulkan kecemburuan antar sesama warga desa. Sedangakan kriteria masyarakat miskin antara lain rumah warga masih berlantai tanah, tidak memiliki sepeda motor dan tidak memiliki hewan piaraan sapi.

”Setelah data yang diperoleh dianggap valid kemudian ditetapkan dalam Musdes. Selanjutnya data tersebut dikirim ke Pemkab Bojonegoro melalui kantor Kecamatan Malo,” kata wanita yang menjabat Kades untuk periode kedua ini.

Musdes Penetapan Data Mandiri Masyarakat Miskin di Desa Tanggir ini dihadiri Kasi Sosial Kecamatan Malo, Ruju, Kepala Desa Tanggir beserta perangkat desa, Ketua BPD Tanggir, Sulhadi, beserta anggota, para Ketua RT dan Ketua RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan Karang Taruna Desa Tanggir. (*)

Jelang Hari Raya, Warga Miskin di Desa Tanggir Terima BLT

0

BOJONEGORO.-

Kepala Desa Tanggir, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Wiwik Murtiningsih, menyerahkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada 76 orang warga miskin Desa Tanggir yang berhak menerima, Senin (25/4/2022). Menurut Kepala Desa Tanggir, BLT yang diserahkan berasal dari Dana Desa (DD) Desa Tanggir tahun anggaran 2022. Penyerahan BLT DD dilakukan di Balai Desa setempat disaksikan oleh perangkat desa dan pendamping desa, Moh. Kharis.

”Bantuan langsung tunai yang kita serahkan kepada warga tidak mampu diharapkan dapat meringankan beban mereka di bulan puasa dan hari raya,” kata Wiwik Murtiningsih.

Raut wajah warga Desa Tanggir penerima BLT l, baik laki-laki maupun perempuan, tampak berbinar-binar karena mereka menerima bantuan dari pemerintah pada saat kebutuhan masyarakat meningkat menjelang hari raya idul fitri.

”Saya merasa senang dan berterima kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan,” kata Surtini (66), warga RT. 04 Desa Tanggir yang menerima BLT. Hal senada juga disampaikan oleh Sri Murni (63), warga RT. 03 Desa Tanggir.

‘’Menerima bantuan ya pasti senang, Pak. Bisa kami gunakan untuk belanja kebutuhan pokok menjelang hari raya,” kata Sri Murni.

Sementara itu Yahmanto (63), warga RT. 02 Desa Tanggir juga menyampaikan terima kasih kepada Pemdes Tanggir yang memberikan bantuan langsung tunai. Yahmanto tinggal di rumah berdua bersama istrinya. Ia mengatakan, BLT yang diterimanya akan digunakan untuk membeli kebutuhan hari raya seperti beli baju dan jajanan untuk suguhan tamu yang berkunjung ke rumahnya.

Menurut Kades Wiwik Murtiningsih, warga tidak mampu di Desa Tanggir masing-masing mendapat BLT-DD selama tiga bulan berturut-turut. Untuk setiap bulannya mereka menerima Rp 300.000,- ”Sehingga masing-masing orang mendapatkan sembilan ratus ribu selama tiga bulan,” ungkapnya. (*)

Memalukan, PT REKIND Tunggak Pembayaran pada Subkon Proyek JTB

0

BOJONEGORO.-

Kasak kusuk soal kinerja PT REKIND (Rekayasa Industri) yang hingga saat ini belum melunasi pembayaran pada Subkon Proyek JTB (Jambaran Tiung Biru) akhirnya sampai juga ke telinga Anggota DPR RI, Wihadi Wiyanto, S.H, M.H saat Kunjungan Kerja (Kunker) di wilayah kerja proyek JTB, Selasa (26/04/22).

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra yang berangkat dari Dapil Bojonegoro – Tuban, Wihadi Wiyanto saat berkunjung ke wilayah Proyek Migas di Blok Cepu dan JTB (Jambaran Tiung Biru) merasa sangat kecewa atas kinerja BUMN yang seperti itu.

“Sebenarnya saya sudah dengar lama, makanya saya langsung terjun ke lapangan untuk mengetahui fakta yang sebenarnya,” kata Wihadi kepada korandiva.co

Menurut Wihadi, sudah banyak Subkon yang mengadu kepadanya. Mereka seakan mau dimatikan secara perlahan karena uang yang mereka pakai untuk ikut mendukung proyek JTB juga sebagian besar dari pinjam bank.

“Bagaimana mereka bisa hidup jika diperlakukan seperti ini oleh REKIND, maksudnya apa?” ucapnya dengan nada geram.

“Jika ada kesulitan segera carikan solusi, silahkan dibicarakan tentang kendala-kendalanya, bukan malah berkepanjangan seperti ini,” tambahnya.

Lebih marah lagi karena Wihadi tau, bahwa subkon-subkon itu bukanlah orang-orang kaya yang memiliki modal melimpah. “Mereka sebagian besar pengusaha lokal yang ingin mendukung proyek negara, tapi ya jangan diperlakukan seperti ini,” ucapnya ketus.

“Harus segera dibayarkan,
Karena pembayaran dari Pihak PEPC (Pertamina EP Cepu) sudah terselesaikan, Wihadi minta tagihan subkon segera dibayar. “Jika REKIND belum juga melunasi pembayaran pada subkon-subkon itu berarti ada yang bermain di air keruh dan dia harus bertanggung jawab,” jelasnya.
Wihadi berpesan, jangan sampai proyek selesai namun masih meninggalkan persoalan apalagi soal pembayaran terhadap Subkon, karena bisa berpengaruh terhadap gaji para pekerja lokal khususnya.
Wihadi menegaskan, bahwa proyek JTB sudah tinggal 3 Persen, dan waktunya tinggal sekitar tiga empat bulanan. Karena itu Wihadi minta sebelum meninggalkan Bojonegoro, PT. REKIND harus sudah melunasi tunggakan tunggakan terhadap rekanan, karena REKIND harus bertanggungjawab atas kelangsungan hidup mereka.
“Saya juga mendapat laporan banyaknya para pekerja yang telat menerima gaji, bahkan tidak sedikit yang sambat karena terlambatnya gaji akibat pembayaran belum terpenuhi,” terangnya.
Wihadi juga mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan Pihak PEPC agar menyelesaikan pembayaran kepada PT Rekind, akan tetapi setelah di lakukan pengecekan, ternyata pihak PEPC telah melakukan pembayaran kepada Rekind.
“Jika sudah tidak ada upaya atau itikad baik dari REKIND, maka dari pihak subkon atau vendor bisa melaporkan ke jalur hukum, dan Rekind harus transparan akan soal pembayaran jangan sampai ada yang dirugikan apalagi masyarakat Bojonegoro,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, salah satu perwakilan dari Subkon menyampaikan, “REKIND sudah tidak punya itikad baik menyelesaikan kewajibannya terhadap Subkon. “Mereka hanya menggelar sandiwara saja,” kata Haryono dari CV Jaya Abadi Catering (JAC).
Menurut Haryono, hal seperti ini tidak bisa ditolelir, negara harus ambil alih masalah ini. “Jangan hanya mendengarkan keluhan para Subkon lantas menguap begitu saja,” ungkap pria yang juga pegiat sebuah lembaga swadaya masyarakat itu.
Haryono berharap semua pihak turun kelapangan, pemerintah daerah, propinsi, pusat, aparat penegak hukum, para Subkon, REKIND dan juga PEPC untuk duduk bersama agar nanti terungkap apa yang sebenarnya terjadi.
“Jika PEPC menyatakan sudah bayar, lantas apakah uangnya lenyap dimakan setan belang hingga Subkon tidak terbayar,” kata Haryono geram.
Haryono mencontohkan, REKIND memiliki kewajiban bayar pada CV JAC sebesar 1,6 Milyard, jika pembayaranya tertunda terus apa mereka mau bayar bunganya di bank.
“Modal sebesar itu tidak berupa batu dan pasir tapi uang beneran. Itu juga sebagian besar uang dari hutang,” tandasnya. (*)