Beranda blog Halaman 206

Huda, Pemuda Desa yang Berhasil Kembangkan Jambu Kristal Bernilai Ekonomi Tinggi

0

BOJONEGORO.-

Jambu kristal merupakan buah unggulan yang banyak berkembang di berbagai daerah. Penyebaran jambu kristal meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Bengkulu dan NTB.

Daging jambu kristal bertekstur renyah menjadikan buah ini banyak digemari masyarakat. “Dengan tekstur yang tidak memiliki biji serta manis menyerupai karakteristik beberapa buah impor seperti apel dan pir, menjadikan jambu kristal banyak digemari oleh konsumen di perkotaan, “ujar Huda

Melihat kondisi tersebut, jambu kristal berpeluang menggantikan ketersediaan pir dan apel yang selama ini banyak diimpor dari luar negeri. “Tingginya nilai impor pir dan apel yang diperkirakan bernilai Rp 6,9 triliun pada 2018 adalah peluang pasar yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh para petani dalam negeri untuk memaksimalkan produksi jambu kristal,” jelas Huda.

“Dengan pemeliharaan yang baik, jambu kristal dapat dipanen sepanjang tahun sehingga dapat tersedia di pasar tanpa mengenal musim,” tambahnya.

Huda menjelaskan bahwa pemerintah saat ini telah menjadikan jambu kristal sebagai salah satu komoditas buah unggulan nasional. Sudah banyak program yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian terkait dengan jambu kristal sejak 2012 sampai sekarang. Paket bantuan tersebut mulai dari bantuan benih, saprodi, rumah kemasan, alat pascapanen dan lainnya.

“Bahkan saat ini sudah mulai banyak petani yang mengembangkan jambu kristal secara swadaya karena usaha jambu kristal ini memiliki peluang usaha sangat menjanjikan,” imbuhnya.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan petani dan petugas untuk menghasilkan jambu kristal berkualitas baik, Ditjen Hortikultura melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penerapan Teknologi Budidaya Jambu Kristal dengan mengundang petani dan petugas dari beberapa sentra produksi.

Huda berharap melalui kegiatan pengembangan kawasan, jambu kristal di Bojonegoro semakin meluas sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Karena menurutnya jenis tanaman ini masih jadi kegemaran dan belum dikelola menjadi pendapatan harian. Pasarnya bagus, dan kebutuhanya terus meningkat. Kata pemuda yang belum lama ini melepas masa lajangnya dengan mempersunting gadis bernama Alifia yang juga punya kegemaran yang sama.

Huda, seorang pemuda dan juga pelaku usaha dari Desa Ringintunggal Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro telah mantap menekuni usaha budidaya jambu kristal pada lahan yang tidak begitu luas, yaitu 1.000 meter persegi yang terletak di belakang rumahnya tersebut.

Huda menjelaskan, bahwa kunci sukses dalam budidaya jambu kristal adalah perawatan yang intensif dengan cara pemberian pupuk yang rutin, pemangkasan, sanitasi kebun dan pengendalian OPT.

Secara genetik, jambu kristal akan lebih cepat tumbuh dibandingkan jambu biji lainnya, tanaman yang berusia 5-6 bulan sudah mampu menghasilkan buah. “Salah satu kelebihan tanaman ini adalah dapat dipanen sepanjang tahun dan tidak tergantung musim, namun panen raya bisa dilakukan 3 kali dalam setahun,” ungkap Huda.

Jambu kristal ini dijual dengan harga Rp 13.000–16.000 ribu per kg dan pemasarannya meliputi pasar-pasar lokal di daerah Bojonegoro Setelah usahanya mulai menanjak dari sisi produksi dan mutu, Huda mulai melebarkan pemasarannya hingga ke suplier supermarket hingga ke beberapa outlet buah.

“Tiap minggu saya mampu menjual 5 kuintal dari 300 pohon. Untuk memenuhi permintaan pasar, saya bekerjasama dengan warga yang usaha jambu kristal dilingkungan setempat,” paparnya.

Untuk menghasilkan buah yang mulus, Huda menerangkan bahwa perlu dilakukan pembungkusan dengan menggunakan styrofoam dan plastik. Hama yang banyak menyerang buah ini adalah lalat buah, kutu putih dan ulat daun. Lalat buah lah yang menyebabkan kualitas buah rendah dan ditolak oleh pasar.

Salah satu cara sederhana tetapi ampuh untuk mengatasi hama lalat buah dengan pembrongsongan. Dengan penerapan budidaya yang baik, dirinya optimis mampu menghasilkan buah jambu kristal bermutu baik sesuai dengan permintaan pasar.

“Harapan kedepan perluasan pasar akan semakin berkembang tidak hanya untuk memenuhi pasar lokal dan pasar modern, tetapi juga perlu penjajagan untuk pasar luar negeri. Jika kepastian pasar sudah terjamin, petani tidak akan ragu dalam budidaya jambu kristal,” tutup Huda dengan optimis. (*)

Tepis Isu terkait SK Menteri LHK, Paguyuban LMDH KPH Padangan Menggelar Rakor

0

BOJONEGORO.-

Dengan munculnya berbagi isu yang berseliweran di beberapa media terkait terbitnya Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.287/MENLHK/SETJEN/PLA.2/4/2022 tentang KHDPK (Kawasan hutan Dengan Pengelolaan Khusus), PLMDH (Paguyupan Lembaga Masyarakat Desa Hutan) KPH Padangan merespon hal tersebut dengan menggelar rapat koordinasi dengan jajaran ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) bersama Perum Perhutani KPH Padangan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Sabtu (30/04/22).

Hal itu sebagai upaya agar tidak terjadi keresahan di dalam masyarakat khususnya petani hutan.

Rapat di pimpin ketua PLMDH (Paguyupan Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Marjianto SH yang di hadiri oleh ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dari 5 Kecamatan yaitu Purwosari, Tambakrejo, Padangan, Ngraho, Margomulyo serta perwakilan dari Perum Perhutani KPH Padangan yang diadakan di Desa Malingmati Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro.

Dalam rapat PLMDH melakukan pembahasan untuk mengambil sikap dalam menghadapi regulasi baru tentang perubahan skema perhutanan sosial dari Kulin KK (Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan) dan IPHPS (Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial) menjadi KHDPK (Kawasan hutan Dengan Pengelolaan Khusus) dan KKPP (Kemitraan Kehutanan Perhutani Produktif). Rapat PLMDH memutuskan sebagai warga Negara yang baik dan juga sebagai Lembaga Masyarakat yang taat hukum tetap mengikuti dan mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dengan bertransformasi menjadi badan usaha dan terbentuklah Koperasi PLMDH Serba Usaha “Rimba Sejahtera Mandiri”.

Terpilih sebagai Ketua Koperasi adalah Saudara Heli Supangat, salah satu Ketua LMDH, Koperasi tersebut sebagai wadah kerja sama perubahan skema pehutanan sosial.

Dikonfirmasi terpisah, Marjianto SH menjelaskan bahwa dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut, kita perlu mengambil sikap dan langkah untuk mempersiapkan diri, karena Akhir–akhir ini banyak mendengar tentang perubahan skema perhutanan sosial dari Kulin KK dan IPHPS menjadi KHDPK dan KKPP, KHDPK (Kawasan hutan Dengan Pengelolaan Khusus) sendiri menurut pemahaman saya dan membaca dari salinan PP. no 23 Tahun 2021, Permen LHK no 09 tahun 2021 merupakan sebuah skema perhutanan sosial yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau Hutan Hak/Hutan Adat yang dilaksanakan oleh Masyarakat Setempat atau Masyarakat Hukum Adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

Menjaga keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat dan kemitraan kehutanan. Jadi dapat disimpulkan bahwa hutan yang dikelola dibawah KLHK nantinya berbentuk hutan seperti yang disebutkan di atas (hutan 5 jari).

Menurut Permen LHK No 09 tahun 2021, Ijin Perhutanan sosial yang dimaksudkan di skema terbaru diberikan kepada perseorangan, kelompok tani atau gabungan kelompok tani, dan atau koperasi masyarakat. Bagaimana dengan LMDH ? Mereka bisa tetap eksis sebagai kelompok masyarakat berbasis petani hutan atau bisa juga bertransformasi menjadi badan usaha (koperasi) yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan skema KKPP (Kemitraan Kehutanan Perhutani Produktif)?

Skema KKPP adalah sebuah langkah yang diambil oleh Perhutani untuk menata kembali areal kerja Perhutani dalam perhutanan sosial. Perhutani lebih memfokuskan pada bisnis perhutanan yang produktif serta memiliki model kerja bussiness to bussiness dengan mitra.

Dengan model kerja tersebut, Perhutani berharap mitra dapat juga bertransformasi menjadi kelompok berbadan hukum dan bussiness oriented. Entah itu berupa koperasi, CV atau PT.

Mana yang lebih baik, KHDPK atau KKPP ?

Menurut saya baik KHDPK maupun KKPP, semua memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Tidak bisa kita membandingkan kedua skema ini secara apple to apple karena dua skema ini memiliki pendekatan yang berbeda walaupun memiliki tujuan yang sama yaitu hutan lestari dan rakyat sejahtera.

KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dengan skema KHDPK membuka kesempatan kepada masyarakat secara langsung untuk bekerja sama dengan pemerintah dan mencapai kesejahteraan bersama.

Sedangkan KKPP milik perhutani menyasar kepada ketahanan pangan, kemudahan menyalurkan hasil panen dan atau kemudahan akses permodalan dengan bermitra secara profesional bisnis.

Jadi kesimpulannya, yang bisa dilakukan sebagai subyek kebijakan ini adalah tetap tenang, cermati Regulasi yang akan dilaksanakan tutur Marjianto mengakhiri wawancaranya dengan korandiva.co (*)

Saran dari Rizal Ramli untuk Pemimpin yang Sudah Jadi Bebek Lumpuh

0

JAKARTA.-

Menjelang masa kepemimpinan yang habis, seorang pemimpin biasanya akan menjadi “bebek lumpuh”. Disebut bebek lumpuh lantaran omongannya sudah tidak dianggap dan tidak lagi memiliki wibawa karena perintah tidak dilaksanakan oleh bawahannya.

Tokoh senior DR. Rizal Ramli mengatakan bahwa fenomena ini biasa terjadi di negara-negara barat setiap enam bulan sebelum masa jabatan seorang pemimpin berakhir.

Namun demikian, dia merasa heran dengan yang terjadi di tanah air. Sebab, Presiden Joko Widodo seolah sudah mengalami fase tersebut. Padahal, masa jabatannya masih efektif hingga 2 tahun lagi.

“Masih 2 tahun lagi, Jokowi sudah bagaikan ‘Lame Duck’ (Bebek Lumpuh): sudah tidak effektif, keputusan-keputusannya banyak ngawur dan diabaikan oleh pejabat-pejabat di bawahnya,” ujarnya lewat akun Twitternya pribadinya, @RamliRizal pada Minggu (8/5).

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini mengaku mendapat banyak pertanyaan dari warganet usai memberi pendapat tersebut.

Pertanyaan itu tentang hal apa yang perlu dilakukan agar bangsa dan rakyat tidak dirugikan jika pemimpin sudah bebek lumpuh. Apalagi fase itu akan dialami hingga 2 tahun ke depan.

Rizal Ramli menjawab ringan. Yang dibutuhkan hanya ketegasan pemimpin untuk bersih-bersih kabinet.

“Reshufle menteri-menteri KKN dan nirprestasi tidak punya nyali,” tutupnya. (*)

Omongannya sudah Tidak Didengar Bawahannya, Jokowi Disebut Seperti Bebek Lumpuh

0

JAKARTA.-

Ketua Umum Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) seolah tak lagi dianggap sebagai pemimpin negara.

“Presiden @jokowi tampaknya sudah tak lagi dianggap sebagai pemimpin negara.Alamak!,” tulisnya dalam akun sosial medianya, Selasa, (26/4/2022).

Pasalnya kata dia, kebijakan larangan ekspor CPO telah dibantah oleh Dirjennya sendiri.

“Bagaimana tidak, presiden telah resmi melarang ekspor Migor dan CPO, tapi omongan presiden dibantah hanya sekelas dirjen,” ujarnya.

“Presiden @jokowi sudah seperti “Bebek Lumpuh”, tak didengar dan diikuti,” imbuhnya.

Diketahui, Kebijakan larangan ekspor CPO diambil Jokowi setelah Kejaksaan Agung menetapkan tersangka impor CPO ilegal, salah satunya dari Kementerian Perdagangan.

Sementara dalam surat Dirjen Perkebunan tertanggal 25 April nomor 165/KB. 020/B/07/2022 perihal harga TBS pasca pengumuman Presiden tentang pelarangan ekspor RDB Palm Olein.

Salah satu poinnya berbunyi: “Perlu ditegaskan bahwa CPO tidak termasuk kedalam produk sawit yang di larang ekspor. Pelarangan ekspor hanya diterapkan kepada RBD Palm Olein (tiga pos tarif) (a).1511.90.36 (RBD Palm Oil dalam Kemasan berat bersih tidak melebihi 25 kg, (b) 1511.90.37 (Lain-lain, dengan nilai lodine 55 atau lebih tetapi kurang dari 60) dan (c) 1511.90.38 (lain-lain). (*)

Indonesia Tahun Ini Berangkatkan Haji

0

JAKARTA.-

Kementerian Agama memastikan bahwa umat Islam Indonesia akan diberangkatkanuntuk menjakani ibadah haji ke tanah suci Makkah dan Madinah.

Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag pun merilis daftar nama jemaah haji reguler yang berhak berangkat tahun ini.

Dirjen PHU Hilman Latief menjelaskan bahwa untuk daftar nama yang ditetapkan bisa berangkat menjalani ibadah haji bisa dicek di laman resmi www.haji.kemenag.go.id.

Pihaknya, kata Hilman sudah melakukan verifikasi nama calon jemaah reguler. Data para jemaah yang sudah diverifikasi sudah didistribusikan ke Kantor Wilayah Kemenag di seluruh Indonesia.

“Daftar nama tersebut sudah diumumkan dan dikirim ke Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia untuk segera ditindaklanjuti,” terang Hilman di Jakarta, Minggu (8/5).

Proses verifikasi itu, kata Hilman, dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah yang berangkat memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Saudi, yaitu: mereka yang berusia paling tinggi 65 tahun 0 bulan per tanggal 30 Juni 2022 serta sudah menerima vaksinasi Covid-19.

“Saya minta, jemaah yang sudah ditetapkan berhak berangkat tahun ini segera mempersiapkan diri dengan baik. Jangan lupa melakukan konfirmasi keberangkatan pada bank tempat mendaftar,” pesan Hilman.

“Jemaah dapat melakukan proses konfirmasi dari 9 – 30 Mei 2022,” imbuhnya.

Hilman mengatakan bahwa Arab Saudi menetapkan kuota haji Indonesia tahun ini hanya 100.051. Jumlah ini terdiri atas: 92.825 kuota jemaah haji regular, 7.226 kuota jemaah haji khusus, dan 1.901 kuota petugas.

Dikatakan Hilman, semuanya berkurang dari kuota normal sehingga tentu saja ada jemaah yang sudah melunasi pada tahun 2020 tapi belum bisa berangkat tahun ini.

“Saya berharap semua saling memberi semangat. Jemaah yang berangkat memberi semangat kepada yang belum berangkat dan mendoakan semoga segera mendapat giliran. Demikian juga jemaah yang belum berangkat, memberi semangat pada mereka yang akan berangkat tahun ini dan mendoakan semoga sehat dan mendapat haji mabrur,” harapnya.

Berkenaan dana haji, Hilman menegaskan bahwa itu tidak lagi dikelola Kementerian Agama, tapi oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Hilman menambahkan bahwa Kementerian Agama hanya mengelola biaya penyelenggaraan pada tahun berjalan setelah dibahas dan disepakati bersama dengan Komisi VIII dan BPKH. (*)

Bupati Anna: Idul Fitri Momentum Merajut Kebersamaan Seluruh Anak Bangsa

0

BOJONEGORO.-

Usai melaksanakan Sholat Idul Fitri 1443 H/2-Mei-2022 di Masjid Besar Baabushofa Sukorejo Bojonegoro. Bupati Anna Muawanah menyampaikan pesan kepada jamaah yang hadir, bahwasanya ldul Fitri merupakan momentum untuk mensucikan hati dan fikiran, mempererat persaudaran dan memperkokoh persatuan dan kesatuan di antara sesama anak bangsa.

“Karena hanya dengan semangat itu pula pembangunan di Bojonegoro yang kita laksanakan di berbagai bidang ini, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemukiman dan lingkungan, hingga sosial dan kemasyarakatan semakin cepat terwujud,” kata Bupati Perempuan Pertama di Bojonegoro ini.

Dengan demikian kesejahteraan akan dapat dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Bojonegoro yang selaras dengan komitment Kabupaten Bojonegoro Tahun 2022 yaitu, “Pembangunan Merata, Sejahtera Terasa”.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala dukungan dari seluruh warga Bojonegoro atas capaian pembangunan yang telah dilaksanakan,” ujar Bupati Anna.

Selain itu Bupati Anna juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan terus berusaha secara maksimal melaksanakan program penanggulangan kemiskinan, bebagai macam intervensi kebijakan dan kegiatan telah dilakukan sebagai sarana untuk mengurangi kesenjangan, menurunkan angka kemiskinan melalui upaya-upaya perlindungan sosial yang dapat mengurangi beban kelompok miskin dan rentan.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H, Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir Dan Batin,” pungkas perempuan yang juga ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro ini.

Hadir pula dalam Sholat Idul Fitri 1443 H di Masjid Baabusshofa, suami bupati Anna, Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar, Sekretaris Daerah (Sekda) Nurul Azizah dan beberapa Kepala Dinas. Dengan Imam Sholat idul fitri K. Warsidi dan sebagai Khotibnya adalah pengasuh Pondok Pesantren Al Fatimah Bojonegoro. (*)

PKN Blora Gelar Halal Bihalal Bersama Capraga

0

BLORA.-

Bertempat di Angkringan Seso (Kringso) Jepon Kabupaten Blora, lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN), Minggu (08/05/2022) menggelar acara halal bihalal bersama Capraga (Calon Perades Gagal).

Kurang lebih 50 orang hadir dalam kegiatan yang digelar cukup sederhana dalam suasana suasana kekeluargaan itu di halaman warung yang berlokasi di sebelah timur Batalyon 410 Blora.

Salah seorang anggota Capraga, Guntur mengatakan bahwa diadakannya kegiatan halal bihalal merupakan wujud silaturahim antara pengurus PKN dengan anggota Capraga.

“Tujuannya agar tetap kompak dalam memberantas kezholiman, dan pantang menyerah demi kebenaran,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PKN Sukisman mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran pengurus dan anggota PKN dalam acara halal bihalal tersebut.

“Kita ini saudara seperjuangan yang harus tetap dalam koridor, dan tetap melawan yang ilegal demi rakyat yang telah dibohongi oleh oknum yang telah bermain dan merekayasa masalah Perades di Blora,” tandas Sukisman.

Sukisman dalam sambutannya menyampaikan tiga hal. Pertama, mengajak semua yang hadir untuk saling memaafkan antar sesama anggota PKN dan Capraga.

“Apabila selama berinteraksi dalam bongkar kecurangan Perades ada salah kata dan tindakan itu wajar. Karena kita bergerak maka muncul gesekan, kalau diam mungkin tidak,” katanya.

Kedua, Kisman minta kepada seluruh anggota Capraga agar tetap solid karena gerakan perlawanan Perades di Blora juga diikuti oleh teman-teman Capraga Kabupaten Rembang dan Pati.

“Semakin besar dan luas gerakan perlawanan ini, akan semakin menjadi perhatian pemerintah pusat,” tambahnya.

Ketiga, Kisman berharap apa yang terjadi bisa menjadi awal pembelajaran buat semua yang hadir untuk bersama memberantas korupsi di Kabupaten Blora.

“Gerakan bisa dimulai dengan kawal Dana Desa melalui permohonan keterbukaan informasi publik terkait LPJ DD. Kemudian pengawasan APBD termamsuk Pinjaman Daerah 150 Miliar untuk pembangunan infrastruktur,” tandasnya.

Pemkab melalui Sekda, lanjut Kisman pernah berjanji akan melibatkan KPK dalam pengawasan proyek infrastruktur 2022, termasuk juga akan mengajak PKN untuk terlibat pengawasan dari unsur LSM.

Dalam kesempatan itu, peserta halal bihalal juga menyampaikan harapan besarnya agar kecurangan Perades di Blora bisa terbongkar.

“Kami dari Capraga juga sangat berterimakasih, karena sudah didampingi PKN selama ini. Dan, siap untuk bergabung dengan PKN,” ujar salah seorang anggota Capraga. (*)

Jelang Kupatan, Penjual Ketupat di Blora Banjir Pesanan

0

BLORA.-

Menjelang hari raya ketupat (kupatan), masyarakat di Kabupaten Blora sibuk menyiapkan makanan ketupat dan lepet yang dibuat dari bahan beras.

Ketupat adalah hidangan khas Jawa, yang terbuat dari beras dan dibungkus menggunakan anyaman daun kelapa muda membentuk persegi. Sementara lepet ketan merupakan jenis camilan yang terbuat dari beras ketan dan dicampur kacang merah.

Ada sebagian warga yang membuat sendiri ketupat dan ketan untuk hidangan keluarga, sepekan setelah hari raya Idul Fitri, tapi tidak sedikit para ibu rumah tangga yang tidak mau repot dan membeli ketupat serta lepet dalam bentuk makanan sudah jadi.

Hal itu dibenarkan oleh Sunardi, warga Blora yang yang sudah 10 tahun berdagang ketupat dan lepet di Desa Tempelan, Kecamatan Blora yang selalu mendapat pesanan ketupat dan lepet dari pelanggannya.

“Setiap hari raya ketupat saya selalu kebanjiran pesanan dari ibu-ibu warga sekitar Tempelan,” ujar Sunardi saat ditemui wartawan, Senin (07/05/2022). (*)

Sambut Pemudik di Masjid Agung, Bupati Blora Janjikan Pembangunan Infrastruktur di Tahun 2022

0

BLORA.-

Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP, M.SI, bersama Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST, MM, dan jajaran Forkominda, Senin pagi (2/5/2022) melaksanaan Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H di Masjid Agung Baitunur, Alun-alun Blora, Jawa Tengah.

Dari pendopo rumah dinas Bupati, rombongan berjalan kaki menuju Masjid Agung Baitunur yang berjarak sekitar 200 meter. Kedatangan pejabat Blora yang didampingi masing-masing keluarga pada pagi itu disambut pengurus takmir di depan masdjid.

Sebelum dimulai shalat Ied, terlebih dahulu diawali sambutan bupati Arief yang menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri, dan selamat datang para pemudik.

Pada kesempatan itu Bupati mengajak para pemudik dan mengajak para diaspora Blora untuk mendukung pelaksanaan pembangunan daerah.

“Selamat Hari Raya idul fitri 1 Syawal 1443 H untuk seluruh warga masyarakat Blora, mohon maaf lahir batin,” ucapnya.

“Selamat datang juga bagi para pemudik di kampung halaman. Maaf jika perjalanannya kurang nyaman karena memang masih banyak jalan rusak, dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur di tahun 2022,” tambah Bupati. (*)

Diduga Gangguan Jiwa, Wanita Hamil 8 Bulan Nekat Terjun dari Jembatan Kaliketek

0

BOJONEGORO.-

Warga Banjarjo dibuat gempar, Sabtu siang (30/4/2022). Gara-garanya ada wanita yang sedang hamil 8 bulan berusaha mengakhiri hidupnya dengan lompat dari jembatan kaliketek. Untung ada seorang penambang pasir yang melihatnya lantas memberikan pertolongan.

Di tempat kejadian, seorang warga berkata pada korandiva.co bahwa wanita yang berniat bunuh diri itu diduga punya riwayat gangguan jiwa sejak remaja. Wanita yang ditengarai berasal dari Desa Jampet Kecamatan Ngasem Kebupaten Bojonegoro Jawa Timur itu nekat terjun dari jembatan kaliketek dan terseret aliran sungai Bengawan Solo.

Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, kejadian berawal saat korban yang bernama Anis (31) dalam kondisi hamil tua, pamit mau pijat di wilayah sekitaran jembatan kaliketek turut Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro.

Anis, warga Desa Jampet Rt 01, Rw 01, Kecamatan Ngasem itu diselamatkan oleh seorang penambang pasir sebut saja Damin, yang kebetulan saat itu curiga melihat seorang wanita yang mondar mandir di atas jembatan dan tidak lama kemudian mencoba bunuh diri dengan terjun dari jembatan.

Melihat kejadian itu, warga sekitar jembatan beramai-ramai melakukan pertolongan. Dan, tidak lama anggota dari BPBD datang ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Hingga berita ini ditulis, korban sedang berada di RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro untuk penanganan medis lebih lanjut.

Dikonfirmasi terpisah, Sukisno S.M, Kepala Desa Jampet membenarkan bahwa kejadian percobaan bunuh diri di aliran bengawan solo tepatnya di jembatan kaliketek tersebut adalah warganya.

“Iya benar, Mas. Itu warga saya yang bernama Anis, semoga mbak Anis tidak apa-apa sekarang dari pihak orang tua maupun keluarga semua ada di RSUD Bojonegoro,” ucap Sukisno sesaat setelah kejadian.

Sukisno menjelaskan, bahwa Anis yang melakukan percobaan bunuh diri di jembatan kaliketek tersebut punya penyakit hilang ingatan sejak sekolah SMP.

“Ya depresi berat anaknya, dan tadi saya dikabari dari pihak keluarga korban saat ini Anis sudah sadarkan diri dan sedang dalam penanganan medis dokter rumah sakit. Semoga semua baik-baik saja,” tuturnya. (*)