Untuk Kegiatan Ziarah Masal, Warga Desa Bogorejo-Japah Bangun Joglo Makam

BLORA.-

Pembangunan Joglo Makam di Desa Bogorejo Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, akhirnya selesai pada Desember 2022. Proses pembangunan joglo yang dimulai Maret 2022 itu terkesan lama dikarenakan pendanaanya secara bertahap.
Seorang tokoh masyarakat setempat, Edi Ngarpan mengatakan bahwa pembangunan joglo makam itu merupakan inisiatif warga desa yang diprakarsai oleh dirinya bersama tomas yang lain seperti Surawi, Pur, Lasman, dan Sukardi.
“Tokoh agama juga dilibatkan seperti H. Sarijan, Pak Tarmin, Pak Yus, Pak Sabar, dan Pak Mahin. Dibantgu adik-adik karang taruna yaitu Lasmito, Feri, dan Domo,” paparnya.
Menurut Ngarpan, pembangunan joglo makam ini dimaksudkan untuk memfasilitasi kegiatan ziarah masal atau nyadran yang biasa dilaksanakan pada awal Ramadan dan akhir Ramadan (Idul Fitri).
Bangunan joglo berukuran 9 meter x 10 meter itu menelan biaya Rp 127.720.500. “Semua itu hasil sumbangan dan gotong royong dari masyarakat Desa Bogorjo, ditambah bantguan dari warga perantauan dari Jakarta sebesar Rp.19.475.550,” tambahnya.
Ditegaskan oleh Ngarpan, bahwa pembangunan joglo makam ini tidak ada campur tangan Pemerintahan Desa, karena sudah pernah diajukan ke Kades Bogorejo tetapi tidak ada respon.
“Semoga bagunan joglo ini bisa memberi manfaat untuk warga Desa Bogorejo kususnya, masyarakat luas pada umumnya. Dan bisa menjadi contoh warga desa lain. (*)

Mayat Wanita Bersimbah Darah Ditemukan di Hotel K, Blora

BLORA.-

Seorang wanita ditemukan tewas bersimbah darah di salah satu hotel di Blora, tepatnya di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Selasa (17/1/2023). Kapolsek Tunjungan AKP Dwi Nur Edi menuturkan pihaknya masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan ini. Dia menjelaskan polisi baru menerima laporan penemuan mayat wanita bersimbah darah tersebut sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.
“Kita langsung meluncur dan mengamankan TKP,” terangnya.
Kapolsek menjelaskan, mayat wanita bersimbah darah tersebut sudah dievakuasi ke rumah sakit. Mayat diduga korban pembunuhan ini akan diautopsi.
Beberapa petugas berada di lantai 2 hotel yang berlokasi di jalan raya Blora-Purwodadi itu untuk melakukan olah TKP. Penghuni hotel dan sejumlah karyawan terlihat duduk di teras depan kamar.
“Saya tidak tahu, Mas, saya pas tidur. Pagi-pagi sebelum subuh ada yang teriak-teriak minta tolong,” terang salah seorang penghuni hotel.
“Saya bangun mau subuhan, mendengar ada teriakan dari dalam kamar,” Katanya
“Saya tidak berani mendekat, takut, Mas,” ujar tamu yang menolak menyebutkan namanya itu.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Supritono ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (17/1/2023) mengatakan saat ini pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku. Terduga pelaku sempat kabur dan terekam kamera CCTV saat lari meninggalkan hotel tanpa mengenakan busana.
“Iya, terduga pelaku warga Maguwan. Masih kita kejar,” ujar Kasat. (*)

Embung Keruk di Randublatung, Setiap hari Tak Pernah Sepi Pengunjung

BLORA.-

Pesona alam Embung Keruk semakin memancarkan daya tariknya. Bendungan yang terletak di Dukuh Keruk Kelurahan/Kecamatan Randublatung, Kabupaten Bora itu setiap harinya tak pernah sepi dari pengunjung.
Khususnya di hari libur, banyak muda-mudi yang datang sekedar untuk menikmati panorama alam yang cukup indah dan sejuk karena lokasi bendungan seluas 22 hektar itu dikelilingi hutan yang cukup indah.
Fitriani, warga Plosorejo – Randublatung yang pada Minggu sore (15/1/2023) datang ke Embung Keruk bersama suaminya mengaku sudah sering datang ke bendungan yang pertama kali dibangun pada tahun 2005 itu.
“Biasanya sebulan dua kali saya ke sini, sekedar menikmati semilir angin di sekitar embung ini,” ujar wanita yang bulan lalu mengakhiri masa lajangnya itu.
Sebagaimana pernah diberitakan beberapa media, delapan bulan yang lalu Gebernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menebarkan bibit ikan sebanyak 8 kwintal pada bendungan yang sering digunakan untuk tempat latihan olahraga dayung itu.
Di sekitar Embung Keruk yang sekarang sudah menjadi obyek wisata di daerah Blora selatan itu, Ganjar Pranowo juga membantu bermacam macam bibit buah-buahan seperti alpukat dan nangka. Karena itulah Embung Keruk sekarang tidak pernah sepi dari pengunjung.
Selain muda-mudi, banyak juga para pemancing yang mendatangi Embung Keruk, khususnya pada malam hari.
Salah seorang pemancing bernama Suparjo mengaku hampir setiap malam datang embung bersama beberapa rekannya. “Saya hampir tiap malam mancing di sini, hasilnya lumayan banyak, Mas,” ujar warga Bulakan, Pilang, Randublatung itu. (*)

Sembilan Jam per Hari, Kegiatan Narasumber Anggota DPRD Blora Diduga Fiktif

“Janggal dan tidak masuk akal kalau ada anggota dewan jadi narasumber selama 120 jam dan 140 jam dalam satu bulan. Masak satu hari bisa 9 jam lebih jadi nara sumber. Apalagi pada Tahun 2021 masih pandemi kan tidak boleh ada kerumunan,” ujar Ketua Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) Blora, Sukisman.

***
Melihat anggaran narasumber yang dikeluarkan oleh sekretariat DPRD Blora mencapai Rp 10 miliar lebih Tahun 2021, Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) Blora tidak tinggal diam dan terus mengumpulkan data sebagai bahan bukti untuk dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH).

Pengakuan salah satu anggota dewan perihal besaran honor narasumber Rp 1 juta per jam, ditambah pernyataan Ketua DPRD Blora, Dasum yang menganggap honor narasumber anggota dewan sudah sesuai aturan langsung disanggah oleh Sukisman. Sesuai Perpres Nomor 33 Tahun 2020, karena penyelenggara kegiatannya adalah Setwan maka nara sumber anggota dewan honorariumnya sebesar 50 persen dari yang ditentukan oleh pemerintah.

“Karena anggota dewan yang menjadi narasumber atau pembahas berasal dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) penyeleng-gara, yaitu Setwan,” ujarnya.

Sukisman menganggap ada kejanggalan jika para wakil rakyat itu menggunakan tafsir full, yaitu 100 persen. Harusnya kalau penyelenggara intern honornya maksimal 50 persen. “Jadi kalau penyelenggara intern satuan kerja perangkat daerah ya honor tertinggi Rp 500 ribu per jam,” tadasnya.

Kejanggalan lain, banyak nara sumber yang pada bulan November dan Desember 2021 menggunakan waktu antara 120 dan 140 jam dalam sebulan.

“Itu sangat tidak masuk akal, dan data itu diduga fiktif. Hitungan saya dalam hitungan hari kerja efektif menjadi nara sumber 15 hari dalam sebulan. Kalau 140 jam dibagi 15 hari bisa sehari rata-rata 9 jam lebih jadi nara sumber. Selanjutnya kalau kita kaitkan Tahun 2021 adalah Pandemi maka kalau ada kegiatan yang bersifat kerumunan itu jelas melanggar PPKM,” pungkasnya.

Fadia Khalisha Putri, Satu-satunya Atlet Woodball dari Kabupaten Pati

PATI.-

Pada kejuaraan Bandung Open yang berlangsung mulai Tanggal 13 – 15 Januari 2023, nama Fadia Khalisha Putri tercatat menjadi satu-satunya atlet Woodball dari Kabupaten Pati. Kejuaraan Bandung Open yang digelar dalam rangka HUT Cavalry Woodball Championship itu berlangsung di Lapangan Woodball Giling Wesi Pusdikkav Padalarang Bandung Barat.
Menurut Kepala SMA Negeri 3 Pati, Suhartono, terpilihnya siswi kelas Khusus Olahraga (KKO) ini sebagai atlet woodball setelah ia mampu bersaing dengan 132 peserta lain dari 6 Propinsi yang mengikuti kejuaraan tersebut.
Terpilihnya Fadia sebagai atlet woodball merupakan prestasi tersendiri buat Kelas Khusus Olahraga (KKO), karena sebelumnya Cabang Olahraga (Cabor) Woodball belum termasuk cabang olahraga unggulan di Kabupaten Pati.
“Semoga tahun ini woodball mampu menyumbangkan medali dalam pagelaran Pekan Olahraga Propinsi (PORPROV) yang rencananya akan dipertandingkan di Kabupaten Jepara.
Suhartono mengaku bangga dengan keberhasilan Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang sudah dua tahun ajaran ini sel alu berhasil membawa nama harum SMA Negeri 3 Pati, baik di tingkat Nasional maupun Internasional.
“Semoga kedepan muncul bibit-bibit baru dari SMA Negeri 3 Pati yang mampu menjadi Atlet Nasional, bahkan Internasional yang dilahirkan dari Kelas KKO,” harapnya. (*)

Tanpa Menunggu Lama, Puskesmas Sambong Buka Pelayanan Vaksin Cepat

BLORA.-

Kurangnya minat warga masyarakat untuk mendapatkan layanan Vaksin di Puskesmas akibat menunggu lama, karena pihak Puskesmas masih menunggu pendaftar hingga berjumlah 10 orang. Hal itu disebabkan paket vaksin diperuntukkan 10 orang, kalau penggunaannya kurang dari 10 maka sisanya akan terbuang.
Namun sejak Sabtu, 7 Januari 2023, Puskesmas Sambong membuat terobosan yaitu layanan vaksin tanpa harus menunggu lama. Pelayanan vaksin cepat di Puskesmas Sambong dilaksanakan setiap Kamis dan Sabtu, mulai pukul 08.00 s/d 12.00 Wib.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sambong, Eny Purwaningsih STr Keb Bdn, bahwa warga yang ingin mendapatkan layanan Vaksin langsung bisa dilayani tidak menunggu 10 orang .
“Sekarang pelayanan Vaksin bisa langsung, tidak menunggu 10 orang,” ujarnya.
Kabar gembira ini langsung direspon oleh masyarakat yang belum vaksin, mereka antusias datang ke Puskesmas Sambong. Sementara petugas Puskesmas yang bertugas dr. Ovi, dan dibantu Nora, Alamal, dan Ade Rahmad. “Kami selalu siap memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin, juga untuk pelayanan vaksin yang ketiga yaitu Vaksin Booster,” ujar sang dokter.
Suntari, salah seorang warga yang ikut vaksin pada hari itu mengaku puas dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sambong.
“Saya puas dan senang telah dilayani dengan ramah oleh dokter dan petugas medis di Puskesmas Sambong,” ujar warga Pojokwatu, Sambong itu. (*)

KKN di Perhutani KPH Randublatung, 95 Mahasiswa UGM Praktek Pembuatan Tanaman Kehutanan

BLORA.-

Universitas Gajah Mada (UGM) menerjunkan sebanyak 95 mahasiswanya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Perhutani KPH Randublatung, Blora.

Mereka yang terdiri dari 42 orang laki-laki dan 53 orang perempuan itu akan melakukan praktek pembuatan tanaman kehutanan dengan didampingi dosen dari UGM.

Di lobi kantor Perhutani KPH Randublatung, Selasa (10/01/2023), puluhan mahasiswa UGM itu diterima langsung oleh Adminisratur Utama KPH Randublatung Dewanto S.hut.Msc.

Pada kesempatan Adm Utama berpesan agar para mahasiswa ketika di lapangan nanti bisa berinovasi mengembangkan ilmunya terkait tanaman hutan dengan baik.

“Saya berharap kepada adik-adik ketika di lapangan nanti bisa bersinergi dengan bapak-bapak pendamping agar bisa menghasilkan tenaman yang baik dan bisa memberi masukan pada perusahan,” pesan Dewanto.

Hari itu juga para mahasiswa langsung diberangkatkan ke tempat prektek di petak 40 d RPH Kedungringin BKPH Ngliron KPH Randublatung, turut Desa Ngliron Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Di lokasi praktek, para mahasiswa didampingi dosen Akmal Nur j M.Sc, Kasi Pembinaan SDH KPH Randublatung Yohan Hariyanto S.hut, Asper KBKPH Ngliron Pariyono, KRPH Kedungringin Pujiyanto dan Mandor Tanam petak 40d Danang.

Di lapangan, Yohan Hariyanto S.hut selaku pembimbing mengajarkan cara membuat acir, menggali lubang tanah, dan memasukan pupuk kandang. “Dengan demikian nantinya akan menghasilkan tanaman yang baik,” tuturnya. (*).

Program Bedah Rumah untuk Bantu Warga Miskin di Blora

BLORA.-

Merespon adanya warga masyarakat miskin di Blora yang rumahnya belum “layak huni”, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan meluncurkan program “bedah rumah”. Adapun sumber dana kegiatan ini berasal dari APBN, APBD Propinsi dan APBD Kabupaten Blora.
Seperti disampaikan Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan, Pitoyo Trusingtyas Sarojo melalui Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Deni Adiarta Setiawan ST, MT, bahwa kriteria calon penerima yang memenuhi syarat adalah warga miskin yang terdata dalam data terpadu kesejahteraan sosial dan mau menerima bantuan.
“Dalam merealisasikan kegiatan ini ada fasilitator atau tenaga pendamping yang paham teknis bangunan yang ditunjuk untuk mendampingi penyusunan RAB . (Rencana Anggaran Biaya) dan monitoring untuk melaporkan progres kegiatan secara periodik,” ujar Deni, Rabu (11/1/2023).
“Dalam perencanaannya juga melibatkan anggota DPRD,” tambah Deni. (*)

Sosialisasi PMK Dilaksanakan pada Acara Lepas Sambut Dan Ramil 11 / Jati

BLORA.-

Bertempat di Balai Pertemuan Kantor Kecamatan Jati Kabupaten Blora, Kamis (12/01/2023) digelar dua acara sekaligus. Pisah sambut Danramil 11 Jati yang dilanjut Sosialisasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).

Tampak hadir dalam acara tersebut diantartanya anggota Komisi D DPRD Blora Yuyus, Camat Jati Drs Muhari, Danramil lama Kapten Chb Moh. Rifai, Danramil baru Kapten Ifn Suyadi beserta semua anggota Koramil 11 Jati, Kabid Kesehatan Hewan Kapaten Blora Drh Tejo Yuwono, pejabat Perhutani dari TPK Doplang dan kepala desa se Kecamatan Jati.

Pada sambutannya, Camat Jati Drs Muhari menyampaikan ucapan selamat kepada Danramil lama maupun Danramil yang baru.

“Saya ucapkan selamat datang kepada Kapten Suyadi sebagai Danramil yang baru, semoga betah dalam mengemban tugas di Koramil 11 Jati ini. Kepada Kapten Muh Rifai saya ucapkan selamat jalan, semoga di tempat tugas yang baru selalu diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT,” ucap Drs Mujari.

Usai acara pisah sambut Danramil dilanjutkan sosialisasi PKM dengan narasumber tunggal dari Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, drh. Tejo Yuwono.

Kabid Kesehatan Hewan DP4 Drh,Tejo Yuwono mengatakan, PMK di Kabupaten Blora sudah menjalar, khususnya di Blora Utara.

“Pertama saya informasikan bahwa di Blora sudah banyak sapi yang terjangkit suspek bahkan sudah ada yang mati, diantaranya di Desa Tambaksari 3 ekor, di Desa Tampurejo 7 ekor, di Desa Plantungan 2 ekor, dan di Desa Janjang Jiken 2 ekor,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Tejo Yuwono menerangkan terkait ciri-ciri sapi yang terkena virus suspek diantaranya Submandiluber, melepuh di sekitar mulut dan lidah, terlalu banyak keluar lendir, sapi males makan dan lemas.

Selanjutnya Tejo Yuwono menghimbau kepada masyarakat, khususnya yang mempunyai ternak baik sapi maupun kambing, kalau sudah ada tanda-tanda seperti itu segera laporkan ke Dinas Peternakan.

“Saya mohon segera lapur ke DP4 Blora, agar segera diterjunkan petugas dari kesehatan hewan dan segera ditangani,” imbuhnya. (*)

Atasi Wabah PMK di Kabupaten Blora, Dinas Peternakan Akan Rekrut Vaksinator dari Kalangan TNI, Polri dan Relawan

BLORA.-

Merebaknya wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) yang akhir-akhir ini menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan domba mengakibatkan adanya peningkatan kematian hewan ternak di wilayah Kabupaten Blora.
Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora (DP4) serta semua stake holder terkait diantaranya TNI, POLRI, Dinas Perdagangan, Satpol PP, dan lain-lain untuk berkoordinasi dalam mengantisipasi cepatnya penyebaran penyakit yang berpotensi menimbulkan kerugian para peternak itu.
Kepala DP4 Kabupaten Blora, drh. Gundala Wijasena, MP melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP4 Kabupaten Blora mengatakan, bahwa selain melaksanakan sosialisasi tentang PMK ke 16 kecamatan, pemerintah juga akan segera melakukan penutupan pasar hewan untuk sementara waktu.
“Untuk percepatan vaksinasi PMK akan dilakukan perekrutan sebanyak mungkin vaksinator dari kalangan TNI, POLRI dan relawan,” ujar drh. Tejo Yuwono ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (12/01/2023).
“Pelatihan vaksinator akan dilaksanakan TOT (training of trainner) oleh Tim Provinsi, selanjutnya ditindaklanjuti di kabupaten,” tandas Tejo yang sehari-hari berkantor di Graha Rajakaya, Jln. Blora-Rembang km 3,5, Karangjati, Blora. (*)

Koran Lokal Terpercaya