85 Peserta Ikuti Tes Wawancara di Kecamatan Jati sebagai Calon PPS Pemilu Tahun 2024

BLORA.-

Rangkaian proses penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 telah dimulai. Salah satunya adalah seleksi wawancara calon Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang pada Rabu (18/01/2023) dilaksanakan di Balai Pertemuan Kecamatan Jati.

Pelaksanaan tes wawancara pada hari itu menggunakan sistim dipanggil per dua orang hingga selesai pada pukul 12.30 Wib, sementara tes tertulisnya sudah dilaksanakan pada Kamis (12/01/2023) lalu.

Ketua PPK Kecamatan Jati Teguh Santoso S.Pd kepada awak media mengatakan, dari 85 peserta yang diambil cuma 36 orang yang berasal dari 12 desa. “Jadi, masing-masing desa akan diambil tiga orang,” kata Teguh. (*).

Tuntut Revisi UU Desa, Ratusan Kades Asal Blora Geruduk DPR RI

BLORA.–

Ratusan kepala desa (Kades) Blora, Selasa (17/1/2023) berangkat ke Jakarta. Para Kades menuntut revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, salah satunya tentang masa jabatan 6 tahun tiga kali pencalonan menjadi 9 tahun dua kali pencalonan.
Kades mengklaim ingin kembalikan kedaulatan desa, sebab Undang-Undang Desa saat ini masih ada Peraturan Presiden dan menteri dalam musyawarah desa (Musdes). Dengan memasukkan prolegnas di DPR RI 2023 diharapkan desa semakin berdaulat.
Kades Jipang Kecamatan Cepu, Ngadi mengatakan, salah satu point yang perlu direvisi dalam UU Desa perubahan masa jabatan dari 6 tahun satu periode, maksimal menjabat tiga periode. Diubah satu periodes menjadi 9 tahun. Namun, maksimal dua periode.
“Semua kades Blora sepakat, ada sekitar 90 persen kades di Blora datang ke jakarta,” klaimnya.
Menurutnya, periodes kades 6 tahun dirasa belum cukup untuk menstabilkan pemerintahan desa, pemulihan masyarakat yang terbelah butuh waktu lama. Hal itu berdampak pada rencana jangka menengah desa (RPJM Des).
Hal senada disampaikan Kepala Desa Buloh, Kecamatan Kunduran Joko Priyanto, bahwa para Kades minta kebijakan-kebijakan desa dikembalikan kepada kedaulatan desa. “Artinya, musdes adalah suara tertinggi, jadi tidak dititipi dengan keputusan-keputusan menteri dan keputusan presiden,” ujarnya, Selsa (17/1/2023).
Joko menjelaskan, beberapa keputusan yang dirasa membatasi undang-undang desa seperti Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 mengenai pengaturan penggunaan dana desa. Sebab pada aturan tersebut terdapat pembatasan penggunaan dana desa seperti 40 persen untuk BLT DD. Menurutnya, peraturan itu membatasi kedaulatan desa.
“Kades-kades di wilayah kunduran sepakat jika ada revisi UU Desa,” terangnya.
Ia mengungkapkan, sekitar 90 persen kades di Kecamatan Kunduran hadir dalam unjuk rasa di Jakarta, Selasa (17/1/2023). Hanya tiga kades yang izin tidak bisa ikut berangkat, namun tetap mendukung revisi.
Ketua Komisi A DPRD Blora Pardi menerangkan, tuntutan kades terkait masa jabatan dirasa wajar. Sebab ketegangan di desa usai pilkades sulit diurai, dibanding ketegangan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada). “Itu (Perubahan) masih terukur, resistensi di masyarakat kalau enam tahun masih tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk mewujudkan revisi undang-undang memang perlu dimasukan kedalam prolegnas tahun ini. Namun, ketika sudah diubah menjadi 9 tahun dalam dua kali pencalonan menurut Pardi, kades seharusnya tidak bisa mencalonkan lagi pada pilkades ketiga kalinya. Sebab, 18 tahun akan berubah menjadi 27 tahun jika terpilih selama tiga periode.
“Kalau 9 tahun dua kali masih wajar, tiga kali terlalu banyak,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Blora Yayuk Windrati mengungkapkan, sekitar Agustus dan Oktober tahun ini terdapat 27 kades masa jabatan habis.
Namun, pihaknya belum bisa memastikan pemilihan bisa dilangsungkan tahun ini, karena tahun politik. Sebelumnya pihaknya telah menganggarkan pilkades 2023 sebanyak Rp 700 juta. (*)

Korban Pembunuhan di Hotel K, Janda Pedagang Angkringan di Blora

BLORA. –

Wanita berusia 35 tahun yang menjadi korban pembunuhan di sebuah kamar hotel di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, adalah seorang janda. Wanita bernama Miranda ini diketahui sudah menjadi janda sekira 15 tahun.
Ayah korban, kepada wartawan menceritakan keseharian korban adalah berjualan di angkringan di Blora Kota.
“Jualan nasi, rica-rica, kopi di angkringan,” katanya.
“Buka pagi pukul 07.00, habis maghrib tutup,” kata ayah korban ketika ditemui di rumahnya di Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora, Rabu (18/1/2023).
Bahkan, ayah korban mengaku setiap harinya selalu membantu korban saat mempersiapkan jualan angkringan.
Dirinya juga mengungkapkan, angkringan tutup dan tidak berjualan semenjak 3 minggu sebelum anaknya ditemukan tewas di sebuah hotel Blora.
“Sudah 3 minggu (korban) tidak pulang,” tambahnya.
“Ditelepon, handphone tidak aktif,” terangnya.
Dirinya mengungkapkan, anaknya (korban) ketika itu tidak berpamitan kepadanya saat pergi dari rumah. Sehingga dirinya tidak tahu dimana hingga nasibnya berakhir di sebuah kamar hotel Blora.
“Kalau ada orang yang cari dia ya saya tidak tahu karena tidak pamit,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan ditemukan tewas bersimbah darah di kamar 323 sebuah hotel di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
Wanita bernama Miranda tersebut diduga merupakan korban pembunuhan. Korban menderita luka tusukan dan sayatan di leher kiri menggunakan pisau dapur oleh pelaku.
Pada lokasi terdekat peristiwa tersebut membentang police line sebagai batas. Ada dua police line yakni di area bawah dan di lantai dua hotel.
Terduga pelaku pembunuhan sempat terekam CCTV saat berupaya kabur dari hotel tersebut.
Korban menderita luka tusukan dan sayatan di leher kiri menggunakan pisau dapur oleh pelaku.
Pelaku ditangkap oleh tim gabungan Resmob Polres Blora dan Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Jateng. (*)

Motif Pembunuhan di Hotel K, Pelaku Merasa Tidak Puas Pelayanan Korban

BLORA.–

Motif pembunuhan terhadap seorang wanita di Hotel K akhirnya terungkap. Pelaku bernama Joko Umbaran merasa tak puas dengan pelayanan korban, setelah melakukan transaksi memalui Aplikasi Chat.
Pelaku merupakan warga RT. 04 RW. 01 Dukuh Maguan Desa Tamanrejo Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Pada Selasa (17/1/2023) pelaku sempat memesan jasa esek-esek. Mereka pun sepakat untuk bertemu di hotel K. Motif pelaku membunuh korban karena tak puas dengan pelayanan yang diberikan.
“Pelaku tidak puas dengan pelayanan yang diberikan korban. Korban minta hubungannya dihentikan dan pelaku diminta membayar. Namun pelaku merasa tidak puas,” jelas Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Supritono, Rabu (18/01/2023).
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini pelaku Joko Umbaran telah diamankan di Polres Blora.
Diberitakan sebelumnya, Ditemukan sosok wanita tewas di Hotel K yang beralamatkan di jalan Blora – Purwodadi, tepatnya di wilayah Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
Kepala Polsek Tunjungan, AKP Dwi Nur Edi menerangkan korban merupakan sosok perempuan. Pihaknya masih mendalami peristiwa ini lebih lanjut.
Di Tempat Kejadian Perkara ditemukan identitas KTP perempuan atas nama Miranda. Dugaan sementara, mayat tersebut merupakan korban Pembunuhan.
Sementara diduga memang korban pembunuhan. Kita akan melaksanakan penyelidikan lebih lanjut,” terangnya. (*)

Pelaku Pembunuhan di Hotel K Ditangkap di Tengah Sawah di Blora

BLORA.-

Aparat Polres Blora berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan seorang wanita di Hotel K pada Rabu (18/1/2023). Pelaku di tangkap di sekitar Perumda Kunden, Blora. Pelaku yang ketika ditangkap hanya mengenakan celana pendek, langsung diglandang petugas. Penangkapan ini sontak membuat warga penasaran. Mereka juga mengabadikan melalui handphone.
“Ditangkap di tengah sawah sebelah barat Perumda,” ujar seorang warga yang menyaksikan detik-detik penangkapan yang dilakukan tim Resmob Satreskrim Polres Blora, Ali Chudor, Rabu (18/1/2023).
Area persawahan itu menjadi lokasi pelaku bersembunyi, berada di wilayah Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Ali Chudor mengatakan, petugas menunggu pelaku keluar dari lokasi persembunyiannya sejak kemarin malam sekitar pukul 19.00 WIB dan baru tertangkap sekitar pukul 8.30 WIB pagi ini.
“Pelaku tidak sempat lari karena sudah dikepung dan masih telanjang,” katanya, yang juga dirinya ikut menunggu di sekitar penangkapan.
“Aku ya melu ngonconi polisi seg golek i (aku ya ikut menemani polisi yang mencari pelaku), sampai jam 3 pagi,” tambahnya.
Salah satu tim Resmob Satreskrim Polres Blora yang enggan disebut namanya juga membenarkan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan itu. Kata dia, pelakunya warga Maguan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
“Namanya Joko,” katanya membeberkan.(*)

Pemerkosa Bocah Difabel dI Blora, Ayah Kandung Sendiri

BLORA.-

Polres Blora akhirnya mengungkap pelaku rudapaksa atau pemerkosaan yang menimpa bocah difabel berinisial GL (15), hingga hamil sebanyak dua kali. Pelaku ternyata adalah ayah kandung korban sendiri, S yang berusia 62 tahun.
Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Supriyono menerangkan, hasil pemeriksaan sementara pelaku menyetubuhi anak kandungnya di ruang tamu. Perbuatan bejat pelaku yang menyetubuhi anak kandung sendiri, yang juga penyandang disabilitas atau difabel itu sudah dilakukan sejak Maret 2022 lalu.
“Kebetulan di ruang tamu ada tempat tidur, di situ pelaku melakukan perbuatan bejatnya,” terang Kasat Reskrim Polres Blora.
Penangkapan pelaku pemerkosaan tersebut membuat ibu kandung korban yang juga istri pelaku merasa terlepas dari tekanan intimidasi yang dilakukan suaminya. Perempuan berinisial R itu sebelumnya merasa tertekan dengan ancaman yang diberikan oleh S selama bertahun-tahun.
Menurut dia, S yang juga ayah kandung korban merupakan pria yang kasar. Dirinya sering kali dibentak-bentak. Bahkan, R diancam akan dibacok apabila menyebarkan informasi bahwa suaminya merupakan pelaku tindakan keji itu.
“Sebenarnya tahu, tapi dibilang jangan sampai diomongkan ke orang-orang. Kalau F (perempuan disabilitas ganda) disayang-sayang, tapi kalau saya dibentak-bentak. Selalu dimarahin. Bahkan diancam akan dibacok juga,” ujar dia.
Dirinya menjelaskan, suaminya bahkan selalu tidur sekamar dengan korban, sedangkan R yang merupakan istri pelaku tidur di ranjang yang ada di ruang tamu. Pelaku juga sering marah-marah tanpa sebab yang jelas.
Sebagai istri, dirinya juga jarang mendapatkan nafkah dari suaminya. Bahkan, uang hasilnya sebagai buruh tani sempat diambil paksa oleh suaminya itu.
“Sekarang saya merasa bebas, enggak disentak-sentak. Pengin makan apa bisa keturutan. Sekarang sudah bisa pegang uang sendiri,” terang dia.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Blora Komisaris Polisi (Kompol) Christian Chrisye Lolowang mengatakan, pelaku ditangkap di kediamannya sendiri, di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, pada Jumat (13/1/2023). Penangkapan dilakukan oleh pihak kepolisian setelah mendapatkan laporan ibu korban.
“Tindak pidana ini terjadi pada bulan Maret tahun 2022 dengan TKP di rumah sendiri, dan pelakunya adalah berinisial S, yang merupakan bapak dari korban sendiri. Persetubuhan dilakukan di atas bale (tempat tidur) di ruang tamu,” ucap Chrisye berdasarkan keterangan tertulisnya, Senin (16/1/2023).
Selain mengamankan tersangka, aparat kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, satu potong celana pendek warna biru, satu potong celana dalam warna biru, satu potong baju batik warna merah, serta sarung dan baby doll warna hijau yang dikenakan saat peristiwa persetubuhan tersebut.
Pelaku dijerat Pasal 286 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara. Untuk diketahui, seorang perempuan dengan kondisi disabilitas ganda menjadi korban pemerkosaan selama tiga tahun ke belakang di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Perempuan asal Kecamatan Jepon itu bahkan sudah dua kali melahirkan bayi yang dikandungnya tersebut. (*)

Memasuki Tahun Lato-lato, Kelompok Sepeda Pancal BJJ Blora Menggelar Kegiatan Sepeda Santai

BLORA.-

Sinar mentari pada Selasa pagi (17/1/2023) menggugah minat dan semangat serta gairah warga Blora Mustika untuk berolahraga, setelah beberapa hari kabupaten berjuluk kota sate ini diguyur hujan. Tidak ketinggalan, para penggemar sepeda santai yang tergabung dalam kelompok Sepeda Pancal BJJ Blora pun ikut mengayuh pedal.
Kelompok sepeda pancal yang dikomandani H. Soedadyo itu melaksanakan kegiatan sepeda santai dengan mengambil start dari Lapangan Kridosono, Blora. Protap protokol spiritual pun diterapkan dengan membaca doa bersama sebelum berangkat, agar diberikan keselamatan dan kebugaran selama beraktivitas di jalan raya.
Pencerahan pun masih sempat dilakukan oleh mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora itu dengan menyampaikan untaian kata bijak sebagai motivasi mengawali Tahun 2023, dengan harapan kelompok sepeda pancal ini tetap eksis, rukun, damai dan sukses.
Menurut Soedadyo agar sukses dalam memasuki Tahun Lato-lato, hendaknya dapat mengamalkan tujuh langkah sakti.
“Pertama, mengupayakan dalam hidupnya selalu membangun persahabatan dan silaturahmi kepada siapapun dan dimana pun ia berada,” ujar Soedadyo.
Kedua, gemar belajar dari kesalahan dan selalu memperbaiki kekurangan diri serta tidak suka mencari kambing hitam ketika menghadapi persoalan hidup.
Ketiga, setiap melangkah dalam berkiprah selalu dilandasi dengan niat baik dan selalu berbuat kebaikan, benar, jujur serta bermanfaat untuk umat.
“Keempat, mampu mengendalikan tindakan, sikap dan ucapan yang akan merugikan dan menyakitkan hati orang lain,” lanjutnya.
Kemudian, kelima, suka peduli dan berbagi/sedekah/kepyur kepada orang yang kurang beruntung.
Yang keenam, bersikap syukur ketika mendapat nikmat dari Allah dan bersikap sabar ketika mendapat ujian, bencana dan musibah.
Selanjutnya, ketujuh, selalu menebar kasih sayang kepada semua umat tanpa memandang status sosial, ras, suku dan agama. “Stop menebarkan berita berita hoax, fitnah dan memecah belah persatuan kesatuan bangsa,” ajaknya.
Setelah pencerahan yang disampaikan H.Soedadyo, baru dilaksanakan kegiatan bersepeda santai yang rute perjalanan menelusuri jalan-jalan dari desa ke desa dengan panorama yang indah dan meneduhkan hati.
Bahkan dalam perjalanan sepeda santai masih diisi oleh candaan yang menghibur dari peserta gowes.
Salah satu candaan yang menggelitik dan membuat tertawa ucapan ibu Agung dan Bu Lis. “Rajin bersepeda bisa membuat lemu tanpa jamu lan gumuyu marahi rahayu,” ungkapnya.
Inspirasi dari candaan itu berasal dari lagu jenaka nostalgia Ayo Ngguyu dari penyanyi legendaris Waljinah.
Lain halnya ucapan yang disampaikan oleh Sugito yang mantan Kabag Hukum Setda Blora, bahwa bersepeda itu juga dapat mewujudkan 5A, yaitu Awake sehat, Akeh Kancane, Atine Seneng, Awet Uripe dan Ana Gunane.
Selanjutnya kegiatan sepeda santai berakhir di rumah makan murah meriah yang memenuhi gizi ala empat sehat lima sempurna, masih ditambah pelayanan yang ramah penuh etika Jawa.
Sehingga bersepeda bisa untuk refreshing dan menjadikan hidup makin bermakna dan berguna.
“Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi, Kalau umur panjang, Boleh kita berjumpa lagi. Ayo Ngguyu ha ha ha,” ungkapnya menirukan sepenggal syair Ayo Ngguyu dari Waljinah. (*).

Lantik Anggota Baru, Perhutani KPH Randublatung Dukung Kegiatan Pramuka Saka Wanabakti

BLORA.-

Bertempat di halaman kantor Perhutani Randublatung, Kabupaten Blora, Minggu (15/01/2023) lalu Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Randublatung melantik Anggota Saka Wanabakti yang baru Tahun 2023. Kegiatan dihadiri oleh Pimpinan Saka (Pinsaka), ketua harian Saka Wanabakti Randublatung, serta anggota Saka Wanabakti yang akan dilantik.
Administrur (KPH) Randublatung Dewanto S. Hut melalui Kepala Sub Seksi (KSS) Hukum Kepatuhan dan Komunikasi Perusahaan, Setu dalam sambutannya menyampaikan perlunya dilakukan regenerasi untuk keberlangsungan salah satu organisasi remaja ini.

“Mengingat anggota Pramuka Saka Wanabakti Randublatung sebagian besar sudah memasuki kelas tiga pada Sekolah Menengah Atas (SMA), sebentar lagi akan banyak anggota yang melanjutkan kuliah di luar kota sehingga diperlukan perekrutan dan pelantikan anggota baru,” katanya.

Pimpinan Saka Wanabakti Randublatung itu menambahkan, bahwa dengan diadakannya pelantikan anggota baru diharapkan Pramuka Saka Wanabakti (KPH) Randublatung akan tetap eksis.

“Agar bisa mengikuti setiap event kegiatan Pramuka baik yang diadakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) maupun Kwartir Nasional (Kwarnas) separti Jambore, reboisasi di kawasan hutan maupun luar kawasan hutan, kerja bakti di lingkungan sekitar dan lain lain,” tambahnya.

“Perhutani sebagai pembina akan memfasilitasi dan mendukung penuh setiap kegiatan yang diadakan adik-adik Pramuka Saka Wanabakti Randublatung,” pungkasnya. (*).

Rambut Gondrong Dada Bertato, Ciri-ciri Pelaku Pembunuhan di Hotel K sudah Terdeteksi Melalui CCTV

BLORA.-

Beredar video berdurasi sekitar 30 detik yang memperlihatkan seorang lelaki tanpa menggunakan busana berlari dari dalam hotel. Dalam video tersebut, lelaki itu mempunyai ciri-ciri rambut gondrong dengan sejumlah tato di beberapa bagian tubuhnya.
Sebelumnya diberitakan, Masyarakat Blora, Selasa (17/1/2023) digegerkan dengan adanya penemuan mayat perempuan berlumuran darah di hotel “K” di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
Kapolsek Tunjungan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nur Dwi Edi mengatakan pihaknya menerima informasi peristiwa tersebut sekitar pukul 03.30 WIB. Selama berada di TKP, pihak kepolisian menemukan identitas korban yang berjenis kelamin perempuan atas nama Miranda.
“Luka yang kelihatan menonjol tadi di leher, luka benda tajam. Korban dibawa ke rumah sakit,” terang dia.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab peristiwa tersebut.
Hasil investigasi wartawan di lapangan, bahwa pembunuhan keji itu terkait transaksi esek-esek yang menggunakan aplikasi mi chat. Seseorang dengan akun JEKY terduga sebagai pelaku pembunuhan sudah mulai diketahui identitasnya petugas.
Dalam pemesanan PSK sistem on line ini diketahui adanya pembicaraan terlebih dahulu melalui aplikasi mi chat. Dan diketahui korban bernama Mirawati Yuniar Handayani yang merupakan warga Jalan Gunung Selamet Lorong 1 Nomor 16, tepatnya di Rt 02 Rw 01, Tempelan, Blora.
Keberadaan mirawati di hotel itu adalah pesanan dari seseorang dengan akun JEKY yang memesan seorang PSK untuk diajak kencan di hotel itu.
Kejadian ini melibatkan beberapa orang secara langsung, ada yang mengantar korban dan juga pengelola akun tesebut. Mohamad Arif Susilo (34) warga Jl. Ki Soreng No. 14 Kel. Karangjati Rt. 07 Rw. 02 Kec. Blora berperan sebagai operator mi chat 1.
Kemudian Ferdy (30), alamat Malang, Jatim (operator mi chat 2). Imas, perempuan, usia 20 th, warga Dk. Kaligung Ds. Wantilgung Kec. Ngawen Kab. Blora. (teman korban). Arif Zaenul Anwar (20), alamat Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Berikutnya, Wulan (24), alamat kos di Kelurahan Jenar Kecamatan Blora Kabupaten Blora sebagai PSK. Mereka ini terlibat langsung dalam pesanan pelangan bisnis esek esek di Blora.
Menurut rekan korban, pelaku datang jalan kaki pada Selasa (17/01/2023) pkl 03.30 wib untuk bertemu korban yang sudah berada di kamar hotel kamar 323 di lantai 2. Sedangkan teman-teman korban menunggu bersama yang lain di kamar 326 dan kamar 311, tidak jauh dari kamar korban.
15 menit kemudian, teman-teman korban yang lain mau melihat ke lantai 2 di kamar 326. Sesampainya di tangga mendengar teriakan dari dalam kamar 326, “Mau dibunuh mau dibunuh.”
Pada saat akan sampai pintu teman teman korban melihat pelaku yang dalam keadaan telanjang itu lari ke arah pojok kamar lantai 2 dengan tubuh berlumuran darah. Pelaku yang lari terjun dari lantai 2 ke jalan lorong sebelah hotel, terlihat dalam rekaman cctv hotel.
“Ciri-ciri pelaku sudah dikantongi pihak kepolisian, dan sekarang sedang dalam pengejaran petugas dari Polres Blora,” ujar Kapolsek. (*)

Gabus-Tambakromo Rusak Parah, Banyak Kendaraan Terperosok Lubang Jalan

PATI.-

Nasib sial dialami Aji Sukma Wijaya, sopir truk pengangkut tempurung kelapa yang pada Selasa siang (17/1/2023) melewati Jalan Raya Gabus – Tambakromo, Kabupaten Pati.
Truk yang dikemudikan oleh warga Dukuh Sudo, Wangunrejo RT.02 RW.02 Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati terperosok lubang jalan sedalam 40 cm hingga kendaraan dengan Nopol K-1351 itu miring dan nyaris roboh.
Menurut Aji, ia pada hari itu hendak mengantarkan tempurung kelapa ke Dukuh Lemahbang Desa Sinomwidodo melewati Jl. Raya Gabus-Tambakromo. Tepat di Km. 1, truk yang dikemudikan terperosok lubang jalan yang cukup dalam.
Diyono, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi truk terperosok mengatakan, bahwa kerusakan jalan di KM 1 sudah cukup lama. “Parahnya lagi kemarin curah hujan cukup tinggi di wilayah ini,” ujar pria yang mengaku sehari-harinya sebagai petani.
Kondisi truk yang miring ke kiri terpaksa harus dipasang tiang penyangga agar truk tidak roboh. Sementgara muatan yang ada harus dioper ke mobil pick up agar bisa melanjutkan perjalanan hingga sampai tujuan. “Ini berbahaya sekali bagi pengguna jalan,” ujar Aji di sela-sela pemindahan muatan dari truk ke pick up.
Hal senada juga disampaikan oleh Nurhadi, anggota Babinkamtibmas Polsek Gabus yang kebetulan melintas di lokasi. “Sudah sering terjadi kecelakaan di jalan ini, Mas,” katanya. (*)

Koran Lokal Terpercaya