Ketua Panwascam Kecamatan Tambakromo, Pati Lantik 18 PKD

PATI.-

Sebanyak 18 Panwaslu Kelurahan / Desa (PKD), Minggu (5/2/2023) lalu dilantik oleh Ketua Panwascam Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Pelantikan yang dilaksanakan di Heavenly Cafe & Resto, Komplek King & Queen Square, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tambakromo itu dihadiri oleh Forkompincam Kecamatan Tambakromo, Bawaslu Kabupaten Pati, dan PPK Kecamatan Tambakromo.
Dalam sambutannya Ketua Panwascam, Cahyo Suprapto menuturkan bahwa sebanyak 18 Panwas Kelurahan/Desa yang lolos seleksi, 11 diantaranya merupakan wajah-wajah lama, sementara 7 lainnya adalah wajah baru. Menurut Cahyo 18 anggota terpilih adalah orang-orang terbaik dari 67 peserta yang mengikuti seleksi PKD.
Sementara itu Mirza Nurhidayat, selaku Camat Tambakromo dalam sambutannya menekankan netralitas ASN dan penyelenggara Pemilu yang harus ditekankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari tahapan-tahapan yang telah dilalui berhasil dengan baik, diharapkan bisa terselenggara Pemilu di Tahun 2024 yang jujur, adil, dan bermartabat,” ujarnya.
Sementara Ayu Dwi Lestari dari Bawaslu Kabupaten Pati berpesan kepada peserta yang dilantik untuk menjalankan amanat dan tanggung jawab dengan baik.
Saya ucapkan selamat atas dilantiknya Panwaslu Kecamatan di Tambakromo, semoga dapat mengemban amanah dalam menjalankan tugas,” pesannya. (*)

Ketua Panwas Kecamatan Sambong Lantik 10 Pengawas Desa

BLORA.-

Bertempat di Pendopo Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, Minggu (5/2/2023) telah melaksanakan pelantikan dan pembekalan pengawas kelurahan atau desa se- Kecamatan Sambong.

Pelantikan yang langsung dilakukan oleh Ketua Panwas Kecamatan Sambong, Jasmanto itu dihadiri jajaran Forkompincam dan anggota Panwas, serta Kades se-Kecamatan Sambong, juga Rokhaniawan Drs. KH. Nuril Asrori, M. Hum.

Panitia Pengawas Desa sebagai ujung tombak dari Bawaslu siap mensukseskan Pemilu Serentak di Tahun 2024.

Di Kecamatan Sambong terdapat 10 desa, dan masing-masing desa hanya diwakili satu orang pengawas, diantaranya: Desa Biting (Eko Sarmianto), Desa Brabohan (Sahir), Desa Gadu (Ahmad Syaikhul Mubin), Desa Gagakan (Joko Santoso), Desa Giyanti (Son Sahari), Desa Ledok (Yuli Rianik), Desa Pojokwatu (Samidi), Desa Sambong (Rio Antono), Desa Sambongrejo (Karmain), Desa Temengen (Sulastri Ragil Rahayu).

“Panitia Pengawas Desa yang terpilih kami yakin dan mampu untuk menjalankan tugas sesuai amanah yang diberikan dan berharap bisa bersinergi dengan kepala desa, Pemdes, Babinsa, Babinkamtibmas,” ujar Camat Sambong Martono, S.Sos.M.SI selaku Pemangku wilayah Kecamatan Sambong. (*)

Pada Ngeyel

Munculnya sikap ngeyel dari dua kubu terkait isu honor nara sumber (Narsum) anggota DPRD dalam pekan terakhir semakin menyita perhatian publik Blora. Sikap ngeyel yang pertama muncul dari kubu sebagian masyarakat yang diwakili lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN), sementara kubu lain yang juga ngeyel dalam mensikapi isu honor Narsum adalah anggota dewan yang menerima honor Narsum.

Ngeyelnya PKN yang menganggap honor Narsum termasuk perbuatan korupsi, langsung mengambil sikap serius dengan melaporkan dugaan kasus korupsi terkait honor Narsum DPRD Blora Tahun 2021 itu ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
Ketua PKN Sukisman atas nama pribadi pada Januari lalu melapor ke bagian aduan Kejati di Semarang diantar beberapa aktivis PKN Blora.
Menurut Sukisman, honor Narsum Dewan Tahun 2021 sudah sangat kelewatan alias ugal-ugalan. Anggaran Narsum dalam satu tahun mencapai hampir 11 Miliar itu diduga potensi kerugian negara mencapai 6 Miliar.
Honor Narsum ini dianggarkan di pos anggaran kegiatan Sekretariat DPRD seperti kegiatan dewan lain, misal Kunker, workshop, Reses dan lain lain. Dan, data rekapitulasi honor Narsum anggota dewan yang bocor ke publik, menjadi salah satu bukti yang dilampirkan PKN dalam aduan.
Di luar sikap PKN muncul dua sikap ngeyel juga dari para wakil rakyat yang bermarkas di Gedung DPRD Jl. A. Yani, Blora. Sikap ngeyel pertama ditunjukkan oleh beberapa anggota dewan yang merasa bahwa isu ini muncul hanya karena sikap iri dari internal dewan. Karena diantara dewan ada yang dapat honor narsum banyak tapi ada yang merasa dapat sedikit.
Ini bukan soal aturan, tetapi ini soal “pendapatan” yang berbeda alias hujan tidak turun merata. Perdebatan yang terjadi memunculkan kebijakan baru terkait teknis penganggaran honor Narsum di Tahun 2022. Namun ternyata, honor Narsum di Tahun 2022 tetap saja tidak merata, hingga muncul dan viralnya isu kasus ini.
Sikap Ngeyel kedua seperti yang disampaikan oleh Dasum yang tidak lain adalah ketua dewan. Kepada media, Dasum menolak jika honor Narsum dikatakan melanggar aturan. Menurutnya, semua sudah sesuai regulasi yaitu sesuai Perpres 33 tahun 2020. Bahkan yang terakhir muncul argumen baru berupa surat Tanggapan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan DIY atas konsultasi DPRD Gunungkidul terkait honor Narsum.
Dalam surat itu BPKP DIY memberikan persepsi bahwa pemberian honor Narsum kepada DPRD sesuai dengan Perpres 33 tahun 2020. Akan tetapi BPKP juga menyampaikan bahwa tanggapan BPKP sifatnya tidak mengikat sehingga keputusan penganggaran honor Narsum menjadi tanggungjawab manajemen Sekretariat DPRD Gunung Kidul.
Sikap Ngeyel PKN dan Dewan yang ditunjukkan kepada publik jelas menarik, semua pendapat dan dalih yang muncul menjadikan dugaan kasus korupsi Honor Narsum semakin ramai diperbincangkan. Sekarang, masyarakat tinggal menunggu apa yang akan dilakukan aparat penegak hukum (APH) atas laporan dugaan kasus ini. Apakah akan macet atau segera bergulir dengan panggilan pemeriksaan?
***

Monumen di Halaman Dinperinaker Blora adalah Patung Karya Mantan Kepala Disnakertransos pada Era 2004

BLORA.-

Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengaku tidak pernah menduga bakal menemui pemandangan unik dan menarik ketika melakukan kegiatan olahraga sepeda santai dan bersilaturahmi ke salah satu organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Blora.
Seperti pada Minggu (5/2/2023) lalu, di halaman sebuah kantor terdapat sepasang patung bertuliskan dalam prasasti Monumen Nakertransos yang ditandatangani Soedadyo, mantan Kepala Disnakertransos setempat pada 26 Februari 2004.
“Barangkali keberadaan patung itu selain menambah keindahan lingkungan juga ada misi khusus yang ingin disampaikan dari kehadiran patung tersebut tentunya yang memahami adalah yang membuat patung,” jelasnya di Blora, Minggu (5/2/2023).
Menurut, H. Soedadyo mantan kepala Dinas Nakertransos yang memiliki multitalen dan aktif berperan lebih dari 15 buah organisasi kemasyarakatan termasuk diantaranya sebagai Sekretaris PWRI Kabupaten Blora, menceritakan bahwa ide dan pembuatan patung itu dari dirinya sendiri.
Semula patung tersebut dibuat saat menjabat jadi Mantri Polisi Kecamatan Jepon dan patung ditempatkan di batas kota kecamatan Jepon sebagai patung selamat datang.
Namun seiring perjalanan waktu dengan adanya penataan Struktur Organisasi Tata Kerja atau Susunan Organisasi Tata Kelola (SOTK) yang baru, ia diberi amanah sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Tranmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Kabupaten Blora sehingga patung dipindah ke dinas yang baru dengan merenovasi yang disesuaikan identitas nama dinas.
“Hanya membutuhkan waktu lebih dari tiga hari kegiatan memperbaiki dan memasang patung sudah selesai. Peresmian patung sebagai identitas kantor dilakukan oleh H. Basuki Widodo,” jelasnya.
Makna patung dijelaskan oleh H. Soedadyo, tangan yang mengadah adalah perlambang ikhtiar untuk memberi bantuan sosial kepada kaum yang belum beruntung, kemudian gambar dua petani laki-laki dan perempuan adalah kesiapan anggota masyarakat di Blora yang mayoritas petani untuk mengikuti program Transmigrasi.
Sementara gambar roda sebagai simbolisasi upaya menggerakan tenaga kerja agar dapat berkarya nyata menggali potensi Kabupaten Blora.
Sayangnya di tempat patung tersebut nama saat ini sudah berubah menjadi Dinas Perindutrisna dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora.
H. Soedadyo sendiri selain memiliki keahlian membuat patung juga ahli melukis. Ia untuk mematangkan keahlian autodidak yang dimiliki tersebut juga berguru di Pulau Dewata selama lebih dari lima tahun.
Untuk menularkan ilmunya ia mendirikan Sanggar Putu Alip yang anggotanya terdiri dari para seniman muda dan berbakat di Kabupaten Blora.
Melalui sanggar tersebut telah beberapa kali setiap memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekan Republik Indonesia melakukan pameran hasil karya mereka bertempat di Blok T dan Lapangan Kridosono.
Saat ini Sanggar Putu Alip telah berubah namanya menjadi Paguyuban Perupa Blora dan ia sebagai penasehat.
Soedadyo menuturkan di era Orde Baru pernah mendapatkan tawaran dari Gubernur Jawa Tengah H. Munadi untuk membuat patung para Pahlawan Kemerdekaan RI dengan nilai anggaran Rp 400 juta
Sebagai seorang seniman autodidak yang sudah profesional dan berpengalaman saat ini masih memiliki gagasan atau ide cerdas semoga dikelak kemudian hari di Kabupaten Blora Mustika ada patung yang merefleksikan gerakan Visi Bupati Blora “Sesarengan Mbangun Blora”.
Menurutnya dengan hadirnya patung dapat dijadikan wahana bersejarah yang mampu sebagai motivator dan inspirator bagi masyarakat untuk ikut berperan serta dalam pembangun sekaligus sebagai promosi serta tempat rekreasi di era zaman swafoto bagi generasi masa kini
Mengingat, kata Soedadyo, patung memiliki fungsi sebagai dekorasi, kerajinan, arsitektur, religi, seni dan monumen yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kegembiraan dan kebahagian masyarakat. (*).

Forkompincam Kecamatan Japah Hadiri Pesta Siaga Kwartir Cabang Tahun 2023

BLORA.-

Bertempat di lapangan Sekolah Dasar Negeri Tlogowungu Kecamatan Japah Kabupaten Blora, Sabtu (4/2/2023) telah dilaksanakan pesta siaga Tahun 2023.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Japah AKP Isnaeni,SH,MH beserta Forkopincam Japah dan pejabat Pramuka setempat serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan berlangsung ramai dan meriah. Diawali dengan upacara pembukaan kemudian dilanjutkan kegiatan perlombaan.
Kapolsek Japah AKP Isnaeni mengungkapkan bahwa kehadiran dirinya beserta anggota, selain untuk mengamankan jalannya kegiatan sekaligus sebagai wujud sinergitas Polri, dalam hal ini Polsek Japah Polres Blora dengan lintas sektoral yang ada di wilayah.
“Hari ini kita ikuti kegiatan pesta siaga, ini adalah salah satu sinergitas Polri dengan lintas sektoral. Harapannya dapat mempererat sinergitas dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah kecamatan Japah,” ucap Kapolsek Japah.

Endang Pangestuningdyah pembina upacara Pesta Siaga

Sementara itu Endang Pangestuningdyah selaku inspektur upacara menekankan adanya kejujuran terhadap anak didik, sehingga dapat membentuk pribadi anak didik berbudi pekerti yang baik / berahlakul karimah. “Selain itu juga untuk memupuk kebersamaan dalam berorganisasi Kepramukaan,” tandas Endang.
Dalam Pesta Siaga ini juga di adakan10 perlombaan ,salah satu di antaranya : lomba baris berbaris, permainan Holaho Taman Al quran, membaca ayat ayat pendek Alqur an .
Sakah satu Tujuan diadakan Pesta Siaga ini menurut Ngatini S,pd Guru SD N Bogorejo 2, untuk teetap menjaga tali silaturahmi dan menumbuhkan kerja sama di antara para murid dalam ke Pramukaan tandasnya.
Upacara Pesta Siaga kuwartir cabang Kecamatan Japah berahir jam 2, dengan ditandai upacara penutupan Pesta siaga. (*)

Ada Dugaan Pungli dalam Pengisian Kios Pasar Ngawen, Ormas PP Akan Lapor ke APH

BLORA.-

Ormas Pemuda Pancasila (PP) MPC Kabupaten Blora bersama Pedagang pasar Ngawen menuntut transparansi pengisian pedagang di Blok Y Pasar Ngawen, Kabupaten Blora. Rabu (1/2/2023) mereka menggelar audiensi di kantor UPTD Pasar Wilayah III tepatnya di Ngawen.

Munaji, Ketua PP MPC Blora menyampaikan, audiensi ini digelar karena ada dugaan tidak transparan serta adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengisian kios di Blok Y Pasar Ngawen.

“Ada yang meminta dan berjanji memberikan kios, padahal pedagang sudah memberikan sejumlah uang. Hal ini terjadi lagi di Blora. Pokoknya pengisian kios pasar harus murni, jangan sampe ada muatan manipulasi data apa uang. Kita enggak mau,” ungkap Munaji.

Di hadapan awak media, Munaji juga menyampaikan, pihaknya akan membawa masalah ini ke aparat penegak hukum (APH).

“Insyaallah, besok Pemuda Pancasila akan melaporkan masalah ini ke Polres Blora. Biar ada penindakan dari APH,” tandasnya.

Sementara itu Kepala UPTD Pasar Wilayah III (Ngawen, Kunduran, dan Todanan), Listiyo Utomo mengungkapkan, Total ada 22 kios dan 130 los, serta 2 los untuk kantor dan ruang kesehatan laktasi. Dan, untuk bisa mengisi kios dan los di Blok Y Pasar Ngawen ini, pedagang harus memenuhi beberapa kriteria.

“Untuk kios pedagang besar yang terdampak langsung pembangunan pasar Blok Y. Yang jelas yang bersangkutan sudah berjualan di Blok Y. Termasuk yang los juga sama, intinya seperti itu,” ungkap Listiyo Utomo kepada Diva, Rabu (1/2/2023).

Listiyo Utomo menegaskan, pihaknya tetap transparan dan tidak ada permainan dalam pengisian ini.

“Terkait transparansi, kami ada tim. Jadi data nanti akan diverifikasi ke Dindagkop UKM Kabupaten Blora, barulah ke Kejaksaan Negeri Blora, sudah termasuk data awal. Kalau kriteria tidak masuk, ya dicoret,” tegasnya.

Tak hanya itu, pihak pengelola juga meyakini tidak ada pungli dalam pengisian pedagang di pasar yang selesai direvitalisasi pada Desember 2022 itu.

“Kami sudah komitmen dari awal, tidak ada permainan, jual beli atau pungli se-Rupiah pun untuk penempatan pedagang. Jika nantinya ada oknum pasar yang bermain, itu sudah urusan pribadi. Itu urusannya dengan penegak hukum. Tanggung jawab dengan tindakannya masing-masing,” tambah Listiyo Utomo.

Pasca audiensi dengan ormas PP bersama pedagang, Pengelola akan berkoordinasi dengan Dindagkop UKM Kabupaten Blora.

“Tadi audiensi meminta keputusan. Kami harus berkoordinasi dengan dinas terlebih dahulu. Level kami bukan memutuskan, itu kan ada di dinas,” pungkasnya. (*)

Tasyakuran Pembangunan Jalan, Ratusan Warga Desa Ketringan-Jiken Gelar Kegiatan Jalan Sehat

BLORA.-

Warga Desa Ketringan Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Sabtu (4/2/2023) mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka tasyakuran peresmian jalan kabupaten yang pembangunannya selesai pada akhir Tahun 2022. Kegiatan jalan sehat diikuti Bupati Blora, H. Arief Rohman bersama Forkompincam Kecamatan Jiken.

Sebelum jalan sehat dimulai, Bupati Arief melakukan pemotongan pita di ruas jalan pertigaan Pasar Desa Ketringan, dilanjutkan penyerahan bantuan sembako dari Bareskrim Polri kepada masyarakat.

Acara jalan sehat yang melibatkan ratusan siswa dari SD dan SMP setempat itu juga diikuti para kepala desa dari desa sekitar Ketringan.

Kepala Desa Ketringan, Wahono mengucapkan terimakasih kepada Bupati Blora yang telah membangun jalan desanya hingga bagus dengan kombinasi beton dan aspal goreng. Harapannya, aktivitas ekonomi masyarakat jadi lancar.

“Desa kami ini merupakan desa perbatasan, paling ujung perbatasan dengan Kabupaten Tuban, Jatim,” ucap Wahono.

Hal senada disampaikan Suyatmi salah satu warga setempat mengaku senang sekaligus bangga bisa bertemu langsung dengan Bupati sekaligus mengucapkan terimakasih kepada orang nomor satu di Kabupaten Blora itu karena jalan desanya sudah dibangun.

“Alhamdulillah dalane mpun sae Pak Bupati. Sak niki mpun alus, tengah hutan juga mpun dibeton, mpun enak. Kula nembe niki ketemu Pak Bupati, salaman langsung. Maturnuwun sanget nggih Pak,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Blora H. Arief Rohman menyambut gembira dengan adanya tasyakuran pembangunan jalan di Desa Ketringan ini, bahkan sampai ada pemasangan spanduk ucapan terimakasih kepada Pemkab dari masyarakat Desa Ketringan.

“Tadi saya masuk Desa Ketringan disambut spanduk terimakasih. Alhamdulillah Singonegoro menuju Ketringan sudah halus. Tinggal nanti melanjutkan yang Ketringan – Bogorejo, kemudian Singonegoro – Jiworejo sampai Tempel Jepon. Insyaallah bertahap akan kita tuntaskan secara berkelanjutan,” ucap Bupati.

Pihaknya berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur disesuaikan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten.

“Semoga jalan yang sudah dibangun sekitar tiga kilometer lebih ini dapat bermanfaat dan awet. Mari kita jaga bersama nggih,” tambah Bupati.

Kegiatan jalan sehat dilakukan dengan mengelilingi wilayah Desa Ketringan melalui Dukuh Talun. Selain jalan sehat, pada malam harinya juga digelar acara Ketringan Bersholawat di lapangan sepakbola desa setempat. Bupati juga diagendakan akan hadir. (*)

Pj Bupati Pati Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Masa Bhakti 2022 – 2027

PATI.-

Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Jum’at (3/2/2023), sebanyak 123 pengurus Karang Taruna Kabupaten Pati Masa Bhakti 2022 -2027 dikukuhkan oleh Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro.
Acara tersebut dihadiri oleh Kapolresta Pati, Kodim 0718 Pati, Kepala Dinsos P3AKB, Kepala Dinporapar, Kepala Kesbangpol, Ketua Karang Taruna Propinsi Jawa Tengah, Ketua Karang Taruna Eks Karesidenan Pati dan beberapa Organisasi Kepemudaan lainnya seperti KNPI, Pemuda Pancasila, Lindu Aji, FKPPI dan Pramuka Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Pati Saiful Arifin mengatakan, sebanyak 123 pengurus di Karang Taruna Kabupeten Pati ditetapkan sebagai simbol agar kedepan Karang Taruna Kabupaten Pati selalu mengalami kenaikan dan peningkatan prestasi baik di daerah maupun di nasional.

“Karang taruna di semua tingkatan adalah mitra dari pemerintah, baik yang di desa, kecamatan maupun kabupaten. Kita boleh mengkritik tapi harus bisa mencarikan solusi, jangan sampai kita sebagai karang taruna bisanya cuma nyiyir,” ujar pria yang akrab disapa Safin itu.

Karang Taruna lanjut Safin, harus menjadi Garda terdepan di masyarakat, lebih-lebih terhadap segala bentuk penyalah-gunaan narkoba dan gangguan keamanan lainnya.

Pada kesempatan itu Safin juga mengutip kata- kata, “Beri aku Seribu orang tua, maka akan aku cabut Semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda maka akan aku goncang dunia.”

Sementara itu Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro dalam sambutannya meyakini bahwa karang taruna Kabupaten Pati kedepannya pasti lebih baik, lebih aktif dan berinovatif dalam memajukan perekonomian di Kabupaten Pati.

Henggar berharap Karang Taruna bisa sebagai penyambung lidah kegiatan UMKM di Kabupaten Pati. Karena banyak UMKM mampu menciptakan produk namun kesulitan dalam pemasarannya.

“Di situlah peranan karang taruna untuk dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dan media online, selain juga aktif di kegiatan sosial dan kegiatan kepemudaan lainnya,” pungkasnya. (*)

Hadapi Tahun Politik, Bambang Sulistya: Ciptakan Suasana Kondusif Jelang Pesta Demokrasi Lima Tahunan

BLORA.-

Menghadapi tahun politik agar kita tetap dapat menciptakan suasana kondusif dan bisa berkontribusi positif dalam pesta demokrasi yang dihelat setiap lima tahun sekali.
Hal itu disampaikan oleh mantan Sekda Blora Bambang Sulistya ketika menghadiri dan menyimak pencerahan wisuda periode III Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma Tahun Akademik 2022/2023 di Auditorium KHA Kahar Mudzakkir Kampus terpadu Univesitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Bambang Sulistya mengucapkan syukur Alhamdulillah, sebab pasca pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 30 Desember 2020, dirinya bersyukur masih diberi anugerah oleh Tuhan Yang Maha Pemurah karena diberi kesempatan untuk menikmati peristiwa akbar yang penuh nuansa kegembiraan, kebahagiaan dan optimisme di Tahun Kelinci Air.
“Saya menyaksikan dan hadir Wisuda periode III Doktor, Magister,Sarjana dan Diploma Tahun Akademik 2022/2023 di Auditorium KHA Kahar Mudzakkir Kampus terpadu UII Yogyakarta Sabtu 28 Januari 2023,” tuturnya, di Blora Jumat (3/2/2023).
Peserta wisuda 857 lulusan, 23 ahli madia,752 sarjana,79 magister dan 3 doktor serta 1714 orang tua wisudawan sebagai tamu undangan.
Ternyata, setelah direnungkan banyak mendapat pelajaran dan hikmah yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari- hari.
Diantaranya, pertama di tengah suasana hiruk pikuk hadirnya banyak orang masih diterapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan baik para wisudawan maupun tamu undangan memakai masker.
“Artinya kewaspadaan dan kehatian-hatian oleh panitia penyelenggara wisuda masih memiliki komitmen bahwa pandemi Covid-19 masih ada,” ucapnya.
Kedua acara wisuda disusun secara sistimatis, singkat dan menghibur serta relegius karena selain doa juga ada sholafat.
Kemudian, ketiga ada pencerahan sekilas tentang menghadapi tahun politik agar kita tetap dapat menciptakan suasana kondunsif dan bisa berkontribusi positif dalam pesta demokrasi yang dihelat setiap lima tahun sekali.
Pencerahan, tambah Bambang Sulistya, tmdisampaikan oleh Wakil Alumni Universitas Islam Indonesia (UII), Cecep Agus Supriyanta yang saat ini mengemban amanah sebagai Asisten Deputi Koordinasi Wawasan Kebangsaan, Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa,Kementerian Koordinator Bidang Politik,Hukum,dan Keamanan Republik Indonesia.
Keempat ada spirit perjuangan yang diungkapkan dari wakil wisudawan /wisudawati oleh Fildzah Adlina.
Ia menyampaikan bahwa Kampus UII telah banyak memberikan momen-momen yang indah dan memesona, mendapatkan pengalaman yang luar biasa, mulai dari belajar tentang arti dari suatu perjuangan, pantang menyerah, bekerja keras dan siap berkorban.
Apa yang didapati saat ini adalah cermin dari perjuangan kita.
Kelima, kemahiran dan kepiawian serta kehebatan dari Rektor UII Fathul Wahid, dalam memberikan sambutan dan wejangan.
“Di tengah-tengah susana formal belau mampu menciptakan suasana menghibur dan membuat gelak tawa serta tepuk tangan seluruh peserta yang hadir dalam wisuda,” katanya.
Ia mengawali dan mengakhiri sambutan dengan membacakan patun jenaka, setiap bait yang dibaca disambut ucapan dari audien “cakep” dan diikuti tepuk tangan dan gelak tawa.
Kemudian ada wejangan atau pitutur yang sangat bermanfaat bagi kita semua.
Di dalam perubahan zaman yang begitu pesat, memberi arahan agar kita terus meningkatkan kecakapan dalam bentuk pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill).
Disamping itu juga memantapkan diri dengan keluhuran sikap (attitude) berupa nilai-nilai dalam berakhlak mulia.
Karena akhlak mulia bersifat menular dan akan menjadi inspirasi bagi orang lain dan jadi cerminan kualitas orang beriman.
Keluhuran sikap dapat mewujudkan dalam banyak hal, termasuk menjujung tinggi kejujuran dalam berpikir dan bertindak.
Mengikhtirkan keadilan dengan sungguh- sungguh karena tidak ingin melanggar hak dan menghormati semua orang karena sadar bahwa semuanya setara.
Dalam kontek nyata kejujuran dapat mewujudkan kehati-hatian menjalankan amanah,termasuk menjauhkan diri dari pratik koruptif dan tindakan pelanggaran lainnya.
Mendengarkan orang lain juga termasuk tindakan yang mulia. Kegiatan tersebut agar terus dibudayakan dan dilestarikan.
Jangan seperti saat ini orang cenderung saling menghujad dan mementingkan kepentingan sendiri istilah melenia memang gua pikirin yang penting happy entah orang lain menderita.
Tetaplah menjadi orang baik yang keberadaannya dicari, kehadirannya dinanti, kepergiannya dirindui, kebaikannya diteladani dan kematiannya ditangisi.
Karena orang baik selalu pintar mengendalikan diri, sabar, toleran dan tidak mengutamakan diri sendiri.
Disamping itu orang baik selalu menebar kebaikan,senyuman,berpikir positif,penuh perhatian,selalu membagikan hal yang bermanfaat dan selalu menghafal tiga kata sakti dalam berkomunikasi, yaitu maaf, tolong dan terimakasih serta orang baik selalu meperlakukan orang lain dengan hormat,penuh kasih sayang, empati,tidak suka menebar berita hoaks dan siap bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukanya.
Bambang Sulistya menambahkan, ada ungkapan bijak yang patut diteladani disaat kita aktif bergaul di masyarakat.
“Memang baik menjadi orang penting,tapi jauh lebih penting menjadi orang baik. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita dan memudahkan kita dalam menjalani peran yang kita mainkan,” tuturnya.
Menjadi orang baik yang ikut merawat jagat membangun kerukunan di dalam masyarakat. (*).

Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan Sambangi AHY di Kantor Demokrat

JAKARTA.-

Upaya percepatan deklarasi bersama Koalisi Perubahan sedang terus dimatangkan. Pasca pernyataan dukungan Partai Demokrat dan PKS minggu ini, pertemuan Tim Kecil Koalisi Perubahan kembali digelar Kamis sore (2/2/2023). Kali ini, rapat konsolidasi itu dilakukan di kantor DPP Partai Demokrat, dengan menghadirkan semua pihak, mulai dari perwakilan Partai Nasdem, Partai Demokrat, PKS, dan juga menghadirkan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan.

Kedatangan Anies dan rombongan Tim Kecil Koalisi Perubahan di kantor DPP Partai Demokrat disambut langsung oleh Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Anies dan AHY tampak akrab lewat perbincangan singkat, sebelum mereka bersama-sama naik ke ruang kerja AHY.

Selaku tuan rumah, AHY menyambut baik pertemuan tim kecil Koalisi Perubahan tersebut. “Sebagai tuan rumah, saya merasa senang dan bahagia. Rapat berjalan baik, cair, dan penuh semangat kebersamaan. Ini menunjukkan tiga partai solid,” kata AHY singkat di markas Partai Demokrat di Jl. Proklamasi Jakarta Pusat.

Kedepan, lanjut AHY, ketiga partai politik anggota Koalisi Perubahan akan terus menjalankan misi bersama untuk membangun harapan masa depan. “Misi bersama untuk kita perjuangkan, dari sekarang sampai nanti Pemilu 2024,” ujar alumnus Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat itu.
Selanjutnya, Anies Baswedan yang didampingi AHY juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan wujud soliditas Koalisi Perubahan. “Hari ini, saya menemui Pak Ketua Umum Partai Demokrat, untuk memberikan update secara langsung dan juga membahas berbagai hal,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Anies mengaku bersyukur, kejelasan sikap Nasdem, telah diperkuat oleh Demokrat dan PKS. “Pada tanggal 3 Oktober 2022, Partai Nasdem telah menyatakan sikapnya. Tanggal 26 Januari 2023 Partai Demokrat juga mengutarakan sikap politiknya. Lalu, tanggal 30 Januari 2023, PKS juga mengutarakan sikap politiknya. Selanjutnya, diskusi tim kecil ini akan semakin teknis dan makin solid untuk bersiap menuju perjalanan ke depan,” ujar alumnus Northern Illinois University, Amerika Serikat itu.

Sementara itu, utusan Partai Nasdem Willy Aditya menyatakan bahwa pertemuan Tim Kecil pasca pernyataan sikap Demokrat dan PKS kemarin, menepis semua tudingan melemahnya soliditas Koalisi Perubahan. “Ini membuktikan bahwa rumor yang digoreng media, tidak benar. Kami berprinsip, sekali layar terkembang, surut kita berpantang,” kata Willy. Karena itu, lanjut Willy, kunjungan Partai Nasdem ke partai-partai politik yang lain merupakan upaya agar tradisi politik tidak mundur ke belakang. “Kunjungan kami ke partai-partai lain, agar politik kita tidak set back ke belakang. Itulah moralitas politik yang kita pegang,” kata Willy.

Pasca dukungan Demokrat dan PKS untuk mengusung Anies Baswedan sebagai Bacapres 2024, maka persyaratan Presidential Threshold 20 persen telah tercapai. Bahkan, bersatunya kekuatan Nasdem, Demokrat, dan PKS, bisa menggabungkan 25 persen suara nasional dan juga 28,5 persen kekuatan kursi Senayan. Dengan kecukupan persyaratan ini, tim kecil ketiga partai akan semakin memperkokoh kerja sama untuk menciptakan mesin politik yang efektif ke depan.

Usai bertemu dengan AHY, Anies Baswedan dan Tim Kecil rencananya juga akan bersilaturahmi ke kantor-kantor partai politik pengusung, yakni PKS dan Nasdem. Kunjungan Anies Baswedan dan Tim Kecil melakukan silaturahmi ini untuk memperkokoh soliditas partai, juga untuk mematangkan strategi dan kerja-kerja nyata pemenangan.
Selain Anies dan AHY, hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Sudirman Said, Dadang, dari Tim Anies, lalu utusan Partai Nasdem Willy Aditya dan Sugeng Suparwoto, utusan PKS M. Sohibul Iman, Almuzammil Yusuf, dan Pipin Sopian, serta Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya. (*)

Koran Lokal Terpercaya