Sering Pegang “burung” Muridnya, Guru SMP Dikeluarkan dari Sekolah

Blora, KORANDIVA.CO – Dunia pendidikan kembali tercoreng, kali ini terjadi di SMP Negeri 1 Ngawen Kabupaten Blora. Salah satu guru pengajar di sekolah ini dilaporkan telah melecehkan anak didiknya yang laki-laki dengan cara memegang dan meremas “burung” sang murid. Padahal, guru olahraga ini juga seorang laki-laki.

Chandra, nama guru olahraga itu diduga sering melecehkan murid laki-lakinya saat olahraga maupun saat ganti baju.
Kepada awak media, salah satu murid di sekolah itu yang tinggal di wilayah Ngawen menceritakan, bahwa guru olahraga itu sering bertindak aneh. Pada saat jam pelajaran sang guru malah membuka Youtube dewasa, dan anak-anak yang mau lihat boleh mendekat. Pada saat melihat bersama itu ia melihat tangan sang guru tersebut memegang kelamin murid laki-laki.
“Saya gak berani kedepan, Pak, karena kata teman-teman itu film dewasa,” ucapnya polos.
Kepala SMP Negeri 1 Ngawen, Andreas Sutrasno saat ditemui wartawan, Rabu (1/3/2023)membenarkan bahwa pihaknya beberapa kali mendapat laporan atas perbuatan guru olahraganya yang bernama Chandra.
Ditambahkan oleh Andreas, sang guru dilaporkan oleh orang tua murid karena sering kali melakukan perbuatan aneh kepada muridnya ketika jam pelajaran di sekolah.
Kepada wartawan, Andreas mengatakan bahwa saat ini Chandra sudah dikeluarkan dari sekolah, SMP Negeri 1 Ngawen. “Karena banyak laporan yang masuk, Chandra sudah kami keluarkan dari SMP ini. Dia itu guru GTT maka kami punya hak mengeluarkan Chandra dari sekolah,” kata Andreas.
Dikonfirmasi wartawan melalui Watshap, Dewan Pendidikan Blora, Singgih Hartono membenarkan bahwa guru Chandra sudah dikeluarkan dari sekolah.
“Sudah dikeluarkan jadi Guru di SMPN 1 Ngawen,” balas Singgih.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Aunur Rofiq ketika konfirmasi mengatakan yang pada intinya guru tersebut sudah dikeluarkan dari SMP Negeri 1 Ngawen dan SMP 1 Ngawen saat ini terus dalam pantauan dinas.
“Kami pantau terus, Mas. Jangan sampai terjadi lagi peristiwa seperti ini karena bisa membuat truma anak-anak,” ujar Kadiknas.
Ditanya Chandra sekarang dipindah tugaskan kemana? “Intinya di keluarkan dari sekolah dan hak sekolah tersebut untuk mengeluarkan,” tandasnya. (*)

Harga Gabah Anjlok, Petani di Pati “Menjerit”

Pati, KORANDIVA.CO – Harga beras yang tinggi tak berbanding lurus dengan hasil panen para petani di Kabupaten Pati. Saat memasuki musim panen, harga gabah di tingkat petani tergolong rendah.

Salah satu petani di Desa Blaru, Dwi mengaku harga jual gabah saat ini hanya sekitar Rp 4.500 per kilogram. Meski lebih baik dibanding tahun lalu, namun harga dinilai masih rendah.
“Mestinya bisa di angka Rp 5.500 per kilogram karena kualitas padi tahun ini cukup baik. Tidak ada serangan hama,” kata Dwi, Sabtu (4/3/2023).
Menurutnya, rendahnya harga jual gabah membuat petani rugi. Sebab harga jual gabah masih belum sebanding dengan biaya mengolah sawah termasuk pupuk yang mahal.
Bukan persoalan baru, hanya saja petani menilai solusi jitu dan peran pemerintah untuk mengurai persoalan pertanian tidak kunjung berhasil. Seharusnya menurut petani, di daerah dengan mayoritas penduduk bermata pencarian sebagai petani, masalah pertanian akan semakin mengecil.
“Coba periksa lagi ke lapangan, tanyakan langsung ke petani soal harga pupuk yang non subsidi bisa melambung hingga angka Rp 500 ribu per karung. Sedangkan pupuk subsidi pun harganya melebihi HET. Tidak hanya pupuk, pestisida, insectisida saja, kebutuhan pertanian lainnya juga mengalami kenaikan,” ungkap Dwi, salah seorang petani di Desa Blaru Kabupaten Pati.
Menurut Dwi, Pemerintah Kabupaten Pati, harus mampu memperjuangkan nasib petani dengan kemudahan-kemudahan yang bisa didapatkan. Jika pupuk kimia dan kebutuhan pertanian menjadi mahal, harusnya harga komoditi juga bisa digenjot hingga menguntungkan petani.
Dirinya berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib para petani. Sebab situasi seperti ini selalu terjadi setiap musim. (*)

Bendungan Randugunting, Pesona Wisata Baru di Kabupaten Blora

Blora, KORANDIVA.CO – Sebagai tempat wisata dengan pesona baru di Kabupaten Blora, Bendungan Randugunting memiliki lokasi cukup strategis di Desa Kalinanas Kecamatan Japah, Kabupaten Blora. Keberadaan bendungan yang memiliki kapasitas tampung sebesar 14,4 juta meter kubik ini menambah kesejukan Desa Kalinanas karena dibangun di kawasan hutan jati. Dari Kecamatan Japah, akses jalan menuju Desa Kalinanas sudah dibangun dengan betonisasi sepanjang 8 Km.

Bendungan Randugunting diapit oleh 3 kabupaten yaitu Kabupaten Blora, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Rembang. Proyek yang pembangunannya dimulai pada Tahun 2018 itu diresmikan oleh Presiden RI, Ir. Jokowidodo pada awal Januari 2022.
Kepala Desa Kalinanas Kecamatan Japah, Jani mengatakan bahwa pengelolaan Bendungan Randugunting dibagi kewenangannya kepada tiga kabupaten.
Untuk sarana irigasi/pengairan menurut rencana awal akan dikelola Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang. “Untuk Kabuparen Blora akan mengelola sektor pariwisata dan air bersih (PAM),” ujar Jani ketika ditemui wartawan Rabu (1/3) lalu.
Menurut Jani, untuk pengelolaan sarana irigasi dan pariwisata serta air bersih belum dimulai karena proyek belum diserah-terimakan kepada Pemkab Blora oleh PT. Wika selaku pelaksana proyek.


“Sekarang ini masih dalam masa perawatan. Menurut rencana akan diserah terimakan ke Pemkab Blora pada bulan Maret 2023, menunggu selesainya masa perawatan,” tambahnya.
Disampaikan oleh Jani, untuk pengelolaan pariwisata nantinya diperlukan investor yang mumpuni di bidang pariwisata agar dapat nenarik para wisatawan domestik sebanyak-banyaknya untuk mendongkrak PAD Kabupaten Blora dan Pendapatan Desa Kalinanas.
Menurut Jani, sekarang ini yang ramai dikunjungi masyarakat adalah jembatan sepanjang kurang lebih 120 m yang membentang di tengah bendungan. Terutama pada hari Sabtu, mulai jam 3 sore sampai menjelang magrib. Dan hari Minggu pagi hingga sore menjelang magrib.
“Rata-rata yang datang ke sini para kawula muda. Bapak-bapak dan ibu-ibu juga ada, biasanya dari daerah sekitar Desa Kalinanas untuk sekedar melepas penat,” pungkas Jani. (*)

Majelis Tinggi Partai Demokrat Bertemu Anies Baswedan, AHY: “Gabungan Parpol Koalisi Perubahan sudah Lengkap”

Jakarta, KORANDIVA.CO – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa gabungan koalisi partai politik untuk membangun perahu koalisi Perubahan sudah lengkap. Hal ini disampaikan AHY saat menerima kunjugan Anies Baswedan yang diusung Demokrat di kantor DPP Partai Demokrat, Kamis siang (2/3/2023).

Sebelumnya pada Rabu malam (1/3), Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat melaksanakan rapat dipimpin Ketua MTP, Bapak SBY. Ini merupakan kewenangan yang dimiliki MTP sebagai ketetapan hukum Partai Demokrat, sesuai yang diatur dalam AD/ART Partai Demokrat tahun 2020.
“Karena sejatinya, dengan keputusan MTP PD yang telah diambil tadi malam dan dikonfirmasi hari ini, langsung kepada beliau Bapak Anies Baswedan sebagai calon Presiden yang akan kami usung bersama, ini memberikan kekuatan hukum pada deklarasi Partai Demokrat yang sebelumnya sudah disampaikan kepada publik pada tanggal 26 Januari 2023,” terang AHY.
Dalam pertemuan langsung dengan MTP pagi ini, Anies Baswedan juga berinteraksi, menyampaikan tanggapan, sekaligus menyampaikan visi dan gagasan besarnya, mengapa perubahan itu harus dilakukan. Dan tidak ada waktu yang lebih baik selain melalui kontestasi Pemilu 2024. Menurut AHY, Partai Demokrat menemukan banyak sekali kesamaan cara pandang dan kesamaan tujuan dengan Anies Baswedan.
“Mudah-mudahan silaturahim semacam ini juga semakin memperkuat chemistry diantara keluarga besar Partai Demokrat dengan Bapak Anies Baswedan, juga semakin menguatkan sinergi, kolaborasi,” tutur AHY.
Itulah kekuatan yang dimiliki oleh Partai Demokrat. “Insya Allah kami memiliki kesatuan komando, satu pikiran, satu hati, dan satu tindakan, baik yang terjadi hari ini maupun sampai dengan nanti Pemilu 2024,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Anies Baswedan kembali menyampaikan rasa terima kasih atas ketegasan sikap dan dukungan Partai Demokrat terhadap dirinya.
“Hari ini juga, Partai Demokrat kembali menegaskan komitmen untuk berjalan bersama ke depan. Menegaskan sikap (yang tadi sudah disampaikan oleh Mas AHY) atas diskusi, pembahasan yang kita lakukan bersama-sama, di dalam Majelis Tinggi. Dimana menetapkan untuk mengusung kami sebagai calon Presiden untuk Pemilu 2024, bersama partai pengusung lain; Partai NasDem dan PKS,” tutur Anies.
“Izinkan kami menyampaikan keikhlasan, rendah hati, dengan memohon izin, ridho dari Allah SWT, kami menerima amanah besar ini, mengemban amanah besar ini, dan insya Allah kita siap untuk berjalan bersama-sama menuju perubahan dan perbaikan,” ucapnya.
Turut hadir dalam pertemuan antara Majelis Tinggi Partai Demokrat dengan bakal calon Presiden Anies Baswedan antara lain Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Wakil Majelis Tinggi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Edhie Baskoro Yudhoyono, Andi Mallarangeng, Hinca Pandjaitan, Melani Suharli, Sarjan Tahir, Indrawati Sukadis, Sri Sumaryanti Budhisantoso, Jafar Hafsah, EE Mangindaan, Nachrowi Ramli, dan Amir Syamsuddin. (*)

Pesilat Patah Tulang Saat Bertanding di POPDA, Dinpora Blora Hanya Beri Santunan Rp 1 Juta

Blora, KORANDIVA.CO – Naas dialami seorang atlet pencak silat Blora saat bertanding di POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) Blora 2023, yang digelar di GOR Mustika Blora pada pada 23-24 Febuari 2023. Atlit pencak silat putra yang merupakan siswa SMK Bhakti Husada PGRI Blora itu mengalami cedera patah tulang setelah terjadi body kontak dengan lawan tandingnya pada Kamis malam, 23 Februari 2023.

Pesilat yang diketahui bernama Bagas Dwi Utomo, berusia 16 tahun mengalami cedera patah tulang pada lengan kiri. Pihak keluarga kepada wartawan Diva membenarkan, Bagas Dwi Utomo mengalami patah tulang pada lengan kiri yang diduga terkena bantingan lawan tandingya.
Selama dalam perawatan di RSUD Dr. Soejono Blora, keluarga mengaku harus mengeluarkan biaya perawatan sebesar 15 juta. Sementara Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata (Dinporabudpar) selaku penyelenggara Popda hanya memberikan santunan sebesar Rp 1 juta. “Sebagian biaya pengobatan ditanggung oleh Basnaz,” ujar Samadi, ayah Bagas.
Samadi berharap, Pemkab Blora bisa memberikan bantuan kekurangan biaya, karena Bagas sudah mengalami cacat permanen.
“Kami mohon Pemkab Blora bisa bantu kekurangan biaya. Meskipun Bagas sudah pulang dari RSUD, akan tetapi sekarang kondisinya sudah cacat permanen,” papar Samadi.


Dewan Pendidikan Kabupaten Blora, Singgih Hartono turut prihatin atas kondisi yang dialami Bagas Dwi Utomo. Dia juga menuntut Dinporabudpar selaku penyelenggara untuk bertanggung jawab atas terjadinya insiden tersebut.
“Penyelenggara kurang memahami aturan dalam penyelenggaraan pertandingan body kontak. Dinporabudpar harusnya menyediakan anggaran untuk jaminan keselamatan para atlit bila terjadi musibah fisik terhadap atlitnya,” tandas Singgih.
Sementara itu Ketua Basnaz Blora, Sutaat ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa Basnaz telah memberikan bantuan biaya kepada Bagas Dwi Utomo yang cedera dalam pertandingan Popda.
“Pada prinsipnya Baznas membantu dengan semangat sesarengan. Seandainya biaya pengobatan rumah sakit habisnya di bawah 5 juta, Baznas akan membayar 100 persen. Tapi karena sampai 15 juta, ya Basnaz hanya mampu berikan bantuan 8 juta kepada keluarga Bagas,” jelas Sutaat.
Sementara itu Kepala Dinporabudpar Blora, Kunto Aji hingga berita ini ditulis belum membaca dan belum membalas pesan WhatsApp yang disampaikan awak media. (*)

AHY Ajak Kader Dukung Anies Pimpin Perubahan dan Perbaikan

Jakarta, KORANDIVA.CO – Meski diguyur gerimis hujan, ribuan massa kader, konsituen, dan simpatisan Partai Demokrat riuh ramai menyambut kedatangan bakal calon Presiden Anies Baswedan di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat Kamis pagi (2/3/2023). Terdengar jargon perubahan dan perbaikan terus diteriakkan dengan penuh semangat.

Dengan kemeja basah kuyup diguyur hujan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama kader Partai Demokrat menerima kehadiran Anies dengan hangat. “Di depan kita sudah hadir, calon Presiden Republik Indonesia, Bapak Anies Baswedan,” ujar AHY memperkenalkan Anies kepada para kader dan simpatisan yang memadati halaman kantor DPP Demokrat.
“Mari kita dukung Bapak Anies Baswedan sehingga bisa memimpin perubahan dan perbaikan di negeri kita,” lanjutnya.
AHY menyampaikan, bahwa Partai Demokrat ingin perubahan dan perbaikan. Oleh karena itu, ia mengajak semua yang hadir untuk menyatukan semangat dan energi untuk bisa memenangkan Pemilihan Presiden 2024.
Membalas sambutan AHY dan Partai Demokrat atas kehadirannya, Anies mengucapkan terima kasih atas semangat Demokrat yang bergolak luar biasa untuk menyongsong perubahan dan perbaikan.
“Hujan turun rintik-rintik, yang pasti semangat perjuangan kita makin membara,” tutur Anies kepada ribuan massa yang terus menyapa dan mengambil foto sambil hujan-hujanan.
Lebih lanjut, Anies mengajak para kader, simpatisan, dan konstituen Partai Demokrat untuk merapikan barisan dan solid dalam perjalanan memperjuangkan perubahan dan perbaikan ke depan.
“Kita akan memulai sebuah perjalanan panjang. Membutuhkan stamina, kesiapan, ketangguhan. Dan insya Allah, menyaksikan yang hadir di sini, kita optimis bisa melewati ini semua,” kata Anies menyampaikan.
Menutup sambutannya, Anies juga menyatakan siap berjalan bersama Demokrat untuk menyongsong kemenangan bersama.
“Mas AHY, kita siap bersama-sama,” tegasnya.
Anies Baswedan tiba di DPP Partai Demokrat pukul 10.00 WIB. Kunjungan Anies pagi ini salah satunya adalah bertemu dengan jajaran Majelis Tinggi Partai Demokrat pasca dirinya secara resmi diusung oleh Partai Demokrat pada 26 Januari 2023 yang lalu. (*)

Berkas Oknum Anggota DPRD Blora, Tersangka Mafia Tanah sudah Dikirim ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah

Blora, KORANDIVA.CO – Kasus dugaan mafia tanah yang menyeret oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora bernama Abdullah Aminudin, dan seorang Notaris/PPAT di Kabupaten Blora, Elizabeth Estiningsih terus berlanjut. Hal ini dikuatkan adanya keterangan tambahan oleh pelapor, Sri Budiono kepada penyidik Ditreskrimum Polda Jateng pada Senin (27/2/2023).

Aminudin yang dilaporkan ke Polda Jateng oleh Sri Budiono pada 7 Desember 2021. Setelah hampir setahun, statusnya dinaikkan menjadi penyidikan pada 17 November 2022. Sesuai surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan Nomor: B/107/II/Res.1.9/2023 tertanggal 24 Februari 2023, status terlapor sudah menjadi Tersangka dan berkas sudah dikirim ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
Sri Budiono dipanggil penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Tengah untuk memberikan keterangan tambahan selaku saksi, sehubungan dengan dugaan Tindak Pidana pasal 264 KUHP dan atau pasal 266 dan atau 378 KUHP. Yaitu terkait pembuatan akta autentik berupa jual beli dan atau penggunaan akta autentik berupa akta jual beli dan penipuan.
“Saya dimintai keterangan oleh penyidik hampir empat jam buat tambahan berita acara pemeriksaan (BAP). Pertanyaannya terkait kronologi kejadian,” terang Sri Budiono, Senin (27/2/2023).
Dia menambahkan, pemanggilan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Tengah ini tidak lain untuk dimintai keterangan tambahan. Yaitu dalam hal perkara dugaan membuat, memasukkan keterangan palsu dalam akta autentik serta penggunaannya.
Terpisah, kuasa Hukum pelapor Zaenul Arifin mengkonfirmasi bahwa kliennya memang mendapatkan panggilan penyidik Ditreskrimmum Polda Jawa Tengah.
Dirinya berharap, penyidik segera menuntaskan kasus dugaan mafia tanah dengan melimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) hingga lanjut ke vonis hakim.
“Harapan kami agar kasus ini segera dituntaskan. Dilakukan penahanan kepada para tersangka, dan dilakukan pengembangan penanganan kepada pihak-pihak lain yang diduga terlibat atas terjadinya perbuatan pidana tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan agar ada efek jera bagi para mafia tenah. “Biar ada efek jeranya. Toh, para tersangka ndak ada permohonan maaf atau penyesalan yang disampaikan kepada korban, atas perbuatan yang dilakukannya,” tambahnya. (*)

CBS dan Pensiunan PT. Pos Blora Gelar Temu Kangen di Tempuran

Blora, KORANDIVA.CO – Bertempat di Warung Iwak Kali di Desa Tempuran Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, para pensiunan PT Pos bersama pegawai yang baru menjalankan cuti besar (CBS) menggelar acara temu kangen, Kamis (23/02/2023).

Menurut mantan Kepala Cabang Kantor Pos Jati Doplang kode 58384, Sukarno, temu kangen ini merupakan pertemuan kedua dan bisa dibilang mendadak.

“Yang memfasilitasi pertemuan ini Mas Agus Priyadi yang akrab dipanggil mas Dedy. Beliau adalah kakak kandung Kabareskrim Polri yang juga kelahiran Blora,” ujarnya.

Hampir semua pegawai Pos yang baru menjalankan cuti besar (CBS) maupun yang sudah purna tugas hadir dalam acara temu kangen dengan maksud dan tujuan untuk mempererat silaturahmi serta keakraban. “Agar tali persaudaraan jangan sampai putus,” tambah Sukarno.

Selain membahas rencana pertemuan dengan anjangsana yang akan dilaksanakan satu bulan sekali, dalam pertemuan itu juga disampaikan keluh kesah terkait gaji pensiunan Pos. Mulai dari kapan gaji pensiunan PT Pos naik dan sudah beberapa tahun tidak naik gaji.

“Kehidupan pensiunan PT Pos saat ini sangat berat dibanding nasib pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang selalu ada kenaikan gaji, gaji ke 13 dan THR. Saya sebagai pensiunan PT Pos sangat mengharapkan akan kenaikan gaji itu,” keluh Sukarno.

“Agar dalam menjalani hari tua bisa hidup tenang, sehat dan bahagia, semoga para pemimpin kebijakan dapat memperhatikan keluhan para pensiunan PT. Pos,” ungkap Karno. (*).

Bupati Blora Tidak Tahu Muntahar Masih Menjabat Kades

BLORA.-

Meski sudah menyandang status terdakwa, Muntahar hingga sekarang masih menjabat kepala desa (Kades) Kentong, Kecamatan Cepu, Kabu-paten Blora. Muntahar merupakan terdakwa dalam kasus pemalsuan dokumen yang sekarang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Blora.
Dikonfirmasi mengenai status Muntahan sebagai kepala desa aktif, Bupati Blora, Arief Rohman ternyata belum mengetahuinya secara pasti.
Arief Rohman menyatakan akan segera berkoordinasi dengan jajarannya, khususnya Dinas Pemberdaraan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora, terkait persoalan ini. “Ya saya koordinasikan nanti. Saya belum menge-cek secara pasti. Nanti saya cek dulu,” ucap Arief Roh-man, ketika di Kampung Samin Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Selasa (21/2/2023).
Sebelumnya, Camat Cepu, Budiman ketika dikonfirmasi terkait status Kades Kentong juga tidak bisa memberi banyak penjelasan.
Sampai saat ini, Budiman mengaku belum mendapatkan surat tembusan apapun mengenai status Kades Kentong, Muntahar.
“Ya masih kades, karena kami belum mendapatkan surat tembusan apapun,” ucapnya, Senin (20/2/2023).
Rencananya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PMD Kabupaten Blora.
“Saya akan koordinasikan terlebih dahulu dengan PMD,” ungkap Budiman. (*)

Sidang Kasus Dugaan Pemalsuan SK oleh Kades Kentong, Jaksa Hadirkan Enam Orang Calon Perangkat yang Gagal

“Kami menduga ada motif uang di balik perbuatan terdakwa. Sehingga diduga terjadi jual beli jabatan dalam kasus ini,” ungkap Ketua PKN Blora, Sukisman.

***

KEPALA Desa Kentong Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Muntahar, Rabu (22/2/2023) menjalani sidang kedua dalam kasus dugaan pemalsuan Surat Keputusan (SK) Rukun Tetangga (RT) di Pengadilan Negeri (PN) Blora dengan status terdakwa.
Pada sidang kedua yang dipimpin Hakim Isnaini Imroatus Solichah yang beragendakan pemeriksaan saksi-saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agustinus Dian Leo Putra menghadirkan enam orang saksi yang kesemuanya merupakan calon perangkat desa yang tidak lolos alias gagal. Mereka adalah Suparjo Wikan Prasetyo, Feslon Diandra, Dewin Aprilia, Muh Isran Alharis, dan Coni Dewani.
Pemalsuan SK RT tersebut berkait dengan dugaan kecurangan seleksi perangkat desa (perades) di Kabupaten Blora. Diketahui, SK RT tersebut digunakan oleh Herwanto untuk mendaftar Perangkat Desa (Perades) di Desa Kentong.
Di mana SK tersebut bisa memberikan tambahan nilai “8” kepada calon perangkat desa yang menggunakan dokumen tersebut. Aki-banya, Herwanto dinyatakan lolos dalam seleksi penyaringan dan penjaringan perangkat desa sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Kentong.
Andaikan Herwanto tidak mendapatkan tambahan nilai sebanyak 8 poin dari SK tersebut, harusnya Herwanto tidak akan berada di peringkat pertama, melainkan Bagus Angga yang berada di peringkat dua dengan selisih nilai 5 poin saja dengan Herwanto.
Namun, begitu kasus tersebut mencuat ke publik dan dilaporkan ke Polres Blora, Herwanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekdes Kentong pada bulan Oktober 2022 lalu.
Ketua PKN Blora, Sukisman meminta majelis hakim mengungkap juga motif atau niat terdakwa melakukan pemalsuan dokumen.
“Kami menduga ada motif uang di balik perbuatan terdakwa. Dugaan ini wajar karena dengan SK yang diberikan terdakwa, Herwanto dapat nilai tambahan dan lolos jadi perades,” kata Sukisman. (*)

Koran Lokal Terpercaya