Beranda blog Halaman 135

Ditutupi…

0

KEGALAUAN masih tampak di wajah para penambang minyak Lapangan Sumur Tua Ledok di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Itu terlihat ketika mereka hadir pada acara rekonsiliasi jilid 2 yang diprakarsai DPRD Blora di Kantor Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok (PPMSTL), Kamis (22/6/2023).

Bukan tanpa alasan, mereka galau karena pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada rekonsiliasi jilid 1 yang digelar di gedung DPRD Blora pada 10 Juni lalu masih belum terjawab juga.
Penambang mempertanyakan tanggung jawab BPE terhadap pemasangan police line di titik sumur LDK 27, dan truk tangki minyak yang diamankan oleh Polda Jateng.
Pernyataan Plt Direktur Utama BPE yang akan “membantu” menyelesaikan persoalan yang dihadapi para penambang, seolah masalah penyegelan sumur 27 dan pengamanan 3 unit truk tangki minyak adalah persoalan penambang dengan aparat penegak hukum, dan bukan persoalannya BPE.
Lalu, apa alasan BPE tiba-tiba memilih bayar 50 juta kepada oknum wartawan karena diancam akan diberitakan di media? Sebenarnya ada masalah apa di Ledok, hingga BPE ingin menutupi? Kalau masalah itu menjadi tanggung jawab penambang, kenapa BPE yang harus bayar mahal kepada nyamuk pers pada waktu itu?
Bila mengacu Peraturan Menteri ESDM No.01 Tahun 2008 pada pasal 2 disebutkan, pengusahaan dan pemroduksian minyak bumi dilaksanakan KUD atau BUMD. Artinya, legalitas angkat dan angkut minyak di Lapangan Ledok ada pada BUMD. Penambang hanyalah buruh angkat minyak, dan sopir tangki adalah petugas angkut minyak yang bekerja sesuai petunjuk BUMD.
Jika tiba-tiba dipasang garis police line, itu artinya polisi menemukan unsur pidana dalam kegiatan pengeboran di titik 27. Padahal setiap ada kegiatan fisik di wilayah kerja pertambangan selalu diawali kegiatan inspeksi oleh Pertamina atas koordinasi BPE.
Termasuk kasus penangkapan armada truk tangki bermuatan minyak yang bertulis “BPE”. Polisi tentunya sudah mencium kegiatan penyalahgunaan pengangkutan BBM. Jika yang diangkut adalah 100 persen minyak hasil penambangan dari Lapangan Ledok seharusnya tidak ada masalah. Tetapi jika di dalam tangki terbukti ada cairan minyak yang bersumber dari lapangan lain yang belum berizin, tentu itu akan jadi masalah besar.
Masalah utama yang sedang menjerat BPE dan penambang minyak ternyata belum menjadi bahasan pada kegiatan rekonsiliasi yang sudah dua kali digelar. Memang tidak mengerti, atau sengaja ingin menutupi?
***

Pengaduan ke Kejaksaan sejak Januari 2023

0

“Saya akan terus pantau dan kawal kasus ini. Jika terbukti ada kesengajaan mengulur-ulur waktu saya akan demo ke kantor Kejaksaan,” ujar Ketua PKN Blora, Sukisman.

***
Pemberian hibah oleh Pemkab Blora kepada Polres Blora dan Kejari Blora sebesar Rp 11,5 menggunakan anggaran APBD tahun 2023, telah memupuskan kepercayaan masyarakat Blora terhadap penegakan hukum di Bumi Samin karena kental dengan aroma korupsi dan kolusi. Hibah untuk Polres berupa bangunan lantai 2 dengan anggaran sekitar Rp 9 miliar, sementara Kejaksaan Negeri Blora Rp 2,5 miliar berupa pengurugan tanah untuk kantor baru. Kedua lahan berlokasi di Jl. Raya Blora-Cepu, Seso, Kecamatan Jepon.
Seperti disampaikan Ketua PKN Blora, Sukisman yang pada Januari lalu mengadukan kasus honorarium DPRD Blora ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Semarang.
“Kalau lapor Kejaksaan Blora saya tidak yakin akan ditangani, karena lembaga itu telah mendapat kucuran dari APBD Blora sebesar 2,5 miliar,” ujar Sukisman menjawab pertanyaan wartawan, Jumat (23/6/2023).
Tiga bulan sejak mengadu belum ada progres, pada bulan Maret lalu Sukisman mendatangi Kejati Jateng untuk klarifikasi. “Kalau tidak segera ditindak lanjuti, saya akan menggelar demo di halaman kantor Kejati,” ancam Sukisman pada waktu itu.
Tepat tanggal 30 Maret 2023, kejaksaan tinggi bersurat kepada Kejari Blora untuk melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terkait kasus honorarium DPRD Blora Tahun 2021 yang melibatkan 700 kegiatan dan diduga merugikan keuangan negara hampir Rp 11 miliar.
Walaupun awalnya sempat meragukan keseriusan Kejari Blora, namun hal itu langsung tertepis. Karena dalam waktu sepekan sudah ada pemanggilan dari Kejari terhadap Ketua PKN Blora selaku pelapor atas kasus tersebut, yang diikuti pemanggilan pimpinan dan staf sekretariat DPRD Kabupaten Blora.
Ditambah lagi pernyataan Kasi Intel Kejari Blora Jatmiko kepada publik, bahwa Kejari Blora akan segera bergerak cepat memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam persoalan honorarium narasumber para wakil rakyat tersebut.
Namun setelah ditunggu hingga akhir Juni ternyata belum ada tindakan tegas yang dilakukan oleh Kejari Blora terhadap para tersangka pelaku, Sukisman mengaku kecewa dan berencana akan mendatangi Kejari Blora.
“Saya terus pantau dan kawal kasus ini. Jika terbukti ada kesengajaan mengulur-ulur waktu saya akan demo,” tandasnya. (*)

Sambut Hari Bhayangkara ke-77, Polsek Jati-Blora Gelar Pengajian Akbar

0

BLORA.-

Bertempat di Mapolsek Jati Polres Blora, Kamis (22/6/2023) digelar pengajian akbar yang diikuti ribuan jamaah. Pengajian yang menghadirkan KH. Muhamad Syafi’i dari Grobogan pada hari itu juga diikuti jamaah dari luar wilayah Kecamatan Jati. Tampak antusias masyarakat dalam kegiatan pengajian tersebut, khususnya warga Dukuan Doplang.
Sebelum acara ceramah agama, para jamaah dihibur dengan pementasan hadroh yang dibawakan oleh grup kesenian pimpinan Tholib, yang merupakan anggota Polsek Jati.
Acara dihadiri Forkompincam diantaranya, Camat Jati Drs Muhari, Danramil 11 Jati Kapten Ifantri Suyadi, Kapolsek Jati Iptu Subardi, Kepala Desa Doplang Agus Supriyadi, juga Tomas dan Toga serta masyarakat Doplang dan sekitarnya.
Kapolsek Jati Iptu Subardi dalam sambutannya menyampaikan kepada para tamu undangan, bahwa dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara yang ke-77 ini jajaran Polsek Jati mengadakan pengajian dan menyantuni lima anak yatim piatu.
“Saya malam ini merasa bahagia dan bangga karena saya beserta anggota dapat melaksanakan pengajian yang meriah, juga bisa sedikit memberi bingkisan kepada lima anak yatim piatu. Semoga bermanfaat bisa sedikit meringankan beban mereka,” ucapnya.
“Sebetulnya Pak Kapolres bersedia hadir, namun mendadak ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan,” pungkas Bardi.


Pada kesempatan itu Camat Jati Drs Muhari dalam sambutannya mengatakan, bahwa dalam menyambut Hari Bhayangkara yang 77 ini Polri profesional dalam mengabdi dan melayani masyarakat,
“Selamat Hari Bhayangkara yang ke 77 semoga Polri semakin Jaya dan dicintai oleh masyarakat serta selalu tingkatkan kinerjanya. Dengan adanya Polisi RW bisa lebih dekat dengan warga binaannya,” pesan Muhari.
Pada puncak acara KH. Muhamad Syafi’i memberi tausiyah dan sekaligus doa penutup akhir pengajian.
“Alhamdulillah yang hadir ikut pengajian malam ini banyak sekali, berarti Polsek Jati Insyaallah diridhoi Allah SWT. Dan saya ucapkan selamat untuk semua Polisi semoga diberi kesehatan oleh Allah. Aamiin,” ujarnya.
Melalui pesan-pesannya Kiai Syafi’i menuturkan, dalam kehidupan bermasyarakat agar selalu rukun damai, asalkan antara ulama dan umaroh selalu berkomonikasi dan bersinergi Insyaallah akan tercipta kedamaian di tengah masyarakat,” pesan Kiyai. (*).

Sedekah Bumi di Bogorejo Dipusatkan di Bumi Tanjung, Tempat Simbah Bogo Punjul

0

BLORA.-

Walaupun sudah memasuki era digital, tradisi sedekah bumi masih menjadi agenda rutin yang secara turun temurun dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME yang sekarang digelar secara akbar dan meriah hingga bisa menjadi pemantik para wisatawan.
Seperti yang dilaksanakan oleh warga Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Rabu (21/6) lalu.
“Sang Maha Pencipta telah melimpahkan berbagai nikmat utamanya keadaan desa yang aman dari malapetaka,” ungkap H. Supardi, salah satu tokoh masyarakat Desa Bogorejo yang juga Ketua Komisi A DPRD Blora, Kamis (22/6/2023).
Ia menambahkan, tradisi warisan leluhur sedekah bumi wajib dilestarikan. Karena ada nilai positif dari penyelenggaraan sedekah bumi, yaitu masyarakat disadarkan akan pentingnya mengembangkan rasa terima kasih dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi kemakmuran dan kesejahteraan kepada masyarakat Desa Bogorejo.
Disamping itu dapat dijadikan wahana untuk menumbuhkan semangat gotong royong, kerukunan, kebersamaan dan budaya kepyur serta membangkitkan spirit bersilaturahmi.
Bahkan Kegiatan sedekah bumi merupakan tradisi yang memiliki perwujudan pengamalan Pancasila secara nyata di masyarakat.
Kepala Desa Bogorejo Farid Aang Muallifi mengatakan bahwa penyelenggarakan sedekah bumi ini sebagai wujud realisasi komitmen Kepala Desa dalam rangka uri-uri tradisi adi luhung yang sangat bermanfaat dan sekaligus untuk menghibur masyarakat serta untuk menumbuh semangat silaturahmi supaya guyub rukun sesarengan mbangun Desa Bogorejo.
Sementara itu menurut Mohamad Basirun mantan pejabat Depag yang saat ini sebagai Sekretaris PWRI Kecamatan Bogorejo berpendapat sedekah bumi menurut keyakinannya hukumnya dibolehkan tidak diharamkan karena diniati sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada masyarakat di Desa Bogorejo.
Ia juga menuturkan prosesi kegiatan sedakah bumi. Ia menjelaskan mengapa sedekah bumi dinamakan Gasdesa, karena saat sedekah bumi merupakan hari untuk senang-senang pakai baju baru tempo dulu, sekarang disesuaikan zamannya.
Dengan memakai baju baru kelihatan bergas tanpa beban dan bisa menikmati aneka makanan tradisional yang disajikan seperti dumbeg, pasung, tape, bogisan dan jadah serta makanan lainnya.
“Warga menyediakan aneka jajan, nasi dan lauk secara ikhlas sebagai wujud sedekah,” ucapnya.
Di wilayah desa Bogorejo setiap dukuh menyelenggarakan gasdesa empat kali dengan waktu berbeda, yakni Jumat Legi dukuh Grojokan, Jumat Pon dukuh Kedung Menjangan, Rabu Pon dukuh Krajan dan Minggu pahing dukung Ngamping.
Aneka ritual dan hiburan yang ditampilkan sajian campur sari Putra Ligna asuhan kepala desa. Selain itu ada tayuban, wayang kulit, kegiatan tausiah, istighotsah, tahlil, selawat Nabi dan hanya di Bogorejo diadakan arak arakan karnawal lengkap seperti ritual memperingati hari jadi Kabupaten Blora.
Start dari perbatasan masuk Bogorejo menuju Bumi Tanjung tempat Simbah Bogo Punjul. Tempat itu ada pohon tanjung yang dulu tempat untuk mendamaikan warga yang sedang berselisih.
Arak-arakan diawali mobil patroli polisi diikuti barisan yang terdiri dari kepala desa, para punggawa desa, BPD, LKMD, RW, RT. Baru menyusul Tumpengan dari 10 RT, barisan Barongan dan barisan terakir dari berbagai elemen anggota masyarakat yang ikut berpartisipasi mengikuti karnawal.
Sampai tempat Bumi Tanjung agenda acara adalah kegiatan sambutan kepala desa dan kegiatan doa untuk keamanan, kedamaian, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Desa Bogorejo.
Kegiatan sedekah bumi di Bogorejo tahun ini dilaksanakan secara istimewa dan ternyata mampu mengundang animo masyarakat serta memberikan hiburan kepada masyarakat.
Serta mendapat respon positif dari berbagai pihak baik dari masyarakat di desa Bogorejo maupun di luar desa Bogorejo. Bahkan Camat dan staf kecamatan serta banyak anggota DPRD Kabupaten Blora yang ikut mengayubagya kegiatan tersebut.
Mengingat selama masa pandemi corona kegiatan Gasdeso di desa Bogorejo mengalami kefakuman hanya diadakan kegiatan istigotzah,tahlil dan dzikir bersama yang dilaksanakan oleh sebagian anggota masyarakat atas dukungan dan restu KH. Moh. Ma’shum Fathoni. (*).

Pojok-Randublatung Bersholawat, Hadirkan Tiga Penceramah Kondang

0

BLORA.-

Warga Dukuh Pojok Kelurahan Randublatung Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Rabu (21/6) lalu menggelar sedekah bumi sebagai tradisi tahunan.
Menurut salah seorang warga setempat, Sugeng (40), acara sedekah bumi rutin dilaksanakan sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Alloh SWT. “Warga bersyukur atas berkah, rizki dan kesehatan warga Dukuh Pojok semuanya,” ujarnya.
Sebagai wujud kekompakan warga setempat, pada sedekah bumi tahun ini diadakan sholawatan besar-besaran dengan menghadirkan 3 penceramah kondang, yaitu: Habib Abu Bakar bin Aqil (Jepara), KH Minardi (Blora), dan Jam’iyyah Hubbun Nabi (Blora).
Antusias warga dalam melaksanakan sedekah bumi dapat dilihat dari hadirnya ribuan pengunjung yang berasal dari berbagai wilayah seperti Blora, Cepu, dan Grobogan. “Mereka hadir hanya ingin ikut bersholawat bersama sama,” tambah Sugeng. (*)

Calon Kades di Blora Sepakat, Ciptakan Situasi Kondusif dan Tidak Berbuat Anarkis

0

BLORA.-

Jelang dilaksanakannya Pilkades serentak di 27 desa yang tersebar di 13 kecamatan se Kabupaten Blora pada 8 Juli 2023, Minggu (18/06/2023) digelar deklarasi Pilkades Damai di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jawa Tengah. Acara yang diikuti para calon Kades yang akan berkompetisi itu bertujuan untuk menciptakan Pilkades yang lancar namun tetap mengedepankan aspek damai.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora Yayuk Windrati menyampaikan, Pilkades serentak di Kabupaten Blora Tahun 2023 yang tersebar di 27 Desa 13 Kecamatan akan dilaksanakan pada Sabtu Kliwon, 8 Juli 2023.
“Deklarasi damai tersebut untuk mengedepankan semangat persaudaraan, kerjasama, dan toleransi antara semua pihak yang terlibat dalam proses Pilkades,” ucapnya
Lanjutnya, melalui Deklarasi Pilkades Damai itu, masyarakat Blora terutama para calon kepala desa berharap dapat mengubah paradigma Pilkades yang sering kali memicu tensi politik tinggi, perpecahan sosial, dan konflik di tingkat lokal, menjadi Pilkades yang lancar dan damai.
Pada kesempatan itu, para calon yang ikut dalam Pilkades berkomitmen untuk menjaga sikap yang santun, tidak melakukan kampanye negatif, dan berfokus pada visi dan program kerja yang dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat desa.
“Mereka menegaskan akan mengedepankan etika dan moralitas selama pelaksanaan Pilkades serentak. Selain itu, para calon kepala desa sepakat untuk menciptakan situasi yang kondusif dan tidak berbuat anarkis,” tambahnya.


Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, rasa saling menghargai, serta kerjasama yang erat dalam menjalankan proses Pilkades.
“Hindari konflik antar calon, himbau para pendukung masing-masing jangan kampanye tidak di tempat pendidikan, tempat ibadah dan mendiskreditkan atau mencemarkan nama baik calon kades lain dan SARA,” terangnya.
Desa-desa yang akan menggelar Pilkades Serentak di Blora tanggal 8 Juli 2023 mendatang. Diantaranya wilayah Kecamatan Banjarejo, Desa Buluroto, Jatiklampok, Balongsari, Wonosemi Kecamatan Banjarejo.
Di Kecamatan Ngawen, Desa Srigading dan Bradag. Sementra itu di Kecamatan Japah, Desa Krocok, Gaplokan. Desa Sendang, Kacangan, Desa Kembang, ketiganya masuk wilayah Kecamatan Todanan.
Kemudian, Kecamatan Jepon, Desa Brumbung dan Gersi. Desa Prantaan Kecamatan Bogorejo, Kecamatan Jiken, Desa Singonegoro dan Genjahan, Desa Bekutuk Kecamatan Randublatung, Desa Gembyungan, Desa Bekutuk.
Selanjutnya Desa Nglebak Kecamatan Kradenan, Desa Nginggil Kecamatan Kradenan, Desa Kepoh Kecamatan Jati, Desa Sitirejo Kecamatan Tunjungan, Desa Tambahrejo Kecamatan Tunjungan; Desa Jipang Kecamatan Cepu, Desa Brabowan, Kecamatan Sambong.
Hadir dalam acara diantaranya oleh Bupati Blora H. Arief Rohman, Ketua DPRD Blora, Sekretaris Daerah Komang Gede Irawadi, Perwakilan Forkopimda, Forkompicam OPD terkait dan para calon Kepala Desa serta tamu undangan lainnya. (*)

Hindari HOAX, Siswa-siswi SMA 1 Tunjungan, Blora Ikuti Pelatihan Jurnalistik

0

Blora, Diva.-

Pelatihan Jurnalistik yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Rabu (21/6/2023) diikuti hampir seratus peserta yang merupakan siswa-siswi sekolah tersebut. Pelatihan ini menghadirkan pemateri tunggal, pemimpin redaksi Koran Diva, Abas A. Darsono.
Kepala SMA Negeri 1 Tunjungan, Drs. M. Ali Rozaq, M.Pd.I ketika ditemui wartawan sebelum pelatihan dimulai mengatakan, bahwa pelatihan jurnalistik ini sangat penting dilakukan untuk membekali secara dini para pelajar agar tidak terjerumus pada berita hoax di media sosial.
“Selain untuk memahami undang undang ITE, melalui pelatihan ini diharapkan para siswa mampu dalam hal menulis berita dan melakukan peliputan jika ada kegiatan di sekolah atau di lingkungannya,” katanya.
Sementara itu dalam pelatihan, pendiri Koran Diva yang akrab disapa Kang Abas itu sempat memperkenalkan tokoh-tokoh pers yang sukses dalam karirnya seperti Adam Malik yang pernah menduduki jabatan wakil presiden, dan Harmoko yang pernah menjabat menteri penerangan di era Orde Baru.
Selain itu Kang Abas juga menampilkan wajah Atta Halilintar dan Ria Ricis yang sukses mendulang rupiah dengan menekuni profesi sebagai youtuber. “Kedua bintang ini cukup jeli melihat peluang di media digital. Kalian harus bisa meniru mereka untuk mendapatkan penghasilan melalui media sosial,” ujar Kang Abas.


Tokoh lain yang juga disebut dalam pelatihan adalah Roy Suryo, pakar multi media yang pernah menjabat menteri pemuda dan olahraga. Kepada peserta pelatihan, Kang Abas wanti-wanti jangan sampai bernasib sama dengan Roy Suryo. “Dia ini pakar multi media dan pakar internet, tetapi sekarang masuk tahanan gara-gara membuat “meme” stupa candi yang mirip dengan wajah Presiden Jokowi dalam status pribadinya,” ujarnya.
Untuk pelajaran jurnalistik, peserta diberi pemahaman terkait 5W dan 1H. Pada sesi ini sempat terjadi interaksi, puluhan peserta melempar pertanyaan dan langsung mendapat jawaban dari Kang Abas. (*)

Anggota PKK Desa Ngampel-Blora Ikuti Pelatihan Pembuatan Teh Herbal

0

BLORA.-

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah melalui tim Program Pengembangan, Kepedulian Dan Kepeloporan Pemuda (PKKP) Kabupaten Blora, Selasa (20/6/2023) melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan teh herbal di Desa Ngampel Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Acara yang menghadirkan Tim PKKP yaitu Tito Octaviano dan Septi Lindawati, keduanya alumni dari Universitas Diponegoro Semarang, tampak hadir pada kegiatan tersebut antara lain Kepala Desa Ngampel dan Ketua PKK Ngampel beserta anggota.
Kegiatan pelatian ini dilaksanakan secara swadaya oleh Tim PKKP dengan tujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam upaya untuk memanfaatkan dan menambah nilai ekonomis produk tanaman yang berada di pekarangan yang selama ini belum mendapat sentuhan yang bisa menghasilkan dana.
Disamping itu juga untuk menumbuhkan semangat berwirausaha bagi ibu-ibu PKK guna meningkatkan pendapatan keluarga.
Menurut Tito dan Septi panggilan akrab keduanya, bahwa kegiatan pelatihan pembuatan teh herbal akan ditindak lanjuti hingga para ibu bisa memasarkan hasilnya ke masyarakat luas.
“Karena berdasarkan analisa usaha pembuatan teh herbal bisa mendapatkan keuntungan mencapai 25-50% dari biaya produksi yang dikeluarkan,” jelasnya.
Dikatakannya, bahan-bahan untuk pembuatan teh herbal tersedia cukup banyak di desa Ngampel.
Adapun pembuatan teh herbal dalam pelatihan ini meliputi tiga jenis komoditas,yaitu Teh Padan (Aromatic Tea),Teh daun Kelor (Super food tea) dan Teh bunga Telang (Blue Tea).
Selain tiga produk teh tersebut di desa Ngampel juga sudah menciptakan empat buah produk unggulan berupa crispy pare, crispy terong, cripsy bayam dan selai terong.
Agar memberi nilai jual terhadap teh herbal yang buat, ternyata teh herbal tersebut juga memiliki nilai manfaat bagi kesehatan manusia.
Teh Bunga Telang mengandung anti oksidan yang berguna untuk membantu melindungi sel dan mengurangi stres, baik untuk menjaga kesehatan anak dan mengurangi resiko hipertensi serta mencegah penyakit jantung.
Sementara teh daun padan dapat mencegah insomnia,menurunkan gula darah dan untuk detoksifikasi mengurangi kadar racun dalam tubuh.
Sedangkan teh daun kelor bisa meningkatkan imunitas dalam tubuh dan mencegah penyakit kanker.
Nikmatus Zahroatin, Ketua PKK Desa Ngampel Kecamatan Blora Kabupaten Blora sangat bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kesempatan kepada para ibu ibu PKK mendapat pelatihan herbal.
Mengingat bahan baku teh herbal tersebut tersedia banyak dan belum pernah dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari Tim PKKP yang telah rela berkorban tenaga, pikiran dan harta untuk kemajuan masyarakat desa Ngampel.
Ungkapan senada disampaikan kepala desa Ngampel, M Astiadi Maryanto. “Kami atas nama Pemdes Ngampel memberikan apresiasi positif atas karya dan kiprah Tim PKKP Kabupaten Blora,” ucapnya.
Itu bentuk karya nyata yang sangat bermanfaat kepada masyarakat desa Ngampel dan mudah-mudahan ke depan di Desa Ngampel akan menjadi pusat pengembangan teh herbal dan crispy pare, terong dan bayam.
“Kalau nanti mendapat rekomendasi dukungan anggaran dari dana desa akan ditingkatkan kegiatan penumbuhan semangat berwirausaha bagi ibu-ibu rumah tangga di desa Ngampel,” tambahnya.
Kesan dari ibu-ibu PKK yang mengikuti pelatihan teh herbal mayoritas menyatakan sangat senang mendapat ilmu baru dan harapan baru semoga selalu mendapat bimbingan dan pengawasan agar produk teh herbal ke depan bisa berkembang pesat. (*).

Rame-rame ke Waduk Tempuran, Mengukir Kenangan Sambil Menikmati Pesona Alamnya

0

BLORA.-

Waduk Tempuran yang populer dengan nama Wisata Waduk Tempuran Indah, adalah satu wisata alam yang berupa bendungan yang tercipta dari tiga sumber mata air dan sungai yang terletak di desa Tempuran Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jateng.
Keberadaannya menambah daya tarik wisatawan ke Blora sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang dikenal sebagai penghasil minyak bumi, kayu jati, tempat kuliner sate dan lontong Ngloram, budaya seni tayuban dan barongan serta memiliki banyak obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Mulai dari wisata alam,sejarah, budaya dan releji yang layak untuk dinikmati bersama keluarga
Jarak menuju lokasi wisata waduk Tempuran dari pusat kota atau Alun-alun kota Blora sekitar 11 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Wisata alam waduk Tempuran buka setiap hari mulai dari jam 8.00-18.00 WIB.
Waduk Tempuran pertama kali dibangun pada tahun 1912-1916 dengan spesifikasi antara lain:Volume:2.092.000 m3,luas catchment:4,3 Km2,luas layanan:923 ha dan elevasi:120,60 m.
Saat ini Waduk Tempuran selain sebagai tempat wisata yang cocok bagi keluarga, juga memiliki peran sebagai penampungan air untuk warga dan PDAM, untuk kepentingan pengairan air Pertanian, budidaya ikan darat dan menyediakan air untuk ternak sapi serta mencegah banjir.
Disamping itu waduk Tempuran juga sebagai tempat untuk latihan atlet dayung dan destinasi wisata kuliner serta wisata Agribisnis.
Bahkan di sekitar waduk Tempuran telah menawarkan beragam konsep wisata mulia wisata petik buah jambu dan wisata budaya.
Sementara di tepinya waduk Tempuran telah tergelar berbagai cafe dan resto yang dilengkapi fasilitas wisata kolam renang, wahana selancar air dan berbagai kuliner dengan menu makan dan harga yang merakyat, tempat penginapan, gazebo serta berbagai macam spot foto instagenic.
Tidak kalah menarik hadirnya panorama alam yang mendamaikan hati dan sensasi memancing di waduk tempuran serta merasakan nikmatnya bersama keluarga berkeliling waduk Tempuran tempuran dengan memakai perahu dengan biaya murah.
Berkenaan dengan keindahan dan keistimewaan yang disajikan oleh distinasi wisata Waduk Tempuran ternyata telah mampu memberi daya tarik bagi para wisatawan yang berasal baik dari Kabupaten Blora maupun di luar Kabupaten Blora.
Terutama pada saat hari libur sekolah dan hari minggu banyak wisatawan bersama keluarga yang datang untuk menghibur dan menikmati wisata kuliner ke Waduk Tempuran Indah.
“Saya pada hari Minggu (18/6/2023) bersama keluarga besar dari Kabupaten Karanganyar Jateng rame-rame, anak- anak, generasi milenial dan para lansia datang bertamasya ke Waduk Tempuran,” kata Bambang Sulistya, mantan Sekda Blora, Selasa (20/6/2023).
Dirinya mendengar, mengamati dan merasakan ketika rombongan berada di Wisata Waduk Tempuran Indah.
Semua yang ikut tamasya menunjukan ekspresi kegembiraan,suka cita penuh gelak tawa, kagum, takjub dan heran ternyata di Blora ada tempat wisata yang dapat menghibur hati dengan biaya murah ,sehat dan memberi manfaat.
Ada pilihan utuma untuk menikmati keindahan waduk Tempuran, semua ikut secara bergantian menaki perahu mengelilingi waduk sambil mendedangkan lagu yang bernada riang gembira.
Setelah puas memperoleh sensasi alam di waduk Tempuran dilanjutkan makan bersama dengan aneka menu ikan air tawar. “Rasa hidup itu penuh berkah, indah dan bahagia bersama keluarga,” ucapnya.
Berbagai testimoni peserta wisata dari Karanganyar setelah mengunjungi di Wisata Waduk Tempuran yakni bagi anak-anak merasa senang karena bisa bermain air dan dapat menikmati alam kebebasan untuk meluapkan kegembiraan.
Sementara bagi generasi milenial, di waduk Tempuran adalah tempat yang cocok untuk memadu janji dan menikmati sensasi anugerah dari langit berupa keindahan alam dan suasana udara yang sejuk.
Apalagi saat mengelilingi waduk di pagi hari dengan naik perahu terasa ada sapaan lembut dari sang surya yang mampu membangkitkan jiwa untuk bersyukur bahwa bahagia itu sederhana.
Kemudian bagi para wredatama wisata di Waduk Tempuran cocok untuk melatih kesabaran dan memberikan spirit untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Karena lingkungan wisata penuh suasana kedamaian dan ketenangan sehingga cocok untuk menyembuhkan stres dan menurunkan tensi kehidupan.
“Ada pantun yang tercipta untuk para wisata yang datang di waduk Tempuran Blora. Ada ikan di makan angsa, itik berenang mencari bunga, Indah nian waduk Tempuran Blora, udara segar untuk sehatkan jiwa raga,” ungkap Bambang. (*).

Doakan Anggota PWRI Blora yang akan Berangkat Haji, Bambang Sulistya: Harus Selalu Ingat NKRI

0

BLORA.-

Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Sabtu (17/6/2023) mendatangi rumah salah satu anggota yang akan berangkat menunaikan ibadah haji. Kedatangan pengurus PWRI ke rumah tinggal Sutiyam Sukino di Kelurahan Kunden Kecamatan Blora hari itu diwarnai suasana kekeluargaan, kegembiraan, dan kebahagian tanpa meninggalkan nuansa spiritual.
Sutiyam Sukino yang pernah menjadi guru SD yang salah satu muridnya adalah Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto itu merupakan calon haji 2023 dari Kabupaten Blora.
Mengawali kegiatan silaturahmi, Ketua PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengucapkan puji syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Bijaksana atas rencana keberangkatan Sutiyam untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
Disamping itu, mantan Sekda Blora itu juga mengukapkan rasa kegembiraan dan kebanggaan dari seluruh teman-teman PWRI karena Sutiyam mendapat kesempatan istimewa menjadi tamu Allah ke Baitullah.
Guna memantapkan langkah untuk melaksanakan ibadah haji, Bambang Sulistya mempersilakan kepada H. Soedadyo untuk memimpin doa bersama agar Sutiyam diberi kesehatan, kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji dan pulangnya haji diberi keselamatan serta mendapatkan anugrah haji mabrur.
Doa bersama yang dipimpin oleh mantan kepala Dinas Tenaga Kerja ,Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora itu berlangsung secara khusuk dan penuh rasa iklhas mudah mudahan diijabah oleh Allah.
Selesai doa bersama, Bambang Sulistya menitipkan jimat kepada Sutiyam berupa sebuah Akronim NKRI agar dapat dijadikan spirit kesuksesan dalam melakukan ibadah haji di tanah haram.
NKRI disini bukan harga mati namun NKRI harus Mukti yang maknanya akronim, (N)-Niat untuk melaksanakan ibadah haji harus ikhlas untuk membersihkan jiwa dari segala sifat riya, ujub, sombong dan hanya mengharap keridhaan Allah semata.
Sehingga sikap lembah manah,adap asor dan selalu menebar rasa kasih sayang kepada sesama umat serta suka sedekah/berbagi/kepyur kepada orang yang kurang beruntung seharusnya menghiasi setiap sikap, ucapan dan tindakan oleh calon haji.
Disamping itu selain niat yang ikhlas juga sebelum berangkat haji harus bisa mengaplikasikan amalan amalan bertubbat, salat dua rakaat sebelum berangkat, berdoa sebelum menaiki kendaraan dan diperjalanan serta salat dua rakaat ketika sampai di tanah suci.
“(K)-Kesehatan tubuh harus menjadi prioritas utama selama menjalani ibadah haji,” tegasnya.
Mengingat pelaksanaan haji cukup menguras tenaga. Sejumlah rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sai, proses lempar jumrah dan perjalan wukuf ke padang arafah menuntut jamaah untuk memiliki kondisi fisik yang kuat.
Sehingga untuk mewujudkan kondisi tetap prima selama beribadah haji jangan meforsir diri,atur jam istirahat,makanan bergizi dan tambah suplemen vitamin serta siapkan obat-obatan untuk mencegah penyakit.
‘Pengalaman saya naik haji 2007 untuk mematahkan mitos orang naik haji pasti kena batuk dan pilek, saya lakukan upaya tiap hari saya makan buah pisang dan minum juise buah jeruk dan apel serta obat vitamin,” tuturnya.
Dampaknya selama menjalankan ibadah haji sampai pulang ke Indonesia tidak terkena pilek dan batuk.
Selanjutnya, (R)-Rajin melaksanakan ibadah solat lima waktu berjamah di masjid Masjidil Haram.Bila jarak antara pemondokan haji dengan masjid Masjidil Haram terlalu jauh dapat disikapi tetap salat berjamaah di masjid disekitar pondokan.
Disamping itu rajinlah memanfaatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an dan berbagai aktivitas positif untuk memantabkan keimanan.
(I)-Ilmu tentang pelaksanaan ibadah haji wajib bagi calon jemah haji untuk mem pelajari dan memahami mulai dari tata cara berihram, tawaf, sai,lempar jumrah dan wukuf.
Serta ilmu tentang hukum dan adap adap yang berkaitan dengan tentang tata cara bersafar, bersuci, berjamaah, dan qasar dalam perjalanan.
Setelah kegiatan doa bersama dan pemberian spirit moral tersebut utiyam memberikan ucapan terima kasih dan respon secara positif penuh rasa kebahagian dengan harapan Ia mampu melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan sukses serta menjadi haji mabrur. Akhirnya silaturahmi ditutup dengan menikmati makan bersama.
Untuk diketahui bersilahturahmi ke tempat seseorang yang akan melaksanakan ibadah haji adalah tindakan sangat mulia dan memiliki hukum sunnah sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur’an surat Ad Dhuha ayat 11.
Karena dengan mengunjungi ke saudara, sahabat, teman yang akan berangkat haji dapat memberikan spirit moral dan mendoakan agar dalam melaksanakan ibadah haji diberi kemudahan, kelancaran dan keselamatan serta mendapat predikat haji mabrur. (*).