Beranda blog Halaman 134

Tanpa Intruksi Pimpinan, Petugas DP4 Blora Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban berupa Satu Ekor Sapi

0

BLORA.-

Hari Raya Idul adha 1444 Hijriah (2023) telah mendorong dan memotivasi diri sebagian staf dari Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora untuk melaksanakan ibadah kurban dengan melaksanakan penyembelihan seekor sapi pada Kamis (29/6/2023).
Inisiatif untuk melaksanakan kurban sapi bukan atas arahan atau instruksi dari pimpinan, melainkan muncul dari para petugas arus bawah. Bahkan petugas tersebut ada yang masih berstatus pegawai honorer.
Karena jumlah petugas yang tergerak hatinya untuk melaksanakan kurban sapi baru berjumlah enam orang yaitu Poniran, M.Pujianto, Suwito, Nyamat, Widya Ciptanti dan Sutiyono yang sepakat melakukan iuran untuk pengadaan seekor sapi setiap orang ditarik Rp 3 juta. Maka dengan semangat maju tak gentar, supaya genap menjadi 7 orang akhirnya keenam orang tersebut mohon petunjuk kepada Sekretaris DP4, Ngaliman.
Melihat greget dan semangat berkurban dari petugas paling bawah, maka Ngaliman melibatkan dirinya untuk ikut memberi kontribusi secara pribadi. Sehingga terwujud kegiatan penyembelihan seekor hewan kurban sapi yang dilaksanakan di rumah pemotongan hewan pada hari Kamis 29 Juni 2023.
Berdasarkan informasi dari para petugas DP4 yang melaksanakan ibadah kurban, bahwa niat untuk berkorban dilandasi oleh rasa syukur atas nikmat yang saat ini mereka rasakan dan terketuk akan realita kehidupan di masyarakat yang masih perlu mendapat uluran tangan untuk mendapat perhatian dan bantuan.
Sehingga mereka sepakat momentum hari raya Iduladha 2023 akan dijadikan sebagai awal upaya mewujudkan kesalehan ibadah ritual individual ke dalam wujud ibadah sosial horizontal yang dapat memberi manfaat kepada saudara kita yang belum beruntung.
Setelah Sapi korban disembelih di Rumah Pemotongan Hewan selanjutnya dibawa ke kebun di belakang kantor DP4 untuk dilakukan pemotongan daging sesuai ukuran oleh para petugas yang ikut berkurban dibantu oleh para penjaga dan relawan dengan semangat gotong royang.
“Potongan daging sapi lalu dibungkus dengan daun jati untuk dibagikan kepada yang berhak,” kata Suwito.
Di antaranya akan diberikan kepada teman teman kantor yang berstatus honorer, petugas keamanan kantor, petugas kebersihan dan orang orang kurang mampu yang berdomisili di sekitar Kantor DP4.
Dibungkusnya daging kurban dengan daun jati mendapat apresiasi dan perhatian dari tokoh masyarakat Blora yang dikenal dengan akronim motivasi kehidupan, yaitu Bambang Sulistya.
“Sangat memberi apresiasi dan perlu dicontoh. Daun jati untuk bungkus daging kurban merupakan langkah cerdas untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, sehingga mengurangi sampah plastik,” ungkapnya.
Selain itu, daun jati mudah diperoleh di sekitar, karena Blora terkenal jatinya.
Mantan Kepala Dinas Pertanian dan mantan Sekda Blora itu menjelaskan pelajaran yang dapat diperoleh dari peristiwa ibadah kurban sapi yang telah dilakukan oleh sebagian petugas DP4 dapat dijadikan teladan bagi kita semua, bahwa tingkat kepekaan dan kepedulian seseorang tidak tergantung kepada senioritas, kedudukan dan jabatan seseorang namun semua berpulang kepada kedewasan dan kesadaran diri dalam mensyukuri nikmat yang telah dilimpahkan oleh Sang Pemilik Kehidupan.
Sehingga energi dan aura positif tersebut semoga dapat memberikan inspirasi dan motivasi kita semua. Apalagi hidup itu misteri dan kita tidak pernah tahu apakah tahun depan Allah masih mengijinkan kita untuk merayakan Hari Raya Iduladha.
“Semoga Allah melimpahkan kesehatan, kemudahan rezeki, dan keberkahan hidup. Selamat merayakan Iduladha 1444 H semoga kita dapat meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang menjadi panutan untuk selalu Ikhlas dan Takwa kepada Allah SWT,” tuturnya. (*).

Rayakan Idul Adha 1444 H, Perhutani KPH Randublatung Sembelih Lima Hewan Qurban

0

BLORA.-

Perhutani KPH Randublatung pada Hari Raya Idul Adha tahun ini melakasakan penyembelihan lima ekor kambing. Pemotongan hewan qurban dilakukan di halaman belakang Kantor KPH Randublatung, Jumat (30/6/2023).
Pemotongan hewan qurban disaksikan oleh Administratur/ KKPH Randublatung Ida Jatiyana, Kepala Seksi Produksi & Ekowisata KPH Randublatung Suwarno, KSS Produksi KPH Randublatung Purnomo, TPK KPH Randublatung, Program TJSL Perum Perhutani.
Pada kesempatan itu, ADM / KKPH Randublatung Ida Jatiyana mengatakan bahwa selama tiga tahun di KPH tidak ada kegiatan penyembelihan hewan qurban karena dampak dari Pandemi Covid-19.


“Alhamdhulillah, tahun ini KPH Randublatung bisa merayakan Idul Adha dengan menyembelih lima ekor kambing. Semoga bermanfa’at dan menambah banyak berkah bagi kita semua,” kata Ida.
Di saat yang sama Ketua Panitia Peringatan Idul Adha 1444 H., Rastim mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada panitia untuk melaksanakan penyembelihan hewan qurban
“Hari ini juga daging kita bagikan kepada semua yang berhak menerima. Pembagian secara simbolis oleh ADM, Bapak Ida Jatiyana untuk diserahkan kepada seorang ibu pemilik warung kopi yang berada di depan kantor KPH,” pungkas Rastim. (*)

12 Kali Laksanakan Kegiatan Donor Darah, Desa Sambongwangan Diusulkan Jadi “Kampung Donor”

0

BLORA.-

Bertempat di kediaman warga di RT. 01 RW. 03 Dukuh Boto Desa Sambongwangan Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Jumat (30/06/2023) diadakan kegiatan donor darah.
Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Blora, kegiatan donor yang rutin dilaksanakan tiap tiga bulan sekali itu difasilitasi warga setempat bernama Mujiono selaku pemrakarsa.
Kegiatan donor pada hari itu melibatkan enam orang petugas PMI Blora. Kepada wartawan, Koordinator PMI Mulyono A.MD. Kes mengatakan bahwa donor darah di Dukuh Boto Desa Sambongwangan sudah 12 kali dilaksanakan.
“Tiap kegiatan minimal bisa dapat 30 kantong darah. Jadi, cukup signifikan darah yang didapat dari sini,” katanya.


“Pak Kades bisa mengusulkan Sambongwangan menjadi Kampung Donor,” tambah Mulyono.
Terpisah, Kades Sambongwangan Wahyudi mengatakan beberapa hal kepada wartawan terkait kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Dukuh Boto.
Menurutnya, kegiatan apapun yang dilakukan oleh para pemuda maupun masyarakat, selaku kepala desa dia selalu mendukung. “Asalkan kegiatan yang sifatnya positip,” kata Kades.
Sementara itu terkait usulan untuk menjadi Kampung Donor, menurut Wahyudi pihaknya perlu koordinasi terlebih dahulu antara Pemdes dan PMI, seta Pemkab Blora. (*).

Apresiasi dan Catatan di Balik Layanan Aduan Pelanggaran Personel Polri

0

SELAIN dilakukan dalam cakupan internal, keterlibatan masyarakat terus didorong untuk turut mengawasi kinerja dan melaporkan pelanggaran yang dilakukan anggota Polri. Keterbukaan Polri dalam merangkul masyarakat dan menghadirkan kanal pengaduan berkualitas diapresiasi publik untuk meningkatkan profesionalitas Polri.

Salah satu komitmen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) utuk terus meningkatkan profesionalitas anggotanya dilakukan dengan pengawasan yang ketat. Dalam struktur resmi kelembagaan Polri, unsur pengawas dan pembantu pimpinan yang bertanggung jawab terhadap tugas penting ini adalah Divisi Profesi dan Pengamanan (Divisi Propam).
Sebagai ujung tombak dalam pengawasan etik dan disiplin personel Polri, Divisi Propam tentulah menjadi etalase dalam membentuk budaya profesional Polri. Fungsi untuk membina serta mengadakan pertanggungjawaban dan pengamanan internal menjadi amanat yang penuh tantangan bagi Divisi Propam untuk menjaga marwah Polri.
Komitmen Divisi Propam untuk terus bangkit berbenah tak lain berangkat dari banyak evaluasi dan pembelajaran berharga pada masa lampau.
Kini, dengan semangat untuk menguatkan profesionalitas dan kualitas sumber daya manusia anggota Polri, pembenahan di berbagai lini dilakukan oleh Divisi Propam.
Selain penguatan internal, hal yang juga dinilai penting adalah dengan mendorong keterlibatan aktif masyarakat, guna bersama-sama dapat mengawasi kinerja dan profesionalitas yang ditunjukkan oleh personel Polri.
Pelibatan publik ini tak lain juga menjadi bentuk transparansi agar terus mendorong kepercayaan publik pada Divisi Propam dan institusi Polri keseluruhan yang kini melaju pada kondisi yang semakin membaik.
Jumlah personel Polri yang mencapai lebih 500.000 dan tersebar di seluruh wilayah sampai desa-desa, tentu ada keterbatasan jika pengawasan hanya dengan mengandalkan fungsi pengawasan internal.
Andil besar publik menjadi sangat penting dalam pengawasan ini. Hal ini sekaligus menjadi potret kebersamaan masyarakat dan Polri untuk dapat saling membangun ke arah yang lebih positif.
Ruang untuk menampung beragam laporan dari masyarakat terhadap tindakan pelanggaran anggota Polri dibuka oleh Divisi Propam melalui berbagai kanal pengaduan.
Selain mendatangi langsung kantor polisi, mengirimkan surat, kini layanan aduan Divisi Propam juga telah banyak berinovasi dengan pemanfaatan teknologi digital.
Polri bahkan kini telah membuat akses layanan Pengaduan Masyarakat (Dumas) dalam kanal digital secara lebih terintegrasi. Layanan pengaduan terintegrasi ini dapat diakses melalui aplikasi digital ”Presisi” yang di dalamnya memuat fitur Dumas Presisi.
Dumas Presisi ini merupakan kanal daring pengaduan masyarakat atas perilaku dan tindakan anggota Polri yang melakukan pelanggaran terkait manajerial, disiplin dan kode etik serta penyelidikan dan penyidikan.
Termasuk dengan memanfaatkan layanan komunikasi Whatsapp Pelayanan Aduan (Yanduan) Divisi Propam. Pemanfaatan Whatsapp Yanduan yang dapat diakses hanya dengan nomor 0812-1010-6700 ini diharapkan lebih memudahkan dan populer di banyak kalangan masyarakat sehingga pemanfaatannya lebih efektif.

*A P R E S I A S I*
Upaya Polri, khususnya Divisi Propam, untuk meneguhkan komitmen membuka akses seluas-luasnya bagi publik untuk turut berperan mengawasi profesionalitas personel mendapat apresiasi dari publik. Hal itu tergambarkan dari hasil jajak pendapat oleh Litbang Ko m p a s kepada 1.00 responden nasional pada pertengahan Juni 2023.
Hasil survei merekam, ada sekitar 35,8 persen responden yang mengaku pernah menggunakan layanan pengaduan masyarakat untuk melaporkan pelanggaran oleh anggota Polisi. Berdasarkan pengalaman responden tersebut, sebagian besar pengaduan dilakukan dengan mendatangi langsung kantor polisi (46,5 persen).
Sementara ada sekitar 36,4 persen responden lainnya, lebih memilih memanfaatkan aplikasi digital pengaduan masyarakat. Dalam proporsi lebih kecil, sekitar satu dari sepuluh responden memilih bersurat dan menggunakan Whatsapp untuk membuat pengaduan.
Secara garis besar, kualitas pelayanan aduan masyarakat yang dihadirkan oleh Divisi Propam melalui berbagai kanal tersebut diapresiasi publik.
Responden yang mengaku pernah memiliki pengalaman dalam mengakses layanan pengaduan menyatakan puas, baik saat proses penerimaan laporan, penanganan pengaduan, hingga tahap akhir penyelesaian pengaduan dilakukan.
Setidaknya delapan dari sepuluh responden puas ketika laporan pengaduan yang disampaikan diterima dengan baik oleh layanan pengaduan.
Lalu pada tahap lebih lanjut, sekalipun sedikit berkurang, tingkat kepuasan pelayanan pada proses penanganan pengaduan masih tinggi di angka 70,4 persen.
Pada tahap penyelesaian pengaduan, mayoritas responden masih menunjukkan kepuasannya sekalipun secara proporsi kembali berkurang menjadi tiga per lima bagian. Pada proses akhir ini, terselesaikan tidaknya pengaduan yang dilakukan serta kadar yang dapat diukur pada hasil yang memenuhi harapan, memang lebih bergantung pada sisi subyektif masyarakat yang mengadu.
Sementara terkait kualitas, dari sisi respons pelayanan aduan, dinilai positif oleh tak kurang dari sekitar empat per lima bagian responden.
Layanan pengaduan yang diakses dari aplikasi digital ataupun kanal Whatsapp dinilai yang paling responsif. Layanan kanal digital memang memungkinkan bagi pelapor untuk berkomunikasi dua arah secara efektif guna mendapatkan keterbaruan informasi terkait tindak lanjut yang berjalan.
Sejalan dengan itu, dalam hal kualitas transparansi yang dihadirkan, sebanyak 64,3 persen responden yang mengakses layanan merasakan bahwa proses pelayanan aduan masyarakat sangat terbuka. Aplikasi digital dan datang langsung ke kantor polisi menjadi kanal pengaduan yang sejauh ini dinilai responden paling transparan.

“CITRA POLRI”
Lebih lanjut, keterbukaan Polri, khususnya Divisi Propam, dalam merangkul masyarakat luas dan menghadirkan kanal-kanal pengaduan yang berkualitas tersebut secara langsung mampu memberikan dampak positif terhadap wajah institusi. Pelayanan aduan masyarakat yang dinilai positif selayaknya pula menjadi perwajahan nyata lembaga kepolisian di mata publik.
Hasil jajak pendapat merekam kepuasan atas pelayanan yang diterima saat melakukan pengaduan masyarakat Divisi Propam akan berkonsekuensi positif terhadap citra lembaga Polri yang terbangun di mata publik.
Dalam kondisi responden sebelum mengakses layanan aduan masyarakat, hanya sekitar 48,9 persen yang memandang citra Polri baik.
Namun, setelah responden tersebut memiliki pengalaman langsung berhadapan pada proses pelayanan aduan masyarakat dari berbagai kanal yang tersedia, ada sekitar 74,4 persen responden yang menyatakan bahwa citra Polri baik.
Kenaikan signifikan, lebih
dari 25 persen citra positif bagi lembaga Polri tentu menjadi catatan penting. Pelayanan aduan masyarakat yang dihadirkan sejatinya bukan hanya sebagai sarana membangun keterlibatan aktif publik.


Dalam konteks yang lebih luas, pelayanan aduan tersebut menjadi perwajahan dan tolak ukur paling dekat atas kinerja Polri yang ditunjukkan kepada masyarakat. Lewat kualitas pelayanan aduan ini pula kepercayaan publik terhadap institusi Polri dapat dipupuk dan bertumbuh kian subur.
Peningkatan citra positif Polri ini juga terkonfirmasi dari survei periodik Ko m p a s pada periode Mei 2023. Angka citra lembaga Polri meningkat 11,7 persen menjadi 61,6 persen dari periode survei sebelumnya, pada Januari 2023. Segenap capaian positif ini tentu belum menjadi akhir dan perlu terus konsisten untuk ditingkatkan.
Meski demikian, sejumlah catatan perbaikan masih perlu ditingkatkan Polri dalam merespons layanan aduan masyarakat. Hasil jajak pendapat mencatat, masih ada 39 persen responden yang belum puas terhadap penyelesaian aduan.
Demikian pula dengan proses transparansi pengaduan. Satu dari empat responden menyatakan belum puas terhadap transparansi selama proses pengaduan berlangsung.
Ada banyak tantangan besar di waktu mendatang yang akan terus menagih komitmen Polri, untuk dapat melindungi, mengayomi dan hadir memenuhi harapan publik. Kepercayaan masyarakat yang terbangun itu akan menjadi modal untuk menghidupkan optimisme dan tanggung jawab bersama dalam membangun cita-cita Polri yang ”Presisi” atau Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan. (*)

Peringati Hari Bhayangkara ke-77 Polsek Jiken Gelar Gowes Bersama Masyarakat

0

BLORA.-

Memperingati Hari Bhayangkara ke-77 Polsek Jiken menggelar acara senam dan gowes bersama warga Desa Jiken, Kabupaten Blora, Minggu (25/6/2023)
Kapolsek Jiken, Iptu Zaenul Arifin menyampaikan, olahraga bersama TNI, Polri dan lintas sektoral bersama masyarakat Desa/Kecamatan Jiken ini untuk menjalin silaturahim.
Kedepannya diharapkan Polri jauh lebih baik dan sukses dalam menjalankan tugasnya menjadi pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat di Blora ini.
“Kebetulan kegiatan ini pas ada rangkaian HUT Bhayangkara Polri ke-77, bersama rekan TNI Polri dan pemerintah kecamatan Jiken bersama-sama,” terangnya.
Arifin menambahkan, start dan finish Gowes dari Mako Polsek Jiken usai senam bersama menuju Desa/Kecamatan Jiken.
Sementara itu, CV Tunggal Guna Mandiri Adiria mengatakan, mendapatkan undangan juga ikut berpartisipasi kegiatan HUT Bhayangkara ke-77
“Saya ikut hadir mewakili Perusahaan untuk memeriahkan acara tersebut dan mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-77 semoga Polri semakin Presisi, mengayomi masyarakat untuk kepentingan bersama, kesejahteraan, keamanan masyarakat Jiken ini,” ujarnya.
Lanjutnya, Kapolsek Jiken berpesan semakin bermasyarakat, turun ke bawah untuk menjamin keamanan di tingkat bawah RT/RW. Apalagi di Jiken sendiri kebanyakan kawasan hutan. (*)

Meriahkan Sedekah Bumi, Dukuh Bapangan Desa Mendenrejo Arak Tujuh Gunungan

0

BLORA.-

Hari Rabu Kliwon
Warga masyarakat Dukuh Bapangan Desa Menderejo, Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, pada hari Rabu Kliwon tanggal 28 Juni 2023 menggelar kegiatan rutin tahunan sedekah bumi yang dikenal dengan istilan nyadran.
Acara diawali dengan ritualan (bancaan) di makam umum pada pkl 09.30 Wib dilanjutkan mengarak tujuh “gunungan” yang terbuat dari wulu wetune bumi (dari hasil bumi) atau hasil pertanian. Para bapak bapak dan ibu-ibu yang mengikuti pawai, semuanya berpakaian adat.
Kegiatan yang melibatkan kepala desa beserta perangkatnya itu juga dimeriahkan oleh Marching Band dari SMK Muhamadyah Unggulan Randublatung.


Ditemui di sela-sela kegiatan pawai, Kepala Dase Mendenrejo Supari kepada awakmedia menjelaskan, bahwa gunungan yang jumlahnya cuma tujuh itu memiliki filosofi sebagai orang Jawa yang ngerti jawane.
“Bahwa gunung 7 itu bahasa jawa bisa Pitulungan, bisa Pitutur, dan Piruduh. Kalau bahasa Indonesia, tujuh itu kita punya tujuan agar masyarakan sejahtera dan bahagia dikarenakan kita selalu bersyukur kepada Allah SWT,” tuturnya. (*).

Pelepasan Purnatugas Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora Dihadiri Bupati

0

BLORA.-

Acara pelepasan purnatugas Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, H.R. Gundala Wejasena pada Selasa (27/6/2023) menjadi peristiwa bersejarah karena dihadiri langsung oleh Bupati Blora H. Arief Rohman.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan DP4 itu juga diikuti oleh tamu undangan yang mayoritas keluarga besar petugas DP4 Kabupaten Blora.
Ketua panitia penyelenggara, Ngaliman yang juga menjabat Sekretaris DP4 mengatakan, bahwa tujuan diselenggarakan kegiatan untuk membangun komitmen agar para petugas DP4 memiliki kesiapan dalam mengemban tugas guna mewujudkan aparatur yang maju, unggul dan berdaya saing untuk mengemban tugas kedinasan.
“Sekaligus nguri-nguri filosofi Jawa, mendem jero mikul duwur dalam menghantarkan purnatugas Bapak Gundala Wejasena,” ujar Ngaliman.
Kegiatan ini menurut Ngaliman, sebagai wujud tanda kasih sayang kepada Gundala Wejasena yang telah memberikan karya, teladan, bimbingan dan motivasi kepada para petugas DP4.
“Beliau sosok pemimpin yang tergolong memiliki banyak talenta, dan seorang pejabat yang mempunyai kemampuan serta kecerdasan di atas rata-rata dari para pejabat pada umumnya,” tambah Ngaliman. Termasuk pemimpin yang bersih dan pemberani.
Dalam kesempatan itu, Gundala Wejasena dengan semangat berapi-api dan penuh motivasi mengatakan, dirinya merasa tersanjung, bangga dan gembira karena acara hari ini dihadiri oleh Bupati sendiri.
“Sebentar lagi mulai 1 Juli 2023, saya akan memasuki purnatugas alias pensiun. Apakah saya akan memilih topo broto dadi pandito ataukah saya tetap berbuat banyak kepada masyarakat untuk mewakafkan diri agar tetap bermanfaat,” ungkapnya.
“Termasuk kembali menjadi petugas suntik sapi. Karena selama nyawa masih dikandung badan, saya tetap ingin berkarya nyata,” tandasnya.
Gundala menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati yang selama ini telah banyak memberikan kesempatan, bimbingan dan spirit untuk bisa melaksanakan tugas dengan baik penuh dengan semangat pengabdian dalam mewujudkan pangan, pertanian, peternakan dan perikanan yang maju dan masyarakat yang semakin sejahtera.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh jajaran aparatur DP4 yang telah mendukung, membantu dan mampu bekerja sama serta bersinergi dalam melakasanakan tugas kedinasan.
H. Gundala Wejasena sangat berharap kepada seluruh petugas khususnya para petugas penyuluh pertanian agar terus bekerja keras mendukung program bupati dalam mewujudkan Blora menjadi kabupaten pertanian organik yang kelak kedepan Blora dapat mengekspor beras organik ke luar negeri.
Mengingat Blora tanahnya potensial dan gudangnya sapi di Jawa Tengah sehingga melimpah ruah bahan baku untuk pupuk organik.
Dengan suara lantang menolak realita yang saat ini terjadi, mestinya Blora tidak ada kemiskinan, Blora tidak ada stunting karena tanah kita subur dan Blora kaya akan sumber daging, telur dan sumber protein lainnya serta sumber karbohidrat karena Kabupaten Blora juga salah satu lumbung pangan Jawa Tengah.
Sebelum mengakiri sambutan Gundala menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran petugas DP4 atas segala kekurangan, kesalahan dan keterbatasan dalam bekerja sama mengemban amanah.
“Apalagi saya sering bersuara keras karena itu merupakan identitas dirinya, kalau bersuara lembut bukan Gundala karena Gundala maknanya Bledek suaranya keras,” ujarnya.
Permohonan maaf juga disampaikan kepada bapak Bupati atas kesalahan dan belum maksimalnya dalam melaksanakan tugas kedinasan.
Bupati Blora Arief Rahman, mengukapkan rasa senang dan bahagia bisa mengikuti acara pembinaan pegawai dan pelepasan purna tugas kepada H.R.Gundala Wejasena.
Ia mengucapkan terima kasih atas pengabdian dalam mengemban tugas yang telah dilaksanakan oleh bapak H Gundala sampai memasuki purnatugas dengan baik bahkan dinyatakan mendapat predikat lulus Cumlaude.
Bapak Arief juga menilai Gundala adalah sosok seorang pejabat yang paling percaya diri (PD) sedunia. Ia memiliki banyak keahlian serba bisa: piter menyanyi, pandai baca puisi, ahli memberi tausiah dan termasuk kelompok satu persen, antik dan fenomenal.
Semoga segala amal perbuatan selama pengabdian dicatat sebagai amal ibadah.
Menurut Bupati Arief Rohman kemampuan dan pengalaman H Gundala masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Mas Arief mendukung rencana H Gundala akan mendirikan “Gundala Foundation” yang akan memelihara kambing dan sapi di rumahnya Bu Gundala Randublatung.
Bupati Blora juga meminta kepada seluruh petugas Penyuluh Pertanian agar bahu-membahu bekerja keras, cerdas dan ikhlas mewujudkan pertanian organik di Kabupaten Blora.
Mengingat bahan baku kotoran hewan tersedia melimpah ruah. Dan dengan terwujudnya pertanian organik bisa memperbaiki kerusakan tanah di Kabupaten Blora yang kelak berdampak positif bagi peningkatan produksi dan peningkatan pendapatan petani.
Mengingat penyuluh pertanian lapangan merupakan ujung tombak dalam memajukan Pertanian dari arti luas.
“Sehingga mari seluruh petugas DP4 berlomba lomba dalam hal kebaikan,” ujarnya.
Guna mendukung kemajuan di bidang Pangan, Pertanian, Peternakan dan Pertanian Pemerintah Daerah Kabupaten Blora telah bekerja sama dengan IPB, UGM dan berbagai perguruan tinggi lainnya.
Bahkan Bupati juga akan merencanakan lomba dalam keberhasilan mewujudkan pertanian organik dengan memberikan piala Bupati dan hadiah yang menarik lainya kepada para petugas penyuluh pertanian yang berhasil memberi bimbingan kepada petani dalam menerapkan pertanian organik.
Mas Arief juga memotivasi dalam mengatasi stunting digencarkan gerakan gemar makan ikan.
Dirinya minta maaf apabila dalam berinteraksi dan bekerja sama selama ini ada kekurangan. Semoga Kabupaten Blora segera dapat mewujudkan masyarakat maju, unggul dan berdaya saing.
Ada buah karya berupa pantun yang dipersembakan oleh salah satu petugas lapangan dalam Pelepasan Purna Tugas H.Gundala Wejasena.
Di depan kantor DP4 ada pohon mangga, Jangan lupa untuk tetap dipelihara, Meskipun kita berpisah raga, Namun tetap bersatu dalam jiwa.
Kemudian pantun berikutnya, Tanaman sukun tumbuh di depan rumah, Tanaman padi ditanam di sawah, Apabila hari ini kita berpisah, Jangan pernah melupakan amal kebaikan dan sejarah. (*)

Pilkades Serentak di Blora Diikuti 22 Incumbent, Dana Desa Rawan Diselewengkan

0

BLORA.-

Dana Desa Tahap I dan II Tahun Anggaran 2023 yang sudah dicairkan rawan diselewengkan karena bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan para kepala desa (Kades), dan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak yang akan digelar pada tanggal 8 bulan Juli mendatang.
Seperti disampaikan Ketua PKN Blora Sukisman, bahwa pada gelaran Pilkades serentak tahun ini ada 22 desa yang diikuti oleh kepala desa lama (incumbent) atau petahana.
“Keberadaan Dana Desa sangat rawan, karena DD yang sudah dicairkan bisa dimanfaatkan oleh Kades lama yang ikut lagi dalam pemilihan Kades,” ujarnya.
Untuk itu Sukisman berharap aparat penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan maupun Kepolisian agar turun tangan dan terlibat langsung mengawasi berbagai dugaan penyelewengan Dana Desa tersebut.
“Kejaksaan Negeri Blora harus turun langsung ke lapangan, untuk mengkroscek pelaksanaan pembangunan fisik dan administrasi,” kata Sukisman.
Sementara itu Yayuk Windarti selaku kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora saat dikonfirmasi terkait pencairan Dana Desa, dirinya menyampaikan jika Dana Desa 2023 untuk tahap I sudah dicairkan semua.
Dana Desa dicairkan dalam 3 Tahap, Tahap I (40%) sudah cair semua, Tahap II sebesar 40% su-dah ada 54 desa yang cair. “Untuk 27 desa yang menggelar Pilkades baru beberapa yang cair,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Suwiji. Kepala bidang penataan, pengembangan dan pengelolaan keuangan desa ini menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melaksanakan monitoring ke desa-desa yang incumbentnya ikut Pilkades.
“Kami sudah tekankan kepada incumbent untuk segera menyelesaikan kewajiban penyelesain kegiatan sebelum mereka cuti,” jelasnya.
“Incumbent yang banyak catatan terkait realisasi DD Tahap I Tahun 2023, untuk pengajuan Tahap II nya tidak kami proses. Begitu juga jika nanti terjadi penyalahgunaan DD, tentu ada konsekuensinya dan harus dipertanggung-jawabkan,” tutupnya.
Berikut nama-nama desa yang ditetapkan untuk melaksanakan Pilkades pada Tahun 2023, yaitu:
(1) Desa Buluroto Kecamatan Banjarejo;
(2) Desa Jatiklampok Kecamatan Banjarejo;
(3) Desa Balongsari Kecamatan Banjarejo;
(4) Desa Wonosemi Kecamatan Banjarejo.
(5) Desa Sumberejo Kecamatan Ngawen;
(6) Desa Srigading Kecamatan Ngawen;
(7) Desa Bradag Kecamatan Ngawen;
(8) Desa Japah Kecamatan Japah;
(9) Desa Krocok Kecamatan Japah;
(10) Desa Gaplokan Kecamatan Japah;
(11) Desa Sendang Kecamatan Todanan;
(12) Desa Kacangan Kecamatan Todanan;.
(13) Desa Kembang Kecamatan Todanan;
(14) Desa Brumbung Kecamatan Jepon;
(15) Desa Gersi Kecamatan Jepon; .
(16) Desa Prantaan Kecamatan Bogorejo;
(17) Desa Singonegoro Kecamatan Jiken;
(18) Desa Genjahan Kecamatan Jiken;
(19) Desa Bekutuk Kecamatan Randublatung;.
(20) Desa Gembyungan Kecamatan Randublatung;
(21) Desa Nglebak Kecamatan Kradenan;
(22) Desa Nginggil Kecamatan Kradenan.
(23) Desa Kepoh Kecamatan Jati;
(24) Desa Sitirejo Kecamatan Tunjungan;
(25) Desa Tambahrejo Kecamatan Tunjungan;
(26) Desa Jipang Kecamatan Cepu;
(27) Desa Brabowan Kecamatan Sambong. (*)

DPRD Blora Audiensi dengan Penambang Sumur Tua Ledok

0

BLORA.-

Komisi B DPRD Blora menggelar audiensi dengan perkumpulan penambang minyak sumur timba Ledok (PPMSTL), Kamis (22/6/2023). Kegiatan itu dilaksanakan di kantor PPMSTL di Ledok. Acara itu dihadiri sejumlah stakeholder. Seperti Blora Patra Energi (BPE), Pertamina EP Field Cepu, dan Pemkab Blora.
Ketua Komisi B DPRD Blora Yuyus Waluyo mengatakan, masyarakat Blora harus bersyukur diberikan bonus demografi alam berupa sumur minyak tua yang menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Pengelolaanya harus saling mendukung dengan semua pihak.
“Jangan sampai ego kelompok, ego sektoral, apalagi ego tahun politik. Harus bersyukur masih diberikan izin untuk menambang dan harus lebih dewasa jika ada permasalahan. Sumur tua ini juga jadi sumber PAD untuk Blora. Harus dioptimalkan bersama sesuai dengan regulasi yang ada,” tuturnya
Yuyus juga memberikan solusi pada sisa sumur tua yang masih belum dikelola. Penambang bisa berko-ordinasi dan menyatukan diri agar bisa bersama sama mendatangkan investor. Tujuannya ,untuk menggarap sisa-sisa sumur tua yang belum dikelola oleh para penambang.
“Ayo buktikan bahwa penambang itu memiliki jasa dan sumbangsih untuk Blora. Ini bisa menjadi wajah baru untuk para penambang,” ucapnya.
Selain itu, terkait kasus dugaan illegal drilling yang masih berjalan dan menimpa penambang, ia yakin PPMTSL bisa melaluinya. Dia berharap penambang segera produktif kembali.
“Ke depannya harus jadi satu. Harus satu komando, saling berkoordinasi dari penambang dengan BPE. Untuk sekarang jangan mikir upah dulu, proses hukum ini dilalui dulu agar segera diselesaikan sesuai dengan aturan berlaku,” tuturnya. (*)

Rekonsiliasi, Penambang Pertanyakan Tanggungjawab BPE

0

BLORA.-

Penambang Blora mempertanyakan tugas dan tanggungjawab PT. Blora Patra Energi (BPE) terkait pengeboran sumur minyak di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Dalam acara rekonsiliasi yang digelar di Desa Ledok, Kamis (22/6/2023), pihak BPE dicecar pertanyaan ihwal tanggung-jawabnya terhadap para penambang sumur tua.
Salah seorang penambang bernama Kamtoyo menyampaikan, para penambang seolah tidak pernah diajak musyawarah terkait hak yang seyogyanya didapatkan, se-perti BPJS, transparansi CSR, hingga nasib minyak yang diamankan oleh pihak kepolisian.
“Tugas BPE dan tanggung jawab BPE terhadap penambang nopo mawon (apa saja)?” tanya Kamtoyo dalam forum rekonsiliasi yang digelar pada Kamis (22/6/2023).
Merespon pertanyaan tersebut, Prima selaku Plt Direktur Utama BPE mengatakan, pihaknya akan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi para penambang terkait adanya tindakan kepolisian di wilayah Ledok.
“Terkait kewenangan itu kami ikut membantu menyelesaikan masalah ini, bahkan sampai dipanggil ke Tipidter Jakarta, saya hadir di sana,” jelasnya.
Dirinya mengaku bahwa keberadaan para penambang sangat dibutuhkan dalam memberikan Pendapatan Asli Da-erah (PAD) bagi Kabupaten Blora.
“Saya pastikan, kami tidak berkenan meninggalkan penambang, bahwa BPE ini bisa mengelola sumur tua itu kan juga ada kontribusi dari penambang, yang notabene penambang itu lahir sudah ada lebih dahulu sebelum BUMD itu ada,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, pengeboran minyak mentah sumur tua di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, Blora telah ditertibkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah.
Berdasarkan penyelidikan Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jateng, praktik pengeboran dan pengelolaan minyak di sumur tua itu dianggap bermasalah.
“Namun dalam praktiknya pengeboran dilakukan oleh pihak turunannya. Tidak lagi pihak ke-3, tapi ini pihak ke-4,” ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio. (*)