Beranda blog Halaman 13

Menjemput 2026 dengan Kuda Api: PWRI Blora Menyalakan Api Kepedulian

0

Korandiva-BLORA.- Tahun 2026 datang dengan simbol Kuda Api dalam astrologi Tionghoa. Sebuah pertanda tentang tantangan, perubahan, dan peluang yang silih berganti dalam perjalanan hidup manusia. Di Kabupaten Blora, makna itu disambut dengan cara yang sederhana namun sarat arti oleh Keluarga Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI).

Mengawali tahun baru, para purnabakti aparatur negara itu menundukkan kepala, mensyukuri nikmat kesehatan dan umur panjang yang masih diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagi mereka, usia senja bukan alasan untuk berhenti memberi. Justru di sanalah pengabdian menemukan bentuknya yang paling tulus—berbuat baik bagi diri sendiri, sesama, dan lingkungan sekitar.

Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. H. Bambang Sulisty, M.MA., menuturkan bahwa rasa syukur itu diwujudkan melalui langkah nyata. PWRI turut “nyengkuyung” imbauan Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, SIP, M.Si., dengan menggalang dana keikhlasan bagi korban bencana alam di berbagai daerah.

“Dana tersebut kami salurkan melalui Baznas Kabupaten Blora untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Barat, serta di sejumlah wilayah Sumatera Utara yang terdampak tanah longsor dan banjir bandang,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).

Tak hanya berbagi untuk mereka yang tertimpa musibah, awal tahun 2026 juga membawa kabar hangat bagi keluarga besar PWRI. Sebanyak 1.350 eksemplar kalender tahun 2026 dibagikan secara gratis kepada seluruh anggota PWRI Blora. Sebuah hadiah sederhana, namun sarat perhatian.

“Jangan melihatnya sekadar kalender,” pesan Bambang. “Di dalamnya ada filosofi hidup.”
Filosofi itulah yang kemudian dipertegas Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah, Drs. H. Hendro Martoyo, mantan Bupati Jepara dua periode. Menurutnya, kalender bukan hanya penanda hari dan tanggal, melainkan peta perjalanan hidup manusia.

“Kalender mengajarkan kita merencanakan masa depan, menata tanggung jawab, dan menjalani hidup dengan lebih welas asih. Ia memberi manfaat tanpa meminta balasan, mengingatkan bahwa perubahan adalah keniscayaan, dan ketenangan lahir dari keikhlasan,” tuturnya.

Bagi Sekretaris PWRI Blora, H. Soedadyo, SH., kalender memiliki makna tersendiri. Di antara berbagai bentuk pemberian, kalender adalah yang paling lama menemani penerimanya—setiap hari, selama satu tahun penuh.

Hal itu pula yang dirasakan para anggota PWRI. Mereka menyambut kalender tersebut dengan suka cita. Angka-angka besar yang mudah dibaca menjadi sahabat mata di usia senja. Lebih dari itu, kalender tersebut memuat Visi Bupati Blora,

“Sesarengan Mbangun Blora Maju dan Berkelanjutan”, serta sesanti PWRI, “Setiap detik berbuat baik dan setiap melangkah untuk beribadah.”
Di Dukuh Boto, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Mustaji—mantan guru sekolah dasar—membuka lembar kalender sambil mengenang masa lalu. Ia teringat sosok Arief Rohman kecil, murid SDN 2 Sendangwungu pada awal 1980-an.

“Anaknya rajin, sopan kepada guru, dan tekun mengaji,” kenangnya singkat, namun penuh makna.
Menutup kisah di awal tahun, Mustaji menyampaikan harapan yang sederhana, namun universal.

“Selamat Tahun Baru 2026. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan-Nya, sehat dan bahagia sepanjang masa.”
Di tahun Kuda Api ini, PWRI Blora memilih menyalakan api kepedulian—kecil, hangat, dan menerangi sekitar. (*)

Pak Purnomo Minta Pemkab Pati Jemput dan Bantu Ibu Halimah, Korban Penipuan yang Terlilit Utang

0

Korandiva-PATI.— Beredar di media sosial (03/01), seorang warga Kabupaten Pati bernama Ibu Halimah, warga Desa Sidokerto RT 04 RW 03, mendatangi kediaman Pak Purnomo yang dikenal publik melalui akun media sosial Purnomo Belajar Baik. Kedatangan tersebut bertujuan untuk meminta pertolongan karena Ibu Halimah mengaku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa atas persoalan yang dihadapinya.

Ibu Halimah menyampaikan bahwa dirinya merasa tidak tenang tinggal di Pati setelah menjadi korban penipuan. Meski telah mendapatkan bantuan uang dari Pak Purnomo, kondisi batinnya disebut masih terguncang dan diliputi rasa cemas.

Pak Purnomo menjelaskan bahwa Ibu Halimah sudah berada di rumahnya selama kurang lebih tiga hari dan hingga kini belum bersedia untuk pulang. Melihat kondisi tersebut, Pak Purnomo secara terbuka menyampaikan pesan kepada Pemerintah Kabupaten Pati agar segera menjemput serta memberikan bantuan dan pendampingan yang layak.

Menurut pengakuan Ibu Halimah, kasus penipuan yang menimpanya sudah dilaporkan sekitar satu tahun lalu. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan atau tanggapan terkait tindak lanjut laporan tersebut.

Akibat kejadian itu, Ibu Halimah juga harus menanggung beban utang dalam jumlah besar. Tekanan ekonomi yang berat ditambah ketidakpastian proses hukum diduga kuat memengaruhi kondisi mentalnya.

Kisah ini memantik perhatian publik dan warganet, yang berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan untuk memberikan solusi, baik dari sisi hukum, sosial, maupun kemanusiaan. (*)

Dari Warung Kopi ke Falsafah Leluhur: Sambung Rasa Bambang Sulistya dengan Penarik Becak

0

Korandiva-BLORA.- Di tengah suasana awal Tahun Baru 2026 yang masih terasa hangat, sebuah pertemuan sederhana namun sarat makna berlangsung di Cafe Kuma, Jalan Bayangkara Gang Perdamaian, Kelurahan Karangjati, Blora, Kamis (1/1/2026). Mantan Anggota DPRD Blora, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., mengundang sejumlah penarik becak untuk sekadar duduk bersama, berbincang, dan berbagi rasa dalam acara sambung rasa yang berlangsung penuh keakraban.

Para penarik becak yang hadir sehari-hari menggantungkan harapan rezeki di kawasan Komplek Perumnas Karangjati. Dalam balutan suasana santai tanpa sekat, Bambang Sulistya memanfaatkan momentum Tahun Baru sebagai ruang refleksi bersama, mengajak para peserta kembali menengok nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Jawa.

Baginya, Tahun Baru 2026 bukan semata pergantian kalender, melainkan kesempatan untuk menumbuhkan kembali kepekaan sosial dan memperkuat ikatan kemanusiaan. Ia mengangkat falsafah Jawa yang telah lama hidup di tengah masyarakat, mangan ora mangan sing penting kumpul.

“Filosofi ini mengajarkan bahwa kebersamaan jauh lebih penting dari sekadar urusan perut. Biarpun tidak makan, yang penting bisa bersama, saling mendengarkan, dan menyampaikan uneg-uneg,” tuturnya dengan nada reflektif.

Menurut Bambang, ungkapan tersebut mengandung nilai persatuan, rasa sepenanggungan, serta semangat guyub rukun yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Jawa. Nilai-nilai itulah yang selama ini menjaga harmoni sosial dan memperkuat persaudaraan lintas latar belakang.

Ia pun mengaitkan kearifan lokal tersebut dengan pesan kebangsaan yang lebih luas. Bambang menyinggung slogan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, “Bersama kita bisa”, yang dinilainya berhasil menanamkan semangat kolektif dan kebersamaan hingga mengantarkan SBY memenangi pemilihan presiden dua periode.

Tak hanya itu, Bambang juga mengutip pernyataan Ketua DPR RI Dr. (HC) Puan Maharani, S.Sos., yang pada 15 Agustus 2025 lalu menegaskan pentingnya menyegarkan kembali kearifan lokal Jawa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Filosofi mangan ora mangan sing penting kumpul dinilai relevan sebagai pengingat agar kebersamaan tidak tergeser oleh kepentingan pribadi.

Dalam sesi obrolan yang berlangsung cair, para penarik becak pun mulai membuka cerita tentang realitas hidup yang mereka hadapi. Keluhan demi keluhan disampaikan, terutama terkait kondisi ekonomi dan harapan akan bantuan becak listrik, program bantuan Presiden Prabowo Subianto.

Sebagaimana diketahui, pada Desember 2025 lalu, sebanyak 100 unit becak listrik telah disalurkan kepada penarik becak di Kabupaten Blora melalui Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini. Namun, sebagian penarik becak yang biasa mangkal di sekitar Perumnas Karangjati mengaku belum tersentuh bantuan tersebut.

Beberapa di antara mereka, seperti Sadikin, Moh. Asrok, Mujono, dan Suparman, menyampaikan bahwa persyaratan administrasi berupa fotokopi KTP telah dikumpulkan. Mereka berharap realisasi bantuan tahap kedua benar-benar terwujud.
Menanggapi aspirasi itu, Bambang Sulistya berjanji akan menyampaikan langsung kepada Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si. Harapan pun disematkan agar bantuan becak listrik tahap berikutnya dapat segera menjangkau para penarik becak di kawasan tersebut.

Pertemuan sederhana itu ditutup dengan makan bersama dan doa yang dipimpin oleh modin setempat. Di akhir acara, ucapan selamat Tahun Baru 2026 mengalir, disertai harapan agar para penarik becak senantiasa diberi keberkahan hidup, serta Kabupaten Blora terus tumbuh menjadi daerah yang maju, akur, makmur, dan misuwur. (*)

Angkus Crew Sambut Tahun Baru dengan Tasyakuran dan Doa Bersama

0

Korandiva-BLORA.- Dalam rangka menyambut pergantian tahun, Angkus Crew menggelar acara tasyakuran yang berlangsung pada malam Tahun Baru di lapangan voli Desa Seso. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan hiburan orkes dangdut Tato Music yang berasal dari Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, dan dihadiri oleh masyarakat setempat.

Acara tasyakuran ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Seso beserta sejumlah perangkat desa. Selain itu, Danramil setempat juga hadir untuk memberikan dukungan dan memastikan kegiatan berjalan dengan tertib. Kehadiran unsur pemerintah desa dan TNI menambah kekhidmatan serta keamanan acara.

Untuk menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas selama berlangsungnya kegiatan, pihak Polres Blora turut membantu pengamanan di sekitar lokasi acara, khususnya pada jalur keluar-masuk kendaraan orkes dangdut dan penonton. Berkat kerja sama tersebut, acara dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

Kegiatan dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan prosesi pemotongan tumpeng dan doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur serta harapan bagi keselamatan bangsa, khususnya bagi wilayah Indonesia yang tengah dilanda bencana.

Meski acara berlangsung meriah dengan hiburan musik, tidak ada pesta kembang api sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap para korban bencana. (*)

Malam Pergantian Tahun, Masjid At-Taqwa Randublatung Dipenuhi Dzikir dan Shalawat

0

Korandiva-BLORA.- Malam pergantian tahun di Randublatung tak diwarnai gemerlap kembang api atau hiruk-pikuk pesta. Sebaliknya, suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti serambi Masjid At-Taqwa, Rabu malam (31/12/2025). Ratusan jamaah larut dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan doa bersama menyambut Tahun Baru.

Sejak pukul 19.00 WIB, lantunan hadrah/kadroh dari Grup Kadroh Sambong, Kelurahan Wulung, Kecamatan Randublatung, mengalun syahdu. Irama rebana dan shalawat yang menggema menambah khidmat suasana, mengajak jamaah menenangkan hati dan menata niat di penghujung tahun.

Kekhusyukan semakin terasa saat jamaah mengikuti rangkaian Istighosah, pembacaan Surat Yasin, Tahlil, serta Muidho Rosul. Doa-doa dilantunkan bersama, menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan akan keberkahan dan perlindungan Allah SWT di tahun yang baru. Malam itu menjadi momentum muhasabah, menoleh ke belakang atas perjalanan setahun yang telah dilalui, sekaligus menatap ke depan dengan penuh harap.

Puncak kegiatan diisi dengan pengajian oleh Kiai Siswanto dari Sambong, Kelurahan Wulung. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema Hijrah, mengaitkan makna perjalanan spiritual Isra Mikraj dengan kehidupan umat Islam masa kini.

“Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah sikap menuju ketaatan kepada Allah SWT,” tutur Kiai Siswanto di hadapan jamaah. Ia mengajak umat untuk menjadikan Isra Mikraj sebagai pengingat pentingnya memperbaiki kualitas ibadah, terutama menjaga salat lima waktu sebagai fondasi kehidupan seorang Muslim. “Jika ibadah terjaga, insyaallah hidup akan lebih tenteram dan penuh keberkahan,” pesannya.

Peringatan Isra Mikraj yang bertepatan dengan malam pergantian tahun ini menjadi penanda bahwa menyambut tahun baru tak selalu harus dirayakan dengan euforia. Di Masjid At-Taqwa Randublatung, tahun baru disambut dengan doa, dzikir, dan tekad hijrah spiritual—memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah islamiyah, serta menapaki hari-hari ke depan dengan semangat kebaikan yang lebih kuat. (*)

Widya Talenta Simponi Jadi Sorotan Sarasehan dan Doa Bersama Tahun Baru 2026 di Pendopo Pati

0

Korandiva-PATI.– Malam sarasehan dan doa bersama menyambut Tahun Baru 2026 berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forkopimda serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pati, dengan suguhan utama penampilan Orkestra Widya Talenta Simponi dari Kecamatan Trangkil.

Widya Talenta Simponi tampil memukau dengan komposisi orkestra yang rapi dan penuh penghayatan. Penampilan para musisi muda ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Pati memiliki potensi besar dalam pengembangan seni musik, khususnya di kalangan generasi muda.

Bupati Pati Sudewo dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seni dan budaya di Kabupaten Pati terus tumbuh dan berkembang. Ia menegaskan bahwa kemajuan seni budaya harus berjalan seiring dengan berkembangnya sektor ekonomi kreatif sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat.

Secara khusus, Sudewo berpesan kepada Putut Sulaksmono, selaku Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Pati, agar segera mengambil langkah konkret dalam mengembangkan seni dan budaya daerah. Ia menekankan pentingnya mengapresiasi tunas muda serta bibit-bibit seni yang telah menunjukkan kualitas dan dedikasi.

Selain itu, Sudewo juga menginstruksikan kepada seluruh OPD Kabupaten Pati untuk ikut berperan aktif dalam mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembinaan seni dapat berkelanjutan dan terorganisir dengan baik.

Sebagai wujud dukungan nyata, Sudewo menyatakan akan menyumbangkan sebanyak 40 unit alat musik biola. Ia menyebutkan estimasi harga per unit sekitar Rp 1.500.000, namun menegaskan bahwa nominal tersebut bersifat fleksibel menyesuaikan kualitas alat musik yang dibutuhkan.

Tidak hanya biola, Sudewo juga berpesan kepada Putut Sulaksmono agar segera mengajukan kebutuhan alat musik lainnya apabila diperlukan. Ia memastikan bahwa dukungan tersebut memungkinkan karena anggaran perubahan APBD dinilai mencukupi, sehingga Widya Talenta Simponi dan kelompok seni lainnya di Kabupaten Pati dapat terus berkembang dan berprestasi. (*)

Dari Blora untuk Sumatera: Kepedulian PWRI di Penghujung Tahun

0

Korandiva-BLORA.- Di penghujung Tahun 2025, ketika kalender hampir ditutup dan suasana refleksi menyelimuti banyak kalangan, kepedulian justru tumbuh dari para purnabakti yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora. Rabu (31/12/2025), sebagian pengurus PWRI menyempatkan diri bersilaturahmi, sembari membawa amanah kemanusiaan untuk saudara-saudara mereka yang tertimpa bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatera.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menggugah empati keluarga besar PWRI Blora. Dari keikhlasan para pengurus dan anggota, terkumpul bantuan dana yang kemudian diserahkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora agar dapat segera disalurkan kepada para korban.

Silaturahmi tersebut dihadiri sejumlah tokoh PWRI Blora, di antaranya H. Soedadyo, SH, Sekretaris PWRI sekaligus mantan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Blora; Sugito, SH, Bendahara PWRI yang juga mantan Kepala Bagian Hukum Setda Blora; serta Patuh Wiji Nuryani, S.Pd., staf Kantor PWRI Kabupaten Blora.

Rombongan PWRI diterima langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Blora, H. Sutaat, S.Pd., mantan anggota DPRD Blora, yang didampingi Wakil Ketua II Baznas Bidang Pendistribusian, KH. Nur Rohim, bersama jajaran pejabat Baznas lainnya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh canda, mencerminkan hubungan kekeluargaan yang telah lama terjalin antara PWRI dan Baznas Kabupaten Blora.

Hubungan harmonis itu bukan hal baru. Selama ini, PWRI dan Baznas kerap bersinergi dalam kegiatan sosial. Bahkan, setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, PWRI secara rutin menerima bantuan paket sembako dari Baznas sebagai wujud perhatian kepada para purnabakti.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari keluarga besar PWRI Blora. Bantuan ini segera akan kami salurkan kepada saudara-saudara kita yang saat ini tengah mengalami musibah,” ujar H. Sutaat dengan penuh apresiasi. Ia menambahkan, pihak Baznas juga akan melaporkan bantuan tersebut kepada Bupati Blora untuk menentukan waktu dan mekanisme penyalurannya.

Total dana kemanusiaan yang berhasil dihimpun keluarga besar PWRI Kabupaten Blora mencapai Rp 23.200.000,00. Angka itu mungkin tampak sederhana, namun di baliknya tersimpan nilai solidaritas dan keikhlasan yang besar. Dana tersebut berasal dari sumbangan pengurus dan anggota PWRI di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan.

Pengurus dan anggota PWRI Kabupaten Blora menyumbang Rp 3.870.000, disusul PWRI Kecamatan Kunduran Rp 3.300.000, PWRI Kecamatan Randublatung Rp 2.125.000, PWRI Kecamatan Tunjungan Rp 2.100.000, PWRI Kecamatan Todanan Rp 1.700.000, serta PWRI Kelurahan Kuden Rp1.500.000. Sumbangan juga mengalir dari PWRI Kecamatan Sambong, Japah, Kedungjenar, dan berbagai kecamatan serta kelurahan lainnya dengan nominal antara Rp 200.000 hingga Rp 500.000.

Penggalangan dana dilakukan melalui Kotak KPK yang disediakan di Kantor PWRI Kabupaten Blora. KPK, yang merupakan akronim dari Kerukunan, Peduli, dan Kepyur atau Berbagi/Sedekah, menjadi simbol magnet kepekaan sosial para anggota PWRI di tengah situasi yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai “zaman kalabendu”, zaman yang menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji atau teori.

Gerakan kepedulian ini juga sejalan dengan imbauan Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, SIP., M.Si., saat resepsi Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora, agar masyarakat Blora turut peduli kepada korban bencana hidrometeorologi di Sumatera. Selain itu, semangat tersebut diperkuat oleh surat edaran Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah, Drs. H. Hendro Martoyo, MM.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 18 Desember 2025 turut menjadi pemantik empati. BNPB mencatat, bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah merenggut 1.059 korban jiwa, menyebabkan 192 orang hilang, sekitar 7.000 orang luka-luka, serta merusak sedikitnya 147.000 rumah.

Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. Bambang Sulistya, M.MA., berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban sekaligus mempererat nilai persaudaraan.
“Semoga kepedulian dari para pengurus dan anggota PWRI ini dapat menjadi perekat kerukunan serta meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Ini juga menjadi bagian dari pengamalan sesanti kami: setiap detik berbuat baik, setiap melangkah untuk beribadah,” ungkapnya. (*)

Bupati Pati Sudewo Hadiri Pentas Akhir Tahun 2025, Dukung Penuh Orkestra Widya Talenta Simponi

0

Korandiva-PATI.- Bupati Pati Sudewo menghadiri acara Pentas Akhir Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Kabupaten Pati di halaman Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (30/12/2025) sore, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Pati tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan seni dan budaya lokal, khususnya di bidang musik orkestra yang terus tumbuh di kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sudewo menyampaikan dukungan penuh kepada Orkestra Widya Talenta Simponi yang tampil memukau dalam rangkaian pentas akhir tahun. Ia mengapresiasi dedikasi para peserta serta peran Dewan Kesenian Kabupaten Pati dalam membina dan mewadahi kreativitas seniman daerah.

Tak hanya memberikan motivasi, Bupati Sudewo juga menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan orkestra. Kepada Putut Sulaksmono selaku Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Pati, Bupati menyatakan akan memberikan bantuan alat musik berupa biola sebanyak 40 unit seharga Rp. 1.500.000,- per biola untuk para peserta Orkestra Widya Talenta Simponi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas latihan dan penampilan orkestra, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta musik berprestasi dari Kabupaten Pati. Acara Pentas Akhir Tahun 2025 pun berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. (*)

Pendapatan Daerah dari Stadion Joyokusumo Melonjak 150 Persen, Jadi Kontributor Utama PAD Pati

0

Korandiva-PATI.- Kabupaten Pati mencatat capaian signifikan dari sektor retribusi berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 berkat kinerja operasional Stadion Joyokusumo. Realisasi pendapatan dari stadion ini jauh melebihi target awal yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono, mengungkapkan bahwa target PAD tahun ini sebenarnya hanya Rp85 juta. Namun hingga akhir tahun pencapaian mampu menembus angka Rp132 juta, atau meningkat 150 persen dari target seharusnya.

Lonjakan pendapatan tersebut terutama dipengaruhi oleh tingginya aktivitas di kawasan stadion sepanjang tahun. Berbagai kegiatan, termasuk pertandingan dan event lain yang digelar di area tersebut, menjadi sumber utama retribusi yang menyumbang keuangan daerah.

Selain itu, keterlibatan tim sepak bola kebanggaan lokal, Persipa Pati, yang berlaga di kompetisi Liga 2 Indonesia turut berkontribusi terhadap kunjungan dan pemasukan retribusi dari tiket serta layanan terkait pertandingan di stadion.

Meski pencapaian PAD tahun ini sangat menggembirakan, pihak dinas masih belum menetapkan target retribusi untuk 2026. Hal ini disebabkan adanya rencana renovasi besar-staran Stadion Joyokusumo yang akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) pada tahun mendatang.

Renovasi ini diperkirakan akan menutup sementara potensi pemasukan dari retribusi selama proses perbaikan berlangsung.
Namun, setelah renovasi selesai, pemerintah daerah optimistis bahwa fasilitas stadion yang lebih baik akan menarik lebih banyak kegiatan dan pengunjung sehingga potensi PAD dari retribusi akan meningkat lagi di masa depan. (*)

Kirab dan Nyadran Haul Syekh Jangkung ke-385 Siap Digelar di Kayen Pati

0

Korandiva-PATI.- Rangkaian peringatan Haul Syekh Jangkung Landoh Kayen ke-385 akan digelar dengan berbagai agenda budaya dan keagamaan yang melibatkan masyarakat luas. Kegiatan bertajuk Kirab & Nyadran ini menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan warga, sekaligus sebagai upaya melestarikan tradisi leluhur yang sarat nilai spiritual dan kearifan lokal.

Acara kirab dan nyadran dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 31 Desember 2025 mulai pukul 12.20 WIB hingga selesai. Kirab budaya akan menampilkan berbagai unsur tradisi, termasuk busana adat dan simbol-simbol budaya Jawa yang merepresentasikan sejarah serta perjuangan dakwah Syekh Jangkung.
Selain kirab, rangkaian haul juga diisi dengan kegiatan buka selambu, luwur, dan lelang yang akan dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026 mulai pukul 07.00 WIB. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam penghormatan kepada tokoh ulama besar yang dikenal berjasa dalam penyebaran ajaran Islam di wilayah Pati dan sekitarnya.

Puncak acara haul akan ditandai dengan pengajian umum pada Minggu malam, 4 Januari 2026, mulai pukul 20.00 WIB. Pengajian ini diharapkan menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus ajang mempererat ukhuwah islamiyah antarjamaah yang datang dari berbagai daerah.

Panitia penyelenggara mengajak masyarakat untuk mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib dan khidmat. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Syekh Jangkung, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal serta mendorong kebersamaan sosial di tengah masyarakat.

Haul Syekh Jangkung Landoh Kayen tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata religi di Kabupaten Pati. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, kegiatan ini diperkirakan kembali menjadi salah satu perhelatan besar yang memberi dampak positif bagi daerah. (*)